Articles
Analisis Pelayanan Kesehatan bagi Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan
Novryan, Mochammad Chaerul;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i002.19820
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Narapidana Kanjut Usia di lembaga pemasyarakatan guna memahami aksesibilitas, kualitas, dan efektivitas pelayanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Hasil analisis mengungkapkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi permasalahan serius, terutama bagi narapidana lanjut usia. Keterbatasan sumber daya, kebijakan yang kurang inklusif, dan kurangnya pelatihan staf menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan.
Dampak Overcrowded bagi Kesehatan Narapidana Wanita Hamil di Lembaga Pemasyarakatan
Imasti, Andi Talitha Miranda;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i002.19836
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak overcrowded pada kesehatan narapidana wanita hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overcrowded atau kepadatan penduduk yang berlebihan dalam fasilitas ini memiliki dampak yang serius pada kesehatan fisik, mental, dan emosional narapidana wanita yang sedang hamil. Dampak-dampak ini dapat merusak kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung mereka, serta mengancam kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Kepadatan penduduk yang tinggi dalam lembaga pemasyarakatan cenderung menciptakan kondisi yang tidak sesuai untuk perawatan narapidana wanita hamil.
Kedudukan Pemasyarakatan Sebagai Pembela Hak Asasi Manusia Di Bawah Peraturan Fungsi Pelayanan Tahanan Pemasyarakatan
Akbar, Rivandi Ihza;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i02.19838
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Sistem Pemasyarakatan baru saja disahkan. Sistem pemasyarakatan ditegaskan sebagai hal yang penting, tidak hanya sebagai sebuah renungan di akhir proses peradilan namun sebagai partisipan aktif dalam memberikan layanan kepada narapidana. Kebijakan ini erat kaitannya dengan perlindungan hak asasi narapidana. Hukum pemasyarakatan mengatur penyelenggaraan pelayanan narapidana, yang menurut penelitian dengan menggunakan metode hukum normatif, pendekatan konseptual, dan pendekatan legislatif, menegaskan dan memperkuat hak asasi narapidana. Penjara menaruh perhatian pada petugas pemasyarakatan dan fungsinya dalam sistem peradilan pidana. Rancangan ini juga mendukung tujuan sistem kriminal mengenai hak-hak narapidana. Undang-undang penjara yang baru memprioritaskan hak-hak narapidana.
Pengaruh Kepemimpinan dalam Pemberian Motivasi dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja Petugas Pemasyarakatan
Saputra, Andhika Galih Darma ;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i002.19866
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak kepemimpinan terhadap otoritas, motivasi, komitmen organisasi, dan kecerdasan dalam kaitannya dengan kepatuhan terhadap aturan yang relevan. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permenkumham Nomor M.HH-16.KP.05.02 Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai, terbukti terdapat tindakan sanksi bagi Pegawai yang kedapatan melanggar pedoman yang telah ditetapkan, seperti serta insentif bagi mereka yang menunjukkan kinerja luar biasa. Seluruh Unit Pelaksana Teknis Komunitas (CTIU) di Indonesia berupaya keras untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat, dengan fokus khusus pada pemberian bimbingan kepada individu yang dipenjara di lembaga pemasyarakatan dan pusat penahanan. Tercapainya tujuan organisasi bergantung pada komitmen pimpinan untuk secara konsisten menyempurnakan organisasi yang diawasinya, khususnya dengan menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan kualitas kerja para pekerjanya. Pembentukan komitmen kerja memerlukan bantuan para anggotanya yang secara konsisten tetap fokus pada tujuan memajukan organisasi, khususnya dalam konteks Pemasyarakatan.
Peranan Petugas Pemasyarakatan dalam Pengawasan Terpenuhinya Hak-Hak Kelompok Rentan Selama Proses Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan
Syahpurnama, Zacky;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i002.19881
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan petugas pemasyarakatan dalam pengawasan terpenuhinya hak-hak kelompok rentan selama proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia bahwasanya tidak bisa setiap narapidana mendapatkan pengawasan 24 jam nonstop dari satu orang wali pemasyarakatan, dan keterbatasan sarana prasarana terletak dari masih banyaknya lembaga pemasyarakatan yang belum ramah disabilitas.
Menjamin Tumbuh Kembang Narapidana Kelompok Rentan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Pahlevi, Daffa Yudhistira Alif;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/zfhk0n22
Penelitian ini membahas tentang apa yang seharusnya tetap didapatkan anak di dalam Lembaga pembinaan khusus anak dengan anak pada umumnya. Anak yang berhadapan dengan hukum kemudian berakhir di Lembaga Pembinaan sudah pasti harus diberi perhatian khusus untuk menjamin tumbuh kembang anak tersebut. Untuk tetap menjaga tumbuh kembang anak , sebagai penyelenggara pembinaan untuk narapidana anak, Lembaga Pembinaan Khusus Anak harus tetap memenuhi apa yang seharusnya didapatkan oleh anak. Baik dari segi Kesehatan fisik, mental, dan juga mendapat gizi yang baik harus tetap diberikan kepada anak di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Tak lupa dengan pendidikan yang seharusnya tetap didapatkan anak sesuai dengan usia nya. Penelitian ini memiliki tujuan positif agar terjamin hak narapidana anak yang seharusnya didapatkan oleh anak di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak.
Implementasi Program Pelatihan dan Keterampilan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan Lansia Memperkuat Persiapan Pembebasan
Tamim, Rahmat Gunawan;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i002.20094
Penelitian ini bertujuan untuk membahas implementasi program pelatihan dan pengembangan keterampilan khusus yang diselenggarakan untuk warga binaan pemasyarakatan lansia dengan tujuan memperkuat persiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang ditujukan untuk warga binaan pemasyarakatan lansia merupakan suatu langkah yang krusial dan efektif dalam mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat. Berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa program semacam ini memiliki dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Penting untuk dicatat bahwa program ini tidak hanya menyediakan pelatihan keterampilan praktis, seperti pelatihan keterampilan kerja, pemahaman teknologi, atau keterampilan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan psikologis yang sangat dibutuhkan bagi warga binaan lansia.
Evaluasi Program Deradikalisasi Narapidana Teroris dalam Lembaga Pemasyarakatan
Bramudia Brahmana, Farrel Carlo;
Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v12i02.20195
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana program-program deradikalisasi yang telah diterapkan mampu mengurangi tingkat radikalisasi dan ekstremisme di antara narapidana teroris, serta untuk mengevaluasi rencana pemberian bekal bagi mereka untuk kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian in mengungkapkan adanya berbagai tingkat keberhasilan dalam program deradikalisasi yang diterapkan di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Sebagian besar narapidana teroris yang mengikuti program ini mengalami penurunan tingkat radikalisasi dan ekstremisme, dan sebagian besar dari mereka menunjukkan kemajuan dalam pemahaman ideologi yang lebih moderat. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal reintegrasi sosial, di mana narapidana teroris seringkali menghadapi stigmatisasi dari masyarakat, sehingga menyulitkan mereka untuk menjalani hidup yang normal setelah bebas. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya kerja sama yang lebih erat antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah, LSM, dan masyarakat dalam upaya pencegahan rekrutmen terorisme di dalam penjara.
Pembinaan dan Pemenuhan Hak bagi Narapidana Hukuman Mati Kasus Terorisme
Nur Qowi, Mu’arrif;
Subroto, Mitro
Jurnal Syntax Fusion Vol 1 No 06 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/fusion.v1i10.86
Dalam sistem pemasyarakatan pidana penjara diberlakukan dengan tetap menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang WBP sebagai manusia seutuhnya. Maksud dari penerapan perlakuan tersebut yaitu selalu menempatkan posisi narapidana bukan hanya sekedar objek, akan tetapi juga subjek dalam suatu proses pembinaan. Pembinaan yang dilakukan di dalam lapas bagi narapidana haruslah diperhatikan dengan saksama dengan meninjau kondisi setiap individu pelaku kejahatan, pengaruh keluarga maupun pengaruh dari lingkungan sosialnya. Terkhusus dalam hal penanganan permasalahan bagi narapidana tindak pidana terorisme saat ini adalah belum terintegrasinya penanganan bagi pelaku tindak pidana terorisme tersebut. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif yaitu melukiskan atau menggambarkan keadaan objek dan subjek, baik lembaga, masyarakat, dan lain sebagainya. Seiring berkembangnya kasus saat ini, disusul adanya narapidana teroris, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan dan pola pembinaan khusus. Pembinaan terhadap narapidana teroris ini harus disesuaikan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang lebih menekankan kepentingan keamanan, ketertiban umum dan rasa keadilan masyarakat.
Penerapan Hukuman Mati terhadap Narapidana Lanjut Usia Ditinjau dari Hak Asasi Manusia
Romadhon Dwi Saputra, Fitrian;
Subroto, Mitro
Jurnal Syntax Fusion Vol 1 No 11 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/fusion.v1i11.99
Law as a tool to change society or social engineering. Indonesia as a State of Law with Positive Law, namely the Criminal Code still imposes criminal sanctions in the form of the death penalty. In essence, the death penalty is a punishment by eliminating the life of the convict. However, the application of the death penalty creates a causa celebre (trigger) for the re-emergence of polemics against the pros and cons of the death penalty decision. This is especially true for elderly prisoners. Because there are provisions regulated in Law No. 13 of 1998 concerning Elderly Welfare which discusses the rights of elderly convicts. Then from the perspective of human rights, the death penalty is not inconsistent with national or international legal instruments, such as the 1945 Constitution, Law No. 39/1999 on Human Rights, the 1948 Universal Declaration on Human Rights, and the International Covenant on Civil Rights. and Political Rights 1966. The method used in this paper is normative juridical and analytical descriptive.