p-Index From 2021 - 2026
11.814
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ilmiah Farmasi Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science) Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Indonesian Journal of Biotechnology Global Medical and Health Communication Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Pharmacon INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Pharmascience JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Public Health of Indonesia Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Jurnal Surya Medika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmaseutik JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Medica Hospitalia Jurnal Farmagazine Jurnal Health Sains Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Borobudur Pharmacy Review Jurnal Permata Indonesia Sciences of Pharmacy Journal of Global Pharma Technology Borneo Journal of Pharmacy Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Farmasi Galenika Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medica Hospitalia

Penggunaan Sefepim Untuk Demam Neutropenia Pada AML di RSUP Dr. Kariadi Semarang Septiantoro, Bayu Prio; Perwitasari, Dyah Aryani; Pradipta, Indra
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1 (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.583 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1.423

Abstract

Latar belakang: Demam neutropenia merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang paling serius, karena adanya infeksi dapat berkembang dengan cepat dan dapat mengancam jiwa. Antibiotik yang diindikasikan untuk profilaksis pada pasien demam neutropenia diantaranya adalah sefepim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi kebutuhan sefepim terhadap perbedaan rejimen kemoterapi AML, serta luaran terapinya di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara restrospektif dari bulan Juni 2018 hingga April 2019 di satu ruangan rawat inap RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Kriteria inklusi adalah pasien usia 18-64 tahun dengan diagnosa AML yang mengalami demam neutropenia dengan riwayat pernah menjalani kemoterapi, mendapatkan terapi antibiotik sefepim. Kriteria eklusi dalam penelitian ini yaitu pasien yang alergi terhadap sefepim, yang tidak melanjutkan pengobatannya, dengan program cangkok sumsum tulang dan dengan adanya diagnosa sepsis/septik syok sebelum diberikannya sefepim. Hasil: Total sebanyak 15 pasien memenuhi kriteria inklusi. Durasi pemberian sefepim yang paling banyak adalah kelompok dengan pemberian 8-14 hari (46,7%), selanjutnya ?7 hari (33,3%), sedangkan pemberian selama >14 hari tidak ditemukan. Pasien yang meninggal pada penelitian ini sebanyak 3 pasien (20%), dengan 2 pasien diantaranya teridentifikasi mengalami sepsis karena sefepim yang resisten akibat patogen ESBL E. coli, sedangkan satu lainnya tidak diketahui patogen penyebabnya. Kesimpulan: Pasien dengan rejimen intensif rata-rata memerlukan durasi terapi yang lebih lama. Munculnya patogen ESBL khususnya E. coli mempunyai luaran yang jelek dan angka kematian yang lebih tinggi, sehingga kita sarankan untuk menggunakan karbapenem daripada sefepim untuk kondisi ini. Kata kunci: Demam neutropenia, leukemia myeloid akut, sefepim Backgound: Febrile neutropenia is one of the most serious side effects of chemotherapy, because the infection can develop rapidly which can be life-threatening. Cefepime is drug of choice that indicated for prophylaxis in patients with febrile neutropenia. The aim of this study was to determine the duration of the cefepime needs of differences in AML chemotherapy regimens, and the outcomes in Dr. Kariadi General Hospital Center, Semarang. Method: The study used descriptive design with retrospective data collection from June 2018 to April 2019 in an inpatient room at Dr. Kariadi General Hospital Center, Semarang. The inclusion criteria are patients aged 18-64 years old with diagnosis of AML who has febrile neutropenia with a history of having undergone chemotherapy with cefepime prophylaxis. The exclusion criteria in this study were allergy to cefepime, patients who did not continue their treatment, bone marrow transplant programs and diagnosis of sepsis / septic shock before the administration of cefepime. Result: A total of 15 patients met the inclusion criteria. The most duration of cefepime was in the group with 8-14 days (46,7%), then ?7 days (33,3%), whereas> 14 days were not found. The patients who died in this study were 3 patients (20%), with 2 patients identified as having sepsis due to the pathogen ESBL E. coli cefepime resistant, while the other one did not know the causative pathogen. Conclusion: Patients with an intensive regimen require a longer duration therapy. The emergence of ESBL pathogens especially E. coli has poor outcomes and a higher mortality rate, so we recommend using carbapenem rather than cefepime for this condition. Keywords: Febrile neutropenia, acute myeloid leukemia, cefepime
Hipertensi pada Pasien Kanker Kolorektal Metastatik dengan Terapi Bevacizumab di RSUP Dr. Kariadi Septiantoro, Bayu Prio; Perwitasari, Dyah Aryani; Faridah, Imaniar Noor; Pradipta, Indra
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 2 (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.123 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i2.502

Abstract

Latar belakang: Kanker kolorektal saat ini sudah menjadi penyebab utama ketiga kematian akibat kanker di dunia, penyakit ini membutuhkan terapi yang progresif dimana salah satu terapinya adalah bevacizumab. Namun diketahui bevacizumab dapat menimbulkan hipertensi pada sebagian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui onset terjadinya hipertensi akibat bevacizumab dengan rejimen kemoterapi apa yang digunakan. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan deskriptif restrospektif yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Kriteria inklusi terdiri dari pasien kanker kolorektal metastatik yang berusia ? 18 tahun dengan hipertensi tingkat ?2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0 setelah diberikan terapi bevacizumab 5 mg/kg berat badan di RSUP Dr. Kariadi. Pengambilan data dalam 1 tahun (bulan April 2018 hingga April 2019) melalui peninjauan dari rekam medis, laporan penggunaan obat bevacizumab dan laporan penggunaan obat kardiovaskuler instalasi farmasi. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini yaitu hipertensi tingkat ?2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0 yang muncul setelah ?4 kali waktu paruh bevacizumab (t 1/2 = 20 hari) dari kemoterapi yang terakhir. Hasil: Total 95 pasien sesuai kriteria, sebanyak 24 pasien (25,26%) teridentifikasi mengalami hipertensi tingkat ? 2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0. Dengan 20 pasien (83,33%) pasien mendapatkan kemoterapi rejimen FOLFOX4, sedangkan sisanya (16,66%) dengan rejimen de Gramont. Hipertensi ini muncul sebagian besar pada siklus III, diikuti siklus ke II, ke I dan ke VI. Tidak satupun pasien dengan kombinasi FOLFIRI yang terdeteksi mengalami hipertensi ini. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan onset munculnya hipertensi tingkat ?2 NCI CTCAE version 5.0 paling banyak adalah pada siklus awal terapi yaitu I-III dan dengan rejimen kombinasi FOLFOX4 + bevacizumab. Kata Kunci: Kanker kolorektal, bevacizumab, hipertensi Background: Colorectal cancer nowadays is the third leading cause of cancer deaths in the world, this disease requires progressive therapy where one of the treatments is bevacizumab. But it is known that bevacizumab can cause hypertension in some patients. This study aims to determine the onset of the hypertension with chemotherapy regimen used. Method: This research is a retrospective descriptive review conducted at Dr. Kariadi General Hospital, Semarang. Inclusion criteria consisted of metastatic colorectal cancer patients aged ?18 years old with hypertension level ?2 based on NCI CTCAE version 5.0 after being given bevacizumab therapy dose 5 mg/kg body weight. Retrieval of data in 1 year (April 2018 to April 2019) through a review of medical records, reports on the use of bevacizumab drugs and reports on the use of cardiovascular drugs in Department of Pharmacy. The exclusion criteria in this study were hypertension level on NCI CTCAE version 5.0 which appeared after 4 times the half-life of bevacizumab (t 1/2 = 20 days) from the last chemotherapy. Result: Total 95 patients according to the criteria, 24 patients (25.26%) were identified as having hypertension level ? 2 based on NCI CTCAE version 5.0. With 20 patients (83.33%) patients received FOLFOX4 regimen, while the rest (16.66%) with de Gramont regimen. This hypertension occurs mostly in cycle III, followed by cycle II, to I and to VI. None of the patients with a combination of FOLFIRI. Conclusion: This research shows that the onset of hypertension level ?2 NCI CTCAE version 5.0 mostly in the initial cycle of therapy (I-III) with the FOLFOX4 + bevacizumab combination regimen. Keywords: Colorectal cancer, bevacizumab, hypertension
Gangguan Neuropsikiatri Paska Kemoterapi Ifosfamid Septiantoro, Bayu Prio; Perwitasari, Dyah Aryani; Farida, Imaniar Noor
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 8 No. 1 (2021): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.903 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v8i1.575

Abstract

Latar belakang: Reaksi obat yang merugikan (adverse drug reaction) sering muncul salah satunya pada obat-obat sitostatika. Ifosfamid adalah obat sitostatika golongan pengalkil yang ketika dimetabolisme akan membentuk senyawa aktif nitrogen mustard sitotoksik. Selain itu ia juga membentuk senyawa lain yaitu akrolein dan kloroasetaldehid. Akrolein yang bersifat urotoksik ini dengan mudah akan diikat oleh mesna, sedangkan kloroasetaldehid bersifat neurotoksik yang hingga sampai saat ini masih menjadi masalah karena keterbatasan panduan untuk anti dotumnya. Kasus: Kami mendeskripsikan 3 pasien dengan diagnosis berbeda yang mengalami gangguan neuropsikiatri paska kemoterapi ifosfamid yaitu kanker saluran empedu dengan mengantuk berat, kanker ovarium residif dengan halusinasi, dan tumor ganas pelvis dengan penurunan kesadaran disertai kejang. Pembahasan: Gangguan neuropsikiatri dapat disebabkan oleh neurotoksisitas dari hasil metabolisme dari ifosfamid yaitu kloroasetaldehid yang secara langsung maupun tidak langsung merusak neuron (neurotoksik). Manifestasi klinisnya dapat bertingkat mulai dari kebingungan dan mengantuk hingga kejang, koma dan kematian. Onset munculnya gejala terutama hitungan jam hingga 2 hari setelah kemoterapi selesai. Terdapat faktor resiko munculnya neurotoksisitas yang teridentifikasi pada laporan kasus ini yaitu gangguan fungsi ginjal dan hipoalbumin. Beberapa penelitian mengatakan bahwa toksistas ini berifat reversible, demikian juga dengan pasien kasus pertama yang membaik setelah 24 jam, dan kasus kedua yang membaik setelah 5 hari, namun pemberian terapi spesifik tetap direkomendasikan pada NCI stadium III atau IV. Kesimpulan: Gangguan neuropsikiatri paska kemoterapi ifosfamid dapat disebabkan oleh neurotoksisitas pada SSP akibat kloroasetaldehid dengan faktor resiko yaitu gangguan fungsi ginjal dan hipoalbumin. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa gejala neuropsikiatri yang muncul adalah murni karena ifosfamid, misalnya dengan melakukan pengukuran kadar obat di dalam darah.
Co-Authors Abdi Wira Septama Adi Wira Septama Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan Adnan, Adnan Adriyanto Rochmad Basuki Agung Permata Ahmad Azrul Zuniarto Ahmad Azrul Zuniarto Aisyi, Mururul Ajeng Diantini Ajeng Diantini Akrom, Akrom Ambarwati, Sindy Cisna Anak Agung Gede Sugianthara Ananda Muhammad Naafi Ananda Muhammad Naafi, Ananda Muhammad Andalusia, Rizka Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Andriana Sari Angella, Widi Anisa Nova Puspitaningrum Anisa Nova Puspitaningrum Annisa Annisa Awalia Rahma MH Sibadu Ardan Kensanovanto Arief Muttaqien Arief Rahman Afief Arifin, Bustanul Ariska Wigatiningtyas Athika Darumas Putri Aulia Rahman B Simanjuntak, Lamhot Baiq Adelina Atbam Munawwarah Baiq Nurbaety Bambang Purwoko Barkah Djaka Purwanto Barkah Djaka Purwanto Baroroh, Faridah Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Tri Murti Berry H Putra Boisi, Cici Feronika Bramadi Arya Bustanuddin As Suaidy Bustanul Arifin Bustanul Arifin Candradewi, Susan Fitria Cheung, Rocky Cut Fatia Ulfa Cut Fatia Ulfa Damayanti, Elok Dania Haafizah Darwis Darwis darwis darwis, darwis Denys Chichi Kusumastuti Desi Kusumawati, Desi Desty Kusumaningsih Dewi Wulandari Dewi Wulandari Dewi, Masita Sari Dian Prasasti Dian Prasasti Dias Ananda Sulistya Didi Rohadi Didik Setiawan Didik Setiawan Dwi Utami Eka Wuri Handayani Elli Nur Hayati Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Esty Elvinda Farah Bidara Farida, Imaniar Noor Faridah Baroroh Faridah, Imaniar Fatimah Sri Kurniawati Fatimah, Salma Auliya Fatkhiya, Musa Fitri Febriana, Sri Awalia Febriana, Sri Awalia Fitri Nur Mahmudah Fredrick Dermawan Purba Gina Noor Djalilah Gugun Suhendra Gugun Suhendra Gurning, Sri Handayani Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Hadiq, Shabran Handayani, Eka Wuri Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Haridini Intan Mahdi Hasniah Hasniah Hazena Misgi Damayanti, Hazena Misgi Hendrik Hendrik Hendy Ristiono, Hendy Herjanti Ratnawiningsih Herjanti Ratnawiningsih Herjuna Hardiyanto Herlina, Tetie Hidayah Karuniawati Ikrimah Nisa Utami Imaniar Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Intan Fatah Kumara Irma Risdiana Irma Risdiana Irma Risdiana, Irma Iskak, Iskak Islami, Safira Nur Jamhari Jamhari Jarir At Thobari Juwita, Dina Ratna Kania Agustina Kaptein, A.A Khuluq, Husnul Kiki Lukman Kintoko, Kintoko Kodriati, Nurul Kuluq, Muhammad Husnul Kurniawan, Nurcholid Umam Kurniawati, Fatimah Sri Kurniyati, . Kurniyati, . Lalu M Irham Lalu Muhammad Irham Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lamhot B Simanjuntak Lestari, Mardiana Puji Lianawati Lianawati Like Efriani Lisza Niarisessa Lutfi Sukma Pratiwi Luthfiah Luthfiah M Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman M. Rifqi Rokhman Made Ary Sarasmita Mahdi, Haridini Intan Maliza, Rita Marwin Marwin Marwin Marwin Masita Sari Dewi Meki Pranata Melinda Widianingrum Melinda Widianingrum Melodia Rezadhini Melodia Rezadhini Menit Ardhiani Menit Ardhiani Muamala, Anisa Muh. Deni Kurniawan Muhammad AR Saputra Muhammad Ardhani Muhammad Dwi Suprobo Muhammad Fathurrahman Muhammad Thesa Ghozali Mukti A Berlian Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani Muliyani, Muliyani muliyani, muliyani muliyani Mulyani, Sri Mumfasiroh Saputri Mururul Aisyi Mururul Aisyi Mustika Muthaharah mustika muthaharah Mustofa Mustofa muthaharah, mustika Mutmainnah Siradjuddin Muttaqien, Arief Nabial Chiekal Gibran Nabilah Nabilah Nabilah Nabilah Nadia Utami Noor Naili Ra fi'ah Nanik Sulistyani Nasriyah, Chotijatun Nazhipah Isnani Nguyen, Thang Ni Made Ary Sarasmita Nidia Yuni Lestari Nidia Yuni Lestari, Nidia Ninda Sari Wahyuningtyas Noerhidayati, Elly Novi Milasari Novitasari, Putri Rachma Nuni Ihsana Nur Aida Nur Azizah Nur Mahdi Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholid Umam Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam Kurniawan Nurcholid Umam, Nurcholid Nurfadilasari, Ulfa Mustofa Nurkhasanah Mahfudh Nurkhasanah Mahfudh Nurul Kodriati Nyoman Kertia Oni Yulianta Wilisa P.D. Pratiwi Pendicho Eko Yuliyanto Permatasari, Anggraeni Pradika, Jaka Pradipta, Indra Prasandhya Astagiri Yusuf Prasasti, Dian Pratama, Kharisma Pratiwi, P.D. Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Putri Pertiwi Qarriy 'Aina Urfiyya Qarriy Aina Urfiyya Ra fi'ah, Naili Ra fi'ah, Naili Rachma Greta Putri Ratu Matahari Ratu Matahari Retno Murwanti Reza Aditya Nugroho Rezadhini, Melodia Riana Prastiwi Handayani Rini, Vina Angga Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Andalusia Rizka Novia Atmadani Rizky, Muhammad Arif Robi’ah Adawiyah Rocky Cheung Rocky Cheung Rocky Cheung RR. Ella Evrita Hestiandari Rr. Erni Kusuma Putri Sabaan, Wahid Sabaan, Wahid Saidah Rauf Santoso, Setiyo Budi Satibi Satibi Sawitri Sawitri Sawitri Sawitri Septiantoro, Bayu Prio Setiyati Jatiningsih Simanjuntak, LB Sindy Cisna Ambarwati Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Siti Pandanwangi Siti Pandanwangi Siti Urbayatun Solikhah Sri Awalia Febriana Sri Handayani Gurning Sri Mulyani Suhendra, Gugun Suin Rina Dewi Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supadmi, Woro Woro Supadmi Susan Fitri Candradewi Susan Fitri Candradewi Susan Fitria Candradewi Susilo, Rinto Suwijiyo Pramono Syifa Imelda Teguh Uji Sungkowo Tomi . Triantoro Safaria Triantoro Safaria Tuty Lia Syahfitri Ully Adhie Mulyani Ully Adhie Mulyani Vicryanto Halid Vina Angga Rini Wahyu Rahmatulloh Wahyu Widyaningsih Wahyudi, Andrey Wilisa, Oni Yulianta Wilisa, Oni Yulianta Wirawan Adikusuma Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Woro Supadmi Wulandari, D Yeni Alfiana Ratnasari Yudha Rizky Nuari Yuli Rachmawati Yuli Rachmawati Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain