p-Index From 2021 - 2026
13.045
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Ilmu Ternak Jurnal Sains dan Teknologi Dentika Dental Journal Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan ITEj (Information Technology Engineering Journals) Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Padjadjaran Journal of Dentistry Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Jurnal Agrotek Tropika Jurnal Agrotech Khairun Law Journal Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Innovative Science Education Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Majalah Farmasetika JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Mu'allim Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Agroswagati : Jurnal Agronomi Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Agricultural Science Bestari: Jurnal Studi Pendidikan Islam Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil KHAIRUN LAW JOURNAL Jurnal Iso DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Education and Counseling Journal Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Natural e_Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi Jurnal Pengmas Kestra (JPK) Kartika: Jurnal Studi Keislaman Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Lontar Physics Today Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (Jurnal AMPOEN) Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Economic, Management and Entrepreneurship Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa (Jurnal PKM BATASA) Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Jurnal Dirosah Islamiyah Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Algebra Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Prosiding Seminar Nasional Unimus Journal Of Agriculture Sciences (Agrosci) Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru UPEJ : Unnes Physics Education Journal Jurnal Dharma Indonesia Jurnal Pendidikan Guru Profesional Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah EDUKASI : Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Sosaintek: Jurnal Ilmu Sosial Sains dan Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan modulus elastisitas basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas tanpa dan dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas: studi eksperimental laboratoris Simorangkir, Zefanya Cornelia; Wahyuni, Siti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i3.47746

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Basis gigi tiruan pada umumnya dibuat menggunakan bahan resin akrilik polimerisasi panas. Resin akrilik polimerisasi panas memiliki kekurangan yaitu salah satunya mudah mengalami fraktur. Hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan modulus elastisitas resin akrilik dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas sebagai bahan penguat. Keunggulan yang dimiliki nanoselulosa serat daun nanas yaitu mempunyai kekuatan mekanik yang baik, non-sitotoksik, non-inflamasi, ramah lingkungan, kelimpahan yang banyak, dan tidak mahal. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh penambahan nanoselulosa serat daun nanas pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap modulus elastisitas. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan sampel berukuran 65×10×2,5 mm sebanyak 27 sampel. Sampel dibuat dari daun nanas yang dihaluskan hingga menjadi bubuk dan dilakukan delignifikasi untuk menghilangkan lignin serta bleaching. Kemudian keringkan dengan oven dan ball-mill untuk mengubah ukuran menjadi nano. Setiap sampel diuji dengan Universal Testing Machine untuk mengetahui nilai modulus elastisitas Hasil: Berdasarkan uji univariat nilai rerata dan standar deviasi modulus elastisitas basis resin akrilik polimerisasi panas tanpa penambahan sebesar 5168,31 ± 560,49 MPa, dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas konsentrasi 1% sebesar 6016,26 ± 374,11 MPa, dan dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas konsentrasi 1,5% sebesar 8536,37 ± 406,58 MPa. Uji Anova satu arah didapatkan hasil yang signifikan dengan nilai p=0,001 (p<0,05) dan uji LSD yang signifikan dengan nilai p=0.001 (p<0,05) dan p=0,0001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan modulus elastisitas tanpa dan dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas.Kata kunci: basis gigi tiruan, resin akrilik polimerisasi panas, nanoselulosa, serat daun nanas, modulus elastisitasDifferences in modulus elasticity of heat polymerized acrylic resin denture base without and with the addition of pineapple leaf fiber nanocellulose: a laboratory experimental studyABSTRACT Introduction: Resin base heat cured has disadvantages, one of which is easy to fracture. This problem can be prevented by increasing the modulus elasticity of acrylic resin, by adding nanocellulose fiber of pineapple leaves as a reinforcing material. The advantages of pineapple leaf fiber nanocellulose are good mechanical strength, non-cytotoxic, non-inflammatory, environmentally friendly, abundant, and inexpensive. The purpose of this study was to analyze whether there was an effect of adding pineapple leaf fiber nanocellulose at concentrations of 1% and 1.5% on denture base heat cured acrylic resin on modulus elasticity.  Methods: The design of this research was laboratory experimental with a sample size of 65×10×2.5mm 27 samples. Samples were made from pineapple leaves that were pulverized into powder and delignified to remove lignin and bleaching. Then oven-dried and ball-milled to change the size to nano. Each sample was tested with a Universal Testing Machine to determine the modulus of elasticity. Results: Analyzed by univariate test to determine the average value and standard deviation, the results of the average without additions were 5168,31±560,49 MPa; with the addition of nanocellulose pineapple leaf fiber concentration 1 %, it was 6016,26±374,11 MPa, and with the addition of nanocellulose fiber from pineapple leaves at a concentration of 1.5%, it was 8536,37±406,58 MPa. ANOVA test was carried out with the result of a significant effect with a value of p=0.001, and LSD test; there was a significant effect with the value of p=0,001 (p<0,05) and p=0,0001(p<0,05). Conclusion: There is a difference in modulus elasticity without and with the addition of pineapple leaf fiber nanocellulose. The results of the one-way ANOVA test showed that there was a significant difference in pineapple leaf fiber nanocellulose concentrations of 1% and 1.5% in the heat polymerized acrylic resin denture base on the elastic modulus with a value of p=0.001(p<0.05).Keywords: denture base, heat cured acrylic resin, nanocellulose, pineapple leaf fiber, modulus of elasticity
Pengaruh Perendaman Resin Akrilik Heat Cured Dalam Tablet Effervescent Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) 75% Terhadap Kekasaran Permukaan Fathoni, Muhammad Arif; wahyuni, Siti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i3.48370

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Resin akrilik merupakan bahan dasar gigi tiruan yang sering digunakan dalam praktik perawatan gigi sehari-hari. Kekasaran permukaan dapat menyebabkan terjadinya perlekatan mikroorganisme serta akumulasi plak dengan mudah. Kekasaran permukaan terjadi oleh karena efek dari pembersih gigi tiruan berbahan kimia, hal ini dapat diminimalisir dengan menggunakan bahan pembersih alami. Tablet effervescent daun tembakau (Nicotiana tabacum l) 75% digunakan sebagai alternatif bahan pembersih gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nilai kekasaran permukaan resin akrilik heat cured yang direndam dalam larutan tablet effervescent daun tembakau 75%. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian yaitu pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random  sampling. Sampel berukuran (60x12x3) mm berjumlah 27 sampel yang terdiri dari 3 kelompok yaitu  kelompok  perendaman dalam larutan aquades, kelompok perendaman dalam larutan tablet effervescent daun tembakau 75%, dan kelompok perendaman dalam larutan tablet denture cleanser yang ada di pasaran.  Perendaman dilakukan selama 16 hari, larutan perendaman diganti setiap 24 jam. Hasil data dianalisis dengan uji One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Nilai rerata kekasaran permukaan resin akrilik setelah dilakukan perendaman dalam larutan tablet effervescent daun tembakau 75% selama 16 hari = 0,065 μm, larutan aquades = 0,057 μm, larutan tablet denture cleanser yang ada di pasaran = 0,078 μm. Simpulan: Tablet effervescent daun tembakau 75% dapat menjadi alternatif pembersih gigi tiruan resin akrilik heat cured.Keywords : Heat cured acrylic resin, nanocellulose; pineapple leaf fiber; transverse strength
Pengaruh penambahan nanoselulosa serat daun nanas terhadap kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas: studi eksperimen Ahmad Joeffrey, Iffa Iessyahura; Wahyuni, Siti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i2.60102

Abstract

Pendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) merupakan bahan basis gigi tiruan yang sering digunakan karena memiliki nilai estetis yang baik, namun bahan ini memiliki sifat mekanis yang rendah sehingga bahan ini mudah mengalami retak atau fraktur. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas yang mengandungi 69,5-71,5% selulosa. Namun, kekasaran permukaan pada RAPP juga harus dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan nanoselulosa serat daun nanas terhadap kekasaran permukaan pada basis RAPP dengan konsentrasi 1 dan 1,5%. Metode: Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan 27 sampel berukuran 65x10x2,5mm. Sampel dibuat dari daun nanas yang dihaluskan hingga menjadi bubuk dan dilakukan delignifikasi untuk menghilangkan lignin serta bleaching. Kemudian dikeringkan dengan oven dan ball-mill untuk mengubah ukuran menjadi nano. Setiap sampel diuji dengan profilometer kontak untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dan dianalisis pengaruhnya menggunakan uji Anova. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan nilai rerata dan standar deviasi kekasaran permukaan basis RAPP tanpa penambahan 0,097±0,032 µm, dengan penambahan nanoselulosa 1% 0,174±0,010 µm dan dengan penambahan nanoselulosa 1,5% sebesar 0,221±0,034 µm. Uji Anova satu arah didapatkan hasil yang signifikan dengan p=0,001 (p<0,05) dan uji LSD yang signifikan dengan nilai p=0,001 (P<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan nilai kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas tanpa dan dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas 1% dan 1,5%. Konsentrasi 1% merupakan tingkat konsentrasi paling baik yang ditambahkan pada bahan basis gigi tiruan RAPP untuk meningkatkan sifat mekanis tetapi mempunyai kekasaran permukaan yang rendah.Effect of addition of nanocellulose pineapple leaf fiber to surface roughness of heat polymerized acrylic denture base: an experimental studyIntroduction: Heat polymerized acrylic resin (HPA) is a denture base material that is often used because it has good aesthetic value, but this material has low mechanical properties which is easy to crack or fracture. This can be overcome by the addition of nanocellulose of pineapple leaf fiber which contains 69.5-71.5%. However, surface roughness of HPA must also be considered. The purpose of this study is to analyze the effect of the addition of nanocellulose of pineapple leaf fiber on the surface roughness of the HPA with concentrations of 1% and 1.5%. Methods: The design of this study was a laboratory experiment with 27 samples measuring 65x10x2.5mm. Pineapple leaves fiber were crushed into pulp and delignified to remove lignin and bleaching. Then dry it with an oven and grind with a ball-mill to obtain nanocellulose particles. Each sample was tested with a profilometer to determine the surface roughness value and the effects were analyzed using ANOVA test. Results: Based on the univariate test of the mean value and standard deviation of the surface roughness of HPA without the addition of nanocellulose 0,097±0,032 µm, with the addition of 1% nanocellulose 0,174±0,010 µm and with the addition of 1.5% nanocellulose 0,221±0,034 µm. The one-way Anova test obtained significant results with p=0.001 (p<0.05) and the LSD test with ilia p=0.001 (P<0.05). Conclusion: There was a difference in the surface roughness value of the HPA without and with the addition of 1% and 1.5% pineapple leaf fiber nanocellulose. The 1% concentration is the optimal concentration that can be added to HPA to produce mechanical strength but favorable surface roughness.
Pengaruh penambahan kitosan pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekasaran permukaan dan jumlah Candida albicans: studi eksperimental laboratoris Angelia, Veronica; Wahyuni, Siti; Ritonga, Saidah; Amesta, Venna Restuesa
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i3.47990

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas memiliki kekurangan pada sifat mekanis sehingga diperlukan bahan penguat yaitu kitosan. Kitosan dapat meningkatkan sifat-sifat RAPP yang berkaitan dengan kekasaran permukaan dan jumlah Candida albicans. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh penambahan kitosan 5, 6, 7, 8, dan 9% pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekasaran permukaan dan jumlah Candida albicans. Metode: Jenis  penelitian eksperimental laboratoris. Sampel berjumlah 42 berukuran 12 x 12 x 3 mm untuk kekasaran permukaan dan 30 sampel berukuran 10 x 10 x 1 mm untuk Candida albicans yang dibagi menjadi 6 kelompok (kontrol, 5, 6, 7, 8, dan 9%) kemudian dicampurkan dengan RAPP dan di curing untuk menghasilkan basis akrilik. Sampel dikontaminasi dengan Candida albicans kemudian dihitung  koloni yang melekat pada permukaan basis  dengan  colony counter. Hasil perhitungan kekasaran permukaan dianalisis dengan uji One-way ANOVA and LSD sedangkan jumlah Candida albicans diuji dengan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Nilai rerata kekasaran permukaan  kelompok kontrol sebesar 0,105±0,006; kitosan 5, 6, 7, 8, dan 9% sebesar 0,123±0,006; 0,137±0,005; 0,147±0,004; 0,158±0,005; 0,176±0,007 berturut-turut. Nilai rerata jumlah Candida albicans kelompok kontrol sebesar 250,60 ± 6,88; kitosan 5, 6, 7, 8, dan 9% sebesar 112,60 ± 4,78; 95,00 ± 2,00; 84,40 ± 3,29; 5,20 ± 1,64; 0,60 ± 0,90  berturut-turut dengan nilai p = 0,0001 (p<0,05). Simpulan: Penambahan kitosan 5% dapat dijadikan sebagai bahan penguat pada bahan basis gigi tiruan RAPP dengan nilai kekasaran permukaan tidak melebihi 0,2 μm sehingga dapat diterima secara klinis dan penggunaan kitosan 9% efektif mengurangi jumlah Candida albicans.Kata kunci: resin akrilik polimerisasi panas, bahan penguat, kitosan, kekasaran permukaan, candida albicans The effect of chitosan addition on polymethyl methacrylate denture base on surface roughness and against Candida albicans growth: a laboratory experiment studyABSTRAKIntroduction: Polymethyl methacrylate (PMMA) has deficiencies in mechanical properties, so a reinforcing agent, chitosan, is required. Chitosan can improve properties of PMMA. This experimental laboratory study was aimed to determine effects of 5, 6, 7, 8, and 9% chitosan addition on PMMA denture base on surface roughness and against Candida albicans growth. Methods: A total of 42 samples (12 x 12 x 3 mm) for surface roughness and 30 samples (10 x 10 x 1 mm) for Candida albicans were divided into 6 groups (control, 5, 6, 7, 8, and 9%). The chitosan was mixed with PMMA and cured to create acrylic plates. Samples were contaminated with Candida albicans and the remaining colonies were measured by colony counters. Surface roughness value were analyzed by One-way ANOVA and LSD meanwhile Candida albicans growth were analyzed by Kruskal-Wallis and Mann-Whitney. Results: The mean value of surface roughness on control group was 0.105 ± 0.006; 5, 6, 7, 8, and 9% was 0.123 ± 0.006; 0.137 ± 0.005; 0.147 ± 0.004; 0.158 ± 0.005; 0.176 ± 0.007. The mean value of the number of Candida albicans on control group was 250.60 ± 6.88; 5%, 6%,7%,8%,9% at 112.60 ± 4.78; 95.00 ± 2.00; 84.40 ± 3.29; 5.20 ± 1.64; 0.60 ± 0.90 with p value = 0.0001 (p<0.05). Conclusion: Addition of 5% chitosan can be used as reinforcement material of PMMA with surface roughness value not exceeding 0.2 μm so that it was clinically accepted. Addition of 9% chitosan was effective in reducing adherence of Candida albicans.Key wordheat polymerized acrylic resin, reinforcement, chitosan, surface roughness, candida albicans
Implementation of the PPG Leadership Project for Prospective Teachers at Pasundan University through the Green Bites Program: Educating about Healthy Menus Based on Local Vegetables Hafit Nuroswandi; Jaka Rukmana; Dahlia Fisher; Siti Wahyuni; Alya Karima; Salma Aulia Rahmatillah; Alsya Yulkha Putri; Bagas Hamdanirahman; Ajeng Zulfa Salsabila; Devi Tri Herlanda; Titis Dwi Nurhannisa
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): 2025 October Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.9551

Abstract

Low vegetable consumption and the lack of skills in processing local food into healthy meals are ongoing nutritional issues in various regions of Indonesia, including in Cibangkong Village, Bandung City. This activity aims to increase consumption and skills in processing local food into healthy meals by PKK mothers through training in processing local vegetables into Pakcoy Nori and vegetable nuggets. The activity methods include preparation, implementation, and analysis of results. The activity began with observation, training involving PPG Candidate Teacher students and the Faculty of Food Technology, Pasundan University as mentors, and practical training in making Pakcoy Nori and vegetable nuggets. The results of the activity showed improved skills of participants in processing and packaging healthy food products, increased nutritional awareness, and an interest in turning these products into business opportunities. This project concludes that training in appropriate local vegetable processing can be a strategic solution to address nutrition issues, build family food independence, and encourage a sustainable local economy.
PENDIDIKAN MASYARAKAT MENGENAI PENTINGNYA LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT DI DESA PATALAN Wahyuni, Siti; Maulidiyah, Nur Laila; Mala, Pingki Hidayatul; Wardatun, Putri Alfia; Prasetiya, Benny
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v3i1.930

Abstract

Caring for the environment is an effort to prevent damage to the natural environment. Environmental care is a personal initiative to preserve it without waiting for an environmental health program to be implemented by an organization. Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an effort to create a condition by opening communication channels, providing information, and education to help the community in Patalan Village address and improve health issues on their own. Adopting clean and healthy living behaviors can reduce health problems that often occur in the Patalan Village community. The research method used in this study is descriptive research with a qualitative approach, aiming to identify the importance of maintaining environmental cleanliness in the community. The researcher's efforts include individual visits to religious figures in Patalan Village, discussing how religion responds to a dirty and unhealthy environment. Keeping the environment clean requires not only the efforts of assigned personnel but also the awareness of the community and good cooperation in preserving a clean environment. Similarly, maintaining a healthy life, especially the Village Head, should pay more attention to the residents, and community awareness is also essential.
UNIVERSALISME VERSUS PARTIKULARISME DALAM KASUS PEMBUNUHAN PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT MELAYU JAMBI Wahyuni, Siti
Khairun Law Journal Volume 8 Issue 2, March 2025
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v8i2.8975

Abstract

Pada Kabupaten Batang Hari Jambi telah terjadi kasus tindak pidana pembunuhan yang diselesaikan melalui hukum adat terdapat dua kasus diselesaikan secara hukum adat penuh tanpa dilanjutkan pada proses hukum menurut SPP Indonesia dan tiga kasus diselesaikan secara hukum adat dengan dilanjutkan pada proses hukum menurut SPP Indonesia. Proses penyelesaian secara hukum adat akan mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat dan dapat mengembalikan keseimbangan dalam masyarakat yang telah terganggu karena terjadinya kejahatan. Ditinjau dari KUHP, penyelesaian kasus pidana pembunuhan tersebut tidak mungkin dilakukan melalui hukum adat karena bertentangan dengan ketentuan dalam KUHP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif dengan pendekatan Undang-Undang. Penelitian normatif ini sumber utama yang digunakan adalah data sekunder atau bahan Pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, Penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dikumpulkan dilakukan dengan metode analisis normatif kuantitatif. KUHP mengatur berbagai bentuk tindak pidana pembunuhan yaitu: Pembunuhan biasa (Pasal 338 KUHP) Pembunuhan yang Didahului Tindak Pidana Lain (Pasal 339 KUHP) Pembunuhan Berencana (Pasal 340 KUHP) Pembunuhan atas permintaan korban sendiri (Pasal 344 KUHP) Pengajuan dan Pertolongan pada Bunuh Diri (Pasal 345 KUHP). Adat melayu jambi adalah sistem pandangan hidup masyarakat jambi yang kokoh. Hukum adat melayu jambi adalah hukum adat yang berlandaskan Adat bersendi syara’, syara’ bersendikan kitabullah. Penyelesaian kasus melalui lembaga adat dengan maksud mencari penyelesaian secara win-win solution yaitu suatu bentuk penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak yang bersengketa karena tidak ada menang atau kalah, keduanya mempunyai kedudukan yang sama. Masyarakat lebih tunduk pada hukum adat setempat dimana mereka tinggal.
RESPON Vigna radiate L. TERHADAP VESIKULA ARBUSKULA MIKORIZA PADA BERBAGAI BENTUK SEDIAAN Akib, Muh. Akhsan; Siti Wahyuni; Syatrawati; Retno Prayudyaningsih; Syamsiar Zamzam
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.123

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L) tergolong salah satu komoditi yang resisten terhadap cekaman kekeringan. Meski demikian, kacang hijau juga memiliki periode kritis khususnya pada periode perkecambahan, menjelang berbunga dan pengisian polong. Peningkatan serapan air dan unsur hara di lahan kering dan kurang subur dapat dilakukan dengan mengaplikasikan agen hayati vesikula arbuskula mikoriza (VAM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan kacang hijau akibat VAM pada berbagai bentuk sediaan dan diharapkan dapat menjadi bahan informasi pada masyarakat mengenai pemanfaatan VAM dalam berbagai bentuk sediaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada ketinggian 37 m dpl dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu aplikasi VAM dalam bentuk sediaan tablet, shazet dan serbuk. Peubah yang diukur adalah panjang akar, volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sediaan VAM memberikan pengaruh positif terhadap peubah panjang akar, volume akar, tinggi tanaman dan berat kerig tanaman kacang hijau. Sehingga bentuk sediaan tablet dan sachet dapat direkomendasikan sebagai bentuk sediaan alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan kacang hijau di area pertanaman.
Dampak Anak yang menjadi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Wahyuni, Siti; Annista, Ranti; Sianipar, Sinta; Alghifari, Jerico Rizky
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang sering kali berdampak besar pada anak-anak. Artikel ini menyoroti dampak KDRT terhadap anak, baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman seorang anak korban KDRT di Palembang. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kekerasan fisik yang diterima dari ayahnya, diikuti dengan kekerasan psikis dari ibunya, menyebabkan trauma jangka panjang bagi korban. Dampaknya meliputi luka fisik, gangguan mental, dan masalah hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan KDRT serta memperdalam pemahaman tentang konsekuensi yang dialami oleh anak-anak korban kekerasan.
Penentuan Konstanta Wien Menggunakan Simulasi PhET Amalia, Safitri Nurul; Wahyuni, Siti
Lontar Physics Today Vol 2, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/lpt.v2i3.18067

Abstract

Radiasi benda hitam merupakan salah satu fenomena fisis dalam perkembangan awal fisika kuantum tentang sifat radiasi elektromagnetik.Konstanta Wien menjadi sebuah konstanta penting dalam fisika yang menghubungkan suhu dengan panjang gelombang puncak pada fenomena tersebut. Fenomena ini bersifat abstrak sehingga membutuhkan media simulasi untuk memahaminya. Salah satu simulasi yang dapat digunakan adalah PhET. Simulasi ini memungkinkan pembaca untuk secara interaktif menjelajahi konsep, memvisualisasikan spektrum radiasi benda hitam, dan mendapatkan panjang gelombang puncaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konstanta Wien menggunakan simulasi PhET. Diberikan simulasi dengan beberapa variasi suhu, kemudian dianalisis besar gradien yang menunjukkan nilai konstanta Wien. Diperoleh data hasil percobaan konstanta Wien yang mendekati teori yaitu sebesar2,654×10-3 mKdengan kesalahan relatif 1,8%.Kata kunci: radiasi benda hitam, simulasi PhET, konstanta Wien
Co-Authors Abrori, Abrori Adillah, Afif Aditya Marianti Agustiar, Riza Dwi Ahmad Joeffrey, Iffa Iessyahura Ahmad, Arief Rosyidan Ajeng Zulfa Salsabila Akbar Dafi Isworo Putra Al Hakim, M. Faris Aldan Nugraha Alghifari, Jerico Rizky Almasdi Syahza Alsya Yulkha Putri Alya Karima Amalia, Safitri Nurul Amanda, Belia Putri Amesta, Venna Restuesa Anggraeni, Milka Annista, Ranti Apriani, Chairunnisa Aprilia Naumi, Sandra Ari Wibowo, Prasetio Ariadi Santoso Arief Budhiman Aritonang, Halimatutsahdia AROFATUL HIDAYAH Asmaroni, Dedy Asrianda Asrianda Auliana, Amirah Najla Aulya, Stevy Puspa Bagas Hamdanirahman Baharuddin, Muhammad Rusli Bambang Eko Susilo Baskoro Wicaksono, Baskoro Basriannor, Agus Benny Prasetiya Br Sitepu, Elisha Angela Br Situmorang, Novidawati Budiawan, Raden Yusuf Sidiq Budirokhman , Dodi Budirokhman, Dodi Cahyo, Ismail Dwi Christiyanti Aprinastuti, Christiyanti Dahlia Fisher Dalimunthe, Juliana Darsono, Teguh Deden Defitasari, Wahyu Desnaranti, Laila Devi Tri Herlanda Dian Herdiana Dwi Resty Kartika Eddy Dahar Effendi, Bella Astria Elin Agni Nurul Qolbi Ellianawati, Ellianawati Endang Sujana Engol, Selviana Fajriani Ananda Faradisa, Irsya Faridha, Ghina Fathoni, Muhammad Arif Fathoni, Muhammad Nur Fitriyati, Devi Ghaziyah Rukhiyah Shofa Gunawan, Ayu Sabrina Gunawan, Elvira Tiara Gurum Ahmad Pauzi Hafit Nuroswandi Handayani, Santy Handi Burhanuddin Hapsari, Fadjriah Hapsari, Fadjriah Harry Agusnar Hasanah Fitria Hayatun Sabariah Helda Valentinadia Herawati, Mirna Hidayanti, Dina Ulfa Hidayat, Nandang Hidayat, Rais Hilmanul Hamdi Muhammad Ika Andryas Ika Septiana Indraswari, Anisa Wulan Iramdan, Iramdan Irawati Utami, Inayah Irnawati Irnawati Isa Akhlis Isrok’atun, Isrok’atun Isti Mulyawati Istifadah, Shovi Yatul jaka rukmana Jati, Utami Joko Saefan Jumarniati, Jumarniati Juniawaty, Rudeva Juriah, Siti Karimah, Zianatul Karmayanti Kartika Dwi Arisanti Khuzairi, Hafidz Al Kodasi, Cintya Lambang Subagiyo Lubis, Basyariah M, Magdalena M. Cholid Mawardi M. Fachri Adnan M. Rasya Anugrah Putra Rafa M. Rizky Ferdiansyah Mahfuddin, Muhammad Fiqhi Mala, Pingki Hidayatul Mamudah, Amelia Husnul Manurung, Lengsi Marbun, Romauli Anna marlia, rina Maulana Maulana, Maulana Maulana, Faith Miftah Maulidiyah, Nur Laila Mayashofa Rhoyachin Melga Syam, Anni'mah Agpabratasino Mirna Herawati Mubarak , Adham Muh. Akhsan Akib, Muh. Akhsan Muhammad Rafi Akmal Muhammad Zulkarnain Muhammd Iqbal Mulana Muqoyyanah Nainggolan, Hotdoriska Nainggolan, Rahel Stevani Nasution, Assajdah Nasution, Aulia Nadhira Rayendra Nava Prasetya Nawia, Femy Nazahah Ulin Nuha Niasari Silaen, Ayu Renta Noor Shodiq Askandar Novia Fadilah Akbar Nuni Widiarti Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nuriawati, Ellyta Nurisman, Husain Nurrokhmatulloh, Nurrokhmatulloh Parinduri, Anggi Isnani Prabowo, Hanggono Arie Pradana, Benny Prasetyo, Meilina Pratiwi, Fadilla Cikal puspitasari, feny Putra, Ferdy Pratama Putradavi, Muhammad Farhans Putri Aulia Azahra Putri, Novita Delima Putut Marwoto Rafi, Mohamad Afifuddin Rafly, Muhammad Rahayu, Susi Afrianti Rahayu, Winarni Rahim Nasution, Filza Annisa Rahma, Amalia Nur Rakhmawati Rakhmawati Ravichanthiran, Jeewena Restu Ayu Eka Pustika Dewi Retno Prayudyaningsih Rifa Alfiatu Rohmatin Rifky Rangga Arnawa Rini, Nur Widya Riski Nurfadillah Ritonga, Saidah Riyono, Bado Rodhiyah, Afsika Rofi'ah, Siti Hidayatur Rofingah, Dwi Kurniati Salma Aulia Rahmatillah Sari, Dian Wulan Sari, Virgania satria wiguna Selawati, Selawati Setiyanda, Karista Gadis Shauti, Fadhil Ramadhan Sianipar, Sinta Sihombing, Yanna Sihombing, Yanna Rotua Simorangkir, Zefanya Cornelia Sinambela, Pretty Novia Sinta Febriyanti Situmorang, Novidawati Br Sri Sukaesih Suarman Suarman Suci Wulandari Suhada, Hadisfied Rama Suhendra Suhendra Sujacka Retno Sulhadi Sulis Setiawati Syaifullah Syamsiar Zamzam Syatrawati Tamin, Haslinda Z Tarigan, Slamat Tarsis, Joanna Tania Teguh Sarwo Aji Titis Dwi Nurhannisa Tri Diana Trida Ridho Fariz Umi Trisnaningsih Veronica Angelia W Warsito Wachdijono Wachdijono Wachdijono, Wachdijono Wahyu Hardyanto Wahyuningsih, Diana Arin Wardatun, Putri Alfia Wijaya Wijaya Wildani, Andi Amalia Winarni Rahayu Wiyandika, Reza Yuanita, Dianis Izzatul Zaenal Arifin Zakia Adillah, Arwa Ghina Zeinora Zeinora, Zeinora Zidni Ilman, Nida Rezkia