p-Index From 2021 - 2026
8.814
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Jurnal Simantec Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Chemurgy JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Entomologi Indonesia J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Agroteknika Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Jurnal Sosial dan Teknologi Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pajak dan Bisnis (Journal of Tax and Business) Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Prosiding University Research Colloquium Gemilang: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik (JURRITEK) QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Jurnal Maritim Malahayati Jurnal Sosial dan Sains Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Public Health Concerns Innovative: Journal Of Social Science Research Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mental Health Concerns Jurnal Informatika Polinema (JIP) Anayasa Journal of Community Service (Abdisci) Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik Almantiq Jurnal Bakti UPPR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipertensi pada lansia Pribadi, Teguh; Chrisanto, Eka Yudha; Edimarta Sitanggang, Antonij
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i1.56

Abstract

Hypertension mostly occurs at age 35-44 years (6.3%), age 45-54 years (11.9%), and age 55-64 years (17.2%). The elderly are at high risk for degenerative diseases, such as coronary heart disease, hypertension, diabetes mellitus, gout (rheumatism), and cancer. The hypertension is a one disease that many elderly suffer. The cause of the incidence of hypertension is an unhealthy lifestyle that causes hypertension such as smoking, drinking alcohol and fatty foods. The aim of counseling is to increase public knowledge, especially those over 60 years of age, about the risk of hypertension, the importance of hypertension treatment, and prevention of hypertension. Participants who attended were 4 elderly involve of men and women. The gathering place following by Covid-19 protocol. The media using such as flipcharts and leaflets. The results of this activity can improve of their knowledge regarding hypertension, especially  who are more than 60 years old. Suggestions for the future need a more health promotion regularly on the schedule by public health centre management and nursing staff Keywords: Hypertension; Elderly; Health counseling; Health promotion. Hipertensi paling banyak terjadi pada usia 35-44 tahun (6,3%), usia 45-54 tahun (11,9%), dan usia 55-64 tahun (17,2%). Lansia berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, asam urat (rematik), dan kanker. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita lansia. Penyebab timbulnya hipertensi adalah gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan hipertensi seperti merokok, minum alkohol dan makanan berlemak. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya yang berusia di atas 60 tahun tentang risiko hipertensi, pentingnya pengobatan hipertensi, dan pencegahan hipertensi. Peserta yang hadir adalah 4 lansia yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Tempat berkumpulnya mengikuti protokol Covid-19. Media yang digunakan berupa flipchart dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang hipertensi khususnya yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Saran untuk kedepannya perlu adanya promosi kesehatan yang lebih rutin yang di jadwalkan oleh manajemen puskesmas dan tenaga perawat.
Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa pada remaja Pribadi, Teguh; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian; Ernita, Chelda; Desmonika, Cindy; Sari, Eka Novita; Erlianti, Febi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.169

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungannya (UU No. 18 Tahun 2014). Sedangkan menurut Stuart & Laraia (2010) menyatakan kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan yang meliputi keadaan sejahtera, seimbang, merasa puas, pencapain diri dan optimis. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang kesehatan jiwa pada remaja dan ke dua setelah diberikan penyuluhan kesehatan jiwa pada remaja, responden diberikan Tanya jawab tentang kesehatan jiwa pada remaja. Hasil: Responden memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja Simpulan: responden dapat menerapakan hidup sehat jiwa  pada diri sendiri
Penyuluhan kesehatan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Pribadi, Teguh; Furqoni, Prima Dian; Nortajulu, Bahren; Sandi , Ade Gunawati; Liasari, Deny Eka; Wijaya, Desi Eka
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.174

Abstract

Pendahuluan: stress kerja merupakan rasa tertekan yang dialami  karyawan dalam  menghadapi  pekerjaannya sebagai akibat dari adanya ke tidak seimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan dan lingkungannya yang berdampak pada perilaku serta kondisi fisik dan psikologis karyawan tersebut. Beberapa minyak essensial yang sudah diteliti dan ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi nmenenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutama diakibatkan oleh stress, gelisah, ketegangan, dan depresi. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja  dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan Tanya jawab tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Hasil: Responden memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Simpulan: responden dapat menerapakan terapi aroma lavender tersebut.
Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue di Kelurahan Pidada Pribadi, Teguh; Wardah, Aryanti; Wulan Adha, Adinda; Agustina, Marlina; Safutri, Apriyanti; Cahyani, Restiana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.248

Abstract

Background: In Indonesia, the spread of dengue hemorrhagic fever (DHF) continues to increase, especially when entering the rainy season. Many people are easily infected with the dengue virus. There were 1,016,612 cases of DHF from 2000 to 2009 in 60 countries and Asia ranks first with the highest number of DHF sufferers every year. In Southeast Asia, Indonesia is the country with the highest dengue cases. In 2017 the Ministry of Health recorded dengue cases in Indonesia reaching 68,407 cases. While in Lampung it reached 6,340 cases with the highest case being in Bandar Lampung with a total of 1,048 cases. The community must have a responsibility and play an active role in the prevention and eradication of dengue disease. Everyone should be concerned about preventing the spread disease dengueThe movement to eradicate mosquito nests is carried out with 3M Plus.  Purpose: To determine the level of knowledge and behavior of the community in the prevention of dengue hemorrhagic fever. Methods: This researcher collects data with quantitative methods by distributing questionnaires. The population is the Pidada Village community and the sample is 25 residents of the Gang Rajawali community, Pidada Village. Result: The research shows that the research shows that the majority of the people have good knowledge and behavior regarding dengue fever, as many as 20 respondents (80%) and 23 respondents (92%). Conclusion: Most of the respondents have good knowledge and behavior in supporting efforts to prevent and spread dengue hemorrhagic fever. Community knowledge and behavior about DHF can be used as a fundamental force to support DHF prevention programs and can reduce the incidence of DHF, especially in Pidada Village.   Pendahuluan: Di Indonesia penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih terus meningkat terlebih ketika memasuki musim hujan banyak masyarakat yang dengan mudah terjangkit virus dengue. Terdapat 1.016.612 kasus DBD tahun 2000 sampai 2009 di 60 negara dan Asia menduduki urutan pertama dengan jumlah penderita DBD terbanyak pada setiap tahunnya. Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan kasus DBD tertinggi. Pada tahun 2017 Kementerian Kesehatan mencatat kasus DBD di Indonesia mencapai 68.407 kasus. Sedangkan di Lampung mencapai 6.340 kasus dengan kasus tertinggi berada di Bandar Lampung dengan total kasus 1.048. Masyarakat harus memiliki tanggung jawab dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD. Semua masyarakat harus peduli akan pencegahan penyebaran penyakit DBD. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan 3M Plus. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue. Metode: Dalam peneliti ini mengumpulkan data dengan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner. Populasi adalah masyarakat Kelurahan Pidada dan sampel berjumlah 25 warga masyarakat Gang Rajawali Kelurahan Pidada. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Penelitian menunjukkan bahwa Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik mengenai penyakit demam berdarah yaitu sebanyak 20 responden (80%) dan 23 responden (92%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam mendukung upaya pencegahan dan penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang penyakit DBD dapat dijadikan kekuatan mendasar untuk mendukung program pencegahan DBD dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DBD terutama di Kelurahan Pidada.
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Pribadi, Teguh; Keswara, Umi Romayati; Widodo, Slamet; Alparizi, Melki; Marlena, Leni; Pritasari, Laili; Wulandari, Hesti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita Pribadi, Teguh; Romayati, Umi; Wardiyah, Aryanti; Mu’alifah, Ria; Anjeli, Riri; Ananda, Kiki Erlita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.256

Abstract

Introduction: One of the causes of malnutrition and stunting is the behavior and practice of parents in giving food to infants and toddlers that are not good. Good nutritional status of toddlers plays an important role for growth and development, especially during the golden period in the first five years. The results of nutritional status monitoring (PSG) in 2017 in Indonesia showed the prevalence of stunting for toddlers was 27.5%, underweight toddlers 8.0%, very thin toddlers 3.1%, underweight toddlers 22.8% and undernourished toddlers as much as 17.8%. Purpose: To increase mother’s knowledge about the nutritional status of toddlers so that they can reduce the incidence of malnutrition or less than normal toddlers. Method: The method used in this health education is carried out in several stages. The first stage is PSIK students explain about balanced nutrition in infants and toddlers using leaflets and the second after being given public education (respondents) are given a question and answer session about balanced nutrition in infants and toddlers. Results: Respondents (Community) can understand and apply balanced nutrition for infants and toddlers. Conclusion: Respondents (Community) can know and apply the balanced nutrition that should be given to infants and toddlers. Keywords: Balanced Nutrition; Nutritional Status; Toddler Pendahuluan: Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan stunting yaitu perilaku dan praktek orang tua dalam pemberian makanan pada bayi dan anak yang kurang baik. Status gizi balita yang baik sangat memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden period di lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2017 di Indonesia menunjukkan prevalensi stunting balita sebesar 27,5%, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8% dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang dari normal. Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini yaitu dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama yaitu mahasiswa PSIK menjelaskan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah diberikan penyuluhan, masyarakat (responden) diberikan sesi tanya jawab tentang gizi seimbang pada bayi dan balita. Hasil: Responden (Masyarakat) bisa memahami dan menerapkan tentang gizi seimbang bagi bayi dan balita. Simpulan: Responden (Masyarakat) bisa mengetahui dan menerapkan tentang gizi seimbang yang harus diberikan bagi bayi dan balita.
Co-Authors - Ismail - Sardiyatmo Aan Nurhasanah Abidin, Mochammad Syahrul Aditya Maulana, Aditya Aditya, Ricko AGUS DWI SANTOSO Agus Sulistiawan Agustina, Marlina Ainun Najib Akhmad Fauzan Alamsyah, Syauqi Maulani Alfizar Alfizar Alia, Diana Alparizi, Melki Aman Suyadi Ambar Pujiyatno Amelia, Weni Amrulloh, Luthfi Hilmi Ananda, Kiki Erlita Andi Chairunas Andi Chairunnas Andri Hardiyansyah, Andri Anis Shofiyani Anisa, Nurul Anjeli, Riri Antama, Diva Lutfi Antonius Edy Kristiyono Aprilia, Fiona Esther Ardi Kusmara Ardila, Vila Wahyu Arianti, Dhea Ayu Arif Mulyanto, Arif Arisusanty, Dian Junita Arleiny, Arleiny Aryanti Wardiyah, Aryanti Aryanti, Deniar Esa Athoillah, M. Fajar Awang Sari, Eadvin Rodrinda Awawin Mustana Rohmah Barata, Mula Cahyani, Restiana Cahyono Purbomartono Chrisanto, Eka Yudha Dahri, M Dahri, M. Darodjat, Darodjat Denny Nurdiansyah Desmonika, Cindy Dhimas Bayu Kuncoro Dianita, Feby Didimus Tanah Boleng Diniatik Diniatik Djaka Dewa Soekarno Djunizar Djamaludin Eddi, Eddi Edi Kurniawan Edimarta Sitanggang, Antonij Edy Kristiyobo, Antonius Eka Novita Sari, Eka Novita Elise Dwi Lestari Elliya, Rahma Elly Kesumawati Endiyono Endiyono, Endiyono Erlianti, Febi Ernita, Chelda Faisal, Maulana Muhamad Faris Nofandi Fasroin, Siti Fitri, Nur Maulidiya Fitriyani Fitriyani Fitriyani Furqoni, Prima Dian Gayuh Prasetyo Budi Gunawan, M. Ricko Hadi , Ingghrid Ranesti Clarita Hadi, Ingghrid Ranesti Clarita Hafid Ainul Yakin Hamami Alfasani Dewanto Harrist, Reynaldi Ferdhani Harrits, Reynaldi Ferdhani Hesti Wulandari Husni Husni Ijabah, Nizzatul Indah Rahmawati Indriani, Resti Dwi Iskandar, Riana Aji Ivana Wika Aprilia Jailani Jailani Jauhar Vikri, Muhammad Jose Beno, Jose Julianto, Kurnia Amirza Kamal, Aji Puja Nur Keswara, Umi Romayati Khoirunnisa, Afifah Kristiyono, Antonius Kristiyono, Antonius Edy Kumala, Destiana Kuniati, Asih Kusumawati, Elly Kusyana, Kusyana Liana Anggraeni, Liana Liasari, Deny Eka Linawati Novikasari Lumowa, Sonja Verra Tinneke Mabrurah, Muthmainah Qulub Mahendra, Reno Putra Malika, Malika Marlena, Leni Masitah - Masitah Masitah Maulida, Irma Miarsa, Fajar Rachmad Dwi Mintaraga Eman Surya, Mintaraga Eman Mu'alifah, Ismi Muarrif, Samsul Muh. Nasrul Muhamad Rizky Rachman Hakim Muhammad Ridho Munthohar, Ahmad Derry ali Mustofa, Yongki Fajar Musyaffa, Akhdan Naffis Mu’alifah, Ria Nabil, Imam Chaerul Nabila Putri, Imas Aulia Nabila, Anti Nainggolan, Armando Yosepian Nasution, Ruqoyyah Naufal, Atalla Nisa, Syifa Adzka Nortajulu, Bahren Novikasari, Linawati Novita Novita Nugraha, Fikri Nugroho, Azis Nur Wahid Dino Setiawan Nurani, Bella Marieta Candra Nurfirdaus, Retno Eka Ode Rahan Viardhana Oetami Dwi Hajoeningtijas Oktaviani, Elisa Panuntun, Bagus Pattynama, Francis Maryanne Pradana, Muhammad Yulvi Aditya Pradana, Nirza Pradina, Yayu Setyani Prameswari, Vina Serlisa Pratama, Mohammad Indra Prawoto, Agus Pritasari, Laili Purwanto, Agus Mulyadi Putri, Adinda Indira Pratama Putri, Indah Ayu Johanda Putri, Lindari Dewi Rachmawati, Yuni Rafi, Alicia Rahayu, Trisnowat Rahmawati, Ayu Indah Rakhman, Rizqi Aini Rakhmawati, Anton Dwi Ramadhan, Rezayadi Rizky Rambitan, Vandalita Regawa Bayu Pamungkas Rico Bayu Fanreza Rifky Ardhana Kisno Saputra Rijal, Muhammad Azharul Rista, Tia Fadila Rival Ardi Naga Rizki, Nafamah Rizqi Aini Rakhman Robbi, Shofa Dai Rohmah, Sofiyatur Romadona, Sefia Rara Romanda Annas Amrullah Romayati, Umi Rostaman Rusman, Ade Safutri, Apriyanti Samsul Huda Sandi , Ade Gunawati Santoso, Hardi Anugrah Saputri, Romadhiyana Kisno Sari, Eadvin Rosrinda Awang Sari, Prita Asminitya Sari, Safira Ananda Mustika Septrian, Doni Setiadi, Ruqil Akmal Putra Setiawan, Volta Kelik Setiawan, Volta Kellik Siahaan, Lando Rinov Sianturi, Intan Siti Rusdiana Slamet Widodo Soewanto Hardienata Soewarto Hardhienata Sonhaji *), Ferra Ika Wardani Solechan Sri Purwati, Sri Sukardi Sukardi Sumartono Sumartono Syaukani Syaukani Syaukany, Rizza Faris Trismiyana, Eka Trisnowati Rahayu Turista, Dora Dayu Rahma Ubaidillah, Muhammad Zahid Ulfa, Nadia Nabila Ulipah, Ulipah Upik Widyaningsih Wahid Tri Wahyudi Wani Sihaloho, Otri Wardah, Aryanti Wardana Zulkarnaen, A.Bagas Weni Amelia Wicaksono, Ahmad Agus Widyaningsih, Upik Wijaya, Desi Eka Wijaya, I Made Calvin Ari Wijayadi, Imam Winata, Tri Aldi Wulan Adha, Adinda Wulan Marlia Sandi Yeni Kustiyahningsih Zahra, Suci Zakiyyah, Zulfa Zenia Lutfi Kurniawati, Zenia Lutfi Zulfa, Adzra Tsabita