p-Index From 2021 - 2026
11.049
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Tes Diagnostik Menggunakan Model Teslet untuk Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Peserta didik SMA pada Materi Momentum dan Impuls Fenny Trinovitasari; Haratua Tiur Maria S.; Muhammad Musa Syarif Hidayatullah
Variabel Vol 5, No 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v5i2.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan tes diagnostik menggunakan model teslet pada materi momentum dan impuls untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik SMA Negeri di Pontianak. Secara khusus bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik butir tes diagnostik menggunakan model teslet disusun pada materi momentum dan impuls. (2) mengetahui kelayakan tes diagnostik menggunakan model teslet pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dikembangkan dengan model Four-D menggunakan 9 langkah pengembangan tes diagnostik menurut Mardapi. Tes tediri dari 12 soal pokok yang masing-masing terdiri dari 3 subsoal, total keseluruhan 36 soal. Data kualitatif didapatkan dari validasi tim ahli yang merupakan guru mata pelajaran fisika dan dosen Pendidikan Fisika FKIP UNTAN. Uji skala kecil dengan subjek peserta didik kelas XI IPA 6 SMA Negeri 3 melibatkan 23 peserta didik, dan uji skala besar di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 3, XI IPA 1 SMA Negeri 7, dan XI IPA 1 SMA Negeri 5 melibatkan 98 peserta didik. Karakteristik yang digunakan adalah karakteristik menurut Sutrisno. Berdasarkan analisis data, didapat tes diagnostik yang dikembangkan dengan model teslet dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik, yaitu: (1) tingkat validitas isi tinggi sebesar 0,94, (2) validitas butir soal lebih dari 0,413 dan 0,195 dengan jumlah soal valid sebanyak 36 soal, (3) reliabilitas tinggi sebesar 0,893, (4) tingkat kesukaran soal kategori sedang, (5) soal dibuat dengan bahasa yang sederhana dengan tingkat keterbacaan 7,05, sehingga soal yang dapat digunakan sebanyak 36 soal.Kata Kunci: Kesulitan Belajar; Tes Diagnostik; Teslet; Momentum dan ImpulsDevelopment of Diagnostic Tests Using Teslet Models to Identify High School Students' Learning Difficulties on Momentum and ImpulseABSTRACTThis study aims to produce diagnostic tests using a teslet model on momentum and impulse to identify learning difficulties for state high school students in Pontianak. It specifically aims to: (1) identify the characteristics of diagnostic test items using a teslet model composed on momentum and impulse materials. (2) knowing the feasibility of diagnostic tests using a teslet model on momentum and impulse materials. This research was a research and development developed with the Four-D model using 9 steps of diagnostic test development according to Mardapi. The test consisted of 12 main questions, each consisting of 3 sub-questions, a total of 36 questions. Qualitative data was obtained from the validation of a team of experts who are physics teachers and lecturers of Physics Education FKIP UNTAN. The small-scale test with the subjects of class XI science 6 SMA Negeri 3 students involved 23 students, and the large-scale test in class XI IPA 3 SMA Negeri 3, XI IPA 1 SMA Negeri 7, and XI IPA 1 SMA Negeri 5 involved 98 students. The characteristics used were those according to Sutrisno. Based on data analysis, diagnostic tests developed with a teslet model could be used to identify students' learning difficulties, namely: (1) a high content validity level of 0.94, (2) the validity of question items of more than 0.413 and 0.195 with a total of 36 valid questions, (3) high reliability of 0.893, (4) difficulty level of medium category questions, (5) questions made in simple language with a readability level of 7.05, so that the questions that could be used were as many as 36 questions.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Moodle untuk Materi Momentum dan Impuls di Kelas X SMA Mutiara Chelsiyanti; Haratua Tiur Maria Silitonga; Hamdani Hamdani
Variabel Vol 5, No 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v5i2.3639

Abstract

Menghasilkan media pembelajaran berbasis moodle yang layak dan mengidentifikasi apakah terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis moodle merupakan tujuan dari penelitian ini. Untuk merealisasikan tujuan penelitian, digunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, memiliki 5 tahap yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan produk berupa lembar validasi dan angket respon peserta didik. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Peserta didik diberikan soal pretest dan posttest sebanyak 15 soal pilihan ganda, untuk melihat apakah terdapat peningkatan pada hasil belajar mereka. Hasil validasi materi dan validasi media masuk dalam kriteria sangat baik, dengan skor rata-rata sebesar 4,37 dan 4,375. Berdasarkan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan diperoleh persentase total sebesar 96,42% dan 86,76% dengan kriteria sangat layak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis moodle untuk materi momentum dan impuls sudah valid dan layak. Berdasarkan hasil analisis data uji wilcoxon didapatkan bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik.Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran; Moodle; Momentum dan ImpulsDevelopment of Moodle-Based Learning Media for Momentum and Impulse in Class X SMAABSTRACTProduce Moodle-based learning media that are feasible and identifying whether there is an increase in student learning outcomes after using Moodle-based learning media were the goal of this study. To realize the research objectives, research and development (R&D) methods are used. The development model used was ADDIE, which have 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instrument used for evaluating appropriateness of product was validation sheet and student response questionnaire. The research data were analyzed by using the quantitative descriptive analysis techniques. The students were given a pretest and posttest questions as many as 15 multiple choice questions, to see if there is an improvement in their learning outcomes. The results of the material validation and media validation were included in the very good criteria, with an average score of 4.37 and 4.375. Based on the results of limited trials and field trials, the total percentages were 96.42% and 86.76% with very feasible criteria. So, it can be concluded that the Moodle-based learning media for momentum and impulse materials is valid and feasible. Based on the results of the Wilcoxon test data analysis, it was found that there was an increase in student learning outcomes.
Difficulty Analysis of Solving HOTS Problems on Harmonic Vibration Using Heller Troubleshooting Elsiaulavita Gracia; Haratua Tiur Maria; M. Musa Syarif Hidayatullah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v10i2.5553

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the types and causes of difficulties experienced by students in solving HOTS questions on harmonic vibration material. This research is a qualitative descriptive study. The study was conducted at SMA Negeri 10 Pontianak with a total sample of 44 people. Data collection techniques are giving HOTS test questions and interviews to students of class XI science. Data analysis is done by reducing data, presenting data, and making conclusions. experiences experienced by students in accordance with Heller's problem solving. Based on the results of the study, it is known that the factors causing students to be less than optimal in solving HOTS questions (1) difficulty visualizing problems caused by students not understanding the questions, and lack of habituation to rotate the questions. the problem in the question becomes an image; (2) lack of ability to understand the problem; (3) lack of understanding of the concept; (4) errors in the physical description stage and the solution plan stage, students do not know the concepts used in the problem, and do not master arithmetic operations; (5) students are in a hurry and are less thorough in completing and checking answers. The average percentage of difficulties experienced by students is 85.17% with a very high category.
Remote School Students’ Perspectives on Endemic and Endangered Animals: Knowledge, Reasons, and Solutions Approach Reni Marlina; Erwina Oktavianty; Haratua Tiur Maria Silitonga; Hamdani Hamdani; Afandi Afandi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11 No 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.233 KB) | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v11i3.43282

Abstract

Environmental degradation, which is mostly caused by human behavior, has resulted in the increasing number of endangered endemic animals. It is very important to identify the implications of education in junior high school through the KRS approach. This study aims to analyses reveal student perspectives through open questionnaires with reasons, and interviews related to knowledge, reasons, and solutions in protecting EA which can be implemented in Conservation-based Education (CBE) at remote school. The population was comprised of remote school students at a public school consisting of 434 students. The sample involved was 25% of the total population who filled out the EA questionnaire, then 25% of the total students who filled out the questionnaire, namely 26 students were sampled in semi-structured interviews. Data analyses is carried out using tabulation table in the form of an Excel sheet, and processing was carried out using SPSS to obtain information about the total score, mean, CPR, and category of each statement item. The result of this study found that the role of the KRS approach on EA is an effort to establish. Conservation-based Education (CBE) in remote schools is based on the perspective of students which is designed in lesson plans by prioritizing the outcomes in the form of increasing knowledge of the sustainability of EA's existence, description of strategies and stages of EA protection, and  the formation of an EA lover group in collaboration with tourism office so that it has a clear direction of development regarding the existence of EA.
Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Wordpress Pada Materi Asam Basa Untuk Siswa Kelas XI Tiara Nur Fadilah; Eny Enawaty; Haratua Tiur Maria S; Indri Astuti; Dede Suratman
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 1 (2022): Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berbasis wordpress. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut diguakan metode Research and Development (R&D) model pengembangan ADDIE. Dengan model pengembangan ADDIE maka penelitian dilakukan melalui tahap-tahap (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Penelitian ini di SMA Negeri 1 Sungai Raya pada kelas XI MIA dengan subjek penelitian 69 orang siswa kelas XI dengan rincian tiga orang untuk uji perorangan, sembilan orang untuk uji kelompok kecil, 29 orang untuk lapangan dan 28 orang untuk uji efektifitas media. Media pembelajaran kimia berbasis wordpress yang dikembangkan divalidasi oleh 2 orang ahli desain, 2 orang ahli materi dan 2 orang ahli media dengan rata-rata 3,8, 3,9 dan 3,7 kategori “valid”. Hasil analisis data uji respon perorangan, kelompok kecil, dan uji lapangan siswa SMA Negeri 1 Sungai Raya kelas XI MIA menunjukkan respon “sangat positif” dengan rata-rata 91,38%, 93,82% dan 97,78%. Nilai thitung > ttabel (18,710) > (2,052) menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran kimia berbasis wordpress. Lebih lanjut untuk uji effect size memberikan hasil 3,54 merupakan kriteria “Strong Effect”. Media pembelajaran kimia berbasis wordpress efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Sungai Raya.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Pembelajaran ABSI tentang Kalor Ramona Ramona; Haratua Tiur Maria S.; Erwina Oktavianty; Stepanus Sahala Sitompul; Muhammad Musa Syarif H
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.3928

Abstract

Berdasarkan pra-riset di SMAN 3 Pontianak, sebagian besar peserta didik belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Perlunya diterapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Salah satunya ialah dengan menerapkan model pembelajaran  Argument Based Science Inquiry (ABSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kefektifan penerapan  model pembelajaran ABSI dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis tentang kalor. Bentuk penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan  design one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 5 yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu keterampilan berpikir kritis sebelum  pembelajaran (pretest) dengan persentase sebesar 41 % tergolong cukup dan mengalami peningkatan setelah pembelajaran menjadi 75 % tergolong  baik. Hasil uji t dependent sample diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 , kurang dari α/2 (0,025 ) yang menunjukkan  terdapat peningkatan secara signifikan pada keterampilan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran ABSI. Selain itu, diperoleh nilai gain ternormalisasi  sebesar 0,57  yang tergolong sedang. Penerapan model  pembelajaran ABSI dapat menjadi salah satu alternatif  dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Analisis Kemampuan Peserta Didik Menyelesaikan Soal HOTS (Higher Thinking Skills) Pada Materi Gerak Lurus di SMA Negeri 1 Bengkayang Iin Indriani Kulata; Haratua Tiur Maria; Erwina Oktavianty
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1206

Abstract

Tujuan pembelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagaimana yang dinyatakan oleh UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi gerak lurus serta menentukan perbedaan kemampuan berpikir peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 60 peserta didik kelas XI dan 42 peserta didik kelas XII di SMA Negeri 1 Bengkayang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu 20 soal pilihan ganda yang terdiri dari: menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal C4 sebesar 57,56%, soal C5 sebesar 51,23%, dan soal C6 sebesar 38,43%. Berdasarkan hasil perhitungan uji T-test tidak berpasangan diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,313 (>0,05), sehingga H0 diterima dan HI ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil tes kemampuan peserta didik perempuan dan laki-laki dalam menyelasaikan soal HOTS. Sehingga dapat memotivasi guru menggunakan soal HOTS sebagai sumber daya dan alat penilaian untuk meningkatkan kapasitas peserta didik.
Keterkaitan Antara Status Sosial Ekonomi dan Jenis Kelamin dengan Kemampuan Literasi Digital pada Siswa SMA Negeri 1 Mandor Nila Ratna Dewi; Venny Karolina; Haratua Tiur Maria S
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2007

Abstract

Tingkat status sosial ekonomi seseorang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi literasi digital seseorang. Yang dimaksud dengan “status sosial ekonomi” adalah keadaan yang menunjukkan kemampuan keuangan dan harta benda keluarga. Penelitian survei kuantitatif adalah metode pilihan untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini, desain penelitian korelasional digunakan. Kuesioner yang telah divalidasi sebelumnya digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data dengan metode regresi berganda dimulai dengan uji normalitas, linieritas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Temuan penelitian antara lain: 1) Kemampuan literasi digital (Y) secara signifikan dipengaruhi oleh status sosial ekonomi (X1) dan jenis kelamin (X2). Nilai Fhitung = 5,291 > Ftabel = 3,09 dan Sig = 0,000 0,05 menunjukkan hal tersebut. 2) Tidak ada pengaruh yang masif dari X1 (status keuangan) terhadap variabel dependen Y (kemampuan kecakapan lanjutan). Nilai thitung = 1,001, ttabel = 1,98, dan Sig = 0,060 > 0,05 menunjukkan hal ini. 3) Gender berpengaruh signifikan terhadap Y (keterampilan literasi digital) (X2). Nilai thitung = 2,303, ttabel = 1,98, dan Sig menunjukkan hal tersebut. = 0,196 < 0,05.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Suhu dan Kalor Muhammad Nizam; Tomo Djudin; Hamdani Hamdani; Haratua Tiur Maria Silitonga; Firdaus Firdaus
Variabel Vol 6, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v6i1.4252

Abstract

Mendeskripsikan profil kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor berdasarkan aspek kemandirian belajar (rendah, sedang, dan tinggi) merupakan tujuan dari penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei tanpa kelompok pembanding. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi kepada 126 peserta didik kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Sungai Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor tergolong rendah dengan rata-rata 34,08. Profil kemampuan berpikir tinggi peserta didik pada level menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6) berturut-turut  33,6%, 34,0%, 34,4% dari skor ideal. Uji One-Way ANOVA menunjukkan ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik antara kelompok kemandirian belajar rendah, sedang, dan tinggi karena nilai Fhitung > Ftabel (9,98 > 3,07). Kesimpulan penelitian ini yaitu kemandirian belajar yang dimiliki peserta didik berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi; Suhu dan Kalor; Kemandirian Belajar Analysis of Student’s Higher Order Thinking Ability in Solving Temperature and Heat ProblemsABSTRACTTo describe the higher-order thinking ability profile of students in solving temperature and heat problems based on aspects of learning independence (low, medium, and high) was the aim of this study. This research was survey research without a comparison group. The data was collected through a learning independence questionnaire and a higher-order thinking ability test on 126 students of class XI MIA at SMA Negeri 1 Sungai Raya. The results of this study indicated that the higher-order thinking ability of students in solving temperature and heat problems was low with an average of 34.08. The higher-order thinking ability profile of students at the level of analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6) were respectively 33.6%, 34.0%, 34.4% from the ideal score. The One-Way ANOVA test showed that there was a difference in the higher-order thinking ability profile of students in the low learning independence group, the medium learning independence group, and the high learning independence groups because the value of Fvalue > Fdistribution (9.98 > 3.07). It was concluded that the learning independence of students had a positive effect on higher order thinking ability.
PENGEMBANGAN E-MODUL AJAR BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI CAHAYA DAN PENGLIHATAN DI SEKOLAH DASAR Sri Oktaviani; Aunurrahman .; Haratua Tiur Maria; Indri Astuty; Eny Enawaty
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i2.50905

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis literasi sains materi cahaya dan penglihatan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Dick, Carey & Carey (2015) yang berorientasi pada pendekatan sistem melalui sembilan tahap. Sumber data penelitian ini adalah angket penilaian validator instrument, validator materi, validator media, validator desain, validator bahasa dan validator soal.  Hasil penelitian diperoleh dari angket respon siswa serta nilai pretest dan posttest. E-modul ajar yang dikembangkan terdiri pendahuluan, isi dan penutup. Hasil efektivitas dari nilai prestest dan posttest menunjukkan perbedaan signifikan diperoleh 𝑝 < 0.05, yaitu 0.000 < 0.05. Sedangkan untuk respon peserta didik adalah 3,59 dari rata-rata maksimal 4,00 dapat dikategorikan sangat sehingga dapat disimpulkan efektif e-modul ajar berbasis literasi sains pada materi cahaya dan penglihatan di Sekolah Dasar. Keywords: Pengembangan, E-Modul, Literasi Sains, Cahaya dan Penglihatan Abstract: This study aims to produce science literacy based teaching e-modules of light and vision in elementary schools. The research method used is Dick, Carey & Carey (2015) which was oriented towards a systems approach through nine stages. The data sources for this research were questionnaires for assessing instrument validators, material validators, media validators, design validators, language validators and question validators. The research results were obtained from student response questionnaires pretest and posttest scores. The developed e-module consists of introduction, content and closing. The effectiveness results from the pretest and posttest values show a significant difference obtained 𝑝 < 0.05, namely 0.000 < 0.05. As for the student response, it was 3.59 out of a maximum average of 4.00 which can be categorized as very high so that it can be concluded that the science literacy based teaching e-modules of light and vision in elementary schools was effective. Kata Kunci: Development, E-Module, Scientific Literacy, Light and Vision
Co-Authors . Tajudin, . ., Vegisari A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Rahardhian Afandi Afandi Afriani, Erika Ahmad Yani T Ainley , Janet Ajerin Karim Ampah, Lusia Suwanti Andriono, Eko Apriyanti, Mia Ariastya, Ribkah Melia Ariza Fitriani Safira Arjuna, Arjuna Arman, Daly Ashshiddiq, Hasbi Astuty, Dwi Puji Atika Sari F03110036 Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman . Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman AYU LESTARI Ayu Pratiwi, Ayu Citra Leonie Citra Leonie Damaiyanti, Alvina Darnia, Neli Darwin Dede Suratman Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Desfhie Yolenta F03110031 Desi Meliarti, Desi Devi Hardiyanti Dewi Fajaryati Dewi Wulandari Diah Mahmuda Dwi Ria Ibti Disma Efadhani Mareta Paskaria Marbun Effendy, Suapri Elfi Husniwati Elfina, Nur Elpin, Agus Elsiaulavita Gracia Eny Enawaty Erni Sustiyani Erwina Octavianty Erwina Oktavianty Falaqawati, Desty Fenny Trinovitasari Feriyadi, Deri Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitri , Sulistika Rahayu Fitri Pratiwi fitri pratiwi, fitri Fitri Sulistyaningrum H, Muhammad Musa Syarif Habellia, Ray Chintiya Habellia, Ray Cinthya Hafif Assulamy Hamdani . Hamdani Hamdani Hamdani Hamdani Hardi Safrianto Harfina, Lely HARYADI F03110014 Herry Sujaini Herwinda, Herwinda Holyness Nurdin Singadimedja Ibti Disma, Dwi Ria Iin Indriani Kulata Indri Astuti Indri Astuti Indri Astuty Ishmah, Syarifah Amalia Islami, Fadhilah Hidayati Iwan Ramadhan Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jati Laksono Jaya, Fitra Cipta Jihandris, Egidius Elvin JOKO SUSANTO Joni Haryadi, Joni Judyanto Sirait Karolina , Venny Karolina, Venny Krisida Krisida Kristiana Renny Kristiani, Yulmen leo sutrisno Lestari, Auliasyura Liana Liana Mahmudah, Diah Masti Panjaitan Maulidiansyah, Deka Meftahudin, Meftahudin Megawati - Meri, Meri Mindariati Mindariati Muhammad Afif Muhammad Musa Syarif Hidayatullah Muhammad Najamuddin Muhammad Nizam Mursyid, Syukran Syukran Mutiara Chelsiyanti Nada Liah Nadia, Sovia Natalia, Devi Clarisa Ngia Masta Nila Ratna Dewi Nina Mardiana (F01108057) Novi Maulidia Sandra Novithania, Chindy Aurellia Nuraini, Debora Nurdiana Nurdiana Nurhasanah . Nurida Ramayanti Oktavianus Liyu Panjaitan, Masti Permatasari, Melani Piyona, Piyona Prabaningtias, Dea Arsi Prima Senja Sis Ha Abadi Prima Senja Sis Ha Abadi Putra, Yoga Harisyah Putri, Agus Setyawati Rakhmawati Rakhmawati Ramona Ramona Ray Cinthya Habellia Ray Cinthya Habellia Rezkizohana, . Rezza Akbar Thoyip Ricky, Patrick Riska Yayang Fitri Ramadani Risti Wulandari Rizka Sari, Dwi Jumiah Rooshardini . RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmini . Sandra, Novi Maulidia Sapira Sapira Sapna Yulianti Sari’ani Sari’ani Senja Senja, Senja SILVIANTY, ALVIONITA Simaremare, Togihon Josia Paber Simarona, Nuri SITI FATIMAH Siti Fatimah SITORUS, RAMITHA SHARA Sovia Nadia, Sovia Sri Oktaviani Sri Wahyu Ningsih Stepanus S. Sitompul Stepanus Sahala Stepanus Sahala Sitompul Stepanus Sahala Sitompul Stevanus Sahala Suapri Effendy Suci Wulandhari Sudiar, Sabila Suhardi Suhardi Sulistyaningrum, Fitri Sutiana Sutiana, Sutiana Swastika Rhea Zivanka Syaiful . Syaiful B Arsyid Syaiful B Arsyid Syukran Mursid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Taufan Untung Wibowo Silitonga Teguh Firmansyah Tiara Nur Fadilah Tomo Djudin Tomo Djudin Toni, Toni Tursina Tursina Ulviani, Nur urai salam Uray Salam Valentin Minarti Agata Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Verona, Roswita Wahyuni, Novi Sri Warneri . Winanda, Nita Windi Oktaviani Putri yarso, Sarinah Yayuk Dwi Astuti Yohanes Bahari Yudi Kurniawan Yulia Yulia Yuliarni, Ulfa Yunita, Mariana Zairi, Alfi