Dismenore merupakan nyeri haid yang muncul selama menstruasi dan ditandai oleh kram di perut bagian bawah yang dapat mejalar ke punggung atau paha, yang menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga memerluan penanganan untuj mengurangi nyeri. Nyeri haid dapat dikurangi dengan metode seperti abdominal stretching dan terapi murottal. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh abdominal stretching dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri haid pada mahasiswi. Penelitian Quasi-Experimental ini menggunakan desain Pre-Post Test Two Group Design dengan purposive sampling. Responden, 17 mahasiswi kebidanan semester 3 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dibagi dalam dua kelompok: satu menjalani abdominal stretching (10 menit/hari selama 3 hari) dan satu lagi terapi murottal (30 menit/hari selama 2 hari). Nyeri diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis I menggunakan uji Wilcoxon Rankd Test diperoleh p=0,000<0,05 dan hipotesis II menggunakan uji Wilcxon Rankd Test diperoleh nilai p=0,000<0,05, artinya ada pengaruh abdominal stretching dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri haid. Hasil hipotesis III menggunakan uji Mann Whitney U Test dengan nilai p=0,000<0,05, artinya ada perbedaan pengaruh antara abdominal stretching dan terapi murottal. Ada perbedaan pengaruh antara abdominal stretching dan terapi murottal. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan metode ini dengan menambah responden dan mempertimbangkan faktor keturunan, hormonal, serta stres.