p-Index From 2021 - 2026
9.643
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia IPTEK Journal of Proceedings Series VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Buletin Keslingmas The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Kimia Riset Sari Pediatri Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Health Notions HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Health Science and Prevention JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Syntax Idea Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Prosiding Conference on Research and Community Services Media Gizi Kesmas Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Tropical Health and Medical Research Journal Jurnal Kesehatan Public Health and Preventive Medicine Archive ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Student Scientific Creativity Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JKEMS (Jurnal Kesehatan Masyarakat)
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma; Adriyani, Retno; Sulistyorini, Lilis; Prasasti, Corie Indria; Azizah, R.; Lestari, Kusuma Scorpia; Sudarmaji, Sudarmaji; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Husnina, Zida; Astuti, Ratna Dwi Puji; Arfiani, Novi Dian; Murti, I Gde Raju Sathya; Jassey, Babucarr
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
Meta Analisis Hubungan Ketersediaan Air Bersih, Kepemilikan Jamban dan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (2018-2023) Sholiha, Nisrina Nuha; Sulistyorini, Lilis; Adriyani, Retno; Ramadhani, Fairuz Haniyah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 24, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.24.3.219-227

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan terhadap kejadian stunting. Terdapat penelitian yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan yang bermakna. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko lingkugan yang paling dominan pada variabel artikel ilmiah yang meliputi ketersediaan air bersih, kepemilikan jamban, dan personal hygiene.Metode: Penelitian ini menggunakan meta-analisis yaitu menggunakan software JASP versi 0.18.0.0. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Google Scholar dan Publish atau Perish kemudian dilakukan pemilahan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh 40 artikel penelitian pada periode 2018–2023.Hasil: Meta-analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih memiliki hubungan signifikan dengan penurunan risiko kejadian stunting pada balita (PR = 0,52; 95% CI: 0,38–0,93; p < 0,05) yang berarti balita yang memiliki akses terhadap air bersih memiliki risiko stunting hanya sebesar 52% dibandingkan anak yang tidak memiliki akses air bersih. Kepemilikan jamban juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (PR = 0,48; 95% CI: 0,41–1,06; p < 0,05) yang artinya balita dari keluarga yang memiliki jamban memiliki risiko stunting 48% dibandingkan keluarga tanpa jamban. Sedangkan personal hygiene menunjukkan hubungan yang protektif namun tetap signifikan PR = 0,65 (95% CI: 0,13–0,73; p < 0,05) yang berarti perilaku kebersihan diri yang baik dapat menurunkan risiko stunting sebesar 35%.Simpulan: Berdasarkan dari hasil meta-analisis yang dilakukan bahwa variabel kepemilikan jamban pada balita stunting sebagai faktor tertinggi. Diikuti oleh variabel ketersediaan air bersih sebagai faktor risiko kedua, sementara variabel personal hygiene menunjukkan pengaruh terendah. ABSTRACT Title: Meta-Analysis Relationship Between Clean Water Availability, Latrine Ownership, and Personal Hygiene on Stunting Incidence in Toddlers (2018-2023)Background: Stunting was a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutrient intake over a prolonged period. Previous studies showed that environmental factors played a role in the incidence of stunting. Some research found a significant association with stunting, while other studies did not find a meaningful relationship. Therefore, the objective of this study was to analyze the most dominant environmental risk factors, which included the variables of clean water availability, toilet ownership, and personal hygiene.Methods: This study employed a meta-analysis using JASP software version 0.18.0.0. The data were sourced from Google Scholar and Publish or Perish. The articles were then selected based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 40 research articles from the period of 2018–2023.Results: The meta-analysis showed that clean water availability had a significant association with a reduced risk of stunting in toddlers (PR = 0.52; 95% CI: 0.38–0.93; p < 0.05). This indicated that toddlers with access to clean water had only a 52% risk of stunting compared to those without access. Toilet ownership was also significantly associated with stunting (PR = 0.48; 95% CI: 0.41–1.06; p < 0.05), meaning that toddlers from families with a toilet had a 48% risk of stunting compared to families without one. Meanwhile, personal hygiene showed a protective yet still significant relationship with a PR = 0.65 (95% CI: 0.13–0.73; p < 0.05), which meant that good personal hygiene practices could reduce the risk of stunting by 35%.Conclusion: Based on the results of the conducted meta-analysis, the variable of toilet ownership was identified as the highest contributing factor to stunting in toddlers. This was followed by the variable of clean water availability as the second risk factor, while the variable of personal hygiene demonstrated the lowest influence. 
Peningkatan Pengetahuan Peternak Unggas Melalui Penyuluhan Kesehatan Lingkungan di Surabaya I Gde Raju Sathya Murti; Lilis Sulistyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4381

Abstract

Kesehatan lingkungan memegang peranan penting dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan peternakan yang berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan akibat limbah dan manajemen kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan peternak unggas di Surabaya melalui penyuluhan kesehatan lingkungan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di peternakan ayam Rumah Bapak Mochamad Ali Kaprawi pada Desember 2024 bekerja sama dengan Airlangga Disease Prevention and Research Center One Health Collaborating Center (ADPRC-OHCC). Metode penelitian menggunakan pendekatan pretest-posttest dengan media poster dan leaflet sebagai sarana penyuluhan kepada 12 peternak unggas. Data dianalisis menggunakan metode Gain Skor untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 75 pada pretest menjadi 96 pada posttest dengan nilai gain skor 0,8 yang masuk kategori tinggi. Penelitian ini menunjukkan efektifitas penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peternak mengenai potensi penyakit dan upaya pencegahan terkait kesehatan lingkungan di area peternakan unggas. Penyuluhan berbasis media visual terbukti menjadi metode yang efektif dalam menciptakan perubahan perilaku dan pengetahuan di kalangan peternak, sehingga mendukung upaya pencegahan penyakit zoonosis dan menjaga kesehatan masyarakat sekitar peternakan.
Kesadahan Air Minum dengan Kadar Kalsium Urin dan Keluhan Kesehatan pada Masyarakat Samaran Barat Desa Samaran Sampang Ulfa Lailatus Sa'adah; J Mukono; Lilis Sulistyorini; Rica Naudita Krisna Setioningrum
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.246-253

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Delapan bulan terakhir pada tahun 2018 sebanyak 19 kasus penyakit batu saluran kemih ditemukan di Kabupaten Sampang. Peneliti melakukan studi pendahuluan pada Januari 2020, ditemukan empat kasus batu saluran kemih di masyarakat Samaran Barat. Daerah penelitian ini merupakan perbukitan kapur sehingga kesadahan air sumur tinggi, dapat menimbulkan gangguan kesehatan.Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis hubungan kesadahan air minum dengan kadar kalsium urin dan keluhan kesehatan pada masyarakat Samaran Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi analitik cross sectional. Penelitian dilakukan di Dukuh Samaran Barat, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Populasi penelitian adalah penduduk Dukuh Samaran Barat yang berjumlah 50 orang, dengan sampel 34 responden. Sampel yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian meliputi kesadahan air minum sumur gali, kadar kalsium urin responden dan keluhan kesehatannya. Data dianalisis menggunakan metode uji statsitik Chi-squareHasil: Hasil analisis data didapatkan bahwa kesadahan air minum tidak berhubungan dengan kadar kalsium urin (p = 0,945), dan kadar kalsium urin tidak berhubungan dengan keluhan kesehatan, keluhan mual (p = 0,07), keluhan muntah (p = 1,00), keluhan demam (p = 1,00), nyeri pinggang (p = 1,00), dan keluhan nyeri kemih pada saat buang air kecil (p = 0,143).Kesimpulan: Kesadahan air minum dan kadar kalsium urin tidak memiliki hubungan yang signifikan. Namun kadar rata-rata kalsium urin responden sebesar 17,6 mg/dL. Kadar tersebut terkumpul dalam waktu lama dan menjadi penyebab awal gejala penyakit batu saluran kemih. Tidak terdapat hubungan antara kadar kalsium urin dengan keluhan kesehatan. Keluhan akan muncul setelah terjadi sumbatan (obstruksi), infeksi ataupun kombinasi keduanya.Kata kunci: kesadahan air minum, kadar kalsium urin, keluhan kesehatan
Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Makanan di Wilayah Kota Banyuwangi Arifatul Nurlailia; Lilis Sulistyorini; Septa Indra Puspikawati
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.254-260

Abstract

Latar Belakang: Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. Pengolahan suatu makanan tidak terlepas dari adanya bahan tambahan pangan yang merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam pangan. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaanya adalah boraks karena sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam tubuh manusia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif kandungan boraks pada makanan yang dijual oleh pedagang yang ada di wilayah Kota Banyuwangi.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari tahun 2020 di Laboratorium Kesehatan Lingkungan PSDKU Universitas Airlangga Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 15 makanan yang terdiri dari kerupuk, pentol, bakso, tahu walik dan cimol. Sampel didapatkan dari 15 pedagang makanan yang berbeda di daerah Kota Banyuwangi diantaranya wilayah Giri, Pakis, Glagah, Tukang Kayu, Sobo dan Kepatihan. Pengujian kandungan boraks ini dilakukan oleh mahasiswa Kesehatan Lingkungan yang salah satunya peneliti sendiri dengan menggunakan Test Kit Boraks.Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 15 sampel makanan yang dijual di wilayah Kota Banyuwangi sebanyak 10 sampel (66,7%) yaitu pada 5 sampel pentol, 3 sampel bakso serta satu sampel kerupuk dan tahu walik. Sementara sisanya yaitu 5 sampel (33,3%) yang negatif boraks diantaranya satu sampel kerupuk, 3 sampel bakso dan cimol.Kesimpulan: Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi atau membeli makanan dengan memperhatikan ciri-ciri yang ada pada makanan dan sebaiknya pengawasan serta pembinaan terhadap pedagang makanan yang ada di wilayah Kota Banyuwangi lebih ditingkatkan.Kata kunci: analisis kualitatif, keamanan pangan, pedagang, boraks
Hubungan Asupan Cairan dan Iklim Kerja dengan Status Hidrasi Pekerja Home Industry Keripik Pisang Lumajang Amanda Fithri Habibati; Ulfa Lailatus Sa'adah; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.95-101

Abstract

Background: Most of the body is composed of water. Water is essential for the human body. If water reduction in the human body, dehydration will occur. Therefore it is crucial to meet the needs of fluid consumption. Environmental factors can also cause dehydration, one of which is the work climate. Not all home industries meet the requirements of the work environment and occupational safety and health (OSH) for workersObjectives: To analyze the relationship between fluid intake and work climate with the hydration status of workers in the banana chip home industry LumajangMethods: This research is an observational study. This study uses a quantitative research type as well as a cross-sectional design. Samples were taken by a simple random sampling method so that 26 workers obtained 34 workers in 13 home industries. Univariate analysis with frequency distribution and bivariate with Spearmen rank correlation testResults: There is a relationship between fluid intake (p=0.032) and work climate (p=0.001) with workers' hydration status. A work climate that exceeds the TLV and the need for fluid consumption of fewer than 3.7 liters/day (for men) and 2.7 liters/day (for women) can cause dehydration from mild to severe.  Conclusions: It concluded a significant relationship between work climate and fluid intake with workers' hydration status. Because of, hot working environment and insufficient fluid intake for workers, resulting in dehydration of workers. Recommendations are that employers can meet the fluid intake of workers and are easily accessible for workers and install local exhaust ventilation.
Gambaran Pemetaan dan Pencemaran Lingkungan dari Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Klinik Berdasarkan Potensi Pencemaran di Kabupaten Jombang Anggara Widyartanto; Lilis Sulistyorini; Muhammad Rosyid Ridlo
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.15-20

Abstract

Background: Clinical activities are activities that can produce various wastes in the form of liquid, solid and gas. Clinics will not only produce ordinary waste, but also infectious waste and other medical waste that can cause health problems which are a source of disease transmission. Management of clinical B3 waste is very important, because if B3 waste is not properly managed, various impacts can arise, namely: environmental pollution, causing injury, and nosocomial diseases. Objectives: This internship activity aims to analyze the mapping and environmental pollution description from the clinical UKL-UPL environmental document based on the potential for pollution in the Jombang DLH. Methods: The implementation methods used include online discussion, online assessment, participation, and literature study. The instrument used in data collection in the implementation of the internship is the draft UKL- UPL environmental document for the Jombang DLH Environmental Impact Study. Results: Data for UKL-UPL clinics registered by DLH Jombang is 12% or 80 clinical institutions. The mapping of the coordinates of the clinics in Jombang Regency illustrates the even distribution of clinical institutions and it can be seen that the majority of clinics in Jombang Regency are concentrated in Jombang District, which consists of clinics that produce 2 types of waste and clinics that produce 3 types of waste. From the map it can be seen that the sub-districts that have the least number of clinics are Wonosalam, Bareng, and Ngusikan sub-districts. Conclusions: The majority of clinics in Jombang Regency are concentrated in Jombang District, which consists of clinics that produce 2 types of waste and clinics that produce 3 types of waste.
Persebaran Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Kepadatan Penduduk, Curah Hujan, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kota Madiun Aimmatus Shofifah; Anggara Widyartanto; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.172-178

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, the virus can spread and enter the human body carried by mosquitoes of the Aedes Aegypti and Aedes Albopictus types. Environmental influences can increase mosquito breeding such as temperature, rainfall, and humidity. Objectives: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, the virus can spread and enter the human body carried by mosquitoes of the Aedes Aegypti and Aedes Albopictus types. Environmental influences can increase mosquito breeding such as temperature, rainfall, and humidity. Objective: To find out the distribution of dengue cases in urban villages in Madiun City by utilizing spatial analysis. Methods: Quantitative analytic with secondary data analysis approach, the research design used was cross-sectional. This study uses a geographic spatial number approach for the analysis of risk factors for DHF related to DHF cases in Madiun City in 2020. Results: On average, the urban village had a number of cases from 1-7, namely as many as 20 villages, the average population density was in the range of 1775-5633 with 17 villages, the average village that was 16 villages had a 95%-97% free rate value, all villages had rainfall in the 100-300 mm time range, 21 villages had a DHF risk level score of 1- 2 and 6 villages had a score of 2-3. Conclusions: The average urban village in Madiun City has a population density in the low category. There are 7 sub-districts in Madiun City with ABJ scores below 95%. All sub-districts have moderate rainfall, namely 100-300 mm. A high level of dengue risk in an area does not necessarily indicate that dengue cases in that area are high. Prevention of dengue fever can be done to reduce the increase in cases.
Proses Pengolahan Air Minum pada Sumber Karangan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Erna Maya Safa; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 2 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i2.2024.621-632

Abstract

Background: Water is needed by humans, especially drinking water. Drinking water can be directly consumed if it meets the requirements in PERMENKES No.492/2010 concerning Drinking Water Quality Requirements. Sumber Karangan is the raw water source for PDAM Kota Malang has met the requirements for drinking water quality. Sumber Karangan raw water only uses a partial processing method, namely by using chlorination. Objectives: In general, this study aims to explain the drinking water treatment process at Sumber Karangan. In particular, this study aims to determine the results of drinking water treatment by looking at the quality of drinking water physically, chemically, and bacteriologically at Sumber Karangan. Methods: This study uses exploratory research methods through qualitative data collection by conducting interviews, direct observation, and literature review as supporting information related to drinking water treatment processes. Results: Based on what we got on the field, the steps taken are intake, chlorination, reservoir, flushing, and customer distribution. Examination of the quality of raw water shows that the quality of raw water at Sumber Karangan only requires chlorination as a disinfection process. While checking the quality of the customer's drinking water shows that the quality meets the requirements in PERMENKES No.492/2010 concerning Drinking Water Quality Requirements. Conclusions: The drinking water treatment process at Sumber Karangan is following applicable regulations and has been distributed to customer networks with guaranteed safety so that it can be consumed directly by customers.
Co-Authors Aaqilah Salsabila, Zaneta Abela, Rindi Mei Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agita, Agita Agustin, Avita Fitri Agustin, Avita Fitri Agustin Ahmad Luqmanul Hakim Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Aimmatus Shofifah Aimmatus Shofifah Alchamdani Alif, Achmad Alifah Nurria Nastiti Amalia Layina Ulfa Amalia Layina Ulfa Amanda Fithri Habibati Anggara Widyartanto Anggara Widyartanto Anisa Lailatul Fitria Arfiani, Novi Arifatul Nurlailia Arifatul Nurlailia Aris Putra Firdaus Aris Santjaka Arumdapta, Khansa Abida Asri Meidyah Agustin Avita Fitri Agustin Avita Fitri Agustin Ayly Soekanto Ayu Aulia Azizah Ajeng Pratiwi Balgis Putri Salindra Bening Kusuma Ramadhini Bhirawa Odie Prino Secaria Cahyono, Yoyon Hariadi Chatarina Umbul Wahyuni Chofifah Ayu Kusumaningtyas Corie Indria Prasasti Corie Prasasti Dani Nasirul Haqi Denes Wara Ayu Puspita Desi Listianingsih Devi Ditabeliana Rachmawati Dominikus Raditya Atmaka Dwi Wahyuni, Sumarti Edi Winarko Edy Setiti Wida Utami Eka Mishbahatul Mar'ah Has Eka Ramadhan, Gaung Ekalina Atikasari Elida Ulfiana Elsya Kurniawati Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Endang Dwiyanti Eny Rohmawati Erna Maya Safa Evin Kenedyanti Fadholi, Firda Azkiya Nisa Fadholi, Firda Azkiya Nisa' Fairuz Haniyah Ramadhani Fajrinia Putri Rudiansyah Faradila, Putri Anisah Fatah, Mohammad Zainal Fatimatuz Zahroh, Fatimatuz Fetty Rhomdani Firda Azkiya Nisa&#039; Fadholi Franky Darmawan Fuad Ama Hafid, Indang Fauziah Hagai, Steven Hana’ Izdihar Hardiyono Hardiyono Hari Basuki Notobroto Hari Rudjianto Indro Wardono Hasnur Z Arna Herlambang Yahya Yudhistira Husein Umarush Shiddiq I Gde Raju Sathya Murti Indang Fauziah Hafid Iva Rustanti Eri Wardojo Izdihar, Hana’ J Mukono J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Juliana Binti Jalaludin Juliana Binti Jalaludin Juliana Jalaludin Junairiah Junairiah Kahar Kahar Kartika Elisabet Krisnanti Kencana, Yulfa Tiara Khomsatun Khuliyah Candraning Diyanah Kresnaya, Wildy Ariabima Kurnia, Galuh Mega Kusnadi, Bunga Devita Putri Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusumawati, Mifaidah Lagiono Latif, Mohd Talib Lestari, Kusuma Lisa Fitria Ningrum Listyawati, Agusniar Furkani Luckycia, Viela Lusno, Muhammad Lutiah, Siti Jubaida Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Mangiri, Devina Windy Metriana, Metriana Mohd Talib Latif Mohd Talib Latif Mohd Talib Latif Mufidah, Imro’atul Muhammad Addin Rizaldi Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Rosyid Ridlo Muhashonah, Izzuki Mukarromah, Nur Makkatul Mukono, Jojok Murti, I Gde Raju Sathya Nabila Mutia Rahma Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Namira Kholifatul Pramudinta Naser, Mhd. Izzan Nasichatus Shofa Naura, Nuha Naura, Zafira Nuha Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Nisa Amira Nisa Amira Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Ni’matuzzahroh Ni’matuzahroh Novi Dian Arfiani Nur Hilal Nurachmawati Meindah Sari Nurul Sofi Amalia Nuzulul Kusuma Putri Octavian, Adelia Rizky Pradita Setiawan Prasetyo, Purnomo Tri Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Tri Prasetyo Puspikawati, Septa Indra Putri, Fitria Eka Qatrunnada Ramadhani, Nadhifah R Azizah R Azizah R Azizah R Azizah R Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah, R. Azizah R.Azizah Rachmah, Artifa Rachmah, Qonita Rahayu, Wahyu Istining Ramadhani, Fairuz Haniyah Ranimas Ayu Wulandari Ratih Zahratul Jannah Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Renita Diah Paramita Renticabella Praharanie Edytya Retno Adriyani Ria Ayu Dewanti Rica Naudita Krisna Setioningrum Riesa Desy Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rockmawati, Dliyau Rohmah, Shofiyatur Rokhmalia, Fitri Rosalia Nindy Prastika Sari Sajidah Baswedan Saleh, Tania Ardiani Salim, Shafa Fikriyyah Salsabila Novianti Salsabila, Regina Salsabila, Zaneta Aaqilah Santi Martini Sapridha Pulungan, Nanda Sapridha Pulungan Sarva Mangala Praveena Secaria, Bhirawa Odie Prino Setioningrum, Rica Naudita Krisna Shadilla Dilla Sholiha, Nisrina Nuha Soedjajadi Soedjajadi - Soedjajadi Keman Soenarnatalina Melaniani Sudarmaji Sudarmaji Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Sukma Sahadewa, Sukma Surahmaida, Surahmaida Syahrul R, Syahrul Tri Nurhariyati Ulfa Lailatus Sa'adah Ulfa Lailatus Sa'adah Ulfa Lailatus Sa’adah Wardani, Ratnaningtyas Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Yeni Dhamayanti Yeshita Alifia Yuvianti Yosephine Sri Wulan Manuhara Yudied Agung Mirasa Yulfa Tiara Kencana Yulia Yunara Yuliana Sarasati Zahra Oktavia Misbakh Zahra, Najwa Reisha Az Zahro, Alif Fatimatuz Zia Azuro Zuhairoh Zida Husnina Zuraidassanaaz, Nabilah Istighfari