p-Index From 2021 - 2026
9.872
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia IPTEK Journal of Proceedings Series VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Buletin Keslingmas The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Kimia Riset Sari Pediatri Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Health Notions HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Syntax Idea Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Prosiding Conference on Research and Community Services Media Gizi Kesmas Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Tropical Health and Medical Research Journal Jurnal Kesehatan Public Health and Preventive Medicine Archive ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Student Scientific Creativity Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JKEMS (Jurnal Kesehatan Masyarakat)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Makanan di Wilayah Kota Banyuwangi Arifatul Nurlailia; Lilis Sulistyorini; Septa Indra Puspikawati
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.254-260

Abstract

Latar Belakang: Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. Pengolahan suatu makanan tidak terlepas dari adanya bahan tambahan pangan yang merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam pangan. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaanya adalah boraks karena sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam tubuh manusia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif kandungan boraks pada makanan yang dijual oleh pedagang yang ada di wilayah Kota Banyuwangi.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari tahun 2020 di Laboratorium Kesehatan Lingkungan PSDKU Universitas Airlangga Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 15 makanan yang terdiri dari kerupuk, pentol, bakso, tahu walik dan cimol. Sampel didapatkan dari 15 pedagang makanan yang berbeda di daerah Kota Banyuwangi diantaranya wilayah Giri, Pakis, Glagah, Tukang Kayu, Sobo dan Kepatihan. Pengujian kandungan boraks ini dilakukan oleh mahasiswa Kesehatan Lingkungan yang salah satunya peneliti sendiri dengan menggunakan Test Kit Boraks.Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 15 sampel makanan yang dijual di wilayah Kota Banyuwangi sebanyak 10 sampel (66,7%) yaitu pada 5 sampel pentol, 3 sampel bakso serta satu sampel kerupuk dan tahu walik. Sementara sisanya yaitu 5 sampel (33,3%) yang negatif boraks diantaranya satu sampel kerupuk, 3 sampel bakso dan cimol.Kesimpulan: Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi atau membeli makanan dengan memperhatikan ciri-ciri yang ada pada makanan dan sebaiknya pengawasan serta pembinaan terhadap pedagang makanan yang ada di wilayah Kota Banyuwangi lebih ditingkatkan.Kata kunci: analisis kualitatif, keamanan pangan, pedagang, boraks
Hubungan Asupan Cairan dan Iklim Kerja dengan Status Hidrasi Pekerja Home Industry Keripik Pisang Lumajang Amanda Fithri Habibati; Ulfa Lailatus Sa'adah; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.95-101

Abstract

Background: Most of the body is composed of water. Water is essential for the human body. If water reduction in the human body, dehydration will occur. Therefore it is crucial to meet the needs of fluid consumption. Environmental factors can also cause dehydration, one of which is the work climate. Not all home industries meet the requirements of the work environment and occupational safety and health (OSH) for workersObjectives: To analyze the relationship between fluid intake and work climate with the hydration status of workers in the banana chip home industry LumajangMethods: This research is an observational study. This study uses a quantitative research type as well as a cross-sectional design. Samples were taken by a simple random sampling method so that 26 workers obtained 34 workers in 13 home industries. Univariate analysis with frequency distribution and bivariate with Spearmen rank correlation testResults: There is a relationship between fluid intake (p=0.032) and work climate (p=0.001) with workers' hydration status. A work climate that exceeds the TLV and the need for fluid consumption of fewer than 3.7 liters/day (for men) and 2.7 liters/day (for women) can cause dehydration from mild to severe.  Conclusions: It concluded a significant relationship between work climate and fluid intake with workers' hydration status. Because of, hot working environment and insufficient fluid intake for workers, resulting in dehydration of workers. Recommendations are that employers can meet the fluid intake of workers and are easily accessible for workers and install local exhaust ventilation.
Gambaran Pemetaan dan Pencemaran Lingkungan dari Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Klinik Berdasarkan Potensi Pencemaran di Kabupaten Jombang Anggara Widyartanto; Lilis Sulistyorini; Muhammad Rosyid Ridlo
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.15-20

Abstract

Background: Clinical activities are activities that can produce various wastes in the form of liquid, solid and gas. Clinics will not only produce ordinary waste, but also infectious waste and other medical waste that can cause health problems which are a source of disease transmission. Management of clinical B3 waste is very important, because if B3 waste is not properly managed, various impacts can arise, namely: environmental pollution, causing injury, and nosocomial diseases. Objectives: This internship activity aims to analyze the mapping and environmental pollution description from the clinical UKL-UPL environmental document based on the potential for pollution in the Jombang DLH. Methods: The implementation methods used include online discussion, online assessment, participation, and literature study. The instrument used in data collection in the implementation of the internship is the draft UKL- UPL environmental document for the Jombang DLH Environmental Impact Study. Results: Data for UKL-UPL clinics registered by DLH Jombang is 12% or 80 clinical institutions. The mapping of the coordinates of the clinics in Jombang Regency illustrates the even distribution of clinical institutions and it can be seen that the majority of clinics in Jombang Regency are concentrated in Jombang District, which consists of clinics that produce 2 types of waste and clinics that produce 3 types of waste. From the map it can be seen that the sub-districts that have the least number of clinics are Wonosalam, Bareng, and Ngusikan sub-districts. Conclusions: The majority of clinics in Jombang Regency are concentrated in Jombang District, which consists of clinics that produce 2 types of waste and clinics that produce 3 types of waste.
Persebaran Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Kepadatan Penduduk, Curah Hujan, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kota Madiun Aimmatus Shofifah; Anggara Widyartanto; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.172-178

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, the virus can spread and enter the human body carried by mosquitoes of the Aedes Aegypti and Aedes Albopictus types. Environmental influences can increase mosquito breeding such as temperature, rainfall, and humidity. Objectives: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, the virus can spread and enter the human body carried by mosquitoes of the Aedes Aegypti and Aedes Albopictus types. Environmental influences can increase mosquito breeding such as temperature, rainfall, and humidity. Objective: To find out the distribution of dengue cases in urban villages in Madiun City by utilizing spatial analysis. Methods: Quantitative analytic with secondary data analysis approach, the research design used was cross-sectional. This study uses a geographic spatial number approach for the analysis of risk factors for DHF related to DHF cases in Madiun City in 2020. Results: On average, the urban village had a number of cases from 1-7, namely as many as 20 villages, the average population density was in the range of 1775-5633 with 17 villages, the average village that was 16 villages had a 95%-97% free rate value, all villages had rainfall in the 100-300 mm time range, 21 villages had a DHF risk level score of 1- 2 and 6 villages had a score of 2-3. Conclusions: The average urban village in Madiun City has a population density in the low category. There are 7 sub-districts in Madiun City with ABJ scores below 95%. All sub-districts have moderate rainfall, namely 100-300 mm. A high level of dengue risk in an area does not necessarily indicate that dengue cases in that area are high. Prevention of dengue fever can be done to reduce the increase in cases.
Proses Pengolahan Air Minum pada Sumber Karangan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Erna Maya Safa; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 2 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i2.2024.621-632

Abstract

Background: Water is needed by humans, especially drinking water. Drinking water can be directly consumed if it meets the requirements in PERMENKES No.492/2010 concerning Drinking Water Quality Requirements. Sumber Karangan is the raw water source for PDAM Kota Malang has met the requirements for drinking water quality. Sumber Karangan raw water only uses a partial processing method, namely by using chlorination. Objectives: In general, this study aims to explain the drinking water treatment process at Sumber Karangan. In particular, this study aims to determine the results of drinking water treatment by looking at the quality of drinking water physically, chemically, and bacteriologically at Sumber Karangan. Methods: This study uses exploratory research methods through qualitative data collection by conducting interviews, direct observation, and literature review as supporting information related to drinking water treatment processes. Results: Based on what we got on the field, the steps taken are intake, chlorination, reservoir, flushing, and customer distribution. Examination of the quality of raw water shows that the quality of raw water at Sumber Karangan only requires chlorination as a disinfection process. While checking the quality of the customer's drinking water shows that the quality meets the requirements in PERMENKES No.492/2010 concerning Drinking Water Quality Requirements. Conclusions: The drinking water treatment process at Sumber Karangan is following applicable regulations and has been distributed to customer networks with guaranteed safety so that it can be consumed directly by customers.
Gambaran Inspeksi Kesehatan Lingkungan Puskesmas di Puskesmas Gading, Kota Surabaya Tahun 2023: Overview of Environmental Health Inspection at Gading Health Center in Surabaya City, 2023 Rosalia Nindy Prastika Sari; Lilis Sulistyorini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5043

Abstract

Latar belakang: Puskesmas sebagai salah satu pelayanan kesehatan harus memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan yang baik mulai dari aspek lokasi, bangunan luar, bangunan dalam, dan sebagainya. Beberapa alasan utama mengapa inspeksi lingkungan di puskesmas sangat penting antara lain pencegahan penyakit menular. kualitas pelayanan yang lebih baik, kepatuhan terhadap standar regulasi, keamanan staf medis, lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kredibilitas puskesmas. Tujuan: Menganalisis gambaran inspeksi sanitasi kesehatan lingkungan puskesmas di Puskesmas Gading, Kota Surabaya tahun 2023. Metode: Merupakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan analisis dalam bentuk gambaran atau deskripsi. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya pada tanggal 20 Desember 2023. Inspeksi sanitasi lingkungan di Puskesmas Gading menggunakan instrumen berupa formulir yang berisi komponen – komponen persyaratan sanitasi lingkungan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya. Pengisian formulir dilakukan melalui observasi. Selain melalui metode observasi, penilaian inspeksi sanitasi lingkungan di puskesmas ini juga dilakukan dengan metode wawancara. Wawancara dilakukan kepada 2 petugas Tata Usaha (TU) Puskesmas Gading, Kota Surabaya. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan di Puskesmas Gading, Kota Surabaya dengan menggunakan 4 aspek yaitu bangunan luar, bangunan dalam dan material, sarana fasilitas dan sanitasi serta manajemen kebersihan dan ketertiban, diperoleh presentase skor akhir yaitu 97,6% Kesimpulan: Sanitasi lingkungan di Puskesmas Gading dikatakan memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 dikarenakan skor yang diperoleh > 70%.
Edukasi Dini Berbasis One Health dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan dan Lingkungan pada Siswa MI Al Fatah Gresik : Pengabdian Yeshita Alifia Yuvianti; Lilis Sulistyorini; R. Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4361

Abstract

The One Health approach emphasizes the importance of the interconnectedness between human, animal, and environmental health as an integrated effort for disease prevention and control. This community service activity aimed to implement the One Health approach through educational interventions for elementary school students at MI Al Fatah, Sukorejo Village, Sidayu District, Gresik Regency. The activity methods included material presentations, screening of educational videos, handwashing practice, and the administration of pre-tests and post-tests. The results showed an improvement in students’ understanding of the One Health concept, as evidenced by an increase in scores from 68.75% in the pre-test to 90.63% in the post-test. In addition, positive changes in clean and healthy living behaviors were observed, along with increased support from teachers to integrate this concept into learning activities. These findings indicate that an educational approach based on One Health is effectively implemented at the elementary school level and has the potential to serve as a sustainable community empowerment strategy.
PELATIHAN KADER ANTI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA KOLABORATIF DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DI MASYARAKAT Najwa Reisha Az Zahra; Lilis Sulistyorini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29925

Abstract

Abstrak: Desa Tosanan berada di wilayah Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan analisis situasi melalui data dari puskesmas, ponkesdes, dan diskusi bersama bidan serta perawat desa, ditemukan masalah penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Pada Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, jumlah penderita hipertensi sebanyak 10.373 kasus dengan jumlah terbanyak pada perempuan sebanyak 5.235 orang dan Desa Tosanan lebih dari 100 orang menderita hipertensi. Berdasarkan metode CARL bersama ibu lurah, kader, dan perawat desa, prioritas masalah hipertensi di Desa Tosanan berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan. Tujuan dari program Pelatihan Kader Anti Hipertensi (PEKA ATI) yakni untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan dan penanganan hipertensi di masyarakat yang dilanjutkan di Puskesmas. Metode pelaksanaan PEKA ATI dengan metode ceramah dan terdapat inovasi games yang dapat diterapkan di masyarakat. Kegiatan dihadiri sebanyak 18 kader yang mengikuti pelatihan dan penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan hipertensi sebesar 31,13%. Uji statistik menggunakan RStudio membuktikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan p-value 0,000000939 yang menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader. Untuk meningkatkan efektivitas program PEKA ATI, perlu penguatan kedisiplinan waktu, pendampingan bagi kader yang mengalami kendala teknologi, perluasan cakupan peserta, serta evaluasi berkala.Abstract: Tosanan Village is located in Kauman District, Ponorogo Regency, East Java Province. Based on the situation analysis through data from health centers, village health posts, and discussions with midwives and village nurses, a non-communicable disease problem was found hypertension. In Kauman District, Ponorogo Regency, the number of hypertension sufferers was 10,373 cases with the largest number in women as many as 5,235 people and Tosanan Village more than 100 people suffered from hypertension. Based on the CARL method the priority of hypertension in Tosanan Village is related to the low public awareness to check their health. Through the Anti-Hypertension Cadre Training (PEKA ATI) it aims to be enhance the capacity of cadres in the prevention and management of hypertension at the Puskesmas. The implementation method of PEKA ATI is with a lecture method and there are game innovations that can be applied in the community. The activity was attended by 18 cadres who took part in training and counseling with an increase in hypertension knowledge of 31.13%. Statistical tests using RStudio prove that there is a significant difference between the pre-test and post-test results with a p-value of 0.000000939 which indicates that this training is effective in improving cadre knowledge. To improve the effectiveness of the PEKA ATI program, it is necessary to strengthen time discipline, mentoring for cadres who experience technological constraints, expanding the scope of participants, and periodic evaluations.
PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DI SMP MA PUTRA HIDYATULLAH DEPOK Aditya Sukma Pawitra; Lilis Sulistyorini; Novi Dian Arfiani; Yulfa Tiara Kencana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59561

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya personal hygiene dan sanitasi lingkungan dalam mewujudkan sekolah sehat di SMP–MA Putra Hidayatullah Depok. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi sanitasi lingkungan, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), edukasi interaktif menggunakan media leaflet, poster, video, demonstrasi praktik cuci tangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan edukasi diberikan kepada 81 siswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup sanitasi lingkungan sekolah dan personal hygiene sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi edukasi. Rata-rata nilai pre-test sebesar 79,135 meningkat menjadi 88,271 pada post-test, dengan selisih 9,136 poin atau peningkatan sebesar 11,54%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam diskusi dan praktik kebersihan diri serta pengelolaan sampah. Kesimpulannya, program pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait personal hygiene dan sanitasi lingkungan.
Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia Leka Lutpiatina; Lilis Sulistyorini; Tini Elyn Herlina; Ahmad Muhlisin
Tropical Health and Medical Research Vol. 8 No. 2 (2026): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia remains one of the leading causes of mortality among children under five worldwide. Previous studies have reported inconsistent findings regarding sex differences in pneumonia susceptibility, suggesting that risk factors may differ between male and female toddlers. This study aimed to identify and compare sex-specific risk factors for pneumonia among toddlers in Banjar Regency, Indonesia. This case–control study included 300 toddlers: 169 male toddlers (61 cases and 108 controls) and 131 female toddlers (45 cases and 86 controls). We assessed 41 demographic, socioeconomic, behavioural, child-related, environmental, and housing indicators through interviews and direct household measurements. We analysed male and female datasets separately. Candidate variables with p<0.25 in simple logistic regression were entered into multivariable logistic regression using the backward stepwise method to identify independent predictors of pneumonia. Among male toddlers, four independent risk factors were identified: stunted child development (OR=7.022; 95% CI: 1.680–29.345), low family income (<minimum wage) (OR=3.305; 95% CI: 1.328–8.228), living within 15 m of the riverbank (OR=2.830; 95% CI: 1.336–5.994), and age 12–59 months (OR=2.236; 95% CI: 1.025–4.878). Among female toddlers, three independent predictors were identified: low family income (OR=3.211; 95% CI: 1.077–9.571), predominant infant formula feeding (OR=2.748; 95% CI: 1.040–7.261), and inadequate household occupancy density (OR=2.641; 95% CI: 1.187–5.876). The findings demonstrate distinct sex-specific risk factor patterns for pneumonia among toddlers. These results suggest that pneumonia prevention strategies should incorporate gender-specific approaches, with greater emphasis on improving child development and environmental conditions for boys, and promoting breastfeeding and adequate housing conditions for girls.
Co-Authors Aaqilah Salsabila, Zaneta Abela, Rindi Mei Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agita, Agita Agusniar Furkani Listyawati Agustin, Avita Fitri Agustin, Avita Fitri Agustin Ahmad Luqmanul Hakim Ahmad Muhlisin Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Aimmatus Shofifah Aimmatus Shofifah Alchamdani Alif, Achmad Alifah Nurria Nastiti Amalia Layina Ulfa Amalia Layina Ulfa Amanda Fithri Habibati Anggara Widyartanto Anggara Widyartanto Anisa Lailatul Fitria Arfiani, Novi Arifatul Nurlailia Arifatul Nurlailia Aris Putra Firdaus Aris Santjaka Arumdapta, Khansa Abida Asri Meidyah Agustin Avita Fitri Agustin Avita Fitri Agustin Ayly Soekanto Ayu Aulia Azizah Ajeng Pratiwi Balgis Putri Salindra Bening Kusuma Ramadhini Bhirawa Odie Prino Secaria Cahyono, Yoyon Hariadi Chatarina Umbul Wahyuni Chofifah Ayu Kusumaningtyas Corie Indria Prasasti Corie Prasasti Dani Nasirul Haqi Denes Wara Ayu Puspita Desi Listianingsih Devi Ditabeliana Rachmawati Dominikus Raditya Atmaka Dwi Wahyuni, Sumarti Edi Winarko Edy Setiti Wida Utami Eka Mishbahatul Mar'ah Has Eka Ramadhan, Gaung Ekalina Atikasari Elida Ulfiana Elsya Kurniawati Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Emilia Devi Dwi Rianti Endang Dwiyanti Eny Rohmawati Erna Maya Safa Evin Kenedyanti Fadholi, Firda Azkiya Nisa Fadholi, Firda Azkiya Nisa' Fairuz Haniyah Ramadhani Fairuz Haniyah Ramadhani Fajrinia Putri Rudiansyah Faradila, Putri Anisah Fatah, Mohammad Zainal Fatimatuz Zahroh, Fatimatuz Fetty Rhomdani Firda Azkiya Nisa&#039; Fadholi Franky Darmawan Fuad Ama Hafid, Indang Fauziah Hagai, Steven Hana’ Izdihar Hardiyono Hardiyono Hari Basuki Notobroto Hari Rudjianto Indro Wardono Hasnur Z Arna Herlambang Yahya Yudhistira Husein Umarush Shiddiq I Gde Raju Sathya Murti Indang Fauziah Hafid Iva Rustanti Eri Wardojo Izdihar, Hana’ J Mukono J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Juliana Binti Jalaludin Juliana Binti Jalaludin Juliana Jalaludin Junairiah Junairiah Kahar Kahar Kartika Elisabet Krisnanti Kencana, Yulfa Tiara Khomsatun Khuliyah Candraning Diyanah Kresnaya, Wildy Ariabima Kurnia, Galuh Mega Kusnadi, Bunga Devita Putri Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusumawati, Mifaidah Lagiono Latif, Mohd Talib Leka Lutpiatina Lestari, Kusuma Lisa Fitria Ningrum Luckycia, Viela Lusno, Muhammad Lutiah, Siti Jubaida Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Mangiri, Devina Windy Metriana, Metriana Mohd Talib Latif Mohd Talib Latif Mohd Talib Latif Mufidah, Imro’atul Muhammad Addin Rizaldi Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Rosyid Ridlo Muhashonah, Izzuki Mukarromah, Nur Makkatul Mukono, Jojok Nabila Mutia Rahma Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Najwa Reisha Az Zahra Namira Kholifatul Pramudinta Naser, Mhd. Izzan Nasichatus Shofa Naura, Nuha Naura, Zafira Nuha Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Nisa Amira Nisa Amira Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Ni’matuzzahroh Ni’matuzahroh Novi Dian Arfiani Nur Hilal Nurachmawati Meindah Sari Nurul Sofi Amalia Nuzulul Kusuma Putri Octavian, Adelia Rizky Pradita Setiawan Prasetyo, Purnomo Tri Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Tri Prasetyo Puspikawati, Septa Indra Putri, Fitria Eka Qatrunnada Ramadhani, Nadhifah R Azizah R Azizah R Azizah R Azizah R Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah, R. Azizah R.Azizah Rachmah, Artifa Rachmah, Qonita Rahayu, Wahyu Istining Ranimas Ayu Wulandari Ratih Zahratul Jannah Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Renita Diah Paramita Renticabella Praharanie Edytya Retno Adriyani Ria Ayu Dewanti Rica Naudita Krisna Setioningrum Riesa Desy Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rockmawati, Dliyau Rohmah, Shofiyatur Rokhmalia, Fitri Rosalia Nindy Prastika Sari Sajidah Baswedan Saleh, Tania Ardiani Salim, Shafa Fikriyyah Salsabila Novianti Salsabila, Regina Salsabila, Zaneta Aaqilah Santi Martini Sapridha Pulungan, Nanda Sapridha Pulungan Sarva Mangala Praveena Secaria, Bhirawa Odie Prino Setioningrum, Rica Naudita Krisna Shadilla Dilla Sholiha, Nisrina Nuha Soedjajadi Soedjajadi - Soedjajadi Keman Soenarnatalina Melaniani Sudarmaji Sudarmaji Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Sukma Sahadewa, Sukma Surahmaida, Surahmaida Syahrul R, Syahrul Tini Elyn Herlina Tri Nurhariyati Ulfa Lailatus Sa'adah Ulfa Lailatus Sa'adah Ulfa Lailatus Sa’adah Wardani, Ratnaningtyas Yeni Dhamayanti Yeshita Alifia Yuvianti Yeshita Alifia Yuvianti Yosephine Sri Wulan Manuhara Yudied Agung Mirasa Yulfa Tiara Kencana Yulfa Tiara Kencana Yulia Yunara Yuliana Sarasati Zahra Oktavia Misbakh Zahro, Alif Fatimatuz Zia Azuro Zuhairoh Zida Husnina Zuraidassanaaz, Nabilah Istighfari