Limbah minyak goreng bekas (WCO/FOG) menimbulkan penyumbatan, peningkatan COD/BOD, dan biaya pengelolaan tinggi, sementara melakukan bioremediasi kerap terhambat oleh matriks limbah yang kompleks dan kestabilan enzim yang rendah. Studi ini bertujuan mensintesis bukti tentang efektivitas konsorsium mikroba lipolitik lokal dalam mengoptimalkan aktivitas lipase dan meningkatkan kinerja bioremediasi WCO/FOG. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematik (SLR) mengikuti PRISMA 2020 dengan penelusuran Scopus, Web of Science, PubMed, Dimensions, dan Google Scholar (2015-2025); skrining berpasangan; ekstraksi data terstruktur; penilaian kualitas (adaptasi JBI); serta sintesis naratif dan, bila homogenitas memadai, meta-analisis. Analisis juga memancarkan moderator: imobilisasi enzim, evolusi terarah , optimasi multivariabel , dan transfer massa (kLa/aerasi). Hasil menunjukkan sebagian besar penelitian melaporkan peningkatan aktivitas lipase dan penurunan FOG/COD yang substansial, dengan konsistensi kinerja lebih tinggi pada konsorsium lokal dibandingkan isolat tunggal. Imobilisasi meningkatkan stabilitas operasional dan siklus pemakaian, RSM memperjelas kondisi optimal dan meningkatkan, dan meningkatkan kLa kerusakan positif dengan laju degradasi. Keterbatasan utama meliputi heterogenitas satuan/pelaporan dan minimalnya analisis biaya/LCA, sementara bukti skala pilot mulai berkembang. Secara keseluruhan, strategi integrasi proses enzim konsorsium direkomendasikan untuk implementasi di IPAL/UMKM