Articles
Pengaruh Model Talking stick Berbantuan Media Pembelajaran Mystery Box terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS Gugus 3 Kecamatan Panakkukang Kota Makassar
Fausiah, Fausiah;
Nawir, Muhammad;
Nursalam, Nursalam
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/jppi.v4i2.550
Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui dampak penerapan model talking stick berbantuan media pembelajaran mystery box terhadap motivasi belajar IPS siswa di Gugus 3 Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, (ii) mengetahui dampak penerapannya terhadap hasil belajar IPS siswa, serta (iii) mengetahui hubungan antara motivasi dan hasil belajar IPS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental dan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD di Gugus 3 Kecamatan Panakkukang yang berjumlah 216 siswa, dengan sampel sebanyak 40 siswa (20 siswa kelas VA dan 20 siswa kelas VB) di SDI Pampang I. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas, serta uji-t untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) Motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS di SDI Pampang I setelah penerapan model talking stick berbantuan mystery box mengalami peningkatan signifikan, masuk dalam kategori sangat tinggi, (ii) Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah penerapan model ini, dilihat dari partisipasi aktif guru dan siswa dalam proses pembelajaran, (iii) Terdapat hubungan positif antara motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan model talking stick berbantuan mystery box. Kesimpulannya, penggunaan model talking stick dengan media Mystery box efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa di SDI Pampang I Makassar.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN IPS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Bulan, Sri;
Nursalam, Nursalam;
Nawir, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v8i4.3862
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS terhadap pemahaman konsep peserta didik SD Inpres Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, (2) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terhadap keterampilan proses peserta didik SD Inpres Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dan (3) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses peserta didik SD Inpres Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas atas SD Inpres Borisallo. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 40 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan tes.Hasil penelitian yaitu (1) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS terhadap pemahaman konsep peserta didik SD Inpres Borisallo Kec. Parangloe Kab. Gowa, hal ini terlihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas < taraf kepercayaan (0,000 < 0,05); (2) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS terhadap keterampilan proses peserta didik SD Inpres Borisallo Kec. Parangloe Kab. Gowa, hal ini terlihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas < taraf kepercayaan (0,020 < 0,05); dan (3) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses peserta didik SD Inpres Borisallo Kec. Parangloe Kab. Gowa, hal ini terlihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas < taraf kepercayaan (0,000 < 0,05).
PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR
Hasmi, Hasmi;
Nawir, Muhammad;
basri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v8i3.3785
Tujuan penelitian adalah untuk pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah pada pelajaran IPS muris kelas V. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksperimen dengan teknik pengambilan sampel (sampling purposive). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif. Dan perhitungan statistic yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Levene’s test. Setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired sampel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean kelas eksperimen yaitu 82,86 sedangkan mean kelas kontrol 68,14. Berdasarkan analisis data dengan uji Paired sampel test. yang dilakukan pada taraf kepercayaan 95% diperoleh hasil 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol maka dilakukan uji N-Gain menggunakan rumus N-Gain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil, untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 yang menunjukan peningkatan pemahaman dengan kategori sedang. Kemudian untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,25 yang menunjukan peningkatan pemahaman dengan kategori rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua kelas memiliki perbedaan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan uji hipotesis dan uji N-Gain tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah pada pelajaran IPS pada murid kelas V SDN Bulurokeng 1 Kota Makassar.Tujuan penelitian adalah untuk pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah pada pelajaran IPS muris kelas V. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksperimen dengan teknik pengambilan sampel (sampling purposive). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif. Dan perhitungan statistic yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Levene’s test. Setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired sampel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean kelas eksperimen yaitu 82,86 sedangkan mean kelas kontrol 68,14. Berdasarkan analisis data dengan uji Paired sampel test. yang dilakukan pada taraf kepercayaan 95% diperoleh hasil 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol maka dilakukan uji N-Gain menggunakan rumus N-Gain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil, untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 yang menunjukan peningkatan pemahaman dengan kategori sedang. Kemudian untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,25 yang menunjukan peningkatan pemahaman dengan kategori rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua kelas memiliki perbedaan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan uji hipotesis dan uji N-Gain tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah pada pelajaran IPS pada murid kelas V SDN Bulurokeng 1 Kota Makassar.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Model Problem Based Learning Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Video pada Siswa Kelas 4 SD
Kurniawati, Dewi Rizki;
Nawir, Muhammad;
Kasmila, Kasmila
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/cjpe.7.2.2024.4774
Penelitian ini memiliki urgensi yang signifikan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Masalah rendahnya hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, menjadi perhatian yang mendesak untuk diatasi.Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena mampu mendorong siswa untuk aktif dalam menemukan solusi atas masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indoensia dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media berbasis video siswa kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitain ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 22 siswa. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument penilaian dalam bentuk tes. Desan penelitian PTK ini model siklus Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil yang diperoleh pada siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa 66,81 dengan standar ketuntasan minimum siswa yaitu 70. Pada akhir dari siklus II, diperoleh peningkatan pada nilai siswa dimana nilai rata-rata naik menjadi 72,72 yang telah melampaui standar ketuntasan minimum pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Terhadap Penguasaan Konsep IPS dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Rejemiati, Rejemiati;
Nawir, Muhammad;
Basri, Basri
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.026 KB)
|
DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1044
Penelitian ini dilatar belakangi pada teori dasar Kurikulum 2013 (K. 13) di sekolah dasar yang menetapkan bahwa untuk proses pembelajaran di sekolah dasar menggunakan pendekatan tematik terpadu dengan kegiatan yang dirancang melalui pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran dapat diperkuat dengan berbagai model pembelajaran seperti model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap penguasaan konsep IPS murid kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen (Nonequivalent Control Group Design) yang melibatkan 56 sampel berdasarkan simple random sampling kelas VI di SD yang dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti menyelenggarakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen memiliki tingkat frekuensi sedang pada kemampuan pemecahan masalah sosial pada kategori sangat rendah (10,71%) sampai dengan 3 dan kategori rendah (35,71%) sampai dengan 10. Kategori sampai dengan 0 atau 0%, kategori tinggi sampai dengan 10 atau 35,71%, kategori sangat tinggi sampai dengan 5 atau 17,86%. Oleh karna itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah (PBM) efektif dalam pembelajaran konsep sosial siswa kelas VI SD Negeri Bulurokeng I Makassar. Selain itu, memiliki pengaruh pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Bulurokeng I Makassar dalam memecahkan masalah sosial.
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pembaharuan Pendidikan Islam
Nawir, Muhammad;
Basit, Abd.;
Rudi, Rudi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8493
Muhammadiyah, yang berdiri pada tahun 1912 di Indonesia, muncul sebagai gerakan penting dalam menggagas pembaharuan pendidikan Islam. Dalam artikel ini, kita mengeksplorasi peran Muhammadiyah sebagai pelopor perubahan dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Pendekatan inklusif dan progresif Muhammadiyah mencakup aspek-aspek utama, termasuk akses pendidikan universal, integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern, pengembangan profesionalisme guru, penolakan terhadap ekstremisme, dan keterlibatan dalam isu-isu sosial. Muhammadiyah berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan merata kepada masyarakat, tanpa memandang latar belakang. Inisiatif ini mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan zaman, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang antara tradisi dan perkembangan. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Muhammadiyah secara aktif terlibat dalam pengembangan profesionalisme guru. Program pelatihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pendidik agar dapat menghadapi perubahan terbaru dalam dunia pendidikan. Muhammadiyah juga menunjukkan ketegasan dalam menolak ekstremisme dan fanatisme. Gerakan ini mempromosikan pemahaman Islam yang moderat dan toleran sebagai langkah pencegahan terhadap radikalisme dalam konteks pendidikan Islam. Artikel ini menyoroti kesinambungan komitmen Muhammadiyah terhadap pembaharuan dan integrasi nilai-nilai Islam dengan perkembangan modern, menegaskan kontribusi penting gerakan ini dalam merajut masa depan pendidikan Islam yang inklusif dan progresif di Indonesia.
Etos Welas Asih Dan Kesederhanaan Kh. Ahmad Dahlan
Nawir, Muhammad;
afni, Nur;
Tsuji, Akiho
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8768
“Etos Welas Asih dan Kesederhanaan K.H Ahmad Dahlan” Penelitian ini bertujuan untuk : (1) melihat pentingnya setiap muslim memahami etos welas asih sebagai bentuk kesatuan ilmu dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial masyarakat (2) kebenaran dan kebaikan ajaran Islam dapat memberi manfaat orang banyak tidak terbatas dinikmati golongannya muslim sendiri, tapi bagi seluruh kemanusiaan bahwa kebenaran dan kebaikan Islam bagi semua orang bisa diperoleh jika ajaran islam yang termaktub dalam Kitab Alquran dipahami dan diterapkan dengan mempergunakan akal pikiran dan hati suci serta sikap welas asih cinta kasih. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya pemahaman secara mendalam bahwa etos welas asih merupakan sikap kepedulian mendalam sehingga penting dalam kecintaan kemuhammadiyaan (2) terdapat petunjuk atas kebenaran memahami kitab Alquran dan Assunnah.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWTOON TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAN 12 BULUKUMBA
Supri, Misra Ulfaina;
Nurindah;
Nawir, Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Almeera Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62388/jpdp.v3i1.274
This study aims to determine the effect of using Powtoon media on students' interest in learning at SMAN 12 Bulukumba. This type of research is quantitative or experimental research (Pre Experiment) with a One-Shot Case Study design. The population in this study were all students of SMAN 12 Bulukumba with a total of 397 people. The sample in this study were students of class XI MIPA 1 with a total of 27 students, who were selected through purposive sampling. Data collection techniques in this study were observation, tests, and documentation. The results of the study found that the count was 0.390 so it was categorized as having a low correlation level, which was in the range of 0.21-0.40. This value also shows that there is a positive relationship between the use of Powtoon media and students' interest in learning because the value of the correlation coefficient is positive. Based on the results of this study, it can be concluded that there is an effect of using Powtoon media on the learning interest of SMAN 12 Bulukumba students.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTICULATE STORYLINE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI 2 KABUPATEN PANGKEP
Pratiwi, Lis Angriani;
Nawir, Muhammad;
Nurindah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Almeera Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62388/jpdp.v3i1.280
The research was conducted to determine the effect of the use of Articulate Storyline Based Learning Media on student learning outcomes in Social Studies Subject at SMP Negeri 2 Pangkep Regency. Thesis Educational Technology Study Program. The purpose of this study was determine the effect of using learning media by utilizing Articulate Storyline-based media. This research is a quantitative research using an experimental with a pre-experimental research design, namely one group pretest posttest design. The source of data in this study is primary data obtained by direct observation and observation by researchers. The results of this study state that through Articulate Storyline-based learning media in learning can have an influence on student learning outcomes in Social Studies Class VII A Subject at SMP Negeri 2 Pangkajene and give a positive respons to the learning media.
Analisis Kompetensi Guru Kelas dalam Mengimplementasikan Model Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 di SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba
Arfin, Muhammad;
Rosleny, Rosleny;
Nawir, Muhammad
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/else.v4i1.4224
Abstrak: Kesiapan guru dalam proses implementasi kurikulum 2013 memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak guna mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kompetensi guru kelas dalammengimplementasikan model pembelajaran kurikulum 2013di SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba. Model pembelajaran yang menjadi fokus adalahProblem Based Learning. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptifkualitatif.Instrumen berupa catatan seluruhaktivitas guru dalam proses pembelajaran,peneliti mengumpulkan data secara langsung melalui observasi dan wawancara.Subjek penelitian adalah guru kelas yang sudah sertifikasimengajar di kelas III dan kelas VI. Hasil penelitian yaitu: 1) Pelaksanaan standar kompetensi guru kelas terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan catatan bahwa pelaksanaan kompetensi profesional khususnya aspek mengembangkankeprofesianmelaluitindakanreflektifmasih butuh perhatian khusus karena semua guru kelas yang menjadi subjek dalam penelitian ini jarang melakukannya. 2) Implementasi model pembelajaran Problem Based Learningterlaksana dengan baik dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran.Kesimpulkan penelitian ini bahwa guru kelas III dan Kelas VI SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba yang telah tersertifikasi merupakan guru profesional yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta mampu mengimplementasikan model pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Model Pembelajaran, Kurikulum 2013 Abstract: Teacher readiness in the process of implementing the 2013 curriculum plays a very important role in shaping the personality of children in order to develop quality human resources. This study aims to determine the competence of classroom teachers in implementing the 2013 curriculum learning model in SD area III Ujungbulu District, Bulukumba Regency. The learning model is used as the focus in this study is Problem Based Learning. This study uses the type of qualitative research with a qualitative descriptive approach. Instrument in the form of a record of all teacher activities in the learning process, researchers collect data directly through observation and interviews. The object of the study was classroom teachers who had certified teaching in class III and class VI. The results of the study are: 1) The implementation of classroom teacher competency standards is carried out in accordance with established standards with a note that the implementation of professional competence especially aspects of developing professionalism through reflective action still needs special attention because all classroom teachers who are the subjects in this study rarely do so. 2) The implementation of the Problem Based Learning model is implemented well and quite effective in learning. The conclusion of the study is that class III and class VI teachers of SD area III in Ujungbulu District, Bulukumba District who have been certified are professional teachers who have competencies that are in accordance with established standards and are able to implement the 2013 curriculum-based learning model.Keywords: Teacher Competency, Learning Model, 2013 Curriculum