Claim Missing Document
Check
Articles

Filsafat Pancasila sebagai Karakter Bangsa Indonesia dalam Realisasi Poros Maritim Dunia Ester Nataliana; Yusnaldi; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4296

Abstract

Abstrak Pancasila bukan hanya dihafalkan dan diperingati hari lahirnya saja. Kajian ini bertujuan melihat implementasikan Pancasila terutama dalam visi misi Indonesia sebagai poros maritim dunia, didahului pembahasan Pancasila sebagai ideologi, filsafat, karakter bangsa dan penggunaan filsafat Pancasila dalam realisasi poros maritim dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan yang menjadi human instrument adalah peneliti. Metode kualitatif deskriptif berupa menganalisis dan mendapatkan kesimpulan dengan menggunakan berbagai macam sumber kepustakaan. Kesimpulan dalam penelitian ini Dengan keunggulan Pancasila, bersamaan dengan nilai dan moral yang mampu membentuk karakter masyarakat. Setiap sila yang terkandung memiliki tujuan yang terintegrasi dan dapat diaplikasikan menjadi aksi. Nilai Pancasila dapat beriringan dengan visi dan misi pemerintah untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim. Dengan nilai-nilai tersebut, diproyeksikan masyarakat. memiliki karakter yang terbentuk dari Pancasila untuk bersama-sama merealisasikan Poros Maritim Dunia. Karakter maritim membentuk masyarakat semangat mempergunakan kekayaan laut sebagai kekuatan maritim yang berjaya, mandiri dan berkelanjutan. Untuk membentuk masyarakat dengan kualitas seperti itu, falsafah Pancasila dapat diaplikasikan untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengajak masyarakat bersatu mendukung serta berperan aktif dalam setiap program Poros Maritim Dunia demi mendapatkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, lebih sejahtera dan adil bagi setiap masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Pancasila, Filsafat, Karakter Bangsa, Poros Maritim Dunia Abstract Pancasila is not only to be memorized and commemorated. This study aims to assess the implementation of Pancasila based on Indonesia's vision and mission as the Global Maritime Fulcrum (GMF). In this study, Pancasila is viewed as an ideology, philosophy, national character and its potential use in the realization of the GMF is discussed. A descriptive qualitative method is used with the researcher as human instrument. With this method, analysis was done and conclusions were drawn using various sources of literature. The conclusion in this study is that Pancasila, along with its values and morals is able to shape the character of society. Each of the principles contained has an integrated purpose and can be applied to action. Pancasila values can go hand in hand with the government's vision and mission to develop Indonesia as a maritime country. With these values, it is projected that society has a character formed from Pancasila to jointly realize the Global Maritime Fulcrum. The maritime character forms a spirited society to use the wealth of the sea as an independent and sustainable maritime power. To form a society with such qualities, the philosophy of Pancasila can be applied to achieve the goals of the nation and state by engaging with the community and encouraging them support and play an active role in every program of the Global Maritime Fulcrum for a better and more prosperous Indonesia. Keywords: Pancasila, Philosophy, National Character, Global Maritime Fulcrum
Tinjauan Hukum terhadap Strategi Penanganan Keamanan Maritim Perbatasan Wilayah Laut dan Dampaknya pada Aspek Pertahanan Keamanan Pandoe, Ridha Munawir Masly; Sumantri, Siswo Hadi; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo
LITERATUS Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v6i1.1617

Abstract

Indonesia is geographically very strategically located between two oceans and two continents, so that the Indonesian maritime region is a very important sea route for global trade highways and national and international sea traffic. Indonesia with this position and potential has a considerable opportunity to become a maritime country based on natural resources. This potential can be a strength as well as a challenge with a high level of vulnerability and can disrupt security stability which can threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The research method used is a normative research method which will later bring up new arguments, the results of the study found that the conditions in which Indonesia became a maritime country made it a lot of crime threats to Indonesia's maritime sovereignty. This position must be supported by a strong defense and security system and changing the pattern of national development which is not only oriented towards the land dimension but also oriented towards the sea dimension. To that end, several policies and regulations have been established, but until now these regulations are still sectoral, resulting in disharmony and overlapping regulations and authorities in marine security. This also applies to the law enforcement system and state sovereignty at sea, which is influenced by these laws and regulations.
STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DAN RESTORASI TERUMBU KARANG DALAM PENGELOLAAN WISATA BAHARI GUNA MENDUKUNG KEAMANAN MARITIM DI BANYUWANGI INDONESIA Ramadhan, Rizqan; Albert Mamahit, Desi; Yurianto, Moch; Widodo, Pujo; Juni Risma, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.4914-4927

Abstract

Pariwisata yang terus berkembang di Indonesia menunjukan pariwisata menyeluruh sebagai model pariwisata perseorangan atau organisasi menunjukan felksibelitas dan memungkinkan wisatawan lebih banyak bersingungan langsung dengan budaya masyarakat dan alam disekitarnya. Perubahan ini tercermin diantara sekian banyak wisatawan Indonesia, tertarik pada ekowisata yang memanfaatkan hutan tropis, laut, sungai, pantai, danau dan pemandangan alam lainnya (Fandeli, 1995). Sistem pemeliharaan wisata terumbu karang dan mangrove di pantai Kabupaten Banyuwangi memerlukan keterlibatan masyarakat lokal demi keberhasilan penerapan ekowisata tersebut. Keterlibatan warga lokal sangat memberikan pengaruh untuk mencapai akhir yang diinginkan dalam penerapan ekowisata tersebut. Untuk mencapai tujuan sistem pemeliharaan kawasan ekowisata sangat dipengaruhi oleh dukungan dan partisipasi warga lokal. Strategi kolaborasi antara pemerintah daerah banyuwangi dengan masyarakat pesisir, khususnya untuk mengelola dan membantu melindungi ekosistem pesisir, merupakan strategi yang sangat baik dalam menangani permasalahan kerusakan alam.
PROYEKSI DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM MENGHADAPI ANCAMAN PEOPLE SMUGGLING DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla; Halkis, Mhd; Jurianto, Moch.; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3484-3499

Abstract

Memanfaatkan bonus demografi Indonesia di 2045 merupakan aspek penting yang harus di persiapkan oleh Indonesia. Namun, meninjau pada eksistensi dari potensi ancaman people smuggling memberikan dorongan kuat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan perencanaan yang matang. Studi ini bertujuan untuk memberikan proyeksi terhadap alternatif penananganan people smuggling melalui pendekatan diplomasi maritim sebagai kunci utamanya. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemetaan terhadap penyusunan rencana strategi pertahanan melalui konsep means, ways dan ends sebagai instrumen yang mengkonstruk pelaksanaan diplomasi maritim. Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif, peneliti berusaha mengungkap rekomendasi penanganan yang sistematis dan terstruktur dimana dalam praktiknya tidak hanya melibatkan faktor interal tetapi juga faktor eksternal secara bersamaan. Temuan ini mengungkap bahwa keberhasilan dari penanganan kasus people smuggling disebabkan oleh perencanaan strategi pertahanan yang baik dengan mengkombinasikan pola - pola diplomasi secara taktis dan efisiensi sesuai dengan perkembangan jejaring sindikat kejahatan people smuggling. Sebagai simpulan dan rekomendasi terhadap penananganan kasus people smuggling untuk mencapai Indonesia Emas 2045, diperlukan pendekatan diplomasi yang kolaboratif dan adaptif untuk memprediksi perkembangan kasus yang ada dengan menekankan pada perencanaan strategi pertahanan yang matang dan terstruktur.
DAMPAK SECARA EKONOMI AKIBAT PERANG DIPONEGORO BAGI BELANDA HS Putri, Rheviany; Suwarno, Panji; Asmoro, Novky; Afif Al Fayed, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.2982-2986

Abstract

Pasukan Belanda mengintervensi kehidupan masyarakat Indonesia dan memainkan peran penting dalam perkembangan perdagangan dan politik di Indonesia. Salah satu konflik militer besar antara pemberontak Jawa Pangeran Diponegoro dan pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda adalah Perang Diponegoro (1825-1830). Pertempuran ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan terhadap Belanda, dengan kerugian tidak kurang dari 20 juta gulden dan korban jiwa yang besar. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari buku-buku, jurnal, dan artikel mengenai Pangeran Diponegoro, pemerintah Belanda, dan dampak ekonomi perang Diponegoro bagi Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menjadi referensi mengenai dampak ekonomi Perang Diponegoro bagi Belanda dan menggunakan pendekatan metode historis dan filosofis dalam menjelaskan secara deskriptif.
UPAYA MENGHADIRKAN NEGARA MELALUI PENGESAHAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG DAERAH KEPULAUAN Prissandi, Gita; Wiranto, Surya; Djoko Said, Budiman; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1705-1716

Abstract

Pembukaan konstitusi UUD NRI tahun 1945, mencakup berbagai cita-cita nasional seperti melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh wilayah Indonesia, serta untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Namun, tujuan tersebut belum seutuhnya tercapai karena daerah kepulauan masih menghadapi ketidakadilan dan perlakuan yang tidak setara dibandingkan dengan daerah lainnya. Dalam menganalisis isu ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan mempelajari literatur yang ada. Dalam pembahasannya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah belum memberikan kepastian yuridis yang jelas mengenai tata kelola wilayah laut dan pemerintahan di wilayah kepulauan. Diperlukan perlakuan khusus yang memperkuat kapasitas masyarakat serta pemerintah daerah kepulauan dalam mengelola sumber dayanya. Langkah ini dapat diambil melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan, yang sekarang telah terdaftar dalam Prolegnas Prioritas 2020-2024 dan sudah berada pada tahap pembahasan pembicaraan tingkat II di DPR, menjadi Undang-Undang. Sebagai kesimpulan, Pengesahan RUU tentang Daerah Kepulauan menjadi Undang-Undang bertujuan untuk memperjelas kewenangan dalam menguasai dan mengelola potensi di wilayah daratan dan perairan di daerah kepulauan. Dalam menyusun RUU tentang Daerah Kepulauan, negara telah berupaya mengarahkan kebijakannya agar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
NAVIGASI AMAN DI ERA TEKNOLOGI: TANTANGAN DAN SOLUSI BAGI KESELAMATAN PELAUT Trilia, Dewi; Albert Mamahit, Desi; Wiranto, Surya; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3886-3890

Abstract

Dalam era teknologi modern, industri maritim mengalami transformasi signifikan dengan pengenalan sistem navigasi yang semakin canggih. Namun, keselamatan pelaut tetap menjadi perhatian utama karena berbagai tantangan yang muncul. Tantangan tersebut meliputi kerentanan terhadap serangan siber, kompleksitas teknologi baru, serta kurangnya keterampilan pelaut dalam mengoperasikan peralatan canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama tersebut dan menawarkan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keselamatan pelaut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan obervasi yang diambil dari kajian literatur dan diolah secara deskriptif untuk menghasilkan analisis terkait dengan fakta yang ada. Pendekatan ini lebih bersifat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang suatu masalah sesuai dengan fakta di lapangan dengan memberikan penjelasan yang lebih rinci.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup risiko serangan siber terhadap sistem navigasi, kurangnya pelatihan yang memadai bagi pelaut, dan kesenjangan antara teknologi yang tersedia dengan keterampilan pengguna. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaut, pengembangan sistem keamanan siber yang lebih kuat, serta implementasi teknologi yang lebih user-friendly. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak keuntungan, upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan pelaut dapat menavigasi dengan aman dan efektif di era teknologi ini.
MENUJU LAUT BEBAS HEGEMONI LAUT CINA SELATAN PADA GEOPOLITIK KRITIS KEAMANAN MARITIM DI ERA GLOBALISASI Satrio Wicaksono, Bagus; Adang Supriyadi, Asep; Djoko Said, Budiman; Widodo, Pujo; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3026-3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika geopolitik di Laut Cina Selatan dalam konteks keamanan maritim global, dengan fokus pada upaya-upaya untuk mencapai laut yang bebas dari hegemoni di era globalisasi. Laut Cina Selatan, sebagai salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia, telah menjadi arena persaingan strategis antar berbagai pemain regional dan global, terutama karena kekayaan sumber daya alam dan perairan yang strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan geopolitik kritis untuk memahami bagaimana klaim-klaim teritorial, kebijakan maritim, dan strategi diplomatik berinteraksi dalam menciptakan dinamika kekuasaan di wilayah ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk analisis dokumen, studi kasus, dan wawancara dengan para ahli, penelitian ini akan memaparkan bagaimana negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut Cina Selatan, seperti Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia, serta pemain-pemain global seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, berupaya untuk memengaruhi struktur kekuasaan maritim. Analisis juga akan mempertimbangkan peran organisasi internasional dan hukum laut internasional dalam mengatur dan mendorong resolusi konflik. Hasil penelitian diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas geopolitik di Laut Cina Selatan dan implikasinya bagi keamanan maritim global. Selain itu, penelitian ini akan menawarkan rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kolaborasi dalam mencapai laut yang bebas dari hegemoni, yang merupakan kunci untuk menjaga ketahanan maritim dan perdagangan internasional di era globalisasi.
PENANGANAN PENCEMARAN PLASTIK SEBAGAI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) MELALUI PERSPEKTIF KEAMANAN MARITIM Nofrika Sari, Mira; Rudiyanto, Rudiyanto; Legowo, Endro; Widodo, Pujo; uni Risma Saragih, Herlina J; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1664-1675

Abstract

Sampah plastik kini menjadi salah satu jenis sampah laut yang paling banyak terdapat di lautan, selain merugikan lingkungan, keberadaan sampah plastik di laut juga membahayakan keamanan maritim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Keamanan maritim mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup manusia di laut, termasuk keselamatan pelayaran, keberlanjutan sumber daya laut, dan perlindungan lingkungan laut. Menangani masalah polusi plastik di laut menjadi penting, tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memastikan keamanan maritim. Hasil penelitian ini menjelaskan dalam menangani sampah laut stakeholder diharapkan saling berkoordinasi antar instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Dalam hal ini, perlu ditingkatkan regulasi serta sumber daya manusia di berbagai sektor dan lembaga yang terlibat; menerapkan teknologi pengendalian sampah plastik yang terbaru, termasuk penerapan manajemen yang berbasis ilmu pengetahuan; serta masyarakat juga memainkan peran penting dalam mengurangi, mendaur ulang, dan menggunakan kembali sampah plastik sejak usia dini untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Dapat disimpulkan, dampak lain dari sampah plastik pada lingkungan maritim sangat mengganggu kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mengganggu wisata pantai dan aktivitas rekreasi lainnya, serta mempengaruhi kualitas air dan udara, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia.
STRATEGI PENDIDIKAN KEAMANAN MARITIM UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN DI KALANGAN NELAYAN Prabha Mahesswara, Kadek Bayu; Rivai Ras, Abdul; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3500-3505

Abstract

Keamanan maritim merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan komunitas pesisir, terutama nelayan yang merupakan garda terdepan dalam eksploitasi sumber daya laut. Nelayan menghadapi berbagai ancaman seperti cuaca buruk, perompakan, dan illegal fishing, sehingga penting untuk mengembangkan strategi pendidikan keamanan maritim yang efektif guna meningkatkan kesadaran keamanan di kalangan nelayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian terkait strategi pendidikan keamanan maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan sertifikasi keselamatan dasar dapat meningkatkan kesadaran dan praktik keamanan nelayan, serta berdampak positif pada kesejahteraan ekonomi mereka. Selain itu, pendidikan moral dan kesadaran maritim yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan tinggi dapat memperkuat kesadaran nasional terhadap keamanan maritim. Implementasi teknologi, seperti sistem peringatan maritim berbasis GPS, juga mendukung upaya peningkatan kesadaran keamanan. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas nelayan, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam pelaksanaan strategi ini. Pendidikan moral dan kesadaran maritim adalah komponen krusial yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan nelayan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Investasi dalam pendidikan ini merupakan langkah strategis untuk mencapai keamanan maritim yang lebih baik dan berkelanjutan
Co-Authors Achmed Sukendro Adang Supriyadi, Asep Ade Irma Suryani Nasution Adrianto, Agus Adriyanto, Agus Afif Al Fayed, Muhammad Agus Franciscus Hia, Hendrin Agustin, Mayang Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Arifin Ahmad Arifin Ahmad Zaky Haidir Albert Mamahit, Desi Ali Sidik, Marjanuddin ali, yusuf Alriandi, Aldy Surya Aminuddin, M. Faisal Anak Agung Gede Sugianthara Andi Sunra Andri Azis Putra, Andri Azis Annava, Vania Amelia Annisa Mutia Pranita Ansar Tutu Apriani, Evi Aprianto Trianggoro Putro Ariputro, Aryobimo Bharadian Aris, Tomi Asih Yulianto, Bayu Asmoro, Novky Aulia Zafirawan, Rayhan Ayuni Wijaya, Dwi Bachtiar, Agung Bagus Satrio Wicaksono Bangun, Ernalem Bayu Dwi Welasasih bhaskara, muhammad surya Bungaran Patandianan, Priska Cahyo Ariandi, Dimas Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla Chalizt, Ismaya Kenza Cherish Okcavia, Salsabila Dani Dasa Permana Dani Dasa Permana Desty Bulandari Destyanna Sari, Annisha Dirga Repindo Agustiyan Djoko Said, Budiman Dwi Wulandari Ester Nataliana Faradilla, Auriga Putri Fauzi Bahar G Samudro, Eko Gita Sari Dewi Gita Sari Dewi Guntur Eko Saputro Hadis Tian Harsuko Riniwati Hartanto, Dhimas Rudy Hasna Moraina Rizkiyani Hendrin Agus Franciscus Hia Herlina Juni Risma Saragih Herlina Risma Juni Saragih Hermanto, Djamarel Herry, Herry HS Putri, Rheviany Ikhwan Syahtaria, Moh Inayah, Atikah Indira Asa Putri Indira Asa Putri Ivan Yulivan Juni Risma Saragih, Herlina Juni Risma, Herlina Jurianto, Moch Jurianto, Moch. Jurianto, Mochamad Khotimah , Nur Khusaini, K Khusaini, Mohammad Koerniawati, Inez Kome, Ellen Elisabeth Kristijarso, Kristijarso Kusuma Kusuma, Kusuma Legowo, Endro Liska Rahayu Lutvia Resta Setyawati Luxni Maulana Mahesswara, Kadek Bayu Prabha Marsetio Marsetio Maulana, Luxni Megalin Walukow Seso, Kristin Moh. Imron Rosyidi, Moh. Imron Mohammad Alfin Widyanto Moraina Rizkiyani, Hasna Muhamad Faisal, Muhamad Muhamad, Faisal Muhammad Halkis Muhtar Rifai Mulyani Mulyani Mulyaningrum, Retno Nabilah Rizqia Ramadhanty Nabillah, Khurin Nofrika Sari, Mira Novitasari, Destin Novitasari, Yussie Nurul Chamidah Nurwulansari, Nurwulansari Oktaviandra, Yosyea Padillah, Inshan Pandjaitan, Manahan Budiarto Pandoe, Ridha Munawir Masly Pangiutan, Pangiutan Permana, Dani Dasa Prabha Mahesswara, Kadek Bayu Pradana, Dimas Gading Arya Prakoso, Lukman Yudho Prissandi, Gita Pudjo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Pulungan, Ahmad Ari Syahputra Purwanto, Dwi Ari Purwantoro, Susilo Adi Putri, Cintya Yelena R, Herlina Juni Ramadhan, Rizqan Ramelan, Michael Sanrio Ras, Abdul Rivai Risma Juni Saragih, Herlina Rivai Ras, Abdul Rosyidi, Moch. Imron Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Ruslinar, Meli S, Berkat Exsaudi Sahrul, Sahrul Said, Budiman Djoko Samingan, Muhamad Saragih, Herlina Juni Risma Saragih, Herlina Risma Juni Saraswati, Meinarti Satrio Wicaksono, Bagus Sindrawati, Sindrawati Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Snekubu, Elyakim Snekubun, Elyakim Soemantri, Asep Iwa Sudjoko, Cakrawati Sukendro, Achmed Sumantri, Siswo Hadi Sundari, Sri Supriyadi, A. Adang Supriyadi, Asep Adang Susanto, Deni Suwito Suwito Syahtaria, Moh Ikhawan Syahtaria, Mohamad Ikhwan Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir, Syamsunasir Toelihere, Ivan Fillbert Tomi Aris Tomi Aris Tri Setia Darma Sinuraya Tri Yulianto Triadi, Irwan Trilia, Dewi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi, Trismadi Triyani Triyani Udisubakti Ciptomulyono Uly Maria Ulfah uni Risma Saragih, Herlina J Widodo Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Wijaya, Dwi Ayuni Wilopo Wilopo, Wilopo Wiranto, Surya Wulan Fitri Utami Wulan Fitri Utami Yaumil Habibie, Sri Yudhistira, Arga Yundari, Yundari Yunias Dao Yurianto, Moch Yusnaldi Yusnaldi, Yusnaldi Zahra, Raesha Syahnaz Zega, Delasaro