Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Huzeila Nisa Siregar; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; M Pandapotan Nasution
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.329

Abstract

Escherichia coli was one of the bacteria that causes diarrhea. Matoa leaves (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) ) is a plant from the Sapindaceae family and is known to have antibacterial compounds. This study aims to make ethanol extract of matoa leaves into extract nanoparticles and to determine the antibacterial activity of ethanol extract nanoparticles better than ethanol extract of matoa leaves against E. coli bacteria. This research was conducted experimentally with free variables, namely the concentration of matoa leaf ethanol extract (KEDM 25%; KEDM 50%; and KEDM 75%), and the nanoparticle concentration of matoa leaf ethanol extract (KNDM 2.5%; KNDM 5%; and KNDM 7.5%). The bound variable was the antibacterial activity of ethanol extract and nanoparticles of ethanol extract of matoa leaves against E. coli bacteria. Nanoparticle manufacturing uses the ionic glassing method with chitosan 0.1% and Na-TPP 0.1% (1:1). The nanoparticle size characterization of the extract used a Particle Size Analyzer (PSA). Antibacterial activity test using the diffusion method of Kirby Bauer's agar. The result of the characterization of the extract nanoparticles obtained a size of 324.97 nm. The value of the antibacterial Zone Of Inhibition (ZOI) of matoa leaf ethanol extract was 13.9 mm (KEDM 25%); 14.6 mm (KEDM 50%); and 18 mm (KEDM 75%). The antibacterial ZOI value of the ethanol extract nanoparticles was 6.6 mm (KNDM 2.5%); 7.2 mm (KNDM 5%); and 7.7 mm (KNDM 7.5%). The conclusion of this research was that matoa leaf ethanol extract can be used as an extract nanoparticle, where with a concentration of 2.5% extract nanoparticles already has antibacterial activity capability which is equivalent to half the dose of 25% ethanol extract concentration of matoa leaves, so it can be said that the extract nanoparticle preparation can reduce the dose of a drug by up to half the dose, even though it is in the resistant category compared to Tetracycline 30 μg.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Rimpang Lempuyang Wangi (Zingiber Zerumbet (L.) Roscoe ex Sm.) Terhadap Propionibacterium Acnes Dan Escherichia Coli Ayu Fadillah Rizki, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i2.1245

Abstract

Lempuyang wangi (Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm.) merupakan tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat di Jawa dan Sumatera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat rimpang lempuyang wangi terhadap Propionibacterium acnes dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana variabel bebasnya adalah rimpang, simplisia, ekstrak etanol dan fraksi etil asetat rimpang lempuyang wangi dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%, kontrol (+) Kloramfenikol dan kontrol (-) DMSO. Sedangkan untuk variabel terikatnya adalah karakteristik simplisia, golongan senyawa metabolit sekunder pada simplisia dan aktivitas antibakteri fraksi etil asetat rimpang lempuyang wangi. Parameter dalam penelitian ini adalah pemeriksaan karakteristik, skrining fitokimia dan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil pemeriksaan makroskopik, bentuk rimpang mirip dengan rimpang jahe, namun mempunyai lebih banyak akar dan wangi aroma rimpangnya yang khas dan rasa pahit. Hasil pemeriksaan mikroskopik, butir pati tunggal, sel sekresi berwarna kuning kecoklatan, sel parenkim, jaringan gabus, pembuluh kayu serta serabut. Hasil karakteristik simplisia diperoleh kadar air 4%, kadar sari larut dalam air 7,3%, kadar sari larut dalam etanol 5,1%, kadar abu total 3,8% dan kadar abu tidak larut asam 1,83%. Skrining fitokimia simplisia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin. Hasil pengukuran zona hambat pada bakteri Propionibacterium acnes dan Escherichia coli untuk konsentrasi 10%: 11,7 mm dan 12,1 mm, pada konsentrasi 20%: 14,2 mm dan 14,6 mm dan pada konsentrasi 30%: 16,5 mm dan 16,9 mm. Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat rimpang lempuyang wangi memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Escherichia coli.
POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI N-HEKSANA EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) TERHADAP PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS Dini Rahmadani; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2021): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.432 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i1.814

Abstract

Pendahuluan: Kulit buah asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan salah satu limbah dari buah-buahan yang tidak dimanfaatkan, padahal disisi lain mengandung vitamin C dan metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid/triterpenoid dan glikosida yang sangat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana ekstrak etanol kulit buah asam jawa terhadap penangkapan radikal bebas. Metode: Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak etanol kulit buah asam jawa. Aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) sebagai radikal bebas. Aktivitas antioksidan dinilai dari pengukuran inhibisi absorbansi DPPH sebelum dan setelah penambahan bahan uji pada berbagai konsentrasi larutan uji sampel yaitu 60 µg/ml; 50 µg/ml; 40 µg/ml; 30 µg/ml; 20 µg/ml, diukur menggunakan spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm absorbansi 0,726 dan dari data yang diperoleh dihitung nilai IC50. Hasil: Simplisia dan ekstrak etanol kulit buah asam jawa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid dan glikosida. Fraksi etil asetat kulit buah asam jawa mempunyai aktivitas antioksidan kategori sangat kuat mempunyai nilai IC50 48,13 µg/ml lebih kuat dibandingkan dengan fraksi n-heksana kategori kuat mempunyai nilai IC50 53,03 µg/ml. Kesimpulan: Kulit buah asam jawa mengandung senyawa golongan tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan terhadap penangkapan radikal bebas fraksi etil asetat lebih baik dibandingkan dengan fraksi n-heksana.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Cindy Priscilia; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.108 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1107

Abstract

Penderita diabetes melitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubah nya gaya hidup.Pengobatan diabetes melitus menggunakan obat konvensional, harganya relatif mahal dan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.Oleh karena itu, perlu dicari obat yang efektif, efek samping yang relatif kecil dengan harga yang murah. Salah satu obat sebagai alternatif yang berefek sebagai antidiabetes melitus adalah daun bakung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun bakung, skrining fitokimia dan uji efek ekstrak etanol daun bakung pada mencit putih yang diinduksi dengan glukosa.Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas antidiabetes. Aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun bakung (Crinum asiaticum L.)pada mencit putih jantan dilakukan dengan menggunakan metode uji induksi glukosa secara oral.Kelompok CMC 0,5%, kelompok glibenklamid 0,01%. Ekstrak etanol daun bakung yang diberikan secara oral dengan dosis 100 mg/kg, 200 mg/kg, dan 400 mg/kg. Data hasil penelitian di analisis secara ANAVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Duncan.Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol daun bakung menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.Uji efek antidiabetes menggunakan mencit putih yang dibagi dalam 5 kelompok. Dari uji yang telah dilakukan kelompok ekstrak daun bakung dengan dosis 400 mg/kg BB yang memberikan efek yang relatif sama dengan kontrol positif (Glibenklamid) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTI BAKTERI PRODUK PASARAN SEDIAAN TOILETRIES YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) Indah Nasution; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.204 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1368

Abstract

Toiletries adalah kebutuhan pembersih badan sehari-hari, yang menjadi bagian dari kebutuhan antara lain sabun dan pembersih pada gigi yang saat ini sudah menjadi kebutuhan yang wajar. Daun sirih (Piper betle L.) banyak digunakan sebagai bahan obat alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Bakteri dominan menyebabkan berbagai penyakit mulut, salah satunya Staphylococcus auerus. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada kulit serta rongga mulut yang dapat memproduksi toksin, bersifat gram positif, dan termasuk bakteri aerob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas anti bakteri terhadap produk toiletries yang diuji dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian yang dilakukan antara lain yaitu identifikasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas produk pasaran sediaan toiletries yang mengandung ekstrak daun sirih terhadap Staphylococcus aureus dengan menggunakan kosentrasi 25% yang tertinggi setelah dilakukan orientasi tiga penggulangan pada penelitian sampel perbandingan pertama pasta gigi sampel A1 rata-rata zona hambat 24,0 mm dibandingkan pasta gigi sampel A2 rata-rata zona hambat 9,0 mm, pada perbandingan dua menggunakan produk pasaran obat kumur sampel B1 rata-rata zona hambat 9,4 mm dibandingkan dengan sampel B2 rata-rata zona hambat 19,9 mm dan perbandingan tiga sabun padat sampel C1 rata-rata zona hambat 17,7 mm dibandingkan dengan sabun sampel C2 rata-rata zona hambat 23,8 mm. Aktivitas antibakteri tidak terlalu kuat zona hambat terhadap produk toiletries berupa pasta gigi ekstrak daun sirih pada sampel A2 terbilang zona hambat yang didapat tergolong lemah, dan pada produk pasaran sediaan toiletries obat kumur ekstrak daun sirih pada sampel B1 juga dinyatakan tergolong zona hambat lemah dibandingkan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Ummi Khairani Rambe; Haris Munandar Nasution; D. Elysa Putri Mambang; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.885 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1371

Abstract

Daun Matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Flavonoid merupakan zat yang dapat menghambat proses inflamasi, senyawa flavonoid disebutkan mempunyai efek antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun matoa terhadap tikus putih jantan. Metode yang digunakan untuk pembuatan Ekstrak Etanol Daun Matoa (EEDM) adalah maserasi. Uji antiinflamasi EEDM dilakukan selama 5 jam menggunakan metode edema kaki menggunakan pletismometer digital. Penelitian ini dilakukan pada 25 ekor hewan uji yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus jantan. Sebagai kontrol negatif adalah suspensi CMC 0,5%, sebagai kontrol positif atau pembanding adalah Natrium diklofenak dengan dosis 4,5 mg/kgBB, kemudian sebagai uji efektivitas antiinflamasi adalah suspensi EEDM dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Tingkat peradangan dan tingkat inhibisi radang dihitung dari data penelitian yang dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil efek antiinflamasi EEDM pada dosis 200 mg/kgBB menunjukkan persentase aktivitas inflamasi tertinggi. Hasil uji analisis data Tukey terhadap laju inflamasi menunjukkan bahwa EEDM 200 mg/kg BB tidak berbeda nyata dengan Natrium diklofenak dari 1 jam sampai 5 jam dengan p=0,412 (p>0,05), tetapi berbeda nyata dengan kontrol negatif p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tikus putih jantan yang telah diinduksi karagenan 1% memberikan efek antiinflamasi pada EEDM dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Efek yang sama dengan Natrium diklofenak sebagai antiinflamasi terdapat pada EEDM dosis 200 mg/kgBB.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BSLT Dina Agustia Parlin; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.463 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1372

Abstract

Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman ini mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang tinggi dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun matoa sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun matoa. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi simplisia daun matoa. Pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol daun matoa menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 µg/ml, 200 µg/ml, 300 µg/ml, 400 µg/ml, 500 µg/ml, 600 µg/ml, 700 µg/ml, 800 µg/ml, 900 µg/ml, dan 1000 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil karakterisasi daun matoa memberikan kadar air 7,33%, kadar sari larut air 14,03%, kadar sari larut etanol 6,54%, kadar abu total 6,54% dan kadar abu tidak larut asam 0,741%. Hasil karakterisasi ini sesuai dengan ketentuan Materia Medika Indonesia. Pada pengujian sitotoksisitas dengan metode BSLT memberikan nilai LC50 356,7795 µg/ml, sehingga ekstrak etanol daun matoa dapat disimpulkan bersifat sitotoksik dan berpotensi sebagai obat antikanker. Senyawa uji dikatakan toksik apabila nilai LC50 lebih kecil dari 1000 µg/ml.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.) Griff) DENGAN METODE BSLT Sri Natalia Saragih; M Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.569 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1888

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki khasiat antikanker adalah daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) yang termasuk dalam famili Acanthaceae. Kandungan metabolit sekunder pada daun ungu merupakan golongan flavonoid. Flavonoid merupakan pigmen yang terdapat pada tumbuhan dan merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki efek anti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia daun ungu dan ekstrak etanol daun ungu serta potensi antikanker ekstrak etanol daun ungu dengan menentukan LC50. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia daun ungu, karakterisasi simplisia dan studi sitotoksisitas daun ungu. Uji sitotoksik ekstrak etanol daun ungu dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada berbagai konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm dan 1000 ppm. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun ungu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan glikosida. Hasil karakterisasi daun ungu diketahui kadar air 6,66%, kadar sari larut air 30,85%, kadar sari larut etanol 12,47%, kadar abu total 7,95% dan kadar abu tidak larut asam 0,86%. Hasil karakterisasi sesuai dengan Materia Medika Indonesia. Hasil pengujian yang diperoleh dengan metode Brine Shrimp Lehality Test menunjukkan nilai LC50 sebesar 302,9005 µg/ml, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ungu bersifat sitotoksik dan memiliki sifat antikanker. Senyawa uji bersifat toksik jika LC50 kurang dari 1000 µg/ml.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Cut Erika Maulydya; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.667 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1890

Abstract

Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tumbuhan famili Myrtaceae yang telah dikenal dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa aktif tanaman ini adalah golongan polifenol yang merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Radikal bebas didefinisikan sebagai suatu atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya, bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh daun jamblang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang. Tahapan penelitian meliputi penyiapan sampel, identifikasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pengemasan teh, uji aktivitas antioksidan, pembuatan larutan induk baku DPPH, pembuatan larutan blanko, pembuatan larutan seduhan teh daun jamblang, skrining fitokimia serta menguji aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 dengan pembanding vitamin C. Hasil karakterisasi serbuk simplisia diperoleh kadar air 9,164%, kadar abu total 6,60%, kadar abu larut dalam air 3,74%, kadar abu tak larut dalam asam 0,74% dan ekstrak dalam air 34,48%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa daun jamblang mengandung senyawa kimia golongan flavonoida, glikosida, tanin, saponin dan triterpenoid/steroida. Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun jamblang memiliki nilai IC50 5,84ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 34,19 ppm, dimana dari hasil tersebut teh daun jamblang memiliki aktivitas antioksidan sama vitamin C dengan kategori sangat kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP Propionibacterium acnes Syalsabila Putri; Ridwanto; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1891

Abstract

Daun Mahkota Dewa merupakan tanaman asli indonesia yang berasal dari daerah Papua. Daun mahkota dewa di masyarakat sibolga biasa digunakam untuk mengobati berbagai penyakit secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam daun mahkota dewa dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak simplisia daun mahkota dewa dibuat dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun mahkota dewa dibuat didalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 40%, 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu Tetraksiklin HCl dan kontrol negatif yang digunakan ialah DMSO. Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada daun mahkota dewa yaitu skrining fitokimia, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, pemeriksaan kadar air, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa dapat digunakan untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes.Adapun hasil pada konsentrasi 30% berdiameter 8,03 mm dikategorikan sedang, pada konsentrasi 40% berdiameter 9,26 mm dikategorikan sedang, dan pada konsentrasi 50% berdiameter 9,73 mm dikategorikan sedang.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut Fatma Dwi Jati fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani