Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Senyawa Terpenoid Dari Ekstrak Etanol Daun Karinat (Rubusmoluccanus L) Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Ramadhan, Ahmad Dian; Hakim, Ali Rakhman; Byna, Agus
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v1i1.115

Abstract

Pendahuluan. Daun Karinat banyak digunakan masyarakat untuk penyakit keputihan dan obat sakit gigi (nyeri). Terpenoid mempunyai manfaat sebagai antibakteri, dan anti jamur. Penggunaan pelarut etanol dapat menjadi optimal jika faktor konsentrasi, suhu, waktu dan pemilihan metode ekstraksi sesuai. Tujuan. Mengidentifikasi senyawa terpenoid menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Metode. Metode yang digunakan uji kualitatif dengan uji kromatografi lapis tipis dengan eluen n-Heksan:kloroform (2:7). Hasil. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol daun karinat mengandung senyawa terpenoid dengan nilai rf 0,78. Simpulan. Simpulan dari penelitian positif mengandung terpenoid. Kata kunci: Daun karinat, terpenoid
Uji Aktivitas Antimikroba Sarang Burung Walet Putih (Aerodramus fuciphaga) Terhadap Bakteri Escherichia coli Lisnawati, Lisnawati; Hakim, Ali Rakhman; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v1i2.201

Abstract

Diare merupakan penyakit yang tersebar luas dengan morbiditas dan mortalitas yang relatif tinggi. Salah satu penyebab diare adalah dari segi makanan, dapat berupa makanan basi, makanan beracun, alergi makanan, makanan yang terkontaminasi bakteri rotavirus atau Escherichia coli, yang memerlukan personal hygiene terkait dengan penanganan makanan, yang harus diikuti untuk memastikan makanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi uji aktivitas  antimikroba sarang burung walet putih (Aerodramus fuciphaga) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan variasi konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram untuk menentukan zona hambat dan dilusi untuk menentukan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). Hasil uji aktivitas antibakteri sarang burung walet (Aerodramus fuciphaga) terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Sarang Burung Walet Putih (Aerodramus fuciphaga) tidak miliki aktivitas antibakteri terhadap E.coli KHM (Konsentrasi Hambat Minimum).
Manajemen Penyakit Hipertensi Dengan Pengobatan Tradisional Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i1.359

Abstract

Penggunaan pengobatan antihipertensi telah mengubah riwayat alami hipertensi. Meskipun gagal jantung kongestif, pendarahan otak, dan gagal ginjal merupakan komplikasi utama dari hipertensi berat yang tidak diobati, infark miokard dan stroke trombotik juga muncul sebagai masalah utama pada pasien hipertensi. Penggunaan terapi untuk hipertensi dari bahan alam dapat menjadi solusi mengendalikan tekanan darah penderita hipertensi. Mentimun dan semangka merupakan buah yang mudah didapatkan masyarakat.   Mentimun yang memiliki kandungan mineral yang tinggi terbukti mampu mengendalikan tekanan darah. Suplementasi L-sitrulin yang terkandung pada semangka meningkatkan sintesis oksida nitrat, menurunkan tekanan darah, dan dapat meningkatkan aliran darah perifer. Efek antihipertensi dari suplementasi L-citrulline semangka terlihat jelas pada orang dewasa dengan prahipertensi atau hipertensi.
Penetapan Parameter Spesifik Daun Beluntas (Pluchea indica L) Asal Kalimantan Selatan Nisa, Karimatun; Hakim, Ali Rakhman; Noval
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v1i2.406

Abstract

Daun Beluntas (Pluchea indica L) dapat tumbuh di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Seiring dengan meningkatnya teknologi bahan alam dan kecenderungan masyarakat, maka diperlukan adanya suatu acuan yang memuat persyaratan mutu bahan alam. Hasil uji kadar ektrak larut air mendapatkan hasil 13.387 %. Pada uji kadar ektrak larut etanol mendapatkan hasil 0,454. Pada skrinning fitokimia menjelaskan bahwa tanaman beluntas mengandung tanin, alkaloid, steroid/terpenoid, flavonoid, dan saponin.
Uji Kuantitatif Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) Habibah, Nor; Hakim, Ali Rakhman; Kurniawati, Darini
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.783 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1799

Abstract

Kacapiring plant (Gardenia jasminoides Ellis) from the Rubiaceae is one of plants of the Gardenia genus that can be used for treatment. Empirically, peoples of Baruh Bahinu Dalam Balangan village use Kacapiring leaves (Gardenia jasminoides Ellis) to reduce high blood sugar levels by drinking boiled water.  Kacapiring leaves (Gardenia jasminoides Ellis) contain flavonoid. The presence of flavonoids may indicate that Kacapiring leaf extract (Gardenia jasminoides Ellis) has potential as antioxidant because it has a conjugated aromatic group (benzene) which is able to donate one hydrogen atom to free radicals that can cause adverse effect on the body. This is what underlies the research on total flavonoid content and antioxidant activity of Kacapiring leaf extract (Gardenia jasminoides ellis. The purpose of this study was to determine total flavonoid content dan antioxidant  activity of Kacapiring Leaf Extract (Gardenia jasminoides Ellis). This study used quantitative analysis using UV-Vis spechtrophotometry. Result of the measurement of the flavonoid content of the extract was 5,984 mg QE/g extract and the antioxidant activity test showed that Kacapiring leaf extract (Gardenia jasminoides Ellis) had very strong antioxidant activity with an IC50 value of 8,48 ppm. The conclusion is the total flavonoid content of Kacapiring Leaf extract (Gardenia jasminoides Ellis) is 5,984 mg QE/g extract  and has very strong antioxidant activity. ABSTRAKTanaman Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) dari suku Rubiaceae adalah salah satu tanaman genus Gardenia yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Secara empiris, masyarakat desa Baruh Bahinu Dalam, Balangan menggunakan daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi dengan meminum air rebusannya. Daun kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) mengandung flavonoid. Adanya kandungan flavonoid dapat mengindikasikan bahwa ekstrak daun kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) berpotensi sebagai antioksidan karena memiliki gugus aromatis terkonjugasi (benzen) yang mampu mendonorkan satu atom hidrogen pada radikal bebas yang dapat menyebabkan efek buruk pada tubuh. Hal tersebut yang mendasari dilakukannya penelitian tentang kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis). Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian pada pengukuran kadar flavonoid total ekstrak sebesar 5,984 mg QE/g ekstrak dan pada pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 8,48 ppm. Simpulannya yaitu Kadar flavonoid total ekstrak daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) sebesar 5,984 mg QE/g ekstrak dan mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) terhadap Bakteri Escherichia coli ATTC 25922 : Antibacterial Activity Test of Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Leaf Extract Against Escherichia coli ATTC 25922 Yasnatasya Ys, Jian; Hakim, Ali Rakhman; Hidayah, Nurul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2471

Abstract

Diarrhea is a disease that contributes to the highest death rate in Indonesia. The number of diarrhea cases recorded in Indonesia in 2021 was 7.3 million cases. The most common cause of diarrhea is Escherichia coli bacteria. Based on previous studies, one of the traditional medicines that can treat diarrhea is sambung nyawa leaf (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) which have various secondary metabolite compounds that can kill bacteria. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of sambung nyawa leaf against Escherichia coli ATTC 25922. The method used for extracting sambung nyawa leaf was using ultrasonic methods. Antibacterial activity testing used the well-diffusion method and the determination of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and the determination of the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) by the dilution method. Test results data were analyzed using the Kruskal-Wallis Test. The results of this research show that sambung nyawa leaf have antibacterial activity through well-diffusion testing with an average inhibition zone at a concentration of 100% of 18.215 mm, a concentration of 75% of 16.02 mm, a concentration of 50% of 14.445 mm, a concentration of 25% of 13.33 mmm. In the MIC test, the minimum inhibition ability was obtained at a concentration of 50%. The results of the Kruskall-Wallis test in the three tests showed that there were significant differences in each treatment group. The conclusion of this research is that sambung nyawa leaf have antibacterial activity against Escherichia coli ATTC 25922 with a MIC value at a concentration of 50%, but no MBC has been found against Escherichia coli ATTC 25922.   ABSTRAK Diare menjadi penyakit yang menyumbangkan angka kematian tertinggi di indonesia. Jumlah kasus diare yang tercatat di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 7,3 juta kasus. Bakteri penyebab diare terbanyak adalah bakteri Escherichia coli. Salah satu obat tradisional yang dapat mengobati diare adalah daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) yang memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder yang bisa membunuh bakteri berdasarkan penelitian terdahulu. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun sambung nyawa terhadap Escherichia coli ATTC 25922. Metode yang digunakan untuk ekstraksi daun sambung nyawa  menggunakan metode utrasonik. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan penentuan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) dengan metode dilusi. Data hasil uji dianalsisis menggunakan Kruskal-Wallis Test. Hasil dari penelitian daun sambung nyawa memiliki aktivitas antibakteri melalui pengujian difusi sumuran dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 100% sebesar 18,215 mm, konsentrasi 75% sebesar 16,02 mm, konsentrasi 50% sebesar 14,445 mm, konsentrasi 25% sebesar 13,33 mm. Pada uji KHM didapatkan kemampuan daya hambat minimum pada konsentrasi 50%. Hasil uji Kruskall-Wallis pada ketiga uji meunjukkan terdapat perbedaan nyata pada masing-masing kelompok perlakuan. Simpulan dari penelitian ini daun sambung nyawa memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli ATTC 25922 dengan nilai KHM pada konsentrasi 50%, namun belum ditemukan KBM terhadap Escherichia coli ATTC 25922.
Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kadar Alkaloid Total Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata): Determination of Total Alkaloid Content of Kirinyuh Leaf Extract (Chromolaena odorata) Based on Different Extraction Methods Hakim, Ali Rakhman; Nayaken, Putri Olivia; Alawiyah, Tuti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2508

Abstract

Kirinyuh leave (Chromolaena odorata) was used by the community as a potential plant because it contains many benefits, one of which contains alkaloid compounds. Alkaloids have the ability to help wound healing because the active compounds of the alkaloids have antioxidant activity, so the enhanced wound healing by kirinyuh leaf can be caused by the action of free radicals in increasing levels of antioxidant enzymes. The aim of the study was to determine the total alkaloid content of kirinyuh leaf  leaf extract in each of the extraction methods to be used. In this study, a different extraction method will be used, namely maceration and ultrasonic with ethanol solvent which will be carried out using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of measuring the total alkaloid content in each method were the maceration and ultrasonic method consecutive at 8.259% and 5.938%. The conclusion from the research is that the alkaloid content is higher with the maceration method than with the ultrasonic method.   ABSTRAK Daun kirinyuh (Chromolaena odorata) digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman yang potensial karena memiliki kandungan yang banyak memberikan manfaat salah satunya mengandung senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu penyembuhan luka. Senyawa aktif alkaloid memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar alkaloid total ekstrak daun kirinyuh. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan ultrasonik dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan analisis kuantitatif alkaloid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari analisis kuantitatif alkaloid total pada metode maserasi dan metode ultrasonik berturut-turut adalah sebesar 8,259% dan 5,938%. Simpulan dari penelitian diketahui bahwa kadar alkaloid lebih tinggi dengan metode maserasi dibandingkan metode ultrasonik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pola Pengobatan Dalam Mengatasi Diare Di Wilayah Sungai Lulut Rt 4,5,6 Berdasarkan Theory Of Planned Behavior (Tpb) Gresia, Sola; Melviani, Melviani; Hakim, Ali Rakhman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16218

Abstract

Diarrhea conditions where the frequency and consistency of defecation increase are related to a person's intention to engage in behavior which is influenced by a person's attitudes and perceptions of subjective norms related to behavior. The aim of the research is to identify the relationship between community behavior and the theory of planned behavior on diarrhea treatment patterns in the Sungai Lulut area RT 4,5,6. Analytical descriptive quantitative observational research method with a Cross Sectional approach. The results show that attitudes, subjective norms and behavioral control towards diarrhea treatment patterns tend to be positive by 61%, 63% and 57%. Variable analysis between attitudes and diarrhea treatment patterns has a p-value of 0.037, while subjective norms have no relationship with a p-value of 0.662 and behavioral control has no relationship with diarrhea treatment patterns with a p-value of 0.246. Conclusion, there is a relationship between attitudes, but there is no relationship between subjective norms and behavioral control on diarrhea treatment patterns with a significant value of >0.05.
Jahe (Zingiber Officinale): Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, Dan Toksikologi Ahnafani, Miyada Nur; Nasiroh, Nasiroh; Aulia, Nina; Lestari, Noor Laili Mega; Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15945

Abstract

Tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern. Berdasarkan penelitian, Jahe mengandung senyawa seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid, gingerol dan saponin yang berperan sebagai analgesik, antioksidan, antiinflamasi, dan antitumor. Dari segi farmakologi, jahe memiliki efek karminatif, stimulan pencernaan, vasodilator, ekspektoran, antibakteri, antipiretik antibakteri, antiinflamasi, analgesic, dan antioksidan. Toksikologi menunjukkan jahe umumnya aman, tetapi konsumsi berlebih bisa menyebabkan nyeri ulu hati dan iritasi lambung, serta reaksi alergi jika terhirup. Studi pada hewan dan manusia mengindikasikan jahe tidak meningkatkan risiko malformasi pada bayi selama kehamilan. Penelitian ini menegaskan manfaat kesehatan jahe dan pentingnya konsumsi dalam dosis tepat untuk menghindari toksisitas.
Pengaruh Pengadukan Maserasi Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius L) Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Jannah, Ghina Raudhatul; Syifa, Nur
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.360

Abstract

Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak diteliti karena kandungan senyawa metabolitnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jeruju mengandung berbagai senyawa metabolit seperti triterpenoid, saponin, alkaloid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengadukan pada maserasi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju. Penelitian ini menggunakan tiga jenis maserasi yaitu maserasi normal, maserasi dengan pengadukan pada jam ke 0-6, dan maserasi dengan pengadukan pada jam 18-24. Pengadukan dengan magnetic stirrer kecepatan 500 rpm. Hasil dari pengujian didapatkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju yaitu 7.14 ± 0.21 mg QE/g untuk maserasi normal, 5.64 ± 0.17 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 0-6, dan 5.94 ± 0.29 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 18-24. Simpulan dari penelitian ini metode maserasi normal memiliki kadar flavonoid total yang lebih tinggi dari metode maserasi termodifikasi pengadukan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adriana Palimbo, Adriana Agenia Rahman Agustin, Nur Syafa Ahmad Hidayat Ahmad Syahlani Ahnafani, Miyada Nur Aima Pitriya amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Ariani, Malisa Aryzki, Saftia Asi, Seva Bela N. Asi, Seva Bela Nata Asti Wulan Ariani Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah Aulia, Nina AYU LESTARI Azhimia, Faida Bayu Hari Mukti Carolin, Putri Dahlia Syahrina Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Defitamira, Olvi Deviani, Norma Dian Bardiansyah Donaretsi, Olga Nathania Dwi Salmarini, Desilestia Elieser, Michael Endang Susilawati Enzelia, Yoan Esti Susilowati Evana, Nur Qomara Fadhiyah Noor Anisa Fahriani, Fahriani Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriani, Dyah Fitriyana, Rahma Furqan, Rizqi Nur Giopani, Dea Lailani Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Heny Novarita Hepriana, Yemima Holilah, Shafira Nor I Ketut Purnama Putra Ikeh, Tri Sulapmi D. Indriyani, Reni Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Jesika Claudia Johanda, Maulida Karina, Diah Karinda, Niken Adkah Khaliza Natasya Dilla Komaliya, Risyda Kornelia, Sindi Kurniawati, Darini Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi L. Lisnawati Laetare, Tresy Patricia Laurensia Yunita Lestari, Noor Laili Mega Lestari, Yayuk Puji Lisaura, Inggrit Windy M. Sobirin Mohtar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Mahdalena Mahdalena Martha, Dhea Yolanda Marwah, Jannatul Maskura, Nur Maulani, Eka Febrianti Maulina, Nor Ma’rifah, Nurul Melviani, Melviani Mia Audina Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Naufal, Muhammad Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nabila, Putri Nasiroh Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Nayaken, Putri Olivia Ngongo, Marselina Nisa, Karimatun Nisrina, Salwa Nita Hestiyana nofrizal, deni Noorhaliza Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum, Novalia Widiya Novalis, Rima Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Oktavia, Regina Pebriana, Olvia Putri Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Puteri Putri Vidiasari Darsono Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Rabiatul Adawiyah Rahayu, Desi Dwi Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Mulia Rahman, Agenia Ramadhan, Ahmad Dian Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ria Fitriani Rina Saputri Rizali, Muhammad Rohama , Rohama Rohama, Rohama Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Sagita, Ririn Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Nita Wulan Sari, Rani Normaya Satria, Romi Savitri, Amanda Shelvia Setia Budi Sihotang, Ina Yunita Siti Azizah Siti Fatimah Siti Jubaidah, Siti Siti Malahayati Siti Sarah, Siti Sitti Khadijah Sofiya Maulida Sudarya, Maharani Fitria Syari, Aulia Rahma Syifa Khairunnisa syifa, Nur Syifa, Umi Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Ulfah, Annisa Utami, Putri Nadila Vania, Risma Ananda Weliyanto, Yupi Winda, Nadia Oktavia Wineiniati, Noni Wulandari, Suci Sri Yasnatasya Ys, Jian Yuditha Mutia Windy Yuli Yanti Sholehah Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zahratunnisa, Zahratunnisa Zhafirah, Nurul Zulianur, Riska Ali Zulliati Zulliati