cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Implementasi Kegiatan Keagamaan Dalam Mengembangkan Sikap Afektif Pada Pendidikan Agama Islam Di SMP PGII 2 Bandung Gilang Prakasa; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 585-590
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24845

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of developing the affective domain in Islamic Religious Education as an effort to shape students who possess noble character, discipline, and religious attitudes. However, the implementation of learning in schools still tends to focus on the cognitive domain. Therefore, religious activities are needed to support the development of students' affective attitudes. This study aimed to examine the planning, implementation, supporting and inhibiting factors, and evaluation of religious activities in developing students' affective attitudes at SMP PGII 2 Bandung. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of religious activities at SMP PGII 2 Bandung was carried out through various religious habituation programs, including morning dhikr, recitation of Asmaul Husna, congregational Duha prayer, Qur'an recitation before class, short Islamic sermons kultum, tahfiz Qur'an memorization, regular Islamic studies, and character development activities. These programs contributed to improving students' discipline, responsibility, religious attitudes, and moral character. Supporting factors included students' awareness, teachers' active involvement, and the use of engaging learning methods. Meanwhile, the inhibiting factors were peer influence, environmental factors, and the lack of awareness among some students. Evaluation was conducted continuously by observing changes in students' attitudes and behavior in their daily lives. Keywords: religious activities, affective attitudes, Islamic Religious Education, religious habituation. Abstrak. Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya pengembangan ranah afektif dalam Pendidikan Agama Islam sebagai upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki sikap religius. Namun, implementasi pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga diperlukan kegiatan keagamaan yang mampu mengembangkan sikap afektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi implementasi kegiatan keagamaan dalam mengembangkan sikap afektif peserta didik di SMP PGII 2 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan keagamaan di SMP PGII 2 Bandung dilaksanakan melalui pembiasaan religius, seperti dzikir pagi, membaca Asmaul Husna, salat Dhuha berjamaah, membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran, kultum, tahfiz, pengajian rutin, serta pembinaan akhlak. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, sikap religius, dan akhlak peserta didik. Faktor pendukung implementasi meliputi kesadaran peserta didik, peran guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang menarik. Adapun faktor penghambat berasal dari pengaruh teman sebaya, lingkungan, serta kurangnya kesadaran sebagian peserta didik. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan terhadap perubahan sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kegiatan keagamaan, sikap afektif, Pendidikan Agama Islam, pembiasaan religius.
Pengaruh Pembiasaan Shalat Berjamaah terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di MTs As-Shofa Cisarua Raihan Nuhafidz
Bandung Conference Series: Islamic Education 591-598
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24877

Abstract

Abstrak. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat, yang memegang peranan penting dalam keberhasilan hidup seseorang baik secara akademik maupun sosial. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk dan meningkatkan kecerdasan emosional siswa adalah melalui pembiasaan ibadah, khususnya pembiasaan shalat berjamaah yang mengandung nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pembiasaan shalat berjamaah siswa, tingkat kecerdasan emosional siswa, serta pengaruh pembiasaan shalat berjamaah terhadap kecerdasan emosional siswa di MTs As-Shofa Cisarua. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 152 siswa dan data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat pembiasaan shalat berjamaah siswa berada pada kategori sedang (73.0%) dengan nilai rata-rata 63.66, dan tingkat kecerdasan emosional siswa juga berada pada kategori sedang (73.7%) dengan nilai rata-rata 85.93. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pembiasaan shalat berjamaah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecerdasan emosional siswa dengan nilai t hitung sebesar 12.885 > t tabel 1.976 dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Besar kontribusi pembiasaan shalat berjamaah terhadap kecerdasan emosional siswa adalah sebesar 52.53%, dengan persamaan regresi Ŷ = 14.90 + 1.12X, yang berarti semakin tinggi tingkat pembiasaan shalat berjamaah siswa maka semakin tinggi pula kecerdasan emosional yang dimilikinya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pembiasaan shalat berjamaah secara lebih bermakna dan menyeluruh sebagai salah satu strategi efektif dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di lingkungan madrasah. Abstract. Emotional intelligence plays an important role in students' academic and social success. One effort to build students' emotional intelligence is through the habituation of worship, particularly congregational prayer, which contains the values of discipline, togetherness, obedience, and social care. This study aims to determine the level of congregational prayer habituation, the level of students' emotional intelligence, and the effect of congregational prayer habituation on students' emotional intelligence at MTs As-Shofa Cisarua. The method used is a quantitative survey with a sample of 152 students, and data were collected through a Likert-scale questionnaire. Descriptive analysis shows that both the level of congregational prayer habituation (73.0%) and the level of emotional intelligence (73.7%) are in the moderate category, with mean scores of 63.66 and 85.93 respectively. Simple linear regression analysis shows that congregational prayer habituation has a positive and significant effect on students' emotional intelligence, with t-count 12.885 > t-table 1.976 and significance 0.000 < 0.05. The contribution of congregational prayer habituation to emotional intelligence is 52.53%, with the regression equation Ŷ = 14.90 + 1.12X. This study recommends strengthening congregational prayer habituation programs in a more meaningful and comprehensive way as an effective strategy for shaping students' emotional intelligence in the madrasah environment.,
Pengelolaan Pembiasaan Shalat Dhuha Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Siswa Di MI Al-Misbah Kab.Bandung Nisa Noer Saadah; Aep Saepudin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education 599-605
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24918

Abstract

Abstract. Discipline is a fundamental character trait that needs to be instilled from the primary education level, and the practice of establishing religious habits—such as the Dhuha prayer—is a common strategy employed by religious-based schools to cultivate this trait. This study analyzes the management of the Dhuha prayer habituation program—covering planning, implementation, and evaluation, as well as supporting and inhibiting factors—in shaping student discipline at Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah, Bandung Regency. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through participant observation; interviews with the madrasah principal, the teacher in charge of the activity, classroom teachers, students, and parents; and document analysis; the data were subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data validity was verified through source and method triangulation. The results indicate that the management of the Dhuha prayer habituation follows the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) framework and contributes to four aspects of student discipline: time management, study discipline, adherence to rules, and discipline in religious observance. Key supporting factors include teacher role-modeling and principal support, while inhibiting factors include limited wudu (ablution) facilities and inconsistent levels of student awareness. The study concludes that the Dhuha prayer habituation program is an effective effort to shape student discipline, evidenced by improved punctuality, adherence to school regulations, responsibility regarding tasks, and the development of a disciplined attitude in daily life. Keywords: Dhuha prayer habituation, disciplined character, character education management. Abstrak. Disiplin merupakan salah satu karakter dasar yang perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar, dan pembiasaan ibadah menjadi salah satu strategi yang lazim diterapkan di sekolah berbasis keagamaan untuk menumbuhkan karakter tersebut. Penelitian ini menganalisis pengelolaan pembiasaan salat Dhuha yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi beserta faktor pendukung dan penghambatnya dalam membentuk karakter disiplin siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan kepala madrasah, guru penanggung jawab kegiatan, guru kelas, peserta didik, dan orang tua, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiasaan salat Dhuha dilaksanakan melalui kerangka Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) dan berkontribusi terhadap empat aspek disiplin siswa, yaitu disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin menaati aturan, dan disiplin beribadah. Faktor pendukung utama meliputi keteladanan guru dan dukungan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana wudhu dan kesadaran siswa yang belum merata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembiasaan shalat dhuha merupakan salah satu upaya yang dilakukandalam membentuk karakter disiplin siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab terhadap tugas, serta terbentuknya sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari Kata Kunci: pembiasaan salat Dhuha, karakter disiplin, manajemen pendidikan karakter.
Analisis Edukatif Nilai-Nilai Pergaulan Sosial Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 11,12 Dan 13: BAB I PENDAHULUAN,BAB II PENDAPAT MUFASSYIRIN TENTANG QS. AL-ḤUJURĀT AYAT 11-13,BAB III LANDASAN TEORITIK NILAI-NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM Q.S AL-ḤUJURĀT AYAT 11, 12, DAN 13,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN,BAB V PENUTUP Muhammad Zarkasyi Ali; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 606-611
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24987

Abstract

Abstract. Muhammad Zarkasyi Ali. (10030121138). EDUCATIONAL ANALYSIS ABOUT VALUES OF SOCIAL INTERACTION IN THE QUR'AN SURAH AL-ḤUJURĀT VERSES 11, 12, AND 13. Undergraduate Thesis, Islamic Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Bandung Islamic University, 2025. This research is motivated by the phenomenon of social ethics degradation, characterized by the rise of bullying, hate speech, trust crises, and structural discrimination. This critical condition necessitates the revitalization of Qur'anic values as the primary foundation for civilized interaction. The purpose of this study is to analyze the meaning, form, and relevance of the social interaction values contained in Surah Al-Ḥujurāt verses 11, 12, and 13.This study employs a qualitative method through a library research design. Data collection was conducted using documentation techniques by examining authoritative exegesis books (such as Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, and Fakhr al-Dīn al-Rāzī) along with contemporary academic literature. Data analysis was carried out using tahlili (analytical) and maudhu’i (thematic) exegetical approaches.The findings reveal three pillars of social interaction values. First, verse 11 formulates the value of interpersonal honor through the prohibition of mocking, insulting, and name-calling, serving as the basis for anti-bullying education. Second, verse 12 formulates the value of mental integrity through the prohibition of prejudice, spying, and backbiting, aiming to establish a culture of tabayyun and privacy protection. Third, verse 13 formulates the value of egalitarianism, which eradicates racism and encourages multicultural collaboration by establishing piety as the sole standard of human nobility.The internalization of social interaction values in Surah Al-Ḥujurāt is highly relevant for implementation in contemporary character education. These values function preventively and curatively to deter verbal abuse, restore fractured public trust, and realize a social order that is inclusive, egalitarian, and upholds human dignity. Keywords: Social Interaction Values, Surah Al-Ḥujurāt, Qur'anic Exegesis, Digital Ethics. Abstrak. Muhammad.ZarkasyiAli.(10030121138).ANALISIS EDUKATIF TENTANG NILAI -NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-ḤUJURĀT AYAT 11,12 DAN 13 Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung 2025.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi etika sosial kemasyarakatan yang ditandai dengan maraknya perundungan (bullying), ujaran kebencian, krisis kepercayaan, serta diskriminasi struktural. Kondisi kritis ini menuntut adanya revitalisasi nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan utama interaksi yang beradab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna, bentuk, dan relevansi esensi nilai-nilai pergaulan sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ḥujurāt ayat 11, 12, dan 13. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui desain studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan menelaah kitab-kitab tafsir otoritatif (seperti Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, dan Fakhr al-Dīn al-Rāzī) serta literatur akademik kontemporer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tafsir tahlili (analitis) dan maudhu’i (tematik).Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pilar nilai pergaulan sosial. Pertama, ayat 11 merumuskan nilai kehormatan interpersonal melalui larangan mengolok-olok, mencela, dan memberi gelar buruk sebagai dasar pendidikan anti-perundungan. Kedua, ayat 12 merumuskan nilai integritas mental melalui larangan prasangka buruk, memata-matai, dan menggunjing, yang bertujuan membentuk budaya tabayyun dan perlindungan privasi. Ketiga, ayat 13 merumuskan nilai egalitarianisme yang menghapus diskriminasi rasisme serta mendorong kolaborasi multikultural dengan menetapkan ketakwaan sebagai satu-satunya standar kemuliaan.Internalisasi nilai-nilai pergaulan sosial dalam Surah Al-Ḥujurāt terbukti sangat relevan untuk diimplementasikan ke dalam pendidikan karakter kontemporer. Nilai-nilai ini berfungsi secara preventif dan kuratif untuk mencegah kekerasan verbal, merestorasi kepercayaan masyarakat yang retak, serta mewujudkan tatanan pergaulan sosial yang inklusif, egaliter, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Kata Kunci: Nilai Pergaulan Sosial, Surah Al-Ḥujurāt, Tafsir Al-Qur'an, Etika Digital.
Implementasi Program Al-Qur'an Isyarat dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa Tunarungu di SLB Negeri Cicendo Fathu Rabbaniyah Al-Haq; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education 612-619
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24998

Abstract

Abstract. Conventional Qur'an learning is often ineffective for deaf students due to significant hearing and communication barriers. This study focuses on the implementation of the Sign Language Qur'an Program at SLB Negeri Cicendo as an adaptive effort to fulfill the religious needs of these students. The problems in this research are formulated as follows: (1) How is the teacher's planning for the program? (2) How is the implementation process to improve reading ability? (3) What are the challenges and strategies encountered? (4) What is the success level of the program? This research employs a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used were participatory observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that program planning was carried out by preparing specialized human resources and adaptive modules. Program implementation applies visual and kinesthetic approaches through the Maternal Reflective Method (MMR) with circular seating formations to optimize visual contact. Main challenges encountered include students' "language poverty" and time constraints, addressed through routine habituation strategies every Wednesday. The program demonstrates a positive success level, marked by improved recognition of hijaiyah letters and independent signing. Notably, three students have reached the stage of reading the Qur'an, representing the elementary, junior high, and senior high school levels. Keywords: Sign Language Qur'an Program, Qur'an Reading Ability, Deaf Students. Abstrak. Pembelajaran Al-Qur’an secara konvensional sering kali tidak efektif bagi siswa tunarungu karena adanya hambatan komunikasi dan keterbatasan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Al-Qur’an Isyarat di SLB Negeri Cicendo sebagai upaya memenuhi kebutuhan religius siswa. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan guru dalam program tersebut? (2) Bagaimana proses pelaksanaannya untuk meningkatkan kemampuan membaca? (3) Apa saja tantangan dan strategi yang dihadapi? (4) Bagaimana tingkat keberhasilan program tersebut? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan dengan menyiapkan sumber daya guru melalui pelatihan khusus dan penggunaan modul Al-Qur'an Isyarat yang adaptif. Pelaksanaan program menerapkan pendekatan visual, demonstrasi, dan pembiasaan menggunakan Metode Maternal Reflektif (MMR) dengan formasi duduk melingkar. Tantangan utama yang dihadapi meliputi hambatan komunikasi dan keterbatasan waktu, yang diatasi melalui strategi pembiasaan rutin setiap hari Rabu. Program ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah dan memperagakan isyarat secara mandiri. Tercatat tiga siswa telah mencapai tahap membaca Al-Qur’an, yang masing-masing mewakili jenjang SD, SMP, dan SMA. Kata Kunci: Program Al-Qur’an Isyarat, Kemampuan Membaca Al-Qur’an, Siswa Tunarungu
Analisis Program Unnggulan Muhadaharah Dalam Meningkatkan Karakter Komunikatif di MI Asmaul Husna Katapang Kabupaten Bandung Dika Purnama; Ayi Sobarna; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education 620-627
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25009

Abstract

Abstract. The Muhadharah flagship program at MI Asmaul Husna Katapang was established to address students' difficulties in public speaking caused by a lack of self-confidence and limited communication experience. This study aims to describe the program's objectives, its implementation, the supporting and inhibiting factors, and its overall success in developing students' communicative character. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected from the principal, supervising teachers, and students through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings indicate that the Muhadharah program aims to instill communicative character through public speaking habits grounded in Islamic values. It is conducted every Saturday at the school mosque through preparation, execution, and evaluation stages. Supporting factors include the commitment of the school staff, parental support, and adequate facilities, while inhibiting factors include student nervousness and limited time. The study concludes that the program effectively develops communicative character, as evidenced by students' increased confidence, polite language use, systematic delivery of messages, and active participation in communication activities. Keywords: Muhadharah, Communicative Character, Public Speaking, Islamic Primary Education. Abstrak. Program unggulan Muhadharah di MI Asmaul Husna Katapang didirikan untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam berbicara di depan umum yang disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri dan minimnya pengalaman berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan program, pelaksanaannya, faktor pendukung dan penghambat, serta keberhasilan program dalam membentuk karakter komunikatif peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan dari kepala sekolah, guru pembimbing, dan peserta didik melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan yang diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Muhadharah bertujuan membentuk karakter komunikatif melalui pembiasaan berbicara di depan umum yang dilandasi nilai-nilai Islam. Program dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu di masjid sekolah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung meliputi komitmen staf sekolah, dukungan orang tua, serta sarana yang memadai, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa gugup peserta didik dan keterbatasan waktu. Penelitian menyimpulkan bahwa program ini efektif membentuk karakter komunikatif, yang dibuktikan dengan meningkatnya keberanian, kepercayaan diri, penggunaan bahasa yang santun, penyampaian pesan yang sistematis, serta keaktifan peserta didik dalam berkomunikasi. Kata Kunci: Muhadharah, Karakter Komunikatif, Public Speaking, Madrasah Ibtidaiyah.
Peningkatan Hafalan Al-Qur'an melalui Program Tahfidz berbasis Target dan Grade pada Siswi SMP di Pesantren Daarut Tauhid Marisa Yulianti
Bandung Conference Series: Islamic Education 628-635
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25020

Abstract

Abstract. This study is motivated by the differences in Quran memorization achievement among junior high school female students participating in the Tahfidz Program at Daarut Tauhid Islamic Boarding School. Variations in students' initial Quran reading abilities, learning motivation, and memorization consistency have influenced the achievement of memorization targets and the quality of tajwid. Therefore, the implementation of a target- and grade-based tahfidz program is expected to improve students' memorization achievement according to their respective abilities. This research aims to describe the implementation of the target- and grade-based tahfidz program, analyze its implementation process, and examine the improvement of Quran memorization among junior high school students. This study employed a quantitative approach using empirical observation methods. Data were collected through structured questionnaires and documentation, while data analysis used the Chi-Square non-parametric statistical test to determine differences in respondents' answer distributions based on memorization grade categories. The findings indicate that the implementation of the program was categorized as highly effective, with 99.36% of students achieving the predetermined memorization targets. Chi-Square analysis showed that the null hypothesis was accepted in Grade A and Grade B because the calculated value was lower than the critical value (7.815), whereas the null hypothesis was rejected in Grade C and Grade D because the calculated value exceeded the critical value. These findings indicate that the target and grading system contributes significantly to improving students' Quran memorization according to their memorization abilities. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan capaian hafalan Al-Qur'an pada siswi SMP yang mengikuti Program Tahfidz di Pesantren Daarut Tauhid. Variasi kemampuan awal membaca Al-Qur'an, motivasi belajar, dan konsistensi dalam menjaga hafalan menyebabkan pencapaian target hafalan setiap siswi berbeda-beda. Oleh karena itu, diterapkan program tahfidz berbasis target dan grade sebagai upaya meningkatkan hafalan Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz berbasis target dan grade, menganalisis proses pelaksanaannya, serta mengkaji peningkatan hafalan Al-Qur'an pada siswi SMP di Pesantren Daarut Tauhid. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengamatan empiris. Data diperoleh melalui penyebaran angket terstruktur dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square untuk mengetahui perbedaan distribusi jawaban responden berdasarkan kategori grade hafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program tahfidz berbasis target dan grade berjalan sangat efektif dengan tingkat ketercapaian target hafalan sebesar 99,36%. Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh bahwa hipotesis nol diterima pada Grade A dan Grade B karena nilai Chi-Square hitung lebih kecil dibandingkan nilai tabel (7,815), sedangkan pada Grade C dan Grade D hipotesis nol ditolak karena nilai Chi-Square hitung lebih besar daripada nilai tabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem target dan grade memberikan kontribusi terhadap peningkatan hafalan Al-Qur'an sesuai kemampuan hafalan peserta didik.
Implementasi Pembinaan Akhlak Karimah Dalam Program Apresiasi The Best Student Of The Month Di Sd Yakeswa Nailah Nur Azizah; Erhamwilda; M. Imam Pamungkas
Bandung Conference Series: Islamic Education 636-643
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25064

Abstract

Pembinaan akhlak karimah menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah dasar karena pembentukan perilaku peserta didik memerlukan proses yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan SD Yakeswa adalah melalui Program Apresiasi The Best Student of the Month. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan program, pelaksanaan pembinaan akhlak karimah, serta nilai-nilai akhlak yang terbentuk melalui program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program The Best Student of the Month merupakan program apresiasi yang dilaksanakan setiap bulan untuk memotivasi peserta didik meningkatkan akhlak karimah, menjadi teladan, dan membangun budaya sekolah yang berkarakter; (2) pelaksanaan program meliputi pengamatan perilaku, penilaian oleh guru, musyawarah penentuan penerima penghargaan, dan pemberian apresiasi yang disertai pembinaan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, motivasi, dan reward; (3) nilai akhlak yang terbentuk meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, sopan santun, kepedulian sosial, kepedulian terhadap lingkungan, praktik religius, serta meningkatnya rasa percaya diri sebagian peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian Program The Best Student of the Month sebagai strategi pembinaan akhlak karimah yang terintegrasi dalam budaya sekolah. The development of akhlak karimah (noble character) is one of the primary objectives of elementary education. However, character formation cannot rely solely on classroom learning; it also requires school programs that encourage positive habits, motivation, and reinforcement of students' behavior. One of the initiatives implemented at SD Yakeswa is the The Best Student of the Month Appreciation Program. This study aims to describe the program, its implementation in fostering akhlak karimah, and the noble character values developed through the program. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings reveal that: (1) The Best Student of the Month is a monthly appreciation program designed to motivate students to improve their noble character, become role models for their peers, and strengthen a positive school culture; (2) the program is implemented through continuous observation of students' behavior, teacher assessment, deliberation in selecting award recipients, and the provision of appreciation, supported by exemplary conduct, habituation, advice, supervision, motivation, and rewards; and (3) the program contributes to the development of discipline, responsibility, honesty, politeness, social awareness, environmental awareness, religious practices, and increased self-confidence among some students. The novelty of this study lies in its examination of The Best Student of the Month as a strategy for fostering akhlak karimah that integrates character development, behavioral assessment, and positive reinforcement into the school's culture.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Visual terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas II di SDN Bojongmanggu II Kartika Lestari
Bandung Conference Series: Islamic Education 644-651
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25079

Abstract

Abstract. The use of appropriate learning media plays an important role in increasing students' learning motivation, particularly in Islamic Religious Education (PAI). This study aimed to analyze the effect of visual learning media on the learning motivation of second-grade students at SDN Bojongmanggu II. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The participants consisted of 61 students divided into an experimental class (31 students) and a control class (30 students). Data were collected through learning motivation questionnaires, classroom observations, and documentation. The collected data were analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, paired sample t-test, and N-Gain analyses. The findings revealed that the average motivation score in the experimental class increased from 77.06 to 82.23, while the control class increased from 77.07 to 78.13. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p<0.05), indicating that visual learning media had a positive and significant effect on students' learning motivation. The average N-Gain score of 56.07% indicated a moderate level of effectiveness. Therefore, visual learning media consisting of posters, flashcards, and educational snakes-and-ladders games can be used as an effective learning alternative to improve students' motivation in Islamic Religious Education. Abtrak. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Rendahnya motivasi belajar menyebabkan siswa kurang aktif, kurang antusias, dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran visual terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas II SDN Bojongmanggu II. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 61 siswa yang terdiri atas 31 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen meningkat dari 77,06 menjadi 82,23, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 77,07 menjadi 78,13. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga penggunaan media pembelajaran visual berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 56,07% berada pada kategori sedang. Dengan demikian, media pembelajaran visual berupa poster, flashcard, dan permainan ular tangga edukatif efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II SDN Bojongmanggu II.
Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di SMPN 43 Kota Bandung Muhamad Aldi; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education 652-659
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25163

Abstract

This research is motivated by students' low religious awareness, demonstrated by their lack of discipline in worship and weak social attitudes within the school environment. Theoretically, this study is based on the concept of implementing educational programs and the theory of religious character formation through the internalization of religious values in extracurricular activities. The study employed a qualitative approach with a case study method at SMP Negeri 43 Bandung City. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis utilized data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of religious extracurricular activities was carried out through three stages: systematic planning, implementation, and evaluation. The findings indicate an improvement in students' religious character, encompassing spiritual aspects (worship awareness), moral aspects (discipline, responsibility, and honesty), and social aspects (caring and cooperation). However, obstacles include low student motivation and limited time and resources. In conclusion, religious extracurricular activities are effective in shaping students' religious character holistically. Indicators of character strengthening include increased spiritual awareness, internalization of moral values, and the development of adaptive social attitudes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran religius siswa yang ditunjukkan melalui perilaku kurang disiplin dalam beribadah serta lemahnya sikap sosial di lingkungan sekolah. Secara teoretis, penelitian ini berpijak pada konsep implementasi program pendidikan dan teori pembentukan karakter religius melalui internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMP Negeri 43 Kota Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Temuan menunjukkan adanya peningkatan karakter religius siswa yang mencakup aspek spiritual (kesadaran beribadah), aspek moral (disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran), serta aspek sosial (kepedulian dan kerja sama). Namun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya motivasi siswa serta keterbatasan waktu dan sarana. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik. Indikator penguatan karakter meliputi peningkatan kesadaran spiritual, internalisasi nilai moral, dan pengembangan sikap sosial yang adaptif.