Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Pengangguran di Kalangan Pemuda Kabupaten Padang Pariaman Restian Oktavia; Farisa; Lidya Lastuti; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya peningkatan  angka pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini perlu dilakukan karena pengangguran di kalangan pemuda menjadi salah satu masalah yang setiap tahun mengalami peningkatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan informan melalui Purposive Sampling dengan jumlah informan enam orang dengan kriteria empat orang pemuda dan dua orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dimana peneliti mengamati kegiatan sehari-hari pemuda dan wawancara mendalam dengan empat pemuda pengangguran di Desa Bari, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Berdasarkan Hasil penelitian mengenai tingkat pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman, dapat dijelaskan dua faktor utama yang mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran pada pemuda di Kabupaten Padang Pariaman: kecanduan game online dan  kurangnya kesempatan kerja.
Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh Solok Selatan Adellia Mutiara Putri; Aulia Nabila Sarweni; Tasya Afridani; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh, Solok Selatan. Yang merupakan salah satu kekayaan budaya Minangkabau mempunyai nilai sejarah, sosial, dan juga filosofis yang sangat mendalam. Tradisi ini tidak hanya menampilkan Rumah Gadang sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan adat yang mencerminkan sistem sosial matrilineal dan kekerabatan suku Minangkabau. Dengan menggunakan Metode pendeketan Kualitatif Deskriptif Interpretatif. Penelitian ini menggali makna simbolik dan fungsi sosial budaya Rumah Gadang dalam kehidupan masyarakat Setempat. Data di kumpulkan melalui Observasi Partisipatif, Wawancara mendalam, dan studi Dokumentasi di kawasan Seribu Rumah Gadang, Jorong Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Seribu Rumah Gadang memiliki peran sentral dalam menjaga identitas budaya dan sistem sosial Minangkabau, sekaligus juga menjadi media pelestarian budaya melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Meskipun harus menghadapi tantangan modernisasi, upaya konservasi dan edukasi menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini agar tetap relevan dan dapat di wariskan kepada generasi selanjutnya atau mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang menjadi fondasi kuat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Ngamen di Bawah Senja: Dinamika Sosial dan Ekonomi Anak Jalanan di Taplau Padang Mitzy Metaria Situmorang; Monatio siregar Mona; Niken ayu Pratiwi; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis  dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan yang mengamen di kawasan Taplau, Kota Padang. Fenomena anak-anak pengamen ini merupakan refleksi dari permasalahan sosial yang kompleks, terutama terkait kemiskinan keluarga, kondisi keluarga yang tidak harmonis, dan pengaruh lingkungan sosial serta budaya setempat. Aktivitas mengamen menjadi strategi utama bertahan hidup bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan minimnya akses pendidikan formal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan di Taplau Padang. Teknik pemilihan informan peneliti menggunakan Purposive sampling. Jumlah informan 4 orang dengan kriteria informan informan peneliti meliputi 2 orang warga setempat, pedagang dan pengujung. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengamen di Taplau Padang sebagai srategi bertahan hidup dari tekanan ekonomi keluarga, disharmoni rumah tangga, dan pengaruh lingkungan sosial. Aktivitas ini membentuk jaringan sosial di anatar anak-anak jalanan serta menciptaka  interaksi yang beragam dengan masyarakat dan wisatawan bervariasi dari empati hingga kekhawatiran. Upaya pemerintaah masih bersifat penertiban sementara dan belum menyerah akar permasalahan, sehingga anak-anak pengamen kerap kembali ke jalanan.
Perubahan Nilai dan Visibilitas Kelompok Marginal: Pergeseran Pandangan Masyarakat Minangkabau Terhadap LGBTQ+ Muhammad Alfian; Delmira Syafrini; Asifa Zahwa; Raihani Sava Alzena; Muhammad Rizki Alvarizi; Elbunia Untari; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap LGBTQ+ di Sumatera Barat. Penelitian ini penting dikaji untuk menilai peningkatan visibilitas LGBTQ+ dan adanya benturan nilai tradisional dalam hal ini ABS-SBK di masyarakat. hal ini dipengaruhi oleh kehadiran media sosial yang menghapus batasan-batasan di masyaraka karena media sosial memberikan ruang bagi siapa saja untuk mengekspresikan diri. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial oleh Berger & Luckmann dan teori Hypodermic Needle oleh Harold Lasswell, penelitian ini melihat perubahan  nilai dan bagaimana media sosial menjadi katalisator utama dalam kasus ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara dengan ahli seperti Satgas PPKS UNP. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima belas orang, sembilan di antaranya mendukung komunitas LGBTQ+ dan enam lainnya menolak. Hasil penelitian berupa peningkatan yang tidak konsisten akan pelaku LGBTQ+ yang didukung oleh kehadiran media sosial, serta adanya ketidaksesuaian terhadap nilai sosial budaya Minangkabau yang diakibatkan terjadinya pergeseran pandangan masyarakat Minangkabau LGBTQ+.
Perubahan Sosial Akibat Migrasi dari Belanja Tradisional ke Ekosistem Digital: Pasar Raya Kota Padang Putri Cindy Clarissa Clarissa; Melia Susanti Susanti; Halimahtusyadiah Liszar Awalni Awalni; Rina Rasyada Rasyada; Reza Mai Saputri Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan gaya hidup dan interaksi sosial terjadi di masyarakat Kota Padang sejak mereka beralih dari belanja di pasar tradisional ke belanja secara online, terutama lewat aplikasi e-commerce seperti Shopee. Topik ini diangkat karena perkembangan teknologi yang sangat cepat dan pengaruh pandemi COVID-19 yang membuat orang terbiasa berbelanja secara daring.Penelitian ini menggunakan teori modernisasi dari Talcott Parsons untuk melihat bagaimana nilai dan cara berinteraksi masyarakat ikut berubah di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, berlokasi di Pasar Raya Kota Padang. Teknik pengumpulan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah tiga informan, yaitu dua pedagang dan satu konsumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perubahan sosial akibat migrasi dari belanja tradisional ke sistem digital maka terdapat dua perubahan yang terjadi diantaranya pertama, Perubahan gaya hidup dengan terbentuknya pola hidup konsumtif dalam masyarakat, dimana mereka membeli barang-barang yang pada dasarnya tidak mereka butuhkan, melainkan hanya untuk memenuhi keinginan. Kedua, Perubahan interaksi sosial dengan terjadinya peralihan dari interaksi langsung ke interaksi digital yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa terhalang jarak dan waktu.
Pola Komunikasi dalam Upaya Pencegahan Ancaman Bahaya Kecanduan Narkoba Pada Masyarakat Kayu Kalek Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Putra Fahrishal Pratama; Muhammad Rivaldo Agriza; Muhammad Rafif Aradhi; Rara Indah Mutiara; Raudhah Binti Rustam; Delmira Syafrini; Ika Sandra; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.183

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pola komunikasi digunakan dalam upaya mencegah kecanduan narkoba di lingkungan masyarakat Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Permasalahan muncul karena masyarakat semakin rentan terhadap ancaman tersebut, yang dipengaruhi oleh pergaulan, akses internet yang luas, serta kurangnya informasi yang tersampaikan secara terstruktur mengenai dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, pemuda-pemuda , dan pihak terkait dalam menyampaikan pesan pencegahan serta membangun kesadaran kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara dengan 6 informan  yang terdiri tadi tokoh masyarakat pemuda ,dan warga setempat, serta melakukan observasi langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil masih menjadi saluran utama, seperti melalui pertemuan warga, kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, pola komunikasi tersebut belum berjalan secara teratur dan belum memiliki koordinasi yang kuat.
Resiliensi Sosial Mahasiswa di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Pasca Perceraian Orang Tua Rosalina Mustika Sari; Rasya Dwi Raditia; Syadza Hanifa Putri; Yudrison; Salsabilla Ummara; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.184

Abstract

Perceraian orang tua memberikan dampak emosional dan sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk-bentuk dari resiliensi sosial mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pasca perceraian orang tua serta faktor-faktor yang menjadi dukungan proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara yang mendalam dengan beberapa mahasiswa yang mengalami situasi perceraian orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa mengalami tekanan emosional dan mental pada awalnya, namun secara berkala mampu beradaptasi dan bertahan melalui dukungan lingkungan yang positif ataupun dukungan teman sebaya, serta strategi coping yang berbeda beda seperti mendengarkan musik, tidur, mencari teman, dan refleksi diri. Resiliensi sosial terbentuk melalui penerimaan diri dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang positif berperan penting bagi mahasiswa dalam membantu mereka bangkit dan dapat mempertahankan kesejahteraan emosional pasca perceraian orang tua.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa Perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Nadyan Achmad; Rizky Azzrany; Najwa Izzatul Waafirah; Feby Tria Octari; Zahara Rijani; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Negeri Padang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena permasalahan komunikasi mahasiswa perantau sering terjadi di lingkungan mahasiswa karna mereka perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berkaitan tentang bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan terhadap 10 mahasiswa perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang angkatan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami dinamika yang kompleks, meliputi kesulitan memahami bahasa antarbudaya, hambatan lainnya yaitu mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, strategi yang digunakan dalam mengatasi hambatan ini diantaranya belajar bersama teman lokal dan mengikuti komunitas bahasa daerah untuk memahami budaya, menyesuaikan gaya komunikasi, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa perantau dengan lingkungan sekitar.
Analisis Etika Komunikasi Digital pada Fenomena Sindiran Halus di Platform Tiktok di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang Syaluna Nabila Prisyairin; Zikri Alfarozi; Siti Jasmine Syifa Al-Mira; Zil Khairani; Sausan Meilany Putri; Delmira Syafrini; Desy Mardhiah
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.187

Abstract

Konten sindiran halus di TikTok sering terjadi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menjadi salah satu cara mereka mengekspresikan pengalaman atau pendapat. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena berkaitan dengan bagaimana mereka memahami etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara mahasiswa memaknai etika bermedia ketika membuat dan menyebarkan konten sindiran halus. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada November 2025. Informan pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan delapan mahasiswa yang aktif membuat konten. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan cara berpikir antar mahasiswa. Ada yang membuat konten dengan hati-hati karena memikirkan dampaknya bagi orang lain, terutama terkait privasi dan kemungkinan menyinggung pihak tertentu. Ada juga yang membuat konten dengan lebih santai karena menganggapnya sebagai bagian dari ekspresi diri di media sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan etika digital sangat dipengaruhi pengalaman pribadi, kebiasaan menggunakan media, serta hubungan sosial yang dimiliki masing-masing mahasiswa.
Analisis Perbedaan Persepsi Bahasa Toxic dalam Komunikasi Antara Gen Z dan Gen Milenial Nazwa Wahyuni; Refny Yanti; Nada Nafisyah Salsabila; Nada Nabilah; Naysila Berliandri Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perbedaan makna bahasa toxic yang digunakan oleh Gen Z dan Gen Milenial. Fenomena ini penting untuk dikaji sebab adanya kesenjangan komunikasi dan potensi konflik antar generasi yang diakibatkan oleh perbedaan dalam memaknai, menggunakan, dan menanggapi bahasa yang dianggap kasar atau ofensif antara Gen Z dan Gen Milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa toxic dalam komunikasi sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews) yang melibatkan partisipan dari Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menormalisasi bahasa toxic sebagai humor atau bentuk keakraban, sementara Milenial lebih memaknainya sebagai tindakan tidak sopan dan berpotensi menyinggung. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya digital, pengalaman sosial, serta sensitivitas emosional masing-masing generasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas generasi untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi dalam penggunaan bahasa toxic.
Co-Authors , Siti Nurhaliza Adellia Mutiara Putri Adinda Larashati Azzahra Adiyalmon Adiyalmon Adzmy Altha Azkiya Aget Sepriadi Agus Ramanda Ahmad Yusuf Ahmad Zia Fadelzi Aisyah Zahra Ajeya Tymalfin Radasa Aldya Andhika Adlan Alifia Izmi Azzahra Aliya Rhamadani Aliya Syaputry Alya Farhani Alycia Safana Milanda Ameydea Nisratil Wahyuni Ananta, Chelly Andrianus Andrianus Andrianus Andrianus, Andrianus Anggara Surya Pratama Anggita Mutia Sari Ani Gustina Annisa Febriana Yasmin Annisa Khomsi Rahmawati Annisya Sukma Dewi Ardiani Fadila Arieska Dwi Asmil Artha Yudilla Asifa Zahwa Atiqah Mufidah Aulia Agustina Wardianti Aulia Mailiana Aulia Nabila Sarweni Aulia Uzzaki Avisenna Jemika Aziza Zakiah Bima Hesadiwana Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Pertama Callista Salma Nathania Carina Rianto Catur Widiatmoko Catur Widiatmoko Daffaa Febryan Dendy Marta Putra Deo Antoni Pratama Dewi Sartika Nainggolan Dewi, Susi Fitria Diah Handayani Lubis Dian Aulia Purnama Dicky Aulia Perdana Diella Nanda Paramitha Difa Afriani Salsabila Dila Aulia Dimas Alji Prasetyo Dinda Mellnia E Dira April Indria Dwi Kurnia Putri Dwi Sulistia Wati Dwiyuliana Putri Dyanatul Arsyi Eka Asih Febriani Elank Jatadris Elbunia Untari Elsa Putri Hardyanti Elsa Rahayu Elvaririn Elvaririn Elvina Rusma Nengsih Elvira Gustia Ema Oktavia Ramadhani Enjhel Tyara Erda Fitriani Erda Fitriani Eri Sakinah Piliang Erianjoni Erianjoni Exelly Ananda Rinzzy Fadilla Saputri Fadilla Saputri FAJRINA, SUCI Fanny Pratiwi, Fanny Fara Aisyah Zalma Farhan Alhi Linadri Farisa Farisa Aulia Fathia Elkhaira Fatmariza Fauziah Nadila Nelson Putri Feby Tria Octari Ferdyan, Rhavy Fira Fadila Fitri Arsih Fitri Yanti Fitri Yulianti Fitria Afifah Fitrisia Munir Fitrisia, Azmi Ghina Asyifa Rahmadani Gustila Hasanah Hafid Pradana Halimahtusyadiah Liszar Awalni Awalni Hamila Yatursi Hana Thalia Puspita Hanafi Saputra Hanifa Yulia Putri Hanna Alifia Handi Harahap, Elina Wasila Harsellya Humayrrah Havizah Permata. S Husnatul Ayni Ika Sandra Ike Sylvia Ikhwan Ikhwan Indah Syafitri Indrawadi, Junaidi Indriasari, Ratna Intan Afri Yunita Intan Amanda Wulandari Intan Wulan Dari Irvan Rasyid Irwan Saputra Isnarmi Moeis Jannatul Arifa Jessica Devani Jihan Afifah Junaidi Junaidi Khair, Otti Ilham Khaira Nisa Khairah Fadlah Nasifa Khairul Fahmi Khairul Fahmi Khoirin Yelnisa Kiki Amalia Citra Laras Andira Larasta Agustina Leona Saskia Letta Maharani Lia Amelia Lia Amelia Lia Amelia Lianda, Febi Dwi Lidya Lastuti Lirra Dwinaya Rachma Lovia Phica Yola Emilza M. Arkhan Rodhiah Maitri Pinta Mardhiah, Desy Marlina, Yayuk Marsya Fitri Sazali Marwatil Husna Mela Yuliana Melia Susanti Susanti Metra Alvionita Mila Gusnita Mira Hasti Hasmira Mitzy Metaria Situmorang Monatio siregar Mona Monica Putri Montesossori, Maria Muhammad Aidil Muhammad Alfian Muhammad Arif Muhammad David Hendra Muhammad Falih Al Hakim Muhammad Gauvi Al Mustakim Muhammad Rafif Aradhi Muhammad Raihan Iwata Muhammad Rif'an Muhammad Rifat Armensyah Muhammad Rivaldo Agriza Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Satria Zaky Muhammad Yahya Muhyiatul Fadilah Muliati Sukma Munir, Fitrisia Mutia Puspita Sari Mutiara Mutiara Mutiara Qolbuna Nabila Zavrilia Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nadinda Jeehan Frischa Nadya Komala Firsty Nadyan Achmad Nafisa Reva Arianto Nahdah Kamilia Nailatul Husna Najwa Izzatul Waafirah Najwa Rosyidah Nara Ramadani Natasya Epriline Alvin Natasya Permata Guselsa Naysila Berliandri Putri Nazifa Neysha Gumanti Nazwa Luthfia Maisa Nazwa Wahyuni Neza Rahma Dianti Niken ayu Pratiwi Ningsih, Tri Zahra Niswani Rahmi Nora Susilawati Nur Aini Nur Aisyah Nurhaliza Maharani Nurlizawati Nurlizawati, Nurlizawati Nurul Muthia Afifah Ofianto, Ofianto Oktarina, Sherly OTTI ILHAM KHAIR Permata, Bunga Dinda Priskila Natasia Br. Saragih Pujawulan Dari Puti Syahira Putra Fahrishal Pratama Putra, Dendy Marta Putri Cindy Clarissa Putri Cindy Clarissa Clarissa Putri Fatima Natasha Putri Rahma Dani Qavka Navisa Rahma Juita Rahman, Sabar Aulia Rahmat Maulana Kurniawan Rahmi, Ulfia Raihani Sava Alzena Ramadani Fitriyah Harahap Rani Kartika Rara Amanda Rara Indah Mutiara Rasya Dwi Raditia Rasyadah Karimah Ratih Haifa Putri Ratna Indriasari Ratna Juwita Ratu Fitri Aisyah Raudhah Binti Rustam Refni Junita Sari Refny Yanti Renaldi Aprinel Putra Reno Fernandes Reri Damai Gea Restian Oktavia Reza Mai Saputri Saputri Rezki Amelia Rezki Amelia Safitri Rezki Rinaldi Rice Yunica Azkia Ridha Alma Rina Rasyada Rasyada Ririn Desti Putri Rizky Azzrany Roni Ramadani Rosalina Mustika Sari Rosidah Rosidah Sabar Aulia Rahman Sabrina Asyifa U Nabila Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa Salina Salina Salma Azzahra Nabila Salma Hayati Salsa Martavena Salsabila Luthfiyana Salsabila Muhadi Salsabila Ramadani Sitompul Salsabila, Ghina Salsabilla Ummara Sandro J.O Tampubolon Saputri, Fadilla Sari, Eza Permata Sausan Meilany Putri Selfira Cania Selvia Putri Darni Septrian Ramadhani Shifa Hulqha Andari Shilva Putri Mahendra Shinta Rahmadhani Silfia Rahmi Siti Faizah Atika Maisyah Siti Jasmine Syifa Al-Mira Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi Siti Roziana Sonia Sonia Sri Wahyuni Stefani Karina Syafitri Sufia Amini Sukma Puspita Sawitri Syadza Hanifa Putri Syahputri, Rima Syaiful Wahid Syaluna Nabila Prisyairin Syarah Maulina Putri Syifah Ayu Lia Sabrina Syiva Rezki Tasya Afridani Tasya Martasari Tiara Putri Anggraini Tiara Sabrina Wulandari Tiara Syabrina Wulandari Ufhira Nizea Vioni Siti Nurhadijah Welasari Welasari Welasari, Welasari Wirdanengsih Wirdanengsih Wita, Gusmira Yosi Azari Yuanda, Tazkiyah Yudrison Yulia Rahmadona Zahara Rijani Zahra Najla Zaki Ibnu Rasyid Zaki Mubarok Arrafly Zhaskiah Amelia Zikri Alfarozi Zil Khairani Zoya Anandhita Ifwan Zusmelia Zusmelia