Articles
PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI PRASEJARAH BAGI GURUGURU SMA KOTA SEMARANG
Karyono, Karyono
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menelaah tentang asal-usul dan perkembangan serta peranan masyarakat di masa lampau berdasarkan metode dan metodologi tertentu. Salah satu materi yang diajarkan dalam pelajaran sejarah adalah materi zaman praejarah. Zaman prasejarah merupakan babakan dalam sejarah yang diberikan kepada suatu periode ketika manusia belum menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu upaya pemahaman zaman prasejarah merupakan hal yang cukup sulit. Hal ini disebabkan rentangan waktu antara zaman prasejarah dengan zaman sekarang mencakup ribuan tahun. Untuk mengatasi kesulitan itu diperlukan suatu cara, salah satunya memanfaatkan koleksi museum. Dalam pelatihan di SMA 1 Semarang pada 3 September 2009 hadir 39 guru anggota MGMP Sejarah. Kegiatan itu menyimpulkan bahwa museum sangat tepat sebagai sarana untuk memperjelas materi prasejarah Indonesia, baik dengan mengunjungi museum maupun â€Âmembawa†museum ke dalam kelas.Kata kunci : museum, belajar, prasejarah.
PENGEMBANGAN HISTORY ROOM BERBASIS MEDIA VISUAL BERTEMA SEJARAH LOKAL SEMARANG DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Karyono, Karyono;
Suryadi, Andy
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpp.v33i2.9097
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengembangkan model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal di Kabupaten dan Kota Semarang. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Mengembangkan pengembangan prototype model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal pembelajaran sejarah; (2) prototype model dikembangkan menjadi model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal pada pembelajaran sejarah; (3) Menguji efektivitas model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal diterapkan dalam praksis pembelajaran. Luaran yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Prototype model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal; (2) Model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal; (3) Publikasi ilmiah terkait hasil penelitian dalam seminar dan jurnal terakreditasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan “Penelitian Pengembangan†(Research and Development). Dalam penelitian ini Research and Development dimanfaatkan untuk menghasilkan model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal. Pengembangan ruang sejarah merupakan satu hal yang dibutuhkan oleh guru sejarah. Ruang sejarah memberikan kesempatan bagi guru untuk memanfaatkan secara optimal media-media visual untuk pembelajaran sejarah. Ruang sejarah dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013. Melalui ruang sejarah pendekatan saintifik dalam pelajaran sejarah menjadi lebih mudah diimplementasikan. Pemanfaatan ruang sejarah memiliki beberapa manfaat. Pertama, ruang sejarah mampu menyediakan “rumah†bagi guru sejarah. Kedua, keberadaan ruang sejarah mampu membangun dam meemlihara atmosfer pembelajaran yang efektif. Ketiga, ruang sejarah mampu membuat pembelajaran sejarah lebih efektif. Keempat, ruang sejarah dapat menghemat waktu pembelajaran karena media dalam ruang sejarah telah tersedia dan dapat dimanfaatkan secara segera.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK
Hidayati, Farida;
Kaloeti, Dian Veronika Sakti;
Karyono, Karyono
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.021 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.9.1.
Ayah turut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan anak, pengalaman yang dialami bersama dengan ayah, akan mempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Walaupun penelitan tentang ayah terus meningkat selama tiga dekade, namun penelitian yang membahas tentang keluarga, lebih banyak difokuskan pada figur ibu (Roggman,dkk,2002). Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran deskriptif mengenai keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. dan dalam pengumpulan datanya mengunakan kuesioner berupa pertanyaan terbuka yang akan mengungkap pengasuhan ayah dari perspektif ayah itu sendiri. Sebanyak 100 orang laki-laki dewasa dan memiliki anak terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menggambarkan proses parenting yang melibatkan peran ayah (fathering). Tanggung jawab kebersamaan ayah dan ibu dalam menjalankan peran pengasuhan cukup tinggi, karena 86% responden menyatakan bahwa pengasuhan anak adalah tugas bersama. Temuan mengenai rata-rata waktu yang digunakan ayah dalam berinteraksi dengan anak adalah 6 jam. Secara kuantitas dapat dikatakan bahwa waktu ayah bersama anak cukup memadai untuk melakukan aktifitas bersama dengan anak. Salah satu peran penting ayah di keluarga adalah economic provider, sehingga di hari libur kerja beberapa masih melakukan aktifitas untuk mencari nafkah dengan kerja sampingan.Kata kunci: peran ayah, pengasuhan anak
GAMBARAN PSIKOLOGIS INDIVIDU DENGAN KECENDERUNGAN KLEPTOMANIA
Prabowo, Bangkit Ary;
Karyono, Karyono
Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.586 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.13.2.163-169
AbstractKleptomania is the inability to refrain from the urge to steal items and is done for reasons other than personal use or financial gain. Alternatively, some of the main characteristics of the disorder, which consist of recurring intrusion feelings, an inability to resist the urge to steal, and a release of pressure following the theft, suggest that kleptomania could be an obsessive-compulsive spectrum disorder. Persons diagnosed with kleptomania usually gain satisfaction after his stolen activity was done. This study is a qualitative-phenomenological study. Two men involved in the study; both subjects had been encountered an impulse disorder for years. The results showed that both subjects made plans before they stole things. They had an ego defense mechanism against kleptomania impulse that emerged when there are external and internal factors that weaken their wishes. Subject who has a good ego defense mechanism, have a strong will to recover; however, subject who has a weak ego defense mechanism will have a weak will to recover.
PENGARUH RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY (REBT) DALAM MENURUNKAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA DEPAN PADA PENYALAHGUNA NAPZA DI PANTI REHABILITASI
Siburian, Evi;
Karyono, Karyono;
Kaloeti, Dian Sakti
Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.489 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.7.1.40-49
Abuse of Narcotic Drugs, Psychotropic and Addictive Substance (NAPZA) can be caused by anxiety which is not normally owned by individuals. One type of anxiety is the future anxiety. Methods of handling future anxiety in this research are Rational emotive behavioral therapy (REBT). REBT is given by provide material about future anxiety, understand and change the irrational beliefs. The current study aims to determine the effect of REBT in reducing future anxiety of drug abuse in rehab. Research subject are drugs abuser who is undergoing drug rehabilitation program in Nursing Home Pamardi Putra Mandiri and has future anxiety score in the high category (minimum score 89). The design of the study is the single case of ABA design. The gathering of data was performed by using Facing the Future Anxiety Scale, interviews, and home tasks. The results of hypothesis testing that were done by visual analysis graphs of future anxiety and qualitative analysis showed that REBT programs had the effect to reduce future anxiety. The pattern of change varied between one subject with another subject. The results of follow-up showed that the results, which were obtained by the subject were affected by the commitment and consistency in applying the materials provided on the subject.Keywords : future anxiety, drugs abuse, anxiety
STRATEGI PENANGGULANGAN (COPING) PADA IBU YANG MENGALAMI POSTPARTUM BLUES DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG
Rahmandani, Amalia;
Karyono, Karyono;
Dewi, Endah Kumala
Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.194 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.5.1.
Postpartum blues muncul ketika seorang ibu tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap perubahan pola kehidupan akibat kehamilan dan proses kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. Penelitian ini penting karena postpartum blues, yang dikenal sebagai bentuk depresi tingkat ringan, dapat berkembang menjadi depresi postpartum bila tidak tertangani dengan baik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologis. Tiga subjek yang mengalami postpartum blues diperoleh dari RSUD Kota Semarang. Metode pengumpulan data yang dilakukan tidak hanya wawancara mendalam dan pengamatan, tetapi juga rekaman medis dan hasil pengisian The Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya postpartum blues melibatkan faktor-faktor biopsikososial sebelum dan setelah bersalin. Penilaian kognitif sangat berperan sepanjang perjalanan postpartum blues untuk mengenali sumber-sumber yang dimiliki. Terdapat dua strategi yang digunakan oleh subjek. Strategi yang berfokus pada emosi dan yang berfokus pada masalah digunakan secara bergantian atau bersamaan sehingga subjek terhindar dari krisis lebih lanjut. Keberhasilan penanggulangan terhadap postpartum blues dipengaruhi pula oleh faktor biopsikososial pelindung. Faktor biopsikososial akan membedakan pemaknaan pengalaman postpartum blues dan penggunaan strategi penanggulangan antara subjek yang satu dengan yang lain. Â Kata Kunci: postpartum blues, strategi penanggulangan (coping).
KEBERMAKNAAN HIDUP MANTAN PUNKERS
Argo, Abi Risa Bayu;
Karyono, Karyono;
Kristiana, Ika Febrian
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.666 KB)
|
DOI: 10.14710/jpu.13.1.93-101
AbstractThe meaning in life is considered as an essential, truthful, and valuable thing for a person that deserved to be the goals in life. This study aims to describe and understand the meaning in life of ex punkers. A qualitative phenomenological approach was used in this study. Data were collected using depth interview and observation.Two subjects participated in the study and were approached using a typical purposive sampling. Findings showed that the meaning in life of these ex punkers were determined by the life before they joined punk, the life within punk communities, and the life after they left punk communities. From all the process they had gone through, there were similarities within the two subjects. They believed that life should be beneficial to others, one should be willing to share with others and to be respectful to others, and to honor solidarity and caring to others. The meaning in life of both subjects was derived from creative values as well as experiential values.
Penyetaraan Nilai Viskositas terhadap Indeks Bias pada Zat Cair Bening
Eka Jati, Bambang Murdaka;
Karyono, Karyono;
Supriyatin, Supriyatin
BERKALA FISIKA Vol 13, No 4 (2010): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.735 KB)
The research to find out of the relation between viscosity of the liquid (using Viscosimeter Ostwald) to their indeks of refraction (using ABEE refractometer) have been done. It has been chossed the solution of sugar and also solution of salt, at some percentage of concentration (shown on that density variation), and measured their viscosity. Then, those solutions are measured their indeks of refraction. After that, it would be found the relation between their viscosity to their indeks of refraction. The conclusion, it could be found quite linearly graph of viscosity to indeks of refraction of sugar and salt solution for 10 up to 100% in concentration. This relation depends on kind of solution. Â Key words: viscosity, indeks of refraction, transparent liquid
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHAPADA MAHASISWA D III JURUSAN TEKNIK KIMIAUNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Sujatmoko, Mega Bagus;
Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program D III lebih banyak mengembangkan skill dengan memberikan praktik lebih banyak sehingga menjadikan mahasiswa lulusan D III menjadi tenaga kerja mandiri yang berkualitas dalam dunia usaha atau industri.Untuk mewujudkannya jurusan D III Teknik Kimia setiap waktunya berusaha meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing dalam dunia kerja,dengan membekali mahasiswanya kemampuan berbahasa inggris,komputer,dan bidang kewirausahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan motivasi berwirausaha pada mahasiswa D III jurusanTeknik Kimia UNDIP.Karakteristik sampel pada penelitianini adalah mahasiswa D III Teknik Kimia UNDIP angkatan 2012  yang masih aktif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 63 mahasiswa, diambil dengan menggunakan cluster random sampling.Alatukur penelitian yang digunakan adalah Skala Motivasi Berwirausaha dengan 22 aitem (α =0,858) dan Skala Self Efficacy dengan jumlah 26 aitem (α = 0,920 ).Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik parametrik, teknik regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,710, dengan p = 0,000.Hasil analisis menyatakan bahwa hipotesis diterima. Hasiltersebut menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi berwirausaha dengan self efficacy.Semakin tinggi self efficacy individu maka semakin tinggi pula motivasi dalam berwirausaha, demikian juga sebaliknya. Variabelself efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar50,4% sedangkan sisanya sebesar 49,6% lainya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
THE MEANING OF WORK TOWARDS MOTHER WHO HAS AUTISTIC CHILD
Saputra, Anoldy Agus;
Karyono, Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.743 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7499
This research was aimed to find out and to comprehend the meaning of work on mother who has autistic child. This research used a qualitative method by using phenomenological approach in specific. The data collecting was accomplished by means of in-depth interview towards three career mothers who have autistic child. The data analysis used in this study was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).The research result indicated that the reason of all subjects to be a career mother although they have autistic child was economic factor, namely for family prosperity and be autonomous in economical aspect. The consequences which were resulted from subjects’ decision who kept working could be minimized due to the support from family and the office policy. The subjects felt the benefit by becoming a career mother, which is fulfilling the needs of autistic child and be autonomous in financial side. However, the other subjects accepted different benefit that is having worthwhile knowledge for society.