p-Index From 2021 - 2026
13.453
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Journal of Islamic Pharmacy Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Borneo Journal Of Pharmascientech Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Well Being Jurnal EduHealth PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS (COMORBID) Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Jurnal Lentera International Journal of Science and Environment Journal of Engineering Science and Technology Management Business and Economic Publication Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Media Akademik (JMA) Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS) International Journal of Global Sustainable Research Indonesian Journal of Community Empowerment Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Journal of Social Science and Multidisciplinary Analysis Jurnal Intelek Insan Cendikia SEARCH: Science Education Research Gotong Royong Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Informatika dan Kesehatan International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Khidmah Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan J-CEKI Joong-Ki Amaluna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan Journal Health of Indonesian HelFin Journal Multicore International Journal of Multidisciplinary (MIJM) International Journal of Science and Society (IJSS) Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) JES-TM Social and Community Service Journal Abdimas Paspama Service Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID (OAINS) PADA PASIEN REMATIK DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG Hasriyani, Hasriyani; Apriliyani, Fitria; Sado, Yosep Mansen; Prasetyawan, Fendy
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2437

Abstract

335 juta penduduk di dunia yang mengalami Rematik. Sedangkan prevalensi Rematik tahun 2004 di Indonesia mencapai 2 juta jiwa, dengan angka perbandingan pasien wanita tiga kali lipatnya dari laki-laki. Prevalensi rematik di Indonesia pada tahun 2013 adalah 11,9 % dan pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 7,3 %. Selain itu menurut profil kesehatan Jawa Timur pada tahun 2015 di provinsi Jawa Timur terdapat 27.000 jiwa penderita.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai November 2023. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif non eksperimental kategori observasional dimana peneliti tidak melakukan kegiatan secara langsung terhadap subjek penelitian. Data diambil secara retrospektif yaitu dengan melihat rekam medis pasien rematik yang mendapat Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (OAINS) pada bulan Juni 2023 sampai Agustus 2023. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel.  Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penderita rematik paling banyak adalah perempuan sebesar 78,0%. Usia penderita rematik yang paling tinggi pada usia ≥46 sebesar 91,5%. Jenis kombinasi obat yang sering digunakan untuk terapi rematik adalah natrium diklofenak dengan dexametason sebesar 18,7% dan jenis obat tunggal paling banyak adalah meloxicam sebesar 32,2%. Dosis obat paling banyak digunakan natrium diklofenak sebesar 35,6%. Rute penggunaan obat paling banyak adalah rute oral sebesar 100%. Penggunaan OAINS pada pasien rematik di Puskesmas Cisadea Kota Malang pada bulan Juni 2023 sampai Agustus 2023 paling banyak pada pasien perempuan, usia ≥46 tahun, jenis obat kombinasi yang banyak digunakan adalah natrium diklofenak dengan dexametason dan obat tunggal meloxicam. Dosis obat paling banyak adalah natrium diklofenak. Rute penggunaan paling banyak adalah rute oral. 
Frekuensi Penggunaan Obat Antivirus Pada Pasien SARS-CoV-2 dengan Penyakit Ginjal Kronis di Instalasi Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslikh; Ratna Mildawati; Chandra Arifin; Abd Rofiq
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan global yang signifikan sejak munculnya virus SARS-CoV-2 pada tahun 2020. Pengendalian penyakit ini menjadi prioritas kesehatan utama mengingat dampaknya yang luas. Indonesia juga terpengaruh dengan laporan kasus pertama COVID-19 pada Maret 2020, membutuhkan perhatian serius dalam penanganannya. Salah satu komorbiditas yang sering terjadi pada pasien COVID-19 adalah penyakit ginjal kronis (CKD), yang meningkatkan risiko komplikasi medis. Pemahaman yang lebih mendalam tentang penggunaan obat antivirus pada pasien CKD yang terinfeksi COVID-19 menjadi penting, mengingat potensi toksisitas obat dan interaksi yang mungkin terjadi. Meskipun obat antivirus seperti favipiravir dan remdesivir telah menjadi strategi penting dalam penanganan COVID-19, perhatian khusus diperlukan saat memberikannya kepada pasien CKD karena risiko akumulasi dan toksisitas yang lebih tinggi. Studi potong lintang yang dilakukan di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antivirus pada pasien COVID-19 dengan CKD. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas pasien menerima favipiravir (64%) dibandingkan dengan remdesivir (36%). Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan fungsi ginjal pasien untuk menghindari toksisitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami perbandingan efektivitas antara kedua jenis obat antivirus ini pada pasien CKD, sehingga dapat memberikan pedoman pengobatan yang lebih tepat bagi populasi pasien yang rentan ini
Gambaran Penggunaan Obat Tunggal Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Rawat Jalan Puskesmas Octavian Ashido Nababan; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslihk; Ratna Mildawati; Isma Oktadiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan dapat menjadi faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kardiovaskular yang serius. Pengelolaan yang efektif dari hipertensi penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang berpotensi fatal. Salah satu pendekatan utama dalam pengobatan hipertensi adalah penggunaan obat antihipertensi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi, tergantung pada kebutuhan setiap pasien. Di fasilitas kesehatan tingkat primer seperti Puskesmas, manajemen hipertensi sering dilakukan melalui pemberian obat tunggal sebagai terapi awal. Namun, penting untuk memahami pola penggunaan obat tunggal antihipertensi pada pasien hipertensi di rawat jalan Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana obat tunggal antihipertensi digunakan pada pasien hipertensi di Puskesmas. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif yang mendalam dengan pendekatan retrospektif. Data pasien hipertensi dikumpulkan dari rekam medis pasien selama bulan September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi cenderung menggunakan kombinasi terapi daripada obat tunggal, dengan presentase penggunaan obat tunggal sebesar 35,82% dan penggunaan obat kombinasi sebesar 64,18%. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi terapi kombinasi dalam manajemen hipertensi, yang didukung oleh efek aditif dan sinergis dari kombinasi obat serta kemampuan untuk mengurangi risiko efek samping. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pedoman pengobatan yang lebih efektif dan individualized bagi pasien hipertensi di tingkat fasilitas rawat jalan
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP AKAR PENYEBAB KEJAHATAN: ANALISIS SEBAB TIMBULNYA Adiyansyah Lukman Hakim; Althaf Rajahala B Sinun; Deo Rudita Febrian Waly; Fendy Prasetyawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam negara hukum (rechts staat), hukum mempunyai kedudukan yang utama, apabila hukum dapat memenuhi tugas yang ditetapkan dalam konstitusi kita, yaitu melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh tumpahan darah Indonesia. Tugas pemerintah adalah menciptakan sumber daya sosial yang dapat melindungi seluruh rakyat Indonesia dari berbagai perbuatan yang merugikan. Untuk menjelaskan fenomena kejahatan, terdapat disiplin ilmu baru bernama kriminologi yang sangat berkaitan dengan hukum pidana. Beberapa teori yang dikemukakan para ahli telah digunakan untuk menganalisis penyebab terjadinya kejahatan. Berdasarkan laporan Kejahatan Tahun 2023 dataindonesia.id, Kepolisian Indonesia mencatat terdapat 288.472 kejahatan yang terjadi di Indonesia, meningkat 4,33% dibandingkan tahun sebelumnya. sehingga identifikasi faktor-faktor penyebab kejahatan dapat memberikan bahan bagi pengembangan pencegahan kejahatan
UPDATE ON THE PHARMACOLOGICAL ACTIVITY OF VINCRISTINE FROM TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS L.) Muslikh, Faisal Akhmal; Prasetyawan, Fendy
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia ranks second in terms of terrestrial biodiversity after Brazil. Around 15,000 plant species in Indonesia have the potential for medicinal use, but only about 7,000 species have been utilized as raw materials for medicine. One common plant in Indonesia is the periwinkle (Catharanthus roseus L.), which grows both wild and cultivated as an ornamental plant. This plant has various benefits, including its potential as an anticancer agent due to the presence of vincristine and vinblastine compounds. This study aims to present the latest information on pharmacological activity testing of vincristine, in addition to its documented use as an anticancer agent. The methodology of this research was conducted using the Way2Drug webtool (https://www.way2drug.com/passonline/predict.php), with the SMILES of the vincristine compound obtained from PubChem (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/). The results showed that vincristine has a very high potential for cytostatic activity based on a Pa value (probability "to be active") of 0.988. Thus, it can be concluded that vincristine has significant potential in cytostatic pharmacological activity.
Prediction of Gingerol from Red Ginger Plant (Zingiber officinale var. rubrum) for 5-Hydroxytryptamine Release Stimulant as Antirheumatic Ratno Setyobudi; Fendy Prasetyawan
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i1.1

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) is a debilitating autoimmune condition characterized by chronic joint inflammation and pain, often managed with conventional treatments that can present serious side effects. This study investigates the potential of gingerol, the primary bioactive compound found in red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), as a natural alternative for RA management. Utilizing in silico methodologies such as molecular docking and dynamics simulations, the research predicts that gingerol acts as a stimulant for the release of 5-hydroxytryptamine (serotonin), a crucial neurotransmitter involved in pain regulation and inflammation modulation. The analysis reveals a high probability (0.960) of gingerol's activity in enhancing serotonin release, suggesting its significant role in mitigating inflammatory responses. The interaction mechanism of gingerol with serotonin receptors indicates a pathway for its therapeutic action, reinforcing its potential as a safe and effective herbal medicine for RA treatment. Further research, including in vitro and in vivo validations, is warranted to explore the efficacy of gingerol as a viable anti-rheumatic agent.
Prediction of Augenol in Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Boiled as a Carminative to Overcome Floating Stomach Rika Wahyu Pujiastini; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; M. Wahyu Ariawan; Muhammad Nurul Fadel; Emma Jayanti Besan
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i1.2

Abstract

Flatulence (meteorismus) is a common condition caused by excess gas accumulation in the digestive tract. One alternative traditional treatment to overcome this condition is the use of herbal plants, such as cinnamon (Cinnamomum burmannii). This study aims to predict the potential of eugenol, an active compound in cinnamon, as a carminative agent using an in silico approach. Data were obtained from PubChem and analyzed using PASS Online to predict its pharmacological activity. The results of the analysis showed that eugenol has a probability of activity as a carminative of 0.941 and a probability of inactivity of 0.001, indicating high potential in helping to relieve flatulence. Thus, eugenol in cinnamon has the potential as an alternative natural treatment to overcome digestive disorders, especially bloating.
Pharmacokinetic Prediction Of Apigenin From Celer (Apium Graveolens L.) Using Pkcsm Lusiana Aprillia; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Ratna Mildawati; Chandra Arifin; Abd Rofiq
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i1.3

Abstract

Celery (Apium graveolensL.) is a plant that has various pharmacological activities. One of the main bioactive compounds in celery is apigenin. Understanding the pharmacokinetic properties of apigenin is very important in evaluating its effectiveness and safety as a drug candidate. This study aims to predict the pharmacokinetic properties of apigenin using the pkCSM computational approach. The prediction results show that apigenin has good intestinal absorption, but low water solubility. Distribution ability is moderate, with limited penetration into the central nervous system. Apigenin is not a major substrate of CYP2D6 and CYP3A4 enzymes, but can inhibit CYP1A2 and CYP3A4. The elimination rate is moderate. Apigenin is not mutagenic, not hepatotoxic, and does not cause cardiotoxic effects. Apigenin has low toxicity toT. pyriformisand safe in acute doses with an LD50 of 2,432 log mM.
SOSIALISASI TENTANG PEMAHAMAN Vaksin Covid-19 DI WILAYAH KELURAHAN JEBRES SOLO Ariawan, M. Wahyu; Koernia, Lilik Wahidah; Widiyastuti, Asih; Prasetyawan, Fendy
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 4 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, JULI 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/ep0gst51

Abstract

The results of a vaccine acceptance survey conducted by the Ministry of Health together with ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) with support from UNICEF and WHO in September 2020 showed that the majority of the public (74 percent) already knew about the government's plans to carry out COVID-19 vaccination. As many as 65 percent are willing to be vaccinated, around 27 percent are still hesitant. And only a small percentage or around 8 percent said they refused because they were worried about the safety, effectiveness and halalness of the vaccine. The survey results also show that those who have information about COVID-19 vaccination are more likely to accept COVID-19 vaccination. This shows the importance of ensuring that all people have access to accurate information about handling COVID-19, including about COVID-19 vaccination. (Ministry of Health, 2021) The problem that arises now is that there is a lot of hoax news circulating through social media that is widely spread to the public. So it can lead public opinion to be afraid and not want to be vaccinated. This socialization was held with the theme "Socialization of Understanding Vaccines in the Jebres Solo Region" to provide education to the public, especially in the Jebres Solo Region, what vaccines are, the benefits of using vaccines for the body in this pandemic condition, the dangers they cause and so on
Kombucha Tea as a Health Alternative in the Context of Quantum Entanglement in the Era of the COVID-19 Pandemic in the Pharmaceutical Context Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslikh; Asrizal Azis; Ema Tri Wulan; Ratna Mildawati
Abdimas Paspama Vol. 2 No. 02 (2024): Abdimas Paspama, June 2024
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the midst of the COVID-19 pandemic, exploring innovative health alternatives becomes imperative. This study delves into the role of Kombucha Tea as a promising health option within the framework of quantum entanglement. Kombucha, a fermented beverage with roots in various cultures, offers a plethora of health benefits. Through community engagement efforts conducted in 2021, we aimed to raise awareness about Kombucha Tea and its significance in fostering holistic health amidst the pandemic. The socialization activities encompassed informative sessions, practical workshops, and training programs to disseminate knowledge and empower individuals regarding Kombucha Tea. These initiatives aimed to highlight the intricate relationship between individuals, their environment, and overall well-being, underpinned by the concept of quantum entanglement. The sessions provided insights into the fermentation process of Kombucha Tea, its health benefits, and practical tips for its integration into daily lifestyles. Results indicated a high level of interest among participants in Kombucha Tea as an alternative health option. The sessions fostered a deeper understanding of its health benefits, particularly in enhancing immune function and digestive health. Moreover, participants expressed enthusiasm for incorporating Kombucha Tea into their daily routines. The program's success was further evidenced by the positive feedback received from both participants and community leaders. The interactive nature of the workshops and the informative materials distributed contributed to enhancing public awareness and understanding of Kombucha Tea's potential contributions to health.
Co-Authors Abd Rofiq Achmad Wahdi Adiyansyah Lukman Hakim Akhmal Muslikh, Faisal Akhmal, Faisal Alshol, Mohammad Firdaus Althaf Rajahala B Sinun Alves, Silvina Sandra X. Amanda, Cornelia Ana Amalia Anak Agung Indah Krisnadewi Anis Akhwan Dhafin Anis Akhwan Dhafin Anis Akwan Dhafin Anita Dwi Setyarini Apriliyani, Fitria Ardianto, Nanda Arifani Siswidiasari arikha ayu susilowati Arista Wahyu Ningsih Arsiaty Sumule Ary Kristijono Asrizal Azis Astutik, Widhi Ayu Angger Putri M. Soleh Azis, Asrizal Baarik Lana Fadli Bandhi Prasetya Nugroho Besan, Ema Jayanti Besan, Emma Jayanti Candra Arifin, Candra Chadra Arifin Chandra Arifin Charliandri Saputra Wahab Dafin, Anis Akhwan Dahbul, Nura Ali Dameria, Gempita Hutami Datin An Nisa Sukmawati Deo Rudita Febrian Waly Dewi Retno Puspitosari Dian Permatasari, Yunita Dyah Aryantini, Dyah Edda, Ilda Rambu Eka Hayati Rhomah Eka Nur Fatmawati Elfred Rinaldo Kasimo, Elfred Rinaldo Elsa Mahardika Dhafin Elsa Mahardika Putri Elsa Mahardika Putri Elsa Mahardika Putri Ema Tri Wulan Emma Jayanti Besan Erawati, Dyah Anisa Indri Evi Kurniawati, Evi Evi Nurul Hidayati Faisal Akhmal Muslihk Faisal Akhmal Muslikh Faisal Akhmal Muslikh Faisal Akhmal Muslikh Febriana, Laela Fita Sari Fita Sari, Fita Fitrani Khansa Fitriani, Evi Tunjung Freitas, Maria Do Carmo Da Costa Gunawan Pamudji Widodo Hakim, Adiyansyah Lukman Hamzah, Hasyrul Hasriyani Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Herman Hilmi, Mochammad Hanif Ibrahim Fadlannul Haq Ibrahim Irsyadul Ibad Ibrahim Iskandar Alfaris Ika Purwidyaningrum Ilhawa Zahra Imran, Arlan K Indrayanti, Dian Iramadona, Putri Ayu Isma Oktadiana Ivan Junius Mesak Juan Vega Mahardhika Juwita, Syntia Tanu Kadir, Mujtahid Bin Abd Kadir, Mujtahid Bin And Karingga, Devangga Darma Kholis, Muhammad Akbar Nur Khumaeni, Eko Hidayaturrohman Koernia, Lilik Wahidah Kristjono, Ary Laili, Nur Fahma Leny Witaning Kusumati Lily Aina Lusiana Aprillia M. Wahyu Ariawan Ma'arif, Burhan Maharani Dwi Pratiwi Marhenta, Yogi Bhakti maswan daulay Ma’arif, Burhan Mebung, Konradus Klala Megasari, Elly Meri, Meri milda, ratna Mildawati, Ratna Mildwati, Ratna Muhammad Alviyan Shutiawan Muhammad Alviyan Shutiawan Muhammad Nurul Fadel Mujtahid Bin Abd Kadir Muslihk, Faisal Akhmal Muslikh, Faisal Nanda Ardianto Nanda Ardianto Neni Probosiwi Nimas Ayu Rahardini Nina Nur Jannah Nisa Azzahra Dentika Novyananda Salmasfattah Novyananda Salmasfattah Nur Fahma Laili Octavian Ashido Nababan Okky Intan Mawarni Okky Intan Mawarni okta, isma Oktadiana, Isma Permata, Agung Prasetyo Nugroho, Bandhi Prayoga Fery Yuniarto Prayogi, Syaiful Purnomo Puspitosari, Dewi Retno Putri, Elsa Mahardika Raharjo, Susilo Margining Ratna Mildawati Ratno Setyobudi Restyana, Anggi Rhomah, Eka Hayati Rika Wahyu Pujiastini Rochmad Krissanjaya Rofiq, Abd Rohmah, Eka Hayati Rosa Juwita Hesturini Sado, Yosep Mansen Salim Efendy Salmasfattah, Novyananda Salmasfattah, Novynanda savitri, Lisa Setyawan, Ferdinta Daniasta Shinta Mayasari Shinta Mayasari Shutiawan, Muhammad Alviyan Siti Nur Maulita Sugeng Rianto Sugeng Santoso Susilo Margining Raharjo Syntia Tanu Juwita Tri Wulan, Ema Tsamrotul Ilmi Wahab, Charliandari Saputra Widhi Astutik Widiyastuti, Asih Winartiana Winartiana, Winartiana Wisnu Haryo Widyoko Wulan, Ema Tri Yanti, Novirma Yogi Bhakti Marhenta Yosep Mosse Yuneka Sarisitiana Yuneka Saristiana Yuniarto, Prayoga Feri Yunita Dian Permatasari Zahra, Ilhawa Zenmas, Syendriva Zeptyan