p-Index From 2021 - 2026
9.388
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam El-Iqtishady Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Journal of Law, Poliitic and Humanities DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Socius: Social Sciences Research Journal Anayasa International Journal of Islamic Studies Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Jurnal Gawat Darurat Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Jurnal Government of Archipelago Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Lentera: Journal of Islamic Studies Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam) Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Sertifikat Sebagai Bukti Hak Kepemilikan Atas Tanah Perspektif Hukum Islam Muhammad Akbar Herman; Hamzah Hasan; Saleh Ridwan
Lentera Jurnal Vol 1 No 2 (2025): Studi Islam Kontemporer: Pendekatan Interdisipliner terhadap Penelitian Teks, Huk
Publisher : Danudirja Setyabudi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64271/d6aqg778

Abstract

This study presents three research questions: First, what is the concept of proof of land ownership rights from the perspective of Islamic law? Second, what is the process of issuing land certificates as proof of land ownership rights according to Islamic law ? Third, what is the legal force of land certificates as proof of land ownership rights according to Islamic law? The type of research used is library research with a normative theological (sharia) approach. The data sources used are data obtained indirectly (secondary data), including primary sources such as the Qur'an, Hadith, and legislation; secondary sources like literature and scientific journals; and tertiary sources such as magazines, dictionaries, and Google. The results of this study show that: First, the concept of proof of land ownership in Islamic law aims to provide legal certainty regarding land ownership rights. Proof of land ownership can be in the form of written documents (kitabah), testimony (syahadah), and continuous physical control (qabdh wa istighlal). Second, applying Islamic legal principles such as justice (al-'adalah), benefit (al-maslahah), transparency (al-ṣidq), and public announcement (I'lan) in land certificates ensures that the land registration process is conducted fairly, accurately, and openly. Third, land certificates serve as a perfect means of proof in the legal system, providing legal protection for landowners and preventing ownership disputes.
Pelaksanaan Perjanjian Appita’gala’ Butta (Gadai Tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Perspektif Fikih Muamalah Ahmad Qurais Wahid; Muhammad Saleh Ridwan; M. Thahir Maloko
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.587

Abstract

Hasil tanah yang dikelola oleh pemilik tanah tersebut dapat mengumpulkan hasilnya untuk melunasi utang, dan agar meringankan pemilik tanah dalam melunasi hutangnya. Tujuan menganilisa pelaksanaan perjanjian appita’gala’ butta (gadai tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dalam perspektif fikih muamalah. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah metode penelitian kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara obyektif suatu aktifitas dengan tujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Hasil penelitian gadai adalah transaksi pinjaman dan menyertakan barang jaminan, berpindahnya penguasaan barang jaminan untuk sementara dari pihak pemberi gadai kepada penerima gadai, sampai waktu yang ditentukan dapat melakukan pelunasan atas pinjaman yang dilakukan. Praktik gadai tanah dilakukan secaran lisan dengan saling percaya antara pemberi gadai dengan penerima gadai, manuketika terjadi sengketa diantara dua bela pihak apat diselesaikan secara kekeluargaan. Surat perjanjian gadai tanah secara tertulis di Kecamatan Pangkajene merupakan bukti kuat, apabila terjadi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, permasalahan tersebut berlanjut sampai di ranah hukum, maka surat perjanjian gadai tanah yang disepakati kedua pihak dapat dijadikan bukti didalam persidangan. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa barang jaminan tidak boleh memanfaatkan barang jaminan. Jenis pemanfaatan yang dilarang oleh ulama Syafi’iyah adalah pemanfaatan yang dapat mengurangi nilai barang jaminan tersebut. Mengenai gadai bersyarat maka dalam hal ini jika ditinjau menurut Wahbah az-Zuhaili hukumnya tidak sah karena pihak penggadai mengajukan syarat bahwa apabila utang yang ada telah jatuh tempo maka barang gadaian tidak boleh di jual oleh si penerima gadai. Barang jaminan gadai ulama berpendapat bahwa pemanfaatan barang jaminan oleh penerima gadai dilarang dalam ketentuan fikih muamalah. Yang menjadi jaminan dalam praktik gadai tanah adalah surat kepemilikan berupa sertifikat.
PEMAHAMAN MASYARAKAT BUGIS BONE TERHADAP MAHAR TANAH DAN KEDUDUKANNYA DALAM PERKAWINAN Rusman, Rusman; Maloko, M. Thahir; Ridwan, Muh. Saleh
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7097

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan pemahaman masyarakat Bugis Bone dalam perkawinan dengan mahar tanah. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemhaman masyarakat Bugis Bone terhadap mahar tanah dalam sebuah pernikahan. Lokasi penelitian ini di Kab. Bone Sulawesi Selatan. Sumber data diambil dari pengamatan atau observasi langsung terhadap tokoh masyarakat setempat yang dianggap memahami dan menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam bentuk peneliti sebagai instrumen utama, panduan observasi, panduan wawancara, dan cek list dokumen serta alat pendukung lainnya seperti kamera dan alat tulis. Teknik pengolahan data mulai pengumpulan data, reduksi data, mengatur data, dan memverifikasi data. Data dalam bentuk kuantitatif akan diolah terlebih dahulu dengan rumus prosentase agar dapat dideskripsikan, sementara data dalam bentuk kualitatif akan dideskripsikan. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Bugis Bone sudah sejak lama menjalankan tradisi dalam perkawinan yaitu menjadikan sebidang tanah sebagai mahar di dalamnya. Hal tersebut adalah merupakan upaya untuk melestarikan tradisi atau adat istiadat secara turun-temurun. Menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan adat Bugis Bone karena menganggap bahwa tanahla yang paling baik untuk dijadikansebagai mahar dibanding dengan jenis barang atau benda-benda lain. Bahkan ada unkapan yang menggambarkan kelebihan ini yaitu “na mauni siallakkuang tedong” artinya, meskipun ukuran luasnya hanya relatif sempit hanya seukurang dengan kubangan lumpur kerbau jika itu adalah tanah maka itulah yang terbaik. Disamping itu pula, tanah tersebut dipahami bahwa secara filosofis tanah merupakan sebagai sumber kehidupan. Di sisi lain adanya sifat khusu tanah yang padat dan mampu merekatkan dan menyatukan beberapa unsur yang berbeda di dalamnya diibaratkan dengan penyatuan dua jenis kelamin yang berbeda antara laki-laki dengan perempun dan adanya sifa-safat bawan yang tentunya juga berbeda antara satu dengan yang lainnya direkatkan dan dipersatukan dengan adanya rasa cinta dan kasih-sayang serta niat baik dan tulus untuk membangun rumah tangga.
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN PANGKEP Zulfadli, Zulfadli; Ridwan, M. Saleh; Patimah, Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7305

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pernikahan Usia Anak di Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Adapun sumber data penelitian ini bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini tergolong penelitian dengan jenis data kualitatif yaitu dengan mengelola data primer yang bersumber dari beberapa Kantor urusan Agama  Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya pernikahan usia Anak di Kabupaten Pangkep tidak terlepas dari beberapa hal berikut ini yaitu faktor ekonomi faktor ini paling banyak ditemui di lokasi penelitian selain dari faktor ekonomi ada beberapa faktor seperti faktor pendidikan yang rendah ini sangat berpengaruh pada kasus Pernikahan Usia Anak kemudian faktor dorongan orang tua dalam hal ini perjodohan dan faktor diskriminasi gender ini cenderung melemahkan kaum perempuan sehingga perempuan hanya dijadikan pemuas nafsu seksual semata dan dianggap pelayan bagi kaum laki-laki saja, serta faktor adat istiadat faktor ini yang berkembang dimasyarakat akan pengaruh paham leluhur yang mangharuskan anaknya menikah ketika sudah ada tiga pemudah datang melamar maka yang ketiga harus diterimah karena takut tidak akan adalagi yang datang dan ini memang terbukti bahwa ketika sudah cukup tiga laki-laki datang melamar maka sulit ada laki-laki yang keempat untuk datang melamar lagi.
FACTORS OF APPLICATION FOR MARRIAGE ISBAT AT THE RELIGIOUS COURT OF SUNGGUMINASA GOWA Salam, Abdul; Ridwan, Moh. Saleh; Maloko, M. Tahir
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22671

Abstract

This paper discusses the factors for submitting an application for marriage isbat at the Gowa Sungguminasa Religious Court. This type of research is a descriptive qualitative field research. In this study, using primary, secondary and tertiary data sources. Furthermore, the data collection methods used were observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out through three stages, namely: data reduction, data display, and conclusion drawing/vervication. The results of the study indicate that the main factor causing the parties to apply for Isbat Marriage at the Religious Court of Sungguminasa Gowa is the existence of urgent interests related to legal administration, for example taking care of veterans' benefits, taking care of their child's birth certificate. Therefore, it is expected that teenagers or prospective brides before deciding to get married should have knowledge about marriage, knowledge of building a good household according to Islamic teachings, and ensure all administration related to marriage is completed first, because if the administration is not completed then this will have an impact on the future of the bride and groom, including their descendants.
DIVORCE DUE TO DOMESTIC VIOLENCE IN SINJAI DISTRICT (Perspective Analysis of Islamic Law) Nazaruddin, Nazaruddin; Rasdiyanah, Andi; Ridwan, Muh. Saleh; Kurniati, Kurniati
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22862

Abstract

The purpose of this study is to find out the various factors that cause divorce due to domestic violence in Sinjai Regency and to describe how to resolve divorce due to domestic violence in Sinjai Regency and to elaborate on how divorce due to domestic violence is from an Islamic legal perspective. This research is a qualitative descriptive field research, taking place in Sinjai Regency. The approach used is a normative theological approach, a juridical approach and a sociological approach. The data collection obtained in the field with the technique of observation, interviews / interviews and documentation. The collected data is then processed using data reduction analysis, data presentation and conclusion drawing. Furthermore, by linking one of the theories of Islamic law, namely the theory of existence and competence of religious courts, the process of resolving divorce cases due to domestic violence in Sinjai Regency, which in this case is the authorized and entitled institution in resolving it, namely the Sinjai level I religious court, goes through several stages. namely through table I, table II and table III. However, before the plaintiffs and defendants seek justice, the panel of judges first has the obligation to mediate/advise both parties, in which the panel of judges makes every effort to provide the best advice or solution to the plaintiff or defendant. And Islamic law does not legalize violence against wives. Beating a wife who does nusyuz as contained in QS al-Nisa` verse 34 should be interpreted as an act to teach a lesson / for obedience, not to hurt or even do violence. The beatings carried out in the case of nusyuz basically should not injure. Meanwhile, the husband's act of hitting his wife until he is injured or the husband's violence against his wife can be declared as nusyuz of the husband against his wife. Furthermore, related to divorce due to domestic violence in Sinjai Regency which is analyzed from the perspective of Islamic law, the researcher connects one of the theories of Islamic law that applies in Indonesia to date, namely the theory of existence and competence of the Sinjai religious court which refers to the compilation of Islamic law or Islamic law. KHI. al-Nisa` verse 34 should be interpreted as an act to teach a lesson/to obey, not to hurt or even do violence. The beatings carried out in the case of nusyuz are basically not allowed to injure. Meanwhile, the husband's act of hitting his wife until he is injured or the husband's violence against his wife can be declared as nusyuz of the husband against his wife. Furthermore, related to divorce due to domestic violence in Sinjai Regency which is analyzed from the perspective of Islamic law, the researcher connects one of the theories of Islamic law that applies in Indonesia to date, namely the theory of existence and competence of the Sinjai religious court which refers to the compilation of Islamic law or Islamic law. KHI. al-Nisa` verse 34 should be interpreted as an act to teach a lesson/to obey, not to hurt or even do violence. The beatings carried out in the case of nusyuz basically should not injure. Meanwhile, the husband's act of hitting his wife until he is injured or the husband's violence against his wife can be declared as the husband's nusyuz against his wife. Furthermore, related to divorce due to domestic violence in Sinjai Regency which is analyzed from the perspective of Islamic law, the researcher connects one of the theories of Islamic law that applies in Indonesia to date, namely the theory of existence and competence of the Sinjai religious court which refers to the compilation of Islamic law or Islamic law. KHI. The beatings carried out in the case of nusyuz basically should not injure. Meanwhile, the husband's act of hitting his wife until he is injured or the husband's violence against his wife can be declared as nusyuz of the husband against his wife. Furthermore, related to divorce due to domestic violence in Sinjai Regency which is analyzed from the perspective of Islamic law, the researcher connects one of the theories of Islamic law that applies in Indonesia to date, namely the theory of existence and competence of the Sinjai religious court which refers to the compilation of Islamic law or Islamic law. KHI. The beatings carried out in the case of nusyuz are basically not allowed to injure. Meanwhile, the husband's act of hitting his wife until he is injured or the husband's violence against his wife can be declared as the husband's nusyuz against his wife. Furthermore, related to divorce due to domestic violence in Sinjai Regency which is analyzed from the perspective of Islamic law, the researcher connects one of the theories of Islamic law that applies in Indonesia to date, namely the theory of existence and competence of the Sinjai religious court which refers to the compilation of Islamic law or Islamic law. KHI.
SOCIAL RELATIONSHIPS IN CONGREGATIONAL PRAYERS TOWARD SOCIAL LIFE IN MAKASSAR CITY DURING COVID-19 PANDEMIC Sumardin, Andi; Sultan, Lomba; Said, Nurman; Ridwan, M Saleh
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.23984

Abstract

This paper elaborates the social relationships in congregational prayers toward the social life in Makassar City during Covid 19 pandemic. The study used qualitative method and took place in Makassar City, South Sulawesi Province. The researchers applied phenomenological, normative, and anthropological approaches and used in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation for data collection. The research instrument was interview guide and observation guide. After the data was collected, it was analyzed through three stages; data reduction, data presentation, and data verification/ conclusions drawing. The data triangulation involved credibility, dependability, confirmability, and transparency criteria. The results show that the role of congregational prayers on social problems in Makassar city during the Covid-19 pandemic is to educate the public directly to face the pandemic, encourage more self-reflection in interpreting the pandemic, and take wisdom from the situation.
Validity Triage and Response Time Nurses in hospitals emergency room Sheikh Yusuf Gowa Annisa, Thahirah; Wahdaniah; Risnah; Ridwan, Saleh
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.82

Abstract

Background: triage is a complex decision-making process in order to determine which patients are at risk of death, disabilities, poor clinical situation deteriorates, and safe patient for waiting. One of the principles of response time is generally about handling emergency patients who should be treated later than five (5) minutes after arriving at the Emergency Room.Purpose: The objective is to know the relationship between the Response Time Validity triage the nurse.Methods: The study design was observational analytic with cross sectional approach to sampling using Accidental Sampling based on inclusion and exclusion criteria with the number of 18 respondents. Univariate test results obtained from 11 respondents do Triage with appropriate and quick response time doing about 8 respondent. To determine the relationship between the validity of triage and response time by using Spearman rank test test at the significance level of 95%, which gained significant value of p = 0.000 or less than 0.05 (0.000 <0.05).Results: The results of this study to indicate there is a relationship between the validity Triage and Response Time Hospital emergency room nurse in Sheikh Yusuf Gowa Hospital. Conclusion: It is expected that this study can be used as a reference for educational institutions and health care institutions.
TINDAK PIDANA KORUPSI DAN STUDI NORMATIF HUKUM PIDANA ISLAM Sulastryani, Sulastryani; Amrullah, Muhammad Salam; Irayanti Nur; Abdul Halim Talli; Saleh Ridwan
Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64078/kx6qh088

Abstract

Penelitian untuk mengetahui dan memahami korupsi dari perpektif teori dan prinsip-prinsip dasar fiqh jinayah yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan studi normatif yang berasal dari berbagai referensi buku dan jurnal secara online serta beberapa referensi yang relevan. Pembahasan yang dihasilkan adalah konsepsi korupsi yang diungkapkan atau pandangan beberapa ahli, tindak pidana korupsi, dasar hukum korupsi, bentuk-bentuk istilah dalam hukum Islam yang identik dengan korupsi, dan upaya-upaya yang dilakukan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Etika Pengelolaan Harta Anak Yatim dalam Islam Perspektif Hukum dan Akhlak Ramadan, Nur Hikmah Anugrah; Misbahuddin, Misbahuddin; Ridwan, Muhammad Saleh
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 1 (2025): COMPLEX - Februari
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/complex.v2i1.66

Abstract

Larangan memakan harta anak yatim merupakan prinsip fundamental dalam hukum Islam yang bertujuan untuk melindungi hak-hak anak-anak yang kehilangan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji larangan memakan harta anak yatim dalam perspektif hukum Islam, serta dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan dari penyalahgunaan hak-hak mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari Al-Qur'an, Hadis, dan kajian akademis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan harta anak yatim sebagai amanah harus dilakukan dengan transparansi dan bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan anak yatim, yang dapat mengurangi ketidakadilan sosial dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa ketidakadilan yang dialami anak yatim berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang negatif, sehingga perlindungan dan perhatian terhadap mereka menjadi sangat krusial.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rahim Abdillah Abdillah Abdul Fattah Abdul Halim Talli Abdul Mujib Sawihi Abdul Qayyum, Abdul Rahman Hi. Abdul Rivai Poli Abdul Wahab abdullah, muh ruslan ABDULLAH, MUH. RUSLAN Achmad Musyahid Idrus Ahmad Faiz Mukhbit Ahmad Fajril Ahmad Musyahid Ahmad Qurais Wahid Akmal, Andi Muhammad Alifa Dzahabiyah Sir Andi Abdul Hamzah Andi Airiza Rezki Syafaat Andi Intan Cahyani Andi Sumardin, Andi Andi Takdir Djufri Andriany, Mita Ani Auli Ilmi Annisa, Thahirah Ardiansyah, Bimas Asni Asni Asni Azzochrah, Nurul Azizah Bahrul, Syahdan Bakence, Lutfi Bakri, Muammar Darussalam Desrianti, Desrianti Dwi Harjana Ekayanti, Sri Eny Sutria Erni Erni Fachrul Salam Baharuddin fahlevi, Andi Fairuz Elisya Fasiha Fasiha, Fasiha Fatimah, Siti Nurul Fatma Firdaus Firdaus Firman Fitri Wulandari Fitriani, Aidah Gunawan Gunawan Hamzah Hasan Handayani, Nurilma Hariani, Nur Fitri Harjana, Dwi Hartini Tahir Hasri Hasri Herlina Herman, Muhammad Akbar Hisbullah Hisbullah HL, Rahmatia Idham Idham Ilham Rissingg Imran Anwar Kuba Irayanti Nur Jamin, Awaluddin Karunia, Khaerunnisa Kasjim Salenda Kaunar, Abdullah Kemhay, Hardi Khaerul Rasyidi Khaerunnisa Karunia Kurniati Kurniati Kurniati Kusnadi Umar Laela Mutmainnah Latif, Fandi Hi. Lomba Sultan Lutfi, Muhtar Maghudi, Muhammad Imam Mapuna, Hadi Daeng Marilang Misbahuddin Misbahuddin Muh Fiqram Muh Ruslan Abdullah Muh. Jamal Jamil Muhammad Akbar Herman Muhammad Furqanul Ikram MUHAMMAD ILHAM Muhammad Salam Amrullah Muhammad Shuhufi Muhammadiyah Amin Mukhtar Lutfi Musrianaa Mustaufiq, Mustaufiq N. Nazaruddin Nerli Citra Lestary Nur Ahmad Nur Aisyah Nur, Irayanti Nur, Muhammad Imran Nurfaika Ishak Nurjannah N, Nurjannah Nurman Said Nurul Adawia Nurul Azizah Azzochrah Nusair, Abuyamen Osman, Zaiton Patawari, Andi Yusri Patimah Patimah Patimah Patimah Pora, Rasid Pratiwi, Haerani Putra, Wiyari Dwi Qayyum, Rahman Qorina, Ulfa Rahim, Irawati Rahma Amir, Rahma Rahman Syamsuddin Rahmatiah HL Rahmawati, St. Rahmiati Rahmiati Ramadan, Nur Hikmah Anugrah Rasdiyanah, Andi Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasmawati Rian Hidayat Risnah, Risnah Rohim, M. Yusuf Nur Rusman Rusman Rusni Rusni Sabani, Akbar Saitul Mahtir Sakina Siswahyudianto Siti Aisyah Sitti Rahmatiah Sohrah Sudirman L, Sudirman Sulastryani, Sulastryani Syamsuddin, Arman Syamsuddin, Darussalam Syatar, Abdul Tahir Maloko Tarmizi Tarmizi Tasliyah Erlina Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Umar Laila Umar, Marzuki Ummu Awaliah Usman Jafar Wahdaniah Wahidah Abdullah Zulfadli Zulfadli Zulfahmi Alwi Zulfajri H Zulhas’ari Mustafa