Articles
OPTIMASI PEMASARAN DIGITAL SEBAGAI PILAR PENGUATAN EKONOMI MIKRO UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMI NASIONAL
Samingan, Muhamad;
Suwarno, Panji;
Eko Saputro, Guntur;
Suwito, Suwito
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1511-1519
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran optimasi pemasaran digital sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi mikro. Dengan fokus pada usaha mikro, penelitian ini akan menyelidiki bagaimana penerapan strategi pemasaran digital seperti penggunaan media sosial dan pemasaran konten dapat membantu meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis mikro. Manfaat utama pemasaran digital bagi ketahanan ekonomi nasional termasuk peningkatan keterlibatan digital, peningkatan daya saing bisnis mikro dalam pasar global, dan mendorong inovasi serta adopsi teknologi baru di kalangan bisnis mikro. Semua ini bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi mikro yang berkelanjutan dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Melalui pendekatan diskriptif kualitatif penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi pemasaran digital, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi mikro dan kontribusinya terhadap ketahanan ekonomi nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha mikro itu sendiri, dalam mengembangkan kebijakan, program, dan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat ketahanan ekonomi mikro melalui optimasi pemasaran digital. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi upaya-upaya lebih lanjut dalam memperkuat sektor ekonomi mikro dan meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.
PERAN EKONOMI INDUSTRI PERTAHANAN DALAM MEWUJUDKAN PERTAHANAN INDONESIA
Megalin Walukow Seso, Kristin;
Suwarno, Panji;
Sundari, Sri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4173-4180
Industri pertahanan harus menjaga dan meningkatkan keunggulannya di tengah perubahan global yang pesat serta usaha untuk mencapai kemandirian dalam pemenuhan alat perlengkapan dan persenjataan di dalam negeri. Perusahaan yang berkinerja baik dapat didefinisikan sebagai memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing dari perspektif manajemen yang efektif dan efisien. Namun demikian, data pemenuhan alutsista menunjukkan bahwa setiap tahap masih berada di bawah target yang telah ditetapkan lebih awal.Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi likuiditas dan daya saing industri pertahanan domestik mempengaruhi pencapaian Minimal Essential Force (MEF). Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dikenal sebagai likuiditas. Penelitian ini menganalisis likuiditas keuangan berdasarkan laporan keuangan PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) berturut-turut dari tahun 2015 hingga 2019.Likuiditas yang baik menunjukkan seberapa baik suatu perusahaan membuat keputusan, memenuhi kebutuhan militer, dan bahkan mengekspor barang ke luar negeri, meningkatkan daya saing dan meningkatkan ketahanan nasional.
AKSI PENGURANGAN RISIKO BENCANA DENGAN PENERAPAN PROGRAM SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DI SEKOLAH
Wulandari, Dwi;
Bangun, Ernalem;
Suwarno, Panji;
Widodo, Pujo;
Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2430-2433
Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Korban terbesar adalah siswa, yang merupakan aset masa depan negara. Selain itu, bencana dapat menyebabkan kerusakan pada proses pembelajaran, fasilitas sekolah, dan dokumen sekolah. Oleh sebab itu, setiap sekolah di Indonesia harus memberikan pendidikan tentang pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti mendeskripsikan dan menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko bencana di sekolah melalui penerapan program satuan pendidikan aman bencana. Langkah untuk mendeskripsikan dan menguraikan data dengan mengambil pendapat beberapa ahli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi sangat penting untuk dilakukan di sekolah karena mampu meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang hal-hal yang terkait dengan bencana. Berbagai jenis kegiatan yang berkaiitan dengan SPAB perlu dilakukan untuk meningkatkan literasi dan mengurangi dampak bencana bagi anak usia sekolah.
PERAN TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENCEGAH ANCAMAN KEAMANAN MARITIM DI INDONESIA
Bachtiar, Agung;
Legowo, Endro;
Asih Yulianto, Bayu;
Widodo, Pujo;
Juni Risma Saragih, Herlina;
Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3553-3560
Laut Indonesia yang luas dan kaya akan sumber daya alam menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim, seperti pencurian ikan, penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, overfishing, dan kerusakan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis peran tradisi dan kearifan lokal dalam pencegahan ancaman tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji praktik Sasi di Maluku, Awig-awig di Lombok Timur, Lilifuk di Nusa Tenggara Timur, dan Panglima Laot di Aceh. Hasilnya menunjukkan tradisi dan kearifan lokal efektif menjaga kelestarian sumber daya laut, keseimbangan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Implementasi tradisi ini menciptakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan maritim. Tantangan globalisasi dan modernisasi yang terjadi di masyarakat serta keterbatasan dukungan pemerintah berpotensi menghambat pelestarian tradisi lokal Masyarakat. Dibutuhkan upaya untuk dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya laut yang berkelanjutan. Hal ini bisa dicapai melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam meghadapi ancaman keamanan maritim dengan memanfatkan kearifan lokal yang hidup di dalam masyarakat.Â
PERSPEKTIF MARITIM INDONESIA DALAM STRATEGI DIPLOMASI DAN KONEKTIVITAS JALUR LAUT
Saraswati, Meinarti;
Marsetio, Marsetio;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Widodo, Pujo;
Risma Juni Saragih, Herlina;
Kristijarso, Kristijarso;
Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4031-4041
Sebagai negara kepulauan yang berada pada posisi strategis dunia mewajibkan Indonesia membuka wilayahnya menjadi jalur lintas internasional untuk keperluan komunikasi dan transportasi internasional. Terbukanya jalur konektivitas laut bagi internasional memberikan peluang kegiatan ekonomi, namun di sisi lain menimbulkan tantangan berupa ancaman keamanan yang harus dihadapi Indonesia sebagai negara yang berdaulat penuh. Dinamika ancaman maritim dan penguasaan sumberdaya menimbulkan beragam konflik yang terjadi di yurisidiksi Indonesia, maka Indonesia dituntut untuk sigap menjaga keamanan jalur konektivitas lautnya ditengah keterbatasan dan tantangan serta tuntutan memprioritaskan misi perdamaian dunia. Tujuan penelitian sebagai analisa strategi pemerintah Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman maritim global secara damai melalui diplomasi keamanan maritim. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data studi literature, pengembangan teori dan pengolahan data penelitian sebelumnya. Hasil penelitan dapat menunjukkan arah kebijakan serta bagaimana konsistensi politik Indonesia dalam menyikapi tantangan keamanan maritim di jalur konektivitas laut.
DEGRADASI KEBUDAYAAN MARITIM DI INDONESIA: ANALISIS DAMPAK MODERNISASI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR
Destyanna Sari, Annisha;
Asih Yulianto, Bayu;
Ikhwan Syahtaria, Moh;
Suwarno, Panji;
Kristijarso, Kristijarso;
Juni Risma Saragih, Herlina;
Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3470-3474
Melestarikan budaya maritim Indonesia tidak hanya menjadi tugas pemerintah negara, melainkan kewajiban setiap warga negara. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mempertahankan kebudayaan yang dimiliki untuk menjaga keamanan dan pertahanan nasional. Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam membantu pemerintah untuk mengawasi kegiatan atau aktifitas yang dianggap sebagai tindakan kriminal atau kejahatan di wilayah perairan Indonesia. Modernisasi telah membawa kemajuan teknologi dan ekonomi yang tak terbantahkan. Kemajuan ini menimbulkan perdebatan seputar dampaknya terhadap degradasi budaya maritim di Indonesia khususnya pada kehidupan di masyarakat pesisir. Seiring dengan munculnya teknologi canggih dan pasar global yang terintegrasi, aspek-aspek unik dari budaya tradisional mungkin menghadapi tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang adanya degradasi kebudayaan maritim di kehidupan masyarakat pesisir yang mengalami modernisasi dan perkembangan zaman yang pesat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam perubahan dan perkembangan zaman, nilai-nilai budaya yang sering kali tersisihkan demi kepentingan ekonomi dan kemajuan teknologi yang memiliki arti penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan secara bijaksana bagaimana modernisasi dapat memengaruhi dan memelihara budaya yang berharga dan tetap berpegang teguh untuk melestarikan kebudayaan yang ada di lingkungannya yang merupakan daerah pesisir.
RELEVANSI PEMIKIRAN TAN MALAKA DALAM KONDISI POLITIK INDONESIA SAAT INI
Koerniawati, Inez;
Suwarno, Panji;
Asmoro, Novky
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4392-4401
Tan Malaka, seorang tokoh pergerakan nasional Indonesia yang dikenal dengan pemikiran revolusioner dan progresifnya, tetap memiliki relevansi yang kuat dalam kondisi politik Indonesia saat ini. Analisis literatur dan data mengungkapkan bahwa pemikiran-pemikiran Malaka masih dapat diterapkan dalam konteks politik modern. Salah satu aspek penting pemikiran Malaka adalah konsep nasionalisme inklusif dan anti-kolonial. Pemikiran ini masih relevan dalam mempromosikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah beragamnya suku, agama, dan budaya. Selain itu, gagasannya tentang demokrasi langsung dan partisipatif dapat membantu meningkatkan partisipasi politik yang lebih luas di Indonesia, mendukung perkembangan demokrasi yang lebih kuat. Dalam hal sosialisme, pemikiran Tan Malaka menawarkan pandangan yang dapat diadaptasi sesuai dengan budaya dan kondisi Indonesia. Konsep ini berpotensi untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi bagi rakyat Indonesia, meskipun ada tantangan dalam menerapkan gagasan ini dalam praktik politik. Dalam konteks sosialisme, artikel ini menunjukkan bahwa konsep Tan Malaka tentang sosialisme yang diadaptasi dengan budaya dan keadaan Indonesia dapat membantu mewujudkan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi bagi rakyat Indonesia. Di sisi lain, artikel ini juga membahas kritik terhadap pemikiran Tan Malaka dan tantangan dalam menerapkan gagasannya dalam praktik politik Indonesia saat ini.
PERAN MASYARAKAT LOKAL DALAM MENDUKUNG KEAMANAN MARITIM DI KAWASAN WISATA BAHARI
Agus Franciscus Hia, Hendrin;
Suwarno, Panji;
Widodo, Widodo;
Juni Risma Saragih, Herlina;
Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4108-4113
Keamanan maritim di kawasan wisata bahari merupakan aspek penting yang menjamin keselamatan dan keberlanjutan lingkungan dan industri pariwisata. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting yang dimainkan oleh masyarakat lokal dalam meningkatkan keamanan maritim di wilayah ini. Melalui kombinasi metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, termasuk survei, wawancara, dan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi kontribusi utama masyarakat lokal terhadap keamanan maritim. Kontribusi ini termasuk memantau dan melaporkan kegiatan yang mencurigakan, berpartisipasi dalam upaya konservasi pesisir dan laut, serta berkolaborasi dengan organisasi pemerintah dan non-pemerintah. Temuan ini menyoroti bahwa masyarakat lokal, karena pengetahuan mereka yang mendalam tentang lingkungan laut setempat dan kepentingan mereka terhadap keberlanjutan pariwisata, merupakan mitra yang sangat diperlukan dalam menjaga keamanan maritim. Studi ini diakhiri dengan rekomendasi bagi para pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan upaya masyarakat lokal ke dalam strategi keamanan maritim yang lebih luas, sehingga mendorong pendekatan kolaboratif yang memanfaatkan pengetahuan lokal dan meningkatkan keamanan secara keseluruhan di kawasan wisata bahari.
DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM MENGHADAPI ANCAMAN PENYELUDUPAN NARKOBA DI ALKI DALAM RANGKA INDONESIA EMAS 2024
Padillah, Inshan;
Yudho Prakoso, Lukman;
Widodo, Pujo;
Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.3926-3935
Upaya diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia dalam mengatasi risiko penyelundupan narkoba di Alur Laut Kepulauan Indonesia. Narkoba dibeberapa negara digunakan sebagai obat medis. Namun, seringkali dilakukan penyalahgunaan. Sehingga keberadaannya menjadi ancaman bagi suatu negara terutama pada generasi muda sebagai penerus bangsa. Terlebih dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan yang disingkat menjadi Indonesia emas 2045, narkoba menjadi sebuah ancaman serius yang harus dihadapi dan keberadaan Indonesia yang memiliki tiga jalur laut sebagai jalur perdagangan dan lalu-lintas kapal Internasional. Setiap jalur laut memiliki persoalan tersendiri, terkhusus dalam melakukan penegakkan hukum yang seringkali dihadapkan pada persoalan lintas batas negara dan wilayah kedaulatan dengan negara tetangga. Untuk melaksanakan operasi pengawasan dalam mencegah penyeludupan narkoba, Indonesia tentu tidak bisa melakukan dengan langkah tersendiri, keberadaan jalur laut yang menjadi penghubung dengan negara tetangga, menjadi tantangan komunikasi dalam melaksanakan penindakan hukum atau mengatasi ancaman penyeludupan narkoba. Sehingga diplomasi dianggap sangat penting dalam upaya mencegah konflik yang kemungkinan dapat terjadi dan perlu adanya kerjasama antarnegara.
DIPLOMASI STRATEGI MARITIM PENCEGAHAN PEMBAJAKAN DI ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045
Novitasari, Destin;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Yusnaldi, Yusnaldi;
Widodo, Pujo;
Juni Risma Saragih, Herlina;
Suwarno, Panji;
Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4148-4157
Piracy at sea is a crime committed by a group of people to take and seize and sabotage things related to the world of shipping, especially ships. This is one of the threats that can hinder the realisation of Indonesia's vision in welcoming the golden Indonesia 2045 considering the importance of Indonesia's maritime sector. In facing the challenges of preventing piracy in the Indonesian Archipelago Sea Route, maritime strategy diplomacy is the key. The purpose of this paper is to analyse and formulate an effective maritime diplomacy strategy in preventing piracy in the Indonesian Archipelago Sea Route (ALKI) and to examine the link between piracy prevention efforts and the long-term vision of "Golden Indonesia 2045". The main focus is on how maritime diplomacy can be an effective instrument in building regional and international cooperation. The method used is descriptive qualitative method, which is an in-depth and detailed understanding of Maritime Strategy Diplomacy and piracy prevention in the Indonesian Archipelago Sea Route by involving literature study, policy analysis, and case studies to gain contextual understanding. This paper also highlights the importance iof isynergy between military power, diplomacy, and multilateral cooperation to achieve strategic objectives. As such, this paper highlights the importance of synergy between military power, diplomacy, and multilateral co-operation to achieve strategic objectives. Thus, this scientific paper highlights the importance of strategic integration between aspects of maritime diplomacy and Indonesia's long-term aspiration of Indonesia Golden 2045 in ensuring maritime sovereignty and security in Indonesia.