Claim Missing Document
Check
Articles

MORFEM SUPRASEGMENTAL PADA TEKS PIDATO PENGUNDURAN DIRI PRABOWO-HATTA DALAM PILPRES TAHUN 2014: SEBUAH TINJAUAN FONOLOGIS Irma Setiawan
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.17.61-76

Abstract

Bahasa verbal pidato pengunduruan diri Prabowo-Hatta menjadi fenomena yang menarikuntuk ditelaah. Rumusan masalah pada penelitian ini terfokus pada bentuk dan fitur morfemsuprasegmental pada teks pidato pengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Tujuanpenelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan fitur morfem suprasegemntal pada teks pidatopengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Teori yang dipergunakan berupa analisisfonologi kewacanaan yang dikombinasikan dengan analisis wacana kritis (AWK) untukmencermati intonasi, tekanan, durasi, dan aksen tertentu yang memuat makna terselubung.Metode penelitian yang dipergunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulandata dilakukan dengan metode simak dan catat serta menggunakan peranti lunak SpeechAnalyzer (SA) sebagai penentu frekuensi suara dan ELAN sebagai penentu lokasi waktututuran dalam pidato. Penganalisisan data dilakukan dengan tahap reduksi, tahap penyajian,dan tahap penyimpulan/verifikasi. Penganalisisan data dilakukan dengan deskripsi kualitatifkuantitatif.Data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian diperoleh korelasisecara fonologis morfem suprasegmental terhadap produksi makna, situasi, dan ideologidalam teks pidato yang menunjukkan posisi pembicara dalam pidato yang disampaikan.
Exploring the Meaning of the Secret Book of Bainal Haq as a Literature Learning: A Study of Ludwig Wittgenstein's Philosophy of Language Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; R., Januari Rizki Pratama; Setiawan, Irma; Hidayat, Rahmad; Ramdhani, Marlinda
Muslim Education Review Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : UIII Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56529/mer.v4i1.448

Abstract

This article delineates the stylistic similarities between Hölderlin's poetry and Sufi poetry within the manuscript of the 'Secret Book of Bainal Haq'. Accordingly, this research aims to highlight the shared stylistic features found in both types of poetry within the context of understanding the existence of God. The expressions of Sufi poetry contained therein reflect universal spiritual symbols capable of transcending cultural and historical boundaries. The Sufi literary discourse in the 'Secret Book of Bainal Haq' is connected to past literary traditions and anticipates the future direction of literature, as reflected in the poetry and metaphors used in the manuscript. This research approach adopts a qualitative descriptive content analysis method, employing Wittgenstein's 'Philosophical Investigations' approach. The research findings demonstrate that this approach effectively traces the relationship between transcendental existence (God) and religious aspects through Sufi literature in the 'Secret Book of Bainal Haq'. Within the framework of this research, the philosophy of language is considered an effective tool for understanding transcendental existence through literary discourse.
Analisis Afiksasi Pada Teks Piato Presiden Joko Widodo Di Hari Antikorupsi Sedunia: Kajian Morfologi Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30142

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiksasi dalam pidato Presiden Joko Widodo, dengan fokus pada jenis-jenis afiks yang digunakan dalam menyampaikan pesan antikorupsi. Afiksasi, sebagai proses pembubuhan afiks pada kata dasar, dapat memperkaya makna kata dan memperjelas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis teks, yang dilakukan pada teks pidato yang diambil dari tayangan Youtube KompasTV. Data dianalisis berdasarkan jenis afiks yang digunakan, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks, serta makna gramatikal yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi dalam pidato tersebut berperan penting dalam memperkuat pesan moral dan mengkomunikasikan ide antikorupsi. Hasl dan temuan berupa sistem prefiks pe-, di-, meN-, sufiks –an, –I, –nya, dan konfiks ke-an, per-an, di-kan, serta peN-an. Penggunaan afiks ini memperkaya makna kata dan meningkatkan pemahaman audiens terhadap pesan yang disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran morfologi, khususnya afiksasi, dalam komunikasi politik dan pemahaman sosial masyarakat.
Strategi Kesantunan dalam Kolom Komentar Video LOGIN Episode 30: Analisis Pragmatik Berdasarkan Teori Brown dan Levinson Husni, Saadillah; Ramdhani, M. Wahyu; Idayanti, Rini; Lana, Indah Rosita; Setiawan, Irma
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi kesantunan dalam komunikasi daring melalui analisis pragmatik terhadap komentar warganet pada video YouTube program Login episode 30 bersama Prof. Dr. Quraish Shihab. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi sosial, termasuk dalam konteks digital yang minim ekspresi nonverbal, sehingga menuntut strategi linguistik yang adaptif dan sopan. Dengan landasan teori kesantunan Brown dan Levinson, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode observasi non-partisipatif, di mana data diperoleh dari tangkapan layar komentar pada kanal YouTube Deddy Corbuzier dan dianalisis secara purposive berdasarkan relevansi dan intensi komunikatif. Analisis dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan validitas berupa triangulasi teori dan diskusi sejawat. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi positive politeness mendominasi dalam bentuk pujian, ekspresi emosional, dan penciptaan keakraban, sementara strategi negative politeness muncul dalam konteks permintaan maaf dan penghormatan terhadap kebebasan lawan tutur. Selain itu, strategi bald-on-record dan off-record digunakan secara signifikan dalam kritik tersirat maupun langsung terhadap pihak lain atau situasi tertentu, memperlihatkan dinamika komunikasi ekspresif yang tetap mempertimbangkan etika berbahasa di ruang publik. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan linguistik tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga keharmonisan dan efektivitas komunikasi, bahkan di ruang digital yang terbuka dan anonim, serta memperkuat relevansi teori kesantunan dalam praktik komunikasi kontemporer.
LEKSIKON GENDER BAHASA SASAK: ANALISIS SEMANTIK KOMPONENSIAL Setiawan, Irma
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.261

Abstract

Bahasa gender merupakan konstruksi kata-kata yang didasari atas perspektif gender dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini masyarakat Sasak. Citra atau nuansa setiap kata berbeda-beda. Secara alami dan sosial, beberapa kosakata tertentu dapat mewakili gender, yaitu peran yang berbeda laki-laki dengan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ada kata-kata pada umumnya dan sosial hanya mengidentikkan pihak laki-laki, sebaliknya ada juga kata-kata tertentu yang mengidentikkan pihak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk pendeskripsian leksikon gender dalam masyarakat Sasak. Teori yang digunakan terdiri dari analisis semantik komponensial yang dikeluarkan mencermati komponen makna setiap bahasa dalam bahasa Sasak (sebagai bahasa Sumber) ke dalam bahasa Indonesia (sebagai bahasa target). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat dengan teknik turunannya. Penelitian dilakukan dengan analisis deksriptif kualitatif, sedangkan data dianalisis dengan analisis komponen makna. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar.
Khazanah Leksikon Tradisi Adat Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa Muhaimin, Ahmad Helmi; Aswandikari, Aswandikari; Burhanuddin, Burhanuddin; Setiawan, Irma; Sukri, Muhammad
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i4.4949

Abstract

Language is an essential part of cultural heritage that represents the values, knowledge, and collective identity of a society. This study aims to examine the forms and meanings of lexicons used in the coronation tradition of Datu Rajamuda in the Sultanate of Sumbawa as representations of culture, value systems, and power structures within the Samawa community. It also seeks to reveal how language functions as a medium for preserving local values and strengthening collective identity within the royal cultural context. The study employs ethnolinguistic and anthropolinguistic approaches with a descriptive qualitative method through observation, in-depth interviews, and field documentation at Bala Kuning Palace, Sumbawa. The data were analyzed interactively through stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing to obtain a deep cultural understanding. The findings reveal 35 lexical data, consisting of 9 single-word forms and 26 phrase forms, each carrying lexical and cultural meanings. Lexicons such as kantar, badong, ai kadewa, and cilo datu rajamuda function not only as tools of communication but also as symbols embodying philosophical, moral, and spiritual values that reflect legitimacy of power and the social order of the Sultanate of Sumbawa. Each lexicon demonstrates the integration between language, custom, and value systems that have been inherited across generations. Culturally, the lexicons in the Datu Rajamuda coronation tradition reflect religious, social, and moral values such as loyalty, empathy, responsibility, and purity as the foundation of traditional leadership. This research emphasizes that language in the Samawa cultural context plays a vital role as a medium for preserving identity, social legitimacy, and character education based on local wisdom. Thus, the Datu Rajamuda coronation tradition is not merely a customary ritual but a manifestation of harmony between culture, religion, and social order that sustains the continuity and cohesion of the Samawa community amid modern changes.
ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK Ayuningsih, Fitria; Safitri, Yuniar Andini; Yudistira, Yudistira; Tamrin, Tamrin; Ma’bar, M. Fadin; Setiawan, Irma
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.5693

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology over the past two decades has revolutionized the way people communicate, especially through the internet, social media, instant messaging applications, and 3D virtual worlds. New forms of communication, such as virtual conversations, have become increasingly common, particularly in messaging apps. However, virtual communication presents challenges such as the loss of gestures, facial expressions, and other non-verbal elements that are crucial for understanding messages. Therefore, emoticons are needed as tools to provide context and clarify meaning in conversations. This study aims to determine how emoticons are used in conversations and their impact on information reception in virtual communication. The research employs a literature review method. Data collection was carried out by identifying, describing, and concluding various relevant secondary data, while data analysis went through several stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings show that the use of emojis provides several benefits in virtual communication. Ten specific benefits of using emojis have been identified. Emojis help facilitate the understanding of meaning in conversations. The absence of gestures, facial expressions, and vocal intonation in virtual communication can lead to misunderstandings of the intended message. Therefore, emojis can help highlight certain intended aspects in communication. For instance, if someone wants to end a conversation with the word “okay,” the communicator may add a smiling emoji afterward to convey friendliness. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah merevolusi cara masyarakat berkomunikasi, terutama melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, dan dunia virtual 3D. Bentuk komunikasi baru seperti percakapan virtual kini semakin umum, khususnya di aplikasi pesan instan. Namun, komunikasi virtual menghadirkan tantangan seperti hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan elemen non-verbal lainnya yang penting dalam memahami pesan. Oleh karena itu, emotikon diperlukan sebagai alat bantu untuk memberikan konteks dan memperjelas makna dalam percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana emotikon digunakan dalam percakapan dan dampaknya terhadap penerimaan informasi dalam komunikasi virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan berbagai data sekunder yang relevan sedangkan tahapan analisis data melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan emoji memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi virtual. Terdapat sepuluh manfaat penggunaan emoji yang telah diitentifikasi. Emoji berfungsi untuk mempermudah pemahaman makna dalam percakapan. Hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara dalam komunikasi virtual dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penggunaan emoji dapat membantu menonjolkan aspek-aspek yang diinginkan dalam komunikasi. Misalnya, jika seseorang ingin mengakhiri percakapan dengan kata “okay,” komunikator dapat menambahkan emoji tersenyum di belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan keramahan.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi Berbasis Merdeka Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Khosiah, Khosiah; Milandari, Baiq Desi; Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis.   
Pedampingan Mahasiswa pada Program PLP I di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Setiawan, Irma; Handayani, Monika
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1511

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan elemen penting dalam pendidikan guru di Indonesia, dengan tujuan untuk membiasakan para calon pendidik dengan seluk-beluk lingkungan pendidikan. PLP-1 adalah suatu tahapan awal yang disiapkan oleh fakultas FKIP UMMAT dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan berupa penugasan kepada mahasiswa khususnya pada semester IV untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah SDN 26 Mataram, dibawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru koordinator secara berjenjang. Metode  pelaksanaan kegiatan pedampingan yang dilakukan adalah berupa bimbingan, diskusi dan refleksi serta evaluasi secara berkala. Program pendampingan PLP-1 dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai. Berdasarkan evaluasi secara berkala  menjelaskan bahwa program PLP-1 memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami dunia pendidikan secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa telah berhasil menyelesaikan beragam tugas yang diberikan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Fenomena ini dapat diamati melalui kegiatan observasi yang dilakukan dan interaksi sosial yang terjalin dengan komite pembelajaran sekolah. Pengalaman-pengalaman positif yang diperoleh mahasiswa, tantangan-tantangan yang dihadapi, serta nilai-nilai dan perubahan sikap yang dihasilkan dari kegiatan PLP I memberikan kontribusi bagi pengembangan kompetensi mereka secara komprehensif sebagai calon guru. Pengetahuan yang mereka dapatkan dari pengalaman ini kemudian diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran dan pengajaran di masa depan, yang berkontribusi pada pengembangan profesional mereka.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU-GURU DI SDN 1 JERINGO Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Ibrahim, Ibrahim; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Herianto, Agus; Mahsup, Mahsup; Setiawan, Irma; Khosiah, Khosiah; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17475

Abstract

ABSTRAK                                                               Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru telah mengalami perubahan, saat ini dalam kurikulum merdeka, guru harus mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang berprisip pada diferensiasi proses pembelajaran. Salah satunya adalah dalam pengembangan modul ajar. Kemampuan guru untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan modul ajar berdiferensiasi masih kurang sehingga tujuan pengabdian ini yaitu untuk menambah wawasan guru dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi, khususnya bagi guru yang ada di SDN 1 Jeringo kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan sudah berjalan dengan lancar , setiap guru berhasil mengembangkan produk berupa modul ajar berdiferensiasi sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan di kelas masing-masing.ABSTRACTThe learning tools used by teachers have changed, currently in the independent curriculum, teachers must develop learning tools in the form of teaching modules that are based on the differentiation of the learning process. One of them is in the development of teaching modules. The teacher's ability to adapt and develop differentiated teaching modules is still lacking, so the purpose of this service is to add to the teacher's insight and teacher skills in developing differentiated teaching modules, especially for teachers at SDN 1 Jeringo, Gunungsari sub-district. The method used in this service is descriptive qualitative. The implementation of this service activity includes three stages: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage of the service activity. The results of this dedication show that the activity has been running smoothly, each teacher has succeeded in developing a product in the form of differentiated teaching modules according to the subjects taught in their respective classes.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - A., Ratna Yulida Abdul Rasyad Abdul Sakban Abdul Wahab Achmad Abdul Hawabi Adiman Fariadin Agus Herianto Agus Herianto Agusman Agusman Agusman, Agusman Akhmad Akhmad Al-Faruq, Suhaib Alanggi, Gio Anik Suryani Anwar Efendy Ardyawin, Iwin Ariani, Wika Ayuningsih, Fitria Baiq Ayu Winarsih Barmansyah, Muh. Sastrawan Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Debi Yatri Eka Fitriani Fatmala Sari Oktaviani H. Arsyad Abd Gani Habiburrahman Habiburrahman Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hakim, Mahrizal Halus Mandala Harry Irawan Johari Hasanuddin Chaer Herlina Eva Cahya Trisnawati Dewi Hermawan, Nandang Hidayatullah Hidayatullah Husnawati Husni, Saadillah I Ketut Darma Laksana I Made Suyasa I Nyoman Udayana Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idayanti, Rini Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Intan Dwi Hastuti Intiana, Rohana Hariana Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Januari Rizki Pratama R. Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidin Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Karoluslina, Karoluslina Khaerul Anam Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Lana, Indah Rosita M Taufik Rachman M. Saleh M. Sobry M. Ulfatul Akbar Jafar Maemunah Maemunah Mahsun Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mahyuni Mahyuni Mahyuni Mahyuni, - Mardiyah Hayati Mariyati, Yuni Marlinda Ramdhani Martin, Nurhidayat Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mayasari, Deviana Ma’bar, M. Fadin Miftahul Jannah Milandari, Baiq Desi Monika Handayani, Monika Muallifah Anugrah Muhaimin, Ahmad Helmi Muhammad Ali Muhammad Sukri Murojatul Aslamiah Musaddat, Syaiful Najamudin Najamudin Nandang Hermawan NFN Bakri Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurkomariah, Nurkomariah Nurmawarti Nurmawarti Nurmiwati, Nurmiwati Nurul Huda Nurul Inayah Paridi, Khairul Puput Bestar R., Januari Rizki Pratama Raden Sudarwo Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Ramdhani, M. Wahyu Razip, Muhammad Khaerul Rifaid Rifaid S, Aswandikari Saddam Saddam Safitri, Yuniar Andini Samsinari Samsinari Sapiin Sapiin, Sapiin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siska hardiyanti Siti Hasanah Siti Rohana Hariana Intiana Sri Maryani Sri Rejeki Sudarta Sudarta Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sudika, I Nyoman Sudika, Nyoman Sukri sukri Sukri, sukri Sukuryadi, Sukuryadi Susanti, Pipit Aprilia Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Syamsinas Jafar Syarifuddin Tamrin Tamrin Umi Puji Rahayu Wika Wahyuni Winarsih, Baiq Ayu Yudhi Lestanata Yudistira Yudistira Yulia Sumbawati Zaenudin Zaenudin Zedi Muttaqin