Claim Missing Document
Check
Articles

LEKSIKON GENDER BAHASA SASAK: ANALISIS SEMANTIK KOMPONENSIAL Irma Setiawan
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.929 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.261

Abstract

Bahasa gender merupakan konstruksi kata-kata yang didasari atas perspektif gender dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini masyarakat Sasak. Citra atau nuansa setiap kata berbeda-beda. Secara alami dan sosial, beberapa kosakata tertentu dapat mewakili gender, yaitu peran yang berbeda laki-laki dengan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ada kata-kata pada umumnya dan sosial hanya mengidentikkan pihak laki-laki, sebaliknya ada juga kata-kata tertentu yang mengidentikkan pihak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk pendeskripsian leksikon gender dalam masyarakat Sasak. Teori yang digunakan terdiri dari analisis semantik komponensial yang dikeluarkan mencermati komponen makna setiap bahasa dalam bahasa Sasak (sebagai bahasa Sumber) ke dalam bahasa Indonesia (sebagai bahasa target). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat dengan teknik turunannya. Penelitian dilakukan dengan analisis deksriptif kualitatif, sedangkan data dianalisis dengan analisis komponen makna. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar.
GERAKAN PENANAMAN POHON BERSAMA KARANG TARUNA DESA REMPE KECAMATAN SETELUK SUMBAWA BARAT Ibrahim Ibrahim; Nurul Huda; Harry Irawan Johari; Sukuryadi Sukuryadi; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas’ad Mas’ad; Kamaluddin Kamaluddin; Mintasrihardi Mintasrihardi; Junaidi AM; Mahsup Mahsup; Agus Herianto; Sinta Muhardini; Irma I. Setiawan; M. Saleh; Burhanuddin Burhanuddin; M. Sobry; Sri Rejeki; Siti Hasanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.9031

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai bentuk usaha dalam melestraikan lingkungan asri ditingkat lingkungan desa dalam mendukung masyarakat SDGs khusus lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tujuan : 1) Meningkatkan kesadaran masyarakat  akan pentingnya lingkungan asri di sekitar  dan  2)  memberikan semangat baru dalam motivasi menanam pohon dan pemeliharaan secara berkelanjutan; Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, Pelaksanaan kegiatan padat karya dan evaluasi program. Pengabdian ini dilaksanakan pada minggu, 22 Mei 2022. Kegiatan penanaman pohon bersama karang taruna ini dilaksanakan pada Desa Rempe Kecamatan Seteluk Sumbawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki dampak positif terhadap penghijauan jangka pendek dan panjang dalam melestarikan lingkungan masa akan dating. Kata Kunci: penanaman pohon; karang taruna dan lingkungan asri ABSTRACTThis community service activity is a form of business in preserving a beautiful environment at the village level in supporting the SDGs community specifically for a sustainable environment. This community service activity aims to: 1) Increase public awareness of the importance of a beautiful environment around them and 2) provide a new spirit in the motivation to plant trees and maintain them in a sustainable manner; The service method used in this activity is socialization, implementation of labor-intensive activities and program evaluation. This service was carried out on Sunday, May 22, 2022. This tree planting activity with youth groups was carried out in Rempe Village, Seteluk District, West Sumbawa. This community service activity has a positive impact on short and long term reforestation in preserving the environment in the future. Keywords: tree planting; youth organizations  and beautiful environment 
Peran Pasar Digital di Era Pandemi pada Wirausaha Muda di Banyumulek Irma Setiawan; Ibrahim; Isnaini; Muallifah Anugrah; Murojatul Aslamiah; Nurhayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.697 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1161

Abstract

Desa Banyumulek merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin gerabah. Masyarakat Banyumulek mengalami kesulitan pemasaran hasil kerajinan gerabah semenjak pandemi Covid-19. Produk-produk gerabah banyak tidak laku dan batal dieskpor karena kesulitan biaya/modal. Para pengusaha rerata beralih profesi untuk menutup biaya produksi gerabah yang tidak berproses selama pandemi. Kondisi usaha dan kesiapan warga Banyumulek menghadapi pandemi sangat rendah. Toko-toko konvensional sepi dan hanya beberapa kunjungan dalam satu pekannya. Solusi Pasar Digital (Digital Marketing/Market Place) sebagai formula alternatif dalam mengatasi kerisis penjualan hasil kerajinan gerabah. Model pasar digital yang dibentuk berdasarkan skala jangkuan pemasaran. Beberapa vendor menjadi lokasi operasional pasar digital yang dicanangkan oleh pemuda Banyumulek. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yakni deskriptif kualitatif dengan memokuskan perhatian pada fenomena sosial – ekonomi masyarakat. Pengumpulan data dilakaukan dengan observasi, sosalisasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jenis-jenis potensi wirausaha Desa, (2) perancangan sistem pasar digital desa, dan (3) aktualisasi kegiatan pasar digital mamsyarakat desa.
Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa: Kajian Semantik Yulia Sumbawati; I Made Suyasa; Irma Setiawan; Sapiin Sapiin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10486

Abstract

Abstrak: Tradisi maen jaran atau yang biasa disebut pacuan kuda, adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumbawa. Penelitian ini berjudul Analisis Makna dan Fungsi Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini: (1) Bagaimanakah makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, wawancara, metode terjemahan dan traskripsi, metode analisis data.Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa mengandung beberapa makna yakni sebagai makna kekuatan, makna keselamatan, makna religi, dan makna spritual. Dengan mengetahui ikon, indeks, simbol dan lambang tersebut maka kita akan dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya yang tidak lupa kita harus menerjemahkannya terlebih dahulu untuk memudahkan pemaknaan. jampi maen jaran menjadi tradisi yang diwariskan dari nenek moyang yang masih menjadi kebudayaanmasyarakat yang tidaklepasdarikehidupansehari-hari. Abstract: The tradition of playing Jaran or commonly called horse racing, is a tradition carried out from generation to generation by the Sumbawa people. This research is entitled Analysis of the Meaning and Functions of MaenJaran incantations in the Sumbawa Community Tradition. The problems that will be studied in this research: (1) What is the meaning of jampimaenjaran in the tradition of the Sumbawa people. The method used in this research is descriptive qualitative. While the data collection method used is the method of observation, interviews, documentation, interviews, translation and transcription methods, data analysis methods. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the meaning of jampimaenjaran in the Sumbawa community tradition contains several meanings, namely the meaning of strength, the meaning of safety, the meaning of religion, and the meaning of spirituality. By knowing the icons, indexes, symbols and symbols, we will be able to understand the meaning contained in them, which we must not forget to translate first to facilitate the meaning. jampimaenjaran is a tradition passed down from ancestors which is still a community culture that cannot be separated from everyday life.
PENGENALAN WISATA BUDAYA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DUSUN SADE REMBITAN LOMBOK TENGAH Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Junaidi A.M; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Hasanah; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Anwar Efendy; Mintasrihardi Mintasrihardi; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Irma Setiawan; Sintayana Muhardini; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10667

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pengenalan wisata budaya pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Mataram Di Dusun Sade Rembitan Lombok Tengah dalam rangka siar budaya dan pengenalan budaya sasak khusus kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan kunjungan langsung lapangan. Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui memberikan dampak positif terhadap mahasiswa akan pentingnya budaya sebagai asset bangsa. Kondisi sebagai keraifan local sebagai budaya leluhur dalam memperkenalkan kepada masyarakat umum. Kedepan diperlukan model baru terhadap sosialisasi terutama melalui event bersama dalam memperkenalkan budaya local pada khalayak ramai.   Kata Kunci: pengenalan; wisata; budaya; sade ABSTRACTThe purpose of community service, especially the introduction of cultural tourism to students of Geography Education at the University of Muhammadiyah Mataram in Sade Rembitan Hamlet, Central Lombok, in the context of broadcasting culture and introducing special Sasak culture among students. The method used is socialization and direct field visits. The results of this community service are known to have a positive impact on students regarding the importance of culture as a nation's asset. Conditions as local wisdom as ancestral culture in introducing it to the general public. In the future, a new model of socialization is needed, especially through joint events to introduce local culture to the general public. Key words: introduction; tourism; culture; sade
Transitivity of President Jokowi's Speech Text at the G20 Event: Systemic Functional Linguistics Study Siska hardiyanti; Irma Setiawan; Nurmiwati Nurmiwati; Fatmala Sari Oktaviani
Indonesian Journal of EFL and Linguistics Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(1), May 2023
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/ijefl.v8i1.593

Abstract

Using SFL analysis, this study seeks to describe the transitivity elements of Joko Widodo's speech at the G20 Summit. Through this research, it is hoped that insight will be gained and research development will be enhanced in the field of transitivity analysis contained in a text or similar material, and this research will then serve as a reference or source of information for future researchers. There are both spoken and written varieties of spoken language. Speech is one manifestation of oral communication. Empirical, practical, and theoretical phenomena constitute the primary foundation of research-based reasoning. This study employs a qualitative descriptive method and simple quantitative reasoning to provide a more comprehensive understanding of the quantity and presentation of tabular data. The data being analyzed is spoken data that is subsequently transcribed into words, phrases, clauses, and phrase groups. The data source is an audio-visual recording of Jokowi's speech obtained from the YouTube page of KompasTV.com. The method of data acquisition employs the listening technique, which is supported by the note-taking technique. In presenting data analysis, researchers employ general methods. The findings revealed that the types of processes detected in the data were mental, relational, behavioral, and verbal, with material processes dominating in appearance. Participant I and Participant II were discovered as humans and abstracts, respectively. The types of circumstances discovered took the form of extent, cause, matter, and function, and the manner of circumstance appearance predominated.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA GURU SDN 2 PANCOR Irma Setiawan; Nurhidayat Martin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14909

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian ini berupaya mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia di SD berbasis Teknologi Argumented Reality (AR) menggunakan peranti Asemblr Edu. Pengabdian ini sebagai upaya partisipatif dalam memperkuat Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), salah satunya penguatan literasi digital pada guru kelas atau bidang studi. Upaya kreatif dan inovatif berbasis teknologi sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam literasi digital. Pendekatan pengabdian menggunakan deskriptif kualitatif, meskipun dalam beberapa telaah memerlukan data kuantitatif sebagai penguat analisis. Metode pengembangan berupa Research & Development (RnD) dengan objek pengembangan pada bahan ajar Bahasa Indonesia di SD. Lokasi pengabdian di SD Negeri 2 Pancor, Lombok Timur (NTB). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan studi dokumentasi. Penganalisisan data secara kualitatif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil pengabdian berupa bahan ajar berbasis AR dapat meningkatkan minat belajar siswa, penggunaan teknologi AR dalam pembelajaran dapat membantu siswa untuk lebih memahami dan mengingat konsep-konsep yang diajarkan, peserta pelatihan memperoleh keterampilan untuk membuat bahan ajar berbasis AR yang dapat dimanfaatkan dalam konteks pembelajaran, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman dengan peserta lainnya, dan pemanfaatan teknologi AR dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuka peluang untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih kreatif dan inovatif.     Kata kunci: augmented reality (AR); pengembangan; RnD; sekolah dasar ABSTRACTThe purpose of this study is to develop Indonesian language teaching materials in elementary schools based on Augmented Reality (AR) technology using the Asemblr Edu tool. This research is a participatory effort in strengthening the Implementation of the Independent Curriculum (IKM), one of which is strengthening digital literacy in class teachers or fields of study. Technology-based creative and innovative efforts as an effort to increase the competence of teachers and students in digital literacy. The research approach uses descriptive qualitative with the perspective of learning phenomenology in the classroom. The research process uses the principles of Research & Development (RnD) with the object of developing Indonesian language teaching materials in elementary schools. The research location is SD Negeri 2 Pancor, East Lombok (NTB). Data collection was carried out by observation and documentation methods. Qualitative data analysis with the stages of reduction, presentation, and verification. The results of the research are the development of AR-based teaching materials can increase students' interest in learning, the use of AR technology in learning can help students to better understand and remember the concepts being taught, training participants acquire the skills to make AR-based teaching materials that can be utilized in learning contexts, this training provides opportunities for participants to collaborate and share experiences with other participants, and the use of AR technology in learning can improve the quality of learning and open up opportunities to develop more creative and innovative teaching materials. Keywords: augmented reality (AR); development; RnD; elementary school
PENGENALAN LINGKUNGAN KEPADA ANAK USIA DINI PADA DESA REMPE KECAMATAN SETELUK SUMBAWA BARAT Ibrahim Ibrahim; Nurul Huda; Harry Irawan Johari; Sukuryadi Sukuryadi; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas’ad Mas’ad; Kamaluddin Kamaluddin; Mintasrihardi Mintasrihardi; Siti Hasanah; Mardiyah Hayati; Abdul Wahab; Mahsup Mahsup; Agus Herianto; Sintayana Muhardini; Irma Setiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15523

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai bentuk usaha dalam pengenalan lingkungan pada anak usia dini sebagai estapet generasi dalam melestraikan lingkungan asri ditingkat lingkungan desauntuk menuju lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tujuan untuk meningkatkan pengenalan lingkungan kepada anak usia dini pada Desa Rempe Kecamatan Seteluk Sumbawa Barat. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, Pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada minggu, 10 April 2023.  Kegiatan pengenalan lingkungan melalui penanaman pohon pada anak usia dini. Pelaksanaan kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap pengenalan lingkungan sejak dini dan membangun kesadaran untuk mampu peduli terhadap lingkungan asri di masa depan.  Kata Kunci: lingkungan; penanaman pohon; usia dini; lingkungan asri ABSTRACTThis community service activity is a form of effort in introducing the environment to early childhood as a generational relay in preserving a beautiful environment at the village level towards a sustainable environment. This community service activity aims to increase environmental awareness for early childhood in Rempe Village, Seteluk District, West Sumbawa. The dedication method used in this activity is socialization, implementation, and activity evaluation. This service activity was carried out on Sunday, April 10, 2023. Activities to introduce the environment through tree planting in early childhood. The implementation of this activity has a positive impact on environmental recognition from an early age and builds awareness to be able to care for a beautiful environment in the future. Keywords: environment; tree planting; early childhood; beautiful environment
Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Melalui Penerapan Baitul Arqam Bagi Pemuda Muhammadiyah Saddam Saddam; Iskandar Iskandar; Yudhi Lestanata; Sudarta Sudarta; Rahmad Hidayat; M. Taufik Rachman; Ilham Zitri; Iwin Ardyawin; Rifaid Rifaid; M. Ulfatul Akbar Jafar; Dedi Iswanto; Abdul Sakban; Isnaini Isnaini; Nanang Rahman; Irma Setiawan; Ilham Ilham; Inka Nusamuda Pratama; Hidayatullah Hidayatullah; Adiman Fariadin
Abdimas Mandalika Vol 1, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i1.8033

Abstract

Abstract: Muhammadiyah Youth of Mataram City is committed to printing a cadre of qualified youth, which will contribute positively to the development of the advanced and independent Mataram City Region. As a youth organization, the muhammadiyah youth of Mataram City consistently control social da'wah movements based on culture, middle political movements, and humanitarian movements that touch all levels of society. The purpose of this activity is to increase the value of Al-Islam and Kemuhammadiyahan through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah Youth of Mataram City. Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram activities were held from October 3-4, 2020 at the Same Hotel Mataram and Batu Layar Hotel. Participants of this activity are 33 members of Muhammadiyah Youth of Mataram City Period 2018-2022. The success of al-Islam and Kemuhammadiyahan value improvement activities through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah youth is seen from the spirit of participants following the activities to the end, the activeness of participants in discussions during the delivery of materials, and many participants said they began to understand further the material that had been delivered in Baitul Arqam.Abstrak: Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram berkomitmen untuk mencetak kader pemuda yang berkualitas, yang akan berkontribusi positif terhadap pembangunan Daerah Kota Mataram yang maju dan mandiri. Sebagai Organisasi kepemudaan, pemuda Muhammadiyah Kota Mataram konsisten mengawal gerakan dakwah sosial yang berbasis pada kultural, gerakan politik tengahan, dan gerakan kemanusiaan yang menyentuh seluruh level masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan Baitul Arqam bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram. Kegiatan Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram dilaksanakan dari tanggal 3-4 Oktober 2020 di Same Hotel Mataram dan Hotel Batu Layar. Peserta kegiatan ini adalah 33 anggota Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Periode 2018-2022. Kegiatan telah melalui 3 tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan peningkatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan baitul arqam bagi pemuda Muhammadiyah terlihat dari semangat peserta mengikuti kegiatan hingga akhir, keaktifan peserta dalam diskusi saat penyampaian materi, dan banyak peserta mengatakan mulai memahami lebih jauh materi yang sudah disampaikan dalam Baitul Arqam.
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA (IKM) DI SMK NEGERI 1 LINGSAR LOMBOK BARAT Irma Setiawan; Sri Maryani; Akhmad Akhmad; Nurhidayat Martin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17732

Abstract

ABSTRAKKurikulum Merdeka merupakan salah satu inisiatif pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk implementasi Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Lingsar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa di SMKN 1 Lingsar yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah ini menghadapi berbagai tantangan. Meskipun ada kebebasan dalam merancang kurikulum, banyak sekolah menghadapi kendala dalam pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu, peningkatan kualitas guru dan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum ini. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa best practice dari sekolah yang telah berhasil mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah membutuhkan komitmen yang kuat, dukungan dari berbagai pihak, dan adaptasi terhadap karakteristik sekolah dan lingkungannya. Selain itu, peningkatan kapasitas guru juga perlu diperhatikan agar kurikulum ini dapat berhasil dan memberikan dampak positif pada pendidikan di Indonesia. Kata kunci: kurikulum Merdeka; implementasi; pendidikan; sekolah menengah kejuruan ABSTRACTThe Merdeka Curriculum is one of the government's initiatives in an effort to improve the quality of education in Indonesia. This curriculum aims to give schools more freedom in designing and implementing the curriculum according to the needs and characteristics of each school. This service aims to implement the Independent Curriculum at SMKN 1 Lingsar. Data was collected through in-depth interviews with school principals, teachers and students at SMKN 1 Lingsar who had adopted the Independent Curriculum. In addition, observations were also made to observe the learning process in class. The results of the study show that the implementation of the Independent Curriculum in these schools faces various challenges. Even though there is freedom in designing the curriculum, many schools face obstacles in developing learning materials that are relevant to local needs. Apart from that, improving the quality of teachers and support from the school and government are also important factors in the successful implementation of this curriculum. This study also identified several best practices from schools that have successfully implemented the Independent Curriculum. They have a strong commitment to improving the quality of education, collaborating with various parties, and carrying out regular monitoring and evaluation of curriculum implementation. This research concludes that implementing the Independent Curriculum in schools requires strong commitment, support from various parties, and adaptation to the characteristics of the school and its environment. Apart from that, increasing teacher capacity also needs to be considered so that this curriculum can be successful and have a positive impact on education in Indonesia. Keywords: merdeka Curriculum; implementation; education; vocational high school
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - A., Ratna Yulida Abdul Rasyad Abdul Sakban Abdul Wahab Achmad Abdul Hawabi Adiman Fariadin Agus Herianto Agus Herianto Agusman Agusman Agusman, Agusman Akhmad Akhmad Al-Faruq, Suhaib Alanggi, Gio Anik Suryani Anwar Efendy Ardyawin, Iwin Ariani, Wika Ayuningsih, Fitria Baiq Ayu Winarsih Barmansyah, Muh. Sastrawan Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Debi Yatri Eka Fitriani Fatmala Sari Oktaviani H. Arsyad Abd Gani Habiburrahman Habiburrahman Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hakim, Mahrizal Halus Mandala Harry Irawan Johari Hasanuddin Chaer Herlina Eva Cahya Trisnawati Dewi Hermawan, Nandang Hidayatullah Hidayatullah Husnawati Husni, Saadillah I Ketut Darma Laksana I Made Suyasa I Nyoman Udayana Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idayanti, Rini Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Intan Dwi Hastuti Intiana, Rohana Hariana Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Januari Rizki Pratama R. Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidin Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Karoluslina, Karoluslina Khaerul Anam Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Lana, Indah Rosita M Taufik Rachman M. Saleh M. Sobry M. Ulfatul Akbar Jafar Maemunah Maemunah Mahsun Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mahyuni Mahyuni Mahyuni Mahyuni, - Mardiyah Hayati Mariyati, Yuni Marlinda Ramdhani Martin, Nurhidayat Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mayasari, Deviana Ma’bar, M. Fadin Miftahul Jannah Milandari, Baiq Desi Monika Handayani, Monika Muallifah Anugrah Muhaimin, Ahmad Helmi Muhammad Ali Muhammad Sukri Murojatul Aslamiah Musaddat, Syaiful Najamudin Najamudin Nandang Hermawan NFN Bakri Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurkomariah, Nurkomariah Nurmawarti Nurmawarti Nurmiwati, Nurmiwati Nurul Huda Nurul Inayah Paridi, Khairul Puput Bestar R., Januari Rizki Pratama Raden Sudarwo Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Ramdhani, M. Wahyu Razip, Muhammad Khaerul Rifaid Rifaid S, Aswandikari Saddam Saddam Safitri, Yuniar Andini Samsinari Samsinari Sapiin Sapiin, Sapiin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siska hardiyanti Siti Hasanah Siti Rohana Hariana Intiana Sri Maryani Sri Rejeki Sudarta Sudarta Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sudika, I Nyoman Sudika, Nyoman Sukri sukri Sukri, sukri Sukuryadi, Sukuryadi Susanti, Pipit Aprilia Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Syamsinas Jafar Syarifuddin Tamrin Tamrin Umi Puji Rahayu Wika Wahyuni Winarsih, Baiq Ayu Yudhi Lestanata Yudistira Yudistira Yulia Sumbawati Zaenudin Zaenudin Zedi Muttaqin