Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening MSME Adaptation Strategies through the Integration of Digital Marketing, Creative Innovation, and Technological Capabilities in Facing Business Environment Uncertainty Sutrisno; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Dewa Oka Suparwata
ADMAN: Journal of Contemporary Administration and Management Vol 4 No 1 (2026): April 2026
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/adman.v4i1.337

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of adaptation strategies for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the integration of digital marketing, creative innovation, and technological capabilities in responding to business environment uncertainty. The study employs a qualitative approach using a literature review method, where data were obtained from various scientific publications and credible sources through searches on Google Scholar and official websites of relevant institutions within the period of 1991–2026. From an initial pool of 50 articles, a rigorous selection process was conducted based on relevance, quality, and contribution to the research topic, resulting in 27 articles for further analysis using descriptive analysis techniques. The findings indicate that the integration of digital marketing enables expanded market access and improved customer interaction, while creative innovation plays a role in generating product differentiation and business flexibility. Technological capabilities are also proven to enhance operational efficiency and MSME readiness in facing change. However, the implementation of these three aspects still encounters various challenges, such as low digital literacy, limited access to technology, and suboptimal policy support. Therefore, integrated efforts are required through strengthening human resource capacity, providing access to technology and financing, and fostering collaboration among stakeholders to sustainably enhance MSME resilience and competitiveness.
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG (ZEA MAYS) DI DESA KOPI KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO Rizal Susanto Laiko; Dewa Oka Suparwata; Moh Muchlis Djibran; Meity M. Mokoginta
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dan kontribusi ekonomi dari agribisnis jagung di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio penerimaan terhadap biaya (R/C ratio) dan Location Quotient (LQ). Data diperoleh melalui survei terhadap 41 petani jagung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C ratio sebesar 2,56 mengindikasikan bahwa usaha tani jagung di Desa Kopi layak secara finansial, dengan total pendapatan yang lebih besar daripada biaya produksi. Nilai LQ sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti akses terhadap input, teknologi budidaya, dan informasi pasar mempengaruhi profitabilitas petani. Kebijakan pemerintah yang mendukung penyuluhan dan akses pembiayaan diperlukan untuk memperkuat kelayakan dan daya saing agribisnis jagung di tingkat pedesaan.  
DOMINASI FAKTOR SOSIAL ATAS FAKTOR EKONOMI DALAM USAHATANI CABAI DI PESISIR BONEPANTAI Fristawati Uloli; Dewa Oka Suparwata; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22434

Abstract

Usahatani cabai di Indonesia kerap dihadapkan pada volatilitas harga dan risiko produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor ekonomi (biaya produksi dan harga jual) dan faktor sosial (pendidikan dan pengalaman) terhadap pendapatan petani cabai di wilayah pesisir Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 56 petani sampel dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor ekonomi secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Sig. 0,392), mengindikasikan posisi petani sebagai price taker yang rentan distorsi pasar. Sebaliknya, faktor sosial berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. 0,001) dengan koefisien elastisitas dominan sebesar 1,167. Usahatani berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (1,400). Temuan ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajerial dan pengalaman lebih menentukan keberhasilan ekonomi dibandingkan modal finansial. Rekomendasi kebijakan harus bergeser dari fokus subsidi fisik menuju investasi penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan intensif. Kata Kunci : Cabai, Cobb-Douglas, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Pendapatan Petani
Evaluasi Kebijakan Bantuan Ternak Sapi Potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Rahmat Bano; Mohammad Ervandi; Ishak Korompot; Terri Repi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10156

Abstract

Program bantuan ternak sapi potong merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak, memperkuat usaha peternakan rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi program bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo; (2) mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program bantuan ternak sapi potong; (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi program; dan (4) merumuskan implikasi kebijakan untuk meningkatkan keberhasilan program bantuan ternak sapi potong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada peternak penerima bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi implementasi program menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Sementara itu, efektivitas program dievaluasi berdasarkan indikator pencapaian tujuan, manfaat program, dampak program, dan keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program bantuan ternak sapi potong berada pada kategori baik. Dimensi komunikasi program memperoleh skor indeks 0,605, sumber daya program 0,634, disposisi pelaksana 0,640, dan struktur birokrasi 0,722. Efektivitas program berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor pencapaian tujuan program sebesar 0,823, manfaat program 0,854, dampak program 0,823, dan keberlanjutan program 0,782. Program bantuan ternak terbukti mampu meningkatkan kepemilikan ternak, mendukung pengembangan usaha peternakan rakyat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi peternak penerima bantuan.
Analisis Persepsi dan Kepuasan Peternak terhadap Kualitas Pelayanan Inseminasi Buatan di Desa Sidodadi Kecamatan Boliyohuto Siswanto Kusni; Terri Repi; Mohammad Ervandi; Widiastuti Ardiansyah; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan inseminasi buatan (IB) di Desa Sidodadi Kecamatan Boliyohuto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive (sengaja) terhadap 55 peternak sapi potong yang pernah menggunakan layanan inseminasi buatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan model multiatribut Fishbein, Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pelayanan inseminasi buatan berdasarkan analisis Fishbein berada pada kategori baik, yang mengindikasikan bahwa peternak memiliki penilaian positif terhadap atribut layanan. Tingkat kepuasan peternak berdasarkan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 80,65% termasuk dalam kategori sangat puas, yang menunjukkan bahwa pelayanan inseminasi buatan secara umum telah memenuhi bahkan melampaui harapan peternak. Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa atribut teknis pelayanan berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan, sedangkan atribut pelayanan inseminator dan sarana layanan berada pada Kuadran II yang perlu dipertahankan dan atribut biaya dan administrasi layanan berada pada Kuadran IV yang menunjukkan kinerja relatif berlebih. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kepuasan peternak sangat tinggi, masih terdapat atribut layanan yang perlu ditingkatkan terutama pada aspek teknis pelayanan inseminasi buatan. Peningkatan kualitas layanan perlu difokuskan pada atribut prioritas guna menjaga keberlanjutan dan efektivitas program inseminasi buatan.
Agrarian Law Reform in the Context of Climate Change and Food Security Loso Judijanto; Mitra Musika Lubis; Amina Intes; Ninik Sri Rahayu; Dewa Oka Suparwata
Rechtsnormen: Journal of Law Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rjl.v2i3.1294

Abstract

Background: Climate change poses significant challenges to global food security, exacerbating issues such as land degradation, water scarcity, and crop yield variability. Agrarian law reform has the potential to enhance resilience and sustainability in agricultural practices, thereby improving food security. However, the existing agrarian legal frameworks in many countries are not adequately equipped to address the impacts of climate change. Objective: This study aims to analyze the role of agrarian law reform in enhancing food security in the context of climate change. The research seeks to identify legal gaps and propose reforms that can facilitate adaptive and sustainable agricultural practices, ensuring stable food production and distribution. Methods: A qualitative research design was employed, utilizing document analysis and comparative legal analysis. The study examined existing agrarian laws, policies, and international agreements related to climate change and food security. Data were collected from legal texts, policy documents, and reports from various countries and international organizations. Expert interviews with legal scholars, policymakers, and agricultural practitioners were conducted to gather insights on effective legal frameworks and practices. Results: The analysis revealed significant gaps in current agrarian laws regarding climate adaptation and sustainable agricultural practices. Key issues identified include inadequate land tenure security, insufficient legal support for sustainable farming techniques, and lack of integration between agrarian laws and climate policies. into their agrarian legal frameworks. Conclusion: The study concludes that comprehensive agrarian law reform is essential for enhancing food security in the face of climate change. Recommendations include strengthening land tenure security
Studi Komparatif Karakteristik Dan Indeks Morfometrik Sebagai Prediktor Bobot Badan Pada Sapi Bali (Bos Javanicus), Simmental Dan Limousin (Bos Taurus) Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Prayoga Setiawan; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1057

Abstract

Perbedaan karakteristik genetik antar bangsa sapi menyebabkan variasi ukuran tubuh dan performans. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi performans ternak adalah melalui pengukuran karakteristik morfometrik, yang dapat menggambarkan pertumbuhan, perkembangan kerangka tubuh serta kapasitas produksi ternak. Karakteristik morfometrik berhubungan erat dengan bobot badan ternak yang merupakan salah satu indikator utama produktivitas sapi potong karena berkaitan langsung dengan potensi produksi daging dan nilai ekonomi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan indeks morfometrik sebagai prediktor estimasi bobot badan pada sapi Bali (Bos javanicus), sapi Simmental dan sapi Limousin (Bos taurus) di Kecamatan Wonosari. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 60 ekor sapi jantan umur 2–3 tahun untuk setiap bangsa sapi. Variabel yang diamati meliputi karakteristik morfometrik berupa tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan lebar pinggul. Indeks morfometrik yang dihitung meliputi Body Index (BI), Thoracic Index (TI) dan Pelvic Index (PI). Estimasi bobot badan dihitung menggunakan rumus Winter. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rerata, standar deviasi dan koefisien varians, dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Simmental dan sapi Limousin memiliki karakteristik morfometrik dan estimasi bobot badan lebih tinggi dibandingkan sapi Bali. Nilai Body Index tertinggi terdapat pada sapi Bali, sedangkan Thoracic Index dan Pelvic Index tertinggi terdapat pada sapi Limousin. Karakteristik morfometrik menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot badan, dimana sebagian besar variabel memiliki hubungan signifikan (Sig.<0,05). Pada sapi Limousin, variabel lebar dada dan lebar pinggul menunjukkan hubungan yang relatif lebih rendah terhadap bobot badan dibandingkan variabel morfometrik lainnya. Hasil regresi menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada sapi Simmental dengan nilai R² sebesar 0,666, diikuti sapi Limousin sebesar 0,580 dan sapi Bali sebesar 0,283. Variabel dominan yang berpengaruh terhadap bobot badan adalah Body Index pada sapi Bali dan sapi Limousin, sedangkan pada sapi Simmental terdiri atas Body Index dan Pelvic Index. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik morfometrik memiliki kemampuan lebih baik dalam memprediksi bobot badan dibandingkan indeks morfometrik. Ukuran tubuh seperti lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pendugaan bobot badan dan evaluasi performa fenotipik sapi potong pada sistem peternakan rakyat.
Evaluasi Kinerja Reproduksi Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat Pasca Inseminasi Buatan Di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Syamsuri Muntalip; Mohammad Ervandi; Widiastuti Ardiansyah; Wahyu Sulistyo; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong betina di peternakan rakyat Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo berdasarkan indikator kinerja reproduksi yang meliputi service per conception (S/C), conception rate (CR), calving interval (CI), dan non return rate (NRR). Penelitian dilaksanakan selama periode satu tahun dengan menggunakan metode survei dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari kartu inseminasi buatan dan wawancara terhadap 41 peternak responden dengan jumlah sapi yang diamati sebanyak 220 ekor induk betina. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan S/C, CR, CI, dan NRR kemudian dibandingkan dengan standar ideal kinerja reproduksi sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai service per conception sebesar 2,66 termasuk kategori kurang efisien, conception rate sebesar 85,37% termasuk kategori sangat baik, calving interval sebesar 429,68 hari termasuk kategori kurang efisien, dan non return rate sebesar 74,55% termasuk kategori baik. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula tergolong berhasil tetapi belum optimal karena tingkat kebuntingan tinggi namun efisiensi reproduksi masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator S/C dan CI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula telah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kebuntingan sapi potong betina, namun masih diperlukan perbaikan manajemen pakan, deteksi birahi, dan pelayanan inseminasi untuk meningkatkan efisiensi reproduksi ternak.
Peran Inseminator terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Jufri Harun; Susan Mokoolang; Terri Repi; Ishak Korompot; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10061

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran inseminator dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 100 peternak peserta program IB. Peran inseminator diukur melalui empat dimensi, yaitu kompetensi teknis, intensitas dan frekuensi pelayanan, efektivitas edukasi dan komunikasi, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan. Keberhasilan IB dinilai menggunakan Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Non Return Rate (NRR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi peran inseminator berada pada kategori sangat baik, dengan skor kompetensi teknis 0,9395, intensitas dan frekuensi pelayanan 0,9380, edukasi dan komunikasi 0,9420, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan 0,9340. Indikator keberhasilan reproduksi menunjukkan S/C sebesar 1,67, CR 54,55%, dan NRR 77,00%. Kompetensi teknis berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan IB (ρ=0,461), demikian pula intensitas pelayanan (ρ=0,371), edukasi dan komunikasi (ρ=0,219), serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan (ρ=0,589). Dimensi terakhir memiliki hubungan paling kuat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keberhasilan IB memerlukan penguatan kompetensi inseminator, ketepatan pelayanan, edukasi peternak, dan sistem pencatatan reproduksi yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan dasar bagi instansi peternakan untuk menyusun pelayanan reproduksi berbasis data yang konsisten, terukur, dan mudah dievaluasi secara berkala.
Tingkat Pengetahuan Peternak tentang Deteksi Birahi pada Sapi Potong dalam Mendukung Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kelurahan Dutulanaa Kecamatan Limboto Eliyas Kau; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Mohammad Ervandi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10154

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan peternak sapi potong mengenai deteksi birahi dalam mendukung keberhasilan inseminasi buatan di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto. Aspek yang dikaji meliputi pemahaman tentang tanda-tanda birahi, waktu pengamatan, ketepatan pelaporan kepada inseminator, serta waktu pelaksanaan inseminasi buatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 peternak yang dipilih melalui purposive sampling dan simple random sampling berdasarkan kriteria memiliki sapi betina produktif, menggunakan ternak sebagai akseptor inseminasi buatan, dan bersedia menjadi responden. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berisi 15 pernyataan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor dan persentase, kemudian dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebesar 360 dengan persentase 72,73%, sehingga tingkat pengetahuan peternak berada pada kategori cukup. Peternak umumnya telah mengenali sebagian tanda birahi dan memahami pentingnya inseminasi buatan, tetapi masih terdapat kelemahan dalam menentukan waktu birahi, melakukan pengamatan secara teratur, dan melaporkan kondisi ternak secara tepat kepada inseminator. Temuan ini menegaskan perlunya penyuluhan berulang, demonstrasi lapangan, media visual, pencatatan reproduksi, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan karakteristik peternak. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan memperbaiki ketepatan waktu inseminasi, mengurangi kegagalan perkawinan, meningkatkan peluang kebuntingan, serta mendukung efisiensi reproduksi dan pengembangan populasi sapi potong secara berkelanjutan di wilayah penelitian, serta memperkuat layanan reproduksi ternak berbasis kebutuhan peternak setempat secara lebih terarah.
Co-Authors A. Hasan, Zuarni Abdul Rahman Gani Abu Muna Almaududi Ausat Aditya Djaini Adnani Adnani Agustinus Moonti Ahmad Junaidi Ahmad Syamsu Rijal S Ahmad Yani Amaludin, Moh. Baitullah Amina Intes Amruddin Amruddin, Amruddin Andriya Risdwiyanto Arafah, Muhammad Nur ARIEF SUDRAJAT Arief Sudrajat Arjang Arjang Arsyad, Silviana Azzaakiyyah, Hizbul Khootimah Bagu, Fitria S. Budi Sunarso Cakranegara, Pandu Adi Chatun, Sri Darmawan Listya Cahya Denny Bernardus Dewi Shinta Achmad Diawati, Prety Djibran, Moh Muchlis Djibran, Moh. Muchlis Dude, Suyono Dwinanda Bakari Echan Adam Eko Sutrisno Eko Sutrisno, Eko Eliyas Kau Emmy Hamidah Ervandi, Mohamad Fahrullah Fahrullah Fatma Sarie Fatmawati Fatmawati Fauzan Zakaria Firmansyah Firmansyah Fitriah S. Jamin Frans Sudirjo Frans Sudirjo Fristawati Uloli Gifari S Pratama Gomes, Lucio Marcel Gusti Rusmayadi Hakiman, Mansor Hamka Hendra Haipi Hertini, Etty Sri Ika Okhtora Angelia Imam Jayanto Imam Widodo Imam Widodo Indri Afriani Yasin Indri Afriyani Yasin Indrianti, Ayu Intes, Amina Irhamni Abdullah Irjanto, Bambang Ishak Korompot Ishak Korompot Iwan Harsono Judijanto, Loso Jufri Harun Jumriaty Maleba Kadek Yadnyano Karma Karma Koto, Arthur Gani Laiko, Rizal Susanto Lili Fadli Muhamad Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Ma'rifani Fitri Arisa Marjan, M Merita Ayu Indrianti Miskam Miskam Mislan Sihite, Mislan Mitra Musika Lubis Moh Muchlis Djibran Moh. Muchlis Djibran Mohamad Ilyas Abas Mohammad Ervandi Mokoginta, Meity M Muchlis Djibran Muh. Saleh Nurdin Muhamad, Lili Fadli Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Arief Azis Muhammad Hazmi Mustafa, Fahrina Nasaru, Yurni Ninik Sri Rahayu Wilujeng Ninik Sri Rahayu, Ninik Sri Novaria, Rachmawati Nurdin . Nurhayati Nurhayati Nurhikmah Paddiyatu Nurlia Ripo Nurwijayanti Ohara, Muammar Revnu Paddiyatu, Nurhikmah Prayoga Setiawan Putu Doddy Heka Ardana Rachmawati Novaria Rahmat Bano Rajib, Md. Mijanur Rahman Ramlan Pomolango Ramlan Pomolango Ratnawati Yuni Suryandari Riantin Hikmah Widi Riko Mersandro Permana Rival Rahman, Rival Rizal Susanto Laiko Sabalius Uhai Safruddin Safruddin Sari, Ade Risna Sarie, Fatma Satria Wati Pade Silvana Apriliani Siswanto Kusni Soelistianto, Farida Arinie Sri Chatun Sufa, Siska Armawati Suherlan Suherlan Sulandjari, Kuswarini Supriandi Supriandi Supriyanto Bahuwa Susan Mokoolang SUTRISNO Sutrisno Sutrisno SYAHRIAL SYAHRIAL Syamsu Rijal Syamsuri Muntalip Tahrayani Purnama Sari A.N Haming Talha Dangkua Talha Dangkua Terri Repi Trimulyono Trimulyono Tusaban, Tusaban Uloli, Fristawati Umi Salawati Utami, Cahyaning Rini Wahyu Sulistyo Wardani, Dini Tri Wawan Moh. R. Dien Wawan Pembengo Widiastuti Ardiansyah Widiyanto, Sigit Wily Mohammad Winarto Ramlan Wisnujatia, Nugrahini Susantinah Wiwid Widianto Yanto Yanto Yohan Yohan Yusriyah Atikah Gobel Yuyan Mahmud Zainal Arifin