Articles
Hakikat Manusia Sebagai Homo Faber
Aulia, Adellia Rosita;
Asbari, Masduki;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.22
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Channel youtube M Channel yang berjudul “nilai kehidupan manusia ditemukan melalui apa yang ia kerjakan” dalam studi ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah Manusia merupakan makhluk yang dibuat berbeda oleh Tuhan. Bagaimana tidak, manusia dibekali kemampuan dalam berpikir dan juga diberikan akal untuk bisa berpikir menghadapi segala kehidupan manusia yang terjadi. Dalam bentuk kajian tersebut yang dimana manusia mampu menghasilkan perkembangan IPTEK dari hasil pemikirannya yang juga berkaitan dengan pengetahuan dalam agama, hal tersebut kemudian membuat manusia sendiri disebut dengan homo faber. Homo faber sendiri merupakan bagaimana manusia sebagai makhluk yang mampu menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Aspek kehidupan manusia yang menjadikan manusia sebagai seorang yang mengutamakan kehidupan sosial, sehingga dalam implementasinya tersebut manusia memiliki ketergantungan pada perwujudan interaksi sosial yang menjadikan manusia dapat melakukan kegiatan sosialisasi. Manusia yang dikenal tidak hanya sebagai homo sapiens, namun juga sebagai homo faber, memiliki integritas untuk perkembangan nilai dalam aspek kehidupannya. Termasuk di dalamnya untuk bisa mengembangkan integrasi ilmu di dalam aspek kehidupannya. Dalam aspek ilmu pengetahuannya sendiri, hal tersebut memberikan nilai tambah bagi manusia dalam menerapkan hakikatnya, dimana ilmu pengetahuan tersebut digunakan untuk bisa menjalankan aspek perkembangan nilai kehidupannya.
Pancasila dan Agama: Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif
Tsoraya, Nurul Dwi;
Asbari, Masduki;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.61 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.23
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui relasi antara Pancasila dan agama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Pada laporan studi ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat dari channel Youtube Metro TV mengenai Pancasila dan Agama yang dipaparkan oleh Yudi Latif. Hasil studi ini menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan Agama dalam NKRI tertuang jelas pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Selanjutnya, berdasarkan ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara, Indonesia mengakui keberadaan agama dalam pemerintahan, dan menegaskan bahwa negara Indonesia bukan negara yang berdasarkan suatu agama tertentu. Namun demikian, negara ini, yang berketuhanan Yang Maha Esa menempatkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman dan jiwa bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Studi ini juga menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, dimana agama memberikan peningkatan moral bangsa dengan Pancasila yang menjamin kehidupan beragama dapat berlangsung dengan nyaman, tentram dan damai. Ideologi Pancasila mendorong sesama umat beragama saling menghormati dan tidak melakukan permusuhan ataupun diskriminasi.
Mengapa Pacasila Perlu Ada? Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif
Melani, Jelita Ayu;
Asbari, Masduki;
Wahyudi, Jodi;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.771 KB)
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.25
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Yudi Latif dari channel youtube podcast Indosatu News yang berjudul “Kenapa Pancasila perlu ada?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak. Hasil studi ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara. Studi ini juga menyebutkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penelitian berawal dari pertanyaan kenapa Pancasila perlu ada. Pancasila sebagai dasar negara digunakan untuk mengatur semua tatanan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Artinya segala yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketatanegaraan RI harus berlandaskan Pancasila.
Hargailah Orang Lain, Setiap Orang Mempunyai Pandangan Hidup Yang Berbeda – Beda: Sebuah Kajian Filosofis
Hatta, Nadisya Rachelia;
Asbari, Masduki;
Novitasari, Dewiana;
Purwanto, Agus;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.33
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Youtube M Channel yang berjudul "Hargailah Orang Lain, Setiap Orang Mempunyai Pandangan Yang Berbeda - Beda ". Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil proses menyimak singkat kajian filosofis ini adalah setiap orang mempunyai pandangan hidup masing-masing yang tentunya sangat unik dan berbeda-beda. Pandangan hidup setiap orang bisa kita ibaratkan sebuah kunci elemen data dalam suatu basis data pada database. Merupakan tanda pengenal unik yang mengidentifikasi seseorang sehingga setiap orang mempunyai keunikan tersendiri dalam pendapat yang di aspirasikan. Baik sikap dan perilaku yang positif, bermanfaat, dan inspiratif maupun sikap yang sebaliknya negative, merugikan dan tidak patut dicontoh. Setiap sikap dan perbuatan manusia pasti mempunyai konsekuensi dan membuat dampak yang nyata.
Kekuatan Pancasila Tangkal Propaganda Radikalisme: Telaah Singkat Menurut Pemikiran Yudhi Latif
Wahyudi, Jodi;
Asbari, Masduki;
Melani, Jelita Ayu;
Santoso, Gunawan;
Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.36
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa itu kekuatan pancasila dalam Radikalisme karena paham radikal yang berkembang terutama pada indonesia dia membawa pengaruh dari berbagai aspek sehingga menimbulkan permasalahan diindonsia baik dari segi sosial, politik atau lainnya. Karena paham Radikalisme itu adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan tatanan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan. Sedangkan menurut Hafid (2020) menjelaskan bahwa gerakan radikalisme adalah sikap atau semangat yang membawa pada tindakan bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan yang mapan dengan menggantinya dengan gagasan atau pemahaman baru. Namun Paham radikalisme di Indonesia ada yang sekedar memperjuangkan implementasi syari’at Islam tanpa keharusan mendirikan negara Islam, namun ada pula paham yang memperjuangkan berdirinya negara Islam Indonesia tersebut. Selain itu juga paham ini bertujuan memperjuangkan berdirinya paham kekhalifahan yang salah arti dengan menggunakan pola organisasi yang beragam.
Relakanlah untuk Sakit Sebentar: Sebuah Kajian Filsafat Singkat
Baihaqi, Mochamad Fikri;
Asbari, Masduki;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.41
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Relakanlah untuk sakit sebentar”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa kebahagiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Tapi tidak semua Kebahagiaan itu juga harus dipenuhi. Jadi, ketika kita ke dokter kemungkinan akan dapat kesulitan sementara tapi kalau kamu tidak mau sakit sebentar ya kamu akan merasakan sakit yang lama maka ikhlaskanlah sakit sebentar minum obat itu pahit Tapi kan sebentar Setelah itu kamu nyaman dan dapat kesenangan lebih lama. Kajian filosofis ini membuka pola fikir kita menjadi positif.
Filosofi Apatis: Menyimak Kajian Filosofis Fahruddin Faiz
Claudiawan, Salza;
Asbari, Masduki
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.65
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Biar kamu tidak menyesal”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah melakukan sesuatu tanpa harus memikirkan hal hal yang diluar kendali kita, yang terpenting usaha dan lakukanlah sebaik baiknya agar kita tidak menyesal dikemudian hari.
Filosofi Penyakit Hati: Perspektif Filosofis Fahruddin Faiz
Ardelia, Metha Abidah;
Asbari, Masduki;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.69
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofi Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Penyakit Hati Yang Ditinggalkan”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah penyakit-penyakit hati yang dipesankan oleh Kanjeng Sunan semoga kita tidak ada di situ jangan dendam semoga kita bisa menahan hawa nafsu dan mari kita selalu “mawas” diri jadi “mawas” diri itu berarti pandangan kita lebih banyak terarah pada diri kita sendiri,jadi seperti orang yang pegang kaca pegang kaca itu kan melihat dirinya sendiri lebih banyak jadi bukan seperti orang yang pegang senter kalo pegang senter melihat keluar kesana dan pegang kaca itu melihat dirinya sendiri ke dalam,jadi kalau ada yang jelek-jelek ada yang hitam ada yang kotor dari wajah kita,kita tahu itu namanya "mawas" diri. Semoga pegang senter kita tidak lebih banyak dari pada pegang kacanya karena orang terlalu banyak pegang kaca itu biasanya mencari-cari salah nya yang lain-lain sampai lupa bahwa dirinya juga banyak salah. Kata kunci: Bahasa Indonesia, Fahruddin Faiz, kajian filosofis, mengenal diri, menyimak.
Cara Hidup Minimalis: Kajian Filosofis Perspektif Fahruddin Faiz
Ramadhan, Rikky Erlangga;
Asbari, Masduki;
Novitasari, Dewiana;
Purwanto, Agus;
Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jpt.v2i1.107
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dalam video Youtube dari Channel “M Channel” yang berjudul “Tapi Yang Engkau Butuhkan Adalah Barang Yang Lebih Sedikit”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat mempertimbangkan sumber data yang peneliti dapatkan hanya dari proses menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa ada sebuah prinsip dari cara hidup minimalis. Seseorang yang hidup minimalis akan memiliki prinsip hidup yang berbeda dengan orang lain. Begitu pula dengan cara mereka memperlakukan barang-barang mereka. Bertolak Belakang dari kebiasaan orang untuk membeli segala hal, minimalis justru hadir dan menawarkan konsep yang menarik untuk diikuti.
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Literasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Santoso, Gunawan;
Damayanti , Annisa;
Murod , Ma’mun;
Susilahati;
Imawati, Sri;
Asbari, Masduki
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.127
Penelitian ini dikurikulum merdeka guru harus mengimplementasikan ‘Profil Pelajar Pancasila’ sebagaimana sudah diatur melalui peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 22 tahun 2022 tentang rencana Strategis Kemdikbud tahun 2020-2024. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dibutuhkan penerapan dalam literasi minat baca, tulis siswa khususnya dalam kelas rendah. Sehingga dibutuhkannya SDM yang bagus khususnya para guru agar Projek Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Tidak semua sekolah sudah menjadi sekolah penggerak walaupun sudah menerapkan kurikulum merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lokusnya di daerah Jakarta salah satu sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka dan menjadi sekolah penggerak adalah SDN JOGLO 10 Pagi. Sampel penelitian ini meliputi siswa kelas 1 yang berjumlah 10 orang, guru kelas 1, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai literasi dalam penerapan Proyek Profil Pelajar Pancasila, di sekolah tersebut sudah diterapkan dan dilaksanakan dengan adanya pembiasaan yang dibuat oleh sekolah. Dari kegiatan tersebut dapat membentuk siswa sesuai dengan enam dimensi yang terdapat pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).