p-Index From 2021 - 2026
9.962
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KAJIAN SASTRA LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHAS Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mimbar Ilmu JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Jurnal Sains Sosio Humaniora Journal on Education Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Bahasa Indonesia Prima Thinking Skills and Creativity Journal Dialectical Literature and Education Journal Elsya : Journal of English Language Studies MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Darma Agung Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JOLLT Journal of Languages and Language Teaching International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Journal La Sociale Britain International for Linguistics, Arts and Education Journal (BIoLAE Journal) Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Register : Journal of English Language Teaching and Learning of FBS UNIMED Joal : Journal of Applied Linguistics Kode : Jurnal Bahasa Indonesian Journal of EFL and Linguistics East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) SIGEH ELT : Journal of Literature and Linguistics LINGUISTIK TERAPAN Kajian Linguistik dan Sastra LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Proceeding International Conference on Malay Identity Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Studies in English Language and Education Innovative: Journal Of Social Science Research Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah LINGTERSA: Jurnal Linguistik, Terjemahan, Sastra IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris JALC : Journal of Applied Linguistics and Studies of Cultural Radiant : Journal of Applied, Social, and Education Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

VISUAL AND VERBAL IN LINE MESSENGER APPLICATION: A SEMIOTIC STUDY Venice Wijaya; Tengku Thyrhaya Zein
JOALL (Journal of Applied Linguistics and Literature) Vol 5, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joall.v5i2.10268

Abstract

Nowadays, the usage of stickers especially in LINE Messenger is very popular, especially among teenagers. In spite of that, misunderstanding is still happen often. The reasons for choosing LINE stickers are that they are full-sized and expressive so many users can face a misunderstanding while using it. Also LINE provides a wide range of kind of stickers, and that it is very important for users to understand the meaning of each sticker to avoid misunderstanding. This study aims to identify the elements of visual and verbal signs contained in LINE messenger. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data used in this study is 20 visual (stickers) and verbal (texts), in which sticker is the main data meanwhile text is used as supporting data. The source of the data in this study is LINE Messenger. The data was then analyzed by using semiotic theory with a trichotomy model proposed by Charles Sanders Peirce. The results of the analysis show that every sticker contains qualisign aspects such as colors, gestures, etc., but not every meaning contain in the sticker is affected by their quality. It is also shown that every sticker is replica, but it still refers to the law. Every sticker must also share at least one similar characteristic or icon with the object they represents and the sticker used must base on the topic which occurred. The symbol is in the form of key word which makes it easier for the user to choose the sticker variations. Rheme and dicent show that meaning can be derived from the elements contain in the stickers. The differences are rheme contain qualisign and icon, meanwhile dicent only contain secondness aspects. Argument shows that meaning can be derived from hypotheses, standards in society, or even the sign itself. Keywords: LINE messenger, Sign, Visual, Sticker
Interpersonal Meaning In Donald Trump’s Speech In Response To Coronavirus Pandemic Vivi Heryanti Damanik; T. Thyrhaya Zein; Nurlela Nurlela
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v4i2.11536

Abstract

This research is to examine the use of Mood and Speech Function in Donald Trump's speech in response coronavirus pandemic. The rise of the coronavirus pandemic that occurred in almost all parts of the world in December 2019 - 2020 which has not yet ended, made America the largest country affected by the coronavirus pandemic after Italy. This thing has made Donald Trump speaking out in an effort to stop the spread of the coronavirus in America. The analysis of this research based on Eggins (2004:14) which includes Realization of Speech Function in mood system. This paper concerns on the analysis of Mood and Speech Function in Donald Trump’s speech in response coronavirus pandemic. This uses descriptive research method, in which the data are described systematically to get an accurate and factual result. The data used in this study are the clauses containing of grammatical mood and speech function used by Donald Trump’s speech. The finding describes that as a president want to give his response to the spread of this global pandemic. Where the response is in the form of information and opinions carried out in preventing the spread of the coronavirus pandemic to the citizens of America. It also to analyze how the mood and speech function realized in Donald Trump’s speech.
PERILAKU BENTUK NIRVERBAL GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KUTALIMBARU KABUPATEN DELISERDANG : KAJIAN MULTIMODAL. Elsa Prangin-angin; Tengku Silvana Sinar; Tengku Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.262 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16933

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku bentuk nirverbal guru dalam kegiatan pembelajaran. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Teori yang digunakan adalah Multimodal oleh Kress dan Leeuwen. Objek penelitian ini adalah guru  yang mengampu mata pelajaran Kimia. Dalam pengumpulan data digunakan data nirverbal berupa gambar, dibantu dengan teknik rekam, dengan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan guru di SMA N 1 Kutalimbaru ada tiga, yaitu  bentuk fasial, postural, gestural. Berdasarkan data yang telah dianalisis, diketahui bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang adalah bentuk fasial, gestural dan postural dan diketahui bahwa penggunaan komunikasi nirverbal sangat rendah dibandingkan penggunaan komunikasi verbal, yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi bahan ajar oleh guru, sehingga kegiatan pembelajaran berkesan kaku, dan membosankan. Katakunci : multimodal, gestur, guru, pembelajaranPenelitian ini membahas tentang perilaku bentuk nirverbal guru dalam kegiatan pembelajaran. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Teori yang digunakan adalah Multimodal oleh Kress dan Leeuwen. Objek penelitian ini adalah guru  yang mengampu mata pelajaran Kimia. Dalam pengumpulan data digunakan data nirverbal berupa gambar, dibantu dengan teknik rekam, dengan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan guru di SMA N 1 Kutalimbaru ada tiga, yaitu  bentuk fasial, postural, gestural. Berdasarkan data yang telah dianalisis, diketahui bahwa perilaku bentuk nirverbal yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang adalah bentuk fasial, gestural dan postural dan diketahui bahwa penggunaan komunikasi nirverbal sangat rendah dibandingkan penggunaan komunikasi verbal, yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi bahan ajar oleh guru, sehingga kegiatan pembelajaran berkesan kaku, dan membosankan. Katakunci : multimodal, gestur, guru, pembelajaran
ANALISIS STRUKTUR MIKRO PADA PADA NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY : KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK Wahyu Ningsih; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.906 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18372

Abstract

Habiburahman El Shirazy memberikan gambaran atas situasi sosial yang mempresentasikan ideologi kebudayaan bangsa dan agamanya melalui sebuah novel. Adapun penelitian ini  bertujuan untuk struktur mikro yang terdapat pada novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis van Dijk. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian analisis isi. Data pada penelitian ini adalah novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat dokumen. Setelah data terkumpul, kemudian data dianalisis dengan  menggunakan model interaktif Miles, Hubberman dan Saldana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada level struktur mikro, Habiburahman El Shirazy, menyelipkan ideologi melalui pilihan- pilihan kata untuk menyampaikan pesan-pesan Islami.  Kata Kunci : Ayat-Ayat Cinta 2, Struktur Mikro. Analisis Wacana Kritis
Semiotika Meme Jawa pada Akun Instagram Dubbing Jawa Official Pradina Utami Tarigan; Eddy Setia; Tengku Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.054 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16942

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tanda pada meme dalam akun Instagram Dubbing Jawa Official. Akun ini menampilkan meme game online (permainan daring) khususnya PUBG dalam bahasa Jawa. Teori Pierce digunakan untuk menganalisis tanda meme yang memfokuskan pada komponen objek. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data terdiri non verbal berupa potongan gambar pada video dan teks verbal yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep Miles, Huberman dan Saldana (2014; 31-33) yaitu model analisis interaktif yang mengklasifikasi analisis data dalam tiga langkah : (i) kondensasi data, yaitu suatu proses memilih, menyederhanakan, mengabstrakan, dan atau mentransformasi data; (ii) penyajian data, yaitu sebuah pengorganisasian, pernyatuan dari informasi yang memungkinkan penyimpulan aksi; dan (iii) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ikon, dan indeks sebagai penanda visual dapat menggambarkan dasar pesan yang ingin disambaikan oleh kreator. Selanjutnya simbol berupa perpaduan penanda visual dan verbal untuk menangkap ketiga pesan video meme tersebut. Video meme yang dibuat merupakan kritik sosial terhadap dampak negatif permainan PUBG terhadap hubungan sosial di masyarakat, yaitu hubungan asmara, hubungan dalam berumah tangga, serta hubungan antara orang tua dan anak. Hubungan secara umum jika dikaitkan dengan kebudayaan Jawa permainan tersebut berakibat pengirisan nilai-nilai kesopanan serta aturan dalam membangun sebuah hubungan di masyarakat Jawa. Kata kunci : Ikon, Indeks, simbol, meme, game online
INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA NEGERI 1 MEDAN PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS van Dijk (1993) Ariani br Perangin-angin; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.606 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18429

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk atau pola interaksi guru dan siswa pada level struktur mikro, struktur makro dan superstruktur, serta menganalisis konteks sosial yang merealisasikan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Medan. Data dalam penelitian ini adalah teks berupa unit linguistik dalam bentuk kata, frasa, klausa dan kalimat yang diperoleh dari ujaran guru yang telah di transkripsikan oleh peneliti dengan menggunakan teknik catat. peneliti menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk atau pola interaksi guru dan siswa pada level struktur mikro bahwa kelas kata yang paling sering digunakan oleh guru di SMA Negeri 1 Kota Medan adalah kelas kata nomina yang muncul sebanyak 38 %. Pada level struktur makro dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Medan terdiri dari 7 topik, yaitu (1) greetings (salam pembuka), (2) absensi (3) mengulang pelajaran minggu lalu (4) melanjutkan pelajaran yang baru (5) Analisis topik Presentasi (6) motivasi (7) menyimpulkan materi. Sebagai referensi tambahan dan pembelajaran dalam proses peningkatan kualitas seorang guru atau pun calon guru sebagai pengajar yaitu dengan memperhatikan bagaimana interaksi yang baik dalam mengajar di dalam kelas yang dapat menciptakan suasana kondusif dan terjadinya kerja sama yang baik antara guru dengan siswa. Kata Kunci : Interaksi guru dan siswa, Analisis Wacana Kritis
TAHAPAN FANIKA ERA-ERA MBÖWO PADA UPACARA FALÖWA NIAS SELATAN : ANALISIS WACANA KRITIS Dina Mariana; T. Silvana Sinar; T. Thyrhaya Zein
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.296 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16932

Abstract

Penelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana KritisPenelitian ini menganalisis salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Tahapan ini merupakan rangkaian prosesi adat yang berisikan 4 hal penting, yaitu Ngaỡtỡ (silsilah), Bỡrỡta Mbỡwỡ (mahar), Oroisa Mene-mene (nasehat) dan howu-howu (berkat). Peneliti menggunakan teori Analisis Wacana Kritis sebagai pisau analisis dalam menguraikan upacara Falöwa Nias Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses tahapan penting dalam pelaksanaan Falöwa Nias Selatan, yaitu tahapan fanika era-era mböwo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teks  Falöwa  Nias Selatan yang telah ditranskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada saat Ngaỡtỡ berlangsung, maka kedua belah pihak yang berkepentingan dalam prosesi adat akan memberitahukan tentang silsilah marga kedua mempelai dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengetahui hubungan kekeluargaan, 2) pada saat Bỡrỡta Mbỡwỡ ada hal unik yang dilakukan yaitu pembahasan tentang mahar  dan jabatan dalam adat, 3) pada tahap Oroisa Mene-mene (nasehat) menunjukkan semua keluh kesah kedua orangtua selama bersama dengan anaknya dan diakhiri dengan pemberian nasehat dan 4) howu-howu (berkat) adalah tahapan akhir yaitu pemberian berkat berupa harapan oleh orangtua mempelai perempuan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Falöwa Nias Selatan mengandung kekayaan budaya yang harus terus di lestarikan. Kata kunci : Upacara Falöwa  Nias Selatan, Fanika era-era mböwo, Analisis Wacana Kritis
Multimodal Analysis in Covid-19 Advertisement of Indonesia and Arabic Version Nazwa Mustika; T. Thyrhaya Zein; Rahimah Rahimah
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5474

Abstract

The COVID-19 advertisement made by the Indonesian and Arab governments on the official website of the Ministry of Health's online media is a Public Service Advertisement (ILM) which aims to educate the public in dealing with this pandemic. This research will discuss the verbal and visual texts contained in the Indonesian version of the COVID-19 advertisement using a functional systemic linguistic approach (Halliday, 1985) and (Kress & Leeuwen, 2006) multimodal analysis model. The purpose of this research is to see how to construct and interpret meaning. discourse with words and images of COVID-19 in Indonesia and Arabic and how the images and words in the discourse are linked how the images and words in the discourse are linked. The method used is a descriptive qualitative method. The results obtained in this study is an ideational function consisting of material processes, mental processes, relational processes, behavioral processes, verbal processes and physical processes.
The Analysis Schematic Structure of Research Article from Journal Indexed by Sinta Agung Yadira; T. Thyrhaya Zein; Eddy Setia
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i5.572

Abstract

This study analyzes the schematic structure of Sinta's indexed research articles. The object of this research is in the form of fifteen indexed research articles of Sinta ranked 1 and 2. The schematic structure of this research article is then analyzed using SLF theory because this study is a study of the SFL genre. The researcher integrates the concept of Huang & Chen (2018). In conducting data analysis, this study adapted the interactive model of Miles, Huberman & Saldana (2014). It was found in this study that there are two structures in the research article, namely the mandatory structure and the optional structure. There are three mandatory structures, namely Reporting Findings (RF), Interpreting Findings (IF), and Literature Compare (LC), while Accounting Findings (AF) is not a mandatory phase. The rest are optional, namely; Explanation of Context (CE), Order of Presentation (SP), Restatement Analysis Procedure (RAP), Summarizing Findings (SF), Evaluation of Findings (EF), Recommending Further Research (RFS), Providing Pedagogical Implications (PI), Providing Pedagogical Implications (ISA). The analysis yielded (RAP)^(SF)^(CE)^(SP)^[[RF.IF]n.LC]^(AF)^(EF)^(RFS)^(PI)^(ISA).
The Incomplete Linguistic Features and Schematic Structure in EFL University Students’ Narrative Texts Tengku Thyrhaya Zein; T. Silvana Sinar; Nurlela Nurlela; Muhammad Yusuf
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1 March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.929 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v4i1.675

Abstract

This study attempts to investigate the incomplete linguistic features and schematic structure in university students’ narrative text. Qualitative content analysis method was utilized as the research design. The instrument of the research is the writing sheet. The data were taken from a narrative text written by 34 university students of second-year English education study program under the theme of folktales from North Sumatera. The data were analyzed by using the transitivity system to identify linguistic features in narrative text. The findings present that there are 4 different titles of folktales found in the data. From the data, it was commonly found that there is an incomplete part of the schematic structure of narrative text written by students namely complication, evaluation, resolution, and coda. In terms of linguistic features, it is discovered that most of the students have difficulties in differing the tense used covering the use of regular and irregular verbs, and the absence of dialogue. Then, the conclusion can be drawn that the incomplete schematic structure and linguistic features exist in university students’ narrative text. It is also suggested that students keep practicing to write and lecturers should devote higher attention in teaching this genre so that it is able to be comprehended and properly produced by students.
Co-Authors Abdurahman Adisaputera Adilla Alatas Abus, Nurul Afdal, Taufik Agung Yadira Alatas Abus, Abiyulail Alemina Alemina Alemina Br. Perangin-Angin Amalia Amalia Amrin Saragih Amrin Saragih Amrin Saragih Amzelina Risty Br. Lubis, Aliffa Anni Alvionita Simanjuntak Ariani br Perangin-angin Arina Putri Arini Prishandani Arnie Putri Rachmadhani Artika, Mutiara Romi Asnani Asnani Aulia Ukhtin Bacas, Chintami Angelica Balqis Azwar Lubis Br. Perangin-angin, Alemina Busmin . Gurning Damanik, Vivi Heryanti Daulay, Olga Adelia Delfi Nazilah Lubis Deliana, Deliana Desri Maria Sumbayak Dian Heriani Dian Rizma Dina Mariana Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Eddy Setia Eddy Setia Eddy Setia Eka Yanualifa Telomensi Sitepu Elsa Prangin-angin Erikson Saragih Fathira Lubis, Nazmi Fhadilah Fitri Aviandasari Fila Alfia Fransisca, Amanda Frida, Karunia Devy Ginting, Riza Fahlevi Grace Widya Panggabean Gustianingsih Hanafiah, Ridwan Harefa, Yulianus Hariadi Susilo Helti Margaretha Tarigan Heriani, Dian Hia, Nadia Virdhani Hidayati Hidayati Husni Az-Zhahir Ibrahim Syah H.M. Simbolon Ihsan Tanama Sitio Indira Ginanti Irawati Bangun Istiqomah , Istiqomah Izhar Maulana, Alif Janinta Ginting Januarii, Erna Jayanti Kaonedy, Jesselyn Kemas, Wulandari Putri Khairun Nisa Laila, Atika Lekson, Mutiara Alda Lenni Herawati Sirait Lisna Rifkadiana S Lubis, Masdiana LUBIS, TASNIM Lubis, Tasnim Lydia Permata Sari M. Manugeren, M. Ma, Cynthia Maharani, Puan Mahriyuni Manalu, Lidya Arella Chaterina Manugeren, M Margaret, Carissa Maria Klara Timorina Situmorang Masdiana Lubis Masdiana Lubis Mauly Purba, Mauly Mega Uli Arta Silitonga Mia Fiona Simanjorang Mia Rizana Miftahur Ridha Mitha Arfiana Monika Sales Sitompul Muhammad Kiki Wardana Muhammad Yusuf Mulyadi Mulyadi Muthi'ah, Nadhirah mutiara mutiara Naila, Aisya Naifa Nakhwa Nabilla Atmaja Naomi Sephania br. Sirait Nasution, Diantry Binarwaty Habibie Nazwa Mustika Nikita Tantira Ningrum, Dwi Kurnia Surya Nur Lela Nurainun Ainun Nurazizah Yova Ekaputri Nurhaliza Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurwijayanti Pardi Pardi, Pardi Pardosi, Yehezkiel Parinduri, Afrahul Fadhillah Pradina Utami Tarigan Pratiwy, Devi Priyatama, Muhammad Rangga Purba, Thesia Aprianti PUTRI, DIAN MARISHA Putry Amelia Rachmad Fadillah Maha Rachmadhani, Arnie Putri Rahimah Rahimah Rahmah Fithriani Rangkuti, Rahmadsyah Raysa Purba Ricky Drimarcha Barus Ricky Drimarcha Barus Rini Prismayanti Ririn Fitri Suryani Ritonga, Siti Khairani Riza Fahlevi Ginting Rizana, Mia Robert Sibarani, Robert Rusdi Noor Rosa Rusdi Noor Rosa Saragih, Frans Dhaniko Cristian Sastia, May Sembiring, Teresia Anjelina septiana wahyuningsih Siahaan, Rachel Pratiwi Sihombing, Indah Andriyani Simangunsong, Reka Simorangkir, Nico Sahpudan Simorangkir, Raslima Sinaga, Lara Desma Sinambela, Stivani Ismawira Sinar, Silvana Sinar, T Silvana Sinar, T. Silvana Sipapaga, Desima Siregar, Jumaini Sofilla, Devi Sofyan, Rudy Soraya Tsamara Zahra Sri Minda Murni Sri Minda Murni Suhadi, Muhammad Fatih Suriyani, Siti Syahputra, Fikry Prastya Syahron Lubis Syahron Lubis Syahron Lubis T Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar T. Silvana Sinar, T. Silvana Tamba, Elizabeth Rusida Yosephine Tambunan, Friska Tarigan, Bahagia Tarigan, Desmery Natalia Tarigan, Helti Margaretha Tengku Silvana Sinar Theofani Leonita Siagian Ulfa, Maryam Venice Wijaya Vivi Heryanti Damanik Wahyu Ningsih Wahyu Ningsih Wardana, Muhammad Kiki Kiki Wina Avrillia Handyanto Wulandari, Vanny Yuni Syafria Br Hasibuan Yuni Wulandari Zulfan Zulfan