Articles
Description of Hypotension in Cesarean Section Patients Under Spinal Anesthesia Using Conventional and Enhanced Recovery after Surgery Methods
Yulianto, Eko;
Novitasari, Dwi;
Burhan, Asmat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4422
Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) is a multimodal perioperative management aimed at faster recovery from major surgery, reducing the risk of complications, and shortening the length of stay compared to conventional perioperative methods. Hypotension is a side effect of a cesarean section with spinal anesthesia. This study aims to describe hypotension in patients undergoing cesarean sections with conventional spinal anesthesia methods and the Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) method. This study used a quantitative research method with a descriptive design and a cross-sectional approach. The sampling technique was purposive sampling with a total of 40 cesarean section patients, consisting of 20 respondents in the conventional spinal anesthesia group and 20 respondents in the ERAS spinal anesthesia group. Blood pressure measurements were taken before and after spinal anesthesia using a bedside monitor. The data obtained included age and blood pressure, which were analyzed using statistics. The results showed that in the conventional spinal anesthesia group, 15 respondents experienced hypotension (75%), and 5 respondents did not experience hypotension (25%). In the Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) spinal anesthesia group, 7 respondents experienced hypotension (35%), and 13 respondents did not experience hypotension (65%).
Differences in the Time to Achieve Bromage Score (2) in Post-Spinal Anesthesia Caesarean Section Patients between the Use of Conventional Methods and Eracs
Arlena, Norma;
Novitasari, Dwi;
Burhan, Asmat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4436
Pregnancy, labor, and delivery lead to significant physiological changes, and having accurate knowledge of these changes is crucial for an effective spinal anesthetic technique during a caesarean section. Optimizing the mother's health before, during, and after a caesarean section is the goal of the ERACS care method, which is a specialized approach to surgical procedures. Issues with lower limb mobility, anxiety, and dependence on others are some mental health problems that may arise from prolonged recovery periods. Spinal anesthesia patients are evaluated using the Bromage scale to determine if they are ready to be released from the post-anesthesia room. Researchers at Panglima Sebaya Hospital aimed to compare the time taken by standard operating room procedures and ERACS to reach a Bromage Score (2) after spinal anesthesia in caesarean section patients. This study employed a cross-sectional design based on observational analytical research, which is a non-experimental quantitative technique. Out of 84 patients, 47 were treated with standard SC techniques, and 47 were treated with ERACS SC. The findings indicated that the conventional method took 181–240 minutes (3–4 hours) to achieve a Bromage score (2), while the ERACS method only took 60–120 minutes (1–2 hours). A significance value of 0.000 (2-tailed) was determined based on the independent t-test results. The results showed that the ERACS method required less time than the conventional method to achieve Bromage Score (2) in CS patients post-spinal anesthesia.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tekanan Darah pada Pasien Pre Operasi dengan Spinal Anestesi
Saputra, Jihan;
Yudono, Danang Tri;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2378
Peningkatan tekanan darah sebelum operasi dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh, Perubahan tekanan darah pada pemberian anestesi spinal dapat terjadi karena beberapa faktor seperti status psikologis pasien. Status psikologis pasien dalam hal ini berkaitan dengan kecemasan pasien. Kecemasan akan mengakibatkan hiperaktivitas saraf simpatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini menggunakan teknik survei cross sectional dengan desain penelitian korelasional. Sebanyak 116 pasien respon yang dijadwalkan menjalani operasi anestesi tulang belakang dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan pendekatan consecutive sampling. Lembar kuesioner APAIS digunakan untuk mengumpulkan data. Uji validitas serta reliabilitas instrumen APAIS memiliki nilai cronbach alfa keceasan yaitu 0.825 dan 0.863.Penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien pre operasi paling banyak responden usia kategori dewasa awal (26-35 tahun) (39.7%), jenis kelamin laki-laki (52.6%), serta status gizi normal (59.5%). Rata-rata tingkat kecemasan pada individu yang menjalani anestesi tulang belakang sebelum operasi adalah 22,37. Sedangkan pasien anestesi tulang belakang pra operasi memiliki rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 143,28 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 88,59 mmHg. Uji Spearman rank menghasilkan nilai p value sebesar 0,000 dan 0,001 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien yang menjalani anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Pengaruh Edukasi Audio Visual tentang Prosedur Pembiusan terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi
Edwar, Edwar;
Suryani, Roro Lintang;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2680
Kecemasan merupakan reaksi yang banyak dialami oleh pasien pre operasi. Salah satu cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien pre operasi adalah dengan melakukan kegiatan edukasi yang digabungkan dengan media audio visual, yang dapat menarik perhatian pasien dan memberikan ide tentang cara yang paling efisien untuk mengurangi tingkat kegugupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dampak pendidikan media audio visual tentang prosedur pembiusan terhadap penurunan cemas pada pasien pre operasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan tipe one group pretest-posttest pre-experimental design. Prosedur pengambilan sampel ini menggunakan pengujian purposive sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner APAIS dengan validitas 0,852 dan realibilitas 0,863. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar berada pada skor tingkat cemas berat dengan jumlah 12 responden (52,5%),skor tingkat cemas setelah intervensi yaitu cemas ringan dengan jumlah 16 responden (69,6%), dan hasil uji dependent t-test menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 artinya, edukasi audio visual tentang prosedur pembiusan dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mengurangi cemas pada pasien pre operasi.
Hubungan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Pascaspinal Anestesi
Rahmanto, Edwin Teguh;
Novitasari, Dwi;
Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2687
Hipotermi diantaranya penyebab keterlambatan waktu pulih sadar. Kejadian hipotermia mayoritas responden menjalani operasi besar (>60menit). Durasi anestesi dan operasi yang lama membuat suhu tubuh semakin rendah yang mengakibatkan shivering. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pada pasien pascaspinal anestesi di RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan cross sektional. Jumlah populasi penelitian 82 pasien operasi spinal anestesi, jumlah sampel 67 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dengan lembar observasidan Termometer aksila digital (Thermo One) untuk mengukur suhu badan dengan nilai uji validitas 0,000 dan reliabilitas 0,671 dinyatakan valid dan reliable. Analisa data univariat dan bivariat Uji Chi-Square. Hasil observasi didapatkan lama operasi responden mayoritas 1-2 jam (sedang) (65,7%). Responden mayoritas mengalami hipotermi sedang (47,8%). Berdasarkan analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi.003. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan lama operasi dan hipotermi pasien pascaspinal anestesi. Saran sebagai intervensi alternatif dalam melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi lama operasi dan hipotermi yang dirasakan pasien pascaspinal anestesi.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam Melakukan Prosedur Pemasangan Endotracheal Tube
Murni, Rizka Anggia;
Yudono, Danang Tri;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3066
Pengetahuan dalam melakukan pememasang endotracheal tube ini harus dikuasai oleh seorang mahasiswa keperawatan anestesiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam melakukan pemasangan endotracheal tube di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto berdasarkan jenis kelamin dan tingkat semesternya. Desain penelitian menggunakan kuantitatif survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 498 mahasiswa keperawatan anestesiologi semester IV, VI dan VIII dan sampel sebanyak 220 mahasiswa yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan uji validitas valid dengan nilai r hitung > r tabel, dan uji reliabilitas reliabel dengan nilai cronbach’s alpha > 0,060 dengan analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa memiliki pengetahuan baik (99,5%) dan terdapat (0,5%) memiliki pengetahuan cukup dalam melakukan prosedur pemasangan endotracheal tube. Berdasarkan jenis kelamin terdapat 24,5% berjenis kelamin laki-laki dan terdapat 75,0% berjenis kelamin perempuan. Sementara berdasarkan semester terdapat 35,9% dari semester VI memiliki pengetahuan baik, dan terdapat 0,5% dari semester VIII memiliki pengetahuan cukup.
Gambaran Kejadian Mual Muntah Pasca Operasi dengan General Anestesi
Maysarah, Sahda;
Yudhono, Danang Tri;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3410
Masalah pada sistem saraf pusat mungkin timbul selama anestesi. Risiko standar yang terkait dengan anestesi umum Mual dan muntah pasca operasi (PONV) terjadi selama dua puluh empat jam pertama setelah operasi. Tujuan: mengetahui gambaran kejadian mual muntah pasca operasi dengan general anestesi. Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif observasional dengan desain deskriptif. Populasi pasien general anestesi jumlah sampel 65 pasien teknik total sampling, kuisioner dengan skor gordon, lalu di uji dengan analisa data uji univariat. Hasil: Berdasarkan usia dalam kategori terbanyak pada masa dewasa awal 24 responden (36,9%). Berdasarkan jenis kelamin yaitu terdapat 37 orang (56,9%) berjenis kelamin perempuan. Diperoleh juga hasil penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan lama operasi didapatkan sebanyak 42 responden (64,6%) dengan lama operasi >2 jam. Responden berdasarkan riwayat merokok terdapat 34 responden (52,3%) tidak merokok. Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik responden motion sickness terdapat 38 responden (58,5%) tidak pernah mengalami montion sickness. Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik responden kejadian PONV pada pasien operasi dengan general anestesi menunjukkan bahwa dari 65 pasien yang diamati terdapat 36 responden (55,4%) tidak mengalami PONV.
Gambaran Kejadian Mual dan Muntah Post Operatif Tonsilectomy dengan General Anestesi
Novitasari, Dwi;
Hidayanti, Silvi;
Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3553
Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan dengan anestesi umum. Oleh karena itu, komplikasi yang mungkin terjadi adalah kombinasi dari komplikasi bedah dan anestesi. Muntah pasca operasi merupakan kejadian yang sangat umum terjadi pada tonsilektomi. Jika profilaksis antiemetik tidak digunakan pada anak-anak, kejadiannya berkisar antara 23 hingga 73%. Tujuan : Untuk menggambarkan mual dan muntah setelah tonsilektomi dengan anestesi umum. Metode : Penelitian dengan metode observasional kuantitatif serta desain deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien pasca tonsilektomi dengan anestesi umum, besar sampel 32 pasien, metode pengambilan sampel total sampling, lembar observasi berupa Gordon score, kemudian distribusi frekuensi dan tabulasi silang untuk mengetahui kejadian PONV. Hasil: Pada karakteristik usia yang mengalami PONV mayoritas usia 5-15 tahun sebanyak 10 responden (31,3%). Pada jenis kelamin yang mengalami PONV terbanyak adalah perempuan sebanyak 13 responden (40,6%). Mayoritas yang mengalami PONV bukan perokok sebanyak 19 responden (59,4%). Pada penggunaan opioid, sebanyak 20 responden (62,5%) mengalami PONV. Kesimpulannya pasien post operasi tonsilektomi dengan anestesi umum didapatkan sebanyak 12 dari 32 responden (37,5%) tidak merasakan PONV.
Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Hipertensi
Monalisa, Dwi Nanda;
Novitasari, Dwi;
Purwatiningsih, Purwatiningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3618
World Health Organization (WHO) menyatakan penyandang hipertensi terus meningkat disetiap tahunnya, pada tahun 2025 mendatang diperkirakan penderita hipertensi akan mencapai 1,5 miliar dan setiap tahun penderita hipertesi dengan komplikasi yang meninggal dunia mencapai 9,4 juta. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil dari implementasi asuhan keperawatan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi disertai nyeri kepala ringan. Dalam metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif studi kasus pada responden hipertensi. Fokus studi kasus ini adalah responden dengan hipertensi disertai nyeri di RS Chuzan Okinawa Jepang di bangsal 2B yang mengalami masalah keperawatan gangguan aman dan nyaman nyeri akut. Teknik dalam pengambilan sampel pada studi kasus ini yaitu purposive sampling, yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu maka dalam studi kasus ini peneliti memilih 1 orang pasien diagnosa hipertensi disertai nyeri kepala. Metode pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara terhadap pasien, observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pasien mengalami penurunan skala nyeri dari awal skala 4 ke 3.Tindakan non farmakologi dengan menggunakan teknik yaitu relaksasi nafas dalam mampu menurunkan skala nyeri pada pasien dengan hipertensi disertai dengan nyeri kepala.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Jahe terhadap Mual Muntah pada Pasien Post Operasi
Herzigova, Jennifer Phoebe;
Sebayang, Septian Mixrova;
Novitasari, Dwi;
Yantoro, Awal Tunis;
Yulianto, Dwi Agus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3682
Mual serta muntah setelah operasi (PONV) yaitu masalah pada pasien setelah operasi, dengan kejadian lebih dari 30% di antara 230 juta orang operasi setiap tahunnya di seluruh dunia. Mual muntah dapat memicu stres pasien. Salah satu pengobatan non-obat yang dapat diberikan oleh ahli anestesi profesional untuk menurunkan tingkat mual serta muntah yaitu aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas aromaterapi jahe terhadap mual dan muntah pada pasien setelah operasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel sebanyak 33 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada 17 Mei hingga 8 Juni 2024 di RS Bedah Khusus Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan nausea, vomiting, and retching index (INVR) serta dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum penerapan aromaterapi jahe sebanyak 29 responden (87,9%) mengalami gejala mual dan muntah sedang. Setelah menggunakan aromaterapi jahe, sebagian besar responden sebanyak 31 responden (93,9%) mengalami gejala mual dan muntah ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa aromaterapi jahe berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar PONV, serta nilai signifikansi sebesar 0,001 dan p value kurang dari 0,05.