p-Index From 2021 - 2026
14.695
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Medula Juke Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Sari Pediatri Journal of Medicine and Health Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Community Development Journal Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research JKPBL (Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nusantara Hasana Journal ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Journal of Language and Health Journal Of World Science Jurnal Sylva Lestari JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) International Journal of Health, Engineering and Technology Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Majority Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Journal of Medicine and Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Claim Missing Document
Check
Articles

Penatalaksanaan holistik pasien dengan diabetes mellitus dan hipertensi melalui pendekatan dokter keluarga: Laporan kasus Khoirul Fatkhul Rizqi; Reni Zuraida
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2756

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) are long-term chronic conditions that arise from the interaction of genetic, environmental, physiological, and behavioral factors, with hypertension and diabetes mellitus being two highly prevalent diseases that contribute significantly to global morbidity. Purpose: To provide comprehensive and holistic family medicine services through the identification of risk factors and clinical problems, accompanied by evidence-based management using a patient-centered, family-involved, and community-oriented approach. Method: The analysis in this study is structured as a case report. Primary data were collected through anamnesis, physical examination, supporting examinations, and home visits. Evaluation was conducted based on a holistic diagnosis at the initial stage, throughout the study, and at the end of the study, using quantitative and qualitative approaches. Results: The analysis revealed that a 40-year-old female patient diagnosed with hypertension and type 2 diabetes mellitus had limited knowledge regarding complications and the implementation of a healthy lifestyle, as well as a lack of family understanding in supporting patient care. Educational interventions regarding both diseases were conducted and resulted in increased knowledge among the patient and her family. Conclusion: Holistic management tailored to a comprehensive initial diagnosis contributes to improvements in the overall final evaluation.   Keywords: Diabetes Mellitus; Education; Family Medicine; Hypertension.   Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan kondisi kronis jangka panjang yang timbul akibat interaksi faktor genetik, lingkungan, fisiologis, dan perilaku dengan hipertensi dan diabetes melitus sebagai dua penyakit dengan prevalensi tinggi yang berkontribusi besar terhadap morbiditas global. Tujuan: Untuk memberikan pelayanan dokter keluarga secara menyeluruh dan holistik melalui identifikasi faktor risiko serta permasalahan klinis, disertai penatalaksanaan berbasis evidence-based medicine dengan pendekatan yang berfokus pada pasien (patient-centered), melibatkan keluarga (family approach), dan berorientasi pada komunitas (community-oriented). Metode: Analisis dalam penelitian ini disusun dalam bentuk laporan kasus. Data primer dikumpulkan melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta kunjungan rumah. Evaluasi dilakukan berdasarkan diagnosis holistik pada tahap awal, selama proses, dan pada akhir studi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa pasien perempuan berusia 40 tahun dengan diagnosis hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 dengan keterbatasan pengetahuan terkait komplikasi dan penerapan gaya hidup sehat, serta kurangnya pemahaman keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Intervensi edukatif mengenai kedua penyakit tersebut dilakukan dan menghasilkan peningkatan pengetahuan pada pasien dan keluarganya. Simpulan: Penatalaksanaan holistik yang disesuaikan dengan diagnosis awal komprehensif berkontribusi terhadap perbaikan pada evaluasi akhir secara menyeluruh.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Edukasi; Hipertensi; Kedokteran Keluarga.
Peran Diet Mediterania terhadap Kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (Tinjauan Pustaka) Arron Nathaniel Ginting; Reni Zuraida; Eka Putri Rahmadhani; Dian Isti Angraini
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1802

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease and global health problem that requires optimal glycemic control to prevent complications. Medical nutrition therapy is a key pillar of management, with the Mediterranean diet recommended due to its nutrient profile rich in unsaturated fats. This review aims to synthesize the latest clinical evidence on the effect of the Mediterranean diet on reducing HbA1c levels in patients with type 2 DM, analyze the underlying biological mechanisms, and evaluate its sustainability compared to other diets. A literature review was conducted using the PubMed database for studies published between 2021 and 2025. Of the 60 articles, 6 clinical studies (RCTs, pilot studies, and prospective interventions) that met the inclusion criteria were analyzed. Data synthesis showed that Mediterranean diet interventions lasting 12 weeks to 12 months consistently reduced HbA1c levels with an absolute reduction range of 0.2% to 2.0% (p < 0.05). Critical interpretation shows that while restrictive diets such as the Ketogenic diet provide more drastic reductions (-9% to -13.5% relative) due to glucose elimination, the Mediterranean diet offers long-term metabolic stability through the restoration of insulin sensitivity. The mechanism of glycemic improvement occurs through anti-inflammatory pathways and modulation of the incretin system, particularly stimulation of the GLP-1 hormone. The Mediterranean diet has been shown to be effective in significantly lowering HbA1c and offers a more sustainable nutritional strategy for patients. Clinical implications suggest the integration of olive oil and plant-based diets as the standard for long-term nutritional therapy.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSBs) terhadap Status Gizi Mahasiswa/i Preklinik Lulu Asfi Assifa; Reni Zuraida; Fitria Saftarina; Laisa Azka
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1023

Abstract

Minuman berpemanis (Sugar-Sweetened Beverages/SSBs) merupakan salah satu sumber utama asupan gula yang banyak dikonsumsi oleh mahasiswa dan berpotensi memengaruhi status gizi. Mahasiswa kedokteran, meskipun memiliki pengetahuan kesehatan, masih memiliki risiko menerapkan perilaku konsumsi yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) terhadap status gizi pada mahasiswa/i preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa/i preklinik yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan konsumsi SSBs dinilai menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan tingkat konsumsi SSBs dalam kategori cukup, serta mayoritas memiliki status gizi tidak berlebih. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi (p = 0,571) maupun antara konsumsi SSBs dengan status gizi (p = 0,216). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi mahasiswa/i preklinik.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Pra-Kehamilan dengan Kenaikan Berat Badan Berlebih Selama Kehamilan: A Literature Review Fitri Az Zahra; Dian Isti Angraini; Suryani Agustina Daulay; Reni Zuraida
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1107

Abstract

Kenaikan berat badan selama kehamilan atau gestational weight gain (GWG) merupakan indikator penting dalam kesehatan maternal dan berhubungan erat dengan berbagai outcome kehamilan. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) pra-kehamilan dan risiko GWG berlebih berdasarkan bukti dari berbagai negara. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Web of Science, Embase, dan Cochrane Library, serta ditambah penelusuran Google Scholar dan penelusuran referensi dari artikel terkait. Kata kunci utama yang digunakan mencakup istilah “prepregnancy BMI”, “preconception body mass index”, “gestational weight gain”, dan “excessive weight gain”, yang disesuaikan dengan sintaks masing-masing basis data. Melalui literature review pada beberapa basis data utama, empat studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam dengan membuat ringkasan dan menganalisis pada hasil penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa IMT pra-kehamilan yang berada pada kategori overweight atau obesitas secara konsisten meningkatkan risiko GWG berlebih. Faktor biologis seperti resistensi insulin dan inflamasi kronis, serta faktor psikologis seperti depresi prenatal, turut memperkuat hubungan tersebut. Selain itu, GWG berlebih pada perempuan dengan IMT tinggi terkait dengan risiko komplikasi maternal dan neonatal, termasuk diabetes gestasional, hipertensi kehamilan, makrosomia, serta bayi besar untuk usia kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi prakonsepsi melalui pengelolaan berat badan, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan mental untuk mencegah GWG berlebih.
Literature Review: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik Adilla Dwi Nur Yadika; Fitria Saftarina; Reni Zuraida; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Susianti Susianti
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1166

Abstract

Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak yang menyebabkan kecacatan dan kematian terbanyak kedua di seluruh dunia, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik. Literature review ini menggunakan database Google Scholar, Pubmed dan EBSCO. Kata kunci yang digunakan adalah  “ischemic stroke” dan “quality of life”. Pencarian difokuskan pada artikel yang terbit tahun 2015-2025, hasil penelitian atau systematic review dan dapat diakses secara lengkap. Artikel yang tidak memenuhi syarat tidak dilakukan analisis. Hasil penelusuran mendapatkan 352 artikel dan sebanyak 32 artikel yang memenuhi syarat. Analisis dilakukan dengan membuat ringkasan, menganalisis hasil penelitian dan membuat interpretasi berdasarkan tema yang ditentukan. Hasil analisis mendapatkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, status serangan, lama waktu pasca stroke, dan dukungan keluarga. Individu dengan usia lebih dari sama dengan enam puluh tahun, berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, tidak menikah atau tidak memiliki pasangan, memiliki komorbiditas, mengalami serangan berulang, menderita stroke iskemik lebih dari sama dengan enam bulan, dan memperoleh dukungan keluarga yang kurang baik dapat memiliki kualitas hidup yang buruk.
Carpal Tunnel Syndrome pada Seorang Wanita Pekerja Pabrik: Studi Kasus Fitriatsani, Aulia Nur; Zuraida, Reni
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp62-69

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan neuropati yang disebabkan oleh kompresi nervus medianus di terowongan karpal, ditandai oleh gejala kebas, kesemutan, dan nyeri pada tangan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan uji provokasi, sedangkan penanganan dilakukan secara konservatif di layanan kesehatan primer. Pasien perempuan berusia 41 tahun yang bekerja sebagai karyawan pabrik memiliki faktor risiko internal berupa kurangnya pengetahuan tentang penyakit, pola makan yang tidak seimbang, serta penggunaan tangan secara berulang, dan faktor risiko eksternal berupa kurangnya keterlibatan keluarga serta beban kerja domestik. Intervensi dilaksanakan secara menyeluruh melalui terapi farmakologis, edukasi kesehatan, latihan peregangan, peningkatan gizi, serta konferensi keluarga. Evaluasi akhir mengindikasikan perbaikan dalam gejala klinis, peningkatan pemahaman pasien dan keluarga, serta distribusi peran keluarga yang lebih adaptif. Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik memungkinkan pengelolaan CTS yang berorientasi pada pasien, keluarga, dan lingkungan kerja, sehingga meningkatkan kualitas hidup karyawan pabrik yang mengalami CTS di layanan kesehatan primer. Kata kunci: carpal tunnel syndrome, kedokteran keluarga, pendekatan holistik, karyawan pabrik, pelayanan kesehatan primer
PENINGKATAN PEMAHAMAN KOMUNITAS PETANI TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI CACINGAN DI KECAMATAN METRO UTARA KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG Jhons Fatriyadi Suwandi; Fitria Saftarina; Reni Zuraida; Hanna Mutiara; Indri Windarti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3955

Abstract

Infeksi soil-transmitted helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada komunitas petani yang memiliki risiko tinggi akibat paparan tanah, penggunaan alat pelindung diri yang belum optimal, serta sanitasi dan higiene yang kurang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai jenis, penularan, pencegahan, dan dampak infeksi STH melalui penyuluhan kesehatan di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan pada 4 September 2025 dan diikuti oleh 36 petani. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media edukasi. Efektivitas penyuluhan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Median nilai meningkat dari 75 menjadi 80 setelah penyuluhan, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,001). Sebanyak 14 peserta mengalami peningkatan nilai, 1 peserta mengalami penurunan, dan 21 peserta tidak mengalami perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan petani mengenai infeksi STH. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan rerata pengetahuan petani mengenai jenis, penularan, pencegahan, dan dampak infeksi STH melalui penyuluhan kesehatan di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Kata kunci: cacingan, soil transmitted helminth, petani, pencegahan, penyuluhan.
Peningkatan Pemahaman Mengenai Diet Gagal Ginjal Kronis pada Pasien Hemodialisa Dian Isti Angraini; Made Agung Prasetya Adnyana Yoga; Susmalini Susmalini; Reni Zuraida
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6133

Abstract

Lebih dari 90% pasien dengan penyakit ginjal kronik menerima hemodialisa. Kepatuhan diet pasien hemodialisa merupakan salah satu faktor penentu kualitas hidup pasien. Pemahaman peserta kegiatan ini mengenai diet gagal ginjal kronis lebih dari 50% belum baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis. Metode yang akan dilakukan adalah dengan edukasi (promosi) kesehatan mengenai diet gagal ginjal kronis yang sesuai bagi pasien yang menjalani hemodialisa. Kegiatan ini dilakukan di instalasi hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, pada tanggal 26 Oktober 2024, dengan peserta sebanyak 40 orang pasien hemodialisa. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa 87,5% peserta mengalami peningkatan pemahaman hingga mencapai kategori baik, 12,5% peserta memiliki pemahaman yang tergolong cukup baik, dan 100% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai definisi, patofisiologi dan penyebab penyakit gagal ginjal kronis, gambaran hemodialisa, diet yang sesuai dengan penyakit dan kondisi hemodialisa termasuk pembatasan cairan dan protein, serta contoh menu makanan. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pasien hemodialisa dalam pengelolaan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini terbukti efektif
Determinan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Adilla Dwi Nur Yadika; Fitria Saftarina; Reni Zuraida; Dyah Wulan Sumekar; Susianti Susianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24575

Abstract

ABSTRACT Stroke is a cerebral blood circulation disorder lasting for 24 hours or more. Stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia and causes functional disability and mental disorders that can reduce quality of life. Quality of life is an individual's perception of their position. In Lampung, 66.7% of stroke patients have poor quality of life. This study aims to determine the factors that influence ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. This study used an observational analysis and cross-sectional design. The dependent variable was ischemic stroke patients’ quality of life and the independent variables were age, gender, education level, employment status, marital status, comorbidities, duration after stroke, stroke recurrence, and family support. Primary data were obtained through interviews using questionnaire and secondary data from medical records. Bivariate analysis used Chi Square and multivariate used logistic regression. There were relationship between age (p=0.014), employment status (p0.001), marital status (p=0.016), and stroke recurrence (p=0.012), there were no relationship between gender (p=0.209), education level (p=0.071), comorbidities (p=0.158), duration after stroke (p=0.184), and family support (p=0.700) with the ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. The most dominant factor was employment status (p0.001; PR=29.9). Active roles from health institutions, government, and families are essential to improve ischemic stroke patients’ quality of life. Keywords: Ischemic Stroke, Quality of Life, Factors, Comorbidities, Family Support.  ABSTRAK Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak selama 24 jam atau lebih. Stroke menjadi penyebab utama kecatatan dan kematian di Indonesia dan menyebabkan disabilitas fungsional dan gangguan mental sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisinya dalam kehidupan. Sebanyak 66,7% pasien stroke memiliki kualitas hidup yang tidak baik di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel dependen berupa kualitas hidup pasien stroke iskemik dan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, lama waktu pasca stroke, status serangan, dan dukungan keluarga. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari data rekam medis. Analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat berupa regresi logistik. Terdapat hubungan antara usia (p= 0,014), status pekerjaan (p 0,001), status pernikahan (p=0,016), dan status serangan (p=0,012), serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,209), tingkat pendidikan (p=0,071), komorbiditas (p=0,158), lama waktu pasca stroke (p=0,184), dan dukungan keluarga (p=0,700) dengan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan (p 0,001; PR=29,9). Diperlukan peran aktif instansi kesehatan, pemerintah, dan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke iskemik. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor, Komorbiditas, Dukungan Keluarga.
Faktor Maternal yang Berhubungan dengan Kejadian Sindrom HELLP pada Pasien Preeklamsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Keyla Aisya Putri; Reni Zuraida; Selvi Marcellia; Efriyan Imantika
Medula Vol 17 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v17i1.2013

Abstract

HELLP syndrome (Hemolysis, Elevated Liver Enzymes, and Low Platelet Count) is a severe complication of preeclampsia that increases maternal and perinatal morbidity and mortality. Maternal factors such as age, parity, and nutritional status are thought to be associated with the occurrence of HELLP syndrome. This study aimed to analyze the association between maternal age, parity, and nutritional status and the incidence of HELLP syndrome among preeclamptic patients at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital, Bandar Lampung. This analytic observational study used a case-control design based on medical records of preeclamptic patients from 2023 to 2025. The sample consisted of 50 respondents, comprising 25 preeclamptic patients with HELLP syndrome as cases and 25 preeclamptic patients without HELLP syndrome as controls, selected using purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-Square tests, with Odds Ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI) calculated to assess the strength of association. The results showed significant associations between maternal age and HELLP syndrome (p=0.045; OR=3.27; 95% CI 1.01–10.62) and between nutritional status and HELLP syndrome (p<0.001; OR=51.00; 95% CI 5.82–446.56). No significant association was found between parity and HELLP syndrome (p=0.544; OR=1.45; 95% CI 0.44–4.78). In conclusion, maternal age and nutritional status were associated with HELLP syndrome among preeclamptic patients, whereas parity showed no significant association. Early identification of these maternal factors during the antenatal period is important to support early detection in high-risk pregnancies.
Co-Authors - Sulyaprilawati Achfisti, Sayidina Umar Adilla Dwi Nur Yadika Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Ajeng Defriyanti Pusparini Alfhad, Haekal Ali Khomsan Alkautsar, Ahmad Ananda Christie Angelin Angraini, Dian I Anthia Vradinatika Anwari, Riski Handiani Aprilliana, Ety Ari Wahyuni Arron Nathaniel Ginting Astiti, Feni ASY SYADZALI ATIKA RAHMAWATI Audiani, Syafira Alifia Ayu Aprilia Ayu Paramita, Nadhea Balqis, Fatimah El Bayu Anggileo Pramesona Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Catur Ariwibowo Catur Ariwibowo Dadang Sukandar Dani Kartika Sari Daulay, Suryani Agustina Desmayanti Eka Saputri Desmayanti Eka Saputri Desta Stallaza Alifka Dewi Nur Fiana Dian I Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dieni Septiawati Djausal, Anisa Nuraisa Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ebti Rizki Utami Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Endah Setyaningrum, Endah Enriko Aprilio Ernawaty, Tutik Ety Apriliana Eveline Margo, Eveline Fadilah, Arifah Afkar Faridah Alatas Fauziah Lubis Fayola, Diva Firmansyah, Jaya Fitri Az Zahra Fitria Saftarina Fitria, Aghniya Rizqy Fitria, Saftarina Fitriatsani, Aulia Nur Gantarialdha, Nadya Gemayangsura, Gemayangsura Giok Pemula Hadi Riyadi Hamidah, Hasna Hanna Mutiara Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Hardianto, Devina Hasanah, Sabila Huwaidy, Alwan Hibban Al Ilmyasri, Siti Amalya Indah Anita Dewi, Indri Windarti Indri Windarti Intanri Kurniati Irawati, Nur Ayu Virginia Iswandi Darwis Ivantirta, Ian Izzah, Asiah Nurul Jausal, Anisa Nuraisa Jessica Putri Anumpitan Jhons Fatriyadi Suwandi Jhons Fatriyadi Suwandi Kartika, Juspeni Keumala Hayati Keyla Aisya Putri Khairun Nisa Khairun Nisa Khoirul Fatkhul Rizqi Kurnia Eka Putri Kurniawaty, Evi Laisa Azka Lantani Nafisah Heviana Larasati, Ratri Mauluti Linda Septiani Listiani, Farida Lucky Indar Wigati Lulu Asfi Assifa Luthfi Aulia Oktofani M. Agung Prasetya Adnyana Yoga M.Rizki Fathurrohim Made Agung Prasetya Adnyana Yoga Maharani, Jihan Azita Marga, Muhammad Panji Marzon, Mafalda Meiyanti Meiyanti Meiyanti, Meiyanti Mellisa, Stefani Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mubina, Jundi Fathan Muhammad Abdul Ghoni Muhammad Aditya Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusha Akbar Mukhlis Imanto Mukti, Bagas Nadia, Elisabet Alva Nailul Azizah Nasyafa, Syabila Febrilia Nisa Arifah Novi Nurhayati, Novi Novianty, Detty Nur Indrawaty Lipoeto Nurlis Mahmud Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktarlina, Razmi Zakiah Oktavia, Rizwiki Pambelo, Adli Sutan Pemula, Giok Prambudi Rukmono Pramudyawati, Yustika Puspita, Anjar Junia Putri Damayanti Putri, Cindy Aisyah Putri, Nedhea Mutiara Putri, Sisy Rizkia Putri, Tiara Triwansa Putu Arya Indira Prameswari Qonita, Adzrok Qurotulnguyun, Lutfia Radinal Mauludi Rahmadani, Letifa Rahmawati, Ona Rahmayani, Fidha Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Agustin Revika Gina Luthfiya Rika Lisiswanti Risda Yana Rizki Arisandi Rojwa Azka Syakira Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Dea Muthia Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Dicky Ardian Selvi Marcellia Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Shoafa Marwah Sihombing, Dewi Patresia Siregar, Wanda Feranti Siti mutmainnah Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Suharmanto Suharmanto Suharmanto Surriandari, Latifah Dwi Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susmalini Susmalini Susmalini Susmalini, Susmalini Sutanto Sutanto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syafni, Alma Nazelia Syahrul Hamidi Nasution TA Larasati Tampubolon, Lydia Theresia Tasya Putri Atma Utami Raka Terza Afika Happy Tondi Rosalinda Mandalahi Tri Umiana Soleha Tutik Ernawati Ukhron Novansyah Ulinnuha, Najwa Vermitia Veronica Debora W, Dyah Wulan Sumekar R. W., Dyah Wulan Sumekar R. Wido Gamani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Wuryaningsih Wuryaningsih Yahmal, Putri Yaktiworo Indriani Yaktoworo Indriani Yana, Risda Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yohana Yulia Puspita Sari Yunianto, Andi Eka Zahira Farini Hasbani Zakiah Zakiah Zamahsjari Sahli Zefanya Angie