p-Index From 2021 - 2026
11.415
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Ta´dib Conciencia Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Pendidikan Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Literasiologi Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal PAI Raden Fatah GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Al-Musannif Studia Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Darma Agung Muaddib: Islamic Education Journal IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Didaktika: Jurnal Kependidikan Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia An-Nuha : Jurnal Pendidikan Islam INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Journal International Inspire Education Technology (JIIET) Journal of Educational Sciences FENOMENA: Jurnal Penelitian YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Journal of Social Work and Science Education Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Suhuf: International Journal of Islamic Studies FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebijakan Profesionalisme Guru dan Dosen Feni Yunita; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1135

Abstract

Profesionalisme guru dan dosen merupakan suatu kemampuan guru dan dosen dalam menerapkan dan konsisten terhadap kompetensi-kompetensinya ketika melaksanakan tugas, seperti kemampuan guru untuk dapat mengembangkan potensi dan membangkitkan minat peserta didik, memiliki rasa percaya diri, dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik, visioner, inovatif terhadap pembelajaran, mampu mengendalikan diri, komitmen, serta tanggung jawab. Guru dan Dosen profesional bukanlah hanya untuk satu kompetensi saja yaitu kompetensi profesional, tetapi guru dan dosen profesional harus mampu memiliki keempat kompetensi sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 agar guru memahami, menguasai, dan terampil menggunakan sumber- sumber belajar baru dan menguasai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sebagai bagian dari kemampuan guru. Kebijakan profesi guru di Indonesia ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (selanjutnya disebut UUGD). Undang-undang ini mengatur mengenai konsep-konsep, prinsip- prinsip dan ketentuan yang berkaitan dengan guru yang merupakan salah satu bagian dari kebijakan dalam bidang pendidikan. Untuk itu, adanya Undang-Undang Guru dan Dosen merupakan salah satu dasar hukum yang menjadi kajian dalam hukum pendidikan. Sejak adanya Undang-Undang Guru dan Dosen, guru diakui sebagai tenaga pendidik professional.
Analisis Kebijakan tentang Pedagogie dan Penilaian Pendidikan (AKM = Asesmen Kompetensi Minimum, Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar) Ade Raini; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1136

Abstract

Asesmen nasional dilakukan bertujuan untuk mengubah paradigma evaluasi pendidikan di Indonesia sebagai upaya mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil bukan mengevaluasi capaian peserta didik yang sebelumnya digunakan dalam Ujian Nasional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tentang pedagogie dan penilaian pendidikan (akm = asesmen kompetensi minimum, survey karakter dan survey lingkungan belajar). Metode yang digunakan yaitu metode library research. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu Untuk meningkatkan mutu SDM di Indonesia, kementerian pendidikan dan kebudayaan telah membuat kebijakan baru yang dinamakan kebijakan “Merdeka Belajar”. Kebijakan ini dibuat guna untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia yang masih dikatakan rendah. Peningkatan mutu pendidikan ini dilakukan agar warga negara Indonesia dapat mengikuti perkembangan glo/balisasi dan juga dapat bersaing dengan beberapa negara maju. Jika peningkatan mutu pendidikan ini tidak dilakukan, maka negara Indonesia akan terus tertinggal dari negara lain. Mengingat hal ini tidak boleh terjadi, maka pemerintah Indonesia berusaha membuat beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu kebijakan terbaru di Indonesia saat ini yaitu, kebijakan merdeka belajar.
Sistem Pendidikan Islam di Indonesia Maudy Talia; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1137

Abstract

Pentingnya sistem pendidikan Islam yang harus didapatkan masyarakat Indonesia menjadikan Indonesia itu sendiri membuat peraturan dengan mengadakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada pendidikan agama Islam yang mendasar dan pokok pelajarannya pada Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berlandaskan pada sejarah, pencarian buku-buku yang berkaitan dengan materi yang sudah diberikan. Dengan berlandaskan kepada buku buku yang mengandung pengertian bahwasannya dalam sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Kesimpulan dari pembahasan mengenai sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia menjelaskan definisi dari sistem pendidikan Islam, komponen yang harus ada dalam sistem pendidikan Islam, serta pembahasan sistem pendidikan Islam di Indonesia seperti apa.
Hubungan Self Efficacy dan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam Bagi Siswa di SMP Negeri 3 Palembang Muthmainnah Muthmainnah; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 3 No 1 (2020): Muaddib : Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v3i1.6295

Abstract

The main problem in this study is whether there is a significant relationship between self efficacyand student learning outcomes of PAI subjects in SMP Negeri 3 Palembang, whether there is a significant relationship between learning interest and student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 3 Palembang, and whether there is a significant relationship between self efficacyand interest in learning together with student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 3 Palembang. The purpose of the study was to analyze the significant relationship between self efficacyand student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 3 Palembang, to analyze the significant relationship between learning interest and student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 3 Palembang, and to analyze significantly between self efficacyand interest in learning together with student learning outcomes of Islamic Religious Education subjects at SMP Negeri 3 Palembang. The type of this research is the type of correlation research. In this study, the research sample was 60 students. Data collection techniques are observation, documentation and questionnaire. The data analysis technique is through quantitative descriptive analysis.First research results, based on the results of the hypothesis test showed that there was a positive relationship between self-efficacy and learning outcomes of Islamic Religious Education subjects in SMP Negeri 3 Palembang, r count of 0.546 with a significant level of 5%. Secondly, based on the results of the hypothesis test, there is a positive relationship between learning interest and the learning outcomes of Islamic Religious Education subjects in SMP Negeri 3 Palembang, r count of 0.773 with a significant level of 5%. Third, based on theresults of hypothesis testing, there is a positive relationship between self efficacyand interest in learning together with the learning outcomes of Islamic Religious Education subjects in SMP Negeri 3 Palembang with a multiple regression value of 0.773 with a significant level of 5%.
Analisis Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah Ira Yuniarti; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i2.1162

Abstract

Tulisan ini di latarbelakangi tentang keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dan madrasah yang mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk melihat sejauh mana kebijakan Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah. Sedangkan metode yang digunakan adalah mengakaji literatur terhadap kebijakan Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan kualitatif diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberpihakan Negara terhadap pemenuhan kebutuhan pembelajaran Agama Islam di sekolah dan madrasah semakin meningkat. Pemerintah Indonesia menetapakan kebijakan Pembelajaran Agama Islam untuk setiap warga negara yang muslim. Kebijakan ini mengarah pada pelayanan pengembangan pendidikan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah secara Efektif. Kebutuhan peserta didik muslim terhadap pengembangan potensi spiritual memperoleh dukungan kebijakan dari pemerintah.
ANALISIS NILAI RELIGIUS PADA BUKU LAPIS-LAPIS KEBERKAHAN KARYA SALIM AFILLAH Lara Arum Sari; Mardeli Mardeli; Ermis Suryana
PAI RAFAH Vol 4 No 2 (2022): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v4i2.10232

Abstract

Religious values are values that regulate religious or religious life, a bond or relationship between humans and their God. Religious values have a relationship with worldly life, not much different from other values such as culture and social aspects. a mysterious afterlife for life. It is this afterlife that distinguishes it from other values. Religious value is also an obedient attitude or behavior in carrying out Islamic religious teachings that always worship because the task of humans as servants of Allah is to serve Him. The type of research used in this research is library research. Literature research is research that uses reading materials as a reference source. It means collecting data by reading, studying, understanding, and analyzing documents related to the research. The data collection technique used is documentation. While the data analysis method used is using content analysis. The results of the study stated that the religious values in the Lapis-Lapis Blessing book have three aspects of life, namely the value of aqidah, the value of worship, and the value of morals. The value of aqidah includes several things, namely faith in Allah SWT, belief in Allah's provisions and faith in apostles. The value of worship includes several things, namely; prayer, dhikr, prayer, and reading of the Qur'an. While the moral values include several things, namely; patient, please help, entertain guests, trust, and giving charity. The implementation of these three aspects requires assistance from parents, schools, and the community so that children can have their religious values embedded from a young age. So the need for deep appreciation when teaching children several things about religious values, one of which is the value of aqidah, worship, and morals.
Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kabupaten Banyuasin Rusmawati Rusmawati; Ermis Suryana; Edi Harapan
Studia Manageria Vol 2 No 1 (2020): Studia Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/studiamanageria.v2i1.4515

Abstract

This study aims to analyze the Principal managerial competence in the management of teachers and staff, students, and management of UNBK facilities and infrastructure in planning, organizing, implementing, and evaluating in implementing the 2018 UNBK at SMAN 1 Talang Kelapa, SMA Plus Negeri 2 Banyuasin 3, and Banyuasin SMAN 1 1. This study uses instruments collecting data in the form of: interview, documentation, and observation. The sources of the data research were principals, vice principals, heads ofcomputer laboratories, heads of administration, and teachers at the school. The results of this study illustrate the principal managerial competence in: 1) planning the UNBK from the implementation of socialization, establishing committee members and committee meetings for additional hours of study and try out, and provision UNBK facilities and infrastructure, 2) organizing the implementation of UNBK through the establishment of committee, supervisors, and the UNBK implementation team accompanied by the issuance of the principal's decree and subrayon, 3) implementing the UNBK through the coordinating of UNBK teachers and implementing staff, procurement, management and maintenance of UNBK facilities and infrastructure, and 4) evaluating the implementation ofUNBK through informal supervision using the interview method, participant observation, and documentation. From the whole activities that carried out as the implementation of the managerial competence, it can be stated that the principal managerial competence in implementing UNBK is well implemented so that UNBK can be carried out smoothly and successfully
Education in The Period of Adult Development and Its Implications on Education Ari Mawarni; Muhammad Halim Munandar; Kasinyo Harto; Ermis Suryana
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v5i3.1841

Abstract

This research looks at education in adult development and how it affects education. This study is motivated by the rapid advancement of science, technology, and communication at this time, which necessitates the development and improvement of human quality as a solution to face the current of modernization; thus, an educational process is required that can play an active role in following changes and developments that exist both now and in the future. Recognize that adulthood is a time when you have reached a mature and complete view of life, which can be achieved through consistent decision-making. However, it frequently appears when people fail to recognize the significance of adulthood and middle age. The goal of this study was to examine and analyze education during the adult development period, as well as its surprise in education. This study employs an approach approach in data processing through literature analysis, particularly literature descriptions. Helping people face life's problems objectively, assisting adults with problem-solving skills, assisting people in changing social circumstances, and assisting people in acquiring or skills required to complete their life needs are all realizations of adult education practices that are frequently overlooked.
NEUROSAINS DAN KEMAMPUAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN Nurhayati; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.263

Abstract

Organ tubuh manusia yang berfungsi mengendalikan semua gerak dan fungsi tubuh, termasuk berbahasa, yaitu otak. Secara garis besar, sistem otak manusia dapat dibagi menjadi tiga, yakni (1) otak besar , (2) otak kecil, (3) batang otak. Bagian otak yang paling penting dalam kegiatan berbahasa adalah otak besar. Bagian pada otak besar yang terlibat langsung dalam pemprosesan bahasa adalah korteks serebral. Korteks selebral adalah bagian yang tampak seperti gumpalan-gumpalan berwarna putih dan merupakan bagian terbesar dalam sistem otak manusia. Bagian ini mengatur atau mengelola proses kognitif pada manusia, dan salah satunya tentu saja adalah bahasa. Bahasa merupakan suatu sistem simbol lisan yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat. Bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Bahasa digunakan manusia sebagai alat komunikasi. Pada bagian otak tengah berfungsi sebagai pengendali, pendengaran, penglihatan dan gerakan tubuh. Otak bagian tengah ini juga berfungsi untuk pengulangan, ketika bahasa dan pikiran tersebut dituangkan dan diulang-ulang, ia akan menangkap lebih dengan visualisasi dan lebih bisa ditangkap memori untuk menyimpannya. Dalam kaitannya dengan memori, bahasa mempunyai fungsi sebagai alat untuk mengaktifkan memori.
NEUROSAINS DALAM PROSES BELAJAR DAN MEMORI Relly Maulita; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.264

Abstract

Didalam ilmu Neuroscience dijelaskan bahwa otak manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa. Otak manusia terdiri dari triliunan sel otak dan setiap inci otak tampak seperti Gurita kecil yang begitu komplek. Di setiap set otak terdapat sebuah pusat yang banyak cabangnya dan setiap cabang mempunyai banyak koneksi. Setiap set otak dibuat lebih kuat dan canggih daripada kebanyakan peralatan komputer di dunia . Setiap set saling berhubungan dengan ratusan set yang lain dan mereka saling bertukar informasi. Dari triliunan sel otak tersebut, ada sepersepuluhnya terdiri neuron atau sel saraf aktif yang bisa terjadi hingga 20.000 koneksi yang berbeda dengan sel-sel lain. Otak manusia terdapat empat bagian dan pada tiga tingkatan yang berbeda dari atas batang otak dan yang keempat terselip di bagian belakang. Otak manusia juga memiliki dua sisi yang mana setiap sisinya mempunyai fungsi yang berbeda dan memproses informasi dengan cara yang berbeda pula. Konsep tiga otak dalam satu kepala ( otak triune) menjelaskan tentang cara kerja otak dan hubungannya dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang memaksimalkan fungsi otak berarti bukan hanya memberdayakan satu belahannya saja, tetapi mengupayakan pemaksimalan kedua belahannya. Sehingga bisa menghasilkan siswa yang bukan hanya mampu berfikir berurutan dan terstruktur tetapi mampu berfikir secara divergen, global dan kreatif. Secara neurosains, ingatan adalah proses kerja otak yang disertai penyimpanan memori di dalam sistem sinapsis antara neuron. Daya ingat berkaitan langsung dengan proses belajar karena memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan mengambil informasi yang telah dipelajari. “Dengan demikian, daya ingat atau memori tergantung pada proses belajar. Kata Kunci: Neurosains, Pembelajaran, Memori
Co-Authors ., Fadriati Abdullah Idi Abdurahmansyah Abdurahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah Ade Raini Afriantoni Afriantoni Agung Mandala Putra Ahmad Zainuri Aisyah, Siti Ayu Ali, Marwan Alimron, Alimron Amanda, Nadya Rizki Amilda Ana Kurnia Sari Angge Sapto Mubharokh Aprina, Marni Prasyur Apriyanti, Ariesi Ari Mawarni Ari Mawarni Ari Sandi Arvin Efriani Aryanti Feriyenci Asri Karolina Asri Karolina, Asri AYU LESTARI Azzahra, Anisah Bagus Hidayattullah Baldi Anggara Bawadi, Ahmad Jihad Bilal, Bilal Abdullah Bonita, Eva Chan, Rahul Datuzuhriah, Ifa Derri Adi Fernando Desti Nurholis Destrianjasari, Sherin Dewa Ikhram Dimas Assyakurrohim Dwi Wahyu Edi Harapan Elhefni Elhefni Erlina, Dian Fadhilah Fadhilah Fadli, Rahmat Fadriati Fadriati Fani, Ayu Annur Farhan Alfikri fatimah Fatimah Febrianto, Andre Feni Yunita Fikri, Kevin Ariful Fikri, Miftahul Gamal, Kiagus Abdul Gusri, Fauziah Hamdani, M. Imron Harmayanti, Ayu Alawiya Hasby, M. Hasdikurniati, Amrina Ika Hazli, Muhammad Khairul Helmiyah, Helmiyah Hendi Hendi Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Husna, Jami'atul Ilhami, Muhammad Wahyu Ira Yuniarti Jannati Aliyah Kasinyo Harto Kgs. Abdul Gamal Khaf Shah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Fadhillah Izzah Kurnia Oktaria Kurniawan, M. Riski Langputeh, Sukree Lara Arum Sari Lestari, Rizky Nurfitri Lestari, Septia Sri Ludiman M. Farhan Arib Mandala Putra, Fahmi Mardeli Mardeli Maryamah Maryamah Maryamah Maryamah Marzuki, Darlina Nuralisyarifah Maudy Talia Mawarni, Ari Meisy Permata Sari Meriyanti Meriyanti Meriyanti, Meriyanti Merry Yanto Miftahul Cholifah Milda, Jefpi Mochammad Imron Awalludin Mubharokh, Angge Sapto Muhamad Fauzi Muhamad Uyun Muhammad Abduh Muhammad Fakhri Ramadhan Muhammad Halim Munandar Muhammad Ilham Fahmi Muhammad Rifqi Mukmin Mukmin Mustakim, Iqbal Muthmainna, Aqila Muthmainnah Muthmainnah Muyasaroh Muyasaroh Muzaki Fathurrahman, M Najmi, Lailan Ningtiyas, Adisty Nurhayati Nurul Qomariyah Nurwijayanti Nyayu Khodijah Nyimas Yunierti Prihatin Oktavia, Nur Afni Oskar, Ruani Praja Nugraha Pratama, Irja Putra Prihatin, Nyimas Yunierti Putra, Heru Yama Putra, Rudi Yongki Nanda Putri, Umi Amelia Rahadian, Alip Rahmat Fadli Rahmatullah Akbar Rahmi, Laila Kamilatu Relly Maulita Rendi Pratama Romadhon, Muhammad Qomari Rosa Diana, Miska Rusmawati Rusmawati Sagita, Eci Sanjaya, Cencen Rexsy Sari, Ana Kurnia Sari, Khovifah Puspita sari, Mutia Sari, Yeni Yeldia Nopita Sinta Irawati Sirozi, Muhammad Siska Wulandari, Siska Soraya, Nyayu Suci Hidayati Suhono Suhono, Suhono Supriyadi Supriyadi Sutarto Sutarto Sya'adah, Fatihatus Syafira Masnuah Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syarnubi Syifaurrahmah, Sabrina Tanzila Mawaddah Tri Alawiyah Tri Mulya Budi Ongkai Tutut Handayani Udin Supriadi Wahyu, Dwi Watawalaini, Ayu Weriana Weriana Weriana, Weriana Wiwik Damayanti, Wiwik Wiyanda Vera Nurfajriani Yadi, M. Riandry Yoprisya, Yoprisya Yulia Yulia Zulhijra Zulhijra, Zulhijra Zulhijrah, Zulhijrah Zulhijrah, Zulhijrah