Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teh Hijau Terhadap Kadar Gula Darah dan MDA Serum Mencit Diabetes Rizka Karima Husfa; Erlina Rustam; Hasmiwati Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.728 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.24

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia yang jika terjadi secara terus-menerus akan menghasilkan radikal bebas berlebihan yang berperan dalam komplikasi diabetes. Teh hijau memiliki banyak kandungan katekin yang berperan sebagai antihiperglikemik dan antioksidan untuk mencegah komplikasi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau terhadap kadar gula darah dan MDA serum mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan true experimental dengan randomized post-test control group design. Sampel terdiri dari 35 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Kelompok K- adalah kelompok normal yang hanya diberikan diet standar, kelompok K+ diinduksi aloksan saja, kelompok P1, P2, dan P3 diinduksi aloksan dan diberi infusa teh hijau 1%, 2%, dan 4% selama 15 hari. Rata-rata kadar gula darah kelompok K-, K+, P1, P2, dan P3 adalah 73,14 mg/dl, 210 mg/dl, 164,57 mg/dl, 152,57 mg/dl, dan 135,83 mg/dl. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok P1, P2, dan P3 dengan kelompok K+ dengan nilai p=0,001. Rata-rata kadar MDA serum kelompok K-, K+, P1, P2, dan P3 adalah 2,54 nmol/mg, 4,04 nmol/mg, 3,05 nmol/mg, 2,87 nmol/mg, dan 2,47 nmol/mg. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok P1, P2, dan P3 dengan kelompok K+ dengan nilai p=0,001. Kesimpulan hasil penelitian adalah pemberian infusa teh hijau berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah dan MDA serum mencit yang diinduksi aloksan. Kata kunci: teh hijau, Camellia sinensis, diabetes melitus, gula darah, MDA serum, aloksan. Abstract Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease, characterized by hyperglycemia which if occurs continously will produce excessive free radical that have role in diabetes complication. Green tea has a lot of cathecin which has role as antihyperglycemia and antioxidant to prevent diabetes complication. The aim of this research is to determine the effect of green tea on blood glucose level and serum MDA level in alloxan-induced mice. This research was a true experiment with randomized post-test control group design. The sample consisted of 35 mice divided into five groups, negative control (K-), positive control (K+), treatment 1 (P1), treatment 2 (P2), and treatment 3 (P3). The K- group was the normal group, given standard diet only, the K+ group was induced alloxan only, the P1, P2, and P3 groups were induced alloxan and given 1%, 2%, and 4% green tea infusion for 15 days. The mean of blood glucose level on K-, K+, P1, P2, and P3 group were 73,14 mg/dl, 210 mg/dl, 164,57 mg/dl, 152,57 mg/dl, and 135,83 mg/dl. There were significant difference between P1, P2, and P3 group with K+ group with p value=0,001. The mean of serum MDA level on K-, K+, P1, P2, and P3 group were 2,54 nmol/mg, 4,04 nmol/mg, 3,05 nmol/mg, 2,87 nmol/mg, and 2,47 nmol/mg. There were significant difference between P1, P2, and P3 group with K+ group with p value=0,001.The conclusion is green tea infusion can reduce the level of blood glucose and serum MDA in alloxan-induced mice. Keywords: green tea, Camellia sinensis, diabetes mellitus, blood glucose, serum MDA, alloxan
Gambaran Infeksi Protozoa Usus Pada Murid Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas, Padang Luois Joseph Joseph; Rahmatini Rahmatini; Hasmiwati Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.045 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.40

Abstract

Infeksi protozoa usus merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia dan sering terjadi pada murid-murid sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian protozoa usus pada murid Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas, Padang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan teknik Consecutive Sampling. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas, Padang dari bulan Juli 2017 hingga Oktober 2018 dan didapatkan sampel sebanyak 36 sampel tinja. Selanjutnya sampel diperiksa dengan menggunakan metode modifikasi pewarnaan Ziehl Neelsen. Dari penelitian ini didapat angka infeksi protozoa usus sebesar 13,9% dan jenis spesies protozoa usus yang ditemukan pada pemeriksaan tinja adalah Mixed infected (Cryptosporidium dan E. histolytica), Giardia lamblia, Cryptosporidium sp dan Blastocystis hominis. Protozoa usus ini ditemukan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Spesies lebih banyak ditemukan yaitu Giardia lamblia sebesar 40%. Pencegahan infeksi perlu dilakukan, sehingga angka kesakitan dapat dikurangi. Kata kunci : Protozoa usus, G.lamblia, E. histolitica, Cryptosporidium, B.hominis, Mixed infected
Status Resistensi Nyamuk Aedes aegypti dari Wilayah Kerja Puskesmas Salido terhadap Malathion 5% dan Alfa-sipermethrin 0,025% Nesa Pratiwi; Hasmiwati Hasmiwati; Hendriati Hendriati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.235 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.70

Abstract

Background: Insecticides resistance status in Aedes aegypti population is one of the factors that influence the successful control efforts of dengue vector. Objectives:To determine the resistance status of Aedes aegypti from Salido Health Center towards malathion 5% and alpha-cypermethrine 0,025%. Methods: This was a descriptive study and collected during December 2019 – June 2020. Those samples were then observed with larval survey and from the ovitrap placed in 100 houses and then maintained in laboratory of parasitology, faculty of medicine Andalas University. To determine the resistance status of Aedes aegyptiusing the bioassay method with the susceptibility test by referring to the guidance of the Ministry of Health based on the 2016 WHO standard using impregnated paper malathion 5% and alpha-sipermethrin 0.025%. Observations were made by recording the number of mosquito deaths in the 15, 30, 45, 60 and 1440 minutes. The percentage of mosquito deaths is calculated after 24 hours of maintenance it is categorized as resistant if the mortality rate is less than 90%, supected to be resistant if the mortality is between 90-97%, and categorized as vunerable if the mortality rate is between 98-100%.Result: The mortality rate of Aedes aegypti for 24 hours by malathion 5% was 95%, the LT50 and the LT90 were 624 minutes and 1.247 minutes respectively. The percentage of mosquito deaths by alpha-sipermetrin 0,025% after 24 hours was 96,25% the LT50 and the LT90 were 526 minutes and 1.163 minutes respectively.Conclusion: that the resistance status of Aedes aegypti from Salido Health Center is resistant towards malathion 5% and alpha-cypermethrine 0,025%.
Edukasi dan Skrining Penyakit Cacingan pada Siswa SDN 10 Kelurahan Lambung Bukit Eka Nofita; Hasmiwati Hasmiwati; Adrial Adrial; Nurhayati Nurhayati; Selfi Renita Rusjdi; Husnil Wardiyah; Nuzulia Irawati
Warta Pengabdian Andalas Vol 29 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.29.2.81-86.2022

Abstract

One of the primary health problems still found in Lambung Bukit Village is the high stunting rate. The incidence of stunting is influenced by many factors, one of which is intestinal worm infection (Helminthiasis). Worms that live in the intestine will interfere with the absorption of food and suck the blood of their host, causing malabsorption, malnutrition and growth disorders, which can cause stunting. Therefore, genuine efforts are needed to eradicate this helminthic disease. Department Parasitology of Medical Faculty, the Andalas University, conducted community service activities at SDN 10 Lambung Bukit to reduce intestinal worm infections in children by providing counselling, detection and treatment, and follow-up on treatment success. The counselling activity was attended by 88 students and eight teachers, with 59 samples of faeces collected. From the stool examination results, none of the worm eggs was found, but four students were positive for intestinal protozoa. Furthermore, treatment was given to these four students. Through this activity, it was expected to increase students' awareness of maintaining personal hygiene so that to reduce the incidence of helminthiasis, and help to reduce stunting rates.
Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helmith dengan Kadar Kolesterol Darah Pada Anak dan Dewasa di Daerah Endemik Kecacingan Sumatera Barat Nurhayati Nurhayati; Hasmiwati Hasmiwati; Eka Novita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v8i1.617

Abstract

Soil transmitted Helminth (STH) merupakan penyebab tersering dari infeksi kronis pada usus manusia. Kemampuan cacing memodulasi respon imun host melalui Th2 yang memicu sitokin anti inflamatori diduga mempengaruhi kadar kolesterol darah pada individu yang terinfeksi STH, yang akan memiliki efek protektif terhadap penyakit metabolik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melihat hubungan infeksi STH dengan kadar kolesterol darah, sebagai dasar helminthic therapy dan evaluasi terhadap program pengobatan massal. Infeksi STH diperiksa dengan pemeriksaan tinja metode langsung dengan iodine, sedangkan untuk mengukur jumlah telur per gram tinja dilakukan dengan metode Kato Katz. Kadar kolesterol total darah diperiksa dengan metode enzimatik CHOD-PAP. Semua subjek penelitian yang terinfeksi STH pada penelitian ini tergolong infeksi ringan. Kadar kolesterol individu yang terinfeksi STH didapatkan lebih rendah dibandingkan kadar kolesterol individu yang tidak terinfeksi STH, baik pada anak ataupun dewasa (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi STH dengan kadar kolesterol darah, sekalipun pada infeksi ringan.
Relation Between of Nutritional Status and Vitamin C Conditions with Hemoglobin Levels in Anemic Pregnant Women in The Working Area of Pauh Public Health Center, Padang City Nurul Badriyah; Hasmiwati; Desmiwarti
Science Midwifery Vol 9 No 2 (2021): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin (Hb) level is a specific indicator for determining anemia in pregnant women. One of the factors that triggers anemia in pregnancy, namely nutritional status and vitamin C levels. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and vitamin C levels with hemoglobin levels in anemic pregnant women in the working area of Pauh Public Health Center, Padang City. This study is an observational study with cross sectional design on 57 pregnant women with anemia in trimesters II and III with consecutive sampling technique. The research was conducted at the Pauh Health Center and the Biomedical Laboratory of the Faculty of Medicine, Universitas Andalas, from March to May 2020.Nutritional status was checked by measuring upper arm circumference (LILA), vitamin C levels were checked by ELISA method and Hb levels was by hematology analyzer. Data analysis used Pearson correlation test and Spearman correlation test. The results showed that the average nutritional status was 23.68 ± 1,810 cm, the vitamin C level was 21.13 ± 12.502 ng/mL, and the Hb level was 9.85 ± 0.865 gr/dL. There was a significant relationship between nutritional status and Hb levels in anemic pregnant women with a value of p = 0.012 and (r = 0.330) and there was no relationship between vitamin C levels and Hb levels in anemic pregnant women with p = 0.177 and (r = -0.168 ). The conclusion is that there is a relationship between nutritional status and Hb levels, but there is no relationship between vitamin C levels and Hb levels in anemic pregnant women in the Pauh Public Health Center, Padang City.
Hubungan Karakteristik, Sumber Informasi tentang COVID-19, dan Derajat Stres dengan Derajat Sindrom Dispepsia pada Siswa SMAN 3 Padang Muhamad Diva Caesar; Arina Widya Murni; Hasmiwati Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.353

Abstract

Latar Belakang. Sindrom dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang diduga berasal dari saluran pencernaan bagian atas. Banyak penyebab yang memicu sindrom dispepsia, salah satunya adalah pengaruh psikologis khususnya stres. Pandemi virus korona (COVID-19) dapat berdampak pada kesehatan mental. Dalam istilah kesehatan mental masyarakat, dampak psikologis utama hingga saat ini adalah meningkatnya tingkat stres dan kecemasan. Objektif. Untuk mengetahui hubungan karakteristik, sumber informasi tentang COVID-19, dan derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia pada siswa SMAN 3 Padang. Metode. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian berjumlah 100 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Data responden diperoleh dari kuesioner. Analisis data dilakukan dengan mengunakan program SPSS. Hasil. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas responden mengalami dispepsia derajat ringan (85%), kecukupan informasi tentang COVID-19 cukup jelas (86%), dan stres derajat ringan (47%). Analisis data menggunakan uji chi-square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakterisitk dengan derajat sindrom dispepsia (p>0,05), sumber informasi tentang COVID-19 dengan derajat stres dan derajat sindrom dispepsia (p>0,05), serta derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia (p>0,05). Kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik, sumber informasi tentang COVID-19, dan derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia. Kata Kunci: Stres, Sindrom dispepsia, COVID-19, Siswa Background. Dyspepsia syndrome is a group of symptoms that are assumed to have its source from the upper digestive tract. Many causes that trigger dyspepsia syndrome, like a psychological influence, especially stress. The coronavirus (COVID-19) pandemic may impact mental health. In public mental health terms, the main psychological impact to date is elevating rates of stress and anxiety. Objective. To determine the relations of characteristics, sources of information about COVID-19, and stress level to the degree of dyspepsia syndrome at students of SMAN 3 Padang. Method. This is observational analytic research by using a cross-sectional design. Samples are 100 students taken with the simple random sampling method. Respondent's data were obtained from questionnaires. Data analysis was performed using the SPSS program. Result. The results found that the majority of respondents experienced mild dyspepsia (85%), sufficient information about COVID-19 was clear (86%), and a mild degree of stress level (47%). Data analysis using the chi-square test found that there was no significant relationship between characteristics and the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05), sources of information about COVID-19 with the degree of stress and the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05), and the degree of stress with the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05). Conclusion. This study concludes that there is no significant relationship between characteristics, sources of information about COVID-19, and stress level to the degree of dyspepsia syndrome. Keywords: stress, dyspepsia syndrome, COVID-19, students
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan SADARI sebagai Deteksi Dini Tumor Payudara pada Remaja Putri di SMA N 3 Padang Vilza Maharani Syahnel; Hasmiwati Hasmiwati; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.412

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada wanita salah satunya adalah kanker payudara. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI). Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan remaja putri sehingga akan meningkatkan status kesehatan mereka. Objektif: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang SADARI dan tumor payudara pada remaja putri di SMA N 3 Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA N 3 Padang tahun ajaran 2020-2021 kelas X dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan menggunakan uji T Test Sample Paired. Hasil. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-rata responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 56 responden (73,7%), pengetahuan baik sebanyak 15 responden (19,7%) dan pengetahuan kurang 5 responden (6,6%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan cukup sebanyak 47 responden (61,8%), pengetahuan baik meningkat menjadi 27 responden (34,5%) dan pengetahuan kurang 2 responden (2,6%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai SADARI berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan sehingga sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini tumor payudara.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang HIV/AIDS dengan Kejadian HIV pada LSL Ratu Fawwaz Efendi; Firdawati Firdawati; Hasmiwati Hasmiwati; Hardisman Hardisman; Husna Yetti; Abdiana Abdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.861

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS paling banyak menyerang kelompok usia produktif di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Barat. Kejadian HIV dari tahun ke tahun banyak menyerang pelaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). LSL berisiko 25 kali lebih besar terinfeksi HIV daripada populasi lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS terutama kelompok LSL tentang HIV/AIDS untuk mencegah peningkatan kasus HIV/AIDS. Objektif: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS dengan kejadian HIV pada LSL di Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 96 pelaku LSL yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian induk dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menemukan 68,8% responden berada pada kelompok usia 20─29 tahun, 93,8% belum menikah, 64,6% menempuh pendidikan terakhir SMA, 47,9% bekerja sebagai pedagang/wiraswasta, 78,1% berstatus HIV (-), 56,3% berpengetahuan buruk tentang HIV/AIDS, dan 54,2% bersikap unfavorable terhadap pencegahan HIV/AIDS. Hasil pengujian statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap HIV/AIDS dengan kejadian HIV (p=0,041; OR=3.467), tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan kejadian HIV (p>0,05) Kesimpulan: Sikap memiliki hubungan signifikan dengan kejadian HIV, sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian HIV.
Utilization of Digital Health Applications in Implementing the Dengue Vector Control Program Sevilla Ukhtil Huvaid; Nursyirwan Effendi; Yuniar Lestari; Hasmiwati Hasmiwati; Afrizal Afrizal; Rizanda Machmud; Nuzulia Irawati; Delmi Sulastri
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 3 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i3.17232

Abstract

One house one larva monitor movement is a dengue vector control program of the Ministry of Health which has been promoted since 2016. However, there are still several areas that have not been successful in implementing this movement, one of which includes the City of Padang. The purpose of this study was to examine the importance of using digital applications in implementing dengue vector control programs. This research is a research with qualitative methods using the case study genre through a constructivist approach. The location of the qualitative research was carried out at the Padang City Health Office, in the working areas of the Nanggalo Health Center, Pagambiran Health Center, and Rawang Health Center which were designated as research areas. This research was conducted in 2023 with informants including the person in charge of the dengue fever program at the Padang City Health Service, the person in charge of the dengue fever program at the Community Health Center, and the larva monitoring coordinator. The results of the study indicate that efforts to control dengue vectors through the One House One larva monitor Movement are still not running as they should. This movement can only run when larva monitor performs its main tasks and functions in accordance with the provisions. For this reason, it is necessary to carry out coaching and supervision efforts. However, there are several obstacles that require the design of a comprehensive and integrated digital health application to improve the health information system to improve the performance of larva monitors. Keyword:  Dengue Hemorrhagic Fever , Digital Health, Vector Dengue
Co-Authors Abdiana Abdiana, Abdiana Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial, Adrial Afriwardi Afriwardi Afrizal Afrizal Agustini, Cynthia Aisha, Fahra Audina Alioes , Yustini Almurdi Almurdi Amir, Arni Andani Eka Putra Ariadi, Ariadi Arina Widya Murni Arni Amir Arni Amir Aswiyanti Asri Aswiyanti Asri Beni Indra, Beni Bobby Indra Utama Citra Manela Daan Khambri Dahelmi Dahelmi Deddy Saputra Delmi Sulastri Desmawati Desmawati Desmiwarti Dessy Arisanti Dessy Arisanti Dewi Asmawati Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dian Pertiwi Diandra K., Puti Reno Effy Huriyati Efrida Efrida Eka Nofita Eka Novita Ellyza Nasrul Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Erizal Zaini Erlina Rustam Erlina Rustam Eryati Darwin Fadrian, Fadrian Faisaelia, Rezka Nanda Fatma Sri Wahyuni Firdawati Firdawati Fortuna, Fory Gestina Aliska Ginting, Desi Scorpinasari Gusti Rati Hardisman Harminarti, dr Nora Hendriani, Intania Dwiputri Hendriati, Hendriati Henmaidi Henmaidi Henny Herwina Herman, Deddy Hirowati Ali Hirowati Ali, Hirowati Husna Yetti Husnil Wardiyah Huvaid, Sevilla Ukhtil Ida Rahmah Burhan Ilmiawati, Ilmiawati Intan, Shinta Ayu Ira Suryanis Julizar Julizar Julizar Nazar Karmia, Hudila Rifa Kevin Bryan Alghifari Kharisma Putra Kharisma Putra D Lestari, Rahmi Linosefa Linosefa Luois Joseph Joseph Mairawita, Mairawita Malinda Meinapuri Maria Dona Octavia Marwin, Fikri Alhafizd Masnadi, Nice Rachmawati Mohamad Reza Mohamad Reza Muhamad Diva Caesar Muhammad Nazri Janra Nabila Priscilla Putri Nesa Pratiwi Nice Rachmawati Masnadi Nita Afriani Noverika Windasari Novirman Jamarun Noza Hilbertina, Noza Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nurhalimah Juneldi Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Nurul Badriyah Nuzulia Irawati Oktavia, Sri Puti Reno Diandra K. Putra, Fachri Putri, Nabila Priscilla Putri, Salsa Utami Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmatini . Ramadhan, Mario Arya Ratu Fawwaz Efendi Rauza Sukma Rita Resti Rahayu Restu Susanti Revila, Gusti Rifa, Farras Zahra Rika Susanti Rizanda Machmud Rizka Karima Husfa Rosfita Rasyid Roslaili Rasyid Rozi Sastra Purna Rustam, Rony Savitri, Melvinia Selfi Renita Rusdji Selfi Renita Rusjdi Selfi Renita Rusjdi, Selfi Siti Nurhajjah Sri Oktavia Suharti , Netti Sukri Rahman Syamel Muhammad Taufik Ramadhani Tiya Taslisia Tofrizal Tofrizal Tofrizal Trisuliandre, Muhammad Rizki Vaulline Basyir Vilza Maharani Syahnel Wirsma Arif Harahap Wirsma Arif Harahap Yenita . Yenita Yenita Yoseph De Nachs Yulistini, Yulistini Yuniar Lestari Zelly Dia Rofinda