This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan BIMASTER Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan The Journal of Educational Development Jurnal Bina Praja Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar ELLITE: Journal of English Language, Literature, and Teaching JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis dan Manajemen JURNAL SURYA ENERGY SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal 'Aisyiyah Medika Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar Jurnal Ide Bahasa Journal of Sport Coaching and Physical Education Journal Coaching Education Sports Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Renjana Pendidikan Dasar Electoral Governance : Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Wawasan Pendidikan Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Unnes Journal of Mathematics Education Cakrawala: Jurnal Studi Islam Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Research Journal on Education Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Studi Manajemen Bisnis JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah (JKPD) Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal AFIAT Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN MASYARAKAT ADAT DI PROVINSI BANTEN: STUDI KASUS MASYARAKAT ADAT BADUY DAN CITOREK Muhlisin Muhlisin; Helmy Faizi Bahrul Ulumi; Ayatullah Humaeni
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v1i1.4

Abstract

Perlindungan terhadap masyarakat adat terpencil dewasa ini masih sekadar menganggap masyarakat adat terpencil sebagai suku terasing yang merupakan aset budaya yang harus dilindungi tanpa melihat adanya penghormatan terhadap hak-haknya. Kabupaten Lebak sudah memilikidua peraturan daerah yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat Baduy dan Kasepuhan Banten Kidul. Namun demikian, belum ada payung hukum di tingkat Provinsi Banten baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentangMasyarakat Hukum Adat. Selain itu pula belum ada pedoman pelaksanaan untuk kedua payung hukum tersebut, sehingga payung hukum yang ada belum mangokomodir keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adat yang kompleks. Untuk mengetahui kebijakan Daerah mengenai perlindungan masyarakat adat dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 15 Mei – 15 Juli 2016 di Desa Kanekes dan Kasepuhan Citorek dengan mewawancari 13 informan kunci. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum, perhatian pemerintah Kabupaten Lebak terkait masyarakat adat/kasepuhan sudah dilakukan dengan mengeluarkan dua Perda dan Peraturan Desa Kanekes. Namun, Perda terkait masyarakat Baduy baru mengakomodir masalah hak ulayat, belum pada hal-hal lain yang sebenarnya sangat krusial dan perlu segera diatasi. Masyarkat Baduy dan Masyarakat Kasepuhan Citorek secara umum menilai bahwa dua Perda tersebut sudah membantu mengatasi permasalahan yang ada, walaupun dalam tataran teknis masih ditemui beberapa permasalahan. Masyarakat adat/kasepuhan berharap ada Perda lain yang dapat mengatasi berbagai permasalahan yang muncul terkait masyarakat adat. Selain itu juga pemerintah perlu proaktif mengawal iplementasi Perda tersebut.
Penyederhanaan Struktur Birokrasi: Sebuah Tinjauan Perspektif Teoretis dan Empiris Pada Kebijakan Penghapusan Eselon III dan IV Mochamad Nurhestitunggal; M Muhlisin
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v4i1.100

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan grand design reformasi birokrasi, sampai dengan roadmap kedua, memang telah mencapai banyak hal. Namun demikian, tidak tercapainya indikator yang mencerminkan kapabilitas birokrasi, menunjukkan masih ada yang kurang dari pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia. Masih terdapat permasalahan kelembagaan, budaya organisasi, profesionalisme SDM aparatur, tata laksana dan etika dalam pelayanan publik. Kajian ini sebagai upaya mengisi gap dalam literatur reformasi sektor publik di Indonesia, dari perspektif teoretis dan empiris, mengenai perlunya penyederhanaan struktur birokrasi yang dibahas melalui metode studi pustaka. Penyederhanaan struktur birokrasi, secara teroretis, diperlukan karena karakteristik yang terlalu birokratis sudah tidak sejalan dengan paradigma administrasi publik dan periode reformasi tata kelola sektor publik terkini, di samping karena desentralisasi. Secara empiris, penyederhanaan struktur birokrasi diperlukan karena menghambat peningkatan profesionalitas aparatur yang terlihat dari gejala bluffocracy dan consultocracy. Kata kunci: reformasi birokrasi, desentralisasi, paradigma adminsistrasi publik, profesionalitas aparatur ABSTRACT The implementation of the grand design for bureaucratic reform, up to the second roadmap, has indeed achieved many things. However, the failure to achieve indicators that reflect the capabilities of the bureaucracy, shows that there is still something lacking in the implementation of bureaucratic reform in Indonesia. There are still institutional problems, organizational culture, professionalism of human resources, govern ance and ethics in public services. This study is an attempt to fill gaps in the literature on public sector reform in Indonesia, from a theoretical and empirical perspective, regarding the need to simplify the bureaucratic structure discussed through the literature study method. Simplification of the bureaucratic structure, from the theoretical perspectives, is necessary because too bureaucratic characteristics are not in line with the recent paradigm of public administration and the current period of public sector governance reform, in addition to decentralization. Empirically, simplification of the bureaucratic structure is needed because it impedes professionalism of the apparatus indicated by the symptoms of bluffocracy and consultocracy. Keywords: bureaucratic reformation, decentralization, public administration paradigm apparatus professionalism
Co-Authors Adinda Mutia Gani Aenun Mutoharoh Afrinaldi, Rolly Agustin, Amelya Ahmad Daffaa Husni Labib Ahmad Takrifin Ainil Mahbubah Akbari, Tauny Akhsani, Wigati Alfiatur Rahmah Amilatussolekha, Mufida Amirullah, Arul Andini, Pratiwi Puspitho Anis Masyruroh Aprilia, Sasi ARDYANTO, SOFYAN Aryaningtyas, Uyuni Asih Kurniawati Aulia, Nazwa Intan Awaliyah, Suci Ayatullah Humaeni Ayatullah Humaeni Azahra, Izza Aulia Aziiz, Qowiyyun Azis, Diachi Azli Anisah Baehaqi Bayu Dwi Anggono Budi Handrianto Catur Wahyu Priyanto Chasanah, Faiqotul Damayani, Febiana Eka Deporos, Saprolla Rollie C. Devi Triady Bahrudin, Devi Triady Dewi Yuliana Fitri Dikpride Despa Dita Oktavia, Dita Dwi Rizqi, Mufid Fa'izatul Fuadah, Lia Fadil, Bani Ikhwanul Fahmi, Muhammad Nurul Fahrudin, Nuzul Fatah Syukur, Fatah Fauyan, Muchamad Fernanto, Guntur Fibri, Dwi Larasatie Nur Fitri Arniati Fitriani, Resti Fuad Zaka, Muhammad Hakam Mahsun, Muhammad Hasan, Talitha Helmy Faizi Bahrul Ulumi Helmy Faizi Bahrul Ulumi Hendri Hermawan Adinugraha Ilfana, Asya Iva Faulina, Cantika Janet Azahara Juwita Rini Kardiyono Kardiyono, Kardiyono Kartono , Kertati Sumekar Khoirin, Khoirin Lailatun Nadhifah, Shinta Listiyariny, Dian Luqman Hakim M. Sulthoni Mafaakhir, Abul Maharani, Aulia Raziva Mahdani, Mahdani Maman Rahman, Maman Maryani Maryani Maskhur, Maskhur Maslahat, Gina Maulana, Amir Maulidah, Aqilla Sekar Mauzaniah, Haliza Miftahul Huda Miftahul Ula Minatika, Naelum Mochamad Nurhestitunggal Moh Sofyan Budiarto Moh. Nasrudin Mohamad Siroj Mohammad Asikin Mohammad Ziad Anwar Mufid, Muhammad Mufrodah, Nur Muhammad Jaeni MUHAMMAD ULIN NUHA Muhlisin Muhtarom Muhyani, Muhyani Mustofa, Makmur Sofyan Mutho'in, Mutho'in Nafi’a, Zidni Ilman Nafisah Arini, Bilqis Nailil Muna Naufal Ubaidillah, Muhamad Ni Ketut Putri Nila Sudewi Ni Nyoman Widani, Ni Nyoman Nugraha, Widitya Tri Nur Kholis Nurhendriawati, Naela Nurliyani Nurliyani Pangestu Widodo, Pangestu Pasaribu, Ahmad Muchlisin Natas Patmiati, Tutik Pauziah, Arpa Pauziah, Arpa Anggriani Permana, Jaka Prasetyo, Tommy Rizki Pursitawati, Lia Putri Ayyu Asmarallaun Rahmawati, Alviani Dyah Rasdi Ekosiswoyo Rian Adhivira Prabowo Rif'iy Qomarrullah Rizqi Prasetyo , Muhammad Rizqiyana, Naila Rosita, Meri Rosyida, Diyana S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Hani Hasnah Safitri, Maiya Sahrowiyah, Titin Saputro, Riki Edo Sawir, Lestari Wulandari Setyawan, FX Arinto Shobihah, Anisah Shobirin, Ma’as Sholikhatun, Sholikhatun Sidik, Halik Siswanto, Edhi Siti Fatimah Sofi, Muhammad Jauhari Sugeng Setyadi Sugiana Sugiana, Sugiana Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sukma Anum Sukmalara, Dini Suroso Mukti Leksono Syamsurrijal Syamsurrijal, Syamsurrijal SYARIFAH ZAHRA Tri Anggraeni Kusumastuti Tridjoko Wisnu Murti Widhi, Bidari Andaru Widhia Ningrum, Putri Widya Safitri Wiya Suktiningsih Yasin, Muhammad Noor Yasminasari, Dwi Yos Wandik Yudhi Purnama Yulianto, Ari Yunia Rahayuningsih Yuny Erwanto Yustina Yuni Surandiyah Zahidah, Baiq Sulis Eka Zahro, Aulia Zahroh, Umniyah Zainuddin Abdussamad Zainuri Zainuri, Zainuri Zidan, Alaika Akmal Zuhairina, Ikrima Aulia Zulfitri Aima