Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAMAN FENOTIPE SIFAT KUANTITATIF AYAM BURGO, AYAM HUTAN MERAH, DAN AYAM KAMPUNG DI PROVINSI BENGKULU: DIVERSITY OF PHENOTYPES OF QUANTITATIVE PROPERTIES OF BURGO CHICKEN, RED FOREST CHICKEN, AND NATIVE CHICKEN IN BENGKULU PROVINCE Teguh Rafian; Jakaria Jakaria; Niken Ulupi
Journal Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Study Program of Animal Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i1.28507

Abstract

Pentingnya pemahaman yang baik tentang karakteristik SDGT sangat diperlukan untuk dijadikan sebagai referensi pengambilan keputusan dalam pengembangan dan program pemuliaan ternak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman fenotipe sifat kuantitatif ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan SDG ayam lokal khususnya di Bengkulu, dan menganalisis faktor-faktor peubah penentu ukuran dan bentuk ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung. Bahan penelitian yang digunakan adalah 47 ekor ayam burgo, 9 ekor ayam hutan merah (Gallus gallus spadiceus), dan 18 ekor ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dan ayam yang diambil merupakan ayam yang sudah dewasa di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Data-data sifat kuantitatif berupa berat badan, panjang tubuh, panjang dada, lingkar dada, rentang sayap, panjang paha atas, panjang paha bawah, panjang shank, panjang jari ketiga, dan lingkar shank ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung. Hasil uji-t menunjukkan bahwa karakteristik sifat kuantitatif ayam burgo jantan lebih mendekati karakteristik sifat kuantitatif ayam kampung jantan, sedangkan karakteristik sifat kuantitatif ayam burgo betina lebih mendekati karakteristik sifat kuantitatif ayam hutan merah betina. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ayam burgo dan ayam hutan merah memiliki sifat kuantitatif dengan tingkat keragaman yang rendah (monomorfik), sebaliknya dengan ayam kampung memiliki sifat kuantitatif dengan tingkat keragaman yang tinggi (polimorfik), dan (2) peubah penentu ukuran ayam burgo adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang jari kaki ketiga (betina), ayam hutan merah adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang paha atas (betina), dan ayam kampung adalah panjang shank, sedangkan peubah penentu bentuk ayam burgo adalah panjang paha bawah, ayam hutan merah adalah panjang jari kaki ketiga, dan ayam kampung adalah panjang shank.
Haplotype and phylogenetic diversity using mitochondrial 12S rRNA gene marker in Bali cattle T. Suselowati; R. R. Noor; J. Jakaria
Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Vol 48, No 3 (2023): September
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitaa.48.3.169-181

Abstract

Bali cattle is one of Indonesia's original livestock genetic resources. The 12S rRNA can be used as a marker of genetic diversity, and until now, there has been no report on Bali cattle. The study was aimed to analyze the gene of mtDNA 12S rRNA to determine haplotype diversity and phylogenetics in Bali cattle populations of the eastern region of Indonesia. A total of 95 blood samples used consisted of three different populations which were Bali cattle, Ongole crossbred (PO) and Madura cattle as a comparison. This research was analyzed using PCR and sequencing methods. The data were analyzed using the cluster W method for estimating genetic distances, calculating diversity, and reconstructing phylogenetic trees using the MEGAX, DNAsP and Network. The genetic distance values ranged from 0.00200 to 0.01508, and the Haplotype diversity values ranged from 0.66000 to 0.91111. The nucleo-tide diversity values ranged from 0.00174 to 0.01673. There were 16 haplotypes found. The values of Gst, Nst and Fst were 0.00803, 0.07550, 0.07622; respectively. Based on the analysis, there were dif-ferences between Bali cattle from various populations, there were specific haplotypes. The 12S rRNA gene can be used as a genetic marker for diversity studies in Bali cattle and other cattle breeds although the diversity is low.
Identifikasi Keragaman SNP Gen MSTN Pada Sapi Limousin Wenny Ladhunka Nur Aliyya; Jakaria Jakaria; Ronny Rachman Noor
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 2 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i2.596

Abstract

Abstract Limousin cattle (Bos Taurus) are beef cattle that have a large, long, body shape, with have advantages of fast body growth, high fertility and easy reproducibility. Myostatin gene is a family of TGF-β which plays a role in muscle growth and meat quality. This study aims to identify diversity of the Single Nucleotide Polymorphism (SNPs) Myostatine gene in the coding region in limousine cattle. Blood samples were taken from 15 limousine cattle from BPTU-HPT Padang Mangatas, West Sumatra Province. SNPs identification is finish by amplifying the coding region using the sequencing method. This study revealed 12 SNPs spread over 2 SNPs in exon 1 (c.400 G>A, c.415 C>A), 8 SNPs in exon 2 (c.2411 C>T, c.2477 G>A, c. .2489 G>A, c.2503 G>A, c.2521 G>A, c.2577 C>T, c.2609 G>A, c.2636 G>A), and in exon 3 find 2 SNPs (c .5107 C>A, c.5113 T>C) are polymorphic with allele frequencies in general being in Hardy-Weinberg equilibrium except for SNP c.2411 C>T which is not in balance. SNPs identified in the MSTN gene of limousine cattle are expected can fungtion as candidate genetic markers, especially for the perfection of beef cattle in Indonesia. Key words: Limousin Cattle, MSTN, SNP
Sustainable Development Goals: Optimalisasi Konservasi Penyu Melalui Peningkatan Pengetahuan Siswa Eka Haryati Yuliany; Mohamad Jakaria; Ervina Mukharomah; Sri Parwanti
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.11469

Abstract

Background: Keberadaan penyu telah lama terancam dari alam maupun kegiatan manusia yang membahayakan populasinya. Upaya pelestarian penyu dapat dilakukan melalui pendidikan dan pendekatan partisipatif pada generasi muda. Tujuan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa/i tentang penyu dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap pelestarian penyu. Metode: Peserta pengabdian masyarakat terdiri dari siswa/i kelas VII sebanyak 37 orang. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan metode partisipatif mulai dari ceramah, menonton video, diskusi dan tanya jawab. Teknik pengumpulan data dengan tes dan dokumentasi. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini ditemukan peningkatan pengetahuan siswa dengan signifikan setelah dilakukan penyampaian materi dan tanya jawab. Di akhir kegiatan pengabdian masyarakat siswa/i memperoleh pengertian terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup dan keberadaan penyu. Kesimpulan: Optimalisasi konservasi penyu menggunakan video dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Selanjutnya ditemukan antusias siswa/i menampilkan keinginan siswa/i dalam melestarikan penyu dalam proses tanya jawab.
Perkembangan Penelitian dan Pemetaan Topik pada Riset Sapi Bali berdasarkan Publikasi Jurnal Ilmiah dan Prosiding Abdul Rahman Saleh; Sri Rahayu; Jakaria Jakaria
Media Pustakawan Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v30i2.4877

Abstract

Animals that have the potential to produce meat that can be developed are Bali cattle. Unlike imported cattle, Bali cattle are superior because they can withstand all weather and adapt easily. Research on Bali cattle is quite a lot. However, we do not yet know the direction and status of the research. For this reason, it is necessary to conduct a study of the research that has been carried out. The research data comes from secondary data, namely scientific journal articles and proceedings articles. Data publication year is limited to June 2023. Data is tracked using Publish or Perish software. The data obtained was processed using Zotero, MS-Excel and VOSviewer software. There were 983 studies found, with the highest number of animal feed and nutrition, with 190 studies (19.31%). The most productive researcher is Jakaria (49 titles). The number of Bali cattle studies each year varies greatly with the highest number occurring in 2020 (169 studies). It is known that the authorship pattern of the Bali cattle research results article is in accordance with Lotka's law with an exponent value of 2.1 and a constant value of 66%. The researcher collaboration map and research topic map were successfully created using VOSviewer. The degree of author collaboration was 0.91. Related research including animal waste, animal welfare, animal farm and conservation can still be developed because there are not many researches in these fields.  
Factors Affecting the Reproductive Performance Efficiency of Beef Cattle in the South Sulawesi Province alim, iqbal; Priyanto, Rudy; Jakaria, Jakaria
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 23, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v23i2.47603

Abstract

The application of artificial insemination (AI) technology continues to improve, especially in South Sulawesi, one of Indonesia's beef cattle population centers. This study aims to determine the factors influencing AI implementation in South Sulawesi. Reproduction performance secondary data was obtained from iSIKHNAS. Data were tabulated by district, inseminator, cattle breed, and reproductive variables (S/C value and pregnancy percentage). Data were analyzed using descriptive, variance, and correlation analyses. Bali, Limousin, and Simmental cattle had S/C of 2.24, 2.44, and 2.61, respectively. Different district locations have better S/C (P<0.05), such as Palopo, Barru, Sidenreng Rappang, Jeneponto, North Luwu, Sinjai, Bantaeng, and Tana Toraja. The performance of inseminators had a significant effect (P<0.05). Although with a low number of inseminators, Tana Toraja had the best reproductive efficiency, compared to Soppeng, which has many inseminators but low livestock reproductive efficiency (P<0.05). In conclusion, reproductive efficiency performance is influenced by location (district topography) and inseminator performance, whereas the breed of cattle does not affect S/C values and pregnancy percentage. The results of the correlation analysis showed that S/C has a positive correlation with inseminator performance of 44.3%.
Evaluasi Manajemen Risiko Teknologi Informasi Berbasis Iso 31000:2018 Jakaria; Fitriani, Rini; Nashar Utamajaya, Joy
Jurnal Syntax Fusion Vol 1 No 05 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v1i10.85

Abstract

PT Kilang Pertamina Balikpapan merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), perusahaan ini bergerak dalam bidang bisnis kilang dan petrokimia. PT Kilang Pertamina Balikpapan bertindak sebagai pengelola kilang hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sekaligus menjadi sarana Pertamina bekerja sama dengan partner untuk berinvestasi pada Proyek RDMP Balikpapan. PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan proses bisnisnya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sangatlah dibutuhkan yakni dengan menerapkan sistem rekrutmen online berbasis website. Peningkatan efisiensi didapatkan dari sistem yang berjalan tanpa kendala, adapun kelemahan (vulnerabilities) pada sebuah sistem akan menimbulkan ancaman (threats) yang besar bagi perusahaan, maka manajemen risiko teknologi informasi pada penerapan sistem E-Recruitment perlu dilakukan dengan mengacu pada ISO 31000:2018 serta penilaian risiko untuk mendapatkan Risk Priority Number (RPN) .. Risiko yang didapatkan pada penelitian ini adalah sebanyak 3 jenis potensial risiko dan 28 atribut risiko, setelah dilakukan penilaian risiko maka didapatkan hasil bahwa 7 atribut risiko memerlukan perhatian khusus dalam proses penerapan sistem agar dapat berjalan dengan baik untuk kedepannya.
ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG BUNUH DIRI DAN FAKTOR-FAKTOR PEMICUNYA: DITINJAU DARI PSIKOLOGIS, SOSIAL, DAN KESEHATAN MENTAL SERTA KAITANNYA DALAM PASAL 345 KUHP Jakaria, Jakaria; Hasmar Husein Nasution; Fauzan Habibi Lubis; Bagus Ramadi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i3.955

Abstract

Analisis hukum Islam mengenai pelanggaran terhadap norma moral dan sosial. Disini hukum Islam akan mengkaji tentang pelanggaran terhadap norma moral dan sosial dalam upaya bunuh diri. Al-Qur'an dan Hadits memberikan pedoman etika terhadap ummat manusia, sementara panduan masyarakat modern menghadapi masalah kesehatan sosial dan mental yang kompleks yang memicu terjadinya bunuh diri. Sehingga manusia menghadapi masalah kesehatan sosial dan mental yang kompleks. Empati dan pemikiran holistik pemikiran sangat penting. sebuah fenomena kompleks yang melibatkan berbagai faktor psikologis, sosial, dan kesehatan mental yang berkaitan erat dalam fenomena ini. Studi ini melakukan analisis komprehensif terhadap faktor - faktor yang menyebabkan tindakan membunuh diri sendiri , dengan fokus khusus pada aspek psikologis dan sosial . Penelitian ini juga mengkaji hubungan antara kesehatan mental dan faktor lainnya serta menyelaraskannya dengan pasal 345 KUHP. metodologi penelitian ini mengacu pada tinjauan literatur , analisis kasus , dan metode penelitian kualitatif untuk mengkaji faktor psikologis seperti depresi, kecemasan, dan kecerdasan emosional yang mempengaruhi keinginan untuk membunuh diri sendiri. aspek meliputi sosial konflik antar pribadi, konflik isolasi sosial , dan tekanan.
The Reproductive Performance of Bali Cows through Artificial Insemination Program in Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province Muslimiah, Muslimiah; Priyanto, Rudy; Jakaria, Jakaria
Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Animal Science, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/hajas.v5i1.24877

Abstract

Intensification of artificial insemination (AI) in Bali cattle is a government program to increase the population and productivity of local cattle. The objective of this study was to examine the reproductive performance of Bali cows through the AI program in Polewali Mandar Regency, West Sulawesi. The study was conducted in two different locations, i.e. in the low lands (<300mASL) including Wonomulyo and Campalagian Districs, and high lands (>300mASL) including Limboro and Bulo Districts. Data collection was carried out on farmers and inseminators profiles, and cow’s reproductive parameters including service per conception (S/C), conception rate (CR), calving rate (CvR), calving interval (CI) and Calf Mortality (CM). These data were calculated and analyzed descriptively. The cows in this study were raised by farmers in small-scale farm, mostly under 5 heads. The cattle breeding through AI program was carried out by inseminators with over 10 years of experience. In the lowlands, S/C values were 1.26-1.17 and CI were 360 to 366.31 days, respectively. Bali cows that were inseminated using Bali bull semen had a CvR of 75.69% which were higher than those using Simmental bull semen (CvR 49.69%;). While in the highlands, Bali cows that were inseminated with Bali bull semen tended to have higher S/C (1.30) and CI (356.95 days) values but had CvR of 61.00% and CR 77.00% which was also higher than that of Simmental bull semen (S/C 1,50; CI 412,86 days; CvR 50.00%; CR 66.67%). The high S/C in the highlands (1.50) is due to location constraints or the distance between the livestock and the inseminator's residence which is quite far, so it takes time to carry out AI services and is one of the factors that can cause the provision of AI services for female cows in heat is not optimal. In the highlands, most of the cattle are grazed in the grazing areas, making it difficult for breeders to detect estrus. In general, Bali cattle produced by AI in the low lands of Polewali Mandar district tended to have better reproductive performance than those in the high lands. The S/C in the low lands (1.26 and 1.17) is lower than that in the high lands (1.3 and 1.5). Keywords: AI, Bali cows, lower land, high land reproductive performance    
ESTIMASI SKOR MARBLING DAN LEMAK INTRAMUSKULAR SAPI BALI DAN SAPI SUMBA ONGOLE MENGGUNAKAN PROGRAM IMAGEJ PADA CITRA ULTRASONOGRAFI: Estimates of Marbling Score and Intramuscular Fat of Bali Cattle and Sumba Ongole Cattle Using ImageJ Program on Ultrasound Image Ulum, Mokhamad Fakhrul; Prisetiadi, Alif; Pamungkas, Fitra Aji; Jakaria, Jakaria
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 2 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i2.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan skor marbling dan lemak intramuskular menggunakan program ImageJ pada citra ultrasonografi sapi Bali dan Sumba Ongole. Dua belas ekor sapi betina dibagi menjadi dua kelompok, yaitu enam ekor sapi Bali umur dua tahun dan enam ekor sapi Sumba Ongole umur 3 sampai 4 tahun. Parameter diukur sebagai persentase lemak intramuskular dan skor marmer. Pengukuran kualitas karkas dilakukan dengan pencitraan ultrasonografi pada otot longissimus dorsi. Data dianalisis dengan ImageJ kemudian dianalisis dengan regresi untuk mengetahui persamaan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan R2 sebesar 92,06% yang berarti model regresi dapat digunakan sebagai analisis yang akurat. Skor marbling sapi Bali 1,51-1,53, dan sapi Sumba Ongole 2,06-2,28. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ras dan umur. Lemak intramuskular meningkat ketika skor marbling meningkat. Kesimpulannya, software ImageJ dengan metode pencitraan USG dapat digunakan untuk memperkirakan skor marbling dan lemak intramuskular sapi Bali dan sapi Sumba Ongole, dengan region of interest yang digunakan pada ImageJ adalah 30 mm x 30 mm.   Kata kunci: sapi Bali, sapi Sumba Ongole, citra ultrasonografi, skor marbling, lemak intramuskuler
Co-Authors . Aryogi . Aryogi, . . Hartati . hartati A Gunawan A Saefuddin A. Alwiyah, A. A. Anggraeni A. Anggraeni A. B. L. Ishak, A. B. L. A. Furqon A. GUNAWAN A. Gunawan A. Gunawan A. Gunawan A. Hubur A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Saleh Acep R Jayaprawira Achmad Fariz Adefia Fahira Ahmad Furqon alim, iqbal Amin Wahyudiono Aminurrahman Aminurrahman Aminurrahman Andi Baso Lompengeng Ishak Anggreini, Heny Annang Dwijatmiko Asep Gunawan Azis, Rosidi B Brahmantiyo B Tappa B. Brahmantiyo Bagus Gaga Partama, Ida Bagus Ramadi Bonawati, Y. G. M. Bramada Winiar Putra Budiman, C. C Sumantri C. Budiman C. Sumantri C. SUMANTRI C. Sumantri C. Sumantri C. Sumantri C. Sumantri Cahyo Budiman Cece Sumantri Chalid Talib Chalid Talib Cungfinius Finnata Husin D Duryadi D. A. Astuti D. A. Astuti D. Anggrela D. E. W. T. Sihite Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh, Dairoh Dairoh, D. DEWI APRI ASTUTI E Andreas E Sari E. Andreas E. Handiwirawan Edwar Edwar EDWAR EDWAR Eka Haryati Yuliany Elizabeth Celine Vega ENDANG TRI MARGAWATI Ervina Mukharomah Eryk Andreas F Hasan F Saputra F. Saputra F. Saputra, F. F. W. Pramukti Fariz Am Kurniawan Fauzan Habibi Lubis Fitra Aji Pamungkas Fitriani Eka Puji Lestari Fuadi Zulkipli G. Ayuningtyas Ghossani, Muhammad Nico Gunawan Sitanggang H Martojo H. Naraini, H. H. Nuraini Hadi S Alikodra Handayani , Handayani Hasmar Husein Nasution Hasrul Bani Asharudin Henny Nuraini Hikmawaty, Hikmawaty Himmatul Khasanah I I Arief I Khaerunnisa I Komang Gede Wiryawan I Made Londra I. I. Arief I. Inounu I. Inounu I. Khaerunnisa I. Khaerunnisa I. Suhendro Ida Bagus Gaga Partama Ila Rosmilawati Irma Isnafia Arief Ishak, Andi Baso Lompengeng Istiqlal, R. F. Isyana Khaerunnisa Isyana Khaerunnisa Jessy Mainidar K Suzuki K. A. Paramitasari, K. A. K. G. Wiryawan K. Listyarini K. Listyarini K. Listyarini K. Listyarini Kania Larisa Dwiyani Karimah, S. N. Khasanah, H. Kholijah Kholijah, K. Kocu, N. Komang Alit Paramitasari Listyarini, K. Londra, I. M. M Kaomini M. A. Abuzahra M. A. Abuzahra M. Baihaqi M. F. Ulum M. J. Uddin M. J. Uddin M. J. Uddin M. Syamsul Arifin Zein M. Yamin M. Yamin M.S.A. Zein Made Londra, I Mahmud, Rois Mahmudi Mahmudi Maria Ulfah Maryani Maryani Maskur Maskur Mohamad Yamin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Mokhmad Fakhrul Ulum Muammar Kadafi MUHARRINA HARAHAP, MUHARRINA Mulyono, R. H. Muslimiah, Muslimiah Musyaddad, T. N. Pratiwi, N. N. Ulupi Nashar Utamajaya, Joy Natasha Christania Ananta Nathania Alanta Ni Made Paramita Setyani Niken Ulupi Nur Faiz Habibah P. P. Agung, P. P. Pertiwi, E. A. Prastya Idihastuti Prisetiadi, Alif Priyambodo, Danang Puji Rianti Putra, I. G. R. Putri Indah Ningtias R R Noor R Sari R. Afnan R. H. Mulyono R. Iis Arifiantini R. Ismail R. K. Rusli R. Misrianti R. Mutia R. Mutia R. OKTAVIANI R. Priyanto R. Priyanto R. Priyanto R. Priyanto R. Priyanto R. Putri R. R. Noor R. R. Noor R. R. Noor, R. R. R.R. Noor Rachmawati, S. M. Restu Misrianti Reza, Muhammad Aulia Richard Wijaya Putra Rini Fitriani Rini Herlina Mulyono Rita Mutia Rizqullah Thohuri Robi Amizar Ronny R Noor Ronny Rachman Noor Rudy Priyanto Rukmiasih Rukmiasih Rukmiasih Rukmiasih Rukmiasih Rukmiasih Rusli, Ridho Kurniawan S S Mansjoer S. Darwati S. Elieser S. H. Wijaya S. Hartono S. Rahayu, S. S. Subandriyo S. Suharti S. Sulandari S. Y. Basril Saiful Anwar Salundik Saputra, E. A. Sari, D. A. Sarwi, Annisa Sony Hartono Wijaya Sri Darwati Sri Rahayu Sri Sulandari SRI SULANDARI Sri Wahyuni Siswanti Stevie Claudya Putri Nober Suganda Suhendro, I. Suhendro, Ikhsan Suparman, A. B. P. Suprio Guntoro Suprio Guntoro Sutikno Madnasri Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syakif Ahmad Syamsul Arifin T I Amalianingsih T Suryati T. Rafian T. Suselowati T. Toharmat TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Taufik Setyaudin Teguh Rafian Toto Toharmat Tya I Amalianingsih Ulum, M. F. W. Manalu W. Manalu Wasmen Manalu Wenny Ladhunka Nur Aliyya Wike andre Septian Winni Liani Daulay Winni Liani Daulay Wiwit Yuliesie Rasyid Woki Bilyaro Y. Parwoto Yong Soo Kim Yureni Sahril Dedi Z Wulandari