Pembelajaran fiqih di madrasah diniyah masih cenderung berorientasi pada pendekatan teoritis sehingga belum optimal dalam mengembangkan kemampuan praktik ibadah santri, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual dan keterampilan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi strategi pembelajaran fiqih dasar berbasis praktik dalam meningkatkan pemahaman ibadah santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Madrasah Diniyah Tarbiatussibyan, Desa Parit Bilal, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fiqih menerapkan pola integratif melalui tahapan ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung yang saling berkaitan. Berdasarkan temuan tersebut, direkonstruksi model pembelajaran fiqih berbasis praktik yang terdiri atas lima tahap, yaitu orientasi konsep, aktivasi pemahaman, visualisasi praktik, internalisasi melalui praktik langsung, serta refleksi dan koreksi, yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman praktik ibadah santri. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model pembelajaran fiqih berbasis praktik yang integratif sebagai rujukan konseptual dan praktis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ibadah di madrasah diniyah