p-Index From 2021 - 2026
8.283
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Archive of Community Health Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) JPSriwijaya JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal SOLMA SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Seminar Nasional Lahan Suboptimal Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal EnviScience (Environment Science) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Berdaya Mandiri Science Midwifery Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine JOURNAL LA MEDIHEALTICO Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Majority Science Journal Environmental Science Journal (esjo) Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pelaksanaan Prinsip Produksi Bersih dalam Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli, Cargill Tropical Palm, Pte, Ltd Sungai Lilin Tahun 2012 Nani Ummi Fadilah; Elvi Sunarsih; H. A Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: PT. Hindoli adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Besarnya jumlah limbah cair yang dihasilkan dan potensi cemaran limbah yang akan berlangsung secara terus menerus selama pabrik beroperasi, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit yang mengedepankan aspek preventif dengan pendekatan proaktif. Secara prinsip, produksi bersih mengupayakan dihasilkannya jumlah limbah yang sedikit dan tingkat cemaran yang minimum.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Sumber informasi diperoleh dari informan, terdiri dari 4 orang informan kunci dan 3 orang informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan teknik kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk kuotasi dan matriks.Hasil: Ada kebijakan perusahaan yang mendukung pelaksanaan prinsip produksi bersih dan perusahaan telah melaksanakan empat dari lima prinsip produksi bersih yaitu elimination, reduse, recycle dan recovery, namun belum dilakukan reuse. Perusahaan juga melakukan pengolahan dan pembuangan limbah sebagai tingkatan terakhir dalam pengelolaan limbah.Kesimpulan: PT. Hindoli Sungai Lilin telah melaksanakan prinsip produksi bersih dalam pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit, walaupun masih ada prinsip produksi bersih yang belum dilakukan seperti tidak adanya penggunaan kembali (reuse) limbah cair yang dihasilkan dari pabrik, daur ulang (recycle) yang dilakukan hanya berupa pengembalian lagi ke proses semula, dan belum dilakukan daur ulang menjadi produk samping yang dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan.Kata kunci : Prinsip Produksi Bersih, Pengelolaan Limbah Cair, Pabrik Kelapa Sawit
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan di Universitas Sriwijaya Kampus Inderalaya Tahun 2013 Hade Septiad; Elvi Sunarsih; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan penghuni yang berada di dalam bangunan dan lingkungannya harus menjadi pertimbangan utama khususnya terhadap bahaya kebakaran. Untuk melindungi dari bahaya kebakaran maka perlu dipenuhi persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran.Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pemilihan informan menggunakan teknik sampling secara snowball sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang dan untuk pemilihan gedung menggunakan purposive sampling.Hasil Penelitian : Sumber air berasal dari kolam retensi dan Water Treatment Proces. Jalan keluar sudah ada tetapi belum ada sign untuk jalan keluar. Pengujian terhadap struktur bangunan tahan api belum dilakukan. APAR hanya terdapat pada gedung rektorat dan laboratorium kimia, hidran dan siemense conection hanya terdapat pada gedung rusunawa, alarm dan detektor terdapat pada bangunan klinik, sedangkan sprinkler belum terdapat sama sekali pada bangunan gedung. Kebijakan tertulis untuk pencegahan dan penanggulangn kebakaran belum ada. Belum terdapat tim atau regu pemadam kebakaran. Pengecekan terhadap system proteksi kebakaran belum dilakukan secara berkala.Kesimpulan : Dalam pemenuhan persyaratan sistem proteksi kebakaran masih banyak yang belum dipenuhi, untuk itu perlu dilengkapi pemenuhan APAR, hidran, alarm, detektor, sprinkler serta dilakukan pengecekan secara berkala serta pembentukan kembali tim atau regu pemadam kebakaran.Kata kunci : Sistem Proteksi Kebakaran, Bangunan gedung, Lingkungan.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kebakaran di Rumah Sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun 2013 Syafran Arrazy; Elvi Sunarsih; Anita Rahmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Rumah sakit (RS) berisiko tinggi menimbulkan korban jiwa saat terjadi kebakaran. Selain itu juga terhadap gedung, proses kegiatan, dampak sosial dan image RS. Hal ini dikarenakan RS menyimpan benda-benda mudah terbakar dengan sebagian besar penghuninya adalah pasien yang dalam kondisi tidak mampu secara fisik sehingga memerlukan bantuan dalam evakuasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem manajemen keselamatan kebakaran di Rumah Sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari delapan orang informan dari Panitia Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (PK3RS) yang merupakan perwakilan dari berbagai bidang di RS. Metode pengumpulan informasi melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi dan telaah dokumen. Analisa yang digunakan adalah analisa isi dan data disajikan dalam bentuk matriks dan narasi.Hasil Penelitian : Kebijakan manajemen telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan melalui pelatihan. Identifikasi sumber bahaya kebakaran belum terdokumentasi dengan baik. Program pencegahan dan pengendalian kebakaran juga telah dijalankan. Organisasi telah dibentuk Panitia keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana dengan uraian kerja yang jelas. Pelatihan belum dilakukan secara rutin. Sarana proteksi kebakaran masih mengandalkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Proses inspeksi dan pemeliharaan telah dilakukan secara rutin. Upaya tanggap darurat kebakaran dipersiapkan dengan membuat standar operasional prosedur (SOP) dan diagram khusus ketika terjadi kebakaran. Sistem pelaporan belum dilakukan walau telah memiliki prosedur dan format laporan. Audit kebakaran sudah dilakukan secara internal dan tidak rutin.Kesimpulan : Sistem manajemen keselamatan kebakaran di Rumah Sakit telah terlaksana. Namun masih perlu beberapa peningkatan pada sosialisasi kebijakan kepada pasien, pelatihan rutin, penambahan alat proteksi, pencatatan dan pendokumentasian setiap kegiatan atau kejadian serta evaluasi manajemen.Kata kunci : Sistem Manajemen, Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Kebakaran
Hubungan Faktor Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Dengan Insiden Pneumonia pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Ayu Tri Darmawati; Elvi Sunarsih; Inoy Trisnaini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan yang menjadi penyebab utama kematian anak berusia dibawah lima tahun. Berdasarkan data Puskesmas Yosomulyo Kota Metro terjadi peningkatan kasus pneumonia selama tiga tahun berturut-turut. Puskesmas Yosomulyo merupakan puskesmas yang menempati urutan pertama kasus pneumonia tertinggi di Kota Metro. Penyebab pneumonia dapat diakibatkan oleh faktor lingkungan dalam rumah yang meliputi lingkungan fisik rumah dan faktor perilaku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan perilaku terhadap terhadap kejadian diare. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 sampel dengan perbandingan 1:3, yang terdiri dari 27 kasus pneumonia dan 81 kontrol yang merupakan tetangga terdekat kasus. Analisa data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat.Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat diketahui bahwa terdapat 8 variabel independen yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita yaitu luas ventilasi, kelembaban, pencahayaan, suhu, pendidikan ibu, keberadaan anggota keluarga yang merokok, kebiasaan membuka jendela dan kebiasaan membersihkan rumah. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai P value< 0,05 dan berdasarkan hasil uji regresi logistic variabel kebiasaan membuka jendela merupakan variabel yang paling dominan berhubungan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kebiasaan membuka jendela merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kota Metro.
Konsep Pengolahan Limbah Rumah Tangga dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Limbah adalah bahan buangan atau bahansisa yang tidak digunakan lagi dari hasil kegiatan manusia baik pada skala rumah tangga, industri, maupun pertambangan. Pada konsentrasi tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap limbah. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah rumah tangga yang terlalu banyak jika tidak dapat ditanggulangi sangat berpotensi mencemari dan meracuni lingkungan.Pengolahan limbah rumah tangga ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang dapat berdampak terhadap terganggunya kesehatan masyarakat.Metode : Makalah ini merupakan study literature dari berbagai sumber dan referensi terkait.Hasil : Limbah padat yang bersumber dari limbah rumah tangga meliputi limbah Organik dan limbah anorganik. Pengolahan limbah ada tiga jenis yaitu pengolahan secara fisika, pengolahan secara kimia, dan pengolahan secara biologi. Pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga telah mencakup semua elemen yakni udara, air, dan tanah.Kesimpulan : Pengolahan limbah rumah tangga yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap lingkungan. Adapun pengolahan limbah rumah tangga yang baik disesuaikan dengan jenis limbah rumah tangga yang dihasilkan.Kata Kunci : Pengolahan Limbah, Rumah Tangga, Pencemaran Lingkungan
Determinan Kajadian Diare pada Anak Balita di Indonesia (Analisis Lanjut Data Sdki 2012) Widia Eka Susanti; Novrikasari; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare merupakan penyebab kedua kematian pada anak-anak di bawah lima tahun dan telah membunuh sekitar 760.000 anak setiap tahun. Distribusi angka kematian di dunia menyatakan diare masih menjadi penyebab utama kematian pada anak dibawah 5 tahun sebesar 15%. Kelompok umur balita adalah kelompok yang paling tinggi menderita diare dengan insiden diare di Indonesia sebesar 10,2%. Tujuan studi ini adalah menganalisis determinan kajadian diare pada anak balita di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder SDKI 2012 dengan populasi balita (0-59 bulan) sejumlah 45.607 orang dan sampel berjumlah 14.752 balita di Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan complex sample regresi logistic ganda model prediksi. Hasil Penelitian: 15,2% anak balita mengalami diare. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan variabel umur ibu (PR 2,015 95% CI 1,648-2,463), pendidikan ibu (PR 1,475 95% CI 1,140- 1,910), daerah tempat tinggal (PR 1,177 95% CI 1,043-1,329), pekerjaan ibu (PR 0,817 95% CI 0,732- 0,913), sosial ekonomi (PR 1,703 95% CI 1,370-2,116), kepadatan hunian (PR 1,168 95% CI 1,038-1,313), sumber air minum (PR 1,178 95% CI 1,038-1,337), jenis tempat pembuangan tinja (PR 1,211 95% CI 1,085- 1,352), jenis lantai rumah (PR 1,188 95% CI 1,048-1,347), dan jenis kelamin anak (PR 1,172 95% CI 1,051- 1,307) dengan kejadian diare pada anak balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah umur ibu setelah dikontrol variabelpekerjaan ibu, pendapatan/indeks kekayaan, kepadatan hunian, dan jenis kelamin anak (PR 1,911 95% CI 1,558-2,346).  Kesimpulan: Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah variable umur ibu setelah dikontrol variabel pekerjaan ibu, pendapatan/indeks kekayaan, kepadatan hunian, dan jenis kelamin anak.Kata Kunci: Diare, anak balita, Indonesia
Analisis Konsekuensi Kebakaran dan Ledakan Pada Tangki LPG (Liquefied Petroleum Gas) di PT Surya Esa Perkasa Tbk Palembang Desy Indah Permatasari; Elvi Sunarsih; H.A. Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kilang LPG memiliki bahaya kebakaran dan ledakan yang dapat terjadi akibat kegagalan pada saat pengolahan, penyimpanan, atau pendistribusian. PT Surya Esa Perkasa Tbk merupakan kilang LPG di Indonesia yang berisiko tinggi terjadinya kebakaran dan ledakan akibat kebocoran LPG pada tangki bermuatan 150 ton. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis konsekuensi kebakaran dan ledakan pada tangki LPG di PT Surya Esa Perkasa Tbk Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis konsekuensi dilakukan dengan membuat pemodelan kebakaran jet fire, fireball/BLEVE, flammable area/flash fire, dan pemodelan ledakan VCE menggunakan software ALOHA versi 5.4.4. Threat zone terjauh dari beberapa pemodelan tersebut akan dianalisis jumlah populasi pekerja berisiko dan analisis emergency response plan (prosedur, tim, sarana dan prasarana) yang telah diterapkan.Hasil Penelitian: Threat zone pemodelan jet fire mencapai jarak 150 meter, pemodelan BLEVE mencapai jarak 1,3 kilometer, pemodelan flammable area mencapai jarak 911 meter, dan pemodelan VCE mencapai jarak 398 meter. Jumlah populasi pekerja berisiko sebanyak 81 orang. Penerapan Emergency Response Plan (ERP) dilihat dari aspek prosedur, tim, serta sarana dan prasarana tanggap darurat untuk pekerja sudah baik tetapi belum terdapat ERP yang ditujukan untuk masyarakat sekitar.Kesimpulan: Pemodelan BLEVE memiliki konsekuensi terjauh mencapai 1,3 kilometer dengan jumlah populasi pekerja berisiko sebanyak 81 orang, dan ERP yang telah diterapkan oleh PT Surya Esa Perkasa Tbk untuk pekerja sudah baik tetapi belum memiliki ERP untuk masyarakat sekitar.
Analisis Determinan Lingkungan Fisik dan Perilaku Preventif Terhadap Kasus Filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Rahayu Hasti Komaria; H.A Fickry Faisya; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Filariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria melalui perantara nyamuk yang bersifat menahun jika tidak diobati akan menimbulkan cacat permanen pada kaki, lengan, payudara dan alat kelamin. Secara tidak langsung keberadaan lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat dan perilaku yang memicu adanya kontak dengan nyamuk dapat menjadi faktor penyebab terjadinya filariasis. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan daerah dengan kasus filariasis tertinggi di Sumatera Selatan dengan mikrofilaria rate sebesar 1,5%. Terdapat sebanyak 142 kasus kronis yang ada di Kabupaten ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor lingkungan fisik dan perilaku preventif terhadap kasus filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control study. Jumlah sampel sebanyak 87 terdiri dari 29 kasus dan 58 kontrol dengan metode total sampling (dengan nilai ⍺=0,05 dan β=20%). Analisa data dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji chi-square. Kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara celah pada dinding, penutup pada flavon, tempat perkembangbiakan vektor, perilaku menghindari gigitan nyamuk dan perilaku keluar rumah pada malam hari dengan kejadian filariasis. Tidak ada hubungan untuk pemasangan kasa pada ventilasi dan perilaku minum obat dengan kejadian filariasis. Hasil analisis multivariat didapatkan  bahwa faktor yang dominan berhubungan dengan kasus filariasis adalah keberadaan celah pada dinding dan adanya genangan air sebagai tepat perindukan potensial nyamuk.Kesimpulan: Faktor determinan lingkungan fisik dan perilaku preventif yang berhubungan dengan kejadian filariasis di Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin adalah keberadaan celah pada dinding dan adanya genangan air sebagai tempat perindukan potensial nyamuk.
Analisis Determinan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Petani Penyadap Pohon Karet di Desa Karang Manik Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur Veni Selviyati; Anita Camelia; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.198-208

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan suatu kelainan akibat penekanan saraf medianus pada terowongan karpal di pergelangan tangan dengan gejala utama berupa kesemutan dan rasa nyeri yang menjalar ke jari serta tangan yang dipersarafi oleh saraf medianus, disertai rasa kebas, kelemahan otot, kekakuan dan kemungkinan atrofi otot. Penelitian yang dilakukan di Purbalingga menunjukkan 47,2% dari responden mengalami dua sampai lima keluhan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tujuan penelitian ini menganalisis determinan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada petani penyadap pohon karet di Desa Karang Manik.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif analitik dengan menggunakan desain studicross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 101 petani penyadap pohon karet. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling yang memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan observasi lapangan. Penelitian dilakukan di Desa Karang Manik Kabupaten OKU Timur.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,011), masa kerja (p=0,020), lama kerja (p=0,013), postur tangan (p=0,017), dan gerakan berulang (p=0,036) dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Sedangkan usia (p=0,057) tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian CTS.Kesimpulan: Responden yang mengalami keluhan CTS pada petani penyadap pohon karet menunjukkan 68 (67,3 %) responden, untuk menghindari keluhan kejadian CTS, disarankan petani melakukan istirahat teratur, melakukan olahraga tangan dengan peregangan pada pergelangan tangan.
Analisis Risiko Kesehatan Paparan Nitrogen Dioksida (NO2) dan Sulfur Dioksida (SO2) pada Pedagang Kaki Lima di Terminal Ampera Palembang Tahun 2015 Gita Arista; Elvi Sunarsih; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Terminal merupakan suatu lokasi yang menghasilkan polusi udara akibat dari kegiatan transportasi yang dilakukan. Penggunaan transportasi kendaraan bermotor akan menghasilkan berbagai macam gas diantaranya NO2 dan SO2. Pada konsentrasi tertentu NO2 dan SO2 dapat memberikan efek terhadap gangguan kesehatan misalnya gangguan pernafasan, iritasi tenggorokan dan iritasi mata.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode analisis risiko kesehatan lingkungan. pedagang yang menjadi sampel dalam penelitian ini ada sebanyak 84 orang. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Variabel yang digunakan adalah konsentrasi NO2, konsentrasi SO2, inhalation rate (R), waktu pajanan, frekuensi pajanan, durasi pajanan, berat badan, periode waktu rata-rata, RfC, tingkat risiko. Teknik analisa data secara univariat. Data disajikan dalam bentuk tabel serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil Penelitian: Pedagang kaki lima di Terminal Ampera Palembang memiliki berat badan kurang dari 65,57 kg sebesar 54,8%, waktu pajanan ≤8 jam/hari sebesar 54,8%, frekuensi pajanan ≤362 hari/tahun sebesar 98,8%, durasi pajanan ≤10 tahun sebesar 57,1%, intake NO2≤0,00132 mg/kg/hari sebesar 50%, intake SO2 0,00677 mg/kg/hari sebesar 50%, RQ NO2>1 sebesar 0%, RQ SO2>1 sebesar 11,9%, RQ SO2>1 berjenis kelamin laki-laki sebesar 80%, dan RQ SO2>1 berasal dari titik pengukuran ke empat sebesar 40%.Kesimpulan: Paparan Nitrogen Dioksida (NO2) pada pedagang kaki lima di Terminal Ampera Palembang tidak memberikan risiko, sedangkan paparan Sulfur Dioksida (SO2) memberikan risiko terhadap 10 orang pedang kaki lima di Terminal Ampera Palembang.Kata Kunci: Analisis risiko kesehatan lingkungan, Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), pedagang kaki lima, terminal
Co-Authors A. Fickry Faisya A. Fickry Faisya A.Fickry Faisya Abelia Anggraini Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry adelina irmayani lubis Ahmad Fickry Faisya Aidil Fitriansyah Alam Fajar, Nur Alexander Alexander, Alexander Ambari, Ambari Ambarsari, Ambarsari Amri Anwar Sanusi Amrina Rosyada Amrina Rosyada Amrina Rosyada Anggun Budiastuti Anggun Budiastuti Anggun Wafiq Nurhaliza Ani Nidia Listianti Ani Nidia Listianti, Ani Nidia Anita Camelia Anita Camelia Anita Camelia Anita Rahmiwati Anita, Anita Riantina Apriliani, Ferenadia Ardila, Yustini Arista Putri, Dini Arista, Dini Arisusanto, Wahyu Puput Arum Setiawan AS Clarissa Putri Aulia Asmaripa Ainy Astuti, Syurmi Ayu Tri Darmawati Ayu Tri Darmawati, Ayu Tri Aziatri, Suci Wulanda Azzarah, Nurahma Dania Budiastusti, Anggun Cahyono, Rahman Tri Cerah Puspinarti Chairil Anwar Chairil Anwar Daniel, Risyad Aldian Desheil Andarini Desheila Andarini, Desheila Desri Maulina Sari Dessy Widiyaristi Desy Indah Permatasari Desy Indah Permatasari, Desy Indah Dhita Herlyana Dina Aprilia, Dina Dini Arista Putri Dwi Fitriani Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Egit, Khaifagita Fitriand Erman, Ery Esti Sri Ananingsih Fadilah, Nani Ummi Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Fatmalina Febry Feny Etrawati Fickry Faisya, Fickry Firdaus, Qonita Rizqina Garmini, Rahmi Gita Arista Gita Arista, Gita H, Swara Mega H. A Fickry Faisya H.A Fickry Faisya H.A. Fickry Faisya Hade Septiad Haerul Latif Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Harun Alrasid Hasanah, Swara Mega Herlyana, Dhita Dhita Hervilanti, Putri Hisar M Manalu Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Yuliana Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini intan permata sari Intan Permatasari Iwan Stia Budi Januarsi, Riska Jhon Wesly Sitanggang Junisa Anggraini Kartika, Tarisa Putri Kiki Sulaningsi Kirana, Tharisya Ayu Ladyka Viola Aulia Armawan Lara Sat Lara Sati, Lara Laura Dwi Pratiwi Legiran Legiran Lestari Permata Putri, Rizki Lestari, Peggy Ayu Lewinsc, Maurend Yayank Lewinsca, Maurend Yayank Lidyasari Sitindaon, Silvy Dwi Lionita, Widya Liveona, Nise Melanie Boursnell Minarti Minarti MINARTI, MISNA Misnaniarti Misnaniarti Mohammad Zulkarnain Mufazoh Muntaha, Amar MUSTIKA FATIMAH Nabila, Sri Aisyah Nabilla, Intan Najmah, Najmah Nani Ummi Fadilah Naqida, Naqida Rahma Fery Navianti, Diah Novita Eva Santi Novitrie, Ayu Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nugraha Juliyanda Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurhayati Nurhayati Nurjazuli Nurjazuli Nurmalia Ermi Nurul Fitriani Okky Assetya Pratiwi Okky Assetya Pratiwi, Okky Assetya Oktari, Vivi Oktariani, Dhea Tri Oktivaningrum, Rafika P, Widya Ayu Passa, Rahma Satila Poppy Fujianti Poppy Fujianti, Poppy Priyadi Priyadi Putri, Dini Arista Putri, Dini Arista Putri, Refanisa R, Inas Tri Rahayona, Detrilice Rahayu Hasti Komaria Rahayu Hasti Komaria, Rahayu Hasti Rahma Sari, Indah Rahmadina, Frisca Rahmah, Silvi Aulia Rahmat Izwan Heroza Rahmatillah Razak, Rahmatillah Rahmi Garmini Ramadhanti, Inas Tri Ramadhona, Syifa Aulia Ranti Ekasari, Ranti Razak, Rahmatiilah Retno Sundari Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Mutahar Rizka Eka Putri Rizza Umaya Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rosyada, Amrina S, Yoerdy Agusmal Saputra, Yoerdy Agusmal Sari, Rini Maya Sari, Siti Nabila Seni Pusyani Septiyani, Kartika Putri Serly Santiyah, Serly Santiyah Sinta Octaviana Sitanggang, Jhon Wesly Sonlimar mangunsong Sopianti, Maya Sri, Dwi Irma Mayang Sthevani Eka Purnama Sthevani Eka Purnama, Sthevani Eka Sugiharti, Tri Suheryanto Suheryanto Suheyanto Suheryanto Syafhira, Adinda Syafitri, Novida Syafran Arrazy Taufik Kurrohman Tri Sugiharti Veni Selviyati Veni Selviyati, Veni Vera Utami Vera Utami, Vera Vradonal, Herzi Widia Eka Susanti Widia Eka Susanti, Widia Eka Yossi Melya Fitri Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yundari, Yundari Yunindyawati Yunindyawati Yustini Ardillah Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini Zein, Rahma Mulya Zulkarnain, Mohammad