Claim Missing Document
Check
Articles

WORKSHOP PEMANFAATAN TANAMAN KOPI BERJENIS ROBUSTA MENJADI BUBUK KOPI ROBUSTA DAN TEH CASCARA SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN PRODUKTIFITAS UMKM DESA BAYAN Sasongko, Sudi Mariyanto Al; Darmawan, Lalu Sukma; Nafisah, Mufrihatun; Noviana, Yulia; Misnawati, Misnawati; Wahyuni, Astriana; Cahyani, Armita Dwi; Agustira, Mislahul Ihsan; Sujiwo, Teguh Maulana; Zulkipli, Muhammad Zidane Athaya; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Wicara Vol 2 No 6 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i6.5627

Abstract

Bayan Village, located in Bayan District, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, has great potential in the agricultural and plantation sectors due to its strategic location at the foot of Mount Rinjani. The fertile soil in this village allows residents to grow various crops, including coffee. However, most residents only sell coffee in raw form without going through the processing process, so the added value of coffee products is not optimal. To overcome this, a workshop was held on processing robusta coffee into robusta coffee powder and cascara tea as an effort to optimize the productivity of MSMEs in Bayan Village. This workshop aims to increase the productivity of MSMEs by processing coffee into high-value products. In addition to increasing economic value, this workshop is also expected to reduce coffee skin waste in Bayan Village and provide additional sources of income for residents. Thus, Bayan Village can be an example of a village that has succeeded in optimally utilizing its natural potential, creating new jobs, increasing residents' income and contributing to sustainable village economic growth.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI GAMPONG GUNONG KLENG KECAMATAN MEUREUBO Mulyono, Tri; Bustami, Bustami; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i6.2952

Abstract

Bencana Banjir merupakan bencana tahunan yang setiap musim hujan datang selalu menimpa Aceh Barat. Kecamatan Mereubo merupakan salah satu Wilayah yang sering mengalami bencana banjir. Salah satu gampong yang mengalami dampak dari bencana banjir ini adalah Gampong Gunong Kleng. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana banjir, pembiasaan masyarakat dalam melakukan latihan atau simulasi menghadapi bencana banjir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana banjir. Kepada pihak mitra disarankan supaya mengaplikasikn pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana banjir sesuai dengan hasil penyuluhan dan simulasi yang dilakukan
Analysis of the Causes of Sensitive Teeth in the Community of Nibong Village, North Aceh District Salfiyadi, Teuku; Muliati, Cut Sirri; Reca, Reca; Aja Nuraski, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 12, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sensitive teeth are a general term to denote hypersensitive dentine, which is a painful sensation that occurs in the exposed dentin/root of the tooth due to external stimuli such as heat, cold, and acid, especially in areas where the periodontal lining is missing. Hypersensitive dentin is correlated with abrasion when brushing teeth, periodontal disease, erosion from food or acid, and possibly increased scaling and gum recession. The results of the examination of the community in Nibong Village, North Aceh District, in early 2025 showed that out of 84 samples, 36 people were found to have sensitive teeth. The purpose of this study was to determine the factors that cause tooth sensitivity in the community. This type of research is a case study by conducting descriptive analysis. This study shows 36 people; there are 9 people who have  periodontal disease status  who are still healthy,  besides  experiencing complaints  of aching  or sensitive teeth as many as 30 people, there are shallow pockets (80.6%), assessment based on the division of the square of only 12 healthy conditions, the rest 82 have periodontal disease. In the examination of gingival recession of 21 people (53.3%), some thinning of the tooth enamel layer, gingival recession of 21 people (58.3%), thinning enamel conditions, and as many as 24 people (66.7%) are at risk of gingival recession. It can be concluded that the main cause of tooth sensitivity in the community is the habit of applying excessive pressure when weeding.
Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Terhadap Penggunaan Sendok Takar Obat Di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs) UPTD Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat: Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Terhadap Penggunaan Sendok Takar Obat Di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs) UPTD Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat Sari, Amelia; Burdah, Burdah; Rizka, Tia; Aroni, Defri; Irwani, Maria; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Munazar, Munazar
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i2.750

Abstract

Medicine measuring spoon is one of the measuring tools used to obtain the appropriate dose when taking medicine in liquid form so that it is effective against disease. Patient treatment compliance with the use of measuring spoons is very important for the patient's recovery in treatment. This study aims to determine the level of compliance of outpatients with the use of measuring spoons. Sampling in this study was conducted using purposive sampling method. Measurement of the level of compliance was carried out using the MMAS-8 (Eight Item Modified Morisky Adherence Scale) questionnaire by collecting data on 66 respondents. The results of this study indicate that patients with a low level of compliance with a percentage of 62.1%, a moderate level of compliance with a percentage of 24.2%, and high compliance with a percentage of 13.6%. It can be concluded that the level of compliance of outpatients with the use of measuring spoons of medicine at the Integrated Management of Sick Toddlers (IMCI) Poli UPTD Puskesmas Meureubo West Aceh Regency is in the low category.
Pentingnya Keterampilan Abad 21 Dalam Pembelajaran Matematika Dwi Rahma Putri, Riska; Ratnasari, Titik; Trimadani, Desnia; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Nathalia Husna, Elvira; Yulianti, Winarni
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 1 No. 2 (2022): Science and Education Journal 2022
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v1i2.64

Abstract

Salah satu tantangan besar masyarakat Indonesia pada Abad 21 adalah globalisasi. Globalisasi dapat menyebabkan persaingan di segala bidang kehidupan masyarakat semakin besar. Kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung tidak lagi cukup untuk dapat berkompetisi di Abad 21 yang penuh dengan tantangan. Pendidikan yang dilaksanakan harus mampu menyiapkan para siswa agar dapat berkompetisi di masyarakat global. Setiap orang yang hidup di Abad 21 ini, setidaknya harus memiliki 4 keterampilan yaitu keterampilan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), keterampilan komunikasi (communication), dan keterampilan kolaborasi (collaboration). Matematika, sebagai mata pelajaran yang diajarkan disekolah, memegang peran penting baik dalam menghadapi ilmu dan teknologi. Matematika memiliki sebuah potensi besar yang dapat membekali siswa menghadapi persaingan. Besarnya peranan matematika sebagai ilmu dasar, dapat dilihat pada besarnya tuntutan keterampilan matematis yang harus dimiliki terutama dalam menghadapi Abad 21. Pembelajaran matematika di Abad ini dituntut harus menekankan keempat aspek di atas sebagai keterampilan yang harus dimiliki di abad 21
Bagaimanakah Persepsi Remaja Tentang Edukasi SADARI Menggunakan Aplikasi Whatsapp? Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan hormon dalam tubuh remaja kadangkala mengalami penyimpangan pada payudara, yang beresiko terjadi kanker. Data Riskesdas (2018), menyebutkan bahwa kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000. Sosialisasi sejak dini perlu dilakukan untuk pencegahan kanker payudara. Survei menyebutkan bahwa 82,2% remaja membutuhkan pelayanan yang mudah diakses untuk kelancaran pelayanan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi remaja tentang edukasi SADARI dengan menggunakan WhatsApp (WA). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain posttest design only. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja di SMA di kota Banda Aceh dan Kota Sigli di Aceh. Sampel penelitian sebanyak 199 responden dan diperoleh melalui multistage sampling. Kriteria inklusi responden yaitu 1). Remaja putri yang ada menstruasi, 2). Siklus mentruasi 21- 28 hari, 3). Tidak mengalami penyakit pada sistem reproduksi, 3). Mempunyai orang tua/ keluarga 4) bersedia menjadi responden. Pengumpulan data di SMAN 1 Sigli dan SMAN 5 Banda Aceh tanggal 7 Agustus - 5 September 2019 dengan menggunakan kuesioner yang telah duji reabilitas dan validitasnya. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan program statistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi responden tentang edukasi SADARI dengan nilai rerata 3.54 (baik), Persepsi responden edukasi dimonitor oleh perawat Puskesmas 3, 64 (baik) dan persepsi responden tentang penggunaan Aplikasi WA (baik) dengan nilai 3,32 (baik). Perawat Puskesmas dapat membuat group edukasi dengan WA sesuai issue dan trends remaja yang tertarik dengan media. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pencapaian pelayanan yang tepat dan kontinyu pada kelompok remaja.
Tryout Uji Kompetensi; Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma III Keperawatan di Banda Aceh Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji kompetensi telah ditetapkan pada institusi Pendidikan Diploma III Keperawatan oleh organisasi profesi dan pemerintah. Namun uji kompetensi pada Diploma III keperawatan masih menimbulkan pro dan kontra pada mahasiswa, dosen, pengelola dan pimpinan intitusi. Progam Uji Kompetensi sampai saat ini masih menemukan kendala dan tantangan karena masih ditemukannya institusi yang hanya dapat meluluskan mahasiswanya <10 %. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor faktor yang berkorelasi dengan peluang kelulusan Uji Kompetensi. Desain penelitian berdasarkan pendekatan crossectional dan berbentu restrospective study, yaitu melakukan pengumpulan data pada mahasiswa yang telah mengikuti Uji Kompetensi. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada 5 institusi D III Keperawatan di Banda Aceh pada tanggal 31 Agustus -18 September 2016. Sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan dengan consecutive sampling. Analisa data memnggunakan regresi lineir sederhana dengan bantuan program komputer. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan IPK dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan sedang (r =0.30. p value 0.061), hubungan prestasi akademik dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.138. p-value 0.339), pengaruh motivasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.0.202, p value 0.180) dan pengaruh partisipasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah (r=-0.021. p value 0.883). Rekomendasi kepada institusi pendidikan keperawatan agar melakukan proses bimbingan yang teroganisir kepda mahasiswa tingkat III dengan mempersiapkan Uji Kompetensi menggunakan pendekatan coaching yang baik.
The Effect of the Team Games Tournament (TGT) Learning Model on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 106811 Bandar Setia Qalbi, Nuri Alnasta; Lubis, Wildansyah; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Rozi, Fahrur; Sembiring, Masta Marselina
The Future of Education Journal Vol 4 No 7 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i7.756

Abstract

The problem in this study is that students are less active in learning because the learning carried out in class V SDN 106811 Bandar Setia has not used the right learning model, causing low student learning outcomes. The type of this research is Quasi Experimental with a research design of Nonequivalent Control Group Design. The subjects in this study were students with the research population used were all grade V students of SDN 106811 Bandar Setia totaling 40 students. The samples in this study were all VA class students totaling 20 students as the experimental class and VB class totaling 20 students as the control class. The data collection instruments in this study were test and observation instruments. The data analysis technique used in this research is quantitative analysis. The results showed that the average value in the experimental class treated with the Team Games Tournament (TGT) learning model was 81, the maximum score was 90 and the minimum score was 70. Then the average value in the control class using the expository model was 52,75 with a maximum score of 70 and a minimum score of 35. Based on the results of hypothesis testing using the t test, it is obtained that  > , namely the value of 10,13 > 2,02 so it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected which means that there is an effect of the Team Games Tournament (TGT) learning model on the learning outcomes of Indonesian language students in the material of pantun class V SDN 106811 Bandar Setia.
Pendampingan Personal Hygiene tentang Scabies dan Pedikulosis di Dayah Al’athiyah Aceh Besar Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Erlinawati, Erlinawati; Ichwansyah, Fahmi; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22089

Abstract

ABSTRAK Prevalensi scabies, dan pedikulosis masih tergolong tinggi dan sering diabaikan. Pemeriksaan klinis scabies ditandai dari ruam, pruritus (gatal hebat di malam hari), papula, pustula, dan ekskoriasi serta hiposensitisasi atau akan menginfeksi orang disekitarnya. Screening laboratoris melalui pengambilan spesimen kerokan kulit pada penderita scabies, menjadi diagnosa pasti penunjang ditemukannya Sarcoptes scabiei sebagai penyebab scabies. Sedangkan pedikulosis adalah gangguan pada rambut dan kulit kepala akibat infestasi dan sensitisasi kutu rambut, Pedikulus kapitis. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan berupa gangguan psikososial, berkurangnya kualitas tidur, menurunkan konsentrasi belajar bahkan anemia pada anak. Program PkM ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang scabies dan pedikulosis, serta pendampingan personal hygiene melalui cuci tangan enam langkah dan menjaga peralatan pribadi agar tidak digunakan secara bersama untuk mencapai ponpes bebas scabies dan pedikulosis. Sasaran PkM ini adalah santri Dayah Al-athiyah Aceh Besar sebanyak 30 orang, yang dilakukan pada tanggal 22 Juli 2025. Tahapan screening scabies dan pedikulosis, edukasi dan pendampingan personal hygiene dengan cuci tangan enam langkah dan menjaga barang pribadi tidak dipakai secara bersama, beserta evaluasi pengetahuan. Hasil PKM menunjukkan bahwa pendampingan edukasi personal hygiene sebagai preventif scabies dan pedikulosis menunjukkan peningkatan pengetahuan personal hygiene dari kategori cukup 53,3% menjadi kategori baik (83,3%). Hal ini menyimpulkan bahwa pendampingan edukasi PkM efektif dan dapat menjadi diseminasi informasi di lingkungan Dayah. Kata Kunci: Pendampingan, Pedikulosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies  ABSTRACT The prevalence of scabies and pediculosis remains high and is often overlooked. Clinical examination of scabies is characterized by a rash, pruritus (severe itching at night), papules, pustules, and excoriations, as well as hyposensitization, or the potential for infection by others. Laboratory screening, through skin scrapings from scabies sufferers, provides a definitive diagnosis, supporting the identification of Sarcoptes scabiei as the cause of scabies. Pediculosis, on the other hand, is a hair and scalp disorder caused by infestation and sensitization by the head louse, Pediculus capitis. The resulting health problems include psychosocial problems, reduced sleep quality, decreased concentration in learning, and even anemia in children. This Community Service Program aims to provide health education about scabies and pediculosis, as well as personal hygiene guidance through six-step handwashing and preventing the sharing of personal equipment, to achieve a scabies- and pediculosis-free Islamic boarding school. The target of this PkM is 30 students of Dayah Al-athiyah Aceh Besar, which was carried out on July 22, 2025. The stages of scabies and pediculosis screening, education and assistance in personal hygiene with six-step hand washing and keeping personal items from being shared, along with knowledge evaluation. The results of the PkM show that personal hygiene education assistance as a preventative measure for scabies and pediculosis shows an increase in personal hygiene knowledge from the sufficient category of 53.3% to the good category (83.3%). This concludes that the PkM education assistance is effective and can be used as information dissemination in the Dayah environment.  Keywords: Assistance, Pediculosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies
Tantangan Implementasi Kurikulum Di Era Digital: Kesiapan Guru Dan Infrastruktur Dewi, Mutia; Ballianie, Novia; Astuti, Mardiah; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Fatimah, Siti; Indah Sari, Ginanda Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka di era digital dari aspek kesiapan guru dan infratsruktur. Implementasi Kurikulum Merdeka di era digital membawa tantangan kompleks yang berkaitan dengan kesiapan guru dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan pemanfaatan teknologi, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia dan dukungan sistem yang kuat. Kajian ini mengungkapkan masih adanya kesenjangan digital antara wilayah kota dan desa, keterbatasan perangkat pembelajaran, serta rendahnya literasi digital guru. Faktor internal seperti kompetensi dan motivasi, serta faktor eksternal seperti pelatihan dan dukungan institusional, turut memengaruhi kesiapan guru. Diperlukan strategi penguatan kapasitas guru, perbaikan infrastruktur TIK, dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan Kurikulum Merdeka berjalan optimal dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Co-Authors , Waliyul Maulana Siregar Abdurahman Abdurrahman Adawiyyah, Fikri Ade Irma Suryani Aditiya, Wulanda Afriadi, Putra Agus Hendra Al Rahmad Agustira, Mislahul Ihsan Aja Nuraski, Cut Alchalidi Alchalidi Alfi Julizun Azwar, Alfi Julizun Alfian Helmi Alya Jauza, Siti Ambarita, Doddy Feliks P. Ambarita, Dody Feliks Pandimun Amelia Sari Ampera Miko Anita Anita Apiek Gandamana Aprina, Aprina Arief, Rifqy Lamkaruna Aripin Ahmad, Aripin Arman, Rachma Al Adawiyah Asmawati Asmawati Asri Jumadewi Astuti, Titi Aulia Ruswandi, Diandra Nazwa Aulianshah, Vonna Ayu Sutrisna, Annisya Ayunda, Desy Sary Azuddin Yakob, Noor Baharuddin Baharuddin Ballianie, Novia Bambang Bambang Batubara, Monica Uli Burdah, Burdah Bustami Bustami BZ, Fazli Syam Cahyani, Armita Dwi Chenny Seftarita Cut Mutiah Darmawan, Lalu Sukma Darussalam Darussalam, Darussalam Defri Aroni Dewita Dewita Dwi Rahma Putri, Riska Edwina, Yosephine Eka Sartika, Eka ELVI MAILANI ELVI MAILANI Erlinawati Erlinawati, Erlinawati ERLINDA SIMANUNGKALIT EVA BETTY SIMANJUNTAK Evi Mutia Fahmi Ichwansyah Fahrur Rozi Faisal Faisal Farid Farid, Farid Fatihaturrahmi, Fatihaturrahmi Febriyani, Riskiya Firmansyah Firmansyah Fitria, Wardatul GRACE SITUMORANG Halida Halida Hamidah Hamidah Handayani, Dila Harefa, Evelin Hasibuan, Sri Agustina Hatmi, Edizal Herry Sujaini Hidayatussoalihah, Hidayatussoalihah Husna, Ikhwan Ananda Hutauruk, Febri Ola Indah Sari, Ginanda Putri Irma Suryani Irsan Irsan Irwana Wahab, Irwana Irwani, Maria Irwansyah Irwansyah Iskandarsyah Madjid, Iskandarsyah Isneini Isneini, Isneini Ita Khairani Jalaluddin Jalaluddin Jamni, Teuku Jhon Andra Asmara Junardi Junardi KATARINA SIALLAGAN Khaira, Nuswatul Khairani, Yulia Khairunisa, Ririn Khairunnisa Khairunnisa Kurniati Puji Lestari LALA JELITA ANANDA LAURENSIA MASRI PERANGINANGIN Lestari, Soraya Lia Lajuna Lingga, Yerika Denova maharaja, loviana Maharani Laoli, Citra Indah Manurung, Imelda Free Unita Mardiah Astuti Maria, Tiarnita Marselina Sembiring, Masta Martono Martono Megawati - Mertina, Mertina Misnawati Misnawati Muchtar, Afdhal MUHARRINA HARAHAP, MUHARRINA Muliani Muliani, Muliani Muliati, Cut Sirri Munazar Munazar Musafir, Musafir Mutia Dewi Mutiah, Cut Nadi, Hartin I.K. Naeklan Simbolon Nafisah, Mufrihatun Nasution, Yusra Nathalia Husna, Elvira Nelliraharti, Nelliraharti Nirwan Nirwan Nizam, Ahmad Noni Zakiah Nora Veri Noviana, Yulia Nunike Sulvia Dewi, Baiq Nunung Sri Mulyani Nuraini Fatmi, Nuraini Nurlaila, Nurliala NURMAYANI NURMAYANI Oetama, Saiful Oktabina, Rizky Wan Pa, Laurensia Masri Padilla, Anisa Pandimun Ambarita, Dody Feliks Pardede, Manuel Obet Nego Pasigar, Andi Prawijaya, Septian Purba, Roma Hotni Uhur Putri, Nurlizawati Putri, Zahrifa Adinda Qalbi, Nuri Alnasta Rachmawati Rachmawati Rahmat Kurniawan Ratna Mulyany, Ratna Ratnasari, Titik Raysha, Defina Reca Reca Rini Handayani Rizka, Tia ROBENHART TAMBA Rohmin, Anur S, Gherin Jesica Siregar Safitri, Mutiara Sakir, A Salsabilla, Raudhah Santi, Ella Laras Sari, Muliya Sarjani, Tiarnita Maria Sarmiati, Nopi SEMBIRING, MASTA MARSELINA Sembiring, Rinawati Sibarani, Herlin Aryani Sibarani, Tidora Putri SIDIK SIREGAR, FAJAR Sihombing, Mona Teheresa Silaban, Ridho Wahyu C Silvia Wagustina, Silvia Simamora, Devina C Simanihuruk, Lidia Simanjuntak, Yesika D. Simatupang, Nori Marta M Br. Sinaga, Lastiur Sirait, Albert Pauli Siregar, Anisa Siregar, Fajar Siddik Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br. Siregar, Yunita Rahmah Siti Fatimah Sorta Simanjuntak, Sorta Sri Juwita Sri Mustika Aulia Sriwahyuningsih, Sriwahyuningsih Sudi Mariyanto Al Sasongko Suhartini Suhartini Sujiwo, Teguh Maulana Sulpiyana, Sulpiyana Sumardi, Lalu Sunifa Asri, Erda Suri, Murnia Suwardi Suwardi Syafrizal Syafrizal T. Iskandar Faisal Tambunan, Husna Parluhutan Tamimi, Azlya Salsabila Tampubolon, Juwita Paramita Tarigan, Nuke Pebriani Taufik Taufik Teuku Salfiyadi Tondang, Herlina Tri Mulyono Trimadani, Desnia Try Wahyu Purnomo Tulus Setiawan Usman, Khairul Wahyuni, Astriana Warneri . Wildansyah lubis, Wildansyah Winara, Winara Yeni Rimadeni Yulianti, Winarni Yunita litau, Fransiska Zainuddin, Zainuddin Zakia, Sugitri Ayu Zakirullah, Zakirullah Zuhra, Syarifah Evi Zulkipli, Muhammad Zidane Athaya