Claim Missing Document
Check
Articles

THE THE EFFECT OF ETHREL SOLUTION IN RIPENING PROCESS ON THE QUALITY OF PAPAYA FRUIT (Carica papaya L) Almira Ulimaz
Nusantara Hasana Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Nusantara Hasana Journal, July 2021
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papaya fruit is one source of vegetable protein. This fruit is often cultivated because of its considerable benefits for health. In addition to cultivating papaya plants, farmers also often ripening papaya fruit that has been harvested using ethrel solution. This study aims to describe the effect of The Addition of ethrel solution on the quality of papaya fruit. This research is an experimental study consisting of 5 treatments and 3 replications with a test model that is an organoleptic test to measure the quality of papaya fruit. Research data presented descriptively. The results showed that administration of Ethrel solution affected the quality of papaya fruit with optimal concentration in the treatment of P3 or 0.6% Ethrel per liter of water. Papaya fruit has the best color, texture, and taste in the P3 treatment when compared with the P0, P1, P2, P4, and P5 treatments. The best length of days in the ripening process is five days.
ETHANOL CONTENT OF FERMENTED JACKFRUIT SKIN (Artocarpus haterophyllus Lmk) ON DIFFERENT SALT LEVELS Almira Ulimaz
Nusantara Hasana Journal Vol. 1 No. 4 (2021): Vol. 1 No. 4 (2021): Nusantara Hasana Journal, September 2021
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jackfruit skin often considered as by product immediately after the fruit being used or consumed. However, if processed further this jackfruit skin can actually be fermented and has the potential to be a biofuel. Traditionally wastewater from fermented jackfruit skin can produce bioethanol. Bioethanol is ethanol (ethyl alcohol) whose production process uses natural raw materials and biological processes. Considering the current condition, namely fossil fuels in Indonesia are getting scarce, especially motor vehicle fuel, so naturally this bioethanol from fermented jackfruit skin has the opportunity to become a substitute energy. This study aimed to determine the ethanol content of jackfruit skin fermentation. Anaerobic fermentation was done with the addition of 600 ofater and one month incubation. The resulting bioethanol levels were measured with an alcohol meter. The results showed that different levels of salt produced an amount of ethanol which was also different from the fermentation of jackfruit skin. The difference in the amount of ethanol produced is thought to be due to the influence of the growth of lactic acid bacteria.
Meningkatkan hasil belajar kognitif produk siswa pada materi Biologi ciri-ciri makhluk hidup Kelas VII SMPN 3 Banjarbaru Eva Sylviaty; Yulianti Hidayah; Almira Ulimaz
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.867 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v13i2.342

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA merupakan suatu bidang ilmu yang banyak berhubungan dengan manusia dan gejala–gejala alam yang ada disekitarnya. Pendidikan IPA adalah salah satu usaha sadar yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia sebagai seseorang yang hidup di lingkungan sebagai makhluk sosial maupun makhluk personal. Sebagai usaha kegiatan yang sadar akan tujuannya, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan di setiap jenis dan jenjang pendidikan termasuk sekolah menengah pertama. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa yang menjadi peserta didiknya. Pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari–hari. Berdasarkan hasil observasi dan informasi dari guru IPA kelas VII SMPN 3 Banjarbaru, pada semester genap belum tercapai nilai KKM yang ditetapkan sekolah dengan nilai 71. Diantara upaya guru yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar kognitif produk siswa kelas VII SMPN 3 Banjarbaru terhadap pembelajaran IPA Biologi materi ciri–ciri makhluk hidup dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas VII SMPN 3 Banjarbaru Kota Banjarbaru Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah total siswa sebanyak 25 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK dan penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Data hasil belajar kognitif produk siswa diperoleh melalui pemberian pretes dan postes. Analisis data melalui lembar analisis kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan siklus I pertemuan ke 1 rata-rata nilai postes adalah 74,40 dengan ketuntasan klasikal sebesar 76,00%, pada pertemuan ke 2 meningkat menjadi 79,20 dengan ketuntasan klasikal sebesar 84,00%. Siklus II pertemuan 1 ke 1 rata-rata nilai postes adalah 79,60 dengan ketuntasan klasikal sebesar 84,00%, pada pertemuan ke 2 menjadi 82,00 dengan ketuntasan klasikal sebesar 92,00%.
Respon siswa kelas VII SMPN 3 Banjarbaru pada materi biologi melalui inkuiri terbimbing Yulianti Hidayah; Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.675 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i4.333

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang alam. Salah satu cabang IPA yang sangat berkaitan dengan alam dan kehidupan sehari–hari adalah Biologi. Biologi secara independen dipelajari oleh peserta didik dimulai dari bangku sekolah menengah pertama. Pada tahap ini seorang peserta didik berada pada fase keingintahuannya yang besar tentang dunia. Rasa ingin tahu tersebut sangat sesuai jika diimbangi dengan metode pembelajaran di sekolah yang dapat merangsang siswa menemukan sendiri konsep–konsep dasar Biologi. Oleh karena itu, digunakanlah inkuiri terbimbing di SMPN 3 Banjarbaru untuk mengetahui respon siswa kelas VII pada materi Biologi yakni ciri makhluk hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 25 orang siswa kelas VII SMPN 3 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung selama 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Data respon siswa diperoleh dari angket. Analisis data melalui lembar analisis kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa menunjukkan sikap positif dengan persentase sebesar 97% terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.
Hasil Belajar Kognitif Proses Siswa Kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Konsep Keanekaragaman Hayati Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.184 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.440

Abstract

Berdasarkan hasil obervasi yang dilakukan di SMAN 10 Banjarmasin ditemukan bahwa sebagian siswa masih kesulitan dalam belajar Biologi. Hal ini terindikasi dari kegiatan belajar mengajar di kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin khususnya pada konsep Keanekaragaman Hayati. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA menunjukkan bahwa hasil belajar yang siswa peroleh hanya mencapai 60%, sehingga berada di bawah ketuntasan Klasikal yaitu 85% dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 72. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan bahan ajar atau Lembar Kerja Siswa (LKS) yang disampaikan oleh guru bersifat kurang kontekstual (tidak menyentuh langsung dengan dunia nyata yang dihadapi siswa sehari–hari). Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan meningkatkan meningkatkan hasil belajar kognitif proses siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran biologi pada konsep keanekaragaman hayati menggunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X3 di SMAN 10 Banjarmasin tahun ajaran 2013–2014. Data hasil belajar kognitif proses dikumpulkan dari hasil nilai lembar kerja siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kognitif proses siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 69,99 % dan pada siklus II sebesar 75,96 %.
Hasil Belajar Mahasiswa Prodi DIII Agroindustri Pada Materi Parameter Limbah Cair Menggunakan Media Pembelajaran Kahoot Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.042 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i4.876

Abstract

Media pembelajaran memegang peranan penting saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung berlangsung. Salah satu media belajar mengajar yang efektif meningkatkan proses maupun hasil belajar di kelas adalah aplikasi Kahoot. Kahoot adalah sebuah website di internet yang menghadirkan suasana kuis yang meriah ke dalam kelas. Pembelajaran menjadi menyenangkan dan membuat peserta didik tidak bosan mengikuti pelajaran yang sulit dimengerti. Materi parameter pada limbah cair merupakan materi yang cukup sulit dipelajari karena banyaknya konsep/teori yang harus diingat dan dipahami oleh mahasiswa. Oleh sebab itu penggunaan aplikasi Kahoot diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar pada materi parameter limbah cair menggunakan media pembelajaran Kahoot sebagai salah satu media yang membuat proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V Diploma III Agroindustri yang berjumlah 66 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan aplikasi Kahoot pada materi parameter limbah cair jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran Kahoot dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dari yang rerata nilainya di bawah 67 menggunakan lembar jawaban biasa, menjadi rerata di atas 74 saat menggunakan aplikasi Kahoot.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.97 KB)

Abstract

Politeknik Negeri Tanah Laut merupakan satu–satunya kampus di kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Mahasiswa yang memilih program studi diploma tiga Agroindustri, Jurusan Teknologi Industri Pertanian pada tahun 2019 banyak yang berasal dari jurusan non IPA. Hal ini berdampak pada sulitnya memahamkan materi kepada mereka untuk beberapa mata kuliah tertentu. Salah satu mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah. Ditambah lagi dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembelajaran harus dilaksanakan secara daring sehingga untuk memahamkan materi kuliah ini cukup sulit tanpa adanya tatap muka. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan sebuah instrumen belajar atau bahan ajar yang sederhana berupa modul praktikum daring berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul praktikum daring berbasis inkuiri terbimbing pada mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah. Desain penelitian pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4–D Thiagarajan. Model ini merupakan sistem pendekatan pengembangan pembelajaran yang dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu Define (Pendahuluan), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Dalam penelitian ini tahap yang digunakan hanya sampai tahap pengembangan. Instrumen yang digunakan adalah (a) Lembar Validasi, instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan data kevalidan dari modul praktikum berisi aspek penilaian yang terdiri atas syarat didaktik, isi, bahasa, penyajian dan (b) Angket. Modul praktikum dinilai memiliki tingkat kelayakan yang cukup dengan rerata persentase sebesar 70% ke atas di semua aspek yang dinilai. Hal ini menunjukkan bahwa modul praktikum daring mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah ini bisa digunakan kembali untuk pembelajaran selanjutnya di tahun akademik berikutnya (semester genap 2021–2022) di materi yang sama.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Stasiun Loading Ramp dengan Metode HIRARC di PT. XYZ Almira Ulimaz
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.788 KB) | DOI: 10.55123/insologi.v1i3.573

Abstract

The company XYZ is one of the largest palm oil processing industrial factories in the province of South Kalimantan. Based on the results of interviews with employees who work at CPO processing (loading ramp) stations and also interviews with the Human Safety Environment (HSE), the OHS standard has actually been set by the company. However, there are still employees who have not complied with the company's regulations regarding the OHS standards. This study purposes to analyze Occupational Safety and Health at the Loading Ramp Station with the HIRARC Method at PT. XYZ. The method used in this research is a case study. Data was collected by using in-depth interviews and the subjects were selected by purposive sampling. Risk analysis at PT XYZ at the Loading ramp station using the HIRARC method, namely the assessment of the highest score in the process of entering FFB into the lorry and withdrawing the lorry using capstan. It gets the same score 6. The use of the HIRARC method can provide a solution that has a high risk. Controlling the risk of work accidents at PT XYZ's loading ramp station is the obligation to apply Personal Protective Equipment or PPE when employees are working. . Keywords: HIRARC, Health, Loading ramp, Safety, Work.   Abstrak   Perusahaan PT XYZ adalah salah satu pabrik industri pengolahan kelapa sawit terbesar di provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan karyawan yang bertugas di stasiun pengolahan CPO (stasiun loading ramp) dan juga wawancara dengan Human Safety Environment (HSE), standar K3 sebenarnya telah ditetapkan oleh perusahaan. Akan tetapi masih ada karyawan yang belum mematuhi peraturan perusahaan tentang standar K3 tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Stasiun Loading Ramp dengan Metode HIRARC di PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara mendalam (depth interview) terhadap subjek wawancara yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis resiko pada PT XYZ di stasiun Loading ramp menggunakan metode HIRARC yaitu penilaian nilai skor tertinggi di proses memasukkan TBS ke dalam lori dan penarikan lori menggunakan capstan dengan nilai skor sama yaitu skor 6. Penggunaan metode HIRARC dapat memberikan solusi yang mempunyai resiko tinggi. Pengendalian resiko kecelakaan kerja di stasiun loading ramp PT XYZ adalah dengan kewajiban menerapkan Alat Pelindung Diri atau APD saat karyawan berada dalam pabrik khususnya saat sedang bekerja. Perusahaan harus cepat tanggap dalam masalah ini seperti memberi sanksi terhadap karyawan yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku.   Kata Kunci: HIRARC, Kesehatan, Keselamatan, Kerja, Loading ramp.
Pengaruh Jenis dan Ketebalan Karbon Aktif pada Sistem Constructed Wetlands untuk Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga Anton Kuswoyo; Almira Ulimaz
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i1.4436

Abstract

The main environmental problem today is still about pollution. Residential settlements always produce waste, especially household liquid waste. This type of waste is generally in the form of water that is cloudy in color and emits an unpleasant odor. This type of liquid waste is known as greywater. The direct impact of pollution is the contamination of groundwater (wells) and river water by greywater. As a result, the quality of the environment is getting disturbed. Especially in Angsau Village, Pelaihari Sub-district, Tanah Laut Regency, the majority of the population uses well water for bathing and washing toilets (MCK) and cooking. The purpose of this research is to reduce phosphate levels in greywater wastewater more effectively and efficiently. This type of research is a true experiment with a pretest-posttest research design with a control group design. The subject of the research was household liquid waste (greywater) which was taken at random in Angsau Village, Pelaihari District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. The study was designed with 6 treatments, namely variations of activated carbon used in two constructed wetlands reactor tanks. The first reactor uses coconut shell activated carbon, and the second reactor uses palm shell activated carbon. The results showed that, the thicker the activated carbon applied to the constructed wetlands reactor system, the lower the phosphate levels in household wastewater (greywater). The highest average percentage value was in the treatment with 15 cm thick activated carbon, and the lowest percentage mean value was in the treatment with 5 cm thick activated carbon. The results also showed that activated carbon from palm shells was more effective in reducing phosphate levels in household wastewater (greywater) compared to the use of activated carbon from coconut shells.
Respon Mahasiswa terhadap Modul Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Daring Mata Kuliah Teknologi Pengolahan Limbah Almira Ulimaz
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pandemi COVID–19 memberikan dampak di semua aspek kehidupan salah satunya adalah aspek pendidikan. Seluruh pengajar di semua jenjang pendidikan harus bisa mengajar dalam kondisi tidak bertatap muka secara langsung dengan peserta didik yang diajar. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada sistem pengajaran saat di kelas yang biasanya dilaksanakan secara offline maka sekarang harus dilaksanakan secara online. Materi ajar yang disampaikan juga harus dimodifikasi agar kompetensi yang didapat oleh peserta didik tetap sama meskipun tidak ada pertemuan face to face. Pembelajaran dengan kelas praktikum juga terkadang harus dilakukan oleh peserta didik sendiri di rumah mereka masing–masing. Oleh sebab itu pengajar harus mampu membuat bahan ajar yang bisa dipahami dengan cukup baik oleh perserta didik. Selain itu, bahan ajar tersebut sebaiknya mendapat tanggapan yang baik juga dari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap modul praktikum berbasis inkuiri terbimbing pada pembelajaran daring mata kuliah teknologi pengolahan limbah. Penelitian ini menggunakan instrumen angket atau kuesioner yang disebar ke 30 mahasiswa untuk mengetahui bagaimana respon mereka terhadap nilai kepraktisan penggunaan modul praktikum daring mata kuliah teknologi pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan jawaban rata–rata sebesar 90% atau masuk kategori “baik sekali” untuk respon peserta didik terhadap nilai kepraktisan penggunaan modul praktikum daring mata kuliah teknologi pengolahan limbah. Kata kunci : inkuiri terbimbing, modul, praktikum, respon, teknologi pengolahan limbah. Abstract The COVID-19 pandemic has an impact on all aspects of life, one of it is the education aspect. All educators in all levels of education must be able to teach in conditions that are not being able to talk face to face with the students. This will also affect the teaching system when in class which is usually carried out offline so now it must be carried out online. The teaching materials delivered must also be modified so that the competencies gained by students remain the same even though there is no direct meeting. Learning with practical classes also sometimes has to be done by students themselves in their homes. Therefore, educators must be able to make teaching materials that can be understood quite well by students. In addition, these teaching materials should also get a good response from students. This study aims to describe student responses to guided inquiry-based practical modules in online learning for Teknologi Pengolahan Limbah course. This study uses a questionnaire instrument which is distributed to 30 students to find out how they respond to the practical value of using the online practicum module for Teknologi Pengolahan Limbah course. The results showed that the average answer choices were 90% or included in the "very good" category for student responses to the practical value of using the online practical module for Teknologi Pengolahan Limbah course. Keywords : guided inquiry, learning, modules, response, teknologi pengolahan limbah.
Co-Authors . Suwarsito Abu Bakar Tumpu Aceng Haetami, Aceng Aditya Ridho Fatmawan Agung Nugroho Agus Rofi’i Agustina, Dwi Kameluh Ahmad Zain Sarnoto Ahyani, Edi Aji Permana Putra Anang Kadarsah, Anang Andi Fitriani Djollong Anton Kuswoyo Archristhea Amahoru, Archristhea Arifudin, Opan Aris Suhud Astuti, Putri Widya Awalina, Rahmi Ayu, Laras BEDDU, MEGAWATI Cahyani, Nuraini Dwi cahyono, didik Citra Siwi Hanayanti Deisye Supit Desty Endrawati Subroto Devin Mahendika Dewi Amelia Widiyastuti Deykha Aguilika Dhaniswara, Erwin Dian Eka Priyantoro, Dian Eka Dian Puspita Anggraini Dian Puspita Anggraini Dian Puspita Anggraini Dwi Kameluh Agustina Dwi Kameluh Agustina Edy Suprapto Ema Lestari Enos Lolang Eva Sylviaty Fadheela Salsabyla Fadilah, Muhammad Noor Februati, Bernadin Maria Noenoek Fujiono Fujiono Hanafiah, Nur Arifah hasdiana, hasdiana Hermin Nainggolan Hukubun, Yohanis I Putu Agus Dharma Hita Ibrahim, Mozart Malik Ichsan Ichsan Ika Yuniwati, Ika Ilham Arief Jamaluddin Akbar Jesi Yardani Jesi Yardani Karimah, Saidatul Khasanah Khasanah Khusnah, Wakhibah Dwi Kurnia Dwi Artika, Kurnia Dwi Lail Rosyidatul Mu'ammaroh, Nurul Lasino J.W. Putro Lestari, Nana Citrawati Luthfiana Nurtamara Luthfina Ariyani M. Syukri Azwar Lubis Madaling Madaling Mansyur Srisudarso Mariatul Kiptiah Marlia Adriana Marzuki Marzuki Mayasari Mayasari, Mayasari Meilina, Duwi Meldayanoor Mia Aina Misbahul Munir Mohzana Mufrida Zein Muh. Safar Muh. Zuhdy Hamzah Muhammad Abdun Jamil Muhammad Ihsan Dacholfany Muhammad Indra Darmawan Muhammad Kholil Muhammad Noor Mumu Muzayyin Maq Nisfia, Nisfia Nuryati Nuryati Nuryati Nuryati Ogbodo, John Agbo Oktiawati, Unan Yusmaniar Permatasari, Nindy Ratna Ayu Pawestri Kusuma Dewi Rukiyanto Rukiyanto, Rukiyanto Sa'adah, Ulfah Salim, Brian Sebastian Sa’diah, Halimatus Sembiring, Darmawanta Singgih Prastawa Soetam Rizky Wicaksono Sri Tuti Rahmawati Sukini, Sukini Sulistiana, Devita Summa Nur Hidayah Suryawan, M Alit Syamsuddin, Arief Titis Linangsari Tri Bigrit Cleveresty Trisnu Satriadi Tuti Marjan Fuadi Violin, Vivid Wariunsora, Marlen Weraman, Pius Wijaya, Sean Michael Owen Yardani, Jesi Yuliana Ningsih Yuliana Ningsih Yulianti Hidayah Yulianti, Wan Yuliyanti, Wan