p-Index From 2021 - 2026
6.448
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Jurnal Didaktik Matematika Jurnal Bioleuser Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Economic Education Analysis Journal Jurnal EMT KITA Omni-Akuatika Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Journal of Maternal and Child Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan At-Tafkir Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Aquaculture and Fish Health eBA Journal: Journal Economic, Bussines and Accounting Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Jurnal Sains Riset JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal Agroristek Journal of Borneo Holistic Health Indobiosains Edulead : Journal of Education Management Serambi Journal of Agricultural Technology El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Jadila: Journal of Development and Innovation in Language and Literature Education Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

Combination of Tubifex and artificial diet for catfish Pangasianodon hypophthalmus larvae Jusadi, Dedi; Anggraini, Ria Septy; Suprayudi, Muhammad Agus
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2926.874 KB) | DOI: 10.19027/jai.14.30-37

Abstract

ABSTRACT This research was conducted to evaluate the effect of different combination of feeding frequency of Tubifex (C) and artificial diet (P) on survival and growth rate of larval yellow tail catfish Pangasianodon hypophthalmus. Newly hatched larvae (d0) with total length of 0.44±0.04 cm were cultured for 14 days in 30×20×20 cm3 aquarium. Water volume in each aquarium was 9 L. At d5, larvae were fed on five different feeding frequencies either 6C+0PB, 5C+2PB, 3C+3PB, 2C+5PB, dan 0C+6PB. Feeding method used in this research was ad libitum. Results showed that survival and total length of d14 old larvae fed on 0C+6PB was lower than the groups fed on either 6C+0PB or three combinations of C+PB. Lipase activity tend to be increase in line with the increasing amount of artificial feed. On the other hand, larvae fed on 6C+0PB and 0C+6PB had the lowest protease activity. Therefore, larval catfish can be fed by combination of Tubifex and artificial feed. Keywords: artificial diet, lipase activity, protease activity, sludge worm, Pangasianodon hypophthalmus  ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi pengaruh perbedaan frekuensi pemberian pakan harian cacing sutra (C) dan pakan buatan (PB) terhadap sintasan dan pertumbuhan larva ikan patin Pangasianodon hypophthalmus. Larva ikan patin yang baru menetas berukuran 0,44±0,04 cm dipelihara dalam akuarium kaca berukuran 30×20×20 cm3 yang diisi air setinggi 15 cm selama 14 hari. Mulai dh5, larva diberi lima perlakuan frekuensi pemberian pakan, yaitu 6C+0PB, 5C+2PB, 3C+3PB, 2C+5PB, dan 0C+6PB. Pemberian pakan dilakukan secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva yang diberi 6C+0PB dan kombinasi C+PB memiliki tingkat kelangsungan hidup dan panjang akhir yang tidak berbeda nyata. Namun larva yang diberi 0C+6PB, menghasilkan tingkat kelangsungan hidup dan panjang akhirnya terendah. Semakin banyak porsi sering frekuensi pemberian PB yang diberikan menunjukkan tren aktivitas lipase yang cenderung meningkat. Tetapi pada aktivitas protease pada pemberian 6C+0PB dan 0C+6PB lebih rendah dari ketiga perlakuan kombinasi C+PB. Dengan demikian, larva ikan patin dapat dibudidaya dengan menggunakan kombinasi cacing sutra dan pakan buatan. Kata kunci: pakan buatan, aktivitas lipase, aktivitas protease, cacing sutra, Pangasianodon hypophthalmus
Digestive enzymes activities in Oreochromis niloticus fed diet supplemented with recombinant growth hormone Vinasyiam, Apriana; Suprayudi, Muhammad Agus; Alimuddin, ,
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3186.108 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.15-23

Abstract

ABSTRACT The specific activity of the digestive enzymes, namely: pepsin, amylase, lipase, trypsin, and chymotrypsin were studied in Nile tilapia Oreochromis niloticus fed diet supplemented with recombinant Ephinephelus lanceolatus growth hormone (rElGH). The results showed that fish treated with rE1GH showed lower lipase and chymotrypsin specific activities (P>0.05), while the trypsin/chymotrypsin specific activity (T/C ratio) was found higher compared to control fish. Moreover, higher protein digestibility, higher protein retention and a lower ammonia excretion rate were measured for rE1GH treated fish. Oral rElGH administration enhanced Nile tilapia growth up to 20.04%, without affecting survival. This study suggested that rapid growth performance induced by rElGH was linked with T/C ratio rather than the specific activity of other digestive enzymes. Keywords: recombinant growth hormone, digestive enzyme, digestibility, Oreochromis niloticus  ABSTRAK Aktivitas spesifik enzim pencernaan pepsin, amilase, lipase, tripsin, dan kemotripsin diamati pada ikan nila Oreochromis niloticus yang diberi pakan mengandung hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang Ephinephelus lanceolatus (rElGH)). Hasil menunjukkan bahwa ikan uji pada perlakuan rElGH memiliki aktivitas spesifik enzim lipase dan kemotripsin yang lebih rendah, sedangkan rasio tripsin/kemotripsin (rasio T/C) yang lebih tinggi dibandingan ikan kontrol. Kecernaan protein dan retensi protein bernilai lebih tinggi sementara laju ekskresi amonia bernilai lebih rendah pada ikan perlakuan. Pemberian rElGH secara oral mampu mempercepat laju pertumbuhan ikan nila hingga 20,04% tanpa memengaruhi kelangsungan hidup. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan cepat yang diinduksi oleh rElGH berhubungan dengan rasio T/C dibandingkan dengan aktivitas spesifik enzim pencernaan lain. Kata kunci: hormon pertumbuhan rekombinan, enzim pencernaan, kecernaan, Oreochromis niloticus 
Quality improvement of rubber seed meal diet for Nile tilapia with amino acid supplemetation Yusuf, Didi Humaedi; Suprayudi, Muhammad Agus; Jusadi, Dedi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3099.562 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.63-69

Abstract

ABSTRACT This experiment was conducted to improve the quality of rubber seed meal fermented using sheep rumen liquor based diet (RSMF) with amino acid supplementation for Nile tilapia Oreochromis niloticus. This experiment consisted of five treatments with three replications. The treatments were 0% protein from RSMF as control; 50% RSMF; 50% RSMF with lysine; 75% RSMF and 75% RSMF with lysine. Tilapia with an initial body weight of 6.29±0.12 g were reared for 40 days and the fish were fed three times daily at satiation level (8.00 am, 12.00 pm and 16.00 pm). The data were statistically analysed by using one-way analysis of variance (ANOVA) using software SPSS version 16.0 at 95% (p<0.05) confidence interval and Tukey test for the post hoc test. The results showed that the addition of lysine in the 75% RSMF diets could increased final weight, but did not significantly different to protein efficiency ratio (PER), decreased feed convertion ratio (FCR) and biochemical body composition. The data indicated that quality of 75% RSMF could improved after lysine supplementation, but still lower than using 50% RSMF and soybean meal as protein source. Keywords: amino acid supplementation, Oreochromis niloticus, rubber seed meal ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pakan dengan tepung bungkil biji karet yang difermentasi dengan cairan rumen domba (TBBKF) melalui suplementasi asam amino untuk ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas  0% protein dari TBBKF sebagai kontrol; 50% TBBKF; 50% TBBKF + Lisin; 75% TBBKF dan 75% TBBKF + lisin. Ikan nila dengan bobot awal 6,29±0,12 g dipelihara selama 40 hari dan pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari hingga sekenyangnya (08.00, 12.00 dan 16.00 WIB). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan menggunakan software SPSS 16.0 dan diuji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin pada pakan 75% TBBKF meningkatkan bobot tubuh ikan akhir, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap rasio efisiensi protein (PER), rasio konversi pakan (FCR) dan komposisi biokimia tubuh ikan nila. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas protein 75% TBBKF meningkat setelah suplementasi lisin, tetapi masih lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan 50% TBBKF dan tepung kedelai sebagai sumber protein. Kata kunci: suplementasi asam amino, Oreochromis niloticus, tepung biji karet
The population growth and the nutritional status of Moina macrocopa feed with rice bran and cassava bran suspensions Mubarak, Ahmad Shofy; Jusadi, Dedi; Junior, Muhammad Zairin; Suprayudi, Muhammad Agus
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3490.003 KB) | DOI: 10.19027/jai.16.2.223-233

Abstract

ABSTRACT Moina macrocopa culture density can be improved by optimizing the fecundity, and somatic growth through the regulation of quality and quantity of feed. The purpose of this study were to determined how to use effectively the rice bran and cassava bran Manihot utilisima suspension on Moina, based on population, neonates production, adult percentage, biomass, metabolisme and nutritional state. In this study, Moina were cultured for eighth days using four concentrations of rice bran suspension and three concentrations of cassava suspension. This research found that M. macrocopa culture with rice bran suspension has higher population, neonates production, adult percentage and biomass than its culture with cassava bran suspension (P<0.05). This study also found that Moina culture with rice bran suspension has higher total value of RNA, total value of DNA, the ratio RNA/ DNA, FCR, and concentration of protein and amino acid than Moina culture with cassava bran suspension. Treatment D with the initial rice bran suspension concentration was 0.3 mL/L  and was increased starting the second day and the end concentration on the eighth day was 1.2 mL/L has highest peak population of Moina 17,975 ind/L in seventh day, weight wet biomass 439 mg/L in eighth day and lower FCR 0.94. Keywords: suspension, rice bran, cassava, population, ratio RNA/DNA  ABSTRAK Kepadatan populasi dalam budidaya Moina macrocopa dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan fekunditas dan pertumbuhan somatik melalui pengaturan kualitas dan kuantitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengunaan pakan suspensi dedak dan tepung ketela pohon Manihot utilisima dalam budidaya M. macrocopa terhadap populasi, produksi anak per induk, persentase dewasa, biomasa, FCR, dan metabolismenya (asam amino, DNA, RNA, dan RNA/DNA). Di dalam penelitian ini, M. macrocopa dibudidayakan selama delapan hari  menggunakan empat konsentrasi suspensi dedak dan tiga konsentrasi suspensi tepung  ketela pohon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, budidaya M. macrocopa dengan pakan suspensi dedak menghasilkan populasi, produksi anak/induk, persentase dewasa dan biomasa yang lebih tinggi dibandingkan budidaya Moina dengan pakan suspensi ketela pohon (P<0,05). Budidaya M. macrocopa dengan pakan suspensi dedak juga menghasilkan total RNA, total DNA dan  nisbah  RNA/DNA, konsentrasi protein, dan asam amino yang lebih tinggi dibandingkan Moina dengan pakan suspensi ketela pohon. Perlakuan D dengan pakan suspensi dedak awal 0,2 mL/L dan meningkat mulai hari kedua dengan konsentrasi hari kedelapan 1,2 mL/L menghasilkan puncak populasi tertinggi pada hari ketujuh sebanyak 17.975 ind/L, berat basah biomasa hari kedelapan kultur 439 mg/L, dan FCR yang rendah yaitu 0,94.   Kata kunci: suspensi, dedak, ketela pohon, populasi, nisbah RNA/DNA
Stress responses of transportation on red tilapia which given feed containing chromium Rakhmawati, Rakhmawati,; Suprayudi, Muhammad Agus; Setiawati, Mia; Widanarni, Widanarni,; Junior, Muhammad Zairin; Jusadi, Dedi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3422.17 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.1.16-25

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to evaluate stress responses of transportation on red tilapia Oreochromis sp. which given feed containing chromium. Three isonitrogenous and isocaloric experimental feeds were prepared, these diets were control (without chromium), CrPic 1 mg/kg, and CrYst 2 mg/kg supplementation in feed, all group were arranged triplicate. Satiation feeding was done three times a day. After a 60-day feeding experiment, the experimental fishes were fasted and distributed in polyethylene bags (N=60 fish/bag) containing 3 L of water, subjected to condition of transport simulation for 13 hours. Survival rate, levels of plasma cortisol, blood glucose, superoxide dismutase (SOD), and malondialdehyde (MDA) enzyme were observed at before transportation, after transportation, one day, and two days after transportation. The result showed that chromium supplementation reduced the levels of plasma cortisol before and after transportation, one day, and two days after transportation. Also, it decreased blood glucose compared with control significantly before transportation and one day after transportation. The SOD enzyme concentration increased significantly after fish was fed with feed containing chromium for 30 days, while the MDA enzyme concentration increased significantly after two days of transportation. However, there was no significant difference in the survival of red tilapia between treatments. The best result was obtained in the treatment of fish which fed with feed containing chromium. CrPic supplementation 1 mg/kg and CrYst 2 mg/kg increased the body resistance in red tilapia by decreasing the negative effect of stress while transportation. Keywords: stress, transportation, red tilapia, chromium  ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengevaluasi respons stres transportasi ikan nila merah Oreochromis sp. yang diberikan pakan yang mengandung kromium. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis pakan, terdiri atas pakan tanpa suplementasi kromium (kontrol), pakan bersuplementasi kromium pikolinat (CrPic 1 mg/kg), dan kromium yeast (CrYst 2 mg/kg), semua perlakuan diulang sebanyak tiga ulangan. Pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari dan dilakukan secara at satiation. Setelah 30 hari pemeliharaan, ikan uji dipuasakan dan didistribusikan dalam plastik polietilen (N=60 ekor ikan/kantong plastik) yang berisi 3 L air, dilakukan dengan simulasi transportasi selama 13 jam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kelangsungan hidup, kortisol, glukosa darah, enzim superoksida dismustase (SOD), dan malondialdehida (MDA) saat sebelum transportasi, sesaat setelah transportasi, sehari, dan dua hari setelah transportasi. Hasil yang didapatkan adalah suplementasi kromium menurunkan konsentrasi kortisol secara signifikan sebelum transportasi, sesaat, sehari, dan dua hari setelah transportasi. Suplementasi kromium menurunkan glukosa darah secara signifikan pada saat sebelum transportasi dan sehari setelah transportasi. Konsentrasi enzim SOD meningkat secara signifikan setelah pemberian pakan bersuplementasi kromium selama 30 hari, sedangkan konsentrasi enzim MDA meningkat secara signifikan setelah dua hari transportasi pada ikan yang diberi pakan bersuplementasi kromium. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelangsungan hidup ikan nila merah antarperlakuan. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan ikan dengan suplementasi kromium. Suplementasi 1 mg/kg CrPic dan 2 mg/kg CrYst dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada budidaya ikan nila merah dengan menurunkan pengaruh negatif stres akibat transportasi. Kata kunci: stres, transportasi, nila merah, kromium
Utilization of cinnamon Cinnamomum burmannii leaves and shrimp head in the feed on growth performance of catfish Pangasianodon hypopthalmus Dairun, Suclyadi; Setiawati, Mia; Suprayudi, Muhammad Agus; Utomo, Nur Bambang Priyo
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3324.195 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.1.87-93

Abstract

ABSTRACTCatfish farming has confronted with the problem of slow growth to reach the fillet size and less tender of fish fillets. This study aimed to investigate the effect of cinnamon leaf flour and shrimp head flour in formulated diets on growth of catfish Pangasianodon hypopthalamus. Catfish with an initial weight of 207.04 ± 2.70 g/fish reared in 12 cages with a dimension of  2×1×1.5 m3 (L×W×H)  and its fish density was 15 fishes for 60 days. Fish were fed with following experimental diets: (1) Control; (2) cinnamon leaf (1%) (CL); (3) 45% of protein source from shrimp head (SH); (4) CL+SH mix.  The fishes fed twice a day with feeding rate 3.5% of fish biomass. The study found that the use of cinnamon leaf and shrimp head increased the specific growth rate 1.67-1.70%, the feed efficiency 57.55-57.67%, and protein retention 55.61% compared to its control (P<0.05). Triglyceride level, cholesterol, and blood HDL were 416.00-524.05 mg/dL, 139.65-156.68 mg/dL, 73.18-103.70 mg/dL (P>0.05), respectively. HSI value ranged between 0.3-1.9% compared to its control (P<0.05).Keywords: Cinnamomum burmannii, feed, growth, Pangasianodon hypopthalmus, shrimp head.  ABSTRAKBudidaya ikan patin dihadapkan pada permasalahan pertumbuhan dan kualitas daging yaitu pertumbuhan yang lambat untuk mencapai ukuran fillet serta tekstur daging kurang kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penggunaan tepung daun kayu manis dan tepung kepala udang dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan patin Pangasianodon hypopthalmus. Ikan patin dengan bobot 207,04 ± 2,70 g/ekordipelihara selama 60 hari di hapa sebanyak 12 buah (berukuran 2×1×1,5 m3)dengan padat tebar 15 ekor/jaring. Ikan diberi pakan perlakuan yang terdiri dari: (1) Kontrol; (2) daun kayu manis 1% (DKM); (3) 45% sumber protein dari kepala udang (TKU); dan (4) campuran DKM+TKU. Pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari dengan feeding rate 3,5% dari biomassa ikan. Hasil dari penelitian penggunaan daun kayu manis dan kepala udang meningkatkan nilai laju pertumbuhan harian 1,67-1,70%, efisiensi pakan 57,55-57,67% dan retensi protein 55,61% dibanding kontrol (P<0,05). Kadar trigliserida, kolesterol, dan HDL darah berturut-turut adalah 416,00-524,05 mg/dL, 139,65-156,68 mg/dL, 73,18-103,70 mg/dL (P>0,05). Nilai HSI ikan patin berkisar antara 0,3-1,9% dibanding kontrol (P<0,05).Kata kunci: Cinnamomum burmannii, kepala udang, pakan, Pangasianodon hypopthalmus, pertumbuhan. 
The growth performance and resistance to salinity stress of striped catfish Pangasius sp. juvenile in biofloc system with different feeding rates Meritha, Wellya Wichi; Suprayudi, Muhammad Agus; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3346.398 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.2.113-119

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to evaluate the growth performance and resistance to salinity stress of striped catfish juvenile reared in biofloc with different feeding rate (FR). The treatments applied in this study were rearing the fish in biofloc with FR 5% and 8% of biomass per day, and rearing the fish with a FR of 8% per day without biofloc system as the control. The fish with an initial average length of 1.81 ± 0.20 cm were stocked in 9 units of  50 L aquaria with density of 40 ind/aquaria (800 ind/m3) for 15 days rearing period. In biofloc systems, the addition of tapioca as a source of organic carbon was done every day with an estimated C/N ratio of 10. No water exchange was done in biofloc systems, whereas regular water exchange was applied in the control. Results of the experiment showed that survival was not significantly different amongst treatments (P>0.05).  However, the specific growth rate of the fish in biofloc system with a FR of 8% per day showed the highest value and was significantly different from other treatments (P<0.05). Fish reared in biofloc system tend to have lower feed conversion ratios (FCRs) than the control. The lowest FCR was found in fish reared in biofloc system with 5% FR and significantly lower than control (P<0.05).  Salinity stress test was conducted by soaking 15 juveniles in water with a salinity of 20 g/L for an hour. The survival of fish after salinity stress test were significantly higher for fish reared in bifloc system than control (P<0.05). These data showed that rearing striped catfish juvenile in biofloc system could reduce FCR, increase the growth, and robustness of fish. Keywords: biofloc, feeding rate, growth, salinity stress test, striped catfish  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan ketahanan benih ikan patin terhadap stres salinitas yang dipelihara dalam sistem bioflok dengan tingkat pemberian pakan (FR) berbeda. Perlakuan yang terdapat dalam penelitian ini adalah benih patin yang dipelihara dalam sistem bioflok dengan FR 5% dan 8% per hari, dan pemeliharaan benih dengan FR 8% per hari tanpa penambahan sumber karbon sebagai kontrol. Benih patin dengan panjang rata-rata awal 1,81 ± 0,20 cm dipelihara dalam 9 unit akuarium dengan volume air 50 L dan kepadatan 40 ekor/akuarium (800 ekor/m3) selama 15 hari. Pada sistem bioflok, penambahan tapioka sebagai sumber karbon dilakukan setiap hari dengan C/N 10. Pada sistem bioflok tidak dilakukan pergantian air, sedangkan pada kontrol dilakukan pergantian air. Kelangsungan hidup ikan tidak berbeda nyata antar perlakuan. Namun, tingkat pertumbuhan spesifik ikan dalam sistem bioflok dengan FR 8% per hari menunjukkan nilai tertinggi dan berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05). Benih yang dipelihara pada sistem bioflok memiliki rasio konversi pakan (FCR) yang lebih rendah dibandingkan kontrol, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan bioflok (P>0,05). Uji stres salinitas dilakukan dengan merendam 15 ekor benih patin pada air dengan salinitas 20 g/L selama satu jam. Kelangsungan hidup setelah uji stres salinitas dari benih yang dipelihara di bioflok secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan benih patin pada sistem bioflok dapat menurunkan FCR, dan meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan ikan terhadap stres salinitas. Kata kunci: bioflok, feeding rate, pertumbuhan, uji stres salinitas, ikan patin 
Biochemical study of striped catfish Pangasianodon hypophthalmus broodstock induced by PMSG hormone + anti‒dopamine and turmeric addition Arfah, Harton; Sudrajat, Agus Oman; Suprayudi, Muhammad Agus; Junior, Muhammad Zairin
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3416.018 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.2.191-198

Abstract

ABSTRACT This study aimed to evaluate biochemical changes (cholesterol, triglyceride, HDL, LDL, glucose, and plasma protein) on striped catfish Pangasianodon hypophthalmus broodstock induced with PMSG hormone and turmeric addition. An observation was also done to blood glycogen content. The striped catfish broodstock was fed on commercial feed without any addition (control) and with turmeric addition (HKu). In control treatment, there was a decreasing on cholesterol, meanwhile, the triglyceride (TG) value was increased. The HDL concentration was decreased in 2nd sampling and increased in 4th sampling. In 1st until 4th sampling, glucose was quite stable, while LDL was on extremely low concentration. In HKu treatment, the cholesterol value was higher than the control treatment. The TG concentration also higher than control in 3rd sampling and decreased in 4th sampling. The HDL concentration was increased and higher than the control treatment, while LDL concentration was lower. The liver glycogen content on the control and HKu treatment were 0.015 (mg/100 mL) and 0.181 (mg/100 mL) respectively; while in the flesh of the control and HKu treatment were 0.76 (mg/100 mL) and 1.19 (mg/100 mL) respectively; and in the gonad of control and HKu treatment were 0.10 (mg/100 mL) and 0.70 (mg/100 mL) respectively. It was shown that the glycogen content in the liver, flesh, and gonad on experimental fish was higher than control treatment. Keywords : biochemistry, hormone, turmeric, channel catfish, reproduction  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan biokimia (kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, glukosa dan protein plasma) induk ikan patin Pangasianodon hypophthalmus yang diberi perlakuan hormon PMSG dan kunyit (HKu). Pengamatan juga dilakukan terhadap glikogen dalam darah induk patin. Induk ikan patin diberi pakan tanpa penambahan kunyit (kontrol) dan pakan yang diberi HKu. Hasil penelitian pada kontrol menunjukkan adanya penurunan kolesterol, sedangkan pada TG mengalami peningkatan. HDL menurun pada sampling ke‒2 dan meningkat pada sampling ke‒4. Sementara itu, pada LDL rendah sekali dan pada glukosa terlihat stabil dari sampling ke‒1 sampai ke‒4. Pada perlakuan HKu terlihat bahwa pada kolesterol menghasilkan nilai lebih tinggi dibanding kontrol. Pada TG terlihat juga nilai lebih tinggi dibanding kontrol pada sampling ke‒3 dan menurun pada sampling ke‒4. Konsentrasi HDL meningkat dan lebih tinggi dibanding kontrol, sedangkan nilai LDL lebih rendah. Data yang diperoleh pada kadar glikogen hati perlakuan kontrol adalah 0,015 (mg/100 mL) dan HKu 0,181 (mg/100 mL); sedangkan pada daging kontrol sebesar 0,76 (mg/100 mL) dan HKu 1,19 (mg/100 mL); serta gonad kontrol 0,10 (mg/100 mL) dan HKu 0,70 (mg/100 mL). Hal ini menunjukkan kadar glikogen pada hati, daging, dan gonad ikan yang diberi perlakuan bernilai lebih tinggi dibanding kontrol.           Kata kunci : biokimia, hormon, kunyit, ikan patin, reproduksi  
The digestibility of biofloc meal from African catfish culture medium as a feed raw material for Pacific white shrimp Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus; Elas, Putri; Senja, Reza Karunia
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3465.216 KB) | DOI: 10.19027/jai.18.1.1-8

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to evaluate the digestibility of biofloc meal collected from catfish culture as a feed raw material for Pacific white shrimp Litopenaeus vannamei diet. A basal feed with 43% crude protein content was used as a control diet and mixed with 2% of binders and 0.5 % of Cr2O3 as a marker for digestibility. The experimental diets were made by mixing 67.5% of the basal diet with 30% of biofloc meal, 2% of binders and 0.5 % of Cr2O3. Nine units of glass tanks (90 cm ×40 cm× 35 cm) filled with 100 L seawater were used as the experimental culture units. White shrimp with an average body weight of 5.61 ± 0.09 g was randomly distributed to each experimental tank at a density of 20 shrimp/tank. The feed was offered at a level of 5% shrimp biomass per day at a frequency of four times a day. The results showed that the dry matter digestibility of feed with 30% biofloc meal in shrimp were similar to that of the reference diet. However, protein and fat digestibility of feed containing biofloc meal were considerably higher than those of the reference diet. Feeding shrimp with 30% biofloc meal diet resulted in higher survival and specific growth rate and lower feed conversion ratio than those of the control. The digestibility of bioflocs dry matter, protein and lipid in Pacific white shrimp obtained in this study were 54.9%, 76.3% and 79.3%, respectively.Keywords: biofloc, digestibility, catfish, shrimp  ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kecernaan tepung bioflok yang diambil dari media pemeliharaan ikan lele sebagai bahan pakan udang vaname Litopenaeus vannamei. Pakan yang mengandung kadar protein 43% digunakan sebagai pakan control dan dicampur dengan 2% binder dan 0.5% Cr2O3 sebagai marker untuk kecernaan. Pakan perlakuan dibuat dengan mencampurkan 67.5% pakan control dengan 30% tepung bioflok, 2% binder dan 0.5% Cr2O3. Penelitian menggunakan sembilan unit akuarium (90 cm ×40 cm ×35 cm) yang diisi 100 L air laut. Udang vaname dengan bobot rata-rata 5.61 ± 0.09 g ditebar secara acak pada setiap akuarium perlakuan pada kepadatan 20 ekor/akuarium. Pakan diberikan dengan tingkat pemberian pakan 5% biomassa per hari sebanyak empat kali sehari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecernaan pakan dengan 30% tepung bioflok tidak berbeda nyata dengan pakan acuan. Namun kecernaan protein dan lemak pakan yang mengandung tepung bioflok terlihat lebih tinggi daripada pakan kontrol. Pemberian pakan dengan tepung bioflok sebanyak 30% juga menghasilkan tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik udang dan rasio konversi pakan yang lebih baik daripada udang yang diberi pakan kontrol. Kecernaan bahan, protein dan lemak tepung bioflok pada udang yang didapat dalam penelitian masing-masing adalah 54.9%, 76.3% dan 79.3%.Kata-kata kunci: bioflok, ikan lele, kecernaan, udang 
Enhancement of colour quality, growth, and health status of rainbow Kurumoi fish Melanotaenia parva through dietary synthetic carotenoids supplementation Meilisza, Nina; Suprayudi, Muhammad Agus; Jusadi, Dedi; Junior, Muhammad Zairin; Artika, I Made; Utomo, Nur Bambang Priyo
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3529.969 KB) | DOI: 10.19027/jai.18.1.54-69

Abstract

ABSTRACT Carotenoids were known as pigment sources, the precursor of vitamin A, potential antioxidant and can improve the health status of fish. Furthermore, there are also studies that reveal the role of carotenoids in bone formation and metabolism. This study was conducted to determine the effect of different carotenoids at two different doses in the feed on growth, pigmentation, vitamin A conversion, blood profile, antioxidant activity, and calcium bone of the rainbow fish. Twenty-one aquariums with a volume of 20 L each stocked with 20 fish (1.08 ± 0.03 g of body weight and 4.56 ± 0.07 cm of body length). The experiment applied seven experimental diets (in triplicates) consisted of three types of carotenoids were astaxanthin (AS), canthaxanthin (CS), and lutein (LS) and two doses (130 and 260 mg/kg), i.e. AS-130, AS-260, CS-130, CS-260, LS-130, LS-260 and basal (without carotenoids) as the control. The fish were fed for 56 days of experimental period. The results showed that carotenoid diets were able to increase growth, total carotenoids, percentages of chromatophores, vitamin A conversion, erythrocyte, leukocytes, packed cell volume (PCV), neutrophils, and hemoglobin (Hb) compared to the control. Fish fed dietary astaxanthin at a level of 260 mg/kg was superior compared to other diets. Dietary carotenoids were also capable of decreasing the endogenous antioxidant activity of superoxide dismutase (SOD) and malonyl dialdehyde (MDA) and increased the calcium level in fish bone than basal diet. Keywords: carotenoids, growth, health status, Melanotaenia parva, pigmentation  ABSTRAK Karotenoid diketahui sebagai sumber pigmen, prekursor vitamin A, antioksidan potensial dan dapat meningkatkan status kesehatan ikan. Selain itu, karotenoid juga memiliki peran dalam formasi dan metabolism tulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh jenis dan dosis karotenoid yang berbeda terhadap pertumbuhan, pigmentasi, konversi vitamin A, gambaran darah, aktifitas antioksidan dan kalsium tulang ikan rainbow Kurumoi. Sebanyak 20 ekor ikan (bobot tubuh rata-rata 1,08 ± 0,03 g dan panjang total rata-rata 4,56 ± 0,07 cm) dan diberi makan pakan yang mengandung karotenoid. Pakan uji terdiri atas tiga jenis karotenoid dengan tiga ulangan yaitu astaksantin (AS), cantaksantin (CS), dan lutein (LS) dan dua dosis (130 dan 260 mg/kg) dikodekan dengan AS-130, AS-260, CS-130, CS-260, LS-130, LS-260 dan basal (tanpa karotenoid) sebagai kontrol. Ikan diberi makan selama 56 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karotenoid dapat meningkatkan pertumbuhan, total karotenoid, persentase kromatofora, konversi vitamin A, eritrosit, leukosit, hematokrit, neutrofil, dan hemoglobin dibandingkan dengan kontrol. Ikan yang diberi pakan mengandung astaksantin 200 mg/kg lebih baik dibandingkan denga pakan uji lainnya. Pakan yang mengandung karotenoid juga mampu menurunkan antioksidan endogenus superoxide dismutase (SOD) dan malonyl dialdehyde (MDA), serta meningkatkan kalsium tulang ikan dibandingkan pakan kontrol. Keywords: Melanotaenia parva, karotenoid, pertumbuhan, pigmentasi, status kesehatan. 
Co-Authors , Alimuddin , Sarmin . Ridwan . Sukenda . Vera Dewi Mulia, Troef Soemarno A Halim A. Malik Serang A. Shofy Mubarak Achmad Fauzi, Ichsan Achmad Noerkhaerin Putra Adang Saputra Adiasmara Giri, I Nyoman Afrizal Afrizal Agus Ari Afandi Agus Oman Sudrajat Ahmad Yazid Latif Aimma, Muhammad Ariful Akhmad Baihaqi Akrom, Akrom Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin alimuddin alimuddin Amelia Oktaviani, Amelia Ani Rusilowati Apriana Vinasyiam Aprilianti Pratiwi Arief Boediono Aris Sudiyanto Aris Tri Wahyudi Arradini, Dewi Artin Indrayati Asda Laining Asda Laining Asih Wahyuningsih Azmi Afriansyah Benny Heltonika Besral . Burhanudin Faisal, Burhanudin D. Jusadi Dairun, Suclyadi DARMAWAN SETIA BUDI Darsiani Darsiani darsiani, Darsiani Deddy Yaniharto Deddy Yaniharto DEDI JUSADI Dedi Yaniharto dedy yaniharto Denny Wahyudi Dewi Rosanti DIAH AYU SATYARI UTAMI Diamahesa, Wastu Ayu Dian Mutiara Didi Humaedi Yusuf, Didi Humaedi Dinamella Wahjuningrum Dini Harianto Dodi Hermawan Doris Noviani Duwi Nuvitalia E. Mursitorini Eddy Supriyono Edy Marsudi Elas, Putri Elvianita, Diana Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Endang Wuryandini, Endang Endriatmo Soetarto Ernawati Saptaningrum F. Hapsyari Faiqotul Himmah, Maihardiyanti Fatkhullah, Faiz Karim Fatma Hajiali Fauzan Fredinan Yulianda Gadis Sri Haryani Gebbie Edriani Ghina Raudathul Jannah Giri Maruto Darmawangsa, Giri Maruto Gusriani Hadi Pratama, Ricky Harton Arfah Hasan Abidin Hasan Nasrullah Hasrah Hasrah Hema Widiawati Hendriana, Andri Husnidar Husnidar I Dewa Putu Oka Suardi I Gede Setiawan Adi Putra I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Gusti Ayu Rai I Made Artika I MADE ARTIKA I Nengah Suka Widana I Wayan Budiyasa I Wayan Nurjaya I Wayan Suanda I. Mokoginta Ichsan Achmad Fauzi Ichsan Achmad Fauzi Iis Diatin Imah, Nenden Imaroh Izzatun Nisa Inarto, Hendri ING MOKOGINTA Ira Akhdiana Irmawati Irvan Faizal Irwan Irwan Irzal Effendi Ismarica, Ismarica Iwandikasyah Putra Joko Tri Atmojo Jr., Muhammad Zairin Juli Ekasari Julie Ekasari Jullie Ekasari KATSUYUKI HAMASAKI KATSUYUKI HAMASAKI KETUT BUDI SUSRUSA Khumaedi - Komang Adi Wika Wiguna Kusriyati Kusriyati L. Indriastuti Latifah Kosim Darusman Luh Putu Ratna Sundari M. Ikhsan M. Setiawati M. Tri Djoko Sunarno M. Zairin Junior Mas Tri Djoko Sunarno Masrunik, Endah Meilisza, Nina Meritha, Wellya Wichi Mia Setiawati Miftakhul Huda, Anam Moh. Yamin Darsyah Mudinillah, Adam Muhaimin Hamzah Muhammad Jailani Muhammad Junior Zairin Muhammad Khafid Muhammad Roikhan Amanullah Muhammad Safir Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin Jr Muhammad Zairin JR Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. MUHAMMAD ZAIRIN Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mulyasari Mulyasari Munawar Khalil Muslim Muslim Muzahar Nadrah Ngurah Ayu NM Niagara, Niagara Nina Meilisza Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nur Bambang Priyo Utomo Nuraini Annisa, Nuraini Nuril Farizah Odang Carman Otie Dylan Soebhakti Hasan Padlilah, Rahmi Padlillah, Rahmi Pattipeilohy, Christian Ernsz Pika Lusi Andriati Ponda Sari Styawati PRIMA AYU RIZQI MAHANANI, PRIMA AYU RIZQI R Rifai R. Sutajaya Raditya Gumelar, Muhammad Rahmawati, Rahmawati Rahminiwati, Min Rakhmawati, Rakhmawati, Ria Septy Anggraini, Ria Septy Ricky Ramadhan Ridhia Putri RIDWAN AFFANDI Riki Agustiono Rina Hirnawati Ririn Ariyanti Ririn Ariyanti, Ririn Rita Hayati Rizky Nafaida Sabrin, Gusriani Samalei, Ermianus Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Senja, Reza Karunia Setyorini, Catur Sintia Valinta Siti Komariyah Sofyan Sauri Sri Nuryati Sri Nuryati Suardi Laheng Suci Antoro Suci antoro Suclyadi Dairun Supatmin Supatmin Supriyadi Hari Respati Suryadi Saputra Suryani Kusumaningtyas, Rina Dwi Susilawati ikip pgri semarang T. Makmur Talita Shofa Adestia Tatag Budiardi Tawahusna Tawahusna Tiara Ramadhani Titin Kurniasih TOSHIO TAKEUCHI TOSHIO TAKEUCHI Toto Sunarto Tulas Aprilia Upmal Deswira Utomo, Nurbambang Priyo Vera Fitria Vernandes Evenus Bulu Wahyudi, Imam Tri Wasmen Manalu Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Widiyanto, Aris Wijianti, Hani Wijiwinarsih, Amallia Wika Wiguna, Komang Adi Winda Styani Irawan, Winda Styani Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Y. Hadiroseyani yayat Nur hayati Yogo Tri Saloko Yudha Trinoegraha Adiputra Yudha Trinoegraha Adiputra Yusrizal Yusrizal Yutaka Haga Zairin Jr., Muhammad Zinatul Hayati