p-Index From 2021 - 2026
11.415
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Ta´dib Conciencia Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Pendidikan Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Literasiologi Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal PAI Raden Fatah GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Al-Musannif Studia Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Darma Agung Muaddib: Islamic Education Journal IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Didaktika: Jurnal Kependidikan Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia An-Nuha : Jurnal Pendidikan Islam INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Journal International Inspire Education Technology (JIIET) Journal of Educational Sciences FENOMENA: Jurnal Penelitian YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Journal of Social Work and Science Education Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Suhuf: International Journal of Islamic Studies FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Teori Belajar Behavioristik Thorndike dalam Pembelajaran PAI Kurnia Oktaria; Muhammad Abduh; Ermis Suryana; Abdurahmansyah Abdurahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2040

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui implikasi teori behavioristik menurut tokoh Thorndike dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan cara penelaahan secara kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan dengan bahan makalah seperti buku dan jurnal yang layak dijadikan referensi. Dari hasil penelaahan beberapa referensi, terlihat bahwa teori Thorndike disebut teori koneksionisme. Belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respon sebanyak mungkin. Menurut teori Thorndike, belajar dimulai dengan mencoba suatu kesalahan, dengan kesalahan itu kita akan mencoba hal baru sampai membuahkan hasil yang benar. Misalnya guru menjelaskan materi PAI kemudian memberikan pertanyaan kepada siswa, jika salah satu siswa mau mengerjakan soal di depan kelas walaupun salah, guru tetap akan memberikan nilai kepada anak karena anak mau untuk menanggapi guru, sehingga guru akan menghargai keberanian anak itu.
Perkembangan Peserta Didik pada Masa Remaja Akhir Rahmatullah Akbar; Tri Mulya Budi Ongkai; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2094

Abstract

Perkembangan peserta didik tidak lepas dari hakikat perkembangan manusia itu sendiri. Manusia ialah makhluk ciptaan Allah SWT yang di dalam diri individu terdapat tiga unsur, yakni jasadiyah, aqliyah, dan ruhiyah. Perkembangan manusia merupakan suatu perubahan kontinuitas yang dialami oleh suatu individu dalam proses menuju kedewasaan yang terjadi secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan. Perkembangan manusia dimulai dari masa konsepsi, bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga masa tua. Remaja akhir ialah masa perubahan dari fase remaja ke fase dewasa, hal tersebut merupakan proses yang cukup lama dimana ditunjukkan pada saat individu menginjak umur 17-22 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, studi literatur. Artikel ini membahas tentang hakikat masa remaja akhir, sifat dan sikap masa remaja akhir, ciri-ciri masa remaja akhir, tugas perkembangan masa remaja akhir, perkembangan remaja akhir, dan implikasi dalam bidang pendidikan perkembangan masa remaja akhir.
Implikasi Teori Pemrosesan Informasi Robert Mills Gagne di Sekolah Dasar Jannati Aliyah; Tri Alawiyah; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.2181

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui implikasi teori pemrosesan informasi menurut tokoh Robert M. Gagne di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan cara penelaahan secara kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan dengan bahan makalah seperti buku dan jurnal yang layak dijadikan referensi. Teori pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kapasitas siswa melalui proses pembelajaran. Model pemrosesan informasi ini didasari oleh teori belajar kognitif dan berorientasi pada kemampuan peserta didik memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Teori ini merupakan teori yang mengarahkan bagaimana mendapatkan maupun menerima menunjuk bagaimana cara menyatukan maupun menerima stimulus dalam lingkungan, mengatur atau menyusun data, pemecahan permasalahan, mengetahui konsep, maupun memakai tanda-tanda verbal dan tidak verbal. Dengan adanya teori pemrosesan informasi ini merupakan pembelajaran yang mengutamakan untuk kegiatan mengenai dengan setiap proses pada bagian pengelolahan informasi agar meningkatnya kompetensi peserta didik dengan tahap demi tahap dalam pembelajaran.
Perkembangan Fisik, Kognitif, Sosial dan Emosi pada Bayi Menurut Teori Jean Piaget Serta Penanaman Nilai Agamanya Bagus Hidayattullah; Meisy Permata Sari; Ermis Suryana; Abdurahmansyah Abdurahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2242

Abstract

Artikel ini membahas tentang tentang teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget terhadap perkembangan fisik, social, emosi, serta, kemampuan berfikir anak pada tahap usia sensor motorik (0-2 Tahun). Jean Piaget adalah salah satu tokoh yang meneliti tentang perkembangan kognitif dan mengemukakan tahapan-tahapan perkembangan kognitif. Jean Piaget yang juga ahli Biologi menghubungkan tahapan perkembangan kematangan fisik dengan tahapan perkembangan kognitif. Tahapan-tahapan tersebut adalah tahap sensory motorik (0-2 tahun), praoperasional (2-7 tahun), operasional konkret (7-11 tahun) dan operasional formal (11-15 tahun). Artikel ini menggunakan metode Library Research dengan mengkaji beberapa sumber data dari buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan sensor motorik. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar anak mengalami perkembangan yang sempurna, sehingga secara kognitif, fisik, dan emosi sosial anak dapat berkembang secara optimal, dan juga bagaimana penanaman nilai-nilai agama sejak dini dari orang tua kepada anak pada tahap sensor motorik.
Perkembangan Janin dalam Kandungan dan Implikasinya pada Pendidikan Rendi Pratama; Miftahul Cholifah; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2246

Abstract

Manusia adalah makhluk yang kompleks. Segala yang ada pada manusia dapat dilihat pertumbuhan dan perkembangannya, baik fisik maupun psikisnya. Dalam Al-Qur’an dijelaskan proses perkembangan janin melalui beberapa tahapan yaitu sulalah, nutfah, alaqah, Mudhgah, Izam dan Lahm, didalam ilmu pengetahuan juga di jelaskan perkembangan janin. Setiap hari selama 9 bulan 10 hari perkembangan janin sangatlah penting untuk menghasilkan bayi yang sehat. Gen yang diturunkan ayah dan ibu bayi menentukan semua ciri-ciri fisik dan juga kelainan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa watak mungkin mempunyai dasar biologis. Kesehatan ibu dan asupan gizinya, baik sebelum dan selam kehamilan, sangat berpengaruh terhadap kelahiran bayi yang sehat. Dukungan perhatian dari ayah dan ibu selama masa kehamilan juga mendorong perkembangan calon bayi. Faktor penentu terhadap keberhasilan pendidikan anak adalah adanya seorang ibu shalihah yang memahami peran dan tugasnya, serta mampu menjalankannya dengan sempurna. Itulah pilar utama dalam pendidikan anak. Peranan mereka bahkan tetap terukir dalam sejarah, karena dari tangan merekalah lahir putra-putri terbaik yang mampu membawa perbaikan masyarakat dan memandu umat ini menuju kebaikan dan kekuatan.
Implikasi Teori Belajar Kognitivistik Jerome S Bruner dalam Pembelajaran PAI Dimas Assyakurrohim; Agung Mandala Putra; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2249

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas serta menganalisis tentang teori belajar Kognitivistik mulai dari pengertian, proses belajar mengajar, tahapan belajar mengajar, alat-alat mengajar, implikasinya serta kelebihan dan kekurangan dari teori kognitivistik. Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dsb) melalui contoh-contoh yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumber. Dalam mengkaji artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan materi makalah seperti buku dan jurnal yang layak dijadikan referensi. Implikasi Teori Bruner dalam Proses Pembelajaran adalah menghadapkan anak pada suatu situasi yang membingungkan atau suatu masalah. Dengan demikian Teori kognitif juga menekankan  bagian-bagian  dari  situasi  yang saling berhubungan  dengan  seluruh  kontek  situasi  tersebut.
Perkembangan Kognitif Menurut Teori Sosio-Kultural dan Implikasinya dalam Pembelajaran Suci Hidayati; Weriana Weriana; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2305

Abstract

Perkembangan manusia merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Salah satu sering menjadi perhatian orang tua ialah perkembangan koginitif. Dalam pandangan Vygotsky meyakini bahwa aspek sosial dan kultural seseorang membantu membentuk perkembangan kognitif. Penerapan Teori Sosio-Kultural dalam pembelajaran di Indonesia dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pengembangan pendidikan inklusif dan memperhatikan keberagaman budaya siswa. Adapun metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif melalui dokumentasi. Penerapan Teori Sosio-Kultural dalam pembelajaran di Indonesia juga memiliki tantangan dan kendala, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya pendekatan inklusif dan memperhatikan keberagaman budaya siswa, kurangnya pelatihan dan pengembangan kurikulum yang relevan, serta kurangnya dukungan dari pihak terkait. Untuk dapat menerapkan Teori Sosio-Kultural dalam pembelajaran di Indonesia, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat.
Perkembangan Masa Dewasa Dini dan Madya dalam Implikasinya pada Pendidikan Rahmat Fadli; Dwi Wahyu; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2793

Abstract

Perkembangan masa dewasa dini adalah periode transisi dari masa remaja ke dewasa, yang biasanya dimulai pada usia 18 hingga 25 tahun. Pada masa ini, individu mulai membangun identitas diri, mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif, serta mencari tujuan hidup. Sementara itu, masa dewasa madya adalah periode di mana seseorang telah mencapai kedewasaan dan memasuki fase tengah kehidupannya. Masa ini biasanya dimulai pada usia 35 hingga 55 tahun. Pada masa dewasa madya, individu telah mencapai stabilitas finansial dan karir, serta mulai memfokuskan pada pertumbuhan pribadi dan pembelajaran seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi perkembangan masa dewasa dini dan madya pada pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, di mana data diperoleh dari sumber-sumber yang terkait dengan perkembangan masa dewasa dan pendidikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan masa dewasa dini dan madya memiliki implikasi yang berbeda pada pendidikan. Pendidikan untuk masa dewasa dini perlu berfokus pada pengembangan keterampilan sosial, emosional, kognitif, kepercayaan diri, dan identitas diri. Sedangkan pada masa dewasa madya, pendidikan perlu menekankan pada pembelajaran seumur hidup, pembelajaran yang relevan, pembelajaran berbasis masalah, pengembangan keterampilan khusus, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan perlu mempertimbangkan karakteristik perkembangan masa dewasa dini dan madya dalam merancang kurikulum dan strategi pembelajaran yang sesuai. Hal ini dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dalam membantu individu mencapai potensi penuhnya pada kedua masa dewasa tersebut.
Menavigasi Perkembangan Masa Remaja Awal: Perkembangan, Tantangan, dan Kesempatan Hendi Hendi; Dewa Ikhram; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.2991

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penuh dengan kejutan. Sebab pada masa ini anak akan mengalami berbagai macam hal yang baru ia temukan dan alami. Baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik misalnya, terjadi perubahan mendasar dari seorang anak perempuan dengan penonjolan pada bagian dada, penumbuhan rambut ketiak, dan suara yang mulai terasa berat bagi anak lelaki. Sementara secara psikis munculnya pemikiran abstrak, kemampuan menyerap cara pandang dan sudut pandang orang lain, meningkatnya daya introspeksi, identitas pribadi dan pembentukan sistem nilai. Perubahan yang terjadi itu sangatlah alami dan natural, sehingga hasilnya bisa saja berakhir menjadi pribadi yang baik atau malah sebaliknya mennjadi pribadi yang buruk. Tergantung bagaimaimana proses itu dibimbing dan diarahkan ke arah yang lebih baik. Jika tidak, maka akan berakibat kepada penyelewengan dan berimbas kepada perilaku kenakalan remaja. KPAI merilis setidaknya masih ditemukan kenakalan remaja sebanyak 187 kasus pada tahun 2022. Siti Fatimah dan M Towil Umuri dalam jurnal mereka menyebutkan selain dari diri sendiri, sekolah, dan keluarga, linkungan adalah faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan pada remaja. Hal ini dikarenakan faktor-faktor tersebut adalah bagian yang selalu bersentuhan dengan anak remaja. Akan sangat baik bila faktor-faktor tersebut memberikan dampak yang baik bagi kehidupan remaja. Dalam hal ini, faktor keluarga sebagai lingkungan informal bagi remaja, harusnya memiliki peran lebih untuk menghindarkan remaja dari perilaku-perilaku negatif. Orang tua tentunya memiliki kewajiban untuk menghindarkan anaknya dari perilaku buruk sebab dampak baik dan buruknya akan kembali kepada keluarga.
Pembentukan dan Pengembangan Karakter Ulama Berbasis Teknokrat dan Intelektual Melalui Program Mabit Muyasaroh Muyasaroh; Herlina Herlina; Ermis Suryana; Zulhijra Zulhijra
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4442

Abstract

Pemerintah dan masyarakat Indonesia sangat membutuhkan karakter ulama berbasis teknokrat dan berintelektual, namun dalam realitanya pembentukan kader tersebut sulit dilakukan. Alasan ini menjadikan tolok ukur pesantren berupaya mencari, membuat rumusan dan metode yang dapat membentuk  kader mahasantri berkarakter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Mabit sehingga  menemukan metode yang tepat dalam proses pengkaderan ulama yang berbasis teknokrat. Penelitian ini menggunakan mixed method yaitu  pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penyebaran angket. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 31 orang mahasantri. Program Mabit mampu memberikan bantuan  untuk mewujudkan kader ulama melalui sajian mata pelajaran keislaman yang komprehensif. Program Mabit juga mampu   membantu mahasantri  memahami kelimuan yang berbasis teknologi. Dengan adanya program Mabit ini, mahasantri dapat menentukan pilihan perguruan tinggi dan jurusan sesuai kemampuan intelektualitasnya. Temuan dalam penelitian ini membantu pondok pesantren untuk mendeteksi program Mabit yang lebih terarah dalam membentuk kader ulama  dan lebih di fokuskan dalam sosialisasi. Program pembelajaran antara pendalaman Alquran, Hadits dan Sains, Teknologi harus seimbang serta terarah. Pembagian waktu adalah hal terpenting dalam pembelajaran dengan cara mengukur kapabilitas mahasantri. Penambahan aplikasi dari setiap teori yang dipelajari sangat mendukung mahasantri menciptakan dan mengembangkan daya kreatifitas berpikir.
Co-Authors ., Fadriati Abdullah Idi Abdurahmansyah Abdurahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah Ade Raini Afriantoni Afriantoni Agung Mandala Putra Ahmad Zainuri Aisyah, Siti Ayu Ali, Marwan Alimron, Alimron Amanda, Nadya Rizki Amilda Ana Kurnia Sari Angge Sapto Mubharokh Aprina, Marni Prasyur Apriyanti, Ariesi Ari Mawarni Ari Mawarni Ari Sandi Arvin Efriani Aryanti Feriyenci Asri Karolina Asri Karolina, Asri AYU LESTARI Azzahra, Anisah Bagus Hidayattullah Baldi Anggara Bawadi, Ahmad Jihad Bilal, Bilal Abdullah Bonita, Eva Chan, Rahul Datuzuhriah, Ifa Derri Adi Fernando Desti Nurholis Destrianjasari, Sherin Dewa Ikhram Dimas Assyakurrohim Dwi Wahyu Edi Harapan Elhefni Elhefni Erlina, Dian Fadhilah Fadhilah Fadli, Rahmat Fadriati Fadriati Fani, Ayu Annur Farhan Alfikri fatimah Fatimah Febrianto, Andre Feni Yunita Fikri, Kevin Ariful Fikri, Miftahul Gamal, Kiagus Abdul Gusri, Fauziah Hamdani, M. Imron Harmayanti, Ayu Alawiya Hasby, M. Hasdikurniati, Amrina Ika Hazli, Muhammad Khairul Helmiyah, Helmiyah Hendi Hendi Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Husna, Jami'atul Ilhami, Muhammad Wahyu Ira Yuniarti Jannati Aliyah Kasinyo Harto Kgs. Abdul Gamal Khaf Shah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Fadhillah Izzah Kurnia Oktaria Kurniawan, M. Riski Langputeh, Sukree Lara Arum Sari Lestari, Rizky Nurfitri Lestari, Septia Sri Ludiman M. Farhan Arib Mandala Putra, Fahmi Mardeli Mardeli Maryamah Maryamah Maryamah Maryamah Marzuki, Darlina Nuralisyarifah Maudy Talia Mawarni, Ari Meisy Permata Sari Meriyanti Meriyanti Meriyanti, Meriyanti Merry Yanto Miftahul Cholifah Milda, Jefpi Mochammad Imron Awalludin Mubharokh, Angge Sapto Muhamad Fauzi Muhamad Uyun Muhammad Abduh Muhammad Fakhri Ramadhan Muhammad Halim Munandar Muhammad Ilham Fahmi Muhammad Rifqi Mukmin Mukmin Mustakim, Iqbal Muthmainna, Aqila Muthmainnah Muthmainnah Muyasaroh Muyasaroh Muzaki Fathurrahman, M Najmi, Lailan Ningtiyas, Adisty Nurhayati Nurul Qomariyah Nurwijayanti Nyayu Khodijah Nyimas Yunierti Prihatin Oktavia, Nur Afni Oskar, Ruani Praja Nugraha Pratama, Irja Putra Prihatin, Nyimas Yunierti Putra, Heru Yama Putra, Rudi Yongki Nanda Putri, Umi Amelia Rahadian, Alip Rahmat Fadli Rahmatullah Akbar Rahmi, Laila Kamilatu Relly Maulita Rendi Pratama Romadhon, Muhammad Qomari Rosa Diana, Miska Rusmawati Rusmawati Sagita, Eci Sanjaya, Cencen Rexsy Sari, Ana Kurnia Sari, Khovifah Puspita sari, Mutia Sari, Yeni Yeldia Nopita Sinta Irawati Sirozi, Muhammad Siska Wulandari, Siska Soraya, Nyayu Suci Hidayati Suhono Suhono, Suhono Supriyadi Supriyadi Sutarto Sutarto Sya'adah, Fatihatus Syafira Masnuah Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syarnubi Syifaurrahmah, Sabrina Tanzila Mawaddah Tri Alawiyah Tri Mulya Budi Ongkai Tutut Handayani Udin Supriadi Wahyu, Dwi Watawalaini, Ayu Weriana Weriana Weriana, Weriana Wiwik Damayanti, Wiwik Wiyanda Vera Nurfajriani Yadi, M. Riandry Yoprisya, Yoprisya Yulia Yulia Zulhijra Zulhijra, Zulhijra Zulhijrah, Zulhijrah Zulhijrah, Zulhijrah