p-Index From 2021 - 2026
9.962
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KAJIAN SASTRA LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHAS Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mimbar Ilmu JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Jurnal Sains Sosio Humaniora Journal on Education Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Bahasa Indonesia Prima Thinking Skills and Creativity Journal Dialectical Literature and Education Journal Elsya : Journal of English Language Studies MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Darma Agung Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JOLLT Journal of Languages and Language Teaching International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Journal La Sociale Britain International for Linguistics, Arts and Education Journal (BIoLAE Journal) Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Register : Journal of English Language Teaching and Learning of FBS UNIMED Joal : Journal of Applied Linguistics Kode : Jurnal Bahasa Indonesian Journal of EFL and Linguistics East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) SIGEH ELT : Journal of Literature and Linguistics LINGUISTIK TERAPAN Kajian Linguistik dan Sastra LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Proceeding International Conference on Malay Identity Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Studies in English Language and Education Innovative: Journal Of Social Science Research Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah LINGTERSA: Jurnal Linguistik, Terjemahan, Sastra IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris JALC : Journal of Applied Linguistics and Studies of Cultural Radiant : Journal of Applied, Social, and Education Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Kode : Jurnal Bahasa

PERILAKU BENTUK NIRVERBAL GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KUTALIMBARU KABUPATEN DELISERDANG : KAJIAN MULTIMODAL. Elsa Prangin-angin; Tengku Silvana Sinar; Tengku Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.262 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16933

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku bentuk nirverbal guru dalam kegiatan pembelajaran. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Teori yang digunakan adalah Multimodal oleh Kress dan Leeuwen. Objek penelitian ini adalah guru  yang mengampu mata pelajaran Kimia. Dalam pengumpulan data digunakan data nirverbal berupa gambar, dibantu dengan teknik rekam, dengan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan guru di SMA N 1 Kutalimbaru ada tiga, yaitu  bentuk fasial, postural, gestural. Berdasarkan data yang telah dianalisis, diketahui bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang adalah bentuk fasial, gestural dan postural dan diketahui bahwa penggunaan komunikasi nirverbal sangat rendah dibandingkan penggunaan komunikasi verbal, yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi bahan ajar oleh guru, sehingga kegiatan pembelajaran berkesan kaku, dan membosankan. Katakunci : multimodal, gestur, guru, pembelajaranPenelitian ini membahas tentang perilaku bentuk nirverbal guru dalam kegiatan pembelajaran. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Teori yang digunakan adalah Multimodal oleh Kress dan Leeuwen. Objek penelitian ini adalah guru  yang mengampu mata pelajaran Kimia. Dalam pengumpulan data digunakan data nirverbal berupa gambar, dibantu dengan teknik rekam, dengan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan guru di SMA N 1 Kutalimbaru ada tiga, yaitu  bentuk fasial, postural, gestural. Berdasarkan data yang telah dianalisis, diketahui bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang adalah bentuk fasial, gestural dan postural dan diketahui bahwa penggunaan komunikasi nirverbal sangat rendah dibandingkan penggunaan komunikasi verbal, yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi bahan ajar oleh guru, sehingga kegiatan pembelajaran berkesan kaku, dan membosankan. Katakunci : multimodal, gestur, guru, pembelajaran
ANALISIS STRUKTUR MIKRO PADA PADA NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY : KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK Wahyu Ningsih; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.906 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18372

Abstract

Habiburahman El Shirazy memberikan gambaran atas situasi sosial yang mempresentasikan ideologi kebudayaan bangsa dan agamanya melalui sebuah novel. Adapun penelitian ini  bertujuan untuk struktur mikro yang terdapat pada novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis van Dijk. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian analisis isi. Data pada penelitian ini adalah novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat dokumen. Setelah data terkumpul, kemudian data dianalisis dengan  menggunakan model interaktif Miles, Hubberman dan Saldana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada level struktur mikro, Habiburahman El Shirazy, menyelipkan ideologi melalui pilihan- pilihan kata untuk menyampaikan pesan-pesan Islami.  Kata Kunci : Ayat-Ayat Cinta 2, Struktur Mikro. Analisis Wacana Kritis
Semiotika Meme Jawa pada Akun Instagram Dubbing Jawa Official Pradina Utami Tarigan; Eddy Setia; Tengku Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.054 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16942

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tanda pada meme dalam akun Instagram Dubbing Jawa Official. Akun ini menampilkan meme game online (permainan daring) khususnya PUBG dalam bahasa Jawa. Teori Pierce digunakan untuk menganalisis tanda meme yang memfokuskan pada komponen objek. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data terdiri non verbal berupa potongan gambar pada video dan teks verbal yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep Miles, Huberman dan Saldana (2014; 31-33) yaitu model analisis interaktif yang mengklasifikasi analisis data dalam tiga langkah : (i) kondensasi data, yaitu suatu proses memilih, menyederhanakan, mengabstrakan, dan atau mentransformasi data; (ii) penyajian data, yaitu sebuah pengorganisasian, pernyatuan dari informasi yang memungkinkan penyimpulan aksi; dan (iii) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ikon, dan indeks sebagai penanda visual dapat menggambarkan dasar pesan yang ingin disambaikan oleh kreator. Selanjutnya simbol berupa perpaduan penanda visual dan verbal untuk menangkap ketiga pesan video meme tersebut. Video meme yang dibuat merupakan kritik sosial terhadap dampak negatif permainan PUBG terhadap hubungan sosial di masyarakat, yaitu hubungan asmara, hubungan dalam berumah tangga, serta hubungan antara orang tua dan anak. Hubungan secara umum jika dikaitkan dengan kebudayaan Jawa permainan tersebut berakibat pengirisan nilai-nilai kesopanan serta aturan dalam membangun sebuah hubungan di masyarakat Jawa. Kata kunci : Ikon, Indeks, simbol, meme, game online
INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA NEGERI 1 MEDAN PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS van Dijk (1993) Ariani br Perangin-angin; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.606 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18429

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk atau pola interaksi guru dan siswa pada level struktur mikro, struktur makro dan superstruktur, serta menganalisis konteks sosial yang merealisasikan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Medan. Data dalam penelitian ini adalah teks berupa unit linguistik dalam bentuk kata, frasa, klausa dan kalimat yang diperoleh dari ujaran guru yang telah di transkripsikan oleh peneliti dengan menggunakan teknik catat. peneliti menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk atau pola interaksi guru dan siswa pada level struktur mikro bahwa kelas kata yang paling sering digunakan oleh guru di SMA Negeri 1 Kota Medan adalah kelas kata nomina yang muncul sebanyak 38 %. Pada level struktur makro dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Medan terdiri dari 7 topik, yaitu (1) greetings (salam pembuka), (2) absensi (3) mengulang pelajaran minggu lalu (4) melanjutkan pelajaran yang baru (5) Analisis topik Presentasi (6) motivasi (7) menyimpulkan materi. Sebagai referensi tambahan dan pembelajaran dalam proses peningkatan kualitas seorang guru atau pun calon guru sebagai pengajar yaitu dengan memperhatikan bagaimana interaksi yang baik dalam mengajar di dalam kelas yang dapat menciptakan suasana kondusif dan terjadinya kerja sama yang baik antara guru dengan siswa. Kata Kunci : Interaksi guru dan siswa, Analisis Wacana Kritis
TAHAPAN FANIKA ERA-ERA MBÖWO PADA UPACARA FALÖWA NIAS SELATAN : ANALISIS WACANA KRITIS Dina Mariana; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.296 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16932

Abstract

Penelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana Kritis
Co-Authors Abdurahman Adisaputera Adilla Alatas Abus, Nurul Afdal, Taufik Agung Yadira Alatas Abus, Abiyulail Alemina Alemina Alemina Br. Perangin-Angin Amalia Amalia Amrin Saragih Amrin Saragih Amrin Saragih Amzelina Risty Br. Lubis, Aliffa Anni Alvionita Simanjuntak Ariani br Perangin-angin Arina Putri Arini Prishandani Arnie Putri Rachmadhani Artika, Mutiara Romi Asnani Asnani Aulia Ukhtin Bacas, Chintami Angelica Balqis Azwar Lubis Br. Perangin-angin, Alemina Busmin . Gurning Damanik, Vivi Heryanti Daulay, Olga Adelia Delfi Nazilah Lubis Deliana, Deliana Desri Maria Sumbayak Dian Heriani Dian Rizma Dina Mariana Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Eddy Setia Eddy Setia Eddy Setia Eka Yanualifa Telomensi Sitepu Elsa Prangin-angin Erikson Saragih Fathira Lubis, Nazmi Fhadilah Fitri Aviandasari Fila Alfia Fransisca, Amanda Frida, Karunia Devy Ginting, Riza Fahlevi Grace Widya Panggabean Gustianingsih Hanafiah, Ridwan Harefa, Yulianus Hariadi Susilo Helti Margaretha Tarigan Heriani, Dian Hia, Nadia Virdhani Hidayati Hidayati Husni Az-Zhahir Ibrahim Syah H.M. Simbolon Ihsan Tanama Sitio Indira Ginanti Irawati Bangun Istiqomah , Istiqomah Izhar Maulana, Alif Janinta Ginting Januarii, Erna Jayanti Kaonedy, Jesselyn Kemas, Wulandari Putri Khairun Nisa Laila, Atika Lekson, Mutiara Alda Lenni Herawati Sirait Lisna Rifkadiana S Lubis, Masdiana LUBIS, TASNIM Lubis, Tasnim Lydia Permata Sari M. Manugeren, M. Ma, Cynthia Maharani, Puan Mahriyuni Manalu, Lidya Arella Chaterina Manugeren, M Margaret, Carissa Maria Klara Timorina Situmorang Masdiana Lubis Masdiana Lubis Mauly Purba, Mauly Mega Uli Arta Silitonga Mia Fiona Simanjorang Mia Rizana Miftahur Ridha Mitha Arfiana Monika Sales Sitompul Muhammad Kiki Wardana Muhammad Yusuf Mulyadi Mulyadi Muthi'ah, Nadhirah mutiara mutiara Naila, Aisya Naifa Nakhwa Nabilla Atmaja Naomi Sephania br. Sirait Nasution, Diantry Binarwaty Habibie Nazwa Mustika Nikita Tantira Ningrum, Dwi Kurnia Surya Nur Lela Nurainun Ainun Nurazizah Yova Ekaputri Nurhaliza Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurwijayanti Pardi Pardi, Pardi Pardosi, Yehezkiel Parinduri, Afrahul Fadhillah Pradina Utami Tarigan Pratiwy, Devi Priyatama, Muhammad Rangga Purba, Thesia Aprianti PUTRI, DIAN MARISHA Putry Amelia Rachmad Fadillah Maha Rachmadhani, Arnie Putri Rahimah Rahimah Rahmah Fithriani Rangkuti, Rahmadsyah Raysa Purba Ricky Drimarcha Barus Ricky Drimarcha Barus Rini Prismayanti Ririn Fitri Suryani Ritonga, Siti Khairani Riza Fahlevi Ginting Rizana, Mia Robert Sibarani, Robert Rusdi Noor Rosa Rusdi Noor Rosa Saragih, Frans Dhaniko Cristian Sastia, May Sembiring, Teresia Anjelina septiana wahyuningsih Siahaan, Rachel Pratiwi Sihombing, Indah Andriyani Simangunsong, Reka Simorangkir, Nico Sahpudan Simorangkir, Raslima Sinaga, Lara Desma Sinambela, Stivani Ismawira Sinar, Silvana Sinar, T Silvana Sinar, T. Silvana Sipapaga, Desima Siregar, Jumaini Sofilla, Devi Sofyan, Rudy Soraya Tsamara Zahra Sri Minda Murni Sri Minda Murni Suhadi, Muhammad Fatih Suriyani, Siti Syahputra, Fikry Prastya Syahron Lubis Syahron Lubis Syahron Lubis T Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar, T. Silvana Tamba, Elizabeth Rusida Yosephine Tambunan, Friska Tarigan, Bahagia Tarigan, Desmery Natalia Tarigan, Helti Margaretha Tengku Silvana Sinar Theofani Leonita Siagian Ulfa, Maryam Venice Wijaya Vivi Heryanti Damanik Wahyu Ningsih Wahyu Ningsih Wardana, Muhammad Kiki Kiki Wina Avrillia Handyanto Wulandari, Vanny Yuni Syafria Br Hasibuan Yuni Wulandari Zulfan Zulfan