p-Index From 2021 - 2026
6.435
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Journal on Education Jurnal Mantik Cakrawala Pedagogik Jurnal Pendidikan dan Konseling INFOKUM Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Journal of English Development LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Jurnal Pendidikan West Science West Science Business and Management Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Journal of Information System, Technology and Engineering West Science Social and Humanities Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Journal of Innovative and Creativity EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Innovation and Applied Education Journal Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Sipakatau Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship Research ILAW; International Journal Assulta of Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness, And Academic Process Transparency on Academic Service Quality For Private Higher Education Students Ninda Rachmawati; Firman Aziz; Rio Haribowo; Dewi Febriyanti; Diah Afrianti Rahayu; Desty Endrawati Subroto
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v4i1.39

Abstract

This study attempts to analyze the influence of Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness, and Academic Process Transparency on the Academic Service Quality perceived by students in private higher education in Indonesia. The methodology was quantitative and consisted of a survey applied to students with experience in several academic programs based on digital technology. The participants were selected by using purposive sample technique and the data were collected by using online questionnaires distributed by Google Forms. The data were analyzed using multiple linear regressions. The results show that Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness and Academic Process Transparency positively and significantly impact Academic Service Quality perceived by students in private higher education institutions. Academic Process Transparency had more impact than the other two criteria in Academic Service Quality. The results show that the quality of the digital services, the institutional readiness for digital transformation and the openness and transparency of the academic processes are important factors in improving the quality of the academic services received by the students. The results suggest that the private higher education institutions should improve the reliability and usability of digital services, improve the organizational readiness for digital transformation, and provide transparent academic processes that are easy for learners to comprehend and monitor. It is expected that the use of these approaches will contribute to the improvement of the quality of service for students and the competitiveness of private higher education institutions in light of the growing digitalization of higher education.
Makna Denotasi dan Konotasi Dalam Novel 127 Days Karya Nadzira Shafa Sinta; Desty Endrawati Subroto; Mahpudoh
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.3000

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding denotative and connotative meanings in literary works, particularly novels, to understand the messages conveyed directly and implicitly. This study aims to describe the denotative and connotative meanings in the novel "172 Days." This study employed a qualitative descriptive method with a semantic approach. Data collection utilized reading and note-taking techniques. Data in the form of words, phrases, and sentences containing denotative and connotative meanings were analyzed based on Roland Barthes' semiological theory through the stages of identification, classification, and interpretation of meanings according to their context. The results show that Nadzira Shafa's novel "172 Days" contains forms of denotative and connotative meanings found in words, phrases, and sentences within the context of the story. Thus, the study of denotative and connotative meanings provides a deeper understanding of the messages contained in the novel "172 Days."
Edukasi Regulasi Emosi: Kenali Perasaanmu Jadilah Anak Hebat: Penelitian Jundi Ilman Rahman; Desty Endrawati Subroto; Vira Dwi Amaliah; Rini Sulastri; Milatul Asfia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghibahkan dan meningkatkan pemahaman fundamental kepada peserta didik terkait dengan bagaimana mengendalikan emosi dan upaya dalam mengenali dan mengelolanya secara positif. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian materi, tanya jawab, demonstrasi, praktik, ice breaking, serta penggunaan media visual menjadi faktor pendukung yang mampu mengendalikan emosi peserta didik. Namun terdapat kendala dalam pelaksanaannya dilihat dari karakteristik peserta didik yang masih berada pada tahap awal sekolah dasar menyebabkan penyampaian materi perlu dilakukan secara sederhana, singkat, konkret, dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Selain itu, kemampuan setiap peserta didik dalam memahami dan merespons materi dapat berbeda-beda.
Sosialisasi CERDAS pada Warga Kelurahan Dalung: Pengabdian Desty Endrawati Subroto; Amanda Ester Simorangkir; Diva Putri Pratiwi; Siti Khaila Agisni Hermawan; Elfina Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7879

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan juga komunikasi yang signifikan mengubah model intraksi sosial masyarakat, termasuk warga Kelurahan Dalung, Kota Serang, semakin bergantung pada perangkat digital juga media sosial dalam Aktivitas Harian nya. Di sisi lain, rendahnya tingkat literasi digital membuat masyarakat jadi rentan pada berbagai risiko dan ancaman sosial, seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, pembobolan data pribadi, perundungan siber, pinjaman online ilegal, hingga perjudian daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Kelurahan Dalung mengenai edukasi literasi digital sebagai upaya pencegahan risiko dan ancaman sosial melalui program “Sosialisasi Cerdas”. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi melalui dialog intraktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pendampingan dalam menggunakan media digital yang aman, diakhiri dengan melakukan evaluasi pre-test dan post-test. Kegiaatan ini diikuti oleh 45 warga dari berbagai kalangan usia. Capaian kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta terhadap literasi digital, kemampuan mengenali hoaks dan penipuan daring, serta kesadaran menjaga keamanan data pribadi, dengan rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 38,6 persen. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan bagi kelurahan yang lain dalam membentuk masyarakat yang cerdas dan aman dalam bermedia digital
SEMIOTIKA DALAM FILM PETAKA GUNUNG GEDE (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Siti Nopilah; Desty Endrawati Subroto; Mahpudoh Mahpudoh
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.14814

Abstract

Film functions not only as entertainment but also as a communication medium that represents social, cultural, moral, and community beliefs through various signs and symbols. Petaka Gunung Gede is a horror film that presents various signs, dialogues, actions, and symbols related to human relationships with nature, ethics in mountain climbing, and beliefs concerning the sacredness of mountains. This study aims to describe the meanings of denotation, connotation, and myth in Petaka Gunung Gede based on Roland Barthes' semiotic theory. This study employs a descriptive qualitative approach. The primary data source is the film Petaka Gunung Gede, while secondary data sources consist of relevant books and scientific articles. The research instruments are observation and documentation guidelines used to identify scenes, dialogues, expressions, gestures, and visual symbols containing semiotic signs. Data were collected through observation, documentation, and triangulation, and were then analyzed based on Roland Barthes' concepts of denotation, connotation, and myth. The results show that Petaka Gunung Gede represents denotative meanings through climbing activities, ethical violations, mysterious events, and disasters; connotative meanings through messages concerning human limitations, respect for nature, and the consequences of human behavior; and myths through beliefs about the sacredness of mountains and prohibitions related to climbing ethics. Thus, Petaka Gunung Gede serves not only as horror entertainment but also as a representation of social, cultural, moral, and environmental values. ABSTRAK Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat merepresentasikan nilai sosial, budaya, moral, dan kepercayaan masyarakat melalui tanda dan simbol. Film Petaka Gunung Gede merupakan film bergenre horor yang menghadirkan berbagai tanda, dialog, tindakan, dan simbol yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam, etika dalam pendakian, serta kepercayaan terhadap kesakralan gunung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film Petaka Gunung Gede berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer berupa film Petaka Gunung Gede, sedangkan sumber data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi adegan, dialog, ekspresi, gestur, serta simbol visual yang mengandung tanda semiotik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan triangulasi, kemudian dianalisis berdasarkan konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Petaka Gunung Gede merepresentasikan makna denotatif melalui aktivitas pendakian, pelanggaran etika, peristiwa misterius, dan bencana; makna konotatif melalui pesan tentang keterbatasan manusia, penghormatan terhadap alam, dan konsekuensi perilaku; serta mitos melalui kepercayaan mengenai kesakralan gunung dan larangan yang berkaitan dengan etika pendakian. Dengan demikian, film Petaka Gunung Gede tidak hanya menjadi hiburan horor, tetapi juga merepresentasikan nilai sosial, budaya, moral, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pengaruh Metode Pembelajaran Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas II SDN 1 Kebaharan Muhammad Faturohman; Desty Endrawati Subroto; Ghaisani Al - Amah; Ira Khoirunnisa; Siti Aisyah; Siti Alviyah
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i2.5052

Abstract

The foundation of this study is the phenomenon of low learning motivation among students, which is manifested in their lack of active participation, minimal interest in what is learned, and weak enthusiasm for completing assignments. Teachers use conventional methods that do not actively involve students, which results in a lack of interest, enthusiasm, and participation in the teaching and learning process. Therefore, there is a need for innovation in learning. Participatory observation techniques were employed in this qualitative study. Data collection methods were carried out by closely observing the learning process. Consequently, it can be concluded that using interactive teaching techniques improves second-grade kids' motivation for learning. In order to establish an engaging learning environment and encourage kids to work more in class, this study suggests that primary school teachers use interactive approaches more often.
Pengaruh Pengembangan Karakter Siswa SD PLTU Suralaya Wukir Retawu Kelas VI untuk Berpikir Kritis di Era Generasi Alpha Dela Ardianti; Desty Endrawati Subroto; Jihan Rohadatul Aisy; Muhamad Dai Azizi; Wulandari Nurhazriyah
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i2.5061

Abstract

This study aims to analyze the relationship between character education and critical thinking skills of the alpha generation in order to become intelligent and characterful individuals to compete globally. This study uses a literature analysis method. The results show that character education involves three main aspects: understanding good values ​​(knowing the good), loving good values ​​(loving the good), and implementing good values ​​(acting the good). Character education is an important element in forming individuals with integrity and noble character. In the digital era, the influence of social media, wide access to information, and technology emphasize the need for more relevant character education. This study examines the role of character education, the challenges faced, and strategies to overcome them through a holistic approach involving families, schools, and communities with wise use of technology .
Co-Authors Abi Matius Karapa Abiyasa Eka Saputra Abiyasa Eka Saputra Aditya Ridho Fatmawan Agus Ikhsan Farhan Agus Rofi’i Ahmad Jurnaidi Wahidin Ahmad Tomi Firmansyah Akhmad Ramli Almira Ulimaz Amanda Ester Simorangkir Andi Aco Agus Andriani Sariwardani Andriani, Rina Anisa Nur Agustin Anyan Arief Yanto Rukmana Arifin, Arifin Aris Widodo Aris Widodo Aris Widodo ASFAR, ANDI HASRYNINGSIH Atu Sumiati Ayyesha Dara Fayola Bambang Cahyono Budi Ilham Maliki Cakranegara, Pandu Adi Caren Orlanda Ventayen Dadang Muhammad Hasyim Danti Rahmawati Dede Suhdiyah Dela Ardianti Deri Ardiari Kusumah Derlini desi kristanti, desi Desma Yuliadi Saputra Desy Liliani Husain Dewi Febriyanti Diah Afrianti Rahayu Diah Afrianti Rahayu Dian Handayani Diana Romdhoningsih Dina Mayadiana Suwarma Dinda Amara Putri Dini Pepilina Diva Putri Pratiwi Dwi Mahya Sari Elfina Dwi Elinawati Elinawati Elvina Triana Putri Erik Novianto Euis Rusmalina Evi Susanti Faren Aulia Meilani Fauziyah Fauziyah Febriani Putri Firman Aziz firman firmansah Ghaisani Al - Amah Habibi Habibi Hairul Umam Halimi Rifa’ata Fauzan Haribowo, Rio Haris Karyadi Heni Widyaningsih, Heni Herman Titop Hernawati Hernawati I Putu Agus Dharma Hita Ichsan Ichsan Ikhsan Ikhsan Ilham Arief Ilham Mubarok Imam Gunawan Indah Febriyanti Ira Khoirunnisa Irba Virly Kalila Hidayat Isfauzi Hadi Nugroho Jenuri Jihan Rohadatul Aisy Joni Wilson Sitopu Jundi Ilman Rahman Kamsin Kamsin Kurniati Rahmadani Loso Judijanto M. Firman Syah Made Ayu Anggreni Maemunah Mahpudoh Mahpudoh Mahpudoh Mahpudoh Mahpudoh Marlen Wariunsora Maryanti Maryanti Mashadi Purnama Saputra Merdi F. Mamonto Merla Madjid Milatul Asfia Moh. Gifari Sono Moh. Miftahul Arifin Mohamad Bayi Tabrani Mohammad Hifni Mohzana Muhamad Dai Azizi Muhamad Risal Tawil Muhammad Arsyad Muhammad Fadel Hasan Maliki Muhammad Faturohman Muhja, Zainal Abidin Mutoharoh Mutoharoh Nadia Fitriyati Nana Suyana Nanda Hidayati Nasywa Roudhotul Ninda Rachmawati Nopri Abadi Miko Novinaldi Novinaldi Novita Nurhidayah Nur Wahyuningsih Ibrahim Nurmadina Hs Nurul Hikmah Putry Julia Ratna Ayu Pawestri Kusuma Dewi Rini Sulastri Rio Wirawan Risma Yanti Rizky Dwi Prayoga Roswati Roswati Rosyid Wardan Santia Nengsih saprudin Selly Opriyana Sherly Paulina Sifa Faujiah Sinta Siti Aisyah Siti Alviyah Siti Fattimah Siti Ika Mudrika Siti Khaila Agisni Hermawan Siti Muniroh Siti Nopilah Siti Sofiah Sohibudin Sohibudin Sri Nandini Sri Wiyati Mahrani Sulaeman Sulaeman Supriandi Supriandi SYIHABUDIN, SYIHABUDIN Tony Siagian Tri Astuti Tri Budi Rahayu Tukiyo Tukiyo Uci Purnama Sari Uli Wildan Nuryanto Umalihayati Umalihayati Vira Dwi Amaliah Wandi Sujatmiko Wina Mulyani Wulan Oktavia Wulandari Nurhazriyah Yuke Andriani Yuliyawati Yuliyawati Yunita Dwi Wikandari Yuyun Yunengsih Zahrotul Ainil Mahfudhah Umar Ziaul Fatwa Andini Yusuf Zia’ul Fatwa Andini Yusuf Zia’ul Fatwa Andini Yusuf  Rifky Lana Rahardian