p-Index From 2021 - 2026
13.368
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Nyimak: Journal of Communication JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Journal of Research in Business, Economics, and Education Literatus Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Kewarganegaraan FOCUS: Journal of Social Studies Golden Ratio of Social Science and Education East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Formosa Journal of Social Sciences (FJSS) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Journal of Social And Economics Research Journal of Agriculture (JoA) Jurnal Ilmiah Kemaritiman Nusantara Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Innovative: Journal Of Social Science Research Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology (MARCOPOLO) PPSDP International Journal of Education Indonesian Journal of Economics and Social Sciences Indonesian Journal of Public Administration Review Physical Sciences, Life Science and Engineering Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Hidrografi Indonesia Asian Journal of Social and Humanities Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media journal of social and economic research Jurnal Cendekia Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA MENGHADIRKAN NEGARA MELALUI PENGESAHAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG DAERAH KEPULAUAN Prissandi, Gita; Wiranto, Surya; Djoko Said, Budiman; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1705-1716

Abstract

Pembukaan konstitusi UUD NRI tahun 1945, mencakup berbagai cita-cita nasional seperti melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh wilayah Indonesia, serta untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Namun, tujuan tersebut belum seutuhnya tercapai karena daerah kepulauan masih menghadapi ketidakadilan dan perlakuan yang tidak setara dibandingkan dengan daerah lainnya. Dalam menganalisis isu ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan mempelajari literatur yang ada. Dalam pembahasannya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah belum memberikan kepastian yuridis yang jelas mengenai tata kelola wilayah laut dan pemerintahan di wilayah kepulauan. Diperlukan perlakuan khusus yang memperkuat kapasitas masyarakat serta pemerintah daerah kepulauan dalam mengelola sumber dayanya. Langkah ini dapat diambil melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan, yang sekarang telah terdaftar dalam Prolegnas Prioritas 2020-2024 dan sudah berada pada tahap pembahasan pembicaraan tingkat II di DPR, menjadi Undang-Undang. Sebagai kesimpulan, Pengesahan RUU tentang Daerah Kepulauan menjadi Undang-Undang bertujuan untuk memperjelas kewenangan dalam menguasai dan mengelola potensi di wilayah daratan dan perairan di daerah kepulauan. Dalam menyusun RUU tentang Daerah Kepulauan, negara telah berupaya mengarahkan kebijakannya agar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
NAVIGASI AMAN DI ERA TEKNOLOGI: TANTANGAN DAN SOLUSI BAGI KESELAMATAN PELAUT Trilia, Dewi; Albert Mamahit, Desi; Wiranto, Surya; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3886-3890

Abstract

Dalam era teknologi modern, industri maritim mengalami transformasi signifikan dengan pengenalan sistem navigasi yang semakin canggih. Namun, keselamatan pelaut tetap menjadi perhatian utama karena berbagai tantangan yang muncul. Tantangan tersebut meliputi kerentanan terhadap serangan siber, kompleksitas teknologi baru, serta kurangnya keterampilan pelaut dalam mengoperasikan peralatan canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama tersebut dan menawarkan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keselamatan pelaut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan obervasi yang diambil dari kajian literatur dan diolah secara deskriptif untuk menghasilkan analisis terkait dengan fakta yang ada. Pendekatan ini lebih bersifat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang suatu masalah sesuai dengan fakta di lapangan dengan memberikan penjelasan yang lebih rinci.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup risiko serangan siber terhadap sistem navigasi, kurangnya pelatihan yang memadai bagi pelaut, dan kesenjangan antara teknologi yang tersedia dengan keterampilan pengguna. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaut, pengembangan sistem keamanan siber yang lebih kuat, serta implementasi teknologi yang lebih user-friendly. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak keuntungan, upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pelaut dapat menavigasi dengan aman dan efektif di era teknologi ini.
MENUJU LAUT BEBAS HEGEMONI LAUT CINA SELATAN PADA GEOPOLITIK KRITIS KEAMANAN MARITIM DI ERA GLOBALISASI Satrio Wicaksono, Bagus; Adang Supriyadi, Asep; Djoko Said, Budiman; Widodo, Pujo; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3026-3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika geopolitik di Laut Cina Selatan dalam konteks keamanan maritim global, dengan fokus pada upaya-upaya untuk mencapai laut yang bebas dari hegemoni di era globalisasi. Laut Cina Selatan, sebagai salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia, telah menjadi arena persaingan strategis antar berbagai pemain regional dan global, terutama karena kekayaan sumber daya alam dan perairan yang strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan geopolitik kritis untuk memahami bagaimana klaim-klaim teritorial, kebijakan maritim, dan strategi diplomatik berinteraksi dalam menciptakan dinamika kekuasaan di wilayah ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk analisis dokumen, studi kasus, dan wawancara dengan para ahli, penelitian ini akan memaparkan bagaimana negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut Cina Selatan, seperti Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia, serta pemain-pemain global seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, berupaya untuk memengaruhi struktur kekuasaan maritim. Analisis juga akan mempertimbangkan peran organisasi internasional dan hukum laut internasional dalam mengatur dan mendorong resolusi konflik. Hasil penelitian diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas geopolitik di Laut Cina Selatan dan implikasinya bagi keamanan maritim global. Selain itu, penelitian ini akan menawarkan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kolaborasi dalam mencapai laut yang bebas dari hegemoni, yang merupakan kunci untuk menjaga ketahanan maritim dan perdagangan internasional di era globalisasi.
PENANGANAN PENCEMARAN PLASTIK SEBAGAI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) MELALUI PERSPEKTIF KEAMANAN MARITIM Nofrika Sari, Mira; Rudiyanto, Rudiyanto; Legowo, Endro; Widodo, Pujo; uni Risma Saragih, Herlina J; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1664-1675

Abstract

Sampah plastik kini menjadi salah satu jenis sampah laut yang paling banyak terdapat di lautan, selain merugikan lingkungan, keberadaan sampah plastik di laut juga membahayakan keamanan maritim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Keamanan maritim mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup manusia di laut, termasuk keselamatan pelayaran, keberlanjutan sumber daya laut, dan perlindungan lingkungan laut. Menangani masalah polusi plastik di laut menjadi penting, tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memastikan keamanan maritim. Hasil penelitian ini menjelaskan dalam menangani sampah laut stakeholder diharapkan saling berkoordinasi antar instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Dalam hal ini, perlu ditingkatkan regulasi serta sumber daya manusia di berbagai sektor dan lembaga yang terlibat; menerapkan teknologi pengendalian sampah plastik yang terbaru, termasuk penerapan manajemen yang berbasis ilmu pengetahuan; serta masyarakat juga memainkan peran penting dalam mengurangi, mendaur ulang, dan menggunakan kembali sampah plastik sejak usia dini untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Dapat disimpulkan, dampak lain dari sampah plastik pada lingkungan maritim sangat mengganggu kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mengganggu wisata pantai dan aktivitas rekreasi lainnya, serta mempengaruhi kualitas air dan udara, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia.
STRATEGI PENDIDIKAN KEAMANAN MARITIM UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN DI KALANGAN NELAYAN Prabha Mahesswara, Kadek Bayu; Rivai Ras, Abdul; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3500-3505

Abstract

Keamanan maritim merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan komunitas pesisir, terutama nelayan yang merupakan garda terdepan dalam eksploitasi sumber daya laut. Nelayan menghadapi berbagai ancaman seperti cuaca buruk, perompakan, dan illegal fishing, sehingga penting untuk mengembangkan strategi pendidikan keamanan maritim yang efektif guna meningkatkan kesadaran keamanan di kalangan nelayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian terkait strategi pendidikan keamanan maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan sertifikasi keselamatan dasar dapat meningkatkan kesadaran dan praktik keamanan nelayan, serta berdampak positif pada kesejahteraan ekonomi mereka. Selain itu, pendidikan moral dan kesadaran maritim yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan tinggi dapat memperkuat kesadaran nasional terhadap keamanan maritim. Implementasi teknologi, seperti sistem peringatan maritim berbasis GPS, juga mendukung upaya peningkatan kesadaran keamanan. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas nelayan, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam pelaksanaan strategi ini. Pendidikan moral dan kesadaran maritim adalah komponen krusial yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan nelayan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Investasi dalam pendidikan ini merupakan langkah strategis untuk mencapai keamanan maritim yang lebih baik dan berkelanjutan
PERAN PELAUT DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN Ayuni Wijaya, Dwi; Jurianto, Moch; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo; Risma Juni Saragih, Herlina; Kristijarso, Kristijarso
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2608-2612

Abstract

Keselamatan pelayaran merupakan aspek krusial dalam industri maritim yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pemangku kepentingan, terutama para pelaut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pelaut dalam meningkatkan keselamatan pelayaran yang diurai dalam dua pertanyaan penelitian, yaitu mengapa keselamatan pelayaran penting bagi pelaut dan bagaimana peran pelaut pada keselamatan pelayaran. Peran penting pelaut dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan pentingnya budaya keselamatan dalam mencegah kecelakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan pengumpulan data yang bersifat studi pustaka (library research) atau literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaut memiliki kontribusi signifikan dalam memastikan keselamatan pelayaran melalui operasi rutin kapal, pemeliharaan, navigasi, manajemen risiko, dan kepemimpinan tim, serta memastikan kapal laik laut sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran harus menjadi budaya yang dijalankan secara konsisten oleh semua pihak terlibat. Selain itu, temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan dan pengembangan kompetensi pelaut secara berkelanjutan untuk mencapai standar keselamatan yang lebih tinggi dalam industri pelayaran. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi untuk peningkatan kebijakan dan program pelatihan yang dapat mendukung peran pelaut dalam keselamatan pelayaran.
KEPEMIMPINAN STRATEGIS INDONESIA MENJADI POROS MARITIM DUNIA: PERENCANAAN KAWASAN PESISIR Cahyo Ariandi, Dimas; Yusnaldi, Yusnaldi; Asih Yulianto, Bayu; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.979-986

Abstract

Kepemimpinan strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bisa dilakukan karena wilayah laut yang lebih besar daripada daratan, serta lokasi strategis yang dimiliki. Kawasan Pesisir merupakan wilayah terdepan Indonesia sebagai Negara Maritim. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan akademis dan pendekatan kepemimpinan strategis. Perspektif Indonesia melalui geopolitik dan geoekonomi dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu sebagai strategic junction pelayaran internasional, strategic fishing ground, strategic potential business, dan strategic key partner bagi negara-negara besar. Kebijakan yang mendukung negara maritim dan penganggaran negara untuk mendukung terciptanya siklus sistem pertahanan dan keamanan mendekati ideal. Sinergitas antar lembaga negara menjadi kunci unttuk mengurangi tumpang tindih kebijakan. Sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat maritim dimana kawasan pesisir menjadi salah satu kunci utama. Kawasan pesisir yang berbtasan langsung denga negara tetangga, menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia
PERAN KEAMANAN MARITIM DALAM MENGATASI TANTANGAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT PESISIR INDONESIA Moraina Rizkiyani, Hasna; Trismadi, Trismadi; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2781-2787

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam lautan yang berlimpah. Namun, dibalik potensi kekayaan tersebut, terdapat realita kehidupan yang kompleks bagi masyarakat pesisir yang mendiami pesisir dan pulau-pulau kecil. Mereka menghadapi sejumlah tantangan yang unik dan seringkali berat dalam kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari keterbatasan akses ke sumber daya, infrastruktur yang kurang memadai, hingga ancaman keamanan seperti penangkapan ikan ilegal dan perompakan. Perjuangan masyarakat pesisir tidak terbatas pada aspek ekonomi semata. Tantangan-tantangan tersebut mencakup berbagai dimensi kehidupan sosial, mulai dari akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan hingga keinginan lingkungan dan kesejahteraan. Dengan memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir sehingga dapat diidentifikasi permasalahan dan dampak sosial ekonomi pada masyarakat pesisir, sehingga dapat diperbaiki dan berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah-wilayah pesisir Indonesia.
BUDAYA KEPEMIMPINAN STRATEGIS DALAM MENGHADAPI ANCAMAN NON TRADISIONAL DI INDONESIA MELALUI PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN PESISIR Yaumil Habibie, Sri; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3290-3303

Abstract

Artikel ini membahas peran perempuan dalam lingkungan maritim Indonesia, sebuah negara dengan potensi maritim yang besar. Perempuan pesisir memiliki potensi untuk menjadi agen pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Namun, mereka sering menghadapi kendala akses pendidikan dan pelatihan, serta keterbatasan peran tradisional dalam rumah tangga. Artikel ini juga membahas kebijakan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor kelautan, dengan fokus pada peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Adapun penulis juga membahas terkait peran perempuan dalam mengurangi ancaman non-tradisional di lingkungan maritim, serta upaya untuk meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan perempuan di bidang maritim. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada sekitar 48 persen dari pendapatan keluarga nelayan berasal dari kontribusi perempuan, sehingga penting memperhitungkan peran perempuan dalam upaya mengatasi tantangan dan ancaman di lingkungan maritim, dan perlunya kebijakan dan program yang mendukung partisipasi perempuan dalam sektor kelautan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik.
DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM PADA PENGAWASAN TERHADAP ANCAMAN KEAMANAN MARITIM DI PERAIRAN ASEAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 Aulia Zafirawan, Rayhan; Yudho Prakoso, Lukman; Sukendro, Achmed; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3879-3885

Abstract

Dinamika kompleks perairan regional menimbulkan tantangan signifikan dalam menjaga keamanan, stabilitas politik, dan kelangsungan ekonomi suatu wilayah. Dalam konteks ini, sistem pengawasan maritim menjadi krusial untuk memantau, mengidentifikasi, dan merespons berbagai potensi ancaman. Pertanyaan esensial muncul seputar sejauh mana keefektifan sistem pengawasan maritim dalam mengatasi ancaman keamanan di perairan regional, terutama mengingat peran penting jalur maritim dalam perdagangan internasional. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian historis atau sejarah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang evolusi dan konteks historis terkait keamanan maritim di perairan ASEAN. Sumber daya historis seperti arsip, dokumen, dan catatan resmi digunakan untuk mendukung rekonstruksi kejadian-kejadian penting yang membentuk landasan evaluasi keefektifan sistem pengawasan maritim. Evaluasi keefektifan sistem pengawasan maritim dihadapkan pada beberapa tantangan, termasuk kurangnya data terkini, kurangnya kerjasama regional, dan ketidaksempurnaan standar evaluasi. Diplomasi keamanan maritim di ASEAN juga menjadi instrumen vital dalam mencapai tujuan nasional, khususnya dalam konteks Indonesia Emas 2045. Integrasi berbagai elemen seperti teknologi, kerjasama, dan diplomasi menjadi landasan untuk keberlanjutan dan ketangguhan sistem pengawasan maritim di masa depan 
Co-Authors Achmed Sukendro Adang Supriyadi, Asep Ade Irma Suryani Nasution Adrianto, Agus Adriyanto, Agus Afif Al Fayed, Muhammad Agus Franciscus Hia, Hendrin Agustin, Mayang Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Arifin Ahmad Arifin Ahmad Zaky Haidir Albert Mamahit, Desi Ali Sidik, Marjanuddin ali, yusuf Alriandi, Aldy Surya Aminuddin, M. Faisal Anak Agung Gede Sugianthara Anang Puji Utama Andi Sunra Andri Azis Putra, Andri Azis Annava, Vania Amelia Annisa Mutia Pranita Ansar Tutu Apriani, Evi Aprianto Trianggoro Putro Arifuddin Uksan Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris, Tomi Asih Yulianto, Bayu Asmoro, Novky Aulia Zafirawan, Rayhan Ayuni Wijaya, Dwi Bachtiar, Agung Bagus Satrio Wicaksono Bangun, Ernalem Bayu Dwi Welasasih bhaskara, muhammad surya Bungaran Patandianan, Priska Cahyo Ariandi, Dimas Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla Chalizt, Ismaya Kenza Cherish Okcavia, Salsabila Dani Dasa Permana Dani Dasa Permana Desty Bulandari Destyanna Sari, Annisha Dirga Repindo Agustiyan Djoko Said, Budiman Dwi Wulandari Ester Nataliana Faradilla, Auriga Putri Fauzi Bahar G Samudro, Eko Gita Sari Dewi Gita Sari Dewi Guntur Eko Saputro Hadis Tian Harsuko Riniwati Hartanto, Dhimas Rudy Hasna Moraina Rizkiyani Hendrin Agus Franciscus Hia Herlina Juni Risma Saragih Herlina Risma Juni Saragih Hermanto, Djamarel Herry, Herry HS Putri, Rheviany Ikhwan Syahtaria, Moh Inayah, Atikah Indira Asa Putri Indira Asa Putri Ivan Yulivan Juni Risma Saragih, Herlina Juni Risma, Herlina Jurianto, Moch Jurianto, Moch. Jurianto, Mochamad Khusaini, K Khusaini, Mohammad Koerniawati, Inez Kome, Ellen Elisabeth Kristijarso, Kristijarso Kusuma Kusuma, Kusuma Legowo, Endro Liska Rahayu Lutvia Resta Setyawati Luxni Maulana Mahesswara, Kadek Bayu Prabha Marsetio Marsetio Maulana, Luxni Megalin Walukow Seso, Kristin Moh. Imron Rosyidi, Moh. Imron Mohammad Alfin Widyanto Moraina Rizkiyani, Hasna Muhamad Faisal, Muhamad Muhamad, Faisal Muhammad Halkis Muhtar Rifai Mulyani Mulyani Mulyaningrum, Retno Nabilah Rizqia Ramadhanty Nabillah, Khurin Nofrika Sari, Mira Novitasari, Destin Novitasari, Yussie Nurul Chamidah Nurwulansari, Nurwulansari Oktaviandra, Yosyea Padillah, Inshan Pandjaitan, Manahan Budiarto Pandoe, Ridha Munawir Masly Pangiutan, Pangiutan Permana, Dani Dasa Prabha Mahesswara, Kadek Bayu Pradana, Dimas Gading Arya Prakoso, Lukman Yudho Prissandi, Gita Pudjo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Pulungan, Ahmad Ari Syahputra Purwanto, Dwi Ari Purwantoro, Susilo Adi Putri, Cintya Yelena R, Herlina Juni Rachmat Setiawibawa Ramadhan, Rizqan Ramelan, Michael Sanrio Ras, Abdul Rivai Risma Juni Saragih, Herlina Rivai Ras, Abdul Rosyidi, Moch. Imron Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Ruslinar, Meli S, Berkat Exsaudi Sahrul, Sahrul Said, Budiman Djoko Samingan, Muhamad Saragih, Herlina Juni Risma Saragih, Herlina Risma Juni Saraswati, Meinarti Satrio Wicaksono, Bagus Seso, Kristin Megalin Walukow Sidik Murdoko Sindrawati, Sindrawati Sirod, Muhammad Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Snekubu, Elyakim Snekubun, Elyakim Soemantri, Asep Iwa Sudjoko, Cakrawati Sukendro, Achmed Sumantri, Siswo Hadi Sundari, Sri Supriyadi, A. Adang Supriyadi, Asep Adang Susanto, Deni Suwito Suwito Syahtaria, Moh Ikhawan Syahtaria, Mohamad Ikhwan Syamsunasir, Syamsunasir Toelihere, Ivan Fillbert Tomi Aris Tomi Aris Tri Setia Darma Sinuraya Triadi, Irwan Trilia, Dewi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi, Trismadi Triyani Triyani Udisubakti Ciptomulyono Uly Maria Ulfah uni Risma Saragih, Herlina J Widodo Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Wijaya, Dwi Ayuni Wilopo Wilopo, Wilopo Wiranto, Surya Wulan Fitri Utami Wulan Fitri Utami Yaffid, Rienal Yaumil Habibie, Sri Yudhistira, Arga Yundari, Yundari Yunias Dao Yurianto, Moch Yusnaldi Yusnaldi, Yusnaldi Zahra, Raesha Syahnaz Zainal Abidin Sahabuddin, Zainal Abidin Zega, Delasaro