Claim Missing Document
Check
Articles

Industri Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan Mendukung Kawasan Ekowisata Pangandaran, Jawa Barat Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1202

Abstract

ABSTRACTPangandaran is known as one of many famous tourist destinations in West Java Province that possesspotential beautiful natural marine resources. This coastal area which streches 91 km and has sloping steeprocky beaches. Grows overabundant pandan (pandanus tectorius) plants, however conditions are verydamaged and there is no concern for good governance from the local government. This research aims toproduce eminent products of craft in supporting tourism by increasing the natural resources potentialand the local craftsmen resources from the surrounding areal environment. This article is result of appliedresearch in a type of practice-led research with a focus on the creative industries of craft products thatsupport tourism through the eco-design and eco-tourism approach. This research uses design-thinkingmethod, with Participation Action Research (PAR) approach and the Hexa Helix system. The result is aeminent product prototypes and start up business of craft art creative industries that support eco-designand eco-tourism park.Keywords: Creative Industry, Pangandaran Area, Pandan-based Craft, EcotourismABSTRAKPangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat yang memilikipotensi alam laut yang indah. Wilayah pantai membentang sepanjang 91 km terdiri dari kawasanpantai pasir yang landai dan pantai berbatu curam. Di wilayah Pangandaran banyak ditumbuhitanaman pandan (pandanus tectorius), namun kondisinya sangat rusak dan tidak ada kepeduliaantata kelola yang baik dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produkprodukseni kriya unggulan daerah untuk menunjang pariwisata dengan mengangkat potensisumber daya alam dan sumber daya perajin dari lingkungan masyarakat setempat. Artikel inimerupakan salah satu hasil penelitian terapan jenis practice-led research dengan fokus industrikreatif produk seni kriya yang mendukung pariwisata melalui pendekatan eco-design dan ecotourism.Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan ParticipationAction Research (PAR) dan sistem Hexa Helix. Hasil dari penelitaian ini berupa prototipe produkunggulan dan terwujudnya start up-start up bisnis industri kreatif seni kriya pendukungekowisata berbasis kawasan.Kata Kunci: Industi Kreatif, Kawasan Pangandaran, Kriya Pandan, Ekowisata
Gastronomi dalam Cerita Rakyat Ainu Jepang Ida Ayu Laksmita Sari; I Nyoman Darma Putra; Ni Luh Kade Yuliani Giri
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1205

Abstract

ABSTRACTThis article analyzes the gastronomic aspects of the Ainu folklore in Japan. Gastronomic aspects examinedinclude how Ainu folklore narrates how they collect and cook food materials, how they consume, andwhat cultural values are attached to both the process of food production and consumption. The studyapplied library research and the object of analysis were selectively chosen from Ainu Mukashi Banashi’sbook: Hitotsubu no Satchiporo (2012), an anthology of Ainu folklore edited by Kayano Shigeru. Thestories chosen analyzed by the literary anthropology theory. The results show that the Ainu folklorecontains narratives about how people collect food, cook, and consume them. The study of the gastronomicnarratives of Ainu folklore presents a novelty that folklore not only contains a moral message for characterformation but is also a medium for preserving and continuing food and culinary culture across time andgenerations.Keywords: Ainu folktale, literary gastronomy, traditional food of Ainu JapanABSTRAKArtikel ini menganalisis aspek gastronomi dari cerita rakyat Ainu Jepang. Aspek gastronomiyang dikaji meliputi bagaimana cerita rakyat Ainu menceritakan cara mereka mengumpulkandan memasak bahan makanan, bagaimana mereka mengonsumsi, dan nilai-nilai budaya apayang melekat pada proses produksi dan konsumsi makanan. Penelitian dilakukan dengan risetperpustakaan dan objek kajian dipilih secara selektif dari buku Ainu Mukashi Banashi: Hitotsubuno Satchiporo (2012), sebuah antologi cerita rakyat Ainu dengan editor Kayano Shigeru. Datadianalisis dengan teori antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyatAinu mengandung narasi tentang cara masyarakat mengumpulkan bahan makanan, memasak,dan mengkonsumsinya. Studi tentang narasi gastronomi cerita rakyat Ainu menyajikan halbaru bahwa cerita rakyat tidak saja mengandung pesan moral untuk pembentukan karaktertetapi juga menjadi media untuk melestarikan dan meneruskan budaya makanan dan kulinerlintas waktu dan generasi.Kata Kunci: cerita rakyat Ainu, gastronomi sastra, makanan tradisional Ainu Jepang
Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Tyas Rinestu; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
Simbol-Simbol Promosi Pariwisata Yogyakarta dalam Film ‘Ada Apa Dengan Cinta? 2’ I.A. Etsa Pracintya; I Nyoman Darma Putra; Putu Sucita Yathy
PANGGUNG Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2261

Abstract

Film tourism adalah jenis film yang mengandung nilai promosi pariwisata, baik melalui cerita maupun latar tempat film yang dikisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan promosi pariwisata melalui film berjudul ‘Ada Apa Dengan Cinta? 2’ dengan melakukan analisis terhadap simbol dan makna pesan promosi pariwisata di dalamnya. Data dikumpulkan melalui observasi pada konten dari film menggunakan tabel observasi, serta resepsi penonton yang diperoleh melalui penelusuran internet dan skimming dengan kata kunci dari website IMDb, Youtube, Tripadvisor dan blog independent, sehinga memperoleh 32 review yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan tiga teori yaitu semiotika, resepsi dan promosi. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa film merupakan salah satu media yang dapat mendukung terjadinya aktivitas berwisata pada daerah yang digunakan sebagai latar tempat dari film tersebut. Pesan promosi pariwisata yang muncul pada film ini berasal dari adanya daya tarik rasional, emosional dan moral melalui sinematik serta narasi yang baik.Kata Kunci: promosi pariwisata, film tourism, pariwisata Yogyakarta.
IDENTITAS LINTAS BUDAYA: PUISI HAIKU JEPANG BERBAHASA BALI I Nyoman Darma Putra; Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidada; Ida Ayu Laksmita Sari
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2334

Abstract

The development of Indonesian and regional literature in the Archipelago is not only determined by internal conditions but also by external influences. Several years ago in Bali, an anthology of haiku in Balinese was published, which was clearly influenced by the form of haiku, traditional Japanese poetry. This article analyzes Balinese haiku collected in two anthologies, namely Bikul (Mouse, 2014) and Bubu (Fishtrapped, 2015), both by I Ketut Aryawan Kenceng. By applying a qualitative approach, this research data was collected through literature studies and interviews with poets and observers of modern literature in the Balinese language. The data were analyzed using structuralism and semiotic approaches. The results of the study show that Balinese haiku provides a cross-cultural identity (Japanese and Balinese) for modern Balinese literature. The results of this study contribute to our efforts to understand that this hybrid poem strengthens the opinion of scholars who say that Bali is an open fortress, meaning that it remains open to accepting outside influences but firmly maintains its artistic and cultural identity.Keywords: modern Balinese literature, Balinese language, haiku, cross-cultural identity, Japan
Application of the Sad Kerthi Concept in Developing Marine Tourism Area on the Blue Economy in Karangasem Regency Osin, Rosvita Flaviana; Putra, I Nyoman Darma; Sudiarta, I Nyoman; Sari, Ni Putu Ratna
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 7 No. 1 (2025): February-Juli
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v6i2.235

Abstract

This study presents a problem statement by exploring the application of the Sad Kerthi concept in the development of a marine tourism area in Karangasem Regency, Bali, with a focus on blue economy principles. The Sad Kerthi, deeply rooted in Balinese Hindu local wisdom, emphasizes the preservation of six sacred elements: Atma (soul), Segara (ocean), Danu (lake), Wana (forest), Jagat (earth), and Jana (human). The challenge lies in applying the blue economy approach to optimize the sustainable and wise utilization of marine resources while maintaining ecosystem balance and enhancing local community welfare. By aligning with Blue Economy principles, which advocate for the sustainable use of ocean resources for economic growth, the study underscores the potential of integrating traditional wisdom with modern economic models. The research indicates a methodology that utilizes a qualitative approach, conducting in-depth interviews with experts from governmental and cultural sectors, as well as academic and research programs that incorporate these values of local wisdom. The main findings indicate that local wisdom and the blue economy are interdependent, mutually strengthening each other in the quest for sustainable development. Local wisdom serves as a cornerstone for sustainable practices, cultural values, and community involvement, which can significantly enhance the effectiveness of the Blue Economy framework. The main conclusions of this research contribute to the discussion on sustainable tourism by illustrating the effectiveness of a culturally rooted approach to achieving both environmental and economic sustainability.
The Role Of Stakeholder In Developing Sustainable Island Nature Base Tourism In Tatoareng Sangihe North Sulawesi Mozes, Getruida Nita; Darma Putra, I Nyoman; Sudiarta, I Nyoman; Kristianto, Yohanes
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ijms.v3i1.3542

Abstract

Development of sustainable nature-based tourism in the islands requires the role of stakeholders who not only support environmental, local economic and cultural sustainability but also enhance the tourist experience and their satisfaction.  This research focuses on identifying the existing conditions of tourism development in the Tatoareng Islands, and the role of stakeholder in developing nature-based island tourism in Tatoareng Sangihe, North Sulawesi. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, focus group discussions, and document study. Data reduction techniques and SWOT analysis were used to analyze the data.  The findings show that the Tatoareng Islands have potential tourist attractions, including protected habitats, wildlife and cultural heritage. However, there are several challenges in their development, such as limited accessibility, infrastructure, and low tourism human resource quality. The role of stakeholders is vital in improving the quality of the 4A components (attractions, amenities, access, and ancillary services) and enhancing the tourism human resources of the local community to achieve sustainable nature-based tourism development goals in Tatoareng.
EKSISTENSI PUISI INDONESIA DI BALI PADA ERA KOLONIAL I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.192.171-182

Abstract

Kontribusi Bali pada masa-masa awal perkembangan sastra Indonesia dikenal sebatas karya-karya Panji Tisna. Hal ini tidak mengherankan karena tahun 1930-an Panji Tisna sudah menulis beberapa novel seperti Sukreni Gadis Bali (1936) yang diterbitkan Balai Pustaka dan menjadi karya klasik yang masih mengalami cetak ulang sampai sekarang. Sebetulnya, di luar karya Panji Tisna ada banyak puisi yang dipublikasikan penulis Bali di media massa seperti Surya Kanta, Bali Adnyana, dan Djatajoe, terbit di Singaraja pada era kolonial, 1920-an hingga awal 1940-an. Makalah ini mengidentifikasi puisi Indonesia penyair Bali yang terbit pada zaman kolonial dan menganalisis tema-temanya dikaitkan secara intertekstual dengan wacana sosial yang berkembang saat itu. Makalah ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, puisi penyair Bali ikut memperkaya khasanah sastra Indonesia pada masa awal pertumbuhannya. Kedua, kehadiran puisi penyair Bali di media massa lokal ikut memperkenalkan sastra nasional di daerah Bali. Ketiga, puisi penyair Bali dijadikan media bagi penulisnya untuk mengartikulasikan kepedulian sosial, misalnya masalah pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan dan kekhawatiran masyarakat Bali yang tidak siap menghadapi dampak pariwisata.  
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.
The Image of Pura Geger and Its Surroundings in Gita Rasmi Sancaya: A Tourism Literature Study Antari, Ni Luh Putu Aryasi; Darma Putra, I Nyoman; Puspawati, Luh Putu
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 6 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i6.51312

Abstract

This study examines the depiction of the Pura Geger temple and its surrounding areas as a tourist destination, as well as the portrayal of Dang Hyang Nirartha's role as a writer in the Geguritan Rasmi Sancaya. The temple holds significant potential to be developed as a tourist destination, and this research aims to explore how these places are represented in the literary text. Data were collected using qualitative methods, including observation, interviews, and literature study, and were presented descriptively. The study focuses on the literary portrayal of various locations mentioned in Geguritan Rasmi Sancaya, particularly those visited by Dang Hyang Nirartha. The research aims to identify and compare the textual and contextual descriptions of these sites, such as Gunung Payung, Pura Geger, Pura Bias Tugel, and Waterblow Nusa Dua. The findings reveal how these locations are depicted in the text and how this depiction contributes to the understanding of cultural and historical contexts of the area. The implications of this study suggest that literature, particularly Geguritan Rasmi Sancaya, can serve as an important tool for promoting the cultural significance of tourist destinations, offering insights into their historical value while encouraging tourism development.
Co-Authors A.A. Anom Kumbara A.A. Ngr. Anom Kumbara A.A. Ngurah Anom Kumbara Agus Putra Mahendra Agus Putra Mahendra Alicia Agustina Ginting ANAK AGUNG GDE SUTRISNA WIJAYA PUTRA Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha Antari, Ni Luh Putu Aryasi Aron Meko Mbete Asmyta Surbakti Astawa, Ida Bagus Gde Puja Bertova Simanihuruk Bestari, Ni Made Prasiwi Desi Dwi Prianti Diana Rosca Apria Eddy Setia Eddy Setia Eva Lailatur Riska Gede Ginaya Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gede Suardana Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Husen Hendriyana I B Gde Pujaastawa I B Gde Pujaastawa I Gde Nala Antara I Gde Pitana, I Gde I Gede Adi Sudi Anggara I Gede Girinatha Surya I Gede Mudana I Gst. Bagus Suka Arjawa I Gusti Agung Dyah Maheswari I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani I Gusti Ayu Andani Pertiwi I Gusti Ayu Oka Suryawardani I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Ketut Sudewa I Komang Gde Bendesa I Made Agus Asta Panca I Made Antara I Made Marthana Yusa I Made Suyasa I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Suarka I Nyoman Sudiarta I Nyoman sukiada I Nyoman Sunarta I Nyoman Wahyu Angga Budi Santosa I Nyoman Weda Kusuma I Nyoman Weda Kusuma I NYOMAN WIJAYA I Wayan Ardika I Wayan Artika I Wayan Nuriarta I Wayan P. Windia I Wayan Pantiyasa I WAYAN PASTIKA I Wayan Resen I Wayan Restu Suarmana I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Suardiana I Wayan Suyadnya I Wayan Tagel Eddy I.A. Etsa Pracintya Ida Ayu Etsa Pracintya Ida Ayu Laksmita Sari Ida Ayu Laksmita Sari Ida Ayu Trisna Adiwulandari Ida Bagus Gde Pujaastawa Ida Bagus Gde Pujaastawa Ida Bagus Gede Pujaastawa Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidada Ida Bagus Rai Putra Indra Bhaskara, Gde Iola Astried Karisma Isvari Ayu Pitanatri Juliana, I Wayan Kanto, Sanggar Ketut Antara Komang Adi Sastra Wijaya Kristiana, Nina Indra Kumbara, Ngr. Anom Luh Putu Puspawati, Luh Putu Made Antara Made Heny Urmila Dewi Made Hery Santosa Mananda, I Gusti Putu Bagus Sasrawan Margaretta Andini Nugroho Maria Matildis Banda Michael Hitchcock Mozes, Getruida Nita Nanang Sutrisno Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Ngakan Putu Darma Yasa Ni Kadek Dea Adelia Putri Ni Ketut Ratna Erawati Ni Luh Arjani Ni Luh Gede Eni Laksmi Ni Luh Kade Yuliani Giri Ni Luh Ramaswati Purnawan Ni Made Ari Yanti Putri Negara Ni Made Eka Mahadewi Ni Made Ras Amanda Gelgel Ni Made Sri Purnami Ni Made Wiasti Ni Nyoman Arini Ni Putu Evi Wijayanti Ni Putu Ratna Sari Ni Putu Rika Sukmadewi Nonny Aji Sunaryo Nyoman Kutha Ratna Pande Putu Abdi Jaya Prawira Pidada, Ida Bagus Jelantik Sutanegara Prameswari, Ni Putu Laksmi Mutiara Prayoga, I Putu Satria Puji Retno Hardiningtyas Puji Retno Hardiningtyas, Puji Retno Putu Ayu Mira Maharani Putu Gede Sridana Putu Sucita Yanthy Putu Sucita Yathy Putu Titah Kawitri Resen Rahmat Sewa Suraya Ramanda Dimas Surya Dinata Renata Lusilaora Siringo Ringo Rimalinda Lukitasari Rinestu, Tyas Rosvita Flaviana Osin Rustiani, Komang Wahyu Sanjaya, I Wayan Kiki Saortua Marbun Saroha Manulang Sri Jumadiah Sudiksa, I Nyoman Sukariyanto, I Gede Made Surbakti, Asmyta Sutanegara Pidada Ida Bagus Jelantik Sutarwiyasa, I Ketut Syairal Fahmy Dalimunthe Syamsul Alam Paturusi Tjok Istri Priti Mahendradevi Tyas Rinestu Vanesia Amelia Sebayang Westerlaken, Rodney Widiastuti . Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yogi, Ida Bagus Putu Prajna Yohanes Kristianto Yohanis Umbu Roru Yongki Darmawan Yosep Kupertino Ilang Yovanca Koondoko Yuliani Giri, Ni Luh Kade Yuniarto Putri, Aghnia