p-Index From 2021 - 2026
6.448
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Jurnal Didaktik Matematika Jurnal Bioleuser Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Economic Education Analysis Journal Jurnal EMT KITA Omni-Akuatika Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Journal of Maternal and Child Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan At-Tafkir Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Aquaculture and Fish Health eBA Journal: Journal Economic, Bussines and Accounting Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Jurnal Sains Riset JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Agroristek Journal of Borneo Holistic Health Indobiosains Edulead : Journal of Education Management Serambi Journal of Agricultural Technology El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Jadila: Journal of Development and Innovation in Language and Literature Education Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of dietary α-lipoic acid supplementation on the growth performance and physiological status of striped catfish Pangasianodon hypophthalmus Ratnawati Rifai; Dedi Jusadi; Muhammad Agus Suprayudi; Alimuddin; Sri Nuryati
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.2.198-206

Abstract

This study aimed to evaluate the dietary supplementation of α-lipoic acid (ALA) on the growth performance, antioxidative capacity, and protein-sparring effect of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) fingerling. The striped catfish (individual weight of 1.4 ± 0.0 g) were stocked in 25 cages at 2x1x1.5 m size in a 200-m pond at 50 fish. Fish were fed formulated diets with ALA supplementation, namely: diet A (27% protein: 390 kcal), diet B (27% protein: 390 kcal +ALA 8 g/kg), diet C (27% protein: 400 kcal), diet D (27% protein: 400 kcal +ALA 8 g/kg), and diet E (30% protein: 390 kcal). Feeding was performed until apparent satiation for 60 days. The ALA supplementation significantly produced higher final individual weight, specific growth rate, and protein efficiency ratio, followed by a lower feed conversion ratio on the 27:390+ALA diet treatment (P<0.05) than other diet treatments. The highest liver performance based on superoxide dismutase enzyme activity and glycogen contents was obtained from the 27:390+ALA diet treatment. The malondialdehyde, triglycerides, and lipid accumulation in the liver on the 27:390+ALA diet treatment were lower than other diet treatments (P<0.05). Therefore, the best growth performance and physiological status in striped catfish was obtained from 27:390+ALA diet treatment.
Dietary citral increase growth and health performance of shrimp Penaeus vannamei Hadi Pratama, Ricky; Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus; Achmad Fauzi, Ichsan; Wiyoto, Wiyoto
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.2.200-209

Abstract

Phytoadditives have been acknowledged to have some beneficial effects on metabolic processes and health of some aquaculture species. This study aimed to evaluate the effect of dietary citral on carbohydrate utilization, growth and health performance of vannamei shrimp P. vannamei. This study used a completely randomized design (CRD) with four dietary treatments with different citral doses (0, 50, 75, and 100 mg citral/kg feed) in triplicates. Shrimp were reared for 60 days using fiber containers (50×50×80cm) of 30 shrimp/container. The frequency of feeding is given four times a day. Dietary citral supplementation of 100 mg/kg resulted in higher shrimp growth and feed utilization efficiency than those of the control. The level of amylase enzyme, post-prandial blood glucose, muscle, and liver glycogen were higher in the treatments with dietary citral than those of the controls. The shrimp immune response was also higher in the shrimp fed with dietary citral diets as shown by the higher total hemocyte count, respiratory burst, and phenoloxidase activity compared to those of the control. At the same time, antioxidant capacity in the hepatopancreas as indicated by superoxide dismutase and malondialdehyde level were also improved in shrimp with citral treatment. It can be concluded that dietary citral could increase the utilization carbohydrate, growth performance and health of shrimp at a concentration 75 mg/kg. Keywords: citral, carbohydrate, growth, health, P. vannamei ABSTRAK Secara umum telah diketahui bahwa fitoaditif memiliki pengaruh yang menguntungkan pada proses metabolisme dan kesehatan beberapa spesies akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan citral pada pakan terhadap pemanfaatan karbohidrat, kinerja pertumbuhan dan kesehatan udang vanname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis citral yang berbeda (0, 50, 75, dan 100 mg citral/kg pakan) dengan tiga ulangan. Udang vanname dipelihara selama 60 hari menggunakan wadah bak fiber (50×50×80cm) sebanyak 30ekor/wadah. Frekuensi pemberian pakan diberikan sebanyak empat kali sehari. Penambahan citral 100 mg/kg menghasilkan pertumbuhan udang yang lebih tinggi dan efisiensi pemanfaatan pakan dibandingkan kontrol. Tingkat enzim amilase, glukosa hemolim post-prandial, glikogen otot, dan glikogen hati lebih tinggi pada perlakuan penambahan citral dibandingkan kontrol. Respon imun udang juga lebih tinggi pada udang yang diberi penambahan citral seperti yang ditunjukkan oleh jumlah total hemosit, respiratory burst, dan aktivitas fenoloksidase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Pada saat yang sama, aktivitas antioksidan dalam hepatopankreas udang yang ditunjukkan oleh Superoksida dismutase dan Malondialdehida juga meningkat pada udang dengan perlakuan citral. Dapat disimpulkan bahwa penambahan citral dapat meningkatkan pemanfaatan karbohidrat, pertumbuhan dan kesehatan udang pada konsentrasi 75. Kata kunci: citral, karbohidrat, kesehatan, pertumbuhan, udang vaname
Dietary selenium peptide supplementation for increasing the growth of African catfish Clarias gariepinus Muhammad Agus Suprayudi; Muhammad Roikhan Amanullah; Dedi Jusadi; Hasan Nasrullah; Ahmad Yazid Latif
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.1.80-86

Abstract

Selenium is an essential micromineral that the body needs in modest amounts (0.2–12 mg/kg), yet it has important effects on the antioxidant defense, immune system, and digestive performance of aquatic species. This study aimed to analyze the growth of catfish (Clarias gariepinus) supplemented with feed additives containing selenium peptide through the coating method on feed. There were four different treatments, namely K (feed without feed additive), and feed with additive supplementation: A (3 g/kg feed), B (6 g/kg feed), and C (9 g/kg feed). A total of 15 catfish at an initial weight of 21.80 ± 0.29 g were reared in a 90×40×45 cm3 aquarium filled with water at a volume of 108 L, for 45 days. Fish were fed three times a day at satiation. Water quality management was carried out by the use of simple filtration in the container and water replacement to ensure optimum water quality values for catfish growth. The results showed that the final biomass of catfish fed with selenium peptide was significantly different (p<0.05) from catfish fed without selenium peptide, with a value of 1147,50 g and 96,67% of survival rate. Based on this study, the best dose of feed additive in catfish feed was 3 g/kg of feed. Keywords: Clarias gariepinus, growth, selenium peptide ABSTRAK Selenium adalah mikromineral esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit (0,2–12 mg/kg), akan tetapi sangat berperan dalam sistem anti-oksidatif, imunitas, dan kinerja pencernaan pada organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepinus) yang ditambahkan dengan feed additive mengandung selenium peptida melalui metode coating pada pakan. Terdapat empat perlakuan berbeda, yaitu K (pakan tanpa selenium peptida), dan pakan dengan suplementasi feed additive: A (3 g/kg pakan), B (6 g/kg pakan), dan C (9 g/kg pakan). Ikan lele ukuran 21,80 ± 0,29 g sebanyak 15 ekor dipelihara dalam akuarium berukuran 90×40×45 cm3 dengan total volume air 108 L, selama 45 hari. Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan filtrasi sederhana serta penggantian air untuk memastikan kualitas air optimal untuk pertumbuhan ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan biomassa akhir ikan lele dengan suplementasi selenium peptida pada pakan berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol dengan nilai bobot sebesar 1147,50 g dan kelangsungan hidup 96,67%. Berdasarkan penelitian ini, dosis terbaik feed additive yang mengandung selenium peptida adalah 3 g/kg pakan pada ikan lele. Kata kunci: Clarias gariepinus, pertumbuhan, selenium peptida
Literature study of Zn supplementation in feed for optimizing Nile tilapia Oreochromis niloticus growth Muhammad Agus Suprayudi; Inarto, Hendri; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.2.237-249

Abstract

Micro minerals play a crucial role in the physiological processes of fish, acting as enzyme cofactors and stabilizing enzyme and protein structures. One of the essential micro minerals needed in the body is zinc (Zn). Zinc is utilized for various physiological processes, including the maintenance of enzymatic processes within the fish's body. The aim of this literature review is to analyze the optimal level of zinc supplementation in feed to enhance the growth performance of Nile tilapia (Oreochromis niloticus), based on the reported findings of conducted research. The literature sources were obtained from accredited national journals, international journals, research outcomes, theses, and dissertations over the past 20 years. The results of this literature review indicate that zinc supplementation in feed can have a positive impact on overall fish growth by increasing digestive enzyme activity, particularly protease enzymes. The level of zinc supplementation in fish is influenced by several factors including, fish size, feed consumption quantity, and duration of maintenance. The optimal dietary zinc intake for Nile tilapia growth is reported to be in the range of 20–50 mg/kg. Keywords: growth, literature study, Nile tilapia, zinc ABSTRAK Mikro mineral memiliki peran yang sangat penting dalam fisiologi tubuh ikan yang berfungsi sebagai kofaktor enzim dan menjadi penstabil struktur enzim maupun protein. Salah satu mikro mineral yang memiliki fungsi penting dan diperlukan dalam tubuh adalah unsur seng (Zn). Unsur Zn digunakan untuk proses fisiologis termasuk pemeliharaan proses enzimatik dalam tubuh ikan. Tujuan studi pustaka ini adalah menganalisis tingkat suplementasi Zn yang optimum dalam pakan untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan nila Oreochromis niloticus berdasarkan laporan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Sumber pustaka didapatkan dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, hasil penelitian, tesis, dan disertasi pada kurun waktu 20 tahun terakhir. Hasil studi pustaka ini menunjukkan bahwa suplementasi Zn dalam pakan dapat memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan ikan secara umum melalui peningkatan aktivitas enzim pencernaan terutama enzim protease. Tingkat suplementasi Zn pada ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, ukuran ikan, jumlah konsumsi pakan, dan lama pemeliharaan. Nilai asupan Zn yang memberikan pertumbuhan optimum pada ikan nila adalah sebesar 20–50 mg/kg. Kata kunci: ikan nila, pertumbuhan, seng, studi pustaka
Dietary evaluation of cinnamaldehyde supplementation with different protein energy levels and ratios in Pacific whitleg Shrimp Litopenaeus vannamei Hendriana, Andri; Setiawati, Mia; Jusadi, Dedi; Suprayudi, Muhammad Agus; Ekasari, Julie; Wahjuningrum, Dinamella
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 1 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.1.79-91

Abstract

This study aimed to evaluate the growth performance and carbohydrate metabolism of Pacific whiteleg shrimp after feeding with different cinnamaldehyde concentrations and protein-energy ratios. The study used a completely randomized design with six treatments in triplicates. The treatments were S003213; treatment S053213; treatment S052814; treatment S102814; treatment S052815; and treatment S102815. The study was conducted for 56 days in a 76 L volume aquarium using shrimps with 1.38 ± 0.01 g at 200 individuals/m3. The results showed that the S053213 treatment was significantly different (P<0.05) compared to other treatments for the specific growth rate (SGR). Hexokinase (hk) and phosphoenolpyruvate carboxykinase (pepck) produced by the S053213 treatment were significantly different (P<0.05) from the S003213 treatment. The S052815 and S102815 treatments produced higher protein retention (PR) and protein efficiency ratio (PER) compared to other treatments (P<0.05) and also produced the same final average weight (FW) as the S003213 treatment. This research shows that vannamei fed by 0.10% supplementation dose of cinnamaldehyde with a decreased feed protein up to 28% and C/P ratio 14 and 15 are able to utilize feed as well as protein 32% without cinnamaldehyde. The addition of cinnamaldehyde with a higher C/P ratio requires a higher dose of cinnamaldehyde than the optimal dose. Keywords: Carbohydrate metabolism, cinnamaldehyde, growth, feed energy ratio, Pacific whiteleg shrimp ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan metabolisme karbohidrat udang vaname Litopenaeus vannamei yang diberikan kadar sinamaldehid pada protein dan rasio energi pakan berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Adapun perlakuan terdiri dari perlakuan kontrol S003213; perlakuan S053213; perlakuan S052814; perlakuan S102814; perlakuan S052815; dan perlakuan S102815. Penelitian dilakukan selama 56 hari pemeliharaan pada akuarium volume 76 L menggunakan udang vaname berukuran 1,38 ± 0,01 g dengan kepadatan 200 individuals/m3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S053213 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya untuk parameter laju pertumbuhan spesifik (SGR). Parameter heksokinase (hk) dan phosphoenolpyruvate carboxykinase (pepck) yang tertinggi dihasilkan oleh perlakuan S053213 dan berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan S003213. Pada perlakuan S052815 dan S102815 menghasilkan retensi protein (PR) dan rasio efisiensi protein (PER) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya (P<0,05) serta menghasilkan bobot rata-rata akhir (FW) sama dengan perlakuan S003213. Penelitian ini menunjukkan bahwa udang vaname yang diberikan suplementasi sinamaldehid sebesar 0,10% dengan protein pakan 28% dan rasio C/P menjadi 14 dan 15 mampu pemanfaatan protein pakan yang sama dengan protein pakan 32% tanpa suplementasi sinamaldehid. Penambahan sinamaldehid dengan rasio C/P yang lebih tinggi membutuhkan dosis sinamaldehid yang lebih tinggi dari dosis optimal. Kata kunci: metabolisme karbohidrat, pertumbuhan, rasio energi pakan, sinamaldehid, udang vaname
Rotifer Brachionus rotundiformis enriched with taurine for survival and growth of larval milkfish Chanos chanos Aimma, Muhammad Ariful; Dedi Jusadi; Suprayudi, Muhammad Agus; Alimuddin, Alimuddin; Adiasmara Giri, I Nyoman; Shofa Adestia, Talita
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.102-110

Abstract

This research evaluated the effect of taurine-enriched rotifers on the survival and growth of milkfish larvae. Twenty-five fertilized milkfish eggs were placed in a 250 L cylindrical fiber tank. This study used a completely randomized design with four treatments and five replications. Three days old larvae were given rotifers enriched with taurine at 0, 25, 50, or 75 mg/L. Larvae were cultured until they were 18 days old. The results showed that the taurine content in rotifers was higher in rotifer at 50 mg/L treatment, then decreased at the 75 mg/L treatment. Taurine content in the milkfish larvae aligned with taurine levels in rotifers. Furthermore, the taurine content in rotifers affected milkfish larvae' survival and body length. The highest larval survival and growth was obtained in the 50 mg/L taurine treatment. Thus, it can be concluded that taurine at 50 mg/L is the optimal rotifer enrichment dose for milkfish larvae. Keywords: growth, milkfish larvae, notochord, survival rate, taurine ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian rotifera yang diperkaya taurin terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan bandeng. Dua puluh lima butir telur ikan bandeng yang telah dibuahi ditempatkan pada tangki fiber berbentuk silinder berukuran 250 L. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Larva berumur tiga hari setelah menetas diberi rotifer yang diperkaya taurin dengan dosis 0, 25, 50, atau 75 mg/L. Larva dipelihara hingga berumur 18 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan taurin pada rotifer tertinggi diperoleh pada perlakuan rotifer 50 mg/L, kemudian menurun pada perlakuan rotifer 75 mg/L. Kandungan taurin pada larva ikan bandeng sebanding dengan kandungan taurin pada rotifer. Kandungan taurin pada rotifer berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan panjang tubuh larva ikan bandeng. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 50 mg/L. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian taurin 50 mg/L pada pengayaan rotifer merupakan dosis yang optimal untuk diberikan pada larva ikan bandeng. Kata Kunci: kelangsungan hidup, larva bandeng, notochord, pertumbuhan, taurin
Evaluation of food digestibility in Nile tilapia fish Oreochromis niloticus given NSP enzymes and organic chromiium Oktaviani, Amelia; Muhammad Agus Suprayudi; Setiawati, Mia; Achmad Fauzi, Ichsan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.136-147

Abstract

Feed is a crucial factor in tilapia farming because it contributes 92% of the total production cost. This study aims to evaluate the digestibility and utilization of carbohydrates in low-protein feed supplemented with NSP enzymes and organic chromium. The research method employed a factorial completely randomized design with treatments of organic chromium (0, 1, 2) and NSP enzymes (0, 1). The study used 18 aquariums, each measuring 50×40×35 cm. The fish used were tilapia with an average weight of 33.09 ± 0.06 g per fish. The feed used was commercial feed supplemented with organic chromium and NSP enzymes. The study focused on digestibility performance, digestive enzyme activity, growth performance, and antioxidant status. The results showed that the treatments E1C1 and E0C2 resulted in better total digestibility, energy digestibility, and protein digestibility compared to the control and other treatments. Lipase, protease, and amylase enzymes in tilapia fed with the E1C1 treatment showed significantly higher results (P<0.05) compared to the control. Growth performance in tilapia fed with NSP enzymes and organic chromium did not show significant differences from the control (P>0.05). However, antioxidant status, specifically SOD and GPx, was significantly higher in the E0C1 treatment compared to the control (P<0.05). The conclusion of this study is that the addition of NSP enzymes and organic chromium to low-protein feed can improve digestibility and optimize carbohydrate utilization, with the best results achieved with the E1C1 treatment. Keywords: antioxidant, digestive enzymes, Nile tilapia, nutrient digestibility ABSTRAK Pakan menjadi factor krusial dalam usaha budidaya ikan nila karena memiliki kontribusi sebesar 92% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan dan kemampuanpemanfaatan karbohidrat pada pakan protein rendah yang diberienzim NSP dan kromium organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan kromium organic (0,1,2) dan enzim NSP (0,1). Wadah yang digunakan merupakan aquarium yang berukuran 50×40×35 cm sebanyak 18 unit. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 33,09 ± 0,06 g/ekor. Pakan yang digunakan merupakan pakan komersial yang diberi penambahan kromium organik dan enzim NSP. Penelitian ini difokuskan pada kinerja kecernaan, aktivitas enzim pencernaan, kinerja Pertumbuhan serta status Antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan E1C1 dan E0C2 menghasilkan nilai kecernaan total, kecernaan energi dan kecernaan protein yang lebih baik dibanding perlakuan kontrol dan perlakuan lainnya. Enzim lipase, protease dan amilase pada ikan nila yang diberipakan perlakuan E1C1 menunjukkan hasil yang lebih tinggi secarasignifikan (P<0,05) terhadap kontrol. Kinerja pertumbuhan pada ikan nila yang diberienzim NSP dan kromium organik menghasilkan nilai yang tidak signifikan dengan kontrol (P>0,05). Walaupun demikian, status antioksidan yang dihasilkan yaitu SOD dan GPx pada perlakuan E0C1 menghasilkan nilai yang lebih tinggi secara signifikan terhadap kontrol (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim NSP dan kromium organik pada pakan rendah protein mampu meningkatkan kinerja kecernaan dan memanfaatkan karbohidrat dengan optimal. Hasil terbaik pada perlakuan E1C1. Kata kunci: antioksidan, enzim pencernaan, kecernaan nutrient, ikan nila
Evaluation of protein and lipid on feed of Tilapia Oreochromis niloticus Niagara, Niagara; Muhammad Agus Suprayudi; Setiawati, Mia; Achmad Fauzi, Ichsan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.2.266-273

Abstract

The goal of this study was to discover the optimal protein and lipid levels for increasing the growth performance of Nile tilapia Oreochromis niloticus. A 2×2 randomized factorial design was used for this research, and two treatment factors were used: the protein level (28% and 32%) and the lipid level (6% and 8%). So, there were four test treatments and carried out with three replications. Nile tilapia with an average body weight of 5.60 ± 0.06 g were grown in a 900×45×35 cm3 aquarium at a density of 20 fish/aquarium. The experimental fish were grown for 60 days and fed three times daily until they appeared to be satisfied. Parameters evaluated in this study were growth performance and blood chemistry. The fish fed with diet 32;8 showed significantly higher growth than other treatments. Plasma protein in the fish fed with 32;6 diets were higher than those of plasma triglycerides, high density lipoprotein, and low density lipoprotein content were the same among the treatments. The result shows that feed 28;8 has the best protein efficiency ratio and protein retention. Keywords: Oreochromis niloticus, protein sparing effect, lipid, feed ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein dan lipid yang optimum dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak faktorial 2×2 dengan dua faktor perlakuan yaitu kadar protein (28% dan 32%) dan kadar lipid (6% dan 8%). Jadi terdapat empat perlakuan uji dan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Ikan nila dengan rata-rata bobot badan 5,60 ± 0,06 g dipelihara dalam akuarium berukuran 900×45×35 cm3 dengan kepadatan 20 ekor/akuarium. Ikan dipelihara selama 60 hari dan diberi makan tiga kali sehari secara at satiation. Parameter yang dievaluasi dalam penelitian ini adalah kinerja pertumbuhan dan kimia darah. Ikan yang diberi perlakuan dengan pakan 32;8 menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Protein plasma pada ikan yang diberi pakan 32;6 lebih tinggi dibandingkan dengan trigliserida plasma, HDL dan LDL rendah yang sama antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan 28;8 mempunyai nilai protein efesiensi rasio dan retensi protein terbaik. Kata Kunci: Oreochromis niloticus, protein sparing effect, lemak, pakan
SUPLEMENTASI L-KARNITIN DAN KAYU MANIS PADA PAKAN TERHADAP PENURUNAN LEMAK DAN TEKSTUR FILET IKAN PATIN Pangasianodon hypophthalmus PADA FASE PEMBESARAN Wahyudi, Imam Tri; Jusadi, Dedi; Setiawati, Mia; Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 1 (2023): (Maret 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.1.2023.1-14

Abstract

upaya untuk mengurangi kadar lemak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi suplementasi L-karnitin dan tepung kayu manis terhadap kadar lemak dan tekstur daging ikan patin pada fase pembesaran. Ikan patin berukuran 125,4 ± 7,85 g dan panjang 24,71±0,68 cm dipelihara selama 60 hari dalam wadah hapa berukuran 2 x 1 x 1 m3. Ikan diberi pakan tiga kali sehari ad satiation dengan perlakuan, sebagai berikut: kontrol (K), penambahan L-karnitin 1 g kg-1 (LK 1), L-karnitin 2 g kg-1 (LK 2), kayu manis 5 g kg-1 (KM 5), dan kayu manis 10 g kg-1 (KM 10). Sampel diambil pada awal, pertengahan, dan akhir pemeliharaan untuk pengukuran kadar lemak daging. Parameter yang diamati yaitu lemak daging dan tekstur daging. Hasil menunjukkan bahwa pemberian KM 10 menghasilkan kadar lemak yang lebih rendah dari perlakuan lainnya setelah 30 hari dan penurunan yang lebih besar yaitu berkisar 51,06% dan 42,55% pada perlakuan LK 2 dan KM 10 pada hari ke-60. Nilai indeks hepatosomatik juga menurun yang diikuti oleh penurunan kadar lemak hati. Nilai kekerasan daging menunjukkan peningkatan kualitas yang terlihat dari nilai yang semakin rendah. Pemberian tepung kayu manis 10 g kg-1 pada fase pembesaran menunjukkan hasil terbaik pada pemberian selama 60 hari dalam menurunkan lemak daging ikan patin hingga memenuhi standar filet, karena adanya proses lipolisis serta pemanfaatan lemak menjadi energi. Kayu manis ini menjadi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai feed additive dalam upaya memperbaiki kualitas daging ikan patin fase pembesaran.Striped catfish meat has a high-fat content which is undesirable to markets and customers alike and needs to be reduced. This study aims to evaluate the effect of dietary L-carnitine and cinnamon powder on reducing the fat content of striped catfish meat in the grow-out stage. Striped catfish measuring 125.4 ± 7.85 g and 24.71 ± 0.68 cm body length were kept for 60 days in a hapa with size 2 x 1 x 1 m3. Thefish were fed three times a day at satiation with the following treatments: control (K), the addition of L-carnitine 1 g kg-1 (LK 1), L-carnitine 2 g kg-1 (LK 2), cinnamon 5 g kg-1 (KM 5) and cinnamon 10 g kg-1 (KM 10). Sampling was conducted on the initial, middle and final day for meat fat content analysis. The parameters observed were meat fat and meat texture. The results showed that dietary KM 10 significantly reduced meat fat content compared to controls on the 30th and it showed a more significant reduction, namely 51.06% and 42.55%, in the treatment LK 2 and KM 10 after 60 days treatment. The hepatosomatic index value also decreased, followed by decreased liver fat levels. The lower values of meat hardness imply an increase in meat quality. It can be concluded that the application of dietary cinnamon powder at 10 g kg-1 (KM 10) is the best level to reduce the fat content of striped catfish meat in meeting the fillet standards. This cinnamon has excellent potential to be developed as a feed additive to improve the quality of striped catfish meat in the rearing phase.
PENGARUH SUPLEMENTASI TRIPTOFAN MELALUI PAKAN TERHADAP KANIBALISME DAN KONSENTRASI HORMON STEROID BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Heltonika, Benny; Sudrajat, Agus Oman; Junior, Muhammad Zairin; Widanarni, Widanarni; Suprayudi, Muhammad Agus; Manalu, Wasmen; Hadiroseyani, Yani
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.3.2022.133-144

Abstract

Perilaku kanibal pada benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) menjadi permasalahan pada pembenihannya. Salah satu pendekatan yang sudah dilakukan untuk mengendalikan kanibalisme pada ikan adalah pemberian triptofan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh triptofan terhadap kejadian kanibalisme dan kandungan konsentrasi hormon steroid pada benih ikan baung. Panjang awal benih yang digunakan adalah 4,98±0,1 cm yang dipelihara di dalam akuarium berkapasitas 20 L dengan kepadatan 3 ekor per L.  Selama penelitian, benih ikan baung diberi pakan komersial (40% protein) yang disuplementasi triptofan dengan konsentrasi berbeda, yaitu tanpa suplementasi triptofan (A), suplementasi triptofan 0,25% (B), suplementasi triptofan 0,50% (C), suplementasi triptofan 0,75% (D), dan suplementasi triptofan 1% (E). Setiap perlakuan terdiri dari tiga kali ulangan. Pakan diberikan empat kali sehari secara satiasi. Parameter yang diamati adalah tipe kanibal, indeks kanibal, kematian normal, sintasan, performa pertumbuhan serta konsentrasi hormon (estradiol, testosteron, dan kortisol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang diperkaya triptofan memberikan penurunan kejadian kanibal dan peningkatan sintasan benih ikan baung. Pemberian triptofan juga menurunkan kandungan estradiol tubuh, dan penurunan ini ada kaitannya dengan penurunan kejadian kanibalisme. Performa pertumbuhan benih ikan baung meningkat dengan pemberian pakan yang ditambahkan triptofan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi 0,50–0,75% triptofan pada pakan efektif menurunkan kejadian kanibalisme pada benih ikan baung.The cannibal behavior of Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) is a problem in the hatchery. One approach that has been used to control cannibalism in fish is the use of tryptophan. This study aimed to determine the effect of tryptophan on the incidence of cannibalism and the content of steroid hormones in Asian redtail catfish juveniles. The study was conducted using the fish with a body length of 4.98±0.14 cm reared in aquariums with a water volume of 20 L with a density of 3 fish per L. Fish were given commercial feed (40% protein) supplemented with tryptophan with different concentrations, namely without tryptophan supplementation (A), tryptophan supplementation 0.25% (B), tryptophan supplementation 0.5% (C), tryptophan supplementation 0.75% (D), and tryptophan supplementation 1% (E). Each treatment consisted of three replications. Feed were given four times a day at satiation level. Parameters observed were cannibal type, cannibal index, normal mortality, survival rate, growth performance, and hormone concentration (estradiol, testosterone, and cortisol). The results showed that giving tryptophan through feed decreased the incidence of cannibalism and increased the survival of Asian redtail catfish juveniles. The addition of tryptophan to the feed decreased the concentration of estradiol in the body of fish and it is associated with a decrease in the incidence of cannibalism, thereby improving survival.  Furthermore, the supplementation of tryptophan also increased growth performance. The results of this study showed that supplementation of 0.50-0.75% tryptophan in feed was effective in reducing the incidence of cannibals in Asian redtail catfish juveniles.
Co-Authors , Alimuddin , Sarmin . Ridwan . Sukenda . Vera Dewi Mulia, Troef Soemarno A Halim A. Malik Serang A. Shofy Mubarak Achmad Fauzi, Ichsan Achmad Noerkhaerin Putra Adang Saputra Adiasmara Giri, I Nyoman Afrizal Afrizal Agus Ari Afandi Agus Oman Sudrajat Ahmad Yazid Latif Aimma, Muhammad Ariful Akhmad Baihaqi Akrom, Akrom Alimuddin alimuddin alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Amelia Oktaviani, Amelia Ani Rusilowati Apriana Vinasyiam Aprilianti Pratiwi Arief Boediono Aris Sudiyanto Aris Tri Wahyudi Arradini, Dewi Artin Indrayati Asda Laining Asda Laining Asih Wahyuningsih Azmi Afriansyah Benny Heltonika Besral . Burhanudin Faisal, Burhanudin D. Jusadi Dairun, Suclyadi DARMAWAN SETIA BUDI Darsiani Darsiani darsiani, Darsiani Deddy Yaniharto Deddy Yaniharto DEDI JUSADI Dedi Yaniharto dedy yaniharto Denny Wahyudi Dewi Rosanti DIAH AYU SATYARI UTAMI Diamahesa, Wastu Ayu Dian Mutiara Didi Humaedi Yusuf, Didi Humaedi Dinamella Wahjuningrum Dini Harianto Dodi Hermawan Doris Noviani Duwi Nuvitalia E. Mursitorini Eddy Supriyono Edy Marsudi Elas, Putri Elvianita, Diana Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Endang Wuryandini, Endang Endriatmo Soetarto Ernawati Saptaningrum F. Hapsyari Faiqotul Himmah, Maihardiyanti Fatkhullah, Faiz Karim Fatma Hajiali Fauzan Fredinan Yulianda Gadis Sri Haryani Gebbie Edriani Ghina Raudathul Jannah Giri Maruto Darmawangsa, Giri Maruto Gusriani Hadi Pratama, Ricky Harton Arfah Hasan Abidin Hasan Nasrullah Hasrah Hasrah Hema Widiawati Hendriana, Andri Husnidar Husnidar I Dewa Putu Oka Suardi I Gede Setiawan Adi Putra I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Gusti Ayu Rai I Made Artika I MADE ARTIKA I Nengah Suka Widana I Wayan Budiyasa I Wayan Nurjaya I Wayan Suanda I. Mokoginta Ichsan Achmad Fauzi Ichsan Achmad Fauzi Iis Diatin Imah, Nenden Imaroh Izzatun Nisa Inarto, Hendri ING MOKOGINTA Ira Akhdiana Irmawati Irvan Faizal Irwan Irwan Irzal Effendi Ismarica, Ismarica Iwandikasyah Putra Joko Tri Atmojo Jr., Muhammad Zairin Juli Ekasari Julie Ekasari Jullie Ekasari KATSUYUKI HAMASAKI KATSUYUKI HAMASAKI KETUT BUDI SUSRUSA Khumaedi - Komang Adi Wika Wiguna Kusriyati Kusriyati L. Indriastuti Latifah Kosim Darusman Luh Putu Ratna Sundari M. Ikhsan M. Setiawati M. Tri Djoko Sunarno M. Zairin Junior Mas Tri Djoko Sunarno Masrunik, Endah Meilisza, Nina Meritha, Wellya Wichi Mia Setiawati Miftakhul Huda, Anam Moh. Yamin Darsyah Mudinillah, Adam Muhaimin Hamzah Muhammad Jailani Muhammad Junior Zairin Muhammad Khafid Muhammad Roikhan Amanullah Muhammad Safir Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin JR Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. MUHAMMAD ZAIRIN Jr. Mulyasari Mulyasari Munawar Khalil Muslim Muslim Muzahar Nadrah Ngurah Ayu NM Niagara, Niagara Nina Meilisza Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nuraini Annisa, Nuraini Nuril Farizah Odang Carman Otie Dylan Soebhakti Hasan Padlilah, Rahmi Padlillah, Rahmi Pattipeilohy, Christian Ernsz Pika Lusi Andriati Ponda Sari Styawati PRIMA AYU RIZQI MAHANANI, PRIMA AYU RIZQI R Rifai R. Sutajaya Raditya Gumelar, Muhammad Rahmawati, Rahmawati Rahminiwati, Min Rakhmawati, Rakhmawati, Ria Septy Anggraini, Ria Septy Ricky Ramadhan Ridhia Putri RIDWAN AFFANDI Riki Agustiono Rina Hirnawati Ririn Ariyanti Ririn Ariyanti, Ririn Rita Hayati Rizky Nafaida Sabrin, Gusriani Samalei, Ermianus Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Senja, Reza Karunia Setyorini, Catur Sintia Valinta Siti Komariyah Sofyan Sauri Sri Nuryati Sri Nuryati Suardi Laheng Suci Antoro Suci antoro Suclyadi Dairun Supatmin Supatmin Supriyadi Hari Respati Suryadi Saputra Suryani Kusumaningtyas, Rina Dwi Susilawati ikip pgri semarang T. Makmur Talita Shofa Adestia Tatag Budiardi Tawahusna Tawahusna Tiara Ramadhani Titin Kurniasih TOSHIO TAKEUCHI TOSHIO TAKEUCHI Toto Sunarto Tulas Aprilia Upmal Deswira Utomo, Nurbambang Priyo Vera Fitria Vernandes Evenus Bulu Wahyudi, Imam Tri Wasmen Manalu Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widiyanto, Aris Wijianti, Hani Wijiwinarsih, Amallia Wika Wiguna, Komang Adi Winda Styani Irawan, Winda Styani Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Y. Hadiroseyani yayat Nur hayati Yogo Tri Saloko Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yusrizal Yusrizal Yutaka Haga Zairin Jr., Muhammad Zinatul Hayati