Articles
Teori Pembelajaran Behavioristik Pada Pembelajaran PAI
Hidayat, Rio;
Fauzan, M.;
Yarni, Linda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28933
Pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk manusia berkarakter dan kompetitif. Dalam konteks pembelajaran, pemahaman terhadap teori belajar menjadi penting, khususnya teori behavioristik yang menekankan hubungan stimulus-respons dan penguatan eksternal. Behaviorisme terbukti efektif dalam membentuk perilaku disiplin, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Perspektif Islam menilai pembelajaran tidak hanya dari perilaku eksternal, tetapi juga dari niat dan akhlak. Oleh karena itu, penerapan teori behavioristik dalam PAI perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual agar tidak kehilangan dimensi keilahiannya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis isi terhadap literatur 2019–2024. Hasil menunjukkan bahwa prinsip behavioristik seperti pembiasaan, penguatan, dan peniruan dapat diadaptasi dalam PAI untuk membentuk perilaku religius siswa, seperti hafalan doa, salat, dan akhlak islami. Namun, guru harus menyeimbangkan penguatan eksternal dengan motivasi spiritual internal agar pembelajaran menjadi bermakna dan holistik.
Reposisi Psikologi Pendidikan Islam sebagai Kerangka Utama Pembentukan Karakter Holistik: Telaah Historis dan Kontekstual di Indonesia
Hamzah, Nahdhia Fallah Putri;
Tesrawati, Tesrawati;
Yarni, Linda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29675
Krisis identitas dan degradasi moral yang dialami peserta didik di Indonesia menjadi indikator gagalnya sistem pendidikan dalam membentuk karakter yang utuh. Selama ini, pendidikan lebih menekankan aspek kognitif, sementara aspek afektif dan spiritual sering terabaikan. Artikel ini mengangkat pentingnya integrasi psikologi pendidikan Islam sebagai pendekatan multidimensional dalam reformasi pendidikan karakter. Pendekatan ini memadukan pemahaman mendalam terhadap struktur jiwa manusia menurut Islam—termasuk nafs (insting), qalb (hati), ruh (jiwa spiritual), dan ‘aql (akal) dengan landasan normatif Al-Qur’an dan Hadis. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah literature review terhadap karya-karya psikologi Islam, psikologi pendidikan Barat, dan kontribusi tokoh-tokoh nasional seperti Zakiah Daradjat yang telah mengembangkan kerangka konseptual psikologi pendidikan berbasis nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan psikologi pendidikan Islam dalam praktik pembelajaran mampu meningkatkan efektivitas komunikasi guru-murid, menyusun strategi pengajaran berbasis fitrah anak, serta membentuk kurikulum yang responsif terhadap perkembangan moral dan spiritual peserta didik. Artikel ini menawarkan novelty berupa pemetaan peran psikologi Islam sebagai kerangka utama—bukan sekadar pelengkap—dalam perancangan sistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter holistik. Dengan mengangkat fondasi historis dan aplikasi kontemporer, artikel ini menegaskan bahwa reposisi psikologi pendidikan Islam merupakan kebutuhan mendesak dalam membangun generasi berakhlak dan visioner di tengah tantangan globalisasi nilai.
Teori Belajar Humanistik
Sartika, Meli;
Hartono, Muhammad Okeh;
Yarni, Linda
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/invention.v6i2.2705
Teori belajar humanistik berfokus pada pengembangan individu secara utuh, menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan ini berakar dari psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan pentingnya kebutuhan dasar, hubungan interpersonal, dan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui metode seperti Confluent Education dan Cooperative Learning, teori ini mendorong siswa untuk aktif, reflektif, dan terlibat dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi penerapan teori humanistik dalam pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik dapat meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan hubungan interpersonal yang positif antara guru dan siswa. Namun, tantangan dalam penerapannya mencakup pemahaman guru, sistem evaluasi, dan beban kurikulum yang padat. Diharapkan kajian ini memberikan inspirasi bagi pendidik untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan pribadi dan karakter.
Hubungan Self Efficacy Siswa Dengan Penyelesaian Tugas Sekolah Di SDN 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi
Wanda Amalia;
Afrinaldi;
Iswantir M;
Linda Yarni
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/concept.v2i1.244
Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan peneliti yaitu rendahnya self efficacy dalam penyelesaian tugas sekolah siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi. Dari observasi yang peneliti lakukan, ada beberapa siswa yang tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki seperti minder dengan siswa lainnya yang memiliki prestasi lebih tinggi di dalam kelas padahal siswa tersebut mampu, akibat dari ketidak yakinan diri tersebut menyebabkan siswa malas untuk mengerjakan penyelesaian tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Self Efficacy adalah keyakinan diri seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu atau mengatasi sesuatu. Penyelesaian tugas sekolah adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dirumah. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy Siswa dengan Penyelesaian Tugas Sekolah di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuanititatif korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 yang berjumlah 15 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, maka sampel penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi sebanyak 15 orang dengan jenis kelamin perempuan ada 7 orang dan laki-laki berjumlah 8 orang. Dalam penelitian ini digunakan instrument yaitu angket, yang terdiri dari angket self efficacy dan angket penyelesaian tugas sekolah dengan menggunakan skala Gutman. Teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan standart deviation, sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis mencari Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r_hitung lebih besar dari r_tabel. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah pada siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Bukittinggi. Dengan dilakukan perhitungan hasilnya dapat diketahui bahwa taraf signifikan antara variabel self efficacy (X) dengan penyelesaian tugas sekolah (Y) siswa adalah r_hitusng = 0,931 lebih besar dari r_tabel = 0,514, maka hipotesis diterima yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah, itu berarti Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Dengan derajat hubungan sangat kuat dan hubungan yang positif.
Ego Integrity Pada Lansia Di Korong Punco Ruyung Nagari Batu Kalang, Kec. Padang Sago, Kab. Padang Pariaman
Ilvy Rahmi Auliya;
Afrinaldi Afrinaldi;
Zulfani Sesmiarni;
Linda Yarni
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/concept.v2i1.251
Latar Belakang penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang di temui dilokasi penelitian yaitu lansia yang tinggal sendiri dirumah, hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Lansia juga merasa terisolasi dari lingkungan sosial karena lansia sulit menyesuikan diri dengan cara berfikir dan gaya-gaya baru dari generasi yang lebih muda. Tujuannnya untuk mengetahui Ego Integrity pada lansia di Korong Punco Ruyung, Nagari Batu Kalang Kecamata Padang Sago. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif kerena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berupa kata-kata baik tertulis maupun lisan, tidak berkenaan dengan angka-angka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan bagaimana Ego Integrity pada lansia di Korong Punco Ruyung. Penelitian ini penulis lakukan pada lansia yang tinggal di Korong Punco Ruyung. Informan dalam penelitian ini adalah Lansia yang tinggal sendiri dirumah jauh dari orang tua dan Keluarga serta orang terdekat dari lansia, dengan jumlah informan kunci 7 orang dan informan pendukung 4 orang. Penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara. Sedangkan di dalam pembahasannya di gunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Dari Hasil penelitian yang penulis lakukan tentang bagaiamana Ego Integrity pada lansia yang hidup sendiri di Korong Punco Ruyung menunjukan sebagian dari lansia memiliki Ego Integrity yaitu lansia mampu menerima siklus kehidupan yang akan menyebab kepuasan terhadap hidup. hal ini terlihat dari bagaiaman lansia menerima keadaan saat ini dan di masa lalu. Sedangakan ada beberapa lansia di anatara nya mengalami Despair yaitu kesulitan dalam untuk mengintegritaskan masa lalu dan menerimanya sehingga menyesali hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan. Dilihat dari ada sebagian lansia mampu beradaptasi dengan lingkungan dan penyesuaian diri, spiritual, bebas dari perasaan takut akan kematian, integritas emosi, kepuasan hidup, menerima keadaan keluarga di masa lalu dan dimasa sekarang.
Dampak Psikologis Korban Child Abuse (Studi Kasus Kampung Padang Alai Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman)
Alifa, Rahmat Fadhil;
Yarni, Linda;
Afrinaldi, Afrinaldi;
Yusri, Fadhilla
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/cjpe.7.2.2024.4330
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan yang terjadi di kampung Padang Alai Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman yaitu adanya seorang anak yang mendapatkan perlakuan kekerasan dari ibunya seperti dijewer dibagian telinga sekuatnya sampai menjadi merah dan ditampar serta dipukul dengan benda-benda kasar yang ada disekitar seperti, gantungan baju, sendal dan gagang sapu ijuk dan sering diteriaki, memanggil anak dengan sebutan (misslabeling). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis yang dialami oleh anak yang telah mengalami child abuse. Penelitian ini adalah studi kasus lapangan kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah satu anak korban child abuse dan informan pendukung ialah abang dan nenek korban child abuse, serta tetangga sekitar rumah anak korban child abuse tersebut. Peneliti menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Mengurangi data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan adalah proses analisis data. Triangulasi data adalah metode untuk memverifikasi keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak psikologis korban Child Abuse sejak balita bersifat permisif seperti merasa tidak berguna, mengisolasi diri di rumah, tidak mampu bergaul dengan teman sebayanya, dan bersifat depresif seperti murung dan pendiam, serta bersifat agresif seperti mendorong, menendang dan memukul teman dan juga saudaranya. Kesimpulan dari penelitian ini dapat diketahui bahwa kekerasan yang dialami pada anak memberikan dampak kepada psikologisnya.
Analisis Perkembangan Akhir Masa Anak-anak
Putri Ayu Nabila;
Nopi Nopita Sari;
Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurdikbud.v3i3.2533
Masa kecil anak merupakan masa paling penting dalam pembentukan identitas diri. Dalam pembentukan identitas diri anak ada banyak yang perlu diperhatikan. Kenyataanya masih banyak para orang tua, pendidik dan masyarakat yang kurang peduli dengan perkembangan akhir masa anak-anak. Para orang tua hanya membiarkan perkembangan anak berjalan dengan sendirinya tanpa ada arahan dan perhatian. Maka dari itu penulis membuat penelitian dengan tujuan menganalisis perkembangan akhir masa anak-anak agar para orang tua, guru dan masyarakat serta pembaca dapat dengan mudah memahami perkembangan akhir masa anak-anak agar anak-anak tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merugikan cita-cintanya di masa depan. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan atau library research menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil studi kepustakaan menunjukan bahwa perkembangan akhir masa anak-anak ditandai dengan tidak mau menuruti perintah karena lebih terpengaruhi teman sebaya dari pada orang tua dan anggota keluarga yang lain, tidak mempedulikan dan ceroboh terhadap penampilan, cenderung bertengkar dengan saudara, anak memiliki keterbukaan dan keinginan untuk mendapatkan pengetahuan, penyesuaian diri, keinginan diterima kelompok yang bergengsi, mulai mengembangkan kreativitas, senang atau berminat bermain bersama teman-teman, kenaikan tinggi badan pertahun 2 sampai 3 inci, kenaikan berat badan antara 3 sampai 5 pon pertahun. Dan sudah mempunyai dua puluh dua gigi tetap.
Kreativitas Anak Putus Sekolah di Jorong Ampang Gadang 1 Kenagarian Maek Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat
Khairina, Waladani;
Yarni, Linda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.591 KB)
|
DOI: 10.31004/irje.v2i3.164
This research is motivated by the phenomenon of the author's observations of several children who are less able to develop their creativity properly because children do not have the money to continue their education, knowledge in terms of creativity which is usually obtained in schools is no longer accepted by children, so that children's creativity becomes hampered. Furthermore, children who drop out of school do not have thewill to develop their creativity, children just want to stay at home and do not want to do any activities including the development of their creativity. Children prefer to have fun with their friends than to do activities that can develop their creativity. This study uses a descriptive type of qualitative approach. The results of this study are the factors that affect the creativity development of dropout children in Jorong Ampang Gadang 1 Kenagarian Maek are divided into two factors, the first is internal factors, namely physiological factors in the form of children's physical conditions, internal motivation related to the child's inner vision and external motivation in the form of support. from other people. The two external factors are family (parents), society and the media. From the results of the research conducted, some suggestions for parents are expected to be able to equip children with personal qualities that allow children to becomecreative individuals, and for the community it is expected to provide a good example for children in the development of their creativity as well as jorong Ampang Gadang 1 is expected to provide motivation to children so that children are enthusiastic in developing their creativity and for out-of-school children are expected to make the best use of time and use time with things that are useful for themselves and others.
Hubungan Interaksi Dalam Keluarga dengan Kepercayaan Diri Remaja di Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan
Fitri, Gita;
Yarni, Linda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 2 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.899 KB)
|
DOI: 10.31004/irje.v2i2.299
This research is motivated by the phenomenon of interaction in the family with adolescent selfconfidence in Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan. There are teenagers who do not get good support from their families in carrying out an activity, besides that there are teenagers who do not have good interactions with family members. Meanwhile, with adolescent self-confidence, there is a phenomenon that there are still many teenagers who find it difficult to interact with the surrounding environment. This study aims to look at the interactions of adolescents aged 13-19 years in Jorong Cupak, to see the self-confidence of adolescents aged 13-19 years in Jorong Cupak, and to see the relationship between interactions in the family and the self-confidence of adolescents in Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan. This type of research is correlationalquantitative research. The results showed that the interaction in the family of adolescents aged 13-19 years in Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan was declared good with a percentage of 45.8%,the self-confidence of adolescents aged 13-19 years in Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan wasdeclared good with the percentage is 34.8%, and the relationship between adolescent interactionin the family and adolescent self-confidence in Jorong Cupak Nagari Pakan Sinayan has a closerelationship, which is 72%.
Motivasi Penggunaan Aplikasi Tiktok pada Mahasiswa Prodi BK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Yamanto, Yado;
Yarni, Linda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i1.1756
Penelitian ini muncul berawal dari permasalahan yang sering kali ditemui dikalangan mahasiswa saat ini. Adanya mahasiswa UIN Bukittinggi yang menari-nari di depan kamera yang memperliatkan lekuk tubuhnya dan tidak adanya rasa malu pada dirinya. Mahasiswa tersebut membuat kontenya di dalam kelas atau di parkiran dan basment kampus pada jam jam tertentu, kebanyak sore hari mahasiswa membuat konten tariannya di depan kamera HP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilakukan di kampus UIN Bukittinggi sebagai tempat untuk menemukan gejala-gejala atau fenomena yang menjadi permasalahan yang akan di teliti. Informan dari penelitian ini ada dua yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kuncinya adalah mahasiswa BK semester 5 yang menggunakan aplikasi tiktok di UIN Bukittinggi. Sedangkan informan pendukungnya adalah teman mahasiswa semester 5 BK yang menggunakan aplikasi tiktok. Teknik pengumpulan data skripsi ini maka teknik pengumpulan datanya sebagai berikut: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini ialah dengan cara menelaah seluruh data, reduksi data, dan display. Untuk menjamin keabsahan data maka peneliti menggunakan tekni tringulasi ada 3 yaitu sumber, metode, dan waktu. Teknik tringulasi data yang paling banyak di gunakan adalah teknik melalui sumber. Berdasarkan hasil dari gambaran fenomena penggunaan tiktok pada mahasiswa semester 5 prodi BK UIN Bukittingi yang kebanyakan menggunakan aplikasi tiktok ini untuk menari yang diriingi musik dan upload foto diiringi musik dan video belajar. Motivasi penggunaan aplikasi tiktok pada mahasiswa semester 5 prodi BK UIN Bukittinggi di temukan bahwa adanya motivasi untuk kepercayaan diri, motivasi untuk memperoleh pertemanan, motivasi untuk bakat dan minat, motivasi untuk hiburan, motivasi untuk ikut-ikutan trend, motivasi untuk mengisi waktu luang, dan motivasi untuk memperliatkan dirinya ke dunia luar (eksis).