p-Index From 2021 - 2026
9.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam El-Iqtishady Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Journal of Law, Poliitic and Humanities DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Socius: Social Sciences Research Journal Anayasa International Journal of Islamic Studies Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Jurnal Gawat Darurat Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Jurnal Government of Archipelago Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Lentera: Journal of Islamic Studies Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
Claim Missing Document
Check
Articles

Aktualisasi Fikih dalam Menentukan Imam Salat Mumayyiz perspektif Ormas Islam (Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah) Khaerunnisa Karunia; Achmad Musyahid; Muhammad Saleh Ridwan; Darussalam; Usman Jafar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.364

Abstract

Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut; Pertama, Kriteria umum Imam salat dalam Pandangan fikih adalah mengutamakan Hafalan al-Qur’an atau bacaan yang fashih, kemudian yang berilmu atau yang paham akan sunnah terutama mengenai syarat dan rukun imam salat. Kedua, Usia mumayyiz dalam fikih secara umum berkisar antara tujuh tahun sampai sembilan tahun usia yang tidak dikatakan sebagai anak anak namun juga belum mencapai usia balig. dan belum berlaku hukum taklif padanya. Ketiga, Hukum Imam salat mumayyiz menurut ormas: 1. Nahdatul Ulama: boleh tapi masih diperdebatkan dan cenderung memakruhkannya. 2. Muhammadiyah: Membolehkan tapi tetap mengutamakan orang dewasa yang lebih berilmu jika ada. 3. Wahdah Islamiyah: Membolehkan terutama jika bacaan seorang Mumayyiz lebih banyak dan fashih dari orang dewasa yang hadir. Implikasi penelitian, dengan adanya karya tulis ini dengan beberapa pemaparan tentang Aktualisasi Fikih terhadap Hukum Imam Salat Mumayyiz dalam perspektif Ormas Islam (Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan wahdah Islamiyah) bisa menjadi referensi penelitian sekaligus menjadi petunjuk praktis bagi peneliti yang akan mengkaji lebih lanjut mengenai pembahasan terkait khususnya dalam menetapkan hukum Islam.
Larangan Menimbun Harta Herlina; Misbahuddin; Saleh Ridwan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1349

Abstract

Sistem ekonomi Islam menekankan pentingnya persamaan, kesempatan, dan pemerataan distribusi pendapatan. Salah satu praktik yang dilarang dalam ekonomi Islam adalah penimbunan harta (ihtikar), yang dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi dan penderitaan masyarakat. Penimbunan barang menghalangi peredaran barang dan menyebabkan kelangkaan yang merugikan masyarakat, sementara seharusnya harta digunakan untuk kegiatan produktif yang dapat menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan perekonomian. Investasi dalam pandangan Islam tidak hanya bertujuan untuk keuntungan duniawi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyiapkan bekal di akhirat. Investasi syariah mengharuskan keadilan dalam transaksi dan memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang mengutamakan kesejahteraan umat. Dalam investasi syariah, tidak ada ruang untuk praktik yang merugikan, seperti riba, spekulasi, atau kegiatan ekonomi yang haram. Dengan mengelola kekayaan secara bijaksana, umat Islam dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat sosial dan spiritual.
Al-Nahyu Dalam Istinbath Hukum Ardiansyah, Bimas; Bakri, Muammar; Ridwan, Saleh
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 3, No 1 (2025): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15226587

Abstract

This article discusses al-Nahyu in the istinbath of law. The method used refers to the literature method, where the source of data is obtained from literature materials processed through content analysis. The essence or substance of the prohibition (al-Nahyu) is inseparable from the views of several proposed scholars. The first opinion says that al-Nahyu, the substance of which is tahrim, unless there is a qarinah that turns the meaning of tahrim to others. The second opinion is the opposite by saying that basically the substance of al-Nahyu is karaha and does not indicate tahrim unless there is a qarinah that turns the meaning of karaha to tahrim and the three combinations of tahrim and karaha and does not show any meaning to one of them unless there is a qarinah. The content of the meaning of al-Nahy associated with the law of prohibition consists of haram and makruh. The three levels of law are contained in the verses of al-Nahyu which are classified as taklifi law. And mukallaf is required to carry out based on their abilities. However, it does not mean that it does not bring difficulties as a regulation that binds human behavior.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN PROGRAM DANA DESA TAHUN 2018 DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN (Studi di Desa Amasing Kota Kecamatan Bacan) Pora, Rasid; Kaunar, Abdullah; Kemhay, Hardi; Ridwan, M. Saleh; Latif, Fandi Hi.
JURNAL GOVERNMENT OF ARCHIPELAGO - JGOA Vol 2 No 1 (2021): JGOA Volume II Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam penyususnan program dana desa di desa Amasing Kota Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Jenis penelitian yang dipakai deskriptif kualitatif yaitu peneliti berusaha memberikan pemahaman secara mendalam tentang obyek yang di teliti serta memberi gambaran yang jelas mengenai masalah yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, Dalam setiap penyusunan program dana desa di Desa Amasing Kota tahun 2018, pemerintah desa selalu melibatkan masyarakat dalam bentuk rapat umum, untuk membahas program-program apa saja yang hendak akan dilaksanakan di desa Amasing Kota dalam satu tahun anggaran. Kedua Faktor penghambat dalam penyusunan program dana desa di Desa Amasing Kota adalah, kurangnya pemahaman masyarakat tentang peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengelolaan dana desa.
METODE SAD/FATH AZ ZARIAH DALAM PEMAHAMAN HUKUM ISLAM Andi Takdir Djufri; Abdul Halim Talli; Saleh Ridwan
El-Iqthisadi Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i1.58777

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas metode Sad/Fath Az-Zariah dalam pemahaman hukum Islam yang berperan penting dalam penerapan Ushul Fiqh untuk mengatasi masalah-masalah kontemporer. Sad Az-Zariah bertujuan untuk menutup jalan yang dapat mengarah pada kerusakan, sementara Fath Az-Zariah membuka jalan untuk kemaslahatan dengan mendukung perbuatan yang membawa kebaikan. Penelitian ini menyelidiki keduanya dalam konteks perdebatan mazhab klasik, seperti Mazhab Maliki dan Hanbali yang menerima penuh, serta Mazhab Hanafi dan Syafi'i yang lebih selektif. Perbandingan dengan metode ijtihad lain, seperti Qiyas, Istihsan, dan Maslahah Mursalah, menunjukkan peran Sad/Fath Az-Zariah dalam melindungi Maqashid Syariah—memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penerapan kedua metode ini dalam isu-isu kontemporer, seperti ekonomi syariah, kesehatan, dan sosial, menunjukkan relevansi dan fleksibilitas hukum Islam dalam menghadapi tantangan zaman. Ke depannya, disarankan untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam penerapan metode ini untuk menghasilkan fatwa yang lebih komprehensif dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Kata Kunci: ad Az-Zariah, Fath Az-Zariah, Ushul Fiqh, Maqashid Syariah, Ijtihad   Abstract: This article discusses the Sad/Fath Az-Zariah method in understanding Islamic law which plays an important role in the application of Ushul Fiqh to overcome contemporary problems. Sad Az-Zariah aims to close paths that can lead to damage, while Fath Az-Zariah opens paths for benefit by supporting actions that bring goodness. This research investigates both in the context of debates between classical schools of thought, such as the Maliki and Hanbali schools which fully accept them, as well as the more selective Hanafi and Shafi'i schools. Comparison with other ijtihad methods, such as Qiyas, Istihsan, and Maslahah Murlahah, shows the role of Sad/Fath Az-Zariah in protecting Maqashid Syariah—protecting religion, soul, mind, descendants, and property. The application of these two methods to contemporary issues, such as sharia economics, health and social affairs, shows the relevance and flexibility of Islamic law in facing the challenges of the times. In the future, it is recommended to encourage cross-disciplinary collaboration in the application of this method to produce fatwas that are more comprehensive and acceptable to the wider community. Keywords: ad Az-Zariah, Fath Az-Zariah, Usul Fiqh, Maqashid Syariah, Ijtihad
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM PUBLIK Patawari, Andi Yusri; Ridwan, Saleh; HL, Rahmatia; Rahmawati, St.
Jurnal AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/as-hki.v7i1.7022

Abstract

The issue of domestic violence has received relatively little attention among legal experts, both in terms of regulation and implementation. This paper aims to raise awareness and explore the extent to which Islamic legal norms and public law align with the spirit of anti-violence, particularly within the household. This study employs a normative juridical approach. Data were collected through documentation techniques, focusing on Islamic legal literature such as the Quranic texts and Hadith, as well as classical fiqh texts and statutory regulations currently in force in Indonesia. The study reveals that acts of domestic violence are prohibited in Islam, which is consistent with the anti-violence principles embedded in Indonesian legislation related to acts of violence.
Formulation of Iḥdād Rights for Career Women in Counter Legal Draft Compilation of Islamic Law Sohrah; Ridwan, M. Saleh; Musrianaa
Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Vol. 1 No. 2 (2022): Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review
Publisher : MUI Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64016/parewasaraq.v1i2.8

Abstract

This study aims to analyze and formulate applicable ihdad rights for career women within the framework of the Counter Legal Draft Compilation of Islamic Law. Counter Legal Draft KHI is a legal product of Islamic law reform in Indonesia. The material contained in the KHI is considered gender bias against women, so CLD-KHI was born which aims to revise the article on gender bias in the KHI. With one of the approaches used in formulating laws based on gender equality so that the role of women in society that has undergone significant evolution, including in terms of education, career, and active participation in economic life does not reduce women's rights. This research is classified as library research type, data is collected by reviewing and reviewing various books that have relevance to the subject matter, and then using primary and secondary data sources, with normative analysis research methods on various sources of Islamic law, legal documents, and related literature. This research also involves a comparative approach to compare the views of different schools of Islamic law regarding ihdad rights and their context in the lives of career women today. The results showed that it is necessary to reformulate ihdad rights in order to accommodate the aspirations and real conditions of career women. This reformulation should take into account just and balanced inheritance rights, without neglecting fundamental principles of Islamic law. In addition, it is also necessary to integrate social, economic, and cultural aspects in consideration of the formulation of new ihdad rights. This research contributes in the face of social change and the demands of gender equality in the context of Islamic law. It is hoped that the resulting ihdad rights formulation can provide guidance for legislators and legal practitioners in developing more inclusive and fair regulations for career women, while adhering to fundamental Islamic legal principles.
PERLINDUNGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Amrullah, Salam; Sultan, Lomba; Ridwan, Muh. Saleh
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3097

Abstract

Persoalan kekerasan terhadap istri secara fisik maupun psikis, dewasa ini semakin sering terjadi di masyarakat. Realita tersebut secara faktual menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga terhadap istri, merupakan suatu fenomena yang terkadang dianggap lazim di lingkungan masyarakat. Anggapan lazim ini tentunya tidak terlepas dari konstruksi sosial yang berkembang di tengah masyarakat bahwa suami adalah kepala keluarga dan memiliki otoritas penuh terhadap anggota keluarga termasuk isteri. Dalam konteks itu kajian ini berupaya mengupas tentang bagaimana konsep perlindungan terhadap perempuan korban KDRT dalam hukum Islam. Dalam konteks perlindungan perempuan dalam rumah tangga, teks-teks al-Qur’an memberikan banyak jawaban yang mengharuskan perwujudan hubungan rumah tangga secara ma’ruf dalam arti setara, adil dan demokratis. Hal ini menegaskan bahwa hukum Islam membawa misi perlindungan, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia di muka bumi. Hal ini juga diharmonisasikan dengan hukum perlindungan perempuan yang berlaku di Indonesia saat ini.
NILAI MASLAHAT DALAM PERINTAH IBADAH Nur, Irayanti; Sultan, Lomba; Ridwan, Muh. Saleh
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3092

Abstract

Nilai maslahat yang terkandung dalam perintah ibadah dalam Islam, baik dari aspek individual maupun sosial. Perintah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai manifestasi ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga mengandung hikmah dan manfaat yang berdampak pada kesejahteraan manusia. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks terhadap sumber utama dalam Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah memiliki nilai maslahat yang bersifat multidimensional, meliputi dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan ekologis. Contohnya, shalat memberikan ketenangan jiwa dan memperkuat hubungan dengan Allah, sedangkan zakat dan sedekah mendorong solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Disini ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap nilai maslahat ibadah dapat meningkatkan kesadaran umat dalam melaksanakan perintah agama secara ikhlas dan penuh tanggung jawab
Analysis of Marriage Legalization Decisions at the Bulukumba Religious Court from a Progressive Law Perspective Jamin, Awaluddin; Muhammad Saleh Ridwan; Asni, Asni; Imran Anwar Kuba; Rian Hidayat
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10038

Abstract

This study aims to analyze the judge’s considerations in marriage legalization (isbat nikah) cases in the Bulukumba Religious Court from the perspective of progressive legal theory. It employs field research using statutory, sociological, and legal anthropological approaches to understand the dynamics of legal reasoning within the context of social reality and substantive justice. The findings indicate that in deciding marriage legalization cases, judges refer to Law Number 1 of 1974 on Marriage and the Compilation of Islamic Law (Presidential Instruction Number 1 of 1991), by assessing the validity of the marriage pillars and conditions, as well as their conformity with both Islamic and positive law provisions. Analysis of Decision No. 315/Pdt.P/2023/PA.Blk and No. 297/Pdt.P/2023/PA.Blk reveals that judges have taken into account the values of justice in the spirit of progressive law, which views law as a means of social transformation for the benefit of society. Progressive law is understood as a dynamic legal concept that prioritizes substantive justice and responds to the legal needs of society to achieve legal certainty while protecting citizens’ rights.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rahim Abdillah Abdillah Abdul Fattah Abdul Halim Talli Abdul Mujib Sawihi Abdul Qayyum, Abdul Rahman Hi. Abdul Wahab abdullah, muh ruslan ABDULLAH, MUH. RUSLAN Achmad Musyahid Idrus Ahmad Fajril Ahmad Musyahid Ahmad Qurais Wahid Akmal, Andi Muhammad Amrullah, Muhammad Salam Amrullah, Salam Andi Abdul Hamzah Andi Airiza Rezki Syafaat Andi Intan Cahyani Andi Sumardin, Andi Andi Takdir Djufri Andriany, Mita Annisa, Thahirah Ardiansyah, Bimas Asni Asni Asni Azzochrah, Nurul Azizah Bahrul, Syahdan Bakence, Lutfi Bakri, Muammar Darussalam Desrianti, Desrianti Dwi Harjana Ekayanti, Sri Eny Sutria Erni Erni Fachrul Salam Baharuddin fahlevi, Andi Fairuz Elisya Fasiha Fasiha, Fasiha Fatimah, Siti Nurul Fatma Firdaus Firdaus Firman Fitri Wulandari Fitriani, Aidah Gunawan Gunawan Hamzah Hasan Handayani, Nurilma Hariani, Nur Fitri Harjana, Dwi Hartini Tahir Hasri Hasri Herlina Herman, Muhammad Akbar Hisbullah Hisbullah HL, Rahmatia HM. Kafrawi, Try Sa’adurrahman Idham Idham Ilham Rissingg Ilmi, Ani Auli Imran Anwar Kuba Irayanti Nur Jamin, Awaluddin Karunia, Khaerunnisa Kasjim Salenda Kaunar, Abdullah Kemhay, Hardi Khaerul Rasyidi Khaerunnisa Karunia Kurniati Kurniati Kurniati Kusnadi Umar Laela Mutmainnah Latif, Fandi Hi. Lomba Sultan Lutfi, Muhtar Maghudi, Muhammad Imam Mapuna, Hadi Daeng Marilang Misbahuddin Misbahuddin Muh Fiqram Muh Ruslan Abdullah Muh. Jamal Jamil Muhammad Akbar Herman Muhammad Furqanul Ikram MUHAMMAD ILHAM Muhammad Shuhufi Muhammadiyah Amin Mukhbit, Ahmad Faiz Mukhtar Lutfi Musrianaa Mustaufiq, Mustaufiq N. Nazaruddin Nerli Citra Lestary Nur Ahmad Nur Aisyah Nur, Irayanti Nur, Muhammad Imran Nurfaika Ishak Nurjannah N, Nurjannah Nurman Said Nurul Adawia Nurul Azizah Azzochrah Nusair, Abuyamen Osman, Zaiton Patawari, Andi Yusri Patimah Patimah Patimah Patimah Pora, Rasid Pratiwi, Haerani Putra, Wiyari Dwi Qayyum, Rahman Qorina, Ulfa Rahim, Irawati Rahma Amir, Rahma Rahmatiah HL Rahmatiah Rahmatiah Rahmawati, St. Rahmiati Rahmiati Ramadan, Nur Hikmah Anugrah Rasdiyanah, Andi Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasmawati Rian Hidayat Risnah, Risnah Rohim, M. Yusuf Nur Rusman Rusman Rusni Rusni Sabani, Akbar Saitul Mahtir Sakina Siswahyudianto Siti Aisyah Sohrah Sudirman L, Sudirman Sulastryani, Sulastryani Syamsuddin, Arman Syamsuddin, Darussalam Tahir Maloko Tarmizi Tasliyah Erlina Umar Laila Umar, Marzuki Ummu Awaliah Usman Jafar Wahdaniah Wahidah Abdullah Zulfadli Zulfadli Zulfahmi Alwi Zulfajri H Zulhas’ari Mustafa