p-Index From 2021 - 2026
15.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha JIK Jurnal Ilmu Komputer ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-'Adalah Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam JURNAL ISTINBATH OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal FishtecH JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Mazahib Jurnal Moral Kemasyarakatan Sawala : Jurnal Administrasi Negara SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI At-Tafkir International Journal of Supply Chain Management SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Ruhama : Islamic Education Journal Justisia Ekonomika Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Jurnal Bisnis Tani Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan DIALEKTIKA AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences ASANKA: Journal of Social Science And Education Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Kansasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Keadilan Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Poros Onim Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan (JIWPP) BIOCHEPHY: Journal of Science Education Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah Jurnal Bluefin Fisheries El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law AS-SIYASI JOURNAL OF CONSTITUTIONAL LAW Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jambura Journal Civic Education Jurnal Profesi Pendidikan (JPP) Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Nuris Journal of Education and Islamic Studies Adabuna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran JIMPI: Jurnal Inovatif Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Melior : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Lucerna : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS) Pelita: Jurnal Studi Islam Mahasiswa UII Dalwa Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Journal of Education, Linguistics, Literature, and Art Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Keadilan Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Maharot : Journal of Islamic Education Macca: Science-Edu Journal Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Journal of Linguistics and Social Studies Jurnal Mesin Sains Terapan FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Ameena Journal Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam PESHUM Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Tarbiyatuna Global Economics: International Journal of Economic, Social and Development Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

KONTEKSTUALISASIKONSEP MASLAHAT AT-ṬŪFI DALAM PENGEMBANGANPEMIKIRAN HUKUM ISLAM Maimun, Maimun
ASAS Vol. 9 No. 2 (2017): Asas, Vol. 09, No. 2 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v9i2.3243

Abstract

Najmuddin at-Ţūfi al-Hanbali (w. 716 H) seorang mujtahid dan mujaddid kontroversial di mata ulama konvensional dan kontemporer yang berpikiran konstruktif, enovatif, radikal, dan liberal yang berani membongkar kemapanan hukum Islam, kebiasaan yang sudah melembaga (al-‘ādah), dan membongkar kemaslahatan dari cengkraman nas.  Kontribusi orisinalitas pemikiran metodologi hukum Islam-nya adalah konsep maslahat, yang dalam praktik istinbāṭ hukumnya dikenal dengan “mendahulukan maslahat atas nas dan ijmak”. Teorinya ini dibangun berdasarkan hadis Nabi “lāḍarar walāḍirār”,  sekaligus ia jadikan sebagai kaidah universal (al-qawā’id al-kulliyyah). Eksistensi akal (ra’y) ia posisikan sebagai landasan maslahat yang independen tanpa konfirmasi nas. Dan di era globalisasi kehidupan modern saat ini, konsep maslahat dipandang relevan untuk menjadi pijakan pengembangan pemikiran hukum Islam.Kata Kunci: maslahat, kontroversi, pengembangan hukum Islam.
REKONSTRUKSI KONSEP IJMAK DALAM BERIJTIHAD DI ERA MODERN Maimun, Maimun
ASAS Vol. 10 No. 01 (2018): Jurnal Asas
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v10i01.3261

Abstract

Dalam teori hukum Islam (uṣūl al-fiqh), ijmak (ijmā’) sebagai sumber hukum ketiga sesudah al-Qur’an dan sunnah (hadis). Pada masa mażhab-mażhab hukum awal, posisi ijmak pada urutas keempat. Terjadi pergeseran posisi setelah memasuki periode Imām asy-Syāfi’i, dan diperkuat lagi pada periode klasik, fungsi dan kedudukan ijmak menjadi statis, rigid, formal, final, tidak prospektif ke masa depan, dan tidak memungkinkan terjadi ijmak di masa-masa yang akan datang.  Permasalahannya adalah, perlukah konsep ijmak yang telah dikonstruksi oleh para ahli hukum konvensional direkonstruksi di era modern ini dengan tujuan agar mampu menjawab berbagai kasus hukum baru yang mengemuka, dan model ijmak yang bagaimanakah yang diperlukan dalam konteks ijtihad di era modern.? Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang bersifat normatif doktriner, dengan sumber datanya literer, yang mengkaji dan menganalisis konsep ijmak dalam teori hukum Islam menuju rekonstruksi dan pembaruan uṣūl al-fiqh, dengan metode dan teknik content analysis, interpretatif, dan holistik.Temuan penelitian ini: (1) Konsep ijmakpada masa mażhab-mażhab hukum awal merupakan prinsip jastifikasi untuk menyatakan keabsahan berbagai pendapat yang berbeda, sebagai upaya mencari titik temu dan bersepakat dalam menetapkan hukum syar’i. Al-Qur’ān dan sunnah sebagai dalil yang mencipta, sedangkan kiyas, ijmak, dan yang lainnya sebagai dalil yang menyingkap dalam menemukan hukum. (2) Konsep Ijmakpada awalnya sesuatu yang dinamis dan terjadi hubungan integratif yang harmonis antara sunnah-ijtihād-ijmak, tetapi setelah periode asy-Syāfi’i, ijmak berubah dan bergeser menjadi statis, formal, tidak prospektif ke masa depan, obyek kajian sangat terbatas, dan ijmak hanya memungkinkan terjadi di masa sahabat, ke depan tidak mungkin terjadi. Lebih diperparah lagi pada periode klasik, ijmak menjadi sesuatu yang sudah final, dan tidak bisa diubah hingga “pintu ijtihad tertutup”, konformitas berkembang dan fanatik mażhab. (3) Model ijmak yang diperlukan di era modern ini adalah ijmak demokratis yang diorganisir dalam bentuk lembaga legislatif tingkat nasional dan internasional. Lembaga-lembaga ini dibutuhkan untuk mengakomodasi berbagai kepentingan dan kesepakatan di setiap negara bangsa, dan dunia internasional untuk membahas isu-isu krusial internasional, seperti problem kemanusiaan, HAM, keadilan, ekonomi, dan terorisme dengan tanpa memandang latarbelakang etnis, ras, agama dan budaya, yang penting bersama-sama memiliki komitmen terhadap perbaikan hidup manusia di dunia internasional. Dan hasil-hasil ijmakformal dan non formal tersebut pada saatnya bisa diubah kembali sejalan dengan perkembangan situasi dan kondisi zaman modern.Kata Kunci: Ijmak, rekonstruksi, ijtihad, era modern
KONSEP MASᾹLIK AL-‘ILLAH MENURUT AL-GAZALI (Studi Terhadap al-Mustaṣfā min ‘Ilm al-Uṣῡl) Maimun, Maimun
ASAS Vol. 10 No. 02 (2018): Jurnal Asas
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v10i02.4528

Abstract

Masālik al-‘illah merupakan prosedur pencarian dan penemuan ‘illah dalam konteks istinbāṭ al-ahkām yang menjadi kata kunci ada dan tidaknya hukum. Al-Gazāli seorang mujtahid dan mujaddid pakar dalam bidang ilmu uṣῡl al-fiqh ternyata mempunyai konsep masālik al-‘illah yang menarik untuk dijadikan pijakan bagi siapapun yang akan melakukan ijtihad, terutama ketika seorang mujtahid dihadapkan dalam problematika hukum baru yang ta’lil al-ahkām-nya tidak ditegaskan dalam teks-teks al-Qur’ān dan sunnah. Maka solusinya mujtahid mesti mencari ‘illah-‘illah itu, baik yang berada di dalam teks, di balik teks maupun yang berada di luar teks.Kata Kunci: Mujtahid, masālik, ‘Illah hukum, dan istinbāṭ hukum.
APLIKASI MAQᾹṢID ASY-SYARI’AH TERHADAP REKONSTRUKSI MAKNA NAFQAH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM KONTEMPORER Maimun, Maimun
ASAS Vol. 11 No. 2 (2019): : Asas, Vol. 11, No. 02 Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v11i2.5595

Abstract

Dalam hukum keluarga Islam kontemporer, suami memberikan nafkah kepada isteri merupakan  kewajiban sebagai konsekuensi terjadi akad nikah. Kadar dan jumlah nafkah yang mesti diberikan kepada isteri secara teoritis-normatif tidak disebutkan secara eksplisit. Karena itu, berdasarkan aplikasi maqāṣid asy-syari’ah pemaknaan pada kata “nafkah” harus direkonstruksi dan dikontektualisasikan dengan problem nafkah dalam kehidupan rumah tangga di zaman now, meskipun suami dan isteri mempunyai tugas dan peran masing-masing. Jika kewajiban itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka kehidupan rumah tangga harmonis dapat diwujudkan dengan baik pula.Kata Kunci: Maqāṣid asy-syari’ah, Rekonstruksi, Makna Nafkah
RELASI SADD AŻ-ŻARI’AH DENGAN MAQᾹṢID ASY-SYARI’AH: APLIKASINYA DALAM PENETAPAN HUKUM PADA KASUS-KASUS FIKIH KONTEMPORER Maimun, Maimun; M. Darwadi MR, M. Darwadi MR
ASAS Vol. 12 No. 01 (2020): Asas, Vol. 12, No. 01 Juli 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v12i01.6923

Abstract

Metodologi pemahaman hukum Islam (uṣῡl al-fiqh) menjadi perangkat penting bagi mujtahid dalam konteks penggalian dan penetapan hukum dari problematika kasus-kasus hukum fiqh kontemporer yang terjadi. Untuk memenuhi prosesing istinbāṭ al-ahkām tersebut, maka salah satu sarananya adalah sadd az-żari’ah sebagai metode penetapan hukum. Metode ini erat kaitannya dengan maqāṣid asy-syari’ah, karena stresing tujuannya adalah sama-sama mewujudkan kemaslahatan umat manusia dengan berupaya mengantisipasi kemafsadatan dan meraih kemaslahatan. Di era globalisasi dan digitalisasi teknologi modern saat ini, sadd az-żari’ah di kalangan para mujtahidin menjadi salah satu alternatif pilihan bagi solusi penetapan hukumfiqh kontemporer.Kata Kunci: Sadd aż-żari’ah, maqāṣid asy-syari’ah, hukum fiqh kontemporer.
PENGELOLAAN ZAKAT PROFESI DALAM PERSPEKTIF TEORITIS DAN APLIKATIF Maimun, Maimun
ASAS Vol. 7 No. 2 (2015): Asas, Vol. 7, No. 2, Juni 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v7i2.12866

Abstract

Zakat profesi merupakan kewajiban zakat bagi kalangan profesional terhadap hasil usaha profesinya seperti Aparatur Abdi Negara, pegawai swasta, dokter spesialis, konsultan, pengacara, dan lain-lain yang dibayarkan pada setiap bulan (ta‟jil az-zakah) tanpa menunggu jedah waktu genap satu tahun (al-haul), sebesar dua setengah prosen. Hasil usaha profesi tersebut dibayarkan dari hasil akumulasi pendapatannya dengan tidak dikurangi dari kebutuhan rumah tangga keluarganya. Dana zakat dimaksud setelah terkumpul pada suatu badan/lembaga boleh dikelola dan didayagunakan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
The Implementation Of The 'Urf And Its Implications On The Determination Of Contemporary Sharia Economic Law Maimun, Maimun; Kurniati, Herlina; Muflihah, Lilih
ASAS Vol. 14 No. 02 (2022): Asas, Vol. 14, No. 02 Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v14i02.13924

Abstract

The study aims to apply 'urf as the tool to view the problems of contemporary shari'ah economic law and its implications on the legal determination of shari'ah economic law cases. This research used qualitative library methods which is a means of understanding and exploring the meaning of what happens to various individuals or groups, originating from humanitarian or social problems. Based on the research results, it can be concluded that business practices in the current era of free market globalization are a challenge for legal practitioners who are active in carrying out the constant ijtihad to develop thoughts on shari'ah economic law, in addition to trying to reconstruct the principles of economic law, actualize and contextualize in various contemporary shari'ah economic law issues such as transaction of buying and selling orders ('aqd bai' al-salm) through online applications; buying and selling contracts without pronouncing ṣigat al -'aqd which is done online; and others. Such practice of contract transactions has become a tradition and a necessity for the business world in this contemporary era. From here, an academic problem arises: how are shari'ah economic law and the legal istinbat process able to answer various legal cases that continue to occur? Among the alternative solutions, one of them is to apply 'urf as an ijtihad method in extracting contemporary shari'ah economic law. Keywords:, implications, the economic case of shari'ah and Application of 'urf 
Reorientasi Ijtihad Kontemporer: Analisis Hukum Islam Maimun, Maimun
al-'adalah Vol 10 No 2 (2013): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v11i2.254

Abstract

Setiap pemikir (mujtahid) digugat untuk melakukan penggalian teks-teks Alquran dan Sunnah dan penemuan hukum melalui ijtihâd. Sejak pemerintahan Abu Bakar (khalifah pertama pengganti Rasulullah) dilakukan musyawarah untuk mencari makna atau cara pelaksanaan yang tepat terhadap konten suatu teks Alquran dan Sunnah, atau bahkan bagaimana menemukan semangat ruh Alquran dan Sunnah (rûh syarî’at) yang tepat untuk sesuatu persoalan baru. Kajian ini menawarkan ijtihâd baru di masa kontemporer saat ini dalam melakukan revitalisasi, reaktualisasi,  dan rekonstruksi pemikiran ijtihâd dalam rangka menyikapi isu-isu kontemporer pemikiran hukum Islam.
Hakikat Penolakan Imam Syâfi’î Terhadap Istihsân dan Relevansinya Terhadap Pembaruan Hukum Keluarga Islam Maimun, Maimun
al-'adalah Vol 11 No 2 (2014): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v12i2.3017

Abstract

Abtract: Essencial Rejection Shafi’i istihsân and its Relevance Against Islamic Family Law Reform. Rejection and cancellation Shafi against istihsân as a proposition of law in totality, both at the level of theoretical concepts-normative and applicative-implementable on legal cases. Hanafi fiqh scholars accusations against Shafi’i on a number of practice ijtihad, it was not proven true, and not one single subject matter Shafi’i establish legal provisions based istihsân problem. If rejection Shafi’i against istihsân associated with ideas and movements of Islamic family law reform in this modern era, seems to have loosened even relevanced with time and age condition that the substance of the reform movement can be realized. Had istihsân not be an alternative baselines and the determination of the legal settlement, then Islam is often said to be righteous shâlih li kulli zamân wa makân just a mere jargon. Hakikat Penolakan Imam Syâfi’î Terhadap Istihsân dan Relevansinya Terhadap Pembaruan Hukum Keluarga Islam. Penolakan dan pembatalan Syâfi’î terhadap istihsân sebagai dalil penetapan hukum secara totalitas, baik dalam tataran konsep teoritis-normatif maupun aplikatif-implementatif terhadap kasus-kasus hukum. Tuduhan ulama ushûl Hanâfî terhadap Syâfi’î mengenai sejumlah praktik ijtihadnya, ternyata tidak terbukti kebenarannya, dan tidak ditemukan satu pokok bahasan pun Syâfi’î menetapkan ketetapan hukum suatu masalah berdasarkan istihsân. Apabila penolakan Syâfi’î terhadap istihsân dikaitkan dengan gagasan dan gerakan pembaruan hukum keluarga Islam di era modern ini, tampaknya perlu dilonggarkan bahkan direlevansikan dengan kondisi waktu dan zaman agar substansi gerakan pembaruan dapat diwujudkan. Sekiranya istihsân tidak dijadikan alternatif acuan dasar penyelesaian dan penetapan hukum, maka Islam yang sering dikatakan sebagai shâlih li kulli zamân wa makân hanyalah jargon belaka.
Analyzing the Maduranese's Traditional Inheritance from al-Tūfi’s Maslahah Theory Maimun, Maimun; Harisah, Harisah; Hanafi, Imam; Sulaiman, Zubaidi
al-'adalah Vol 18 No 1 (2021): al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v18i1.8649

Abstract

This study reveals the tradition of inheritance distribution among the Maduranese community and analyzes it using the maslahah of al-Tūfi. Although the entire Maduranese community adheres to Islam, in terms of inheritance distribution, they tend to apply customary inheritance law, only a small portion of which applies Islamic inheritance law (farāidh). This research is qualitative research; the data is obtained from interviews, observations, and documentation. This study found that most Maduranese people only give inheritance portion to children's groups, rarely did they include other groups as stipulated in farāidh law. Apart from that, the distribution pattern is also different from one region to another. In Sumenep, for instance, the distribution of inheritance prioritizes girls over boys. In Sampang, priority is given to the eldest child, while in Bangkalan it is prioritized for the youngest child. Only in Pamekasan, the distribution of inheritance is distributed to all family members in equal portions. This pattern of distribution that does not comply with the provisions of Islamic inheritance law, when viewed from the perspective of maslahah al-Tūfi, is still in line with the principles of Islamic law because it aims to bring good, avoid conflict, as well as to adjust to customary provisions and community development.
Co-Authors A. Khuzainol Mubarok A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abd, Misswar Abdul Haris Abdul Holik, Abdul Abdul Kholik Abdul Qodir Zaelani Abdullah Acim, Subhan Abdullah, Camelia Sabrina Ach Syafiq Fahmi Ach. Syafiq Fahmi Achmad Anshari Achmad Sofyan Agik Nur Efendi Ahmad Fauzan Ahmad Hinirrazi Ahmad Lahmi Ahmad Sukandi Ahmad Sukandi, Ahmad Ahmad, Adi Aisyah Amini Al Karni, Wais Alaydrus, S. Ali Jadid Aldiansyah, Okta Ali Ridho Alimuddin, Nurkhaerat Andawiyah, Robiatul Anisya Umi Khoiroh Arifin, Muhammad Anugrah Arsyil Majid Asri Fauzi Atam Kuswari, Lalu Ahmad Azizah, Kamilatin Azra, Uliya Badrun Badrun Bahtiar Bahtiar Bahtiar Baiq Yuni Wahyuningsih Barokah Barokah Camellia Camellia, Camellia Chatarina Umbul Wahyuni Dahmir Dahlan, Dahmir Dailami - Dani Amran Hakim Darain, A. Sa’dud Darmawan Darmawan Dian Indriyani Effendi Hasan El Faisal , Emil Emil El Faisal, Emil El Endriyan Sumaili Erdiyani, Fenny Erna Hayati, Erna Eti karini Fahmi, Ach. Syafiq Faiqatul Munawwarah Faizol, Mohammad Fauzi, Asri Firdausiyah, Ulil Fitriyah, Eliyatul Hamdani Hamdani Hariri, Moh Harisah, Harisah Harisudin, Muhammad Noor Hasan, Efendi Hasnawati Hasnawati Hayati, Siti Rahma Heni Listiana Herlina Kurniati Himam, M.Iqbal Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idrus, Ali Jadid Al Idrus, S. Ali Jadid Ilham, Abdullah Ilyas Yusuf Imam Hanafi Inayati, Mahfida Indah Harlina Intan Dwi Permatasari Irda Sari Ismayani Ismayani Iswar, Nabila Salsabila Iwan Fajri JANNAH, FARIDATUL Jannah, Zuhrupatul Jayawarsa, A.A. Ketut Juhairiyah Juhairiyah Juliardi, Juliardi Jum Anggriani Jumadil Saputra kasyful anwar Khaddafi , Muammar Khatimah, Khusnul KHOIRUL ANAM Lape, Peter Liky Faizal Lindasari, Dela Lubna Lubna M. Bahriza Fauzi M. Darwadi MR, M. Darwadi MR M. Yogi Riyantama Isjoni Madani, Izza Mahalla, Mahalla Maishara, Fitria Malaka, Safrizal Marzuki, Khaidir Masfufah, Latifatul Masrurah, Waqi'atul Maysurah, Maysurah Miftahul Jannah Moh. Rafiuddin Mohamad Shohibuddin Mohammad Ali Al Humaidy Mohammad Jamaluddin Mohammad Kosim Mohammad Kosim Mohammad Yasir Fauzi Mubarok, Muhammad Fuad Muflihah, Lilih Muhammad Aminullah, Muhammad Muhammad Arifin Muhammad Ediyani Muhammad Firdaus Muhammad Fuad Mubarok MUHAMMAD JAMALUDDIN Muhammad Jayus Muhammad Taufiq Muhammad Zaki Muhayan, Muhayan Muliadi Mulyadi Mulyadi Munazar, Ari Musana, Maulisa Muslim Muslim Muttawali Muttawali Muwatto’, Muhammad N. Nazaruddin Nabila, Nudhar Nasiruddin Nasiruddin Naz’aina, Naz’aina Nesta, Nesta Ni Made Yeni Suranti Nur Aini Nuraini Nuraini Nurisah, Nurisah Nuruddin Nurwahidah Pranika, Cindy Ayu Prasetya, Wendy Putra, Irwan Qomaruddin Rafiuddin, Moh. Rais, Amin Rajai, Afdhalul Razali Razali Rezaldi Hidayat Ridwan, Rahmat Riyan Maulana Rokib, Moh Romadhon, Sahrul Romano Romano Rudi Santoso Rusli Yusuf Rusli Yusuf Sa'diyah, Halimatus Safrizal Safrizal SANUSI SANUSI Sanusi Sanusi Satriawan Satriawan, Satriawan Silvia, Atik Siti Aminah Sofyan A. Gani Suadah, Muhammad shohibuddin Subhan Subhan Suhendar Suhendar, Suhendar Suherman, Suherman Suhud, Mohammad Sukarno Sukarno Sulaiman, Zubaidi Sumiati Sumiati Sundari, Nona Suranti, Ni Made Yeni Suryati Suryati Susanti, Emi Suyyirah, Suyyirah Syaflin Halim Syahbandir, Mahdi SYAIFUL BAHRI Syamsul Arifin Syamsulrizal Syawqi, Abdul Haq Syirwan Haniya Tengku Riza Zarzani N Teuku Zulfadli Tobi, Tobi Toha, Toha Tzahira, Dara Ulfa, Ulia Ulfi Hayati Ulil Firdausiyah Utami, Tika Hestiarini Wildan Wildan Winengan Winengan Yeni Marlina Yonoriadi Yusoff, Mohd Zailani Mohd ZA, Safrizal Zahara Zahara zahara, rizka Zaharah, Rita Zainab, Nurul Zainal Arifin Zainuddin Syarif Zikri, Zikri