Claim Missing Document
Check
Articles

Production and business performance of Anguilla bicolor fingerlings in a recirculation system with different stocking densities Budiardi, Tatag; Diatin, Iis; Arlita, Kriswidya; Vinasyiam, Apriana; Sudrajat, Agus Oman; Setiawati, Mia; Affandi, Ridwan; Kamal, Mohammad Mukhlis; Wahju, Ronny Irawan; Nurilmala, Mala
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.2.156-169

Abstract

Eel (Anguilla bicolor) in the grow-out culture requires good fingerling seeds. Increasing the eel productivity can be done by increasing the stocking density, that should be balanced with good environmental and feed management. This study aimed to analyze the production and business performance of fingerlings in a recirculation system to increase the eel survival and growth rate. The study used a completely randomized design with three different stocking densities, namely 4 g/L (A), 5 g/L (B), and 6 g/L (C). The average weight of each fingerling was 20 ± 4.09 g, that was kept in a 1.5-m3 pond with a recirculation system. Feeding was performed two times a day using commercial feed with probiotic supplementation. The results showed that different stocking densities significantly affected feed conversion ratio, total biomass weight, and coefficient of variance. However, different stocking densities had no significant effect on survival rate, absolute weight growth rate, specific weight growth rate, and condition factor. The C treatment obtained the highest profit with an R/C ratio of 1.20 ± 0.03. The best production and cultivation performance of eel fingerling in a recirculation system with different stocking densities is found in treatment C (6 g/L). Keywords: Anguilla bicolor, business performance, production performance, recirculation system, stocking density ABSTRAK Budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) pada segmen pembesaran memerlukan benih yang baik khususnya untuk benih fingerling. Upaya peningkatan produksi benih ikan sidat dapat dilakukan dengan peningkatan padat tebar yang diiringi dengan manajemen lingkungan dan pakan yang baik. Tujuan penelitian ini menganalisis kinerja produksi dan kinerja usaha pada pemeliharaan fingerling dalam sistem resirkulasi sehingga meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan padat tebar dengan tiga ulangan, yaitu padat tebar 4 g/L (A), 5 g/L (B), dan 6 g/L (C). Fingerling ikan sidat yang digunakan berbobot awal 20 ± 4,09 g/ekor, yang dipelihara dalam bak 1,5 m3 dengan sistem resirkulasi. Pakan diberikan dua kali sehari berupa pakan buatan komersial yang diberi probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berpengaruh nyata terhadap parameter rasio konversi pakan, laju pertumbuhan mutlak biomassa, dan koefisien keragaman bobot tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan mutlak bobot, laju pertumbuhan spesifik bobot, dan faktor kondisi. Hasil analisis kinerja usaha budidaya fingerling dengan padat tebar berbeda menunjukkan berbeda nyata dan sebanding dengan kinerja produksi. Perlakuan C memberikan keuntungan tertinggi dengan rasio R/C sebesar 1,20 ± 0,03. Kinerja produksi dan kinerja usaha budidaya fingerling ikan sidat (Anguilla bicolor) dalam sistem resirkulasi dengan padat tebar berbeda terbaik terdapat pada perlakuan C (6 g/L). Kata kunci: Anguilla bicolor, kinerja produksi, kinerja usaha, padat tebar, sistem resirkulasi
Dietary evaluation of cinnamaldehyde supplementation with different protein energy levels and ratios in Pacific whitleg Shrimp Litopenaeus vannamei Hendriana, Andri; Setiawati, Mia; Jusadi, Dedi; Suprayudi, Muhammad Agus; Ekasari, Julie; Wahjuningrum, Dinamella
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 1 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.1.79-91

Abstract

This study aimed to evaluate the growth performance and carbohydrate metabolism of Pacific whiteleg shrimp after feeding with different cinnamaldehyde concentrations and protein-energy ratios. The study used a completely randomized design with six treatments in triplicates. The treatments were S003213; treatment S053213; treatment S052814; treatment S102814; treatment S052815; and treatment S102815. The study was conducted for 56 days in a 76 L volume aquarium using shrimps with 1.38 ± 0.01 g at 200 individuals/m3. The results showed that the S053213 treatment was significantly different (P<0.05) compared to other treatments for the specific growth rate (SGR). Hexokinase (hk) and phosphoenolpyruvate carboxykinase (pepck) produced by the S053213 treatment were significantly different (P<0.05) from the S003213 treatment. The S052815 and S102815 treatments produced higher protein retention (PR) and protein efficiency ratio (PER) compared to other treatments (P<0.05) and also produced the same final average weight (FW) as the S003213 treatment. This research shows that vannamei fed by 0.10% supplementation dose of cinnamaldehyde with a decreased feed protein up to 28% and C/P ratio 14 and 15 are able to utilize feed as well as protein 32% without cinnamaldehyde. The addition of cinnamaldehyde with a higher C/P ratio requires a higher dose of cinnamaldehyde than the optimal dose. Keywords: Carbohydrate metabolism, cinnamaldehyde, growth, feed energy ratio, Pacific whiteleg shrimp ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan metabolisme karbohidrat udang vaname Litopenaeus vannamei yang diberikan kadar sinamaldehid pada protein dan rasio energi pakan berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Adapun perlakuan terdiri dari perlakuan kontrol S003213; perlakuan S053213; perlakuan S052814; perlakuan S102814; perlakuan S052815; dan perlakuan S102815. Penelitian dilakukan selama 56 hari pemeliharaan pada akuarium volume 76 L menggunakan udang vaname berukuran 1,38 ± 0,01 g dengan kepadatan 200 individuals/m3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S053213 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya untuk parameter laju pertumbuhan spesifik (SGR). Parameter heksokinase (hk) dan phosphoenolpyruvate carboxykinase (pepck) yang tertinggi dihasilkan oleh perlakuan S053213 dan berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan S003213. Pada perlakuan S052815 dan S102815 menghasilkan retensi protein (PR) dan rasio efisiensi protein (PER) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya (P<0,05) serta menghasilkan bobot rata-rata akhir (FW) sama dengan perlakuan S003213. Penelitian ini menunjukkan bahwa udang vaname yang diberikan suplementasi sinamaldehid sebesar 0,10% dengan protein pakan 28% dan rasio C/P menjadi 14 dan 15 mampu pemanfaatan protein pakan yang sama dengan protein pakan 32% tanpa suplementasi sinamaldehid. Penambahan sinamaldehid dengan rasio C/P yang lebih tinggi membutuhkan dosis sinamaldehid yang lebih tinggi dari dosis optimal. Kata kunci: metabolisme karbohidrat, pertumbuhan, rasio energi pakan, sinamaldehid, udang vaname
Utilization of fish bone charcoal in feed on growth and physiological responses of catfish fry Clarias gariepinus Fardila Putri, Rizqiyatul; Setiawati, Mia; Jusadi, Dedi; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.82-91

Abstract

This study aimed to assess the impact of charcoal inclusion in feed on the physiological responses and growth of catfish. The experiment employed a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replicates. Charcoal doses in the feed were set at 0% (C0, control), 0.5% (C0.5), 1% (C1), 2% (C2), and 3% (C3). The catfish used weighed 3.95 ± 0.03 g and were kept in 20 hapa units (2×1×1 m³) with a stocking density of 70 fish/hapa for 60 days. The results indicated significant differences (p<0.05) in the hepatosomatic index between treatments, with the highest values recorded in C1 (2.15 ± 0.10b) and C0.5 (1.91 ± 0.19b). However, liver glycogen levels did not significantly vary across treatments (p>0.05). Charcoal supplementation enhanced blood mineral levels (calcium, phosphorus, manganese, and zinc) in the C2 and C3 groups. The highest blood glucose level was observed in C1 (p<0.05). Intestinal histological analysis showed that the highest villi height and surface area were recorded in the C2 group, with values of 540.0 ± 10.2 µm and 34.122 ± 1.311 µm², respectively. Additionally, 2% charcoal supplementation improved final weight, daily growth rate, and protein retention, while reducing feed consumption and the feed conversion ratio compared to the control. Overall, the inclusion of 2% charcoal positively influenced the intestinal histology of catfish, contributing to enhanced growth performance. The study also demonstrated that charcoal addition affected the hepatosomatic index, blood glucose, and blood mineral levels in catfish. Keywords: catfish, charcoal, growth, physiological response ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian charcoal dalam pakan terhadap respons fisiologis dan pertumbuhan ikan lele. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dosis charcoal yang yang berbeda yaitu 0 (C0, kontrol), 0.5 (C0,5), 1 (C1), 2 (C2), dan 3% (C3). Ikan lele yang digunakan berbobot 3,95 ± 0,03 g/ekor dipelihara di hapa berukuran 2×1×1 m³ sebanyak 20 unit dengan kepadatan 70 ekor/hapa selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan hepatosomatik indeks beda nyata antar perlakuan (p<0,05) nilai tertinggi terdapat pada perlakuan C1 2,15 ± 0,10b dan C0,5 1,91± 0,19b. Penambahan charcoal pada pakan tidak berbeda nyata terhadap glikogen hati (P>0,05). Penambahan charcoal dalam pakan dapat meningkatkan kandungan mineral darah ikan (kalsium, fosfor, mangan, dan zinc) pada perlakuan C2 dan C3. Nilai glukosa darah tertinggi pada pakan yang diberi pakan C1 (p<0,05). Hasil histologi usus menunjukkan nilai tertinggi pada tinggi vili dan luas permukaan vili usus terdapat pada perlakuan C2 (2% charcoal) dengan tinggi vili (540,0±10,2 µm) dan luas permukaan vili (34122 ± 1311 µm). Penambahan charcoal 2% pada pakan dapat meningkatkan bobot akhir, laju pertumbuhan harian, retensi protein, menurunkan konsumsi pakan dan feed convertion ratio dibandingkan kontrol. Pemberian charcoal 2% dalam pakan berpengaruh baik terhadap histologi usus ikan lele, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan pada perlakuan C2. Pada penelitian ini juga di temukan bahwa penambahan charcoal dalam pakan berpengaruh terhadap indeks hepatosomatik, glukosa darah, serta mineral darah ikan lele. Kata kunci : charcoal, ikan lele, pertumbuhan, respons fisiologis
Evaluation of food digestibility in Nile tilapia fish Oreochromis niloticus given NSP enzymes and organic chromiium Oktaviani, Amelia; Muhammad Agus Suprayudi; Setiawati, Mia; Achmad Fauzi, Ichsan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.136-147

Abstract

Feed is a crucial factor in tilapia farming because it contributes 92% of the total production cost. This study aims to evaluate the digestibility and utilization of carbohydrates in low-protein feed supplemented with NSP enzymes and organic chromium. The research method employed a factorial completely randomized design with treatments of organic chromium (0, 1, 2) and NSP enzymes (0, 1). The study used 18 aquariums, each measuring 50×40×35 cm. The fish used were tilapia with an average weight of 33.09 ± 0.06 g per fish. The feed used was commercial feed supplemented with organic chromium and NSP enzymes. The study focused on digestibility performance, digestive enzyme activity, growth performance, and antioxidant status. The results showed that the treatments E1C1 and E0C2 resulted in better total digestibility, energy digestibility, and protein digestibility compared to the control and other treatments. Lipase, protease, and amylase enzymes in tilapia fed with the E1C1 treatment showed significantly higher results (P<0.05) compared to the control. Growth performance in tilapia fed with NSP enzymes and organic chromium did not show significant differences from the control (P>0.05). However, antioxidant status, specifically SOD and GPx, was significantly higher in the E0C1 treatment compared to the control (P<0.05). The conclusion of this study is that the addition of NSP enzymes and organic chromium to low-protein feed can improve digestibility and optimize carbohydrate utilization, with the best results achieved with the E1C1 treatment. Keywords: antioxidant, digestive enzymes, Nile tilapia, nutrient digestibility ABSTRAK Pakan menjadi factor krusial dalam usaha budidaya ikan nila karena memiliki kontribusi sebesar 92% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan dan kemampuanpemanfaatan karbohidrat pada pakan protein rendah yang diberienzim NSP dan kromium organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan kromium organic (0,1,2) dan enzim NSP (0,1). Wadah yang digunakan merupakan aquarium yang berukuran 50×40×35 cm sebanyak 18 unit. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 33,09 ± 0,06 g/ekor. Pakan yang digunakan merupakan pakan komersial yang diberi penambahan kromium organik dan enzim NSP. Penelitian ini difokuskan pada kinerja kecernaan, aktivitas enzim pencernaan, kinerja Pertumbuhan serta status Antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan E1C1 dan E0C2 menghasilkan nilai kecernaan total, kecernaan energi dan kecernaan protein yang lebih baik dibanding perlakuan kontrol dan perlakuan lainnya. Enzim lipase, protease dan amilase pada ikan nila yang diberipakan perlakuan E1C1 menunjukkan hasil yang lebih tinggi secarasignifikan (P<0,05) terhadap kontrol. Kinerja pertumbuhan pada ikan nila yang diberienzim NSP dan kromium organik menghasilkan nilai yang tidak signifikan dengan kontrol (P>0,05). Walaupun demikian, status antioksidan yang dihasilkan yaitu SOD dan GPx pada perlakuan E0C1 menghasilkan nilai yang lebih tinggi secara signifikan terhadap kontrol (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim NSP dan kromium organik pada pakan rendah protein mampu meningkatkan kinerja kecernaan dan memanfaatkan karbohidrat dengan optimal. Hasil terbaik pada perlakuan E1C1. Kata kunci: antioksidan, enzim pencernaan, kecernaan nutrient, ikan nila
THE EFFECT OF ADDITION CINNAMON LEAF EXTRACT IN FEED ON LIVER FAT CONTENTS AND HEALTH OF CATFISH Rolin, Febrina; Setiawati, Mia; Jusadi, Dedi; Pangentasari, Dwinda; Arbajayanti, Rahma Dini
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1423

Abstract

Cinnamon leaves contain active compounds such as polyphenols and flavonoids which have antioxidant properties and play a role in lipid metabolism processes. This active substance is known to reduce liver fat levels and has the potential to increase the immune response in catfish. This research aims to determine the effect of adding cinnamon leaf extract to feed on liver fat levels and the health of catfish. Cinnamon leaf extract was added to the feed at five different doses, namely 0 g/kg (control), 0.5 g/kg, 1 g/kg, 2 g/kg, and 4 g/kg feed. The results of the study showed that the addition of cinnamon leaf extract to the feed reduced the fat content in the liver of catfish as seen from the decrease in fat degeneration in the liver of catfish compared to the control. Total erythrocytes, hemoglobin levels and hematocrit levels of fish treated with the addition of cinnamon leaf extract to the feed were lower and significantly different (P<0.05) compared to controls, but total leukocytes were not significantly different between treatment and control.
Growth, immune responses, and resistance of vannamei shrimp fed with Lactobacillus paracasei probiotic and paraprobiotic and infected with Vibrio parahaemolyticus Nuri Kamaliah, Syarifah; Yuhana, Munti; Widanarni, Widanarni; Setiawati, Mia; Afiff, Usamah
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.2.199-210

Abstract

Vannamei shrimp is one of the most economically valuable aquaculture commodities in Indonesia. One of the pathogenic bacteria that is often found in vannamei shrimp farming is Vibrio parahaemolyticus. This study aimed to analyze the effectivity of Lactobacillus paracasei probiotics and paraprobiotics through feed with different cell densities on growth, and immune responses infected with V. parahaemolyticus. Vannamei shrimp of size 0.63 ± 0.01 were reared in containers with a stocking density of 15 shrimp per container and supplemented feed for 30 days. The research design consisted of six treatments, each with three replicates, namely (K-) feeding without supplements and injected with phosphate-buffered saline (PBS), (K+) feeding without supplements and infected with V. parahaemolyticus (104 CFU/mL), (PRI) feeding with 1% (v/w) probiotic L. paracasei with cell density of 106 CFU/mL, (PRII) 1% (v/w) probiotic L. paracasei cell density 109 CFU/mL, (PAI) 1% (v/w) paraprobiotic L. paracasei cell density 106 CFU/mL, (PAII) 1% (v/w) paraprobiotic L. paracasei cell density 109 CFU/mL. All treatments, except K-, were infected with V. parahaemolyticus (104 CFU/mL). Vannamei shrimp rearing was continued post the challenge test with V. parahaemolyticus which was conducted up to six days post injection. The results showed that feeding both probiotic and paraprobiotic L. paracasei through feed has improved growth, immune response, protein fat retention, and digestive enzyme activity of vannamei shrimp better than those of control. As the recommendation for the disease control of V. parahaemolyticus is feed supplementation with 1% (v/w) probiotic L. paracasei with cell density of 109 CFU/mL. Keywords: Lactobacillus paracasei, paraprobiotic, probiotic, vannamei shrimp, Vibrio parahaemolyticus ABSTRAK Udang vaname merupakan salah satu komoditas akuakultur yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Salah satu bakteri patogen yang sering ditemukan dalam budidaya udang vaname ialah bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian probiotik dan paraprobiotik Lactobacillus paracasei melalui pakan dengan kepadatan sel berbeda terhadap pertumbuhan, dan respons imunitas yang diinfeksi V. parahaemolyticus. Udang vaname dengan ukuran 0.63 ± 0.01 gr dipelihara di dalam kontainer dengan padat tebar 15 ekor per wadah dan pemberian pakan bersuplemen selama 30 hari. Rancangan penelitian terdiri dari enam perlakuan, tiga ulangan, yaitu (K-) pemberian pakan tanpa suplemen dan diinjeksi PBS, (K+) pemberian pakan tanpa suplemen dan diinfeksi V. parahaemolyticus (104 CFU/mL), (PRI) pemberian pakan dengan probiotik L. paracasei kepadatan sel 106 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PRII) probiotik L. paracasei kepadatan sel 109 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PAI) paraprobiotik L. paracasei kepadatan sel 106 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PAII) paraprobiotik L. paracasei kepadatan sel 109 CFU/mL dosis 1% (v/w), dan masing-masing diinfeksi V. parahaemolyticus (104 CFU/mL). Pemeliharaan udang vaname dilanjutkan setelah uji tantang dengan V. parahaemolyticus yang dilakukan hingga enam hari pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik maupun paraprobiotik L. paracasei melalui pakan telah meningkatkan pertumbuhan, respons imun, retensi lemak protein, dan aktivitas enzim pencernaan udang vaname lebih baik dibandingkan kontrol. Untuk pengendalian V. parahaemolyticus diperoleh hasil terbaik dengan aplikasi probiotik L. paracasei dosis 1% (v/w) dengan kepadatan sel 109 CFU/mL. Kata Kunci: Lactobacillus paracasei, paraprobiotik, probiotik, udang vaname, Vibrio parahaemolyticus
The dynamics glucose on carbohydrate utilization of striped catfish Pangasianodon hypophthalmus with yacon leaf Smallanthus sonchifolius dietary supplementation Syefti Palmi, Revita; Setiawati, Mia; Jusadi, Dedi; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.2.158-171

Abstract

The objective of the study was to test dietary supplementation of yacon leaf on the carbohydrate utilization, growth performance, and glucose tolerance of striped catfish during the early-stage period. Fish were fed with five different levels of yacon leaf supplementation (0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%) for nine weeks. Three hundred striped catfish (initial mean body weight: 14 ± 0.14 g) were maintained in 15 rectangular net cages. The results showed that the specific growth rate of fish with yacon leaf supplementation (3.46-3.79%) was higher than the control fish (3.19%) also the feed efficiency value. The highest protein retention was found on 1% yacon leaf fish diet, while the highest lipid retention was found on 1.5%. The blood glucose post-prandial was rise slower than the control fish. The glucose tolerance test also obtained less time to return to basal level after the glucose load. The increased of enzymatic were also present at the supplemented fish. The liver lipid and glycogen concentration was decreased, and the hepatic somatic index was increased. The blood biochemistry showed the lower level of total protein plasma and albumin in supplemented fish, and higher triglyceride and cholesterol levels due to the replenishment of energy storage in adipose tissues while fasting. Therefore, this study concludes that the yacon leaf dietary supplementation has the potential to improve carbohydrate utilization by promoting glucose use efficiently as the main energy, while protein can be utilized for growth. Our data suggest that the best level of yacon leaf supplementation in fish diets is 1.36%. Keywords: yacon-leaf, homeostatic, glucose, sparing-effect ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas suplementasi daun insulin pada pakan terhadap pemanfaatan karbohidrat, kinerja pertumbuhan, dan toleransi glukosa pada benih ikan patin. Ikan diberi pakan dengan lima tingkat suplementasi daun insulin yang berbeda yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% selama sembilan minggu. Tiga ratus benih ikan patin (rata-rata biomasa awal: 14 ± 0,14 g) dipelihara dalam 15 keramba jaring berbentuk persegi panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik ikan yang diberi suplementasi daun insulin (3,46-3,79%) lebih tinggi dibandingkan ikan kontrol (3,19%) linier dengan nilai efisiensi pakan. Retensi protein tertinggi terdapat pada ikan dengan pakan daun insulin 1%, sedangkan retensi lemak tertinggi terdapat pada pakan 1,5%. Kenaikan glukosa darah post-prandial lebih lambat dibandingkan pada ikan kontrol. Kadar toleransi glukosa juga memperoleh waktu yang lebih singkat untuk kembali ke level basal setelah injeksi glukosa. Peningkatan aktivitas enzimatik juga terjadi pada ikan yang diberi suplementasi daun insulin. Konsentrasi lipid dan glikogen hati menurun, dan indeks somatik hati meningkat. Biokimia darah menunjukkan rendahnya kadar total protein plasma dan albumin pada ikan yang diberi suplementasi, serta kadar trigliserida dan kolesterol yang lebih tinggi selama proses pemulihan menggunakan cadangan energi dari jaringan adiposa saat dipuasakan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa suplementasi daun insulin berpotensi untuk meningkatkan pemanfaatan karbohidrat dengan menstimulasi penggunaan glukosa secara efisien sebagai energi utama, sementara protein dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Data kami menunjukkan bahwa tingkat suplementasi daun insulin terbaik dalam pakan ikan adalah 1,36%. Kata kunci: daun insulin, efek hemat, homeostatis, glukosa
Substitusi Bungkil Kedelai dengan Tepung Daun Indigofera zollingeriana Terfermentasi terhadap Kinerja Produksi dan Glikogen Hati pada pemeliharaan ikan jelawat Leptobarbus hoevenii Pangentasari, Dwinda; Setiawati, Mia; Priyo Utomo, Nur Bambang; Sunarno, Mas Tri Djoko; Harianto, Eko; Rolin, Febrina
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i1.244

Abstract

Feed in aquaculture production is the largest production factor. Dependence on imported feed raw materials is the cause of high feed prices in fish farmers. One approach that can be done as a solution is the utilization of local raw materials, namely I. zollingeriana leaf flour fermented with sheep rumen fluid. This study aims to evaluate the use of fermented I. zollingeriana leaf meal (TDI) in feed as a substitute for soybean meal on the growth performance of catfish (L. hoevenii) fry. This study was conducted from December 2016 to June 2017. The research was conducted at the Wet Laboratory and Nutrition Laboratory of the Center for Freshwater Aquaculture Research and Fisheries Extension (BRBATPP), Bogor. This study consisted of four treatments and three replicates, namely the use of fermented amount of I. zollingeriana leaf meal (TDI) in feed as much as 0%, 10%, 20% and 30% made in isoprotein. The test fish used were jelawat fish that weighed 0.93 ± 0.02 g with a stocking density of 25 fish per aquarium. The container used was a 60x40x40 cm3 aquarium filled with water and equipped with 24-hour aeration. The results showed that the use of fermented I. zollingeriana leaf meal in feed up to 30% was significantly different from the control (0%) in several parameters including protein efficiency ratio, protein retention, fat retention, final weight, specific growth rate and feed efficiency, but not significantly different in the amount of feed consumption, hepatosomatic index and survival rate. The use of fermented I. zollingeriana leaf meal up to 20% showed results that were not significantly different from the control. Up to 20% fermented I. zollingeriana leaf meal can be used in tilapia (L. hoevenii) feed
Peningkatan Literasi Keuangan dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga ASN pada Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Indragiri Hilir Melasari, Ranti; Gustina, Ira; Rosliana, Rosliana; Setiawati, Mia; Pratama, Muhammad Aldo
Menara Pengabdian Vol 5, No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i1.6828

Abstract

Pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif merupakan salah satu faktor utama dalam mencapai kemandirian ekonomi keluarga, khususnya bagi keluarga ASN (Aparatur Sipil Negara). Namun, banyak anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Indragiri Hilir yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai literasi keuangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi anggota DWP Kabupaten Indragiri Hilir melalui penyuluhan praktis mengenai literasi keuangan. Kegiatan ini berlangsung dalam satu hari dan yang  melibatkan anggota DWP. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai cara mengelola keuangan keluarga dengan bijak, serta pentingnya merencanakan anggaran untuk mencapai kemandirian ekonomi keluarga.
Evaluation of protein and lipid on feed of Tilapia Oreochromis niloticus Niagara, Niagara; Muhammad Agus Suprayudi; Setiawati, Mia; Achmad Fauzi, Ichsan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.2.266-273

Abstract

The goal of this study was to discover the optimal protein and lipid levels for increasing the growth performance of Nile tilapia Oreochromis niloticus. A 2×2 randomized factorial design was used for this research, and two treatment factors were used: the protein level (28% and 32%) and the lipid level (6% and 8%). So, there were four test treatments and carried out with three replications. Nile tilapia with an average body weight of 5.60 ± 0.06 g were grown in a 900×45×35 cm3 aquarium at a density of 20 fish/aquarium. The experimental fish were grown for 60 days and fed three times daily until they appeared to be satisfied. Parameters evaluated in this study were growth performance and blood chemistry. The fish fed with diet 32;8 showed significantly higher growth than other treatments. Plasma protein in the fish fed with 32;6 diets were higher than those of plasma triglycerides, high density lipoprotein, and low density lipoprotein content were the same among the treatments. The result shows that feed 28;8 has the best protein efficiency ratio and protein retention. Keywords: Oreochromis niloticus, protein sparing effect, lipid, feed ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein dan lipid yang optimum dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak faktorial 2×2 dengan dua faktor perlakuan yaitu kadar protein (28% dan 32%) dan kadar lipid (6% dan 8%). Jadi terdapat empat perlakuan uji dan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Ikan nila dengan rata-rata bobot badan 5,60 ± 0,06 g dipelihara dalam akuarium berukuran 900×45×35 cm3 dengan kepadatan 20 ekor/akuarium. Ikan dipelihara selama 60 hari dan diberi makan tiga kali sehari secara at satiation. Parameter yang dievaluasi dalam penelitian ini adalah kinerja pertumbuhan dan kimia darah. Ikan yang diberi perlakuan dengan pakan 32;8 menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Protein plasma pada ikan yang diberi pakan 32;6 lebih tinggi dibandingkan dengan trigliserida plasma, HDL dan LDL rendah yang sama antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan 28;8 mempunyai nilai protein efesiensi rasio dan retensi protein terbaik. Kata Kunci: Oreochromis niloticus, protein sparing effect, lemak, pakan
Co-Authors , Alimuddin , Mulyasari , Susan . Kurdianto . Melati . Yuniarti A.D. Akbar Achmad Fauzi, Ichsan Ade Dwi Sasanti Afiff , Usamah Agus Oman Sudrajat Alimuddin Alimuddin A alimuddin alimuddin Aliyah Sakinah, Aliyah Amelia Oktaviani, Amelia Apriana Vinasyiam Arbajayanti, Rahma Dini Arfani, Muhammad Dicky Arini Resti Fauzi Aris Tri Wahyudi Arlita, Kriswidya Artin Indrayati Asda Laining Asda Laining Atma Jaya Salman Muin Azmi Afriansyah Bambang Priyo Utomo Bianingrum Bianingrum Burhanudin Faisal, Burhanudin C. Nuraeni D. Jusadi D. Shafruddin Dadang Kurniawan Dadang Syafruddin Dairun, Suclyadi Darina Putri Darsiani Darsiani darsiani, Darsiani DEDI JUSADI dedy yaniharto Dewi Yuniati Dewi Yuniati, Dewi Diamahesa, Wastu Ayu Dian Hardiantho Dian Hardianto Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Dody Sihono Eddy Supriyono Eka Hidayatus Solikhah Eko Harianto, Eko Enang Harris Erni Susanti Fahmi Hasan, Fahmi Fahmi Rajab Fardila Putri, Rizqiyatul Fauzan, Agung Luthfi Fauzi, Arini Resti Febrina Rolin Ferdinand Hukama Taqwa Feri Kurniawati Firsty Rahmatia Gamel Koncara Goro Yoshizaki Gustina, Ira Hany Handajani Harton Arfah Hasan Abidin Hendriana, Andri Huaida, Chatya Iqlima I Mokoginta I Nyoman Adi Asmara Giri I. Mokoginta I. Tepu Ichsan Achmad Fauzi Ichsan Achmad Fauzi Iis Diatin Ika Wahyuni Putri Imron Imron, Imron Inem Ode Ing Mokoginta Irzal Effendi Ismail Rahmat Ismarica, Ismarica Istifarini, Mita Ita Apriani Jefry Jefry Jr., Muhammad Zairin Jufri, Fatahillah Maulana Juli Ekasari Julia Eka Astarini Julie Ekasari Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari Banun Karno Setyotomo Ketut Sugama Ketut Sugama Khasanah, Noviati Rohmatul Kukuh Nirmala Kusriyati Kusriyati L. Indriastuti La Muhamad, Idul M. Zairin Junior M.A. Suprayudi MA Suprayudi Mala Nurilmala Mas Tri Djoko Sunarno Mas Tri Djoko Sunarno Mas Tri Djoko Sunarno Mas Tri Djoko Sunarno, Mas Tri Djoko Maulana, Fajar Mohammad Mukhlis Kamal Muhamad Yamin MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Safir Muhammad Zairin Jr. MUNTI YUHANA N. Nurjanah N.B.P Utomo N.R. Azwar Nadisa Theresia Putri Naufal, Muhammad Restya nFN Safratilofa Niagara, Niagara Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyoutomo Nur Hikma Mahasu Nur, Abidin Nuraini Annisa, Nuraini Nurhayati Nurhayati Nuri Kamaliah, Syarifah Nurly Faridah Octaviana, Myrza Fikry Odang Carman Ode, Inem P. Purnama Pangentasari, Dwinda Pattipeilohy, Christian Ernsz Pratama, Muhammad Aldo Puji Hastuti, Yuni Putri Pratamaningrum Arifin Putri Utami, Putri Putri, Anisa Permata Putri, Savira Nurindra R. Affandi Rahmadani Rahmadani Rakhmawati, Rakhmawati, Ranti Melasari Rasidi Rasidi Rasidi, Rasidi Retno Astrini Reza Samsudin RIDWAN AFFANDI Riska Diana Rizkan Fahmi Ronny I. Wahju Rosliana, Rosliana Shella Marlinda Shidik, Taufik Shidik Adi Nugroho SITI KHODIJAH Siti Khodijah Siti Murniasih Sri Nuryati Sri Nuryati Suardi Laheng Suci antoro Suclyadi Dairun Sujono Sujono Sukenda . Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sumantri, Iwan Sumiana, I Kadek Suryadi Saputra Syefti Palmi, Revita T.M. Haja Almuqaramah Tatag Budiardi Thoy Batun Citra Rahmadani TI Winarno Toshiro Masumoto Triana Retno Palupi Upmal Deswira Uttari Dewi W Manalu W. Manalu Wahyu Pamungkas Wahyudi, Imam Tri WAODE MUNAENI Wasjan WIDANARNI WIDANARNI Widya Puspitasari Wildan Nurussalam Windu Sukenda Wiwik Hildayanti Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Y. Hadiroseyani Yonvitner - Yuli Andriani Yuni Puji Hastuti