p-Index From 2021 - 2026
18.472
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Acta Pharmaceutica Indonesia AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Dunia Farmasi Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madaniya Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal EduHealth FORTE JOURNAL Jurnal Farmanesia Journal of Health and Medical Science International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Jurnal Farmasi Klinik dan Sains FARMASAINKES PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Pharmaceutical and Sciences. Indonesian Journal of Education And Computer Science FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Sains dan Kesehatan J-CEKI
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTI BAKTERI PRODUK PASARAN SEDIAAN TOILETRIES YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) Indah Nasution; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.204 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1368

Abstract

Toiletries adalah kebutuhan pembersih badan sehari-hari, yang menjadi bagian dari kebutuhan antara lain sabun dan pembersih pada gigi yang saat ini sudah menjadi kebutuhan yang wajar. Daun sirih (Piper betle L.) banyak digunakan sebagai bahan obat alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Bakteri dominan menyebabkan berbagai penyakit mulut, salah satunya Staphylococcus auerus. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada kulit serta rongga mulut yang dapat memproduksi toksin, bersifat gram positif, dan termasuk bakteri aerob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas anti bakteri terhadap produk toiletries yang diuji dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian yang dilakukan antara lain yaitu identifikasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas produk pasaran sediaan toiletries yang mengandung ekstrak daun sirih terhadap Staphylococcus aureus dengan menggunakan kosentrasi 25% yang tertinggi setelah dilakukan orientasi tiga penggulangan pada penelitian sampel perbandingan pertama pasta gigi sampel A1 rata-rata zona hambat 24,0 mm dibandingkan pasta gigi sampel A2 rata-rata zona hambat 9,0 mm, pada perbandingan dua menggunakan produk pasaran obat kumur sampel B1 rata-rata zona hambat 9,4 mm dibandingkan dengan sampel B2 rata-rata zona hambat 19,9 mm dan perbandingan tiga sabun padat sampel C1 rata-rata zona hambat 17,7 mm dibandingkan dengan sabun sampel C2 rata-rata zona hambat 23,8 mm. Aktivitas antibakteri tidak terlalu kuat zona hambat terhadap produk toiletries berupa pasta gigi ekstrak daun sirih pada sampel A2 terbilang zona hambat yang didapat tergolong lemah, dan pada produk pasaran sediaan toiletries obat kumur ekstrak daun sirih pada sampel B1 juga dinyatakan tergolong zona hambat lemah dibandingkan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Ummi Khairani Rambe; Haris Munandar Nasution; D. Elysa Putri Mambang; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.885 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1371

Abstract

Daun Matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Flavonoid merupakan zat yang dapat menghambat proses inflamasi, senyawa flavonoid disebutkan mempunyai efek antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun matoa terhadap tikus putih jantan. Metode yang digunakan untuk pembuatan Ekstrak Etanol Daun Matoa (EEDM) adalah maserasi. Uji antiinflamasi EEDM dilakukan selama 5 jam menggunakan metode edema kaki menggunakan pletismometer digital. Penelitian ini dilakukan pada 25 ekor hewan uji yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus jantan. Sebagai kontrol negatif adalah suspensi CMC 0,5%, sebagai kontrol positif atau pembanding adalah Natrium diklofenak dengan dosis 4,5 mg/kgBB, kemudian sebagai uji efektivitas antiinflamasi adalah suspensi EEDM dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Tingkat peradangan dan tingkat inhibisi radang dihitung dari data penelitian yang dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil efek antiinflamasi EEDM pada dosis 200 mg/kgBB menunjukkan persentase aktivitas inflamasi tertinggi. Hasil uji analisis data Tukey terhadap laju inflamasi menunjukkan bahwa EEDM 200 mg/kg BB tidak berbeda nyata dengan Natrium diklofenak dari 1 jam sampai 5 jam dengan p=0,412 (p>0,05), tetapi berbeda nyata dengan kontrol negatif p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tikus putih jantan yang telah diinduksi karagenan 1% memberikan efek antiinflamasi pada EEDM dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Efek yang sama dengan Natrium diklofenak sebagai antiinflamasi terdapat pada EEDM dosis 200 mg/kgBB.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BSLT Dina Agustia Parlin; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.463 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1372

Abstract

Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman ini mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang tinggi dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun matoa sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun matoa. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi simplisia daun matoa. Pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol daun matoa menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 µg/ml, 200 µg/ml, 300 µg/ml, 400 µg/ml, 500 µg/ml, 600 µg/ml, 700 µg/ml, 800 µg/ml, 900 µg/ml, dan 1000 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil karakterisasi daun matoa memberikan kadar air 7,33%, kadar sari larut air 14,03%, kadar sari larut etanol 6,54%, kadar abu total 6,54% dan kadar abu tidak larut asam 0,741%. Hasil karakterisasi ini sesuai dengan ketentuan Materia Medika Indonesia. Pada pengujian sitotoksisitas dengan metode BSLT memberikan nilai LC50 356,7795 µg/ml, sehingga ekstrak etanol daun matoa dapat disimpulkan bersifat sitotoksik dan berpotensi sebagai obat antikanker. Senyawa uji dikatakan toksik apabila nilai LC50 lebih kecil dari 1000 µg/ml.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.) Griff) DENGAN METODE BSLT Sri Natalia Saragih; M Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.569 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1888

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki khasiat antikanker adalah daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) yang termasuk dalam famili Acanthaceae. Kandungan metabolit sekunder pada daun ungu merupakan golongan flavonoid. Flavonoid merupakan pigmen yang terdapat pada tumbuhan dan merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki efek anti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia daun ungu dan ekstrak etanol daun ungu serta potensi antikanker ekstrak etanol daun ungu dengan menentukan LC50. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia daun ungu, karakterisasi simplisia dan studi sitotoksisitas daun ungu. Uji sitotoksik ekstrak etanol daun ungu dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada berbagai konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm dan 1000 ppm. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun ungu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan glikosida. Hasil karakterisasi daun ungu diketahui kadar air 6,66%, kadar sari larut air 30,85%, kadar sari larut etanol 12,47%, kadar abu total 7,95% dan kadar abu tidak larut asam 0,86%. Hasil karakterisasi sesuai dengan Materia Medika Indonesia. Hasil pengujian yang diperoleh dengan metode Brine Shrimp Lehality Test menunjukkan nilai LC50 sebesar 302,9005 µg/ml, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ungu bersifat sitotoksik dan memiliki sifat antikanker. Senyawa uji bersifat toksik jika LC50 kurang dari 1000 µg/ml.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Cut Erika Maulydya; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.667 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1890

Abstract

Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tumbuhan famili Myrtaceae yang telah dikenal dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa aktif tanaman ini adalah golongan polifenol yang merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Radikal bebas didefinisikan sebagai suatu atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya, bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh daun jamblang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang. Tahapan penelitian meliputi penyiapan sampel, identifikasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pengemasan teh, uji aktivitas antioksidan, pembuatan larutan induk baku DPPH, pembuatan larutan blanko, pembuatan larutan seduhan teh daun jamblang, skrining fitokimia serta menguji aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 dengan pembanding vitamin C. Hasil karakterisasi serbuk simplisia diperoleh kadar air 9,164%, kadar abu total 6,60%, kadar abu larut dalam air 3,74%, kadar abu tak larut dalam asam 0,74% dan ekstrak dalam air 34,48%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa daun jamblang mengandung senyawa kimia golongan flavonoida, glikosida, tanin, saponin dan triterpenoid/steroida. Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun jamblang memiliki nilai IC50 5,84ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 34,19 ppm, dimana dari hasil tersebut teh daun jamblang memiliki aktivitas antioksidan sama vitamin C dengan kategori sangat kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP Propionibacterium acnes Syalsabila Putri; Ridwanto; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1891

Abstract

Daun Mahkota Dewa merupakan tanaman asli indonesia yang berasal dari daerah Papua. Daun mahkota dewa di masyarakat sibolga biasa digunakam untuk mengobati berbagai penyakit secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam daun mahkota dewa dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak simplisia daun mahkota dewa dibuat dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun mahkota dewa dibuat didalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 40%, 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu Tetraksiklin HCl dan kontrol negatif yang digunakan ialah DMSO. Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada daun mahkota dewa yaitu skrining fitokimia, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, pemeriksaan kadar air, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa dapat digunakan untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes.Adapun hasil pada konsentrasi 30% berdiameter 8,03 mm dikategorikan sedang, pada konsentrasi 40% berdiameter 9,26 mm dikategorikan sedang, dan pada konsentrasi 50% berdiameter 9,73 mm dikategorikan sedang.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.) Wilczek) DENGAN METODE BSLT Aris Munandar; M Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; D Elysa Putri Mambang
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.91 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1892

Abstract

Kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) berasal dari kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang yang relatif banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan fungsional. Kacang hijau berasal dari famili Fabaceae. Kacang hijau dan kecambahnya bermanfaat banyak bagi kesehatan. Kecambah kacang hijau mengandung Vitamin E sangat tinggi sehingga baik bagi peremajaan kulit dan juga membantu wanita terhindar dari kanker payudara, gangguan menstruasi dan gangguan akibat menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksisitas ekstrak etanol kecambah kacang hijau dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam kecambah kacang hijau. Pengujian skrining fitokimia dan evaluasi sifat digunakan pada penelitian ini. kecambah kacang hijau. Pengujian sitotoksisitas ekstrak kecambah kacang hijau menggunakan beberapa variasi konsentrasi metode Brine Shrimp Lethality Test. Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid. Hasil pengujian karakterisasi kecambah kacang hijau pada kadar air 8,66 %, kadar sari larut air 36,54%, kadar sari larut etanol 24,62 %, kadar abu total 7,655%, kadar abu tidak larut asam 1,078%. Hasil analisa probit pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol kecambah kacang hijau dengan metode BSLT diperoleh nilai LC50 262,7241 µg/ml, dengan kategori toksik dan berpotensi sebagai antikanker.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (POMETIA PINNATA J.R. FORST & G. FORST) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SALMONELLA THYPI Syarifah Elena Gultom; D. Elysa Putri Mambang; Haris Munandar Nasution; Yayuk Putri Rahayu
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1062

Abstract

Matoa memiliki sejarah panjang dalam penggunaan obat tradisional (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Antioksidan termasuk vitamin C dan E, serta flavonoid, tanin, dan saponin dapat ditemukan dalam jumlah yang melimpah pada buah matoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antibakteri dari ekstrak etanol serbuk simplisia daun matoa dan metabolit sekundernya terhadap Salmonella thypi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Pengujian dilakukan pada ekstrak 50%, 30%, dan 30%. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa ditentukan dari kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Pelarut etanol digunakan untuk menguapkan ekstrak kental yang diperoleh dari hasil maserasi daun matoa. Ekstrak daun matoa diencerkan dengan DMSO 30%, 40%, dan 50%. Pengenceran tersebut akan menentukan seberapa baik ketahanan Salmonella typhi terhadap antibiotik. Metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid dianalisis pada ekstrak etanol daun matoa dan simplisia. Salmonella thypi dihambat dengan rata-rata 12,6 mm pada konsentrasi 30% (Interpretasi menengah), 13,8 mm pada konsentrasi 40%, dan 15,3 mm pada konsentrasi 50% dengan menggunakan ekstrak etanol daun matoa. Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun matoa ditunjukkan dengan zona hambat dengan diameter rata-rata daerah hambat yang sesuai dengan interpretasi Intermediate (I). 
OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI (Modified Taro Flour) DENGAN FERMENTASI Lactobacillus casei BERDASARKAN KADAR PROTEIN Imelda Natasia Br S Meliala; Anny Sartika Daulay; Ridwanto Ridwanto; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1110

Abstract

Ketergantungan penggunaan tepung terigu dapat dikurangi dengan menggunakan sumber karbohidrat lainnya seperti talas yang merupakan pangan lokal. Lactobacillus casei adalah salah satu spesies Bakteri Asam Laktat yang dapat menggunakan selobiosa sebagai sumber nutrisinya. Diperkirakan Lactobacillus casei dapat mendegresi sel umbi talas agar meningkatkan kadar protein talas. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kondisi fermentasi untuk menghasilkan tepung termodifikasi yang optimal adalah waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi umbi talas terhadap organoeleptis dan kadar protein pada tepung talas termodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan uji karakterisasi yaitu uji organoleptis, uji kadar air, uji kadar abu dan uji kadar protein. Hasil penelitian ini menunjukkan organoleptis tepung mocaf, tepung talas, tepung talas termodifikasi berwarna coklat dan putih kecoklatan, bau sedikit asam dan tekstur yang halus. Kadar protein mocaf yaitu 2,17, tepung talas 2,33%, tepung talas termodifikasi 48 jam 3,16%, tepung talas termodifikasi 72 jam 3,53%. Kadar air tepung mocaf 11,31%, tepung talas 8,67%, tepung talas termodifikasi sebesar 10,81%. Kadar abu tepung mocaf 1,13%, tepung talas 2,73%, tepung talas termodifikasi 1,82%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  fermentasi 72 jam merupakan hasil yang optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L. var. arum manis) TERHADAP BAKTERI Escherichia Delvi Amira Hutagaol; Yayuk Putri Rahayu; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1109

Abstract

Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit diare. Daun mangga harum manis (Mangifera indica L. var. harum manis) diketahui memiliki kandungan senyawa antibakteri. Dalam ukuran nanopartikel, luas kontak permukaan partikel menjadi lebih besar sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas nanopartikel dengan ekstrak etanol daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variabel bebas yaitu konsentrasi ekstrak etanol daun harum manis (EEDM 25%; EEDM 50%; dan EEDM 75%) dan konsentrasi nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis (NEDM 2,5%; NEDM 5%; dan NEDM 7,5%) dengan antibiotic pembanding yaitu tetracyclin.Variabel terikat yaitu aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar cakram Kirby Bauer. Hasil karakteristik ukuran nanopartikel ekstrak adalah 40,2 nm. Nilai Zone of Inhibition (ZOI) ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 12,4 mm (EEDM 25%); 14,1 mm (EEDM 50%); dan 16,1 mm (EEDM 75%). Nilai ZOI nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 13,8 mm (NEDM 2,5%); 14,5 mm (NEDM 5%); dan 18,6 mm (NEDM 7,5%). Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun mangga harum manis dapat dijadikan nanopartikel ekstrak dengan daya aktivitas antibakteri konsentrasi nanopartikel ekstrak 5% setara efektivitasnya dengan konsentrasi ekstrak etanol daun mangga harum manis 50% terhadap E. coli dengan kategori intermediate dibandingkan dengan Tetracyclin 30 μg, sehingga dapat dikatakan bahwa nanopartikel esktrak dapat memperkecil dosis suatu obat.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah Bilal, Mohd. BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Dwi Jati, Fatma Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Fahmi Fahmi Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Humaira, Yara Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Mayani, Nurhikma Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan, Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Wardah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pandapotan Nasution, M. Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira Rizki, Ayu Fadillah RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Satri Situmorang, Rati Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syaiful Bahri Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Trizaldi, Asep Try Santi Kisria Darsih Ummi Khairani Rambe Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani