Articles
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam Melakukan Prosedur Pemasangan Endotracheal Tube
Murni, Rizka Anggia;
Yudono, Danang Tri;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3066
Pengetahuan dalam melakukan pememasang endotracheal tube ini harus dikuasai oleh seorang mahasiswa keperawatan anestesiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam melakukan pemasangan endotracheal tube di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto berdasarkan jenis kelamin dan tingkat semesternya. Desain penelitian menggunakan kuantitatif survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 498 mahasiswa keperawatan anestesiologi semester IV, VI dan VIII dan sampel sebanyak 220 mahasiswa yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan uji validitas valid dengan nilai r hitung > r tabel, dan uji reliabilitas reliabel dengan nilai cronbach’s alpha > 0,060 dengan analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa memiliki pengetahuan baik (99,5%) dan terdapat (0,5%) memiliki pengetahuan cukup dalam melakukan prosedur pemasangan endotracheal tube. Berdasarkan jenis kelamin terdapat 24,5% berjenis kelamin laki-laki dan terdapat 75,0% berjenis kelamin perempuan. Sementara berdasarkan semester terdapat 35,9% dari semester VI memiliki pengetahuan baik, dan terdapat 0,5% dari semester VIII memiliki pengetahuan cukup.
Gambaran Kejadian Mual Muntah Pasca Operasi dengan General Anestesi
Maysarah, Sahda;
Yudhono, Danang Tri;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3410
Masalah pada sistem saraf pusat mungkin timbul selama anestesi. Risiko standar yang terkait dengan anestesi umum Mual dan muntah pasca operasi (PONV) terjadi selama dua puluh empat jam pertama setelah operasi. Tujuan: mengetahui gambaran kejadian mual muntah pasca operasi dengan general anestesi. Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif observasional dengan desain deskriptif. Populasi pasien general anestesi jumlah sampel 65 pasien teknik total sampling, kuisioner dengan skor gordon, lalu di uji dengan analisa data uji univariat. Hasil: Berdasarkan usia dalam kategori terbanyak pada masa dewasa awal 24 responden (36,9%). Berdasarkan jenis kelamin yaitu terdapat 37 orang (56,9%) berjenis kelamin perempuan. Diperoleh juga hasil penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan lama operasi didapatkan sebanyak 42 responden (64,6%) dengan lama operasi >2 jam. Responden berdasarkan riwayat merokok terdapat 34 responden (52,3%) tidak merokok. Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik responden motion sickness terdapat 38 responden (58,5%) tidak pernah mengalami montion sickness. Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik responden kejadian PONV pada pasien operasi dengan general anestesi menunjukkan bahwa dari 65 pasien yang diamati terdapat 36 responden (55,4%) tidak mengalami PONV.
Gambaran Kejadian Mual dan Muntah Post Operatif Tonsilectomy dengan General Anestesi
Novitasari, Dwi;
Hidayanti, Silvi;
Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3553
Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan dengan anestesi umum. Oleh karena itu, komplikasi yang mungkin terjadi adalah kombinasi dari komplikasi bedah dan anestesi. Muntah pasca operasi merupakan kejadian yang sangat umum terjadi pada tonsilektomi. Jika profilaksis antiemetik tidak digunakan pada anak-anak, kejadiannya berkisar antara 23 hingga 73%. Tujuan : Untuk menggambarkan mual dan muntah setelah tonsilektomi dengan anestesi umum. Metode : Penelitian dengan metode observasional kuantitatif serta desain deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien pasca tonsilektomi dengan anestesi umum, besar sampel 32 pasien, metode pengambilan sampel total sampling, lembar observasi berupa Gordon score, kemudian distribusi frekuensi dan tabulasi silang untuk mengetahui kejadian PONV. Hasil: Pada karakteristik usia yang mengalami PONV mayoritas usia 5-15 tahun sebanyak 10 responden (31,3%). Pada jenis kelamin yang mengalami PONV terbanyak adalah perempuan sebanyak 13 responden (40,6%). Mayoritas yang mengalami PONV bukan perokok sebanyak 19 responden (59,4%). Pada penggunaan opioid, sebanyak 20 responden (62,5%) mengalami PONV. Kesimpulannya pasien post operasi tonsilektomi dengan anestesi umum didapatkan sebanyak 12 dari 32 responden (37,5%) tidak merasakan PONV.
Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Hipertensi
Monalisa, Dwi Nanda;
Novitasari, Dwi;
Purwatiningsih, Purwatiningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3618
World Health Organization (WHO) menyatakan penyandang hipertensi terus meningkat disetiap tahunnya, pada tahun 2025 mendatang diperkirakan penderita hipertensi akan mencapai 1,5 miliar dan setiap tahun penderita hipertesi dengan komplikasi yang meninggal dunia mencapai 9,4 juta. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil dari implementasi asuhan keperawatan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi disertai nyeri kepala ringan. Dalam metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif studi kasus pada responden hipertensi. Fokus studi kasus ini adalah responden dengan hipertensi disertai nyeri di RS Chuzan Okinawa Jepang di bangsal 2B yang mengalami masalah keperawatan gangguan aman dan nyaman nyeri akut. Teknik dalam pengambilan sampel pada studi kasus ini yaitu purposive sampling, yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu maka dalam studi kasus ini peneliti memilih 1 orang pasien diagnosa hipertensi disertai nyeri kepala. Metode pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara terhadap pasien, observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pasien mengalami penurunan skala nyeri dari awal skala 4 ke 3.Tindakan non farmakologi dengan menggunakan teknik yaitu relaksasi nafas dalam mampu menurunkan skala nyeri pada pasien dengan hipertensi disertai dengan nyeri kepala.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Jahe terhadap Mual Muntah pada Pasien Post Operasi
Herzigova, Jennifer Phoebe;
Sebayang, Septian Mixrova;
Novitasari, Dwi;
Yantoro, Awal Tunis;
Yulianto, Dwi Agus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3682
Mual serta muntah setelah operasi (PONV) yaitu masalah pada pasien setelah operasi, dengan kejadian lebih dari 30% di antara 230 juta orang operasi setiap tahunnya di seluruh dunia. Mual muntah dapat memicu stres pasien. Salah satu pengobatan non-obat yang dapat diberikan oleh ahli anestesi profesional untuk menurunkan tingkat mual serta muntah yaitu aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas aromaterapi jahe terhadap mual dan muntah pada pasien setelah operasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel sebanyak 33 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada 17 Mei hingga 8 Juni 2024 di RS Bedah Khusus Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan nausea, vomiting, and retching index (INVR) serta dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum penerapan aromaterapi jahe sebanyak 29 responden (87,9%) mengalami gejala mual dan muntah sedang. Setelah menggunakan aromaterapi jahe, sebagian besar responden sebanyak 31 responden (93,9%) mengalami gejala mual dan muntah ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa aromaterapi jahe berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar PONV, serta nilai signifikansi sebesar 0,001 dan p value kurang dari 0,05.
Hubungan Kejadian Penurunan MAP Intraoperative dengan Kejadian Intraoperative Nausea And Vomiting (IONV) pada Pasien dengan Spinal Anestesi
Anjani, Junisa Syafia;
Sebayang, Septian Mixrova;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4455
Hipotensi yang terjadi pada pasien beresiko menyebabkan mual dan muntah diakibatkan adanya blok serabut simpatis preganglionik yang menghambat aktivitas pencernaan sehingga aktivitas serabut saraf simpatis menjadi lebih dominan. Tujuan untuk mengetahui seberapa sering IONV (mual dan muntah intraoperatif) terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal dan seberapa sering MAP intraoperatif yang lebih rendah terjadi pada individu yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 Mei – 17 Juni 2024 di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden berada dalam kelompok usia 36-45 yaitu 30 responden (46,2%) dan dosis obat sebagian besar dengan dosis 15 mg bupivacain yaitu 57 responden (87,7%). Kejadian MAP Intraoperative setelah dilakukan spinal pada pengukuran 5 menit pertama memiliki MAP 60-100 mmHg 45 responden (69,2%), pengukuran 10 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 57 responden (87,7%) dan pengukuran setelah 15 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 63 responden (96,9%). Pada kejadian IONV sebagian besar responden tidak mengalami IONV sejumlah 48 responden (73,8%), sedangkan yang mengalami IONV sejumlah 17 responden (26,2%). Setelah dilakukan uji bivariat dengan metode spearman rho menunjukkan nilai 0.401 atau p > 0,05 sehingga didapatkan tidak terdapat hubungan antara kejadian penurunan MAP dengan kejadian IONV pada pasien dengan spinal anestesi.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Pre-Sectio Caesarea Pada Pasien Primigravida Dan Multigravida
Putri, Farah Davanda;
Sebayang, Septian Mixrova;
Novitasari, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17644
Kecemasan pada masa sebelum operasi caesar merupakan masalah psikologis yang umum terjadi dan dapat memengaruhi pengalaman persalinan serta hasil kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan tingkat kecemasan pre-sectio caesarea pada pasien primigravida dan multigravida.Penelitian ini melibatkan 44 responden yang terdiri dari 22 pasien primigravida dan 22 pasien multigravida di salah satu rumah sakit di Indonesia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner State-Trait Anxiety Inventory-S (STAI-S), yang dirancang untuk mengukur kecemasan situasional pada saat tertentu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Mann-Whitney U untuk membandingkan tingkat kecemasan antara kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,066 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan secara statistik dalam tingkat kecemasan pre-sectio caesarea antara pasien primigravida dan multigravida. Meskipun demikian, hasil ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk dukungan sosial, pengalaman masa lalu, dan faktor psikologis lainnya yang tidak diukur dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan perlunya intervensi yang dipersonalisasi untuk mengelola kecemasan pada pasien yang akan menjalani sectio caesarea, terlepas dari status kehamilannya.
Perbedaan Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea setelah Penerapan Metode ERACS dan Tanpa ERACS: Differences in Pain Levels in Postoperative Cesarean Section Patients after Application of the ERACS Method and Without ERACS
Bawahasi, Inka Jestika;
Magenda Bisma Yudha;
Dwi Novitasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.200
Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) seringkali menyebabkan nyeri pasca operasi, yang dapat memengaruhi proses pemulihan ibu. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan metode yang dirancang untuk mempercepat pemulihan serta menurunkan tingkat nyeri setelah operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi SC antara kelompok yang mendapatkan penerapan metode ERACS dan tanpa ERACS di RS Emanuel Banjarnegara Jawa Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 responden dipilih melalui teknik accidental sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penerapan ERACS dan tanpa ERACS. Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) pada hari ke-6 setelah operasi. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Sebagian besar pasien pada kelompok ERACS mengalami nyeri ringan, sedangkan kelompok Non ERACS cenderung mengalami nyeri sedang hingga berat. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada tingkat nyeri antara pasien yang menjalani metode ERACS dan tanpa ERACS. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan protokol ERACS guna meningkatkan kualitas perawatan pasien pasca operasi Sectio Caesarea.
The Effect of Smartphone-Based Nursing Therapy to Reducing Post Cardiac Surgery
Awaludin, Sidik;
Nurachmah, Elly;
Novitasari, Dwi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 4 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss4.1174
The disease that is the number one cause of death in the world today is heart disease. Actions to overcome the problem of coronary heart disease, one of them with surgery. Pain is a significant issue at all stages of surgery. Post-cardiac surgery discomfort should be manageable with smartphone-based nursing care. The goal of this study was to determine if smartphone-based nursing care may help heart surgery patients feel less pain. The research design used a quasi-experimental pre- and post-control group design. The sample size in this study was 46 respondents, which were divided into 23 respondents in the intervention group and 23 respondents in the control group. The inclusion criteria of this study were cardiac surgery patients on the first day, adult patients receiving paracetamol drip therapy and 1000 mg tablets, and hemodynamic stability. Nursing interventions to deal with pain in this study were carried out using hypnosis and music videos in smartphone-based applications. Research results showed a post-treatment pain score of 2.04 in the intervention group and 4.60 in the control group. Nursing interventions carried out using videos in smartphone-based applications are able to overcome post-cardiac surgery pain, so pain management using smartphones can be an intervention choice to deal with post-cardiac surgery pain. Hypnosis and music nursing interventions using videos on smartphone-based applications can be used as nursing therapy to treat pain after cardiac surgery.
PENGARUH PENERAPAN MEDIA AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN APLIKASI ARGEO LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMPN 7 Mataran Tahun Ajaran 2024/2025
Husnul Hotimah;
Arjudin;
Dwi Novitasari;
Baidowi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.20871
This study aims to determine the effect of applying augmented reality media using the ARGEO Learning application on the mathematics learning outcomes of class IX students of SMP Negeri 7 Mataram in the 2024/2025 academic year. This research is an experimental study. The sample of this study was class IX B as the experimental class and IX D as the control class selected using the Cluster Random Sampling technique. The data collection technique in this study used a mathematics learning outcome test. The experimental class was given treatment by applying augmented reality media using the ARGEO Learning application. While the control class used manipulative object props as learning media. The data analysis used in this study was the t-test (independent sample t-test) polled variance. The results showed that the average value of the experimental class was higher than the average value of the control class where ≥ , then was accepted which means there was a difference in the average learning outcomes between students in the experimental class and students in the control class. From these differences, it can be concluded that there is an influence of the application of augmented reality media using the ARGEO Learning application on the mathematics learning outcomes of class IX students of SMPN 7 Mataram in the 2024/2025 academic year.