Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MARBOSI-BOSI (Tarenna polycarpa (miq.) koord. & Valeton) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Nasution, Wardah; Nasution, Haris Munandar; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6351

Abstract

Daun marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan minuman herbal, dan obat tradisional. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Staphylococcus aureus . Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan antibakteri dari ekstrak etanol daun Marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman Marbosi-bosi mengandung beragam metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid, yang dikenal memiliki aktivitas sebagai agen antibakteri alami. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ekstrak sebagai pilihan terapi jerawat berbasis bahan herbal. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak dari simplisia daun Marbosi-bosi melalui teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, pengujian daya hambat antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri penyebab jerawat dan infeksi kulit, yaitu Staphylococcus aureus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 45% menghasilkan diameter zona hambat paling besar, yaitu sebesar 16,23 mm terhadap Staphylococcus aureus, yang tergolong ke dalam kategori aktivitas antibakteri kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Marbosi-bosi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai komponen aktif alami dalam formulasi sediaan farmasi.
OLASI DAN KARAKTERISASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis) Afriati, Nelsi; Ridwanto; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6363

Abstract

Limbah laut yang melimpah di Indonesia bisa dipergunakan menjadi sumber kitin. Limbah dari hewan bersisik keras atau kerang-kerangan mengandung senyawa kitin. Kerang kijing (Pilsbryoconcha exilis) adalah jenis kerang yang tinggal menempel atau berada pada dasar sungai. Salah satu strategi pengelolaan limbah cangkang kerang kijing adalah dengan mengolahnya menjadi bahan baku kitosan. Kitosan sendiri ialah polimer linear yang didapat melalui kitin melalui proses deasetilasi. Untuk menentukan gugus fungsi dan sifat kitosan, digunakan analisis Fourier Transform Infrared (FTIR). Prosedur isolasi yang diterapkan meliputi deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi sebesar 75,53%, menghasilkan serbuk halus dengan warna putih kekuningan dan tidak berbau. Dari uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang didapat adalah 2,66% dan kadar abu 0,32%. Dengan demikian, limbah cangkang kerang kijing berhasil terisolasi secara baik dan mencapai pemenuhan standar SNI, dengan derajat deasetilasi ≥75%.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT Dama Yanti, Fradilla; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6365

Abstract

Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (Illicium verum Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans. Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan dari Ekstrak Jamur Susu Harimau (Lignosus Rhinocerus) dengan Metode DPPH dan Frap Malahayati, Malahayati; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai; Ridwanto, Ridwanto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5492

Abstract

Jamur susu harimau (Lignosus rhinocerus) merupakan tumbuhan langka yang telah lama digunakan secara tradisional dan memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri dan antioksidan, terutama di tengah meningkatnya masalah resistensi antibiotik. Hal ini didukung oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid, tannin, alkaloid, dan saponin yang berperan penting dalam melawan infeksi bakteri patogen dan menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol jamur susu harimau terhadap bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dan Gram-negatif Escherichia coli, serta mengevaluasi kapasitas antioksidannya menggunakan dua metode komplementer, yaitu DPPH dan FRAP. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dari serbuk simplisia, dan pengujian aktivitas dilakukan pada tiga variasi konsentrasi: 50%, 60%, dan 70%. Hasil uji antibakteri menunjukkan aktivitas yang kuat dan bersifat konsentrasi-tergantung. Pada konsentrasi 70%, diameter zona hambat mencapai 20,40 mm untuk S. aureus dan 16,30 mm untuk E. coli. Pada uji antioksidan, ekstrak menunjukkan kemampuan yang signifikan dengan nilai IC50 sebesar 86,15 ppm (metode DPPH) dan 77,13 ppm (metode FRAP), yang termasuk dalam kategori kuat. Secara keseluruhan, hasil ini tidak hanya mengonfirmasi potensi jamur susu harimau sebagai sumber senyawa bioaktif alami, tetapi juga memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangannya lebih lanjut sebagai agen terapeutik baru dalam mengatasi infeksi bakteri dan mitigasi stres oksidatif.
Cytotoxicity Test of Black Garlic (Allium Sativum L.) Ethanol Extract Using BSLT Method (Brine Shrimp Lethality Test) Falah Rambe, Raudhotul; Ridwanto; H., Fathur Rahman; Daulay, Anny Sartika; Zulmairani
PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Vol. 4 No. 01 (2025): PCJN: Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara
Publisher : CV. Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58549/pcjn.v3i03.118

Abstract

Cancer is an abnormal condition of cells or a group of cells experiencing uncontrolled growth. In the last decade, the use of medicinal plants has tended to increase in line with the development of the herbal or traditional medicine, pharmaceutical, cosmetic, and food and beverages. There are various kinds of plants that can be used as anti-cancer treatments, one of which is black garlic. Black garlic is an ingredient made from garlic at a certain temperature and humidity. The objective of this research was to determine the phytochemical content of black garlic and to evaluate its toxicity level (LC50) using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, by calculating the number of deaths of Artemia salina Leach larvae with Lethal Concentration 50 (LC50) as the parameter. Black garlic extract variation, chemical content, characterization, and cytotoxicity tests were variables in the research. Black garlic contains several secondary metabolite compounds namely alkaloids, flavonoids, glycosides, and steroids. The regression equation obtained was y = 1.5939x + 0.919, with an LC50 value of 363.2453 μg/mL. These results concluded that black garlic ethanol extract had a toxic effect on Artemia salina larvae.
AKTIVITAS ANTIJAMUR TERHADAP KOMBINASI EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd.) DAN SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) Puspita, Dinda Dila; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6917

Abstract

Antijamur merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme, khususnya dari golongan fungi (jamur), yang dapat menghambat atau memusnahkan mikroba lainnya, serta memiliki kemampuan membunuh atau menegah pertumbuhan kuman, dengan tingkat toksisitas yang relatif rendah bagi manusia. Di antara tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan jamur candida albicans adalah Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd. ) dan Sereh Dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, yang mencakup pengumpulan bahan tanaman, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, analisis karakteristik simplisia, skrining fitokimia, serta uji aktivitas terhadap jamur candida albicans. Hasil penelitian terhadap jamur Candida albicans menunjukkan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan pengujian aktivitas antijamur ekstrak sereh dapur pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%, dengan kontrol positif berupa flukonazol yang menunjukkan daya hambat sebesar 12,8 dan kontrol negatif menggunakan dmso yang tidak menunjukkan daya hambat.
Formulasi, Evaluasi Dan Penentuan Nilai SPF Sediaan Body Lotion Ekstrak Etanol Kopi Arabika Jenis Longberry Fanny Anggreany Santosa; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1503

Abstract

Background: Exposure to ultraviolet (UV) radiation can cause skin damage such as erythema, premature aging, and skin cancer. Although sunscreens are widely used, synthetic UV filters may cause side effects. Therefore, alternative natural ingredients with antioxidant activity are needed, such as Arabica coffee beans (Coffea arabica), which are rich in polyphenols, particularly chlorogenic acid, as potential sunscreen agents. Objective: This study aims to formulate a body lotion containing ethanol extract of longberry-type Arabica coffee beans, evaluate its physical properties, and determine its Sun Protection Factor (SPF) value in vitro. Methods: This experimental study included phytochemical screening, extraction using 96% ethanol, and SPF determination using a UV-Vis spectrophotometer with the Mansur method. The body lotion was formulated with varying extract concentrations of 0–3% and evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, emulsion type, stability, and irritation test. Results: The extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and glycosides. The highest SPF value of the extract was 36.727 at a concentration of 1000 ppm (ultra protection category). The best formulation was found at a 3% concentration with an SPF value of 10.554 (maximum protection category). All formulations met physical quality requirements and showed no irritation. Conclusion: The ethanol extract of longberry-type Arabica coffee beans has potential as a natural sunscreen active ingredient. Increasing the extract concentration is directly proportional to the increase in SPF value, with the 3% formulation showing the best performance.
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI DAN HIDROKUINON PADA KRIM KOSMETIK YANG BEREDAR DI KOTA MEDAN Hanum, Latifah; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Rani, Zulmai
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5726

Abstract

Krim kosmetik pencerah mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kulit. Tujuan penelitian ini untuk pemeriksan kandungan merkuri dan hidrokuinon pada krim kosmetik yang dijual di kota Medan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada merkuri dalam semua sampelyang diuji, tetapi hidrokuinon ditemukan dalam salah satu sampel dalam jumlah yang melebihi batas yang diizinkan. Menurut pemeriksaan ini, masih ada krim kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Untuk melindungi konsumen, pengawasan perederan kosmetik harus terus ditingkatkan.
Uji Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksan Dan Etil Asetat Daun Seminyak (Champereia manillana (Blume) Merr.) Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Pratama, Alvin; Nasution, Haris Munandar; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1200

Abstract

Background: Bacterial resistance to antibiotics has become a global concern, prompting the exploration of alternative antibacterial agents derived from natural sources. Enterococcus faecalis is a pathogenic bacterium frequently associated with root canal treatment failure due to its high resistance level. Seminyak leaves (Champereia manillana (Blume) Merr.) are known to contain secondary metabolites with potential antibacterial activity; however, studies based on solvent fractionation remain limited. Objective: This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the ethanol extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction of seminyak leaves against Enterococcus faecalis. Methods: An experimental study was conducted through plant identification, preparation of simplicia, extraction using the maceration method with 96% ethanol, and liquid–liquid fractionation using n-hexane and ethyl acetate. Phytochemical screening was performed qualitatively and confirmed by thin-layer chromatography (TLC). Antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method at concentrations of 15%, 30%, and 45% with three replications. Dimethyl sulfoxide (DMSO) 10% was used as the negative control, while chlorhexidine (standard concentration) served as the positive control. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey HSD post hoc test. Results: Phytochemical screening revealed that the ethanol extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The n-hexane fraction predominantly contained nonpolar compounds (alkaloids and steroids), while the ethyl acetate fraction contained more diverse semi-polar compounds. Antibacterial testing showed that all samples exhibited activity against Enterococcus faecalis. The highest inhibition zone diameters at 45% concentration were 14.1 ± 0.21 mm (ethanol extract), 10.3 ± 0.17 mm (ethyl acetate fraction), and 8.5 ± 0.14 mm (n-hexane fraction). Statistical analysis indicated significant differences among treatments (p < 0.05). Conclusion: The ethanol extract, ethyl acetate fraction, and n-hexane fraction of seminyak leaves exhibit antibacterial activity against Enterococcus faecalis. The ethanol extract showed the highest activity, followed by the ethyl acetate and n-hexane fractions. These findings suggest that antibacterial compounds are more dominant in polar to semi-polar fractions.
Isolation of Hemicellulose from Oil Palm Empty Fruit Bunches (Elaeis guineensis Jacq.) and Its Application as a Gelling Agent in Topical Gel Formulations Sitompul, Maysaro; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai; Miswanda, Dikki
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v3i2.128

Abstract

This study aimed to isolate hemicellulose from oil palm empty fruit bunches (OPEFB) (Elaeis guineensis Jacq.) and evaluate its potential as a gelling agent in topical gel formulations. Hemicellulose was extracted using alkaline treatment with varying NaOH concentrations (0.05–0.5 N). The highest yield of 12.84% was obtained at 0.5 N NaOH. The isolated hemicellulose was then formulated into five gel preparations using hemicellulose alone, Carbopol 940 alone (2%), and their combinations at different ratios. All formulations were evaluated for organoleptic properties, homogeneity, spreadability, adhesiveness, pH, and viscosity over 14 days. The results showed that all gels were homogeneous with acceptable physicochemical properties. Spreadability ranged from 5.3–6.7 cm, adhesiveness from 2.02–2.66 seconds, and viscosity from 2,470–32,800 cPs. Most formulations maintained pH values within the ideal skin range (4.5–6.5). Combination formulations exhibited better gel characteristics than hemicellulose alone, indicating a synergistic effect with Carbopol 940. This research demonstrates that hemicellulose derived from OPEFB can serve as a promising natural gelling agent in pharmaceutical gels. The utilization of this agricultural waste offers a sustainable and environmentally friendly alternative to synthetic excipients while adding economic value to oil palm biomass.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afriati, Nelsi Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Ainil Fithri Pulungan Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andi Syahputra, Ricky Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Dama Yanti, Fradilla Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Dwi Jati, Fatma Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fahmi Fahmi Fajri, Fajrilda Aqilah Falah Rambe, Raudhotul Fanny Anggreany Santosa Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Gultom, Evi Depiana H., Fathur Rahman Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Hutagalung, Victor H Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Latifah Hanum Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Asira Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Malahayati Malahayati Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir MS, Apriana Ulan Dari Muhammad Agus Muljanto Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nasution, Wardah Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Nurmazela, Virda Nursyafira, Arini Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Paramitha, Ratih Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Pratama, Alvin Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rafita Yuniarti Rahma Dona, Rahma Raissa Fitri Rambe, Robiatun Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Robiatun, Robiatun Rambe Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sitompul, Maysaro Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani SURBAKTI, CHRISTICA ILSANNA Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Trizaldi, Asep Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Vera Estefania Kaban Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya