p-Index From 2021 - 2026
7.901
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan CIVED (Journal of Civil Engineering and Vocational Education) Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Karya Pendidikan Matematika Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Kajian Linguistik dan Sastra Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Jurnal Elemen Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) AKSIOMA NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Jurnal Kesehatan Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Agribisnis Terpadu Educatio Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Jurnal Kiprah JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Theorems (The Original Research of Mathematics) JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Perspektif Ilmu Pendidikan Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknik Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Integral : Pendidikan Matematika JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) (JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Jurnal Eduscience (JES) Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Jurnal Educatio FKIP UNMA Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Ilmiah Kontekstual Griya Journal of Mathematics Education and Application Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan (JIWPP) BIOCHEPHY: Journal of Science Education Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Pijar MIPA Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Karya Abdi Masyarakat Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat International Journal of Trends in Mathematics Education Research (IJTMER) JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO SJME (Supremum Journal of Mathematics Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

Mikrosimulasi Junction Metering dalam Meningkatkan Kinerja Simpang Menggunakan Software Vissim Anton Budiharjo; Pipit Rusmandani; Keke Inggriani; Mohammad Archi Maulyda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.977 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.29834

Abstract

Jarak pandang yang tidak sesuai standar, waktu antrian dan rendahnya kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk memberikan prioritas kepada pengguna jalan lain merupakan suatu penyebab terhambatnya pergerakan lalu lintas dan mengurangi kinerja persimpangan. Mayoritas kendaraan ketika menuju ataupun pada jalan minor menggunakan lajur lawan karena tidak terdapat marka pembagi, hal tersebut menyebabkan terjadinya konflik berupa crossing dan merging. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian mengenai Junction Metering yang terdiri dari pengaturan kontrol dan sensor untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah dengan menggunakan bantuan software PTV Vissim Full Version dan perhitungan Gap Raff and Hunt. Data yang dikumpulkan dalam peneitian ini terdiri dari empat aspek, (1) inventarisasi simpang; (2) volume lalu lintas; (3) kecepatan lalu lintas; dan (4) selang waktu. Penanganan dari permasalahan berupa junction metering yang kemudian dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting. Variabel pembanding berupa tingkat pelayanan, panjang antrian dan waktu tundaan. Efektifitas penanganan simpang menggunakan junction metering dapat mengurangi panjang antrian menjadi 75% dan waktu tundaan 17% dengan klasifikasi tingkat pelayanan rata-rata simpang adalah A.
Does Reward Affect the Accuracy of Pupil Perception? Lalu Hamdian Affandi; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.945 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3169

Abstract

Accuracy of perception is the ability of individuals to recognize, organize, and interpret input from the environment and it is influenced by the level of individuals’ concentration on observing an object. When we can find out the causes of individual perceptual accuracy, we can design a learning instrument to enhance this ability. The purpose of this study is to examine the effect of r`eward on the accuracy of pupils' perceptions. The study employs a comparative experimental approach, in which 20 subjects are divided into two groups: 10 subjects were promised rewards and 10 subjects were not. The accuracy of perception is measured by the length of time used by subjects when completing two different levels of tests. The more time required by subjects to complete the test, the more inaccurate perceptions of research subjects. To test hypotheses, the researcher performed the Split-Plot Anova technique on the subject's length of time completing the tests. The result shows that the p-value is 0.115, greater than 0.05 which means that there was no influence of giving rewards on the accuracy of perception.Kecermatan persepsi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengorganisasikan, serta memaknai hal-hal yang berada di lingkungan sekitar dan dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi individu dalam mengamati suatu objek. Ketika kita dapat mengetahui penyebab kecermatan persepsi yang dimiliki individu, kita dapat merancang sebuah instrumen pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian penghargaan terhadap kecermatan persepsi peserta didik. Penelitian yang menggunakan kaidah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen komparasi ini membagi 20 subyek ke dalam dua kelompok yaitu 10 subyek yang dijanjikan reward dan 10 subyek tidak dijanjikan reward. Kecermatan persepsi subyek diukur dengan tes yang diberikan sebanyak dua kali menggunakan instrumen yang berbeda dengan memperhatikan lama waktu subyek menyelesaikan tes. Semakin banyak waktu yang dibutuhkan oleh subyek dalam menyelesaikan tes, semakin tidak cermat persepsi subyek penelitian. Data rentang waktu subyek dalam mengerjakan tes dianalisis dengan teknik Split-Plot Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,115 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pemberian penghargaan dengan kecermatan persepsi yang dimiliki subyek.
PROFILE OF THINKING GEOMETRY LEVELS OF PGSD STUDENT PROGRAMS BASED ON VAN HIELE THEORY Umar Umar; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati; Arif Widodo
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pada Kelas II di SDN 3 Pringgajurang Ayu Rosanti; Muhammad Tahir; Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.812

Abstract

Pembelajaran matematika yang masih rendah disebabkan karena berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu anggapan dari sebagian besar siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran matematika bahkan menjadikan matematika sebagai salah satu pelajaran yang harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan belajar matematika di kelas II materi penjumlahan dan pengurangan di SDN 3 pringgajurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes,wawancara dan dokumntasi. Analisis data menggunakan analisis data berdasarkan Mettew dan Michael yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan guru kelas 2 di SDN 3 pringgajurang. Setelah dilakukan tes kepada 13 siswa ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam materi penjumlahan dan pengurangan Siswa yang mengalami kesulitan berjumlah 4 siswa dari 13 siswa yang melakukan tes. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas 2 yang mengalami kesulitan pada materi penjumlahan dan pengurangan. Kesulitan yang di alami siswa yaitu : (1) Siswa kesulitan memahami konsep penjumlahan dan pengurangan ; (2) Siswa sering melakukan kesalahan dalam menulis angka ; (3) Siswa tidak lancar dalam membaca ; (4) Siswa sering melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan karena kurang teliti ; ( 5) Siswa kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan dan pengurangan bersusun. Dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat 5 kesulitan yang dialami siswa setelah melakukan tes materi penjumlahan dan pengurangan pada kelas II di SDN 3 Pringgajurang.
Mathematics Communication: Translation of Elementary Students' Idea Gusti Firda Khairunnisa; Mohammad Archi Maulyda; Anas Ma'ruf Annizar; Lailin Hijriani; Muhammad Sa'duddien Khair
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v4i2.781

Abstract

Communication is an essential ability for every human being. In this study, the focus of communication was on students' mathematical communication. Mathematical communication is a person's ability to express their thoughts and is responsible for listening, interpreting, asking, and interpreting ideas from one to another to solve problems. This study aimed to describe the mathematical communication of Sombron Elementary School students in solving mathematical problems. This type of research is qualitative descriptive research. The research subjects were 23 students in class VI Sombron Elementary School. Three issues were selected for more in-depth analysis because they represented three categories: high, medium, and low ability students. Based on the subjects' works, the students could not communicate their mathematical ideas well yet. The most common communication error was a mistake in changing the word problem into a settlement model form. Based on the results and discussions that have been carried out with three different subjects, high ability student (ST), moderate ability student (SS), and low ability student (SR) of Sombron Elementary School at class VI, it can be concluded that ST and SS understand the meaning of the problem given and they know what was asked from the issue, but they did not use a correct symbol while writing their idea. ST and SS also made some mistakes in using mathematics symbols.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pada Kelas II di SDN 3 Pringgajurang Ayu Rosanti; Muhammad Tahir; Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.812

Abstract

Pembelajaran matematika yang masih rendah disebabkan karena berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu anggapan dari sebagian besar siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran matematika bahkan menjadikan matematika sebagai salah satu pelajaran yang harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan belajar matematika di kelas II materi penjumlahan dan pengurangan di SDN 3 pringgajurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes,wawancara dan dokumntasi. Analisis data menggunakan analisis data berdasarkan Mettew dan Michael yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan guru kelas 2 di SDN 3 pringgajurang. Setelah dilakukan tes kepada 13 siswa ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam materi penjumlahan dan pengurangan Siswa yang mengalami kesulitan berjumlah 4 siswa dari 13 siswa yang melakukan tes. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas 2 yang mengalami kesulitan pada materi penjumlahan dan pengurangan. Kesulitan yang di alami siswa yaitu : (1) Siswa kesulitan memahami konsep penjumlahan dan pengurangan ; (2) Siswa sering melakukan kesalahan dalam menulis angka ; (3) Siswa tidak lancar dalam membaca ; (4) Siswa sering melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan karena kurang teliti ; ( 5) Siswa kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan dan pengurangan bersusun. Dari penjelasan tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat 5 kesulitan yang dialami siswa setelah melakukan tes materi penjumlahan dan pengurangan pada kelas II di SDN 3 Pringgajurang.
EKSPLORASI PROSES KONEKSI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN-ENDED PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mohammad Archi Maulyda; Umar Umar; Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v7i2.4373

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses koneksi matematis dalam menyelesaikan masalah open-ended. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Ampenan sebanyak tiga orang. Peneliti memberikan tes berupa masalah open-ended kepada siswa berkaitan dengan materi segiempat. Siswa diminta untuk mengerjakan tes secara individu, dan diminta untuk menceritakan proses berpikirnya melalui wawancara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif-eksploratif. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar jawaban dan hasil wawancara yang dilakukan pada saat penelitian, diperoleh tiga siswa yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Ketiga subjek tersebut mengalami proses koneksi yang meliputi menduga, menafsirkan, membandingkan, menghitung, dan menggeneralisasikan. Kemudian strategi penyelesaian masalah dari ketiga subjek tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan kriteria jawaban yang diinginkan (karena masalah yang digunakan dalam penelitian ini berupa masalah open-ended yang memiliki lebih dari satu strategi penyelesaian benar). Kemudian peneliti melanjutkan untuk menganalisis data dari ketiga subjek tersebut. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar jawaban dan hasil wawancara yang dilakukan pada saat penelitian, diperoleh tiga siswa yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Ketiga subjek tersebut mengalami proses koneksi yang meliputi menduga, menafsirkan, membandingkan, menghitung, dan menggeneralisasikan. Kemudian strategi penyelesaian masalah dari ketiga subjek tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan kriteria jawaban yang diinginkan (karena masalah yang digunakan dalam penelitian ini berupa masalah open-ended yang memiliki lebih dari satu strategi penyelesaian benar). Kemudian peneliti melanjutkan untuk menganalisis data dari ketiga subjek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi yang dibuat oleh siswa dapat digolongkan menjadi dua kriteria koneksi, yaitu koneksi berkembang, dan koneksi parsial. Siswa dikatakan menghasilkan “koneksi berkembang”, ketika siswa mampu bernalar secara logis dalam mengembangkan koneksi baru melalui masalah yang sama dengan konteks masalah yang diberikan. Siswa dikatakan menghasilkan “koneksi parsial”, ketika siswa menghasilkan koneksi hanya sebagian saja, yakni berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
MENGATASI PROBLEMATIKA COVID-19 DI KALANGAN MAHASISWA: WEBINAR PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA TERKAIT KEBERSIHAN DIRI Ilham Syahrul Jiwandono; Nurhasanah Nurhasanah; Husniati Husniati; Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Ashar Pajarungi Anar; Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2020): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.576 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i3.2035

Abstract

Menjaga kebersihan diri merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat mahasiswa memahami tata cara dalam menjaga kebersihan diri, serta memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Kegiatan ini dimulai dengan pemetaan masalah dengan cara memberikan quisioner kemudian dilanjutkan dengan kegiatan webinar menjaga kebersihan diri secara daring yang diikuti oleh 280 peserta. Materi yang disampaikan dalam kegiatan webinar adalah (1) Covid-19 dan Dampaknya; (2) Menjaga kebersihan diri dan mematuhi protokol Kesehatan. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dalam bentuk pemberian kuisioner atau angket kepada mahasiswa melalui google form. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian diperoleh hasil bahwa secara umum kegiatan berjalan secara baik dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19.
UPAYA MEMINIMALISIR MISKONSEPSI SISWA LEWAT MEDIA KOIN DAN GARIS BILANGAN DI SDN 1 BAGIK POLAK Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Ketut Sri Kusuma Wardani; Vivi Rachmatul Hidayati; Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2021): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.282 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i4.2983

Abstract

Pemahaman konsep merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa di dalam proses pembelajaran matematika. Faktanya siswa sering kali merasa kesulitan untuk memahami apa yang disampaikan oleh guru di kelas. Seringkali siswa terkesan dipaksa oleh guru untuk memahami materi secara instan dengan mengesampingkan darimana dan bagaimana proses itu didapatkan. Sementara media di dalam proses pembelajaran dijadikan sebagai jembatan atau perantara oleh guru untuk menyampaikan materi kepada siswa ketersediaannya sangat terbatas sehingga perlu dilakukan pengembangan media pembelajaran matematika khususnya media koin dan garis bilangan sebagai upaya meminimalisir miskonsepsi siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: persiapan workshop, menyiapkan alat dan bahan workshop, pelaksanaan workshop, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan workshop berjalan lancar sesuai jadwal yang telah direncanakan. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, tim PKM memberikan soal Pretest dan Postest kepada peserta. Hasil skor pretest dan postest peserta mengalami peningkatan dengan persentase 100% sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop yang dilaksanakan berhasil. Untuk memperkuat hasil pre-post ini, tim PKM juga memberikan angket respon terkait pelaksanaan workshop yang sudah dilakukan dengan hasil respon peserta terhadap kegiatan workshop yang dilaksanakan sangat baik
Representation of Trigonometry Graph Funcsion Colage Students Using GeoGebra Mohammad Archi Maulyda; Erry Hidayanto; Swasono Rahardjo
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.684 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v2i4.100

Abstract

This descriptive qualitive research aims to describe the forms of mathematics representation that appear among college students whom try to understand the relation between the change of trigonometry function coefficient and its graph through GeoGebra media. A class consists of 30 college students choosen as research subjects and they are given worksheets. From their work, it can be seen that there are 3 types of tendency of representation forms which is used by college students to solve their worksheet. From each type of tendency, a worksheet of student is choosen randomly for further investigation since it can represent others’ work. The research result shows that college students represent GeoGebra view in 3 forms. They are verbal representation, mathematics expression representation, and visual representation.
Co-Authors A. A. Sukarso A. Hari Witono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aeko Fria Utama FR Agus Budi P, Agus Agus Ramdhani Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Alimuddin, Nurkhaerat Anar, Ashar Pajarungi Anas Ma'ruf Annizar Anas Ma'ruf Annizar Anas Ma'ruf Annizar Annizar, Anas Ma'ruf Anton Budiharjo Anton Budiharjo Anton Budiharjo Anton Budiharjo Arif Widodo Arif Widodo Arif Widodo Arifuddin Arifuddin Arjudin Arjudin Ashar Pajarungi Anar Ashar Pajarungi Anar Asri Fauzi Asrin Asrin Asrin Asrin Asrin Asrin Astria, Fitri Puji Awal Nur Khalifatur Rosyidah Awal Nur Khalifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Ayu Chinintya Lestari Ayu Rosanti Baidowi Baidowi Baiq Niswatul Khair Baiq Yuni Wahyuningsih Budiharjo, Anton Chuthamar Suwanmani Asian Darmiany Darmiany Darmiany Darmiany Darmiany Deni Sutisna Dina Anika Marhayani Dudi Septiadi Dyah Indraswasti Dyah Indraswati Dyah Indraswati Edy Kurniawansyah Erfan, Muhammad Erry Hidayanto Fachry Abda El Rahman Faishal Wahiduddin, Faishal Fauzi, Asri Fitri Puji Astria Gusti Firda Khairunnisa Hamdani, Iwan Hidayati, Vivi Rachmatul Hidayati, Vivi Rahmatul Hijriani, Lailin HUSNIATI HUSNIATI Husniati Husniati Husniati Husniati, Husniati I Ketut Widiada Ibrahim Ibrahim Ida Bagus Kade Gunayasa Ida Ermiana IDA ERMIANA Ida Ermiana Ida Ermiana Ilham Syahrul Jiwandono Indraswati, Dyah Indraswati, Dyah Itsna Oktaviyanti Iwan Hamdani Iwan Hamdani Jamaluddin Jamaluddin Jiwandono, Ilham Syahrul Keke Inggriani Ketut Sri Kusuma Wardani Ketut Sri Kusuma Wardani Khair, Muhammad Sa'duddien Khair, Muhammad Sa’duddin Khairun Nisa Lalu Hamdian Affandi Lalu Muhaimi Lalu Wira Zain Amrullah Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati M Iqbal M Iqbal Marhayani, Dina Anika Martayadi, Uwi Masrukin Masrukin Muhamad Yusuf Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan, Muhammad Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Tahir Muhammad Tahir Muhammad Tahir Nani Suarni Nawang Sulistyani Nikmah Rahmatih, Aisa Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmawanti, Iva Nursaptini Nursaptini Nurul Kemala Dewi Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Pipit Rusmandani Prihma Sinta Utami R Radha R Radha Radiusman Radiusman Rahmatih, Aisa Nikmah Ratih Ayu Apsari Ratih Ayu Apsari Ratih Ayu Apsari Rina Dyah Rahmawati Roisatul MN, Falistya Rosyidah, Awal Nur Khalifatur Rosyidah, Awal Nur Kholifatur RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabila, Nilza Humaira Sari, Nursina Sariyasa . Setiani Novitasari Siti Istiningsih Siti Istiningsih Siti Istiningsih, Siti Sofiah Sofiah Sovia Rahmaniah Sripatmi Sripatmi Sripatmi, Sripatmi Sugiman Sugiman Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukoriyanto Sunarsih Sunarsih Supriadi Supriadi Sutisna, Deni Sutisna, Deni Swasono Rahardjo Syazali, Muhammad Taufik Muhtarom Tito Satrio Tursina Ratu Tyas Deviana Ulfa Lu’luilmaknun Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Uwi Martayadi Uwi Martayadi Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul HIdayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rahmatul Hidayati Widodo, Arif Wulandari, Nourma Pramesti Wulandari, Nourma Pramestie Wuri Wuryandani Yulis Tyaningsih, Ratna Yundari, Yundari