p-Index From 2021 - 2026
13.771
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Pilar Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal SENTRALISASI Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies YUME : Journal of Management Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Iqtishoduna: Jurnal Ekonomi Islam Al-Maslahah At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Jurnal Ekonomika Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Journal of Management and Business Innovations Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Al-Azhar Journal of Islamic Economics Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam Al-Ahkam : Jurnal Hukum Pidana Islam Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Ekonomika Jurnal Ar-Ribh J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Iqtisaduna Al-Buhuts (e-journal) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Islamic Accounting and Finance Review Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Islamic Economic and Business Journal POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES (POLRI) YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Mutanaqishah: Journal of Islamic Banking Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Innovative: Journal Of Social Science Research Moneta: Jurnal Manajemen & Keuangan Syariah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Business and Investment Review JPNM : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin AL-SULTHANIYAH Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Socius: Social Sciences Research Journal JSE: Jurnal Sharia Economica Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Santri : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Cross-Border Journal of Business Management Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah At Tawazun Jurnal ekonomi Islam International Journal of Islamic Studies Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia Indonesian Journal of Management Studies Currency Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences HISAB: Jurnal Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Humanitis (Jurnal Humaniora Sosial dan Bisnis) Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Jebi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Pranata Ekonomi: Tinjauan Historis Masa Pemerintahan Bani Umayyah Sulfiani Sulfiani; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa; Khalizah Lutfia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12166

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pranata ekonomi pada masa pemerintahan Bani Umayyah melalui perspektif historis-institusional, dengan menelusuri perubahan administrasi, fiskal, moneter, perdagangan, pertanian, dan distribusi kesejahteraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan. Data sekunder diperoleh dari artikel jurnal, buku ilmiah, prosiding, dan dokumen akademik relevan, terutama terbitan 2021–2025, yang ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, dan Scopus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi, pengelompokan tematik, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pranata ekonomi Bani Umayyah berlangsung secara bertahap. Pada masa Mu'awiyah bin Abi Sufyan, reformasi birokrasi dan pembentukan diwan memperkuat administrasi keuangan negara. Pada masa Abdul Malik bin Marwan, standardisasi dinar dan dirham, arabisasi administrasi, serta penguatan sektor perdagangan dan pertanian meningkatkan kemandirian dan stabilitas ekonomi. Pada masa Umar bin Abdul Aziz, reformasi perpajakan, pengelolaan Baitul Mal, desentralisasi zakat, dan perlindungan terhadap kelompok lemah memperkuat pemerataan kesejahteraan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil membentuk sistem ekonomi yang lebih terorganisasi, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Prinsip transparansi, produktivitas aset, distribusi kekayaan, dan tanggung jawab negara yang berkembang pada periode tersebut tetap relevan sebagai bahan refleksi bagi penguatan tata kelola ekonomi publik kontemporer.
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Fatimiyah: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Islam Kontemporer Khaliza Lutfia; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa; Musfirah HR
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12171

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Fatimiyah serta mengevaluasi relevansi kebijakan ekonominya terhadap pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan melalui penelaahan artikel ilmiah, buku akademik, dan literatur historis yang membahas kebijakan fiskal, perdagangan, sektor riil, dan pembangunan sumber daya manusia pada periode Fatimiyah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan seleksi sumber, pengelompokan tematik, sintesis, dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Daulah Fatimiyah ditopang oleh pengelolaan Baitul Mal, optimalisasi zakat, kharaj, jizyah, dan bea perdagangan, pengawasan pasar, pembangunan pelabuhan dan irigasi, penguatan pertanian, serta investasi pendidikan melalui Al-Azhar. Kebijakan tersebut membentuk sistem ekonomi yang menghubungkan penerimaan negara dengan redistribusi kekayaan, penyediaan layanan publik, stabilitas perdagangan, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Prinsip keadilan, kemaslahatan, amanah, akuntabilitas, dan keberlanjutan yang tercermin dalam kebijakan tersebut tetap relevan bagi ekonomi Islam modern. Relevansi tersebut terutama terlihat pada integrasi keuangan publik dengan zakat dan wakaf produktif, penguatan sektor riil dan UMKM, pembangunan infrastruktur, transparansi kelembagaan, serta investasi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman ekonomi Daulah Fatimiyah dapat menjadi sumber pembelajaran historis untuk merancang kebijakan ekonomi Islam yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada maqashid al-syariah, tanpa menyalin bentuk kelembagaannya secara langsung ke dalam konteks negara modern.
Pemikiran Ekonomi Islam Kerajaan di Indonesia Muhammad Imam Dhiya’ul Haq; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12227

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan fondasi historis penting bagi pembentukan karakter ekonomi syariah nasional, tetapi pembahasannya masih lebih terbatas dibandingkan kajian ekonomi Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Demak, Banten, dan Ternate; mengidentifikasi karakteristik kebijakan ekonominya; membandingkan bentuk implementasinya; serta menjelaskan kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi Islam Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku akademik, prosiding, dan dokumen sejarah yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi tematik, interpretasi komparatif, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut mengintegrasikan prinsip syariah ke dalam pengelolaan perdagangan maritim, kebijakan fiskal, baitul mal, zakat, wakaf, sistem moneter, pengawasan pasar, dan distribusi kesejahteraan. Persamaan utamanya terletak pada orientasi keadilan, kemaslahatan, transparansi, dan tanggung jawab sosial, sedangkan perbedaan penerapannya dipengaruhi oleh kondisi geografis, komoditas utama, struktur politik, serta jaringan perdagangan masing-masing wilayah. Samudra Pasai menonjol dalam sistem moneter dan perdagangan internasional, Aceh dalam pengelolaan fiskal, Demak dalam redistribusi sosial, Banten dalam tata kelola pasar, dan Ternate dalam perdagangan rempah. Sintesis penelitian menghasilkan kerangka integratif yang menghubungkan nilai, kelembagaan, distribusi, dan adaptasi sebagai dasar pengembangan ekonomi Islam Indonesia yang kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa warisan kerajaan tetap relevan sebagai sumber pembelajaran bagi kebijakan ekonomi syariah nasional.
Pemikiran Ekonomi Islam Daulah Mughal dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern Andi Sompa; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12281

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Mughal serta relevansinya terhadap pengembangan ekonomi syariah modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis isi deskriptif-analitis. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang membahas sejarah ekonomi Mughal, kebijakan agraria, fiskal, perdagangan, moneter, serta perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Mughal dibangun melalui pengelolaan agraria zamindari dan jagirdari, reformasi pajak berbasis sistem zabt dan dahsala, pengawasan pasar melalui prinsip hisbah, pelarangan praktik riba dan monopoli, serta standardisasi mata uang logam. Kebijakan tersebut memperkuat kepastian penerimaan negara, melindungi petani kecil, menjaga stabilitas harga, memperluas perdagangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat. Keberhasilan tersebut ditopang oleh penerapan nilai ‘adl, maslahah, amanah, transparansi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat yang majemuk. Secara konseptual, pengalaman Daulah Mughal relevan bagi pengembangan ekonomi syariah modern melalui penguatan tata kelola fiskal, regulasi pasar, integrasi sektor keuangan dengan sektor riil, pengembangan ZISWAF produktif, industri halal, fintech syariah, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dan Sustainable Development Goals. Temuan ini menegaskan bahwa warisan ekonomi Mughal tidak harus diterapkan secara literal, tetapi direkonstruksi melalui kelembagaan yang adaptif, akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemaslahatan publik secara adil dan berkesinambungan.
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Mamluk: Analisis Kritis terhadap Konsep Moneter, Inflasi dan Intervensi Pasar Hasma Hasmah; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12297

Abstract

Daulah Mamluk merupakan fase penting dalam evolusi pemikiran ekonomi Islam karena memperlihatkan pergeseran dari pembahasan fikih muamalah yang normatif menuju analisis ekonomi yang lebih positif, empiris, dan berorientasi makro. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Mamluk dengan menelaah konsep mekanisme pasar, kebijakan moneter, inflasi, serta intervensi negara yang dikembangkan oleh Ibnu Taimiyah dan Al-Maqrizi. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan historis-konseptual. Data diperoleh dari karya primer dan berbagai literatur sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan politik, gangguan produksi dan perdagangan, korupsi administratif, beban perpajakan, serta devaluasi akibat peredaran mata uang tembaga atau fulus secara berlebihan menjadi latar penting lahirnya pemikiran ekonomi yang progresif. Ibnu Taimiyah menjelaskan pembentukan harga melalui interaksi permintaan dan penawaran, konsep harga adil atau thaman al-mithl, serta legitimasi intervensi pemerintah melalui lembaga Hisbah ketika terjadi distorsi pasar. Al-Maqrizi mengembangkan klasifikasi natural inflation dan human error inflation serta menegaskan hubungan antara inflasi, kebijakan moneter, dan kualitas tata kelola pemerintahan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemikiran ekonomi pada masa Daulah Mamluk memberikan dasar konseptual yang relevan bagi pengembangan ekonomi syariah kontemporer, terutama dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan jumlah uang beredar, memperkuat pengawasan pasar, dan mewujudkan tata kelola ekonomi yang adil serta akuntabel.
Co-Authors A. Adi Putra A. Adriana Amal Abd. Hafid Abd. Wahab Abd. Wahab Abd. Wahab Abdul Khaliq Abdul Wahab Abdul Wahab Abdul Wahid Haddade Abdullah AF Abdullah, Wahyuddin Achmad Musyahid Idrus ADRIANI ADRIANI Afna Eka Widyastuti Agus Syam Ahmad Muhajir, Ahmad Ahsun Inayati Aisyah Aisyah Akram Ista Akramunnas Ambo Asse Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin K Amiruddin K Amiruddin.K Andhini Putri Novianti Andi Abdul Gaffar Andi Irhamnia Sakinah Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Niken Ayu N.F Andi Sompa Andi Sri Mutmainna Andi Tihardimanto Kaharuddin Andi Wawan Mulyawan Andika Akbar Anisa Utami Novianty Anisa Utami Novianty Anugrah Anugrah Ar Rozi, Habib Aziz Arlina Wiyata Gama Arsyadi, Baso Arya Nirwansyah Dwi Putra Askar Fatahuddin Asmira, Sri Asni Asni Asri Jaya Asriadi Arifin Adi Azizah Nurdin, Azizah Azmi Yusriyah Naurah Azwar Azwar Basri, Muh. Arfah BN, Andi Muh. Taqiyuddin Darmawati Darmawati Dedi Susanto Desy Arum Sunarta Devy Wulandari Dian Sari Djafar Djafar Eka Febrianti Ervina Hijrah Nirwana Fatahuddin, Askar Fauziah Sulaiman Ferianti Ririn Fitri Ramdani Fitriah Ningsih G. Gunawan Ghalib, Muhammad Gunawan Gunawan HAERIANTI HERIANTI Halik, Abdul Chadjib Hamdana Hamdana Hamzah Hasan Hamzah Tacong Harni hasim, cani Hasisa Haruna Hasma Hasmah Herman, Muhammad Akbar Husni Nasir Iffah Auliaurahman Hw Ilham , Muhammad Ilham Ilham Ilnawati Ismail Hasang Ismail Ismail Iva Ashari Ananda Iva Ashari Ananda Jayawarsa, A.A. Ketut K, Amiruddin Khaliza Lutfia Khalizah Lutfia Latifah Lanonci Lince Bulutoding Lohalo, Georges Olemanu Lubnaa Sulistiyani Kartiko M, Misbahuddin M. Fadel, M. Fadel Mallongi, Syahrir Maryam Nurdin, Maryam Mau Lulo, Lourenco de Deus Muammar Bakry Muh. Samsunar Muhammad Affandi AR Muhammad Afief Mubayyin Muhammad Arsyad Muhammad Fadel Muhammad Ghalib Muhammad Ghalib Muhammad Imam Dhiya’ul Haq Muhammad Mutawalli Muhammad Nasri Katman Muhammad Rafli Muhammad Rustam Saputra Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Saleh Tajuddin Muhammad Wahyuddin Abdullah Mukhlis Latif Mulkiyah Zul Fadhilah Musfirah HR Muslimah Muslimah Muslimin Kara Mutawalli, Muhammad Nadya Haruna Nasir Hamzah Nasrulah Bin Sapa Nasrulla Bin Sapa Nasrullah Bin Sapa Nelia Syafriawati Nur Hidayah Nurafifah Nuraulia Aco Dahrul Nurfakhruddin Al Mubarak Nurhasnaini. H Nurhidayat Nurhidayat Nurjannah Nurjannah NURLAELA NURLAELA Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurul Fitrah Ilham Nurul Pratiwi Nurum, Munawir Nurvadillah Nurvadillah Nurwijayanti Purnamaniswaty, Purnamaniswaty Putri Ayu Ramadhani Rachma Febrianti Rachma Febriyanti Rachma Febriyanti Rahadi Arie Hartoko Rahmawati Muin Ramlah Ramlah Rayyahun, Annisa Reni Reni Reskiani, Anugrah Ri Esso*, Andi Sawe Ridwanto Rini Fitriani Risnawati Risnawati Rizky Amaliyah Ramdhani Ilham Rosdianah Rahim Rusdi Raprayogha Saharuddin Sahdiah Desriana Karim Sahrul Gunawan Saiful Muchlis Sakinah Azzahra Saleh Al Hadad Sapsuha, Mubasysyyratul Ummah Sari Ifdiana Jalal Sarmadani Sarmadani selmiana salam selmi Shahrin, Attori Alfi Siradjuddin Sirajuddin Sitti Fatimah Sri Artati Salju Sri Mulyati Sri Muntu, Andi Tenri Sri Syamsiar, Indriyani Sudarmi Sudarmi Sufiana Fahmi Sufiani Zahra Sugianto Sukmana, Ahyana Syahila Sulfiani Sulfiani Sumar’in Sumar’in Supriadi Syahidah Rahmah Syahruddin Kadir Syamsiah Rauf Syarif, Muhammad Isra Syarifa Khaerunnisa Syatar, Abd Tacong, Hamzah Taqiyuddin BN, Andi Muh. Tihardimanto, A. Titin Hardianti Titin Hardianti Trisno Wardy Putra Ummu Alfatimah Vera Ayu Oktoviasari Vera Ayu Oktoviasari Virgiawan, A. M. Luthfi virgiawan, luthfi Wahyuddin Abdullah Yahdi, Muh. Yusnita