Articles
KOLABORASI NILAI KEWARGANEGARAAN DAN PRAKTIK MANAJERIAL DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF ANYAMAN BAMBU DI DESA SUKOLILO KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN
Septiawati, Sofia Tri;
Kuswanto, Kuswanto;
Nurdiana, Ratna;
Youhanita, Ety;
Syafi’i, Imam
JANAKA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KEWIRAUSAHAAN INDONESIA Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT DAN KEWIRAUSAHAAN INDONESIA
Publisher : STIE Atma Bhakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36600/janaka.v6i1.455
Salah satu kearifan budaya lokal di Desa Sukolilo adalah berupa Anyaman Bambu. Anyaman bambu yang dihasilkan di desa Sukolilo berupa caping kipas dan kaluh. Yang mana salah satu produk anyaman yang menjadi khas desa Sukolilo yaitu caping yang mana ukuran diamaternya bisa mencapai hingga 1 meter, bisa melebar dan berbentuk lebih kerucut. Nilai-nilai kewarganegaraan seperti gotong royong, partisipasi warga, serta rasa kepemilikan terhadap produk lokal, yang nantinya mampu membentuk solidaritas sosial dan meningkatkan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah desa, serta pemuda di desa Sukolilo. Sehingga dapat membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan di desa Sukolilo. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat Desa Sukolilo, agar nantinya ada koloborasi nilai kewarganegaraan dalam pengembangan industry kreatif berupa inovasi-inovasi baru dalam produk anyaman bambu dan bisa menjadi barang yang bernilai jual tinggi, manfaat kegiatan pelatihan ini nantinya dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas perekonomian masyarakat di desa Sukolilo. Pelatihan ini dilaksanakan dengan cara diskusi dan pelatihan secara langsung. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, menunjukkan pemahaman mereka tentang bagaimana kolaborasi nilai kewarganegaraan dan praktik manajerial dalam pengembangan industri kreatif anyaman bambu, dengan mengkreasikan anyaman bambu yang sudah ada ke dalam bentuk produk lain yaitu tempat hantaran untuk pernikahan dan tas untuk parcel batik yang dihasilkan dari mereka secara mandiri produk baru anyaman bambu tersebut.
Evaluation of Journal Management Through Dialogic Communication: A Content Analysis of Agrivita International Journal of Agricultural Science Website
Wahyuni, Silvia Santi;
Kriyantono, Rachmat;
Safitri, Reza;
Kuswanto, Kuswanto
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 47, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17503/agrivita.v47i3.4918
The paper was intended to measure the website of Agrivita Journalin the implementation of dialogic communication features. Thesecommunicative features indicate the management capability in thedigital-based scientific journal process. The content analysis wasemployed, utilizing 31 dialogic communication features that five codersevaluated as the assessment instrument. The Intraclass CorrelationCoefficient (ICC) approach was used to measure inter-rater reliability,and a composite index was used to assess the implementation strengthof each feature. The results showed that the ICC calculation based on thetwo-way random effects model and absolute agreement was consideredreliable. ICC values of features such as the layout of the Agrivitawebsite, the publisher profile page, and visitor statistics were scored1.00, indicating that the respective features perform an exceptional andconsistent execution in facilitating effective bidirectional communication.Meanwhile, minimal ratings resulted from features like the FAQ page,referring to the lack of information transparency and participation fromwebsite users. This study also indicated that improving interactive andinformative elements on the website is substantial to induce higherparticipation from the scientific users. Moreover, the study also pointedout that the evaluation conducted by journal management shouldinclude principles of dialogic communication as a strategic referenceto enhance governance quality and achieve international indexing.
HUMANISASI PENDIDIKAN SEBAGAI AKTUALISASI KONSEP KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PAUD
Sya'baniah, Anisa Hafsah;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 10 No 1 (2025): Juli: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v10i1.3712
Humanization of education is to humanize humanity by means of education, in this concept education seeks to develop all abilities and potentials that each student has by accepting the differences that each student has. Early Childhood Education commonly called PAUD is education that facilitates children aged 0 - 6 years. At this time children are very easy to remember things. According to Ki Hajar Dewantara, early childhood is a very active child and has a lot of potential that must be developed. By implementing early humanization education based on Ki Hajar Dewantara's theory, it is expected to improve the quality of education in Indonesia. Using the soul, based on creativity, taste and intention. In addition, humanization of education can improve morale, religion and manners not only learning. This discussion was raised so that the humanization of education in Indonesia that was sparked by the Father of Indonesian Education could run as it should and produce superior individuals with their own potential. The research method used is a qualitative method. The approach taken is descriptive analysis and literary studies from various sources ABSTRAKHumanisasi pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan cara pendidikan, pada konsep ini pendidikan berusaha untuk mengembangkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dengan menerima perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik. Pendidikan Anak Usia Dini biasa disebut PAUD adalah pendidikan yang memfasilitasi anak berusia 0 - 6 tahun. Pada masa ini anak sangat mudah dalam mengingat sesuatu. Menurut Ki Hajar Dewantara anak usia dini adalah anak yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan menerapkan pendidikan humanisasi sejak dini berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Memakai jiwa, berdasarkan cipta, rasa dan karsa. Selain itu, humanisasi pendidikan dapat meningkatkan moral, agama dan sopan santun tidak hanya pembelajaran saja. Pembahasan ini diangkat agar humanisasi pendidikan di Indonesia yang dicetuskan  oleh Bapak Pendidikan Indonesia dapat berjalan sebagai mana mestinya dan menghasilkan individu – individu yang unggul dengan potensi yang dimiliki masing- masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif analisis dan studi literarur dari berbagai sumber
MENCIPTAKAN TENAGA PENDIDIK PAUD YANG BERKOMPETEN SEJALAN DENGAN TEORI KI HAJAR DEWANTARA
Fauziyyah, Nida Salma;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3716
The study was conducted to determine and analyze more deeply by finding the relevance of the theories by Ki Hajar Dewantara to produce competent PAUD educators, especially in Indonesia. This study used a qualitative method or a descriptive approach. The theories or basic discussion was obtained from the results of literature studies from various sources, such as journals, books, and articles. Then, the results were obtained that the theories of Ki Hajar Dewantara’s thoughts, including the among system and its 3 mottoes are still very relevant to be applied in the education circumstances today. It is considering that these theories actually make the learning process as an effort to humanize humans. The teacher’s competence as intended by the theory is considered ideal to be applied by PAUD teachers at this time. By understanding the theory, it is expected to improve the competence of PAUD teachers, given the success of the education world in the past. Therefore, PAUD teachers nowadays have many demands to be able to always be professional with awareness to further improve their pedagogical competencies, in order to produce competent students as well. Thus, it is necessary to have competence and experience that is qualified and able to realize the theories of Ki Hajar Dewantara when teaching.                                        ABSTRAKPenelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam dengan mencari relevansi akan teori-teori dari Ki Hajar Dewantara demi menciptakan tenaga pendidik PAUD yang berkompeten khususnya di negara Indonesia sendiri. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau pendekatan secara deskriptif.  Yang mana teori ataupun dasar pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dari berbagai sumber  seperti jurnal, buku dan artikel. Kemudian diperoleh hasil bahwa teori  dari hasil pemikira Ki Hajar Dewantara yaitu sistem among dan 3 semboyannya masih sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini. Mengingat teori - teori tersebut benar - benar menjadikan proses belajar sebagai upaya memanusiakan manusia. Kompetensi guru yang dimaksudkan oleh teori tersebut dirasa ideal untuk diaplikasikan oleh guru PAUD masa kini. Dengan memahami teori tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dari guru PAUD, mengingat akan keberhasilan dunia pendidikan terdahulu. Oleh karena itu, guru PAUD masa kini memiliki banyak tuntutan untuk dapat senantiasa profesional dengan kesadaran untuk semakin meningkatkan kompetensi pedagogiknya, demi menciptakan peserta didik yang berkompeten pula. Maka perlu memiliki kompetensi serta pengalaman yang mumpuni dan mampu merealisasikan teori dari Ki Hajar Dewantara ketika mengajar.
RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER KI HAJAR DEWANTARA DENGAN PAUD DI INDONESIA
Rizkina, Van Biaila;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i2.3719
This research aims to determine the relationship between the character education theory of Ki Hajar Dewantara on early childhood education in Indonesia. This research uses qualitative research methods by comparing several sources related to the title of this article. The approach uses analytical descriptive based literary studies. Ki Hajar Dewantara is one of the Indonesian education figures who make character education as a concept in education. Early childhood education was the earliest stage of the birth and growing characteristics of a child. Ki Hajar Dewantara implements character education in early childhood education by carrying the concept of "Tri Education Center" in three wards, namely family, school, and community. In addition, Ki Hajar Dewantara Applied "System Among" and "Tutwuri Handayani" in character education that must be performed by educators in schools. In the concept, Ki Hajar Dewantara intends that character education in early childhood education should be able to liberate the learners according they own age but not as well as from the watch care of teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teori pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan membandingkan beberapa sumber yang berkaitan dengan judul artikel ini. Pendekatan menggunakan deskriptif analitis berdasarkan studi literatur. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang menjadikan pendidikan karakter sebagai konsep dalam pendidikan. Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal dari lahir dan berkembangnya karakteristik seorang anak. Ki Hajar Dewantara mengimplementasikan pendidikan karakter pada pendidikan anak usia dini dengan mengusung konsep “Tri Pusat Pendidikan†dalam tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu, Ki Hajar Dewantara menerapkan “Sistem Among†dan “Tutwuri Handayani†dalam pendidikan karakter yang harus dilakukan oleh para pendidik di sekolah. Dalam konsepnya tersebut, Ki Hajar Dewantara bermaksud bahwa pendidikan karakter dalam pendidikan anak usia dini pelaksanaannya harus dapat membebaskan peserta didik sesuai kemauannya tetapi tidak terlelepas juga dari pantauan guru sebagai pendidik.
PARADIGMA JOHN LOCKE TERJADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI ERA MILENIAL
Triandini, Septi;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3726
The development of education for early childhood is an attempt to make changes to the thinking of society towards education, many people say that education is important but not all people know that the cost of education is not too expensive. An educational development for young children is an initial development gate for the progress of the nation through the nation's next generation. With this in order to achieve an educational goal in early childhood develops six aspects of development aspects such as aspects of norms and religion, physical aspects of motoric, cognitive aspects, social emotional aspects and aspects of language and dance. Efforts are being made to further develop education for early childhood, namely by the harmony of teachers or teachers with the position of parents at home, by giving responsibilities to parents to participate in teaching children at home, there will be a change in future education. . The subject of this study is emphasized more towards early childhood learning efforts in the home environment so that children do not only learn in the school environment.ABSTRAKPerkembangan pendidikan bagi usia dini merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan terhadap pemikiran masyarakat terhadap pendidikan, banyak masyarakat mengakatan jika pendidikan itu penting namun tidak semua masyarakat tahu bahwa biaya pendidikan itu tidak terlalu mahal. Suatu perkembangan pendidikan bagi anak usia dini meruapakan sebuah awal gerbang perkembangan bagi kemjuan bangsa melalu generasi penerus bangsa. Dengan hal ini untuk mecapai suatu tujuan pendidikan pada anak usia dini ini mengembangakan enam aspek aspek pekembangan seperti, aspek norma dan agama, aspek fisik motorik, aspek kognitif, aspek sosial emosional dan aspek Bahasa dan tari. Upaya yang di lakukan untu lebih mengembangkan pendidikan bagi anak usia dini ini yaitu dengan adanya keselarasan terhadap pengajar atau guru dengan kedudukan orang tua di rumah, dengan memberikan tanggung jawab terhadap orang tua untuk ikut serta mengajarkan anak di rumah maka akan terjadilah suatu perubahan bagi pendidikan kedepannya. Subjeke penelitian ini lebih di tekankan terhadap upaya pembelajaran anak usia dini di lingkungan rumah sehingga anak tidak hanya belajar di lingkungan sekolah. Â
PELATIHAN PENERAPAN APLIKASI KIDS NOTE SEBAGAI BUKU PENGHUBUNG DIGITAL DI SEKOLAH
Yuniarti, Ana Rahma;
Agustini, Devi Aprianti Rimadhani;
Sutedy, Wirmanto;
Kuswanto, Kuswanto;
Nurdiansyah, Naufal;
Cendekia, Aulia Putri;
Daniswara, Bhima Arya
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/charity.v6i1a.5905
Berdasarkan instruksi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (BAN-PAUD), salah alat yang harus disediakan oleh pihak sekolah adalah Buku Penghubung, sebagai media untuk monitoring dan pelaporan tumbuh kembang siswa kepada orang tuanya. Sekolah Alam Gaharu (SAG) Bandung telah menggunakan Buku Penghubung, namun sistemnya masih tergolong konvensional. Pada sistem konvensional ini ditemukan permasalahan-permasalahan yang mengakibatkan ketidakselarasan antara wali murid dan guru/fasilitator kelas dalam hal monitoring tumbuh kembang anak, seperti: buku yang rentan rusak atau hilang, kurang privasi, tidak real-time dan tidak dapat mengakomodasi file foto/video kegiatan. Dengan kemajuan teknologi pada era sekarang, memungkinkan dilakukan transformasi buku penghubung berbasis kertas menjadi bentuk aplikasi digital berbasis website maupun Android/iOS. Untuk itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dikenalkan sebuah aplikasi Buku Penghubung Digital bernama Kids Note. Pelatihan diberikan kepada 50 peserta yang terdiri dari orang tua/wali murid dan guru/fasilitator di Sekolah Alam Gaharu. Berdasarkan survei yang dibagikan pasca kegiatan, didapatkan hasil bahwa 84% peserta memahami cara penggunaan aplikasi Kids Note dan 92% diantaranya menyatakan aplikasi Kids Note mampu mengakomodasi kebutuhan monitoring dan pelaporan tumbuh kembang anak di SAG.
Tingkat Stres Hubungannya dengan Kejadian Obesitas Penderita Hipertensi
Dian Anisia Widyaningrum;
Kuswanto Kuswanto;
Dika Lukitaningtyas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7378
Excessive stress and obesity are factors that cause hypertension that are often not realized, poor psychological conditions and lifestyle patterns that are full of stressors will risk the impact of hypertension problems, if left untreated this disease can interfere with the function of other organs, such as the heart and kidneys. This study aims to determine whether stress levels are related to the incidence of obesity in people with hypertension. This study used a cross-sectional bivariate analysis method with a chi-square statistical test (Contingency Coefficient) with a sample of 55 respondents, the sampling technique used purposive sampling with the criteria of respondents who suffered from hypertension. The results showed that the stress level of most respondents experienced moderate stress as many as 28 people (50.9%) and most were obese as many as 34 people (61.8%). There is a relationship between stress levels and the incidence of obesity in people with hypertension with a p-value = 0.003 <α = 0.05. This condition can be followed up with efforts by health workers to provide education to people with hypertension in managing stress, dealing with emotions, and maintaining mental health as well as diet and exercise in achieving sustainable weight control. Thus, when stress and obesity are well managed, it will reduce the risk of hypertension recurrence in respondents.
Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Penyakit Periodontal pada Masyarakat
Kuswanto, Kuswanto;
Haryono, Deddi;
Igayanti, Isna Bayin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3322
Kesehatan gigi dan mulutt adalah bagian penting dari kesehatan umum. Kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak yang negatif pada perkembangan, kualitas hidup , kebersihan gigi dan mulut menyebabkan adanya kalkulus serta peradangan pada gusi sehingga menyebabkan penyakit periodental. Keberhasilan menjaga kesehatan gigi dan mulut bisa juga tergantung pada pengetahuan masyarakat sekitar. Data Riskesdas ( Riset Kesehatan Daerah) 2018 menunjukkan presentasi kasus periodental di Inodnesia sebesar 74,1 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadin periodental di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan desain Cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah menggunakan probalitik sampling yaitu dengan menggunakan metode Simple Random Sampling yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi. Jumlah seluruh sampel 76 orang. Hasil Analisa dengan menggunakan uji statistic Chi Square dengan progam SPPS didapatkan p= 0,00 maka Ho ditolak H1 diterima, yang berarti ada hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian penyakit periodental di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.
Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII MTsN 1 Sidoarjo Sebelum dan Sesudah Penerapan Media Pembelajaran ICT
Khoirunnabila, Azza Ilma Khoirunnabila;
Oksanda, Rizka Amalia;
Indayati, Tatik;
Kuswanto, Kuswanto
Inspirasi : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1 No 1 (2024): Sejarah Bangsa sebagai Pilar Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Yayasan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69836/inspirasi-jpk.v1i1.55
Learning media is one of the most important factors in determining the success of the learning process. This study aims to determine the difference in learning outcomes of seventh grade students of MTs Negeri 1 Sidoarjo before and after implementing ICT learning media. The type of approach in this research is a quantitative approach with an experimental type using data collection techniques through pre-test and post-test. This study uses a One-Group Pretest-Posttest Design which is implemented only on one randomly selected group and no stability test is also done to clarify the condition of the group before being given treatment. The results of the research were analyzed using non-parametric tests, namely the Wilcoxon test, which produced a significance value of 0.001, which is smaller than 0.05. This shows that there is an increase between the pretest and posttest scores, which means there is a difference in student learning outcomes before and after using learning media.