p-Index From 2021 - 2026
12.005
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Imajinasi Jurnal Sains Dasar KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Indonesian Journal of Conservation Abdimas English Review: Journal of English Education Mimbar Sekolah Dasar JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Arty: Jurnal Seni Rupa Catharsis Eduarts: Journal of Arts Education Al Ishlah Jurnal Pendidikan Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Eduscience (JES) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma The International Journal of Politics and Sociology Research Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Warta Pariwisata Journal of Community Empowerment Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Sultan Agung Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kurnia Mengabdi (jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Profesi Pendidikan Dasar Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Catharsis Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Society ALSYSTECH Journal of Education Technology Multidisciplinary Indonesian Center Journal Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Varia Humanika Edumaspul: Jurnal Pendidikan MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Aesthetic Study on Sakucing's Instagram Channel as an Educational Media for Teenagers Reza Trisnawati, Rossalia; Sugiarto, Eko
Catharsis Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cats are one of the most desirable animals to keep because of their cuteness. To get them, people usually buy them from pet shops, animal breeders, or adoption. However, not everyone who keeps them pays attention to the responsibilities and risks involved in keeping them.  Many abandoned cats posted on social media show the lack of awareness and information on animal welfare. Instagram provides an opportunity to deliver these messages effectively and creatively as it is one of the most popular social media platforms in Indonesia. The discussion of visual aesthetics studies is used to deepen the understanding of how visual elements affect perception and interpretation. In this digital age, where visuals play an important role in communication, understanding aesthetics becomes relevant as it is able to make information more attractive and easy to understand.  This research aims to explain the aesthetics and messages contained in Sakucing.id's Instagram content. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques were obtained by documenting literature data, artwork data, and content information data. Data analysis is done by analyzing the visual and content analysis of the content, then studying it using Fledman's aesthetic theory. The results show that the visualization of Sakucing content illustrations interprets the invitation to care more about cats by expressing it using a cartoon style as a visual appeal aimed at teenagers.
RITUAL MAPAG TANGGAL SEBAGAI DAYA TARIK PENDUKUNG DI DESA WISATA TURGO-MERAPI: SEBUAH TINJAUAN DESKRIPTIF Sugiarto, Eko; Rizki Makiya, Kiki; Irawati, Novi
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 5 No 2 (2024): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v5i2.1373

Abstract

Ritual Mapag Tanggal di Padukuhan Turgo, lereng selatan Gunung Merapi, potensial menjadi pendukung daya tarik wisata yang sudah ada di Desa Wisata Turgo-Merapi. Meskipun demikian, kajian hal ini belum banyak dilakukan sehingga tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Ritual Mapag Tanggal. Penelitian deskriptif-kualitatif ini dilakukan di Desa Wisata Turgo-Merapi, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah Ritual Mapag Tanggal, sementara subjek penelitian adalah warga Padukuhan Turgo serta tokoh masyarakat setempat yang dinilai paham tentang Ritual Mapag Tanggal. Data primer dikumpulkan dengan observasi dan wawancara, sementara data sekunder dikumpulkan dengan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada bulan-bulan yang diyakini baik untuk berziarah dalam penanggalan Jawa, yaitu bulan Sura, Sapar, dan Ruwah, pengunjung Bukit Turgo mengalami kenaikan. Di antara ke-3 bulan tersebut, bulan Sura merupakan puncak kunjungan tertinggi sepanjang tahun. Ritual Mapag Tanggal yang digelar pada tanggal 1 Sura bisa dijadikan sebagai pendukung untuk memperkuat daya tarik yang sudah ada, khususnya bagi para pelaku spiritual Jawa yang non-Muslim untuk berziarah ke Bukit Turgo.
Government Collaboration in Enhancing National Defense Sugiarto, Eko; Prahara, Lalu Pardede Gita; Priatna, Atep; Priatna, Rizky Mugia
Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jip.9.2.2024.93-103

Abstract

Security dynamics in the Southeast Asian region have increased, influenced by many factors, ranging from internal member states, regional situations, to security dynamics in the Asia Pacific region and beyond. This article will review the security conditions of the ASEAN region through a government collaboration literature study approach. As a result, the implementation of joint military exercises of ASEAN countries plays an important role in creating regional security. There are at least several benefits obtained: First, joint military exercises can improve state defense capabilities and regional security. Second, through joint exercises, the forces of ASEAN countries will be better prepared and able to respond to any threats that disrupt regional security and sovereignty. Third, joint military exercises provide a space for productive discussions and consultations to discuss the security situation of member states and the Southeast Asian region, resulting in a common formula in maintaining regional security. Fourth, joint military exercises can serve as a mediation platform for ASEAN countries in conflict with other ASEAN countries to find a constructive middle ground for regional security stability
Kontruksi Sosial Guru Terhadap Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Kota Semarang Martini, Martini; Sugiarto, Eko; Atmaja, Hamdan Tri; Pratama, Galih Cahya
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.v4i3.40127

Abstract

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1)Pengetahuan dan pemahaman guru tentang proyek penguatan profil pelajar pancasila didapat melalui berbagai kegiatan pelatihan secara offline maupun online. Pelatihan yang diikuti oleh guru SDN Kuningan 02, SD Islam Sultan Agung 02, dan SD Kanisius Hasanudin beragam ada yang karena inisiatif sendiri dan karena menjalankan tugas dari kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan pelatihan tentang kurikulum merdeka dan proyek penguatan profil pelajar pancasila yang diadakan oleh dinas pendidikan kota Semarang. (2) Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila di SDN Kuningan 02, SD Islam Sultan Agung 02, dan SD Kanisius Hasanudin sudah dilaksanakan sesuai tahapan pelaksanaan P5. (3) Hasil Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila pada jenjang sekolah dasar di ketiga sekolah tersebut membawa dampak perubahan karakter dan prestasi peserta pdidik. Peserta didik merasa senang dan antuasias dalam mengikuti kegiatan Proyek penguatan profil pelajar pancasila yang dilaksanakan dengan melibatkan orangtua peserta didik dunia industri dan pemerintah
Nilai-Nilai Seni, Budaya, Dan Pendidikan Karakter Pada Cerita Rakyat Patih Sampun Asal Kabupaten Pemalang Iin Turyani; Eko Sugiarto; Muh Fakhrihun Naam
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i3.192

Abstract

Folklore is not only part of a region's cultural heritage, but also carries moral messages that are valuable for character education. One of the folk tales that is rich in artistic values ​​and character education is the legend of Patih Sampun from Pemalang Regency. This article aims to explore and analyze the artistic, cultural and character education values ​​contained in these folk tales. The research method used is analysis of the Patih Sampun folklore text based on aspects of narrative art, character traits and the moral message conveyed. The results of the analysis show that Patih Sampun's folklore contains various artistic values, such as the use of distinctive language, depictions of nature and local culture, as well as interesting plot developments. Apart from that, Patih Sampun's character as the main character shows qualities such as courage, wisdom and loyalty, which is a good example for character formation for the younger generation. The meaning implied in this article includes the importance of using folklore as a learning resource to educate children's character. By understanding the values ​​of art and character education contained in the Patih Sampun folklore, educators can integrate the story into the character education curriculum at school. This will help strengthen local cultural identity and shape strong character and integrity in future generations.
Harmony in Learning: Integrating Technology and Tradition in English Pedagogy Sugiarto, Eko
ALSYSTECH Journal of Education Technology Vol 2 No 1 (2024): ALSYSTECH Journal of Education Technology
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsystech.v2i1.2292

Abstract

This research explores harmony in English language learning by integrating technology and tradition in pedagogical approaches. Through literature studies, classroom observations, and interviews, this study found that harmony is achieved by balancing the use of modern technology, such as online platforms and applications, with traditional values in learning. The results showed that this integration enriches students' learning experience while maintaining local cultural values. This research provides insight into how English language teachers can create learning environments that combine technological advances with traditional heritage, providing the basis for the development of holistic learning strategies.
Melestarikan Tradisi Melalui Inovasi : Eksplorasi Sarung Goyor Pemalang Sebagai Tren Fashion Modern Anisih, Endang Tri; Sugiarto, Eko; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1733

Abstract

Perkembangan dunia semakin canggih. Untuk bisa bersaing menghadapi tantangan globalisasi, maka kreativitas sangat diperlukan. Kreativitas dapat menjadi menjadi alat untuk menaklukan tantangan hidup di zaman modern. Mengembangkan ekonomi kreatif tidak terlepas dari budaya khas daerah setempat. Dalam budaya lokal terdapat istilah “kearifan lokal” yaitu bentuk kearifan lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat di suatu daerah. (Laeli & Rusyida, 2021). Salah satu kearifan lokal yang ada di Pemalang adalah Kain Sarung Goyor Toldem. Penelitian dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan mesin dalam pembuatan kain membuat beberapa pengrajin kain tenun ATBM di Pemalang banyak yang gulung tikar hal ini disebabkan karena harga dari kain tenun yang lebih terjangkau dipasaran. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang upaya pelestarian tradisi melalui inovasi eksplorasi Sarung Goyor Pemalang sebagai tren fashion modern .Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui studi literarur, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan analisis data serta pemaparan data. Sarung Goyor, kain tradisional khas Pemalang, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam tren fashion modern. Melalui inovasi dan eksplorasi kreatif, Sarung Goyor dapat diubah menjadi berbagai macam pakaian dan aksesoris modern yang menarik dan stylish. Hal ini dapat membantu meningkatkan nilai dan minat masyarakat terhadap Sarung Goyor, sehingga dapat membantu melestarikan tradisi dan budaya lokal. Artikel ini membahas tentang beberapa contoh desain dan kreasi fashion modern yang menggunakan Sarung Goyor. Selain itu, artikel ini juga membahas tentang manfaat dan dampak positif dari pelestarian tradisi melalui inovasi eksplorasi Sarung Goyor Pemalang sebagai tren fashion modern.
Pertunjukan Wayang Orang-Orangan sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Tegalan Alfina, Zulfah; Naam, Muh. Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1738

Abstract

Wayang Orang-Orangan, a unique blend of traditional Indonesian performing arts and modern innovation, is a powerful tool for preserving cultural heritage. This traditional art form originating from Tegal, Indonesia, combines elements of wayang golek, music and dance to create a captivating performance that showcases a rich cultural heritage. Through its fusion of traditional and modern elements, Wayang Orang-Orangan has successfully captured the attention of a new generation of Indonesians, promoting a sense of identity and cultural pride. This article highlights the importance of Wayang Orang-Orangan as a means to preserve cultural heritage, especially the use of Tegal language in the face of globalization and modernization. By embracing innovation and adaptation, this traditional art form has managed to remain relevant, educating and entertaining audiences about the importance of preserving cultural identity.
Batik Jlamprang Wujud Dari Warisan Budaya Kota Pekalongan Bariroh, Bariroh; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1739

Abstract

Jlamprang batik is a form of cultural heritage originating from the city of Pekalongan, Central Java. Known for its distinctive geometric motifs and use of bright colours, this batik not only displays visual beauty but also contains deep philosophical meanings. This article discusses the history, uniqueness of the motif, and values contained in Jlamprang batik. Jlamprang batik serves not only as an artistic and economic product but also as a guardian of the cultural and historical identity of Pekalongan city, as well as a reflection of the richness and diversity of Indonesian culture. This research aims to explore Jlamprang batik as a form of Pekalongan's cultural heritage using qualitative research methods. Through interviews with an employee of the Pekalongan Batik Museum and literature studies through literature searches in the form of journals related to Jlamprang batik. This research reveals the history, uses, and philosophical meanings contained in Jlamprang batik. The results show that Jlamprang batik, with its geometric motifs and bright colours, reflects not only artistic beauty but also the cultural and spiritual values of the Pekalongan people.
Batik Tegalan Sebagai Aset Pendidikan Dan Budaya Masyarakat Tegal Rosyadi, Imron; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1745

Abstract

Tegal is a coastal region on the north coast of Java. This small region on the west side of Central Java Province has unique characteristics. Like other regions in Java, Tegal has its own distinctive batik-making centers. Almost every region in Indonesia has batik with its own characteristics, such as Solo batik, Pekalongan batik, Banyumas batik, Cirebon batik, Ponorogo batik, Tulungagung batik, Gresik batik, Surabaya batik, Madura batik, and many more with different names. In addition to the batik that has been mentioned, there is also batik that is the pride of the Tegal people, namely Tegalan batik. Batik Tegalan is actually a great potential that Tegal regency has, apart from its tourism sector. Because Tegal batik has a strong competitiveness with other batik. Bright motifs and patterns characterize this batik, which is called coastal batik. But despite its enormous potential, moor batik has not been well known by the people of Tegal in particular, and the people of Indonesia in general. This is due to the lack of promotion, as well as the lack of capital for batik craftsmen who are mostly home industry businesses. In Bengle village, which is known as the batik town of Tegal, almost all of its residents earn a living as batik craftsmen, almost all of them are in the category of SME entrepreneurs.
Co-Authors Abdul Aziz Achmad Zairin Afriliyani, Vika Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aji Pranoto Al Lail, Lulu Maulida Alfina, Zulfah Alhail, Hadi Amelia Loveita Sari Andika Tri Prasetyo Anisa Melianti Anisih, Endang Tri Anita Hidayati Anita Hidayati Anung Gunarto Arif Fiyanto Arif, M Fauzi Arindy Sabilla Dewi Arindy Sabilla Dewi Arrijal, Nail Zufar Ashari, Meisar Astuti, Yuli Tri Atip Nurharini Aurellia, Talitha Azis, Edza Agung Ardatama Bahrun, Muhammad Afifa Bangkit Sanjaya Bariroh, Bariroh Bin Saearani, Muhammad Fazli Taib Desi Utami Dwi Wahyuni Kurniawati Eko Haryanto Evadila Evadila Evadila Evadila Fauziyyah, Fadhilah Fida Febriani, Meina Fernando, Leo Fhikri Fratama Firmadhani, Annisa' Ayu Fitriah, Laila Fitriana, Octavia Nur Fiyanto, Arif Fratama, Fhikri Frizia Nuary Novalia, Frizia Nuary Novalia Galih Cahya Pratama Gallah Akbar Mahardhika Gallah Akbar Mahardhika Gusti Gde Badrawada, I Hakim, Lutfi Maulana Hamdan Tri Atmaja Hananto, Kombang Haryadi Harris, Abdul Rafi Muhshi Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Haryanti, Dian Hayati, Septi Nur HERA, TRENY Hernadi, Nour Ardiansyah Hidayat, Sefiyan Eza I Gusti Gde Badrawada Iin Turyani Imron Rosyadi Intan, Noor Tiara Habib Aisyah Irawati , Novi Jamil, Nur Asiyah Jesita Trisnawati Kartika, Dharsono Sony Kemal Budi Mulyono Kemal Budi Mulyono, Kemal Budi Kharisma, Garda Udi Khatami, Reza Laila Fitriah Laila Fitriah Latifatunnisa, Devy Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani M. Jazuli M. Jazuli Maemonah, Maemonah MAHARANI, AISYAH Makiya , Kiki Rizki Malarsi Malarsi Malarsih Malarsih Malarsih, M Martini Martini Maulana, Anand Luthfi Muh Fakhrihun Naam Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Akbar Farizky Muhammad Fazli Taib Bin Saearani Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli Muhammad Rijalul Azka Arifin MUHAMMAD SHOLEH Mujiyono Mujiyono Muntoharoh, Khusnul Mursidah Waty Murtiyoso, Onang Na:am, Muh Fakhrihun Naam, Moh. Fakhrihun Naam, Muh. Fakhrihun Nadia Sigi Prameswari Najah, Qoimatun Nandani, Dela Siti Nobertian Panca Tandibua Novi Irawati Novia Dyah Mahesti Nugraha, Dimas Afrillio Caesar Nur Hamidah, Nur Nur Rokhmat Palupi, Angesti Pelle, Evangelin Estevania Ponimin Prahara, Lalu Pardede Gita Prasetyo, Kinanti Ida Nursanti Pratama Bayu Widagdo Priatna, Atep Priatna, Rizky Mugia Prima Suci Lestari Pujianataa, Aprian Eka Purbawati, Sih Yunika Purwaningsari, Dewi Putri Dyah Indriyani Putri Dyah Indriyani Rahayu, Mardina Rahina Nugrahani Rahina Rahina Nugrahani Rahman, Ryzki Fatchur Ratih Ayu Pratiwinindya Ratih Ayu Pratiwinindya Retnoningrum Hidayah Reza Trisnawati, Rossalia Rizal Sofyana Fatahillah Rizal, Wahyu Anggo Rizki Makiya, Kiki Rizkyansyah, Rio Anugrah RIZKYHIMAWAN, ADHYTIA Rohidi, Tjetjep Rohendi Saefudin, Muhammad Salsabillah, Devalia Wahid Sari , Francisca Vidia Kumala Sari, Archangela Girlani Silvananda Pradita Saskia Hanifaratri, Anindya Satria Ramadhani, Satria Setyowati Rahayu, Suparni Siti Rahmadani Nur Bakhtiar Slamet Haryono Soesanto Soesanto Sofiyaturrohmah, Syifa Sofyana Fatahillah, Rizal Suharto S Surya Adi, Adinda Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - Syakir Syakir syakir syakir Syakir Syakir Thesya Ramyta Rizki Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Tommi Yuniawan Treny Hera Treny Hera Tutung Nurdiyana Tutung Nurdiyana Udi Utomo Vania Febianti Wadiyo Wadiyo Wahyudi, Idam Wahyudi, Idham Wandah Wibawanto Warih Handayaningrum Warih Handayaningrum Wicaksana, Satya Adhi Widagdo, Pratama Widarwati Widarwati Widarwati, Widarwati Widodo Widodo Yoga, Nadya Krisma Yulaida, Ita Zairin, Achmad Zulmi, Muhammad