Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Legenda Gunung Tinggi Raja Etnik Batak Simalunggun Kajian: Sosiologi Sastra Purba, Roma Hotni Uhur; Hutauruk, Febri Ola; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis Legenda Gunung Tinggi Raja karya M.B. Rahimsyah, A.R melalui kajian sosiologi sastra untuk mengungkap unsur intrinsik, pandangan masyarakat Simalungun, dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik baca-catat, melalui analisis mendalam terhadap teks legenda dan literatur terkait budaya Batak Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda ini memiliki tema konflik keluarga kerajaan dan penghormatan terhadap adat, dengan penokohan yang mencerminkan hierarki sosial. Latar tempat menonjolkan keindahan alam Simalungun, disampaikan melalui sudut pandang orang ketiga serba tahu. Gaya bahasa yang sederhana namun kaya makna memperkuat amanat tentang pentingnya keadilan, kasih sayang, dan menghormati tradisi. Legenda ini juga mencerminkan pandangan masyarakat Simalungun sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas mereka. Nilai-nilai sosial yang ditemukan meliputi kepercayaan (Trinitas), peran marga sebagai identitas, hierarki adat (tolu sahundulan lima saodoran), dan penghormatan terhadap hubungan kekerabatan. Selain itu, legenda ini juga merepresentasikan karya budaya seperti rumah adat dan tarian tradisional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa legenda ini tidak hanya sebagai cerita rakyat tetapi juga media pelestarian budaya dan pengajaran nilai-nilai sosial bagi masyarakat Simalungun.
“Legenda Siwah Sada Ginting” Kajian Sosiologi Sastra Simatupang, Nori Marta M Br.; Silaban, Ridho Wahyu C; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berjudul “Legenda Siwah Sada Ginting: Kajian Sosiologi Sastra”. Legenda Siwah Sada Ginting ini merupakan warisan lisan masyarakat Batak Karo, yang menceritakan tentang asal usul Desa Sugihen, serta asal-usul marga Ginting dan asal mula terJadinya Tiga Bembem yang lebih dikenal masyarakat pada masa sekarang ini dengan sebutan Tiga (pekan) Suka Rame. Legenda Siwah Sada Ginting mengisahkan Sugih, seorang pemuda yang harus bertahan hidup di tengah hutan belantara setelah kehilangan keluarga dan kampung halamannya. Melalui berbagai cobaan, Sugih menemukan cinta, membangun keluarga baru, dan akhirnya menjadi leluhur bagi marga ginting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam legenda Siwah Sada Ginting dan mengaitkannya dengan kajian sosiologi sastra serta mengetahui nilai-nilai sosial yang terkandung dalam legenda Siwah Sada Ginting. Metode yang digunakan pada penulisan jurnal ini adalah deskriptif kualitatif. Dianalisis dengan menggunakan teori struktural beserta teori sosiologi sastra. Adapun teori struktural mencakup unsur-unsur intrinsik dari Legenda Siwah Sada Ginting mencakup: Tema, alur, plot, latar atau setting, perwatakan atau penokohan, sudut pandang, dan amanat.
Legenda Pusuk Buhit : Kajian Sosiologi Sastra Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Tampubolon, Juwita Paramita; Sinaga, Lastiur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legenda Pusuk Buhit, yang merupakan salah satu cerita rakyat penting dalam budaya Batak Toba, memiliki peran signifikan dalam membentuk identitas sosial dan nilai-nilai masyarakatnya. Kajian ini menganalisis legenda tersebut dari perspektif sosiologi sastra untuk memahami hubungan antara teks sastra dengan realitas sosial masyarakat Batak Toba. Pendekatan yang digunakan adalah teori sosiologi sastra dari Alan Swingewood, yang menekankan pada sastra sebagai cerminan masyarakat, sastra sebagai kekuatan sosial, dan sastra sebagai alat perubahan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa legenda Pusuk Buhit mencerminkan pandangan dunia masyarakat Batak tentang asal-usul nenek moyang, struktur sosial, dan nilai-nilai adat seperti dalihan na tolu, yang menjadi dasar hubungan antarmanusia. Selain itu, legenda ini juga mengungkapkan peran penting pemimpin adat dan agama dalam menjaga harmoni sosial. Dengan demikian, legenda Pusuk Buhit tidak hanya berfungsi sebagai cerita hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan sosial dan pelestarian budaya. Hasil penelitian ini mempertegas bahwa sastra lokal memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat.
Analisis Cerita Si Boru Deak Parujar Etnik Batak Toba Kajian: Sosiologi Sastra Batubara, Monica Uli; Harefa, Evelin; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis Si Boru deak Parujar, sebuah cerita rakyat dari masyarakat Batak di Sumatera Utara, melalui perspektif sosiologi sastra. Tema utama yang diangkat adalah hubungan antara individu dan masyarakat, serta pengaruh sosial dan budaya terhadap karakter, konflik, dan nilai-nilai dalam cerita. Fokus utama artikel ini adalah peran gender, kelas sosial, dan tradisi serta perubahan dalam masyarakat yang tercermin dalam kisah tersebut. Si Boru deak Parujar, seorang gadis yang terkenal karena kecantikan dan kecerdasannya, menghadapi berbagai tantangan yang menguji keberanian dan moralitasnya. Cerita ini sarat dengan nilai-nilai budaya Batak, seperti kehormatan, kasih sayang, dan kesetiaan, serta menggambarkan interaksi manusia dengan alam dan masyarakat. Sebagai warisan budaya, cerita ini tetap relevan untuk mengajarkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Melalui analisis ini, dapat dipahami bagaimana cerita ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mewariskan kearifan lokal, identitas budaya, serta pedoman moral bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai pentingnya keberlanjutan tradisi lisan dan kontribusinya terhadap pelestarian budaya Batak Toba di era modern.
Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi “Keberagaman Budaya Indonesia” Kelas V SDN 060856 Medan T.A. 2024/2025 S, Gherin Jesica Siregar; Ambarita, Doddy Feliks P.; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Gandamana, Apiek; Siregar, Fajar Siddik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 060856 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V sebanyak 21 orang. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyebab kesulitan belajar peserta didik kelas V SD di SDN 060856 Medan, terbagi menjadi dua faktor yang pertama berasal dari dalam diri sendiri (faktor internal) yang meliputi kondisi fisik, bakat dan minat, motivasi, konsentrasi, intelegensi, dan cita-cita. Sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor yang berasal dari luar diri (eksternal) yang meliputi lingkungan sekolah, teman sebaya, media dan sumber belajar, guru, dan orangtua. Berdasarkan dari faktor-faktor tersebut adapun persentase yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas V yaitu dari faktor internal meliputi kondisi fisik sebesar 43%, aspek bakat dan minat sebesar 47,5%, motivasi sebesar 53,66%, konsentrasi sebesar 57%, intelegensi sebesar 46%, dan cita-cita sebesar 76%. Sedangkan dari faktor eksternal adapun persentase yang mempengaruhi kesulitan belajar peserta didik yaitu dari lingkungan sekolah sebesar 52,5%, teman sebaya sebesar 47,5%, media dan sumber belajar sebesar 38%, guru sebesar 74,33%, dan orangtua sebesar 33,33%. Artinya, sekolah termasuk teman sebaya, media dan sumber belajar, serta guru dan lingkungan keluarga yang berada di sekitar peserta didik akan memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.
Pengaruh Penggunaan Media Kolase Anorganik terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Seni Rupa Pada Siswa Kelas II SD Negeri 050712 Hinai Kiri Aditiya, Wulanda; Aulia, Sri Mustika; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Hatmi, Edizal; Afriadi, Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26530

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi dilingkungan sekolah dasar dimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni rupa masih tergolong rendah hal ini dikarenakan guru jarang menggunakan alat bantu pada kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kolase anorganik terhadap hasil belajar seni rupa pada siswa kelas II SD Negeri 050712 Hinai Kiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain nonequivalent control group dan teknik total sampling sebanyak 44 siswa, dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS 22. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukan data berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ini membuktikan bahwa penggunaan media kolase anorganik berpengaruh positif terhadap hasil belajar seni rupa siswa.
WORKSHOP PEMANFAATAN TANAMAN KOPI BERJENIS ROBUSTA MENJADI BUBUK KOPI ROBUSTA DAN TEH CASCARA SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIFITAS UMKM DESA BAYAN Sasongko, Sudi Mariyanto Al; Darmawan, Lalu Sukma; Nafisah, Mufrihatun; Noviana, Yulia; Misnawati, Misnawati; Wahyuni, Astriana; Cahyani, Armita Dwi; Agustira, Mislahul Ihsan; Sujiwo, Teguh Maulana; Zulkipli, Muhammad Zidane Athaya; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Wicara Vol 2 No 6 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i6.5627

Abstract

Bayan Village, located in Bayan District, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, has great potential in the agricultural and plantation sectors due to its strategic location at the foot of Mount Rinjani. The fertile soil in this village allows residents to grow various crops, including coffee. However, most residents only sell coffee in raw form without going through the processing process, so the added value of coffee products is not optimal. To overcome this, a workshop was held on processing robusta coffee into robusta coffee powder and cascara tea as an effort to optimize the productivity of MSMEs in Bayan Village. This workshop aims to increase the productivity of MSMEs by processing coffee into high-value products. In addition to increasing economic value, this workshop is also expected to reduce coffee skin waste in Bayan Village and provide additional sources of income for residents. Thus, Bayan Village can be an example of a village that has succeeded in optimally utilizing its natural potential, creating new jobs, increasing residents' income and contributing to sustainable village economic growth.
Analysis of the Causes of Sensitive Teeth in the Community of Nibong Village, North Aceh District Salfiyadi, Teuku; Muliati, Cut Sirri; Reca, Reca; Aja Nuraski, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Kesehatan Gigi Vol. 12 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sensitive teeth are a general term to denote hypersensitive dentine, which is a painful sensation that occurs in the exposed dentin/root of the tooth due to external stimuli such as heat, cold, and acid, especially in areas where the periodontal lining is missing. Hypersensitive dentin is correlated with abrasion when brushing teeth, periodontal disease, erosion from food or acid, and possibly increased scaling and gum recession. The results of the examination of the community in Nibong Village, North Aceh District, in early 2025 showed that out of 84 samples, 36 people were found to have sensitive teeth. The purpose of this study was to determine the factors that cause tooth sensitivity in the community. This type of research is a case study by conducting descriptive analysis. This study shows 36 people; there are 9 people who have  periodontal disease status  who are still healthy,  besides  experiencing complaints  of aching  or sensitive teeth as many as 30 people, there are shallow pockets (80.6%), assessment based on the division of the square of only 12 healthy conditions, the rest 82 have periodontal disease. In the examination of gingival recession of 21 people (53.3%), some thinning of the tooth enamel layer, gingival recession of 21 people (58.3%), thinning enamel conditions, and as many as 24 people (66.7%) are at risk of gingival recession. It can be concluded that the main cause of tooth sensitivity in the community is the habit of applying excessive pressure when weeding.
Child Education in the Household Islamic Education Management Perspective Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i1.22933

Abstract

The purpose of writing this article is to reveal the basic concepts of Islamic Education for children at the golden age (0-6 years) and reveal the concept of Management of Islamic Education for children aged 0-2 years in households. The method used is descriptive-qualitative through library research and documentary techniques which are then analyzed using the Content Analysis method. Based on the results of the study it was found that; the concept of Management of Islamic Education for early childhood in the household, includes: (1) Planning (planning) of Islamic education which refers to the theory of W5 1 H (What, who, when, where, why, and how), and is carried out in the household by the main teacher namely parents (father and mother) and family. (2) Implementation (actuating) on the basis of the Qur'an, al-Sunnah and Ijtihad), educational goals (physical, spiritual, and intellectual), educational methods (models, habituation and training, advice/reward, supervision, punishment/ penalty). (3) Evaluation (controlling) of various aspects in accordance with the goals and competency standards of Early Childhood Education that have been determined, namely: (a) moral aspects and religious values, (b) social, emotional and independence aspects, (c) language aspects, (d) cognitive aspects, (e) physical/motor aspects, and (f) artistic aspects. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkap konsep dasar Pendidikan Islam bagi anak pada usia keemasan (0-6 tahun) dan mengungkap konsep Manajemen Pendidikan Islam bagi anak usia 0-2 tahun di rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu deskriptif- kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dan teknik dokumenter yang selanjutnya dianalisis dengan métode Content Analisis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa; konsep Manajemen Pendidikan islam bagi anak usia dini di rumah tangga, meliputi: (1) Perencanaan (planning) pendidikan Islam yang mengacu pada teori W5 1 H (What,who, when, where, why, and how), dan dilakukan di rumah tangga oleh guru utamanya yaitu orang tua (ayah dan ibu) serta  keluarga. (2)  Pelaksanaan (actuating) dengan dasar Al-Qur’an, al-Sunnah dan Ijtihad), tujuan pendidikan (jasmani, rohani, dan akal), metode pendidikan (teladan, pembiasaan dan latihan, nasehat/ penghargaan, pengawasan, hukuman/ sanksi). (3) Evaluasi (controlling) dari berbagai aspek sesuai dengan tujuan dan standar kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini yang telah ditentukan, yaitu: (a) aspek moral dan nilai-nilai agama, (b) aspek sosial, emosional dan kemandirian, (c) aspek bahasa, (d) aspek kognitif, (e) aspek fisik/ motorik, dan (f) aspek seni. 
WORKSHOP PENGGUNAAN CANVA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SDN KECAMATAN HAMPARAN PERAK Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Harahap, Muharrina; Mailani, Elvi; Rozi, Fahrur; Khairunnisa, Khairunnisa
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jh.v15i1.59542

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk menciptakan guru yang mandiri dengan memberikan pendidikan, pelatihan, dan workshop kepada guru untuk dapat mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi pintar sebagai media pembelajaran di SD pada kurikulum merdeka. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan produk media pembelajaran menggunakan Canva. Mitra kegiatan ini adalah SDN Kecamatan Hamparan Perak yang meliputi tiga sekolah dengan melibatkan 40 guru. Kegiatan pengabdian dikemas melalui kegiatan workshop menggunakan metode ceramah dan persentasi dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan praktik pembuatan produk media pembelajaran sederhana. Pengabdian dilakukan dengan empat tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa guru mampu mengimplementasikan aplikasi dan merancang materi ajar dalam aplikasi Canva yang menghasilkan media pembelajaran berbasis teknologi pintar.
Co-Authors , Waliyul Maulana Siregar Adawiyyah, Fikri Ade Irma Suryani Aditiya, Wulanda Afriadi, Putra Agustira, Mislahul Ihsan Aja Nuraski, Cut Alfi Julizun Azwar, Alfi Julizun Almaher, Ali Akbar Alya Jauza, Siti Ambarita, Doddy Feliks P. Ambarita, Dody Feliks Pandimun Amelia Sari Ampera Miko Apiek Gandamana Arief, Rifqy Lamkaruna Asri Jumadewi Aulia Ruswandi, Diandra Nazwa Aulia, Rahma Aulianshah, Vonna Ayu Sutrisna, Annisya Ballianie, Novia Batubara, Monica Uli Burdah, Burdah Bustami Bustami Cahyani, Armita Dwi Darmawan, Lalu Sukma Darussalam Darussalam, Darussalam Defri Aroni Desy Sary Ayunda Dwi Rahma Putri, Riska Edwina, Yosephine ELVI MAILANI Erlinawati Erlinawati, Erlinawati ERLINDA SIMANUNGKALIT EVA BETTY SIMANJUNTAK Fahmi Ichwansyah Fahrur Rozi Faisal Faisal Fatihaturrahmi, Fatihaturrahmi Febriyani, Riskiya Firmansyah Firmansyah Fitria, Wardatul GRACE SITUMORANG Halida Halida Handayani, Dila Harefa, Evelin Hasibuan, Sri Agustina Hatmi, Edizal Herry Sujaini Hidayatussoalihah, Hidayatussoalihah Husna, Ikhwan Ananda Hutauruk, Febri Ola Imelda Free Unita Manurung Indah Sari, Ginanda Putri Irma Suryani Irsan Irsan Irwana Wahab, Irwana Irwani, Maria Irwansyah Irwansyah Isneini Isneini, Isneini Ita Khairani Jalaluddin Jalaluddin Junardi Junardi Kahfi, As Habul KATARINA SIALLAGAN Khairani, Yulia Khairunisa, Ririn Khairunnisa Khairunnisa LALA JELITA ANANDA LAURENSIA MASRI PERANGINANGIN Lestari, Soraya Lingga, Yerika Denova maharaja, loviana Maharani Laoli, Citra Indah Mardiah Astuti Maria, Tiarnita Marselina Sembiring, Masta Martono Martono Megawati - Mertina, Mertina Misnawati Misnawati MUHARRINA HARAHAP, MUHARRINA Muliani Muliani, Muliani Muliati, Cut Sirri Munazar Munazar Musafir, Musafir Mutia Dewi Naeklan Simbolon Nafisah, Mufrihatun Nasution, Yusra Nathalia Husna, Elvira Nelliraharti, Nelliraharti Noni Zakiah Noviana, Yulia Nunike Sulvia Dewi, Baiq Nuraini Fatmi, Nuraini Nurlaila, Nurliala NURMAYANI NURMAYANI Oktaviana, Diah Pa, Laurensia Masri Padilla, Anisa Pandimun Ambarita, Dody Feliks Pardede, Manuel Obet Nego Pasigar, Andi Prawijaya, Septian Purba, Roma Hotni Uhur Putri, Nurlizawati Putri, Zahrifa Adinda Qalbi, Nuri Alnasta Ratnasari, Titik Raysha, Defina Reca Reca Rini Handayani Rizka, Tia ROBENHART TAMBA Rohmadi Rohmadi S, Gherin Jesica Siregar Safitri, Mutiara Sakir, A Salsabilla, Raudhah Santi, Ella Laras Sarmiati, Nopi SEMBIRING, MASTA MARSELINA Sembiring, Rinawati Sibarani, Tidora Putri SIDIK SIREGAR, FAJAR Sihombing, Mona Teheresa Silaban, Ridho Wahyu C Simamora, Devina C Simanihuruk, Lidia Simanjuntak, Yesika D. Simatupang, Nori Marta M Br. Sinaga, Lastiur Sirait, Albert Pauli Siregar, Fajar Siddik Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br. Siregar, Yunita Rahmah Siti Fatimah Sorta Simanjuntak, Sorta Sri Juwita Sri Mustika Aulia Sriwahyuningsih, Sriwahyuningsih Sudi Mariyanto Al Sasongko Sujiwo, Teguh Maulana Sulpiyana, Sulpiyana Sumardi, Lalu Sunifa Asri, Erda Suri, Murnia Syafrizal Syafrizal Syarif Zain, Zaki Faddad Syarifah Evi Zuhra Tambunan, Husna Parluhutan Tamimi, Azlya Salsabila Tampubolon, Juwita Paramita Tarigan, Nuke Pebriani Teuku Salfiyadi Tondang, Herlina Tri Mulyono Trimadani, Desnia Try Wahyu Purnomo Tulus Setiawan Wahyuni, Astriana Warneri . Wildansyah lubis, Wildansyah Winara, Winara Yulianti, Winarni Yunita litau, Fransiska Zainuddin, Zainuddin Zakia, Sugitri Ayu Zulkipli, Muhammad Zidane Athaya