Articles
Pengembangan Potensi Destinasi Desa Wisata Menggunakan Indeks Pembangunan Desa Di Balesari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang
Bambang Kuncoro;
Joko Tri Nugraha;
Retno Dewi
Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47828/jianaasian.v7i02.43
Enacted Law No. 6 of 2014 concerning Villages can be a solution to the problem of disparity between cities and villages. Balesari is one of the villages in Windusari District which has an area of 387 ha or about 3.34 percent of the area of Windusari District. The population of Balesari is 2,788 people. A total of 1,421 were male, while the remaining 1,367 were female. The objectives of this study are: (1) Analyzing the potential in Balesari Village based on the village development index variable and; (2) Prepare policy recommendations as an effort to realize Balesari tourism village and community welfare. The approach used is a case study with interactive model analysis techniques. Research location in Balesari Village. The technique of collecting data through interviews and observation. This research has a very important meaning because it has a contribution to the discovery of the root cause of the problem of not optimal development of rural areas in Indonesia. The results of the research in the field show the results: (1) Calculation of Balesari village potential using the VillageDevelopment Index of 48.72119 means that villages have availability and access to basic services, infrastructure, accessibility or transportation, public services and minimal government administration; (2) Local government policies in controlling tourism development in Balesari Village do not yet exist; (3) Community activities in zalacca gardening and raising livestock can be packaged as one of the tourist attractions.
TAKSONOMI BUDAYA INFORMASI DALAM KONTEKS PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT DI KOTA MAGELANG
Joko Tri Nugraha;
Retno Dewi Pramodia Ahsani
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/jkkm.v2i2.923
Although in 2014 the Magelang City Government has compiled a grand design for the development of city government telematics, but most of the stages of e-government application development are currently still focused on providing websites and information services only. In general, the objectives of this research are: (1) Analyzing the taxonomy of information culture of public organizations in the City Government of Magelang; (2) Identifying the driving and inhibiting factors of e-government-based public services in the City of Magelang and; (3) Preparing appropriate policy recommendations so that public services based on e-government in the City of Magelang can run more optimally. The approach used is descriptive quantitative with descriptive statistical analysis techniques. Research location in Magelang City Government. Data collection techniques through questionnaire surveys, documentation and observation. The level of information culture maturity in the City Government of Magelang is influenced by several types of culture, including technocratic utopianism, anarchy, feudalism, dictactorship and federalism. The most dominant information culture is dictactorship culture.Keywords: information culture, e-government, public service
E-GOVERNMENT DAN PELAYANAN PUBLIK (STUDI TENTANG ELEMEN SUKSES PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT DI PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN)
Joko Tri Nugraha
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi dan Kajian Media
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/jkkm.v2i1.758
Since the enactment of Presidential Instruction No. 3 of 2003 on policies and strategies for e-government development, the government is required to be able to utilize the progress of information and communication technology through the development of public services based on e-government. At the national level, many local governments have initiatives to implement e-government. However, conditions in the field found differences between regions for various reasons, such as the limited budgetary factors, infrastructure and human resources. The developed e-government simply indicates that policy compliance is not accompanied by quality improvement. This research was conducted with the aim to map the key elements of successful e-government development in Sleman District as well as identify problems in the implementation of e-government so that the right solution can be formulated. This research use descriptive qualitative method with informant from 28 web manager of OPD in Sleman regency, data analysis technique utilize flow model analysis technique. Keywords: e-government, public service, Sleman Regency
MANAJEMEN APLIKASI “MAGELANG CERDAS” SEBAGAI SALAH SATU INOVASI SEKTOR PUBLIK MENUJU SMART CITY DI KOTA MAGELANG
Kristia Putri Pangestiningrum;
Joko Tri Nugraha;
Mahendradi Mahendradi
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 3, No 1 (2019): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/jkkm.v3i1.1354
Magelang Cerdas adalah media yang disediakan oleh Pemkot Magelang untuk mengembangkan smart city. Tujuan penelitian untuk menganalisis manajemen aplikasi Magelang Cerdas. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif. Keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada aspek perencanaan, Pemerintah Kota Magelang telah menetapkan tujuan dan strategi implementasi; (2) Pengorganisasian dilakukan dengan menunjuk OPD yang bertanggung jawab terhadap implementasi dan pengawasan aplikasi; (3) Pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi aplikasi kepada masyarakat melalui media dan melakukan pengenalan ke OPD yang terlibat dalam input informasi; (4) Pengawasan dilakukan dengan mengevaluasi keberhasilan aplikasi melalui feedback yang diberikan pengguna.
PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT MELALUI LAYANAN ASPIRASI MASYARAKAT DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MAGELANG
Yeni Denisa Lestari;
Joko Tri Nugraha;
Nike Mutiara Fauziah
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31113/jia.v16i2.230
Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan e- Government melalui adanya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e- Government. Dalam rangka penerapan e-Government, Pemerintah Kabupaten Magelang menyediakan sebuah layanan sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat Kabupaten Magelang seperti pertanyaan, pengaduan dan tuntutan masyarakat, yaitu Layanan Aspirasi Masyarakat. Layanan Aspirasi Masyarakat ini belum tersosialisasikan secara merata dan berkelanjutan, sehingga aspirasi yang masuk masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengembangan e-Government melalui Layanan Aspirasi Masyarakat di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 3 (tiga) pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang sebagai pengelola Layanan Aspirasi Masyarakat dan 5 (lima) Masyarakat Kabupaten Magelang sebagai pengguna Layanan Aspirasi Masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan teknik analisis studi kasus dari Robert K Yin. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbatasan anggaran, keterbatasan infrastruktur teknologi dan keterbataan sumber daya manusia sebagai pengelola menyebabkan tidak terlaksananya sosialisasi secara merata dan berkelanjutan.
Mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (Studi Kasus Pelayanan SKCK dan SIM Pada Polres Kota Magelang)
Eny Boedi Orbawati;
Joko Tri Nugraha;
Fadlurrahman Fadlurrahman
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36982/jpg.v8i1.2882
Salah satu unsur untuk menilai penyelenggaraan pelayanan publik yakni kepuasan masyarakat. Organisasi apapun bentuknya wajib memberikan pelayanan yang berkualitas, prima, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Terutama organisasi yang secara langsung bersentuhan atau memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu organisasi publik pemerintah Indonesia yakni Polres Kota Magelang. Polres Kota Magelang memberikan erbagai macam pelayanan, diantaranya pelayanan pembuatan SKCK dan SIM. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat, mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan, dan sebagai bahan masukan kepada Polres Kota Magelang dalam menyelenggarakan pelayanan public. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah responden sebanyak 45 responden yang terbagi menjadi 100 responden pada unit layanan SIM, dan 45 responden pada unit layanan SKCK. Pengolahan data menggunakan nilai rata-rata tertimbang dari masing-masing unit pelayanan. Penelitian ini menghasilkan bahwa nilai indeks kepuasan masyarakat pada unit layanan SIM berada pada kategori sangat baik (A) dengan nilai IKM sebesar 90,27, sedangkan pada unit layanan SKCK berada pada kategori baik (B) dengan nilai IKM sebesar 86,21. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu perlu adanya peningkatan sosialisasi biaya pelayanan pada kedua unit layanan SIM dan SKCK, perlu ditingkatkan kualitas sarana dan prasarana, dan perlu adanya standar kepastian kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci : Indeks Kepuasan Masyarakat; Polres Kota Magelang; Survei Kepuasan Masyarakat.
Kemitraan dalam Pengelolaan Geowisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul
Oqi Dewi;
Eny Boedi Orbawati;
Fadlurrahman Fadlurrahman;
Seiren Ikhtiara;
Joko Tri Nugraha;
Ari Mukti
Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31506/jap.v14i1.19624
Partnership is a concept of cooperation used by the Gunungkidul Regency Tourism Office, BUMDes Maju Mandiri, and tour guide business (pokdarwis) in managing the Pindul cave. Through this partnership, the management of Pindul cave is expected to be better, but in reality there are still disobedience and lack of openness in partnership. This study aims to provide an overview of partnership between actors in the management of Pindul cave in Gunungkidul Regency. The research method used in this study is qualitative using a descriptive approach. The results showed that the optimization of partnership between actors in the management of Pindul cave runs only on the principle of mutual benefits, namely absorption of labor, reducing unemployment, and increasing the income of each actors. Meanwhile, the principle of equality and opennes of partnership has not run optimally as indicated by coordination noncompliance, and lack of openness in partnership.
PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT MELALUI LAYANAN ASPIRASI MASYARAKAT DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MAGELANG
Yeni Denisa Lestari;
Joko Tri Nugraha;
Nike Mutiara Fauziah
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 16 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31113/jia.v16i2.230
Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan e- Government melalui adanya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e- Government. Dalam rangka penerapan e-Government, Pemerintah Kabupaten Magelang menyediakan sebuah layanan sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat Kabupaten Magelang seperti pertanyaan, pengaduan dan tuntutan masyarakat, yaitu Layanan Aspirasi Masyarakat. Layanan Aspirasi Masyarakat ini belum tersosialisasikan secara merata dan berkelanjutan, sehingga aspirasi yang masuk masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengembangan e-Government melalui Layanan Aspirasi Masyarakat di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 3 (tiga) pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang sebagai pengelola Layanan Aspirasi Masyarakat dan 5 (lima) Masyarakat Kabupaten Magelang sebagai pengguna Layanan Aspirasi Masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan teknik analisis studi kasus dari Robert K Yin. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbatasan anggaran, keterbatasan infrastruktur teknologi dan keterbataan sumber daya manusia sebagai pengelola menyebabkan tidak terlaksananya sosialisasi secara merata dan berkelanjutan.
Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Sosialisasi Digital Marketing bagi Pelaku UMKM di Kelurahan Kramat Selatan
Dheva Febriyanti Purwanto;
Novita Nur Azizah;
Nurul Laila;
Mila Dianur Sabilla;
Salwa Nabilla;
Joko Tri Nugraha
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54066/jkb.v2i3.2307
Digital marketing is one of the main keys to increasing the competitiveness of business actors, especially micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, the main challenge that is often faced in digital marketing is that many business actors do not yet have an understanding of the use and application of digital marketing. To overcome this problem, Tidar University KKN students carried out socialization activities at Hall RW. At the survey stage, visits were made to each MSME location. The stages of implementing socialization were carried out by bringing in speakers from the Magelang Mayor's Expert Team. The final stage is follow-up visits to each MSME location. The final aim of this activity is to provide further assistance that ensures the application of the knowledge that has been provided during socialization. By making repeat visits to MSME locations, the community service team can help business actors practice the digital marketing techniques they have learned.
KUALITAS PELAYANAN KRL COMMUTER LINE DI YOGYAKARTA
Hakim, Anisa;
Ari Fatun Nisa, Faradillah;
Bahrun Muzaki, Muhammad;
Mulyo Sejati, Wahyu;
Aliyah, Nailil;
Tri Nugraha, Joko
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 06 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69957/praob.v4i06.1566
KRL Commuter Line Yogyakarta adalah salah satu mode transpontası publik yang penting di Yogyakarta. Kualitas Pelayanan KRL Comuniter Line Yogyakarta sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas pelayanan KRL Commuter Line di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data dengan kuesioner yang disebar secara online. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelayanan KRL Commuter Line di Yogyakarta secara keseluruhan layanan yang diberikan sudah cukup baik. Namun terdapat satu aspek yang perlu diperhatikan yaitu tentang keamanan. Secara keseluruhan pengguna merasa bahwa layanan yang diberikan sudah cukup memadai dan memfasilitasi kebutuhan mobilitas mereka dengan efektif.